BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB V PEMBAHASAN. akhir ini dilakukan di SMP Negeri 2 Ngimbang dengan nomor Statistik Sekolah /

BAB 3 GAMBARAN UMUM RESPONDEN

KEMENTERIAN AGAMA KELOMPOK KERJA PENGAWAS PAI (POKJAWAS PAI) KANTOR KABUPATEN CILACAP Alamat : Jalan DI. Panjaitan No.44 Telp. (0282) Cilacap

BAB V PEMBAHASAN. A. Perencanaan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Kelas Akselerasi di SMA

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2015 SMPN 2 WATES Alamat : Jl. KH Wahid Hasyim, Bendungan, Wates, Kulon progo

PROFIL SEKOLAH Sunday, 27 June :50. A. Latar Belakang

BAB III KEADAAN MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAJIRIN PALEMBANG. A. Sejarah Berdiri Madrasah Ibtidaiyah Muhajirin Palembang

BAB III GAMBARAN UMUM SMP NEGERI 1 TRAGAH BANGKALAN. A. Sejarah Singkat SMP Negeri 1 Tragah Bangkalan.

BAB V PENUTUP. Pendidikan Agama Islam hendaknya tujuan pengajaran PAI diarahkan: 1) Melaksanakan pembelajaran yang efektif dan efesian

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

PROPOSAL USULAN PEMBANGUNAN DAN RUANGAN SEKOLAH SMP NEGERI 1 PASIR BELENGKONG TAHUN ANGGARAN 2018

BAB III KONDISI OBJEKTIF PENELITIAN. A. Letak Geografis dan Sejarah Berdirinya MI Nurussalam Sidogede

1. STANDAR ISI. 1. Guru mengembangkan perangkat pembelajaran pada kompetensi sikap spiritual siswa sesuai dengan tingkat kompetensi.

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. Madrasah Ibtidaiyah Al-Musyawarah Banjarmasin beralamat di Jalan

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL Nomor 41 Tahun 2007 STANDAR PROSES

Draft 2010 PANDUAN PELAKSANAAN SKS SMA NEGERI 78 JAKARTA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III GAMBARAN UMUM MTS SALAFIYAH WONOYOSO PEKALONGAN. A. Kondisi Umum MTs Salafiyah Wonoyoso Pekalongan

BAB IV UPAYA KETELADAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI MI MUHAMMADIYAH KARANGASEM UTARA BATANG TAHUN 2010

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP

BAB IV ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MIS SEMBUNGJAMBU BOJONG KABUPATEN PEKALONGAN. A. Analisis Kompetensi Pedagogik Guru MIS Sembungjambu Bojong

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Gambaran Umum SMAN 1 Rejotangan. SMPN 1 Rejotangan, dan SMK Rejotangan.

BAB III LAPORAN PENELITIAN

STATUS SEKOLAH: NEGERI TERAKREDITASI: A NILAI : 94

Landasan Yuridis SI, SKL dan KTSP menurut UU No 20/2003 tentang Sisdiknas

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB III KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MIS SEMBUNGJAMBU BOJONG KABUPATEN PEKALONGAN. A. Profil MIS Sembungjambu Bojong Kabupaten Pekalongan

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. Madrasah Ibtidaiyah (MI) Siti Mariam beralamatkan di Jalan Kelayan A Gg. PGA

BAB II DESKRIPSI SMA NEGERI DI WILAYAH KOTA JAKARTA BARAT

BAB II DESKRIPSI SMA NEGERI DI WILAYAH KOTA JAKARTA BARAT

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Upaya mewujudkan pendidikan karakter di Indonesia yang telah

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA

BAB III GAMBARAN UMUM SD N 21 SUNGAI KENTEN BANYUASIN. A. Sejarah Singkat Berdirinya SD N 21 Sungai Kenten Banyuasin

Penyusunan KTSP Berbasis Kurikulum 2013 Dokumen 1 BIMBINGAN TEKNIS PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 BAGI KEPALA SMP

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB II DESKRIPSI SMA NEGERI RAYON 08 JAKARTA BARAT

Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan) muatan KTSP.

MTs AL IKHLAS MAYUNG

BAB IV ANALISIS TERHADAP PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PAI MATERI SEJARAH ISLAM BERBASIS MULTIMEDIA DI KELAS VII SMPN 36 SEMARANG

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) komponen muatan KTSP.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS IMPLEMENTASI KTSP PADA MATA PELAJARAN FIKIH KELAS VII DI MTS MIFTAHUL FALAH DAN PROBLEMATIKANYA SERTA SOLUSINYA

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 52 TAHUN 2008 TENTANG

BEST PRACTICE MBS TENTANG BUDAYA DAN LINGKUNGAN SEKOLAH SDN SN PASAR LAMA 1 BANJARMASIN

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 2 SUBAH

1. Profil SMP Muhammadiyah 2 Depok. SMP Muhammadiyah 2 Depok terletak di Jalan Swadaya IV, Karangasem, Condong Catur, Depok, Sleman.

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN

RUMUSAN VISI DAN MISI SMP NEGERI 1 PAYUNG. Pengambilan keputusan dalam perumusan visi-misi dan tujuan satuan

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA. A. Standar Isi BSNP yang diterapkan di SD Kreatif The naff

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. : Desa Pucakwangi, Kecamatan Babat. No. statistic sekolah : :

DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL HALAMAN 1

Tugas pokok dan Fungsi Guru di SMPN 9 Cimahi

PENYUSUNAN KTSP. Sosialisasi KTSP 1

2. Keadaan Fisik Sekolah

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. 1. Sejarah Singkat Berdirinya SD Muhammadiyah 9 Banjarmasin

BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI

STRUMEN PEDOMAN WAWANCARA

BAB V PEMBAHASAN. A. Pembahasan Pada uraian ini, peneliti akan menyajikan uraian pembahasan sesuai

PROFIL SEKOLAH. YAYASAN HANG TUAH CABANG JAKARTA SD HANG TUAH 3 Jl. Teluk Mandar No. 70 Komp. TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Telp.

BAB III KONDISI OBJEKTIF PENELITIAN. A. Sejarah dan Latar Belakang Berdirinya MTs Miftahul Ulum Pangkalan Balai

BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 2 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 2 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 3

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. a. Sejarah Singkat SMP Negeri 15 Yogyakarta. terletak di jantung kota Yogyakarta yaitu di sebelah Stasiun

BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH

SOSIALISASI DAN PELATIHAN KTSP 2009 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL HALAMAN 1 / 34

2. KTSP dikembangkan oleh program keahlian dengan melibatkan berbagai pihak sesuai dengan tahapan penyusunan KTSP.

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

TERWUJUDNYA INSAN PENDIDIKAN YANG BERPRESTASI DALAM ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN SENI BERLANDASKAN IMAN DAN TAQWA

A. Analisis Situasi BAB I PENDAHULUAN. 1. Analisis kondisi fisik sekolah

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 SMP NEGERI 1 SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. adalah generasi penerus yang menentukan nasib bangsa di masa depan.

BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH. saat itu SMA Negeri 14 Surabaya belum mempunyai gedung sendiri dan

BAB II SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 29 MEDAN

PENGEMBANGAN SILABUS MATA PELAJARAN PAI DALAM KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Oleh: Marzuki

PENYUSUNAN PENYUSUN KTSP

BAB III PELAKSANAAN KTSP MATA PELAJARAN PAI SDN WATES 01 WONOTUNGGGAL. tahun 1919, dulu namanya Sekolah Angka II. Pada saat itu ada masa

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 7 SEMARANG

1) Identitas Sekolah

INSTRUMEN PENELITIAN QUESIONER (ANGKET) PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA DALAM PILKADA BUPATI

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Dalam bagian ini akan dikemukakan kesimpulan dan rekomendasi

LAPORAN KERJA TAHUNAN SMP NEGERI 05 BATU TAHUN

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. sungai Lahei yaitu di Desa Muara Inu. Berikut ini peneliti akan menguraikan secara

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP

BAB IV GAMBARAN UMUM. Sekolah Dasar Negeri 2 Waringinsari Timur merupakan satu dari 4 sekolah yang

BAB IV HASIL PENELITIAN. keadaan dari obyek yang erat kaitannya dengan penelitian. 1. Sejarah Singkat Berdirinya SMP Negeri 26 Surabaya

BAB I PENDAHULUAN ANALISIS SITUASI

BAB V PEMBAHASAN. A. Perencanaan Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah. Dalam perencanaan kurikulum lembaga pendidikan tahapan pertama

BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI. kelas dan ruang serbaguna yang memiliki luas 324 m 2.

IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DALAM PELAJARAN BAHASA DI KELAS V SEKOLAH DASAR

BAB VI PENUTUP. berjalan sesuai pedoman. Madrasah ini juga sudah melaksanakan. silabus, guru-guru masih mengandalkan hasil dari MGMP (Musyawarah

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP

Kompetensi Dasar. perencanaan program. rangka implementasi

PROGRAM KERJA WAKIL KEPALA SEKOLAH BIDANG KURIKULUM TAHUN PELAJARAN 2015/2016

BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI. Dalam bab ini dikemukakan beberapa simpulan dan rekomendasi yang

Transkripsi:

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Latar Belakang Objek Penelitian 1. Identitas Sekolah Penelitian untuk tugas akhir dilaksanakan di SMP Negeri 2 Ngimbang Lamongan dengan Nomor Statistik Sekolah / NPSN : 2010507716162 / 20506373. Lokasi sekolah ini terletak di kecamatan Ngimbang kabupaten Lamongan tepatnya di desa Lamongrejo kecamatan Ngimbang kabupaten Lamongan Propinsi Jawa Timur, dengan koordinat Longitude : 7 21 451, Latitude : 112 12 818, telp. (0322) 6749832. Lokasi sekolah memang berada di daerah pedesaan yang jauh dengan fasilitas umum, akan tetapi keberadaannya sangat membantu anak-anak daerah setempat yang ingin melanjutkan sekolah tanpa harus menempuh jarak yang jauh. SMP 2 Ngimbang berstatus sekolah Negeri dengan nilai akreditasi sekolah 90,84 (Akreditasi A). Sekolah ini dibangun di atas tanah seluas 8.290 m 2. Uraian selengkapnya akan dipaparkan pada bab sarana dan prasarana. 1 1 Dokumentasi SMPN 2 Ngimbang Lamongan tahun 2012/2013. 80

81 2. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah a. Visi Terdidik dan Berprestasi Berdasarkan Imtaq b. Misi 1) Mewujudkan pengembangan kurikulum adaftif dan proaktif 2) Mewujudkan pengembangan silabus berkarakter 3) Mewujudkan pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berkarakter 4) Mewujudkan proses pembelajaran efektif dan efisien 5) Mewujudkan pengembangan strategi pembelajaran yang berbasis CTL 6) Mewujudkan pengembangan budaya membaca dan menulis yang kreatif 7) Mewujudkan lulusan yang kompetitif 8) Mewujudkan pengembangan kegiatan bidang akademik yang kompetitif 9) Mewujudkan pengembangan kegiatan bidang olahraga yang tangguh dan kompetitif 10) Mewujudkan pengembangan kegiatan bidang kesenian yang tangguh dan kompetitif 11) Mewujudkan pengembangan kegiatan bidang budi pekerti dan disiplin yang tinggi

82 12) Mewujudkan pengembangan kegiatan bidang keterampilan yang mempunyai nilai jual 13) Mewujudkan sumber daya manusia yang beretos kerja tinggi 14) Mewujudkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan yang tangguh 15) Mewujudkan sarana dan prasarana pendidikan yang relevan dan mutakhir 16) Mewujudkan pengembangan media pembelajaran yang lengkap dan mutakhir 17) Mewujudkan pengembangan sarana prasarana pendidikan yang memadai 18) Mewujudkan pengembangan bahan ajar yang relevan 19) Mewujudkan bidang pengelolaan sekolah yang tangguh 20) Mewujudkan implementasi MBS yang tangguh 21) Mewujudkan pengelolaan administrasi sekolah yang berbasis ICT 22) Mewujudkan penggalangan bidang pembiayaan pendidikan yang memadai 23) Mewujudkan pengembangan jalinan kerja dengan orang tua siswa yang baik 24) Mewujudkan penggalangan dana dari berbagai sumber yang tidak mengikat 25) Mewujudkan nilai akademik dan non akademik yang tinggi

83 26) Mewujudkan pengembangan perangkat penilaian berbasis ICT c. Tujuan 1) Tujuan Jangka Pendek (Tahun Pelajaran 2012/2013) 2) Tujuan Jangka Panjang (4 Tahun) 2 3. Struktur Organisasi Organisasi merupakan salah satu hal mutlak yang harus dimiliki oleh setiap lembaga khususnya sekolah, ibaratnya seperti tiang dalam suatu bangunan maka organisasi merupakan penyangga dalam suatu lembaga atau institusi yang bertujuan memperlancar program kerja yang dirancang sekolah. Dengan adanya struktur organisasi sekolah maka pembagian kerja akan jelas dan tidak terjadi penumpukan pekerjaan oleh seorang pelaksana / double job, sehingga dapat melaksanakan tugas dengan fokus terhadap satu jenis pekerjaan saja. SMP 2 Ngimbang membentuk struktur organisasi sekolah di bawah naungan dinas pendidikan kabupaten Lamongan mulai dari kepala sekolah yang memimpin guru dan pegawai untuk melaksanakan program sekolah. Dalam struktur sekolah ini dijelaskan bahwa kepala sekolah memimpin wakil kepala sekolah, kemudian bagian kurikulum, kesiswaan, humas, sarpras, wali kelas, dewan guru dan bagian BP/BK. Dalam usaha menjalankan program sekolah kepala sekolah bekerjasama dengan komite sekolah dan tata usaha. Jika setiap pelaksana bekerja sesuai dengan tugas 2 Dokumentasi SMPN 2 Ngimbang Lamongan tahun 2012/2013

84 masing-masing, maka diharapkan program sekolah dapat berjalan dengan baik dan lancar. 3 4. Sarana dan Prasarana Faktor penunjang pelaksanaan pendidikan selain struktur organisasi adalah sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai. Pelaksanaan proses pembelajaran memerlukan fasilitas-fasilitas sebagai pendukung supaya pembelajaran dapat berlangsung dengan lancar dan mencapai tujuan yang ingin dicapai. Fasilitas atau sarana tersebut meliputi : a) Ruang Kelas dan Ruang Penunjang Lain SMP 2 Ngimbang memiliki 13 ruang kelas untuk belajar. Selain ruang kelas untuk belajar, sekolah ini juga mempunyai ruang penunjang lain yaitu laboratorium IPA, ruang keterampilan, ruang kesenian, perpustakaan, Multimedia, BK, Kantor (Ruang Kepala sekolah, Ruang Wakil Kepala sekolah, Ruang Guru, Ruang TU, Ruang Tamu), UKS, pramuka/pmr, musholla, Dapur, dan lain-lain yang masing-masing berjumlah satu buah. b) Lapangan Sekolah ini memiliki 1 buah lapangan olahraga (volli, basket dan bulu tangkis) yang sekaligus digunakan untuk upacara. Lapangan ini terletak di tengah-tengah sekolah dengan ukuran 110x20 pxl. 3 Dokumentasi SMPN 2 Ngimbang Lamongan tahun 2012/2013.

85 5. Tenaga Pendidik dan Kependidikan Dalam proses pembelajaran, guru yang profesional dan kompeten sangat dibutuhkan untuk membantu siswa dalam belajar. Pembelajaran akan berjalan dengan baik manakala guru mengajar memiliki riwayat pendidikan sesuai dengan yang diajarkannya dalam arti lain guru mengajar sesuai dengan keahliannya dan bidangnya. Siswa membutuhkan guru sebagai pembimbing dalam belajar, sumber informasi ilmu dan pastinya guru yang mempunyai riwayat pendidikan sesuai yang dibutuhkan oleh siswa. Selain guru, di dalam suatu sekolah tentulah membutuhkan karyawan yang mengurus urusan di luar proses belajar mengajar yang notabene mendukung proses pembelajaran. Misalnya karyawan Tata Usaha yang mengurusi administrasi dan arsip sekolah, mendata siswa, membantu menyediakan fasilitas dan lain sebagainya. Guru di SMP 2 ini berjumlah 32 orang dengan rincian 5 orang lulusan S2, 27 orang lulusan S1. 9 orang dari jumlah guru tersebut masih tercatat sebagai guru tidak tetap (GTT), sedangkan 23 orang lainnya sudah tercatat sebagai guru tetap atau PNS. Guru-guru juga banyak yang mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi / profesionalisme guru seperti penataran KBK / KTSP, penataran metode pembelajaran, penataran PTK, penataran karya tulis ilmiah, sertifikasi profesi/kompetensi, penataran PTBK dan penataran-penataran yang lain. Sedangkan karyawan di SMP ini berjumlah 9

86 orang dengan pendidikan terakhir S1 3 orang, 4 orang lulusan SMA, dan 2 orang lulusan SMP. 4 Guru PAI di sekolah ini berjumlah 3 orang, yaitu bapak Nasto Utomo, S.Pd.I, yang mengajar 5 kelas yaitu kelas VII A, VII C dan kelas IX B, IX C, IX D. Ibu Siti Cholifah, S.Pd yang mengajar kelas VIII A sampai VIII E, dan bapak Bambang Heru S.Ag yang mengajar kelas VII B, VII D, VII E dan kelas IX A, IX E. 6. Data Siswa Th. Pelajaran Tabel 4.1 Data Siswa SMP N 2 Ngimbang empat tahun terakhir Jml Pendaftar (Cln Siswa Baru) Kelas VII Kelas VIII Kelas IX Jumlah (Kls. VII + VIII + IX) Jumlah Jml Jumlah Jml Jumlah Jml Siswa Siswa Rombel Rombel Siswa Rombel Siswa Rombel 2008/2009 230 160 4 186 4 166 4 512 12 2009/2010 205 173 5 154 4 176 5 503 14 2010/2011 198 171 5 167 5 147 5 485 15 20011/2012 189 173 5 172 5 157 5 502 15 Data siswa selama 4 tahun terakhir di SMP 2 ini menunjukkan bahwa pada tahun ajaran 2011/2012 siswa keseluruhan sekolah ini berjumlah 502 dengan 15 rombongan belajar dalam dua angkatan terakhir. Bila dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya ada perbedaan dalam rombongan belajar,. Kalau pada tahun 2008/2009 jumlah siswa 512 dengan 12 rombongan 4 Dokumentasi SMPN 2 Ngimbang Lamongan tahun 2012/2013.

87 belajar, dan pada tahun berikutnya berjumlah 503 dengan 14 rombongan belajar. 7. Prestasi Sekolah/Siswa Prestasi yang paling menjadi sorotan masyarakat terhadap suatu sekolah adalah sejauh mana dalam menghadapi Ujian Nasional. Berdasarkan data yang telah diperoleh menunjukkan bahwa sekolah ini memperoleh kenaikan prestasi yang bagus dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2010/2011 rata-rata nilai ujian nasional yaitu 7,85 dan pada tahun berikutnya menjadi 8,17. Pada prestasi akademik nilai ujian sekolah, SMP ini juga menunjukkan adanya peningkatan nilai pada setiap mata pelajaran yang diajarkan. Hanya ada satu mata pelajaran yang mengalami penurunan prestasi belajar yakni Penjas Orkes, namun secara keseluruhan mengalami peningkatan yang signifikan. B. Sajian Data 1. Kurikulum PAI di SMPN 2 Ngimbang Lamongan SMPN 2 Ngimbang menggunakan kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yaitu kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan/sekolah. 5 2007), h. 10. 5 Masnur Muslich, KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), (Jakarta : Bumi Aksara,

88 Dalam kurikulum tahun 2012 SMP Negeri 2 Ngimbang memasukkan secara eksplisit pendidikan karakter. Hal tersebut sesuai dengan program yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia pada peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2012. Dengan demikian penyusunan kurikulum SMP Negeri 2 Ngimbang memungkinkan adanya penyesuaian program pendidikan pada tingkat satuan pendidikan dengan kebutuhan dan potensi daerah. Struktur kurikulum di sekolah ini meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun, yakni mulai kelas VII sampai dengan kelas IX. Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang tertuang dalam kurikulum 2012 bertujuan (1) Memberi wawasan terhadap keberagan agama di Indonesia, (2) Meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa sesuai agamanya masing-masing. Karena tidak semua siswa SMP 2 Ngimbang beragama Islam, sebagian ada yang berumat kristiani. SMP 2 Ngimbang juga mengembangkan isi kurikulumnya melalui kegiatan pengembangan diri, hal ini disesuaikan dengan kondisi objektif sekolah. Kegiatan pengembangan diri ini terbagi dalam dua jenis yakni terprogram dan tidak terprogram. Untuk kegiatan pengembangan diri terprogram ini pihak sekolah mewajibkan siswa untuk mengikuti, tidak boleh tidak. Pengembangan diri yang berhubungan dengan pembelajaran PAI adalah Baca Tulis Al Qur an dan Khitoba. Baca Tulis Al Qur an ini

89 bertujuan melatih siswa dalam membaca Al Qur an sesuai dengan ilmu tajwid, melatih siswa dalam menulis ayat-ayat Al Qur an. Sedangkan khitoba bertujuan melatih siswa menguasai tata cara berpidato dan melatih siswa berani tampil di depan umum. Kemudian kegiatan pengembangan diri tidak terprogram diklasifikasikan dalam dua bentuk, yakni rutin dan spontan. Yang termasuk dalam kegiatan rutin adalah sholat berjamaah yang dimaksudkan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan pengembangan diri secara spontan dengan mengucap salam, tujuannya adalah membiasakan siswa mengucapkan salam saat bertemu dengan teman dan guru, menumbuhkan siswa dalam beretika baik dengan sesama. 2. Upaya Guru dalam Mengembangkan Desain Kurikulum PAI di SMPN 2 Ngimbang Lamongan Pembelajaran PAI di SMPN 2 Ngimbang dilaksanakan selama 2 jam pelajaran atau 80 menit setiap kali tatap muka pada tiap kelas per minggunya. Menurut guru PAI di SMPN 2 Ngimbang, Bapak Nasto Utomo S. Pd.I, waktu pembelajaran ini tergolong sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah jam pembelajaran per minggu 36 jam pelajaran. Hal ini memang sudah sesuai dengan aturan pemerintah bahwa pembelajaran PAI di sekolah umum mendapat jatah waktu 2 jam pelajaran. Berbeda dengan mata

90 pelajaran PAI yang berlangsung di madrasah bisa sampai 10-12 jam pelajaran per minggu. Sesuai dengan hasil wawancara dengan beliau Kalau masalah waktu, memang sangat kurang, hanya dua jam setiap kelasnya. Kalau dibandingkan dengan mata pelajaran yang di UNASkan (Ujian Nasional) tentu berbeda. Tapi itu sudah sesuai dengan aturan pemerintah. Kalau di sekolah-sekolah lain seperti madrasah ya jelas beda, mata pelajarannya bentuknya juga bukan PAI tapi lebih spesifik lagi, di preteli tiap-tiap konsentrasi. Ada akidah, Sejarah kebuadayaan Islam (SKI), bahasa arab, fiqih dan Qur an Hadits. 6 Karakteristik yang berbeda dari keadaan peserta didik dan materimateri yang ada, membuat guru PAI harus benar-benar kreatif dalam menyusun kurikulum. Karena belum tentu kurikulum yang disusun sedemikian rupa manis dan indah dalam konsep akan mudah pula dalam tataran praktisnya. Hal tersebut membuat guru PAI melakukan upaya-upaya sebaik mungkin dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum. Upayaupaya tersebut yaitu dengan Memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi dan menguasai metode pembelajaran yang mutakhir. Seperti yang diungkapkan oleh Bapak Nasto yaitu : Upaya saya itu apa ya gaya mengajar saya itu, saya putarkan film, saya ajak nyanyi, saya ajak senam-senam seperti itu. Yang terpenting buat saya itu apa, bukan nilai, percuma nanti nilainya bagus tapi tidak bisa sholat. Malah untuk sholat ini saya buatkan absen khusus, Absen sholat. Kalau ada anak yang rutin jamaah sholat, itu saya kasih nilai plus. Kenapa kok seperti itu? jadi nilai itu tidak terpatok angka saja. Ya kebanyakan kita itu mengandalkan angka saja, padahal di luar angka itu justru lebih berat. Misalnya ada materi sholat wajib, anakanak nilainya bagus, tidak cukup sampai di situ, tapi ditanyai juga 6 Hasil Wawancara dengan salah satu Guru PAI di musholla SMPN 2 Ngimbang.

91 sudah sholat lima waktu? belum pak. Kenapa kok belum? Ada lagi anak yang tidak bisa bacaan sholat, kalau mengajar sesuai SK dan KD saja itu tidak bisa. Sebenarnya kita belajar itu untuk apa? untuk kita amalkan. 7 Karakteristik siswa yang berbeda membuat pemahaman siswa terhadap materi juga berbeda, meskipun upaya-upaya sudah dilakukan tetapi jika masih ada siswa yang ketinggalan memahami pelajaran ada upaya tambahan yang dilakukan oleh guru. Misalnya dengan memberikan jam belajar tambahan setiap pulang sekolah, memberikan remidi, dan sharing bebas. Guru merumuskan tujuan atau kompetensi pembelajaran dalam perangkat pembelajaran. Guru mengolah SK/KD yang telah ditetapkan oleh pemerintah disesuaikan dengan kalender akademik dalam bentuk Prota dan Promes. Selain itu guru juga menyusun rencana implementasi pembelajaran yang tertuang dalam RPP. Untuk perangkat pembelajaran tahun ini, semua sudah lengkap, dari RPE, Prota, Promes, Silabus, RPP hanya pemetaan SK KD yang belum sempurna. Di dalam perangkat yang telah dibuat, terlihat banyak metodemetode yang variatif digunakan. Seperti metode tanya jawab, inquiry, problem solving, dan lain sebagainya. Untuk media, hanya menggunakan papan tulis dan CD/DVD player karena belum mempunyai LCD. pukul 09.50. 7 Hasil wawancara dengan salah satu guru PAI di musholla SMPN 2 Ngimbang hari rabu

92 Seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, bahwa komponen kurikulum selain Tujuan, Isi atau materi, dan metode adalah evaluasi yang memegang peranan seperti goalkeeper dalam kesebelasan sepak bola. Evaluasi terhadap program-program yang sudah disusun dan dilaksanakan sebelumnya sangatlah penting. Hal ini dilakukan sebagai rujukan pembuatan rancangan pembelajaran dan penyusunan serta pengembangan kurikulum yang akan datang. Apa saja kurangnya, yang dapat diperbaiki pada masa berikutnya, apakah masih relevan dipakai. Apa yang baik dan berhasil dan apakah masih mungkin untuk dipertahankan. Untuk penilaian pembelajaran, guru memberikan melalui tes dan non tes. Penilaian mencakup tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Juga menggunakan sistem penilaian berkelanjutan, program pengayaan dan program remedial. Secara umum upaya yang dilakukan oleh guru PAI dalam mengembangkan desain kurikulumnya dapat dikelompokkan dalam tiga jenis. Yang pertama adalah pengembangan secara individual, yang kedua secara institusional dan yang ketiga pengembangan dengan mengadakan lesson study. Yang pertama, pengembangan desain kurikulum secara individual dilakukan guru dengan cara memperbaiki perangkat pembelajaran dan penerapan konsep yang telah tertulis dalam perangkat pembelajaran. Merumuskan tujuan pembelajaran dengan mengacu pada tujuan nasional,

93 tujuan institusional, tujuan umum, tujuan khusus serta visi misi sekolah. Menyusun materi ajar berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. Memilih dan menggunakan metode-metode dan media pembelajaran yang relevan untuk proses pembelajaran serta mengadakan proses evaluasi pada setiap beberapa tahap pencapaian tujuan. Yang kedua, pengembangan institusional. Pengembangan ini dilakukan oleh beberapa guru PAI dalam suatu lingkup sekolah dalam menyusun desain kurikulum. Dengan mengadakan rapat antar guru sesama mata pelajaran merumuskan tujuan dan materi-materi pembelajaran dengan tetap mengacu pada tujuan nasional dan tujuan institusional. Mengevaluasi setiap kekurangan yang ditemukan selama proses pembelajaran. Yang ketiga adalah lesson study yakni mengadakan penelitian dengan bekerja sama dengan guru atau dosen dari sekolah lain. Mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten yang dikemas dalam bentuk Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), workshop dan pelatihan-pelatihan kurikulum. Untuk penerapan atau implementasi konsep yang dibuat, peneliti menggunakan lembar observasi kurikulum untuk mengetahui sejauh mana guru menyesuaikan desain dengan aplikasi di lapangan. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, dari segi administrasi, dalam tahap persiapan mengajar sudah baik hanya kurang pada analisis SK dan KD yang belum selesai dikerjakan. Pada kegiatan pembelajaran juga sudah baik, bisa menghidupkan

94 suasana kelas, memberi kesempatan peserta didik untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dengan aktif di kelas. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan siswa SMPN 2 Ngimbang yang diambil secara acak, sebagian besar belum mengerti mengenai maksud dari pembelajaran PAI itu sendiri. Dan saat ditanya bagaimana cara guru PAI mengajar, sebagian besar mereka menjawab biasa-biasa saja tidak terlalu menyenangkan juga tidak terlalu membosankan. Hambatan yang ditemukan dalam pembelajaran PAI adalah masih banyaknya siswa yang rame pada guru tertentu sehingga membuat beberapa peserta didik lain sulit untuk fokus dan memahami pelajaran.