BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
POTENSI NILAI EKONOMI TOTAL HUTAN PENDIDIKAN GUNUNG WALAT SUKABUMI JAWA BARAT BAYU ADIRIANTO

Lampiran 1. Peta HPGW

IV. METODOLOGI PENELITIAN. wisata tirta. Lokasi penelitian ini dapat dilihat pada Lampiran 1.

POTENSI NILAI EKONOMI TOTAL HUTAN PENDIDIKAN GUNUNG WALAT SUKABUMI JAWA BARAT BAYU ADIRIANTO

4. METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN. hutan mangrove non-kawasan hutan. Selain itu, adanya rehabilitasi hutan

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian ini mengambil lokasi di Jalan Raya Kasomalang Kabupaten

III. KERANGKA PEMIKIRAN

IV. METODE PENELITIAN

ANALISIS WILLINGNESS TO PAY

KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Potensi sumber daya alam Indonesia sangat melimpah, antara lain potensi

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di daerah hulu dan hilir Sungai Musi, yang

IV. METODE PENELITIAN. Maret Pemilihan lokasi tersebut dilakukan secara sengaja (purposive), menimbulkan eksternalitas positif bagi masyarakat.

III. METODE PENELITIAN. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai,

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang berfokus

III. GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI

III. KERANGKA PEMIKIRAN

Mahasiswa Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Jl. Tridharma Ujung No. 1 Kampus USU Medan 20155

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Objek Penelitian Batasan Penelitian

Gambar 1 Kerangka pemikiran metodologi penelitian.

ANALISIS KEMAUAN MEMBAYAR MASYARAKAT PERKOTAAN UNTUK JASA PERBAIKAN LINGKUNGAN, LAHAN DAN AIR ( Studi Kasus DAS Citarum Hulu) ANHAR DRAKEL

IV. METODELOGI PENELITIAN

III. KERANGKA PEMIKIRAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. bawah tanah. Definisi hutan menurut Undang-Undang No 41 Tahun 1999 tentang

BAB III METODE PENELITIAN. sesuatunya yang mudah dan praktis. Peluang tersebut dimanfaatkan oleh produsen

III. KERANGKA PEMIKIRAN. Contingent Valuation Method (CVM), eksternalitas, biaya produksi dan metode

3 METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan waktu penelitian 3.2 Metode Pengumpulan Data

IV. METODOLOGI PENELITIAN

KERANGKA PEMIKIRAN. akan digunakan dalam penelitian ini. Tahapan-tahapan metode CVM akan

BAB IV KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

Karakteristik Keluarga : Besar Keluarga Pendidikan Suami Pekerjaan Suami Pendapatan Keluarga Pengeluaran Keluarga. Persepsi Contoh terhadap LPG

BAB 1 PENDAHULUAN. Faktor-faktor yang..., Muhammad Fauzi, FE UI, 2010.

BAB III METODE PENELITIAN

I. PENDAHULUAN. lain-lain merupakan sumber daya yang penting dalam menopang hidup manusia.

Gambar 2. Peta Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

MODEL PENDUGA PEUBAH TEGAKAN PINUS PADA AREAL REHABILITASI TOSO DI HUTAN PENDIDIKAN GUNUNG WALAT FADEL IBNU PERDANA

IV. METODE PENELITIAN. 4.1 Lokasi dan Waktu. dan juga berlokasi tidak jauh dari pusat kota sehingga prospek pengelolaan dan

VI. METODE PENELITIAN

VI. HASIL DAN PEMBAHASAN. 6.1 Analisis Eksternalitas Positif Potensi Wisata Air BKB

I. PENDAHULUAN. kayu, rotan, getah, dan lain-lain, tetapi juga memiliki nilai lain berupa jasa

VI. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Nilai ERP Dilihat dari Willingness To Pay (WTP) Pengguna Jalan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

TINJAUAN PUSTAKA. mengalir melalui sungai dan anak sungai yang bersangkutan (Kodoatie dan

INTANGIBLE VALUE HUTAN RAKYAT YANG TIDAK PERNAH DIPERHITUNGKAN OLEH MASYARAKAT GIRIWOYO, WONOGIRI

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan di Desa Tugu Utara dan Kelurahan Cisarua,

IV. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tanjungpinang Timur,

PEMANFAATAN TUMBUHAN OLEH MASYARAKAT DI SEKITAR HUTAN PENDIDIKAN GUNUNG WALAT SUKABUMI MUHAMMAD IRKHAM NAZMURAKHMAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Talang Mulya Kecamatan Padang Cermin

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kesediaan Membayar ( Willingness to Pay )

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. sektor lain untuk berkembang karena kegiatan pada sektor-sektor lain

BAB III METODE PENELITIAN. Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Kabupaten Kota Medan. Lokasi

III. KERANGKA PEMIKIRAN Asumsi dalam Pendekatan Willingness to Accept Responden. nilai WTA dari masing-masing responden adalah:

BAB III METODE PENELITIAN

Uraian secara lengkap setiap aspek dan kriteria yang menjadi bahan. pertimbangan dalam penentuan teknologi pengolahan sampah di Jakarta Timur

III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional mencakup pengertian untuk

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sumber Agung Kecamatan Kemiling Kota

IV. METODE PENELITIAN. Kawasan ini dipilih secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa

III. METODE PENELITIAN. dan batasan operasional. Konsep dasar dan batasan operasional ini mencakup

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Desa Ciburuy dan Desa Cisalada, Kecamatan

III. METODE PENELITIAN. Waktu penelitian dilaksanakan dari bulan Mei sampai dengan Juni 2013.

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENDUGAAN POTENSI BIOMASSA TEGAKAN DI AREAL REHABILITASI HUTAN PENDIDIKAN GUNUNG WALAT MENGGUNAKAN METODE TREE SAMPLING INTAN HARTIKA SARI

BAB III METODE PENELITIAN

PENDUGAAN CADANGAN KARBON PADA TEGAKAN REHABILITASI TOSO DI HUTAN PENDIDIKAN GUNUNG WALAT, SUKABUMI, JAWA BARAT ZANI WAHYU RAHMAWATI

BAB III METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN. Desain, Lokasi, dan Waktu Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan dengan metode survey melalui pengamatan langsung di

CONTOH-CONTOH PERHITUNGAN VALUASI EKONOMI SUMBERDAYA

III. METODE PENELITIAN. A. Konsep Dasar dan Definisi Operasional

HASIL DAN PEMBAHASAN Penilaian Masyarakat di sekitar Sungai Terhadap Keberadaan Ekosistem Sungai Siak

VII NILAI EKONOMI SUMBERDAYA EKOSISTEM LAMUN

LAPORAN ECOLOGICAL SOCIAL MAPPING (ESM) 2012 FOREST MANAGEMENT STUDENT S CLUB

BAB III METODOLOGI 3.1 Waktu dan tempat penelitian 3.2 Alat dan bahan 3.3 Metode pengambilan data

IV. METODE PENELITIAN

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

BAB III. METODE PENELITIAN

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Nilai Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan

ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN PETANI KELAPA SAWIT DENGAN POLA INTENSIF DAN NON INTENSIF DI DESA BUKIT HARAPAN KECAMATAN MERSAM

III. KERANGKA PEMIKIRAN. Kerangka pemikiran teoritis terdiri dari beberapa teori yang digunakan

Lampiran 1 KUISIONER PENELITIAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA HUTAN OLEH MASYARAKAT DESA BUNIWANGI KECAMATAN PELABUHAN RATU KABUPATEN SUKABUMI

METODE PENELITIAN. Populasi dan Teknik Pengambilan Contoh

BAB III METODE PENELITIAN. sectional. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat

Transkripsi:

11 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW) dan Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan dan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Pelaksanaan penelitian dilakukan dari pertengahan bulan Februari 2011 sampai pertengahan bulan April 2011. 3.2 Bahan dan Alat Penelitian Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner. Alat yang digunakan, yaitu: SPSS 16.0 for windows, Microsoft Excel, kompas, meteran, kamera, dan alat tulis. 3.3 Metode Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan dapat digolongkan menjadi data primer dan sekunder. Data primer merupakan hasil kuisioner dan wawancara dengan penduduk sekitar HPGW sedangkan data sekunder dikumpulkan dari instansi pemerintah seperti kantor kelurahan Desa Hegarmanah dan studi literatur. Data yang dikumpulkan dikelompokkan menjadi data biofisik dan data sosial ekonomi. Data biofisik dikumpulkan dari hasil publikasi TIF Master Georg August University Göttingen tahun 2010 untuk analisis potensi kayu. Data sosial ekonomi yang dikumpulkan antara lain adalah data kependudukan, tingkat pendapatan, jumlah kebutuhan air rumah tangga, dan data sosial ekonomi lainnya terutama yang berkaitan dengan persepsi terhadap lingkungan serta nilai yang ingin dikeluarkan (willingness to pay). Pengumpulan data ini dimaksudkan untuk mengetahui besarnya manfaat lingkungan dalam satuan moneter dari beberapa alternatif. 3.4 Metode Penentuan Responden Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah metode non-probability sampling yaitu Haphazard sampling atau accidental atau convenience. Metode tersebut merupakan suatu metode pengembilan sampel secara nyaman yang dilakukan dengan memilih sampel bebas, dimana responden

12 yang mudah ditemui/dijangkau akan dijadikan sebagai sampel dengan tetap mempertahankan kelayakan dan ketepatan sampel yang dipilih (Jogianto 2008). Responden yang dipilih pada penelitian ini merupakan responden yang berusia 17 tahun keatas yang bersedia untuk mengikuti proses wawancara. Berdasarkan data kependudukan Desa Hegarmanah pada bulan Maret tahun 2011, jumlah penduduknya adalah 2479 Kepala Keluarga (KK) maka jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 50 KK. Penetapan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini telah memenuhi kaidah pengambilan sampel secara statistik yaitu minimal sebanyak 30 data/sampel dimana data tersebut mendekati sebaran normal. 3.5 Metode Pengolahan Data dan Analisis Data Metode pengolahan data sumberdaya hutan dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Penentuan nilai ekonomi dan metode penilaian No. Nilai Ekonomi Metode Penilaian 1 Nilai Guna Langsung a. Nilai Kayu Log Penilaian Berdasarkan Harga Pasar b. Nilai Getah Kopal Penilaian Berdasarkan Harga Pasar c. Nilai Getah Pinus Penilaian Berdasarkan Harga Pasar d. Nilai Pendidikan Lingkungan Penilaian Berdasarkan Harga Pasar e. Nilai Kayu Bakar Penilaian Berdasarkan Harga Pasar f. Nilai Air Pendekatan CVM 2 Nilai Guna Tidak Langsung a. Nilai Penyerap Karbon Penilaian Berdasarkan Harga Pasar b. Nilai Pencegah Erosi Pendekatan Biaya Pengganti c. Nilai Keanekaragaman Hayati Pendekatan Biaya Pengganti 3 Nilai Bukan Guna a. Nilai Keberadaan Pendekatan Biaya Pengganti b. Nilai Warisan Penilaian Berdasarkan Harga Pasar Analisis penilaian ekonomi barang dan jasa dilakukan dua tahap, yaitu: analisis biofisik dan sosial ekonomi. Tahap pertama adalah analisis hasil inventarisasi hutan dari 3 wilayah, yaitu: Cimenyan, Tangkalak, dan Cikatomas. Analisis ini dimaksudkan untuk menduga potensi kayu di HPGW. Kemudian, analisis data produksi kopal dan getah pinus. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui besarnya manfaat pengelolaan kopal dan getah pinus. Setelah itu, perhitungan manfaat biofisik dalam nilai rupiah.

13 Tahap kedua adalah analisis sosial ekonomi dengan metode pendekatan preferensi dan pendekatan biaya pengganti. Metode tersebut digunakan untuk menentukan nilai ekonomi dari manfaat lingkungan dengan mengukur nilai produktivitas manfaat air. Manfaat ekonomi dari aspek penilaian preferensi didasarkan pada penilaian responden yang bertempat tinggal di sekitar HPGW. 3.6 Valuasi Ekonomi Hutan Pendidikan Gunung Walat 3.6.1 Nilai Guna Kayu Log (NKL) Luas areal HPGW dibagi menjadi 3 bagian, yaitu: blok Cimenyan, Tangkalak, dan Cikatomas. Nilai kayu (NKL) dihitung berdasarkan harga kayu log di tingkat industri dan pasar lokal per jenis kayu (Rp/m 3 ) dikali dengan potensi areal setiap blok. Kemudian dijumlahkan setiap NKL per blok untuk mengetahui NKL seluruhnya dengan rumus: NKL = (PKL ij x HKL ij )...(1) PKL = (PKH ij x LA ij )...(2) NKL = Nilai total kayu log (Rp) PKLij = Potensi kayu log jenis ke-i di areal HPGW j (m 3 ) HKLij = Harga kayu log per kubik jenis ke-i di lokasi HPGW j (Rp/m 3 ) PKHij = Potensi kayu log per hektar jenis ke-i, di areal HPGW j (m 3 /ha) LAj = Luas areal HPGW ke-j (ha) i = Jenis kayu j = Areal HPGW (ha) 3.6.2 Nilai Guna Getah Agathis dan Pinus Nilai kopal dan getah pinus diduga dari pendekatan harga pasar dengan rumus sebagai berikut: NGi Mi HGi i NG i = M i x HG i...(3) = Nilai getah ke-i (Rp) = Jumlah getah yang dikumpulkan ke-i (kg) = Harga getah ke-i (Rp/kg) = Jenis getah (kopal, pinus)

14 3.6.3 Nilai Pendidikan Lingkungan Nilai ekonomi pendidikan lingkungan diduga melalui pendekatan langsung (harga pasar) yaitu laporan keuangan HPGW tahun 2010 dengan persamaan sebagai berikut: NPL P NPL = P...(4) = Nilai pendidikan lingkungan (Rp/tahun) = Pemasukan kas (Rp/tahun) 3.6.4 Nilai Guna Kayu Bakar Harga (biaya pengganti) kayu bakar dapat diduga melalui pendekatan harga pasar di daerah Sukabumi dengan rumus: NKB = RRKB x FKBB x PPKB x P...(5) NKB = Nilai kayu bakar (Rp/tahun) RRKB = Rata-rata kumpul kayu bakar (m3/hari/orang) FKBB = Frekuensi kumpul kayu bakar per tahun PPKB = Populasi pemakai kayu bakar (orang) P = Harga (Rp) 3.6.5 Nilai Ekonomi Air 3.6.5.1 Analisis Nilai WTP (Willingness to Pay) Pemanfaat Air dari HPGW Nilai WTP dari pengguna air DAS Cimandiri dianalisis dengan menggunakan CVM (Contingent Valuation Method), tahap-tahap yang akan dilakukan, sebagai berikut: 1. Membuat Pasar Hipotetik Dalam penelitian ini pasar hipotetik akan dibentuk atas dasar terjadinya peningkatan kebutuhan air dari HPGW oleh masyarakat sekitar sebagai sumber air rumah tangga. Dalam upaya pembuatan jaringan-jaringan saluran air minum dan pelestarian lingkungan DAS diperlukan anggaran agar upaya tersebut dapat dilaksanakan. Salah satu sumber dana yang dapat digunakan adalah dengan adanya pembayaran jasa lingkungan. Selanjutnya, pasar hipotetik akan dituangkan dalam bentuk skenario, sebagai berikut : SKENARIO

15 DAS Cimandiri merupakan DAS yang terletak di Gunung Walat, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. DAS Cimandiri memiliki sub-das, seperti: Cipeureu, Citangkalak, Cikabayan, Cikatomas, dan Legok Pusar. Keberadaannya menghasilkan sumber air yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, seperti: air untuk kebutuhan rumah tangga, air irigasi, dan perkebunan. Saat ini kebutuhan air untuk rumah tangga dirasakan semakin meningkat sehingga pihak pengelola HPGW berencana membuat jaringan-jaringan saluran air minum kepada masyarakat sekitar. Namun hal tersebut memerlukan partisipasi aktif dari para pemanfaat air yang berasal dari HPGW dengan adanya pembayaran jasa lingkungan. Selanjutnya dana tersebut akan dialokasikan sebagai dana untuk biaya alat-alat pembuatan jaringan-jaringan saluran air minum, pengeluaran gaji pekerja pembuatan saluran air minum, dan pemeliharaan jaringan air minum. 2. Mendapatkan Penawaran Besarnya Nilai WTP Untuk mendapatkan nilai penawaran pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode dichcotomous choice (model referendum), yaitu: menawarkan kepada responden jumlah uang tertentu dan menanyakan apakah responden bersedia membayar atau tidak sejumlah uang tersebut dalam pembuatan saluran air minum. Besarnya nilai WTP yang diajukan kepada responden dalam penelitian ini ditetapkan acuan nilai/harga dari perusahaan air minum sejenis. Metode ini memberikan kemudahan kepada responden dalam memahami maksud dan tujuan penelitian. Selain itu, dengan menggunakan metode ini responden yang cenderung bersedia membayar dan responden yang cenderung tidak bersedia membayar akan lebih mudah diklasifikasi. 3. Memperkirakan Nilai Rata-rata WTP WTP dapat diduga dengan menggunakan nilai rata-rata dari penjumlahan keseluruhan nilai WTP dibagi dengan jumlah responden. Dugaan rataan WTP dihitung dengan rumus : EWTP = ( W i )/n...(6) EWTP = Dugaan rataan WTP Wi = Nilai WTP ke-i n = Jumlah responden

16 i = Responden ke-i yang bersedia membayar (i = 1, 2,, n) 4. Memperkirakan Kurva WTP berikut: Pendugaan kurva WTP dilakukan dengan menggunakan persamaan sebagai WTP = f (KA, JPA, JKA, JRSA, TP, RPDT)...(7) WTP = Nilai WTP responden (Rp) KA = Kualitas air (bernilai 1 jika sangat jernih, bernilai 2 jika jernih, bernilai 3 jika biasa, dan bernilai 4 jika kotor) JPA = Jumlah pengguna air (orang) JKA = Jumlah konsumsi air (liter) JRSA = Jarak antara responden dengan sumber mata air HPGW (meter) TP = Tingkat pendidikan (tahun) RPDT = Rata-rata pendapatan per bulan (Rp/bulan) 5. Menjumlahkan Data Setelah menduga nilai tengah WTP maka selanjutnya diduga nilai total WTP dari masyarakat dengan menggunakan rumus : TWTP = WTP i (n i /N) x P...(8) TWTP = Total WTP WTPi = WTP individu sampel ke-i n i = Jumlah sampel ke-i yang bersedia membayar sebesar WTP N = Jumlah sampel P = Jumlah populasi i = Respoden ke-i yang bersedia membayar ( i = 1, 2,, n) 6. Evaluasi Penggunaan CVM Pada tahap ini dilakukan penilaian sejauh mana penggunaan CVM telah berhasil diaplikasikan. Evaluasi penggunaan CVM dapat dilakukan dengan menggunakan koefisien determinasi (R 2 ) dari analisis regresi. Dengan melihat besarnya R 2, tingkat reabilitas dari penggunaan CVM dapat dilihat. 3.6.5.2 Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Besarnya Nilai WTP Pemanfaat Air HPGW Analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap besarnya nilai WTP pemanfaat air HPGW dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda. Persamaan regresi besarnya nilai WTP dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

17 WTP = β 0 + β 1 KA + β 2 JPA + β 3 JKA + β 4 JRSA + β 5 TP + β 6 RPDT...(9) WTP = Nilai WTP responden (Rp) β 0 = Intersept β 1,., β 6 = Koefisien regresi KA = Kualitas air (bernilai 1 jika sangat jernih, bernilai 2 jika jernih, bernilai 3 jika biasa, dan bernilai 4 jika kotor) JPA = Jumlah pengguna air (orang) JKA = Jumlah konsumsi air (liter) JRSA = Jarak antara responden dengan sumber mata air HPGW (meter) TP = Tingkat pendidikan (tahun) RPDT = Rata-rata pendapatan per bulan (Rp/bulan) i = Responden ke-i (i = 1, 2,, n) ε = Galat atau error Variabel-variabel tersebut diduga mempengaruhi nilai WTP responden dalam upaya penyediaan saluran air minum dari HPGW. 3.6.6 Nilai Penyerap Karbon Untuk menentukan nilai/harga dari penyerapan karbon di lokasi penelitian didasarkan pada analisis manfaat dan biaya, dengan rumus: NPK = VB x BJ x CO x nc...(10) NPK = Nilai penyerap karbon (Rp) VB = Volume biomassa (m 3 ) BJ = Berat jenis kayu (kg/m 3 ) CO = Kandungan karbon dalam kayu (kg) nc = Harga karbon (Rp/ton) 3.6.7 Nilai Pencegah Erosi Penentuan nilai pencegah erosi dilakukan dengan pendekatan biaya pengganti, yaitu biaya yang harus dikorbankan untuk mencegah erosi dengan rumus: NPE = (BLP + BLNP) x L...(11) NPE = Nilai pencegah erosi (Rp/tahun) BLP = Biaya untuk lahan pertanian (Rp/ha) BLNP = Biaya untuk lahan non-pertanian (Rp/ha) L = Luas areal (ha)

18 3.6.8 Nilai Keanekaragaman Hayati Nilai keanekaragaman hayati dihitung berdasarkan pada biaya pengganti dengan rumus sebagai berikut: NB = NKH x L...(12) NB = Nilai keanekaragaman hayati (Rp/tahun) NKH = Nilai keanekaragaman hayati per hektar (Rp/ha/tahun) L = Luas areal (ha) 3.6.9 Nilai Keberadaan Dalam menentukan nilai keberadaan, dilakukan berdasarkan biaya pengganti dengan rumus: NK BPE L NK = BPE x L...(13) = Nilai keberadaan (Rp/tahun) = Biaya pemulihan ekologi (Rp/ha/tahun) = Luas areal (ha) 3.6.10 Nilai Warisan Nilai warisan diduga melalui pendekatan langsung (harga pasar) dengan rumus sebagai berikut: NW VB i HB i NW = VB i x HB i...(14) = Nilai warisan (Rp/tahun) = Volume bibit alam jenis ke-i (batang) = Harga bibit alam jenis ke-i (Rp/batang)