NASKAH. Oleh: MARIA ULFA K

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB II METODE PENELITIAN. A. Kategori Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penentuan rancangan formula krim antinyamuk akar wangi (Vetivera zizanioidesi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Metode Penelitian. asetat daun pandan wangi dengan variasi gelling agent yaitu karbopol-tea, CMC-

NASKAH PUBLIKASI. Oleh : AULIA ANNUR AISYIAH K

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan rancangan penelitian eksperimental dengan

BAB I PENDAHULUAN. dan merupakan penyakit yang banyak ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis.

Optimasi Campuran Carbopol 941 dan HPMC dalam Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Daun Jambu Mete secara Simplex Lattice Design

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium.

UJI EFEKTIVITAS MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Canangium odoratum Baill) TERHADAP DAYA BUNUH LARVA NYAMUK Culex quinquefasciatus SKRIPSI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Hasil identifikasi sampel yang dilakukan di Laboratorium Biologi Farmasi

FORMULASI SEDIAAN KRIM TIPE M/A DARI MINYAK ATSIRI (Pogostemon cablin B.) DAN UJI AKTIVITAS REPELAN NASKAH PUBLIKASI

Prosiding Seminar Nasional dan Workshop Perkembangan Terkini Sains Farmasi dan Klinik IV tahun 2014

Di sampaikan Oleh: Azis Ikhsanudin

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. Tanaman ini termasuk jenis tumbuhan dari

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

FORMULASI SEDIAAN GEL ANTI NYAMUK DARI MINYAK ATSIRI NILAM (Pogostemon cablin B.) DENGAN GELLING AGENT KARBOPOL DAN UJI AKTIVITASNYA NASKAH PUBLIKASI

OPTIMASI FORMULA LOSION

FORMULASI LOTION ANTI NYAMUK DARI MINYAK ATSIRI NILAM (Pogostemon cablin B.) NASKAH PUBLIKASI

FORMULASI LOTION EKSTRAK BUAH RASPBERRY(Rubus rosifolius) DENGAN VARIASI KONSENTRASI TRIETANOLAMIN SEBAGAI EMULGATOR SERTA UJI HEDONIK TERHADAP LOTION

Formulasi Vanishing Cream Minyak Atsiri... (Azis Ikhsanudin) 81

FORMULASI SEDIAAN KRIM TIPE M/A DARI MINYAK ATSIRI NILAM (Pogostemon cablin B.) DAN UJI AKTIVITAS REPELAN SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

Pengembangan Sediaan Lotion Minyak Atsiri Daun Zodia Tua (Evodia suaveolens Scheff.) Sebagai Repelan Nyamuk Culex sp. Penyebab Penyakit Filariasis

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

DAYA REPELEN MINYAK ATSIRI SEREH WANGI

BAB I PENDAHULUAN. Buah manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan salah satu sumber

PENGARUH EKSTRAK BUNGA KENANGA

Isnindar, Willy Hervianto, Liza Pratiwi Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, Pontianak

DAFTAR ISI.. KATA PENGANTAR... DAFTAR GAMBAR. DAFTAR TABEL... DAFTAR LAMPIRAN.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Pengamatan dan Hasil Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Evaluasi kestabilan dari formula Hair Tonic sari lidah buaya (Aloe vera L.) dengan

BAB III METODE PENELITIAN. penelitan the post test only control group design. 1) Larva Aedes aegypti L. sehat yang telah mencapai instar III

HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG [1] Tidak diperkenankan mengumumkan, memublikasikan, memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari - Februari 2014 bertempat di

1. Formula sediaan salep dengan golongan basis salep hidrokarbon atau berlemak

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

OPTIMASI FORMULA SALEP ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS

UJI EFIKASI REPELEN X TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti, Culex quinquefasciatus DAN Anopheles aconitus DI LABORATORIUM

Lampiran 1. Surat keterangan hasil identifikasi tumbuhan jahe merah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. eksperimental laboratorium dan eksperimental survey.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

OPTIMASI KOMBINASI KARBOMER 934 DAN HPMC TERHADAP EFEKTIVITAS GEL ANTIJERAWAT EKSTRAK ETANOLIK KULIT BUAH MANGGIS

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN COCOR BEBEK (Kalanchoe pinnata L.) SEBAGAI PENYEMBUH LUKA BAKAR PADA KELINCI SKRIPSI

BAB IV PROSEDUR KERJA

UJI AKTIVITAS MINYAK ATSIRI KULIT BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia, Swingle) DALAM SEDIAAN LOTION SEBAGAI REPELAN TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PUBLIKASI ILMIAH. Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Farmasi Fakultas Farmasi.

FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOLIK BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) DENGAN BASIS HPMC NASKAH PUBLIKASI

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

OPTIMASI FORMULA CHEWABLE LOZENGES PENANGKAP RADIKAL BEBAS KOMBINASI EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Studi Formulasi Sediaan Lotion Anti Nyamuk dari Minyak Atsiri Daun Legundi (Vitex trifolia Linn)

Jurnal Farmasi Indonesia, November 2015, hal Vol. 12 No. 2

FORMULASI SEDIAAN SABUN WAJAH MINYAK ATSIRI KEMANGI

UJI EFEKTIFITAS MINYAK ATSIRI BUNGA MELATI (Jasminum sambac L) TERHADAP DAYA BUNUH LARVA NYAMUK CULEX (Culex quinquefasciatus)

Efek Minyak Atsiri Bunga Kenanga (Cananga odorata) Sebagai Repellent Terhadap Nyamuk Aedes sp. Betina

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

OPTIMASI KONSENTRASI HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA SEBAGAI PEMBENTUK FILM

3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ABSTRAK. DURASI DAYA REPELEN BERBAGAI KADAR MINYAK SEREH (Cymbopogon nardus L.) DAN DEET TERHADAP Aedes sp. PADA MANUSIA

Optimasi Komposisi Tween 80 dan Span (Azis Ikhsanudin, dkk) 41

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian the post test only control group design. Yogyakarta pada tanggal 21 Desember Januari 2016.

LAPORAN PRAKTIKUM FARMASETIKA I

SKRIPSI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan Mencapai Derajat Sarjana S-1. Diajukan Oleh ANWAR ROSYADI

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL...i HALAMAN SAMPUL...ii HALAMAN PENGESAHAN...iii HALAMAN PERNYATAAN...iv

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. tetap dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan untuk

OPTIMASI OBAT KUMUR (MOUTHWASH) MINYAK ATSIRI SEREH DAPUR (Cymbopogon citratus) SKRIPSI

PROFIL STABILITAS MASKER GEL PEEL-OFF EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) MENGGUNAKAN HPMC SEBAGAI GELLING AGENT

ABSTRAK. gigitannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas repelen terhadap beberapa

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan A. PENENTUAN FORMULA LIPSTIK

BAB I PENDAHULUAN. gel pengharum ruangan tersebut menghambat pelepasan zat volatile, sehingga

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Nyamuk merupakan serangga yang seringkali. membuat kita risau akibat gigitannya.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN. Hasil Identifikasi/determinasi tumbuhan yang di lakukan di Herbarium

BAB III BAHAN DAN CARA KERJA. Alat-alat gelas, Neraca Analitik (Adam AFA-210 LC), Viskometer

FORMULASI LOSION MINYAK ATSIRI DAUN ROSEMARY

OPTIMASI FORMULA TABLET HISAP EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN BAHASAN

PEMANFAATAN EKSTRAK ETANOL DAUN SOM JAWA SEBAGAI OBAT ANTISEPTIK DALAM SEDIAAN GEL ANTISEPTIK KULIT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

Pot III : Pot plastik tertutup tanpa diberi silika gel. Pot IV : Pot plastik tertutup dengan diberi silika gel

Transkripsi:

PENGARUH FORMULASI GEL REPELAN MINYAK ATSIRI BUNGA MAWAR (Rosa damascena Mill.) DENGAN KOMBINASI HPMC-PROPILEN GLIKOL TERHADAP SIFAT FISIK DAN UJI AKTIVITASNYA NASKAH PUBLIKASI Oleh: MARIA ULFA K 14 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTAA SURAKARTAA 1

2

PENGARUH FORMULASI GEL REPELAN MINYAK ATSIRI BUNGA MAWAR (Rosa damascena Mill.) DENGAN KOMBINASI HPMC-PROPILEN GLIKOL TERHADAP SIFAT FISIK DAN UJI AKTIVITASNYA INFLUENCE OF REPELLENT GEL FORMULATION CONTAINING ESSENTIAL OIL ROSE (Rosa damascena Mill.) USING COMBINATION HPMC- PROPYLEN GLYCOL TOWARDS PHYSICAL CHARACTERISTIC AND REPELLENT ACTIVITY Maria Ulfa*, T.N. Saifullah S.**, dan Suprapto* *Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta **Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada ABSTRAK Nyamuk merupakan vektor beberapa penyakit, salah satunya filariasis yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Culex sp betina. Upaya pengendaliannya dapat menggunakan repelan yang berasal dari alam, seperti minyak atsiri bunga mawar. Dibuat sediaan gel agar mudah digunakan dengan kombinasi HPMCpropilen glikol. Penelitian ini dilakukan mengetahui pengaruh kombinasi kedua faktor terhadap sifat fisik serta aktivitas repelannya dan mengetahui komposisi optimum HPMC dan propilen glikol. Gel dibuat lima formula dengan konsentrasi HPMC %, 12,%, 1%, 17,%, dan %, dan propilen glikol dengan konsentrasi 1%,,%, %,,%, dan % sesuai metode optimasi simplex lattice design. Optimasi formula menggunakan program Design Expert dengan parameter sifat fisik gel dan aktivitas repelan, hasil prediksi program diverifikasi dan dianalisis menggunakan uji-t LSD dengan taraf kepercayaan 9%. Formula gel optimum yang didapatkan yakni kombinasi HPMC 1,4% dan propilen glikol 7,7%. Hasil verifikasi uji-t satu sampel menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan untuk viskositas, daya sebar, daya lekat, dan hasil signifikan pada ph. Perbandingan gel minyak atsiri bunga mawar dengan kontrol positif juga tidak berbeda signifikan terhadap aktivitas daya repelan. Hasil gel optimum yang didapat konsistensi cair, putih, khas bau minyak mawar, rata-rata viskositas 2, dpas, daya sebar 4,6 cm 2, daya lekat, detik, dan ph 6,24. Kata kunci : minyak atsiri bunga mawar, HPMC, propilen glikol, gel, repelan. ABSTRACT Mosquitoes are vectors of some diseases, such as filariasis. Controlling the disease can be used repellent from nature, such as essential oil of roses. Made gel formulation so that easy with HPMC - propylene glycol combination. This research was conducted to know influence of these two factors againts physical properties and activities of repellent, and to know optimum composition of HPMC and propylene glycol. Gel was made in five formulas with concentrations of HPMC %, 12.%, 1%, 17.%, and %, and concentration propylene glycol is 1%,.%, %,.%, and % corresponding optimization method simplex lattice design. Formula optimization using Design Expert program with parameters gel physical and repellent activity, prediction result of program verified and analyzed using t-test LSD with 9% confidence level. Obtained optimum gel formula was combination of HPMC 1.4 % and propylene glycol 7.7 %. The verification results using one sample t-test showed no significant difference in viscosity, spredibility, adhesion, and significant results on ph. Comparing gel essential oil of rose with positive control also did not differ significantly on the repellent activity. The results obtained optimum gel liquid consistency, white, typical smell of rose oil, average of viscosity 2. dpas, spredability 4.6 cm 2, adhesion. second, and ph 6,24. Key word : essential oil of rose, HPMC, propylen glycol, gel, repellent. 1

PENDAHULUAN Nyamuk merupakan vektor dari beberapa penyakit seperti malaria, filariasis, demam berdarah dengue (DBD), dan chikungunya (Mutsanir et al, 11). Salah satu penyakit yang banyak terjadi di Indonesia adalah filariasis yang ditularkan melalui nyamuk Culex sp betina (Gandahusada et al, 19). Maraknya kejadian di atas menyebabkan berbagai pihak menuntut agar dapat terhindar dari vektor tersebut dan mencegah gigitan nyamuk dengan menggunakan repelan (penolak) (Mutsanir et al, 11). N, N-diethyl-m-toluamide (DEET) merupakan senyawa yang dapat digunakan sebagai repelan (Soedarto, 1992). Namun penggunaan DEET dapat menimbulkan hipersensitivitas dan iritasi seperti menimbulkan rasa terbakar jika mengenai mata, luka jaringan atau membranous, serta dapat merusak benda yang terbuat dari plastik maupun bahan sintetik (Soedarto, 1992; Shinta, 12). Untuk mencegah terjadinya efek samping yang ada, sebaiknya digunakan bahan repelan yang aman dan ramah lingkungan yaitu berasal dari tanaman yang mengandung minyak atsiri (Shinta, 12). Salah satu tanaman yang mengandung minyak atsiri dan berkhasiat sebagai repelan adalah bunga mawar (Rosa damascena Mill.). Komponen kimia penyusun bunga mawar antara lain citronellol, geraniol, nerol, linalool, fenil etil alkohol, dan ester (Ketaren, 19), yang mana linalool dan geraniol berfungsi sebagai penolak nyamuk (Baskoro et al, ). Sifat dari minyak atsiri yaitu mudah menguap. Adanya penggunaan minyak atsiri secara langsung dapat menyebabkan kurang efektifnya bahan, sehingga perlu dibuat dalam bentuk sediaan untuk memudahkan pemakaian dan lebih tahan lama seperti gel. Dalam formulasi sediaan gel dibutuhkan bahan tambahan gelling agent dan humektan. Salah satu gelling agent yang digunakan adalah hidroksipropil metilselulosa (HPMC) yang dapat menaikkan viskositas serta menghasilkan cairan yang lebih jernih dibandingkan dengan metilselulosa lain (Gibson, 1). Semakin kental gel, maka gel dapat menahan minyak atsiri bunga mawar sehingga penguapan minyak terjadi secara lambat dan memberikan efek repelan yang lama (Yuliani, ). Penambahan propilen glikol berfungsi sebagai humektan, yakni zat yang menyerap kelembaban. Propilen glikol dipilih karena mempunyai efek toksik lebihrendah dibanding jenis glikol yang lain (Weller, 9). Ketika kelembaban kulit berkurang, humektan akan menarik air dari dermis menuju epidermis. Ketika kondisi di lingkungan sekitarnya lembab, maka humektan menarik kelembaban udara yang ada di sekitarnya untuk masuk ke kulit. Masalah yang mungkin timbul yakni humektan dapat kehilangan air 2

dengan cara mendorong kelembaban air dari dermis ke epidermis kemudian menguap ke lingkungan sehingga kelembaban kulit berkurang. Oleh karena itu, penggunaan humektan digunakan dalam jumlah seminimal mungkin, agar efek samping yang terjadi minimal (Boivin, 9). Berdasarkan latar belakang di atas, maka dilakukan penelitian mengenai pengaruh kombinasi HPMC-propilen glikol terhadap sifat fisik serta aktivitas repelan gel minyak atsiri bunga mawar, dan menentukan kombinasi yang optimum untuk sediaan gel dengan aplikasi design expert menggunakan simplex lattice design. Kombinasi HPMC-propilen glikol dalam sediaan gel diharapkan mempunyai efektivitas repelan yang baik, stabil dalam penyimpanan, dan aman untuk digunakan. METODE PENELITIAN Alat dan Bahan Alat yang digunakan untuk sediaan gel repelan antara lain viskometer RION VT- 4E No.1, stemper, mortir, stopwatch, ph meter (HANNA), kandang nyamuk, timbangan, alat uji daya lekat, dan alat-alat gelas. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain minyak atsiri bunga mawar (PT. Eteris Nusantara), HPMC tipe pharmacoat 66, propilen glikol, metil paraben, propil paraben, akuades (Farmasi UMS) dan nyamuk Culex sp betina yang berumur sekitar - hari (B2P2VRP Salatiga). Jalannya Penelitian Pembuatan Gel Tabel 1. Formula gel repelan minyak atsiri bunga mawar dengan kombinasi HPMC dan propilen glikol dengan modifikasi Simplex Latice Design Bahan (gram) Formula F I F II F III F IV F V Minyak mawar HPMC Propilen glikol Metil paraben Propil paraben Aquadest ad 1,1,2 12, 11,,1,2 1,1,2 17,,,1,2,1,2 Hidroksipropil metilselulosa ditambah dengan air panas (7- ) di masukkan dalam beker gelas sambil digoyangkan dan didiamkan semalam hingga mengembang. Metilparaben dan propilparaben dicampur dalam propilen glikol, kemudian dimasukkan dan dicampur hingga homogen ke dalam HPMC yang telah dikembangkan sebelumnya.

Minyak atsiri bunga mawar ditambahkan dan diaduk sampai homogen. Ditambahkan aquades hingga di dapat gram gel. Evaluasi Sifat Fisik Gel Pada uji sifat fisik sediaan gel meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji viskositas, uji daya lekat, uji daya sebar, uji ph, dan stabilitas gel. Uji Aktivitas Repelan Minyak Atsiri Bunga Mawar Pengujian aktivitas repelan diaplikasikan langsung pada muka telapak tangan manusia yang telah diolesi gel minyak atsiri bunga mawar. Tangan kiri diolesi dengan sediaan gel sebanyak 1 gram sebagai perlakuan, sedangkan tangan kanan tidak diolesi apapun sebagai kontrol negatif. Tangan dimasukkan dalam kotak berisi ekor nyamuk Culex sp. betina. Jumlah nyamuk yang hinggap dihitung mulai jam ke 1, 2, dan menggunakan nyamuk yang sama dengan waktu pemaparan masing-masing selama menit tiap jamnya. Analisa Data Data yang diperoleh dari hasil uji viskositas, daya sebar, daya lekat, ph, dan daya repelan di masukkan dalam Simplex Lattice Design pada Design Expert 9...1 (trial) dengan faktor HPMC dan propilen glikol, sehingga diperoleh persamaan Simplex Lattice Design yang menunjukkan pengaruh kedua faktor dan countour plot nya. Masing-masing gabungan respon contour plot superimpoosed diperoleh formula optimum yang selanjutnya diverifikasi. Data antara hasil prediksi alat dan hasil optimasi diolah menggunakan uji statistik uji t pada software SPSS. HASIL DAN PEMBAHASAN Sifat Fisik Minyak Atsiri Pengujian minyak atsiri dilakukan dengan menentukan nilai indeks bias dan berat jenis minyak atsiri bunga mawar. Hasil uji kemurnian minyak atsiri bunga mawar dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Hasil Pengujian Minyak Atsiri Bunga Mawar No. Jenis pengujian Hasil pengujian Standart 1. 2. Indeks bias Berat jenis 1,467,9 g/ml 1,46 1,19,94 -,992 Pengujian indeks bias dan berat jenis hanya dilakukan sekali tanpa replikasi menggunakan metode refraktometri dan gravimetri. Hasil pengujian indeks bias minyak mawar 1,467, sedangkan nilai berat jenis minyak atsiri bunga mawar,9 g/ml. Pengujian keduanya tidak masuk dalam range standard, hal ini dikarenakan adanya 4

perbedaan metode penyulingan antara hasil uji dengan standar (Wibowo, et al., 7). Umumnya metode destilasi minyak atsiri bunga mawar menggunakan destilasi air, namun pada penelitian ini menggunakan destilasi uap sehingga mahkota bunganya mengumpul menyebabkan uap tidak dapat berpenetrasi dan berakibat hasil pengujiannya berbeda dengan standard (Ketaren, 19). Sifat Fisik Gel dan Aktivitas Repelan Uji organoleptis sediaan gel dilakukan secara visual tanpa menggunakan alat bantu meliputi pengamatan warna, bau, dan bentuk sediaan gel. Hasil pemeriksaan sediaan gel minyak atsiri bunga mawar berwarna putih, berbau khas minyak mawar, berbentuk cair. Uji homogenitas gel dilakukan secara visual dengan diletakkan gel pada obyek gelas dan dilihat susunan homogenitasnya. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada partikel yang terlihat pada obyek gelas dan tercampur rata. Uji viskositas digunakan untuk mengetahui pengaruh peningkatan basis gel dan humektan terhadap kekentalan sediaan gel. Dari persamaan uji viskositas (Tabel ) dapat dilihat bahwa koefisien HPMC menunjukkan +9,4 yang berarti viskositas dipengaruhi adanya penambahan HPMC, begitu pula untuk propilen glikol bernilai + yang artinya meningkatkan viskositas gel. Menurut Arikumalasari (1), sifat dari HPMC yang membentuk basis gel dengan menyerap pelarut sehingga meningkatkan tahanan cairan dan membentuk massa gel. Dapat disimpulkan bahwa penambahan HPMC lebih besar pengaruhnya terhadap viskositas dibandingkan dengan penambahan propilen glikol. Dari gambar 1 dapat dilihat bahwa kurva yang didapatkan berbentuk linier, artinya peningkatan HPMC serta penurunan propilen glikol dapat meningkatkan viskositas gel dan tidak terjadi interaksi antar keduanya. Hasil uji ANOVA (Tabel ) menunjukkan bahwa p<, yang berarti signifikan, artinya antara titik percobaan (titik-titik pada gambar A) dan prediksi program (garis lurus pada gambar 1A) memiliki kedekatan sehingga kebenaran model persamaannya dapat diakui. Daya sebar gel ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan gel menyebar saat dioleskan pada kulit. Dalam hal ini yang diukur yakni diameter penyebaran gel, semakin besar diameter gel menandakan bahwa gel mudah untuk dioleskan pada kulit. Persamaan pada tabel menunjukkan bahwa koefisien HPMC +6,7 memberikan pengaruh yang lebih kecil terhadap daya sebar dibanding dengan koefisien propilen glikol +,47 yang berarti sama-sama meningkatkan daya sebar. Shahin et al. (11) menyatakan bahwa adanya penambahan propilen glikol sebagai humektan dalam gel

dapat meningkatkan daya sebar sediaan. Menurut Arikumalasari (1) hasil uji daya sebar gel memiliki korelasi dengan viskositas, dimana viskositas gel berbanding terbalik dengan daya sebar yang dihasilkan. Dari grafik (Gambar 1) dapat dilihat bahwa hubungan antara HPMC dan propilen glikol linier dan tidak terjadi interaksi. Hasil uji ANOVA (Tabel ) menunjukkan nilai p<, berarti signifikan, sehingga model persamaan yang diperoleh dapat diakui kebenarannya. Pengujian daya lekat gel digunakan untuk mengetahui seberapa lama gel melekat pada kulit. Semakin lama gel melekat pada kulit maka zat aktif yang berada di dalamnya juga semakin lama menguap sehingga efektivitasnya meningkat. Dapat dilihat pada gambar 1 bahwa hubungan antara HPMC dan propilen glikol linier dan tidak terjadi intraksi antar keduanya. Hubungan antara viskositas dan daya lekat ini berbanding lurus. Arikumalasari (1) menyatakan bahwa semakin tinggi gelling agent yang ditambahkan, maka konsistensi dan kemampuan melekatnya semakin besar pula. Adanya penambahan HPMC dan propilen glikol meningkatkan daya lekat dengan koefisien masing-masing +6,94 dan +1,4. Hal ini berarti kenaikan daya lekat dipengaruhi oleh HPMC yang membentuk basis gel dengan menyerap pelarut sehingga meningkatkan tahanan cairan serta menjadi kental dan lekat. Hasil dari uji ANOVA menunjukkan nilai p<, yang berarti signifikan, maksudnya antara nilai hasil prediksi program (garis pada gambar 1C) dan hasil percobaan (titik-titik pada gambar 1C) mempunyai kedekatan sehingga model persamaan dapat diakui kebenarannya untuk memprediksi daya lekat. Uji ph digunakan untuk mengetahui sediaan gel sesuai dengan ph kulit atau tidak. Hal ini dikarenakan apabila ph yang diperoleh tidak sesuai dengan ph kulit maka akan terjadi iritasi. Nilai rentang ph kulit yakni 4,-7. Persamaan (Tabel ) menunjukkan bahwa penambahan HPMC (+) dan propilen glikol (+6,1) sama-sama meningkatkan ph, namun pengaruhnya lebih besar pada propilen glikol dan interaksi antar keduanya bernilai negatif (-6,21) yang berarti interaksi keduanya menurunkan ph. Hal ini disebabkan propilen glikol mempunyai ph yang lebih asam, sedangkan HPMC masih dalam rentang asam maupun basa lemah sehingga dapat menurunkan ph. HPMC mempunyai ph antara sampai (Weller, 9), sedangkan propilen glikol stabil pada ph -6 (Dwiastuti, ). Hasil uji ANOVA menunjukkan nilai p<, yang berarti signifikan, sehingga model persamaan yang diperoleh dapat digunakan untuk memprediksi kombinasi HPMC dan propilen glikol pada penelitian yang dilakukan. 6

Viskositas Daya sebar Daya lekat ph Daya repelan Keterangan persamaan: Y = Respon X 1 = Faktor HPMC X 2 = Faktor propilen glikol X 1X 2 = Interaksi antara kedua faktor Tabel. Persamaan sifat fisik dan daya repelan metode simplex lattice design Pengujian Persamaan Hasil uji ANOVA p Y = 9,4 X 1 + X 2 Y = 6,7 X 1 +,47 X 2 Y= 6,94 X 1 +1,4 X 2 Y= X 1 + 6,1 X 2 6,21 X 1X 2 Y=,1 X 1 + 64, X 2 12,9 X 1X 2,62,1,42,12,1942 6 4 6 viskositas (dpas) daya sebar (cm2) 4 4 - A: hpmc 12. 1 17. A: hpmc 12. 1 17. B: propilen glikol 1.. B: propilen glikol 1.. A B 12 9 daya lekat (detik) 6 4 ph 7 2 6-2 A: hpmc B: propilen glikol 1 12.. 1 17.. C D Gambar 1. Contour plot sifat fisik gel repelan minyak atsiri bunga mawar Keterangan: A: Viskositas C: Daya lekat B: Daya sebar D: ph A: hpmc B: propilen glikol 1 12.. 1 17.. Pengujian aktivitas repelan digunakan untuk mengetahui aktivitas dari gel minyak atsiri bunga mawar untuk menolak nyamuk. Aktivitas repelan diamati dari jam pertama hingga ketiga. Hal ini dilakukan untuk mengetahui daya proteksi repelan tiap jamnya. Penelitian dilakukan pada pagi hari, nyamuk yang digunakan adalah Culex sp. yang beroperasi pada waktu malam hari sehingga perlakuannya disesuaikan dengan 7

kondisi malam hari. Keadaan ruang perlakuan dibuat setenang mungkin, ruangan dibuat segelap mungkin, dan suhu diturunkan menyerupai kondisi malam hari. 1 daya repelan jam (%) 6 4 A: hpmc 12. 1 17. B: propilen glikol 1.. Gambar 2. Contour plot repelan gel minyak atsiri bunga mawar Persamaan daya repelan (Tabel ) menunjukkan bahwa penambahan propilen glikol dan HPMC mempunyai nilai koefisien positif (+,1 dan +64,) yang berarti pengaruh propilen glikol lebih besar dibanding HPMC, dan interaksi antar keduanya menunjukkan hasil negatif (-12,9) yang berarti menurunkan aktivitas repelan. Telihat pada gambar 2, daya repelan tertinggi pada formula dengan HPMC tinggi. Hal ini dikarenakan semakin tinggi HPMC yang digunakan, maka daya lekat tinggi sehingga zat aktif tertahan di dalam kulit dan menyebabkan waktu repelansi lebih lama. Berbeda pada formula dengan propilen glikol tinggi menghasilkan daya repelan tinggi disebabkan oleh daya sebar yang tinggi mengakibatkan pelepasan zat aktif lebih cepat sehingga daya repelan nyamuk lebih tinggi. Hasil dari uji ANOVA menunjukkan bahwa nilai p>, yang berarti tidak signifikan. 9 7 6 4 Daya repelan (%) 1 2 jam ke F I F II F III F IV F V Gambar. Grafik daya repelan gel minyak atsiri bunga mawar Secara umum semakin lama waktu pengujian maka semakin menurun daya repelannya. Dapat dilihat pada gambar bahwa trend kelima formula menurun, hanya pada formula III dan formula V yang berbeda. Formula III menunjukkan kenaikkan dari

jam pertama ke jam kedua, hal ini diperkirakan pada jam kedua zat aktif terlepas banyak sehingga nyamuk tidak berani mendekat, pada jam ketiga zat aktif pada gel berkurang dan menyebabkan daya repelannya menurun. Formula V pada jam ketiga mengalami kenaikan daya repelan disebabkan konsentrasi HPMC yang semakin tinggi sehingga minyak atsiri terikat kuat oleh basis dan membutuhkan waktu untuk terlepas dari basisnya. Pelepasan minyak atsiri terjadi pada jam ketiga sehingga mengakibatkan daya repelannya tinggi karena nyamuk tidak berani mendekat. Terlihat pada gambar bahwa formula terbaik yang mampu menolak nyamuk terbesar terdapat pada formula satu. Dari grafik dapat dilihat bahwa rata-rata daya repelan tertinggi pada jam pertama, hal ini dikarenakan pada jam awal zat aktif yang terlepas tinggi sehingga mengakibatkan zat aktif yang masih berada di dalam kulit berkurang dan pengujian pada jam berikutnya aktifitas repelannya menurun. Penentuan formula optimum Penentuan formula optimum menggunakan bantuan program Design Expert 9...1 (trial) dengan metode optimasi menggunakan Simplex Lattice Design. Formula optimum hasil perdiksi terdiri dari 1,4 gram HPMC dan 7,7 gram untuk propilen glikol dengan nilai desirability sebesar,7. Hasil prediksi optimasi gel minyak atsiri bunga mawar dapat dilihat pada gambar 4. Nilai desirability merupakan nilai target optimasi yang dicapai. Semakin tinggi nilai desirability yang didapat menunjukkan solusi terbaik yang mempertemukan semua fungsi. Hasil yang sudah diperoleh selanjutnya dilakukan uji statistik dengan uji one sample t-test menggunakan aplikasi SPSS seri 17 antara hasil prediksi program dan hasil uji verifikasi. Tabel 4 merupakan hasil verifikasi sifat fisik formula optimum didapatkan viskositas 2, dpas, daya sebar 4,6 cm 2, daya lekat, dan ph 6,24. Hasil pengujian dengan hasil prediksi menggunakan taraf kepercayaan 9% menunjukkan bahwa hasil uji viskositas, daya sebar, dan daya lekat tidak signifikan (p>,) yang berarti antar kelompok uji tidak berbeda signifikan sehingga asumsi nilai H diterima antar perlakuan dan prediksi, namun pada pengujian ph nilai signifikansinya p<, berarti signifikan yang artinya mempunyai perbedaan makna. 9

1.. Prediction.7 Desirability.6.4.. A: hpmc 12. 1 17. B: propilen glikol 1.. Gambar 4. Hasil prediksi optimasi gel minyak atsiri bunga mawar Tabel 4. Hasil verifikasi formula optimum uji sifat fisik gel minyak atsiri bunga mawar Pemeriksaan sifat fisik gel Viskositas (dpas) Daya sebar (cm 2 ) Daya lekat (detik) ph Hasil prediksi 2 46, 4,,69 Hasil uji 2,±2,9 2,6±,9,±,46 6,24±,2 Nilai signifikansi,42,462,64,4 Adapun hasil verifikasi formula optimum uji repelan dan kontrol positif dapat dilihat pada tabel. Tabel. Hasil verifikasi formula optimum uji repelan minyak atsiri bunga mawar, kontrol positif, dan uji-t hasil verifikasi dengan kontrol positif Formula optimum Hasil uji kontrol Signifikansi hasil Waktu positif verifikasi vs Prediksi Hasil uji (%) Signifikansi (%) kontrol positif Jam ke-1 Jam ke-2 Jam ke- 2,62,4 4,1 7,27±6,,6±4,4 67,6±,77,69,,7 74,99±22,21 7,77±,,9±1,2,42 Hasil verifikasi formula optimum t-test uji repelan pada jam ke 1, ke 2, dan ke bernilai p>,. Hal ini dapat dikatakan bahwa perlakuan dengan hasil prediksi tidak berbeda signifikan, artinya persamaan yang diperoleh dari perhitungan simplex lattice design pada uji aktivitas repelan dapat digunakan untuk memprediksi formula kombinasi HPMC dan propilen glikol pada penelitian ini karena dianggap mempunyai makna yang sama dengan prediksi program. Efektivitas gel optimum ini juga dibandingkan dengan sediaan yang berada di pasaran untuk mengetahui gel minyak atsiri bunga mawar layak digunakan atau tidak. Berdasarkan hasil uji t-test independent didapatkan hasil signifikansi antara keduanya bahwa nilai signifikansinya p>, yang berarti daya repelan gel minyak atsiri bunga

mawar tidak berbeda signifikan dengan sediaan repelan di pasaran sehingga efektifitasnya tidak berbeda jauh. Stabilitas Gel Secara fisik formulasi sediaan gel perlu dilakukan uji stabilitas agar dapat mengetahui kestabilan gel dari pengaruh luar. Uji stabilitas dilakukan selama empat minggu pada formula pendahuluan dimaksudkan untuk melihat keadaan sediaan dari pengaruh luar (seperti suhu dan lama penyimpanan) sebelum digunakan untuk menentukan formula optimum. Hal ini dapat dilihat pada gambar, sedangkan hasil stabilitas formula optimum selama delapan minggu dapat dilihat pada gambar 6. Viskositas (dpas) 4 1 2 4 Daya sebar (cm 2 ) 6 4 1 2 4 Minggu ke Minggu ke Daya lekat(detik) 6 4 2 A B 6 4 2 A B 1 2 4 1 2 4 Minggu ke Minggu ke C D Gambar. Hasil uji stabilitas sifat fisik formula pendahuluan ph Keterangan: A: viskositas C: daya lekat B: daya sebar D: ph Hasil stabilitas viskositas menunjukkan bahwa hampir semua formula mengalami kenaikan pada minggu kedua, namun pada formula IV mengalami kenaikan yang tinggi pada minggu kedua. Hal ini disebabkan adanya pengaruh dari luar (suhu dan lama penyimpanan) yang menyebabkan bahan di dalamnya terjadi perubahan. Grafik uji daya sebar secara umum mengalami kenaikan tiap minggunya. Formula IV pada minggu kedua mengalami sedikit penurunan. Sesuai dengan hasil viskositas bahwa pada minggu kedua viskositas meningkat dan menyebabkan daya sebar menurun. Terlihat pada hasil uji daya lekat formula IV bahwa pada minggu kedua juga mengalami kenaikan yang tinggi 11

dikarenakan pengaruh dari viskositasnya yang semakin kental sehingga menyebabkan daya lekat semakin tinggi. Penyebabnya diperkirakan adanya pengaruh dari luar seperti suhu dan lama penyimpanan. Dari grafik ph dapat dilihat bahwa grafik hampir sama. Hasil uji gel pada suhu ruang dari segi stabilitas dan homogenitas masih seperti sediakala dengan konsistensi cair, putih, bau khas minyak atsiri bunga mawar, dan tidak ada partikel yang terlihat maupun pemisahan minyak. Terlihat pada grafik bahwa uji viskositas rata-rata mengalami penurunan setiap minggunya. Dari uji ANOVA diketahui bahwa uji viskositas antar minggu tidak mengalami perubahan yang signifikan (p>,). Grafik daya sebar rata-rata mengalami peningkatan, namun peningkatan tesebut ternyata mengalami perbedaan makna (p<,). Daya lekat mengalami kenaikan maupun penurunan tiap minggunya, dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis bernilai p<, yang berarti ada perbedaan antara minggu pertama hingga minggu kedelapan. Grafik ph ratarata mengalami penurunan dan mempunyai perbedaan yang signifikan antar minggu karena nilai p<,. viskositas (dpas) 2 1 Daya lekat (detik) 7 6 4 2 1 1 2 4 6 7 minggu ke A 1 2 4 6 7 minggu ke Keterangan: A : Viskositas C : Daya lekat B: Daya sebar D : ph C Daya sebar (cm 2 ) ph 6 4 Gambar 6. Hasil uji stabilitas formula optimum 7 6 4 2 1 1 2 4 6 7 minggu ke B 1 2 4 6 7 minggu ke D 12

KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa HPMC meningkatkan viskositas, daya lekat gel, dan ph minyak atsiri bunga mawar, sedangkan propilen glikol meningkatkan daya sebar gel, kombinasi keduanya mempengaruhi aktivitas repelan, semakin tinggi HPMC maka aktivitas repelan semakin meningkat, serta didapatkan formula optimum dengan proporsi HPMC 1,4% dan propilen glikol 7,7%. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut optimasi gel repelan minyak atsiri bunga mawar dengan HPMC tipe viskositas tinggi dan pemberian bahan tambahan seperti emolien agar tidak terjadi sisik pada kulit. DAFTAR ACUAN Arikumalasari, J., Dewantara, I.G.N.A., & Wijayanti, N.P.A.D., 1, Optimasi HPMC Sebagai Gelling Agent Dalam Formula Gel Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.), Jurnal Farmasi Udayana, 14-12. Baskoro, A. D., Endharti, A. T., & Hapsari, A.,, Uji Potensi Repellent Minyak Mawar (Rosa damascena)sebagai Repellent terhadap Culex sp. Pada Tikus (Rattus Norvegicus) Strain Wistar (Online), (http://elibrary.ub.ac.id/bitstream/124679/121/1/uji-potensi-repellentminyak-mawar-(rosa-damascena)-sebagai-repellent-terhadap-culex-sp.-padatikus-(rattus-norvegicus)-strain-wistar.pdf, diakses tanggal 21 Maret 14). Boivin, M., 9, Managing Dry Skin, TECHtalkCE, CE1-CE. Dwiastuti, R.,, Pengaruh Penambahan CMC sebagai Gelling Agent dan Propilen glikol sebagai Humektan Sunscreen Ekstrak Kering Polifenol Teh Hijau (Camelia sintesis L.), Jurnal Penelitian, 1 (2), 227-24. Gandahusada, S., Pribadi, W., & Ilahude, H.D., 19, Parasitologi Kedokteran, 171-174, Jakarta, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Gibson, M., 1, Pharmaceutical Preformulation and Formulation, 46-, Taylor & Francis Group, United State of America. Ketaren, S., 19, Pengantar Teknologi Minyak Atsiri, 2-292, Jakarta, Balai Pustaka. Mustanir, Marianne, & Harifsyah, I., 11, Aktivitas Repellent Nyamuk Lotion Kombinasi Ekstrak Batang Vitex trifolia L. dan N,N-Dietil-Meta-Toluamida, Jurnal Farmasi Indonesia, (4), 172-179. Shahin, M., Hady, S.A., Hammad, M., & Mortada, N., 11, Novel Jojoba Oil-Based Emulsion Gel Formuation for Clotrimazole Delivery, AAPS PharmSciTech, 12 (1), 29-247. Shinta, 12, Potensi Minyak Atsiri Daun Nilam (Pogostemon cablin B.), Daun Babadotan (Ageratum conyzoides L.), Bunga Kenanga (Cananga odorata hook F 1

& Thoms), dan Daun Rosemarry (Rosemarinus officinalis L.) Sebagai Repelan terhadap Nyamuk Aedes aegypti L., Media Litbang Kesehatan, 22 (2), 61-69. Soedarto, 1992, Entomologi Kedokteran, 1,, -62, 2, Jakarta, Buku Kedokteran EGC. Weller, P.J., 9, Propylene Glycol, in: Rowe, R.C., Sheskey, P.J., & Quinn, M.E., Handbook of Pharmaceutical Excipient, Sixth Edition, 92-94, USA, Pharmaceutical Press. Wibowo, T.Y., Suryatmi, R.D., Rusli, M.S., & Imelda, H.S., 7, Kajian Proses Penyulingan Uap Minyak Jintan Putih, J Tek Ind Pert, 17(), 9-96. Yuliani, S.R.,, Formulasi Gel Repelan Minyak Atsiri Tanaman Akar Wangi (Vetivera zizanioidesi (L) Nogh): Optimasi Komposisi Carbopol % b/v-propilenglikol. Majalah Farmasi Indonesia, 16 (4), 197-. 14