BAB V KESIMPULAN, KELEMAHAN PENELITIAN DAN SARAN

dokumen-dokumen yang mirip
PERKEMBANGAN REKSA DANA SYARIAH REKSA DANA SYARIAH. Per 30 Maret 2012

PERKEMBANGAN REKSA DANA SYARIAH REKSA DANA SYARIAH. Per 30 September Jumlah Reksa Dana Syariah

PERKEMBANGAN REKSA DANA SYARIAH REKSA DANA SYARIAH. Per 28 September 2012

THE DEVELOPMENT OF SHARIA MUTUAL FUND SHARIA MUTUAL FUND AS OF MAY

PERKEMBANGAN REKSA DANA SYARIAH Jan Feb Mar Apr REKSA DANA SYARIAH.

BAB III OBYEK DAN METODOLOGI PENELITIAN. aktif diperdagangkan hingga penelitian ini dilakukan.

PERKEMBANGAN REKSA DANA SYARIAH Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul REKSA DANA SYARIAH

REKSA DANA SYARIAH REKSA DANA SYARIAH. Perkembangan Reksadana Syariah. Reksa Dana Syariah (Rp. Miliar) (%) NAB. Pasar Uang 901,38 0,38% Saham

Perkembangan Reksadana Syariah Sept REKSA DANA SYARIAH. Per September 2015

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dalam situs BAPEPAM dan berjumlah dua puluh delapan reksadana yang berasal dari dua

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Objek Penelitian Komposisi Investasi Komposisi Investasi

Perkembangan Reksadana Syariah. Reksa Dana Total. Reksa Dana Syariah. Reksa Dana Konvensional. Prosentase

Perkembangan Reksadana Syariah. jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Reksadana Syariah NAB Reksadana Syariah

Perkembangan Reksadana Syariah. Jan Feb Mar Apr Mei Reksa Dana Syariah

REVIEW REKSADANA CAMPURAN TAHUN 2014

Perkembangan Reksa Dana Syariah Jumlah

MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH

Perkembangan Reksadana Syariah. Jan Feb Mar Apr Reksadana Syariah NAB Reksadana Syariah. Reksa Dana Syariah

REKSA DANA SYARIAH REKSA DANA SYARIAH. 1 S T A T I S T I K P A S A R M O D A L S Y A R I A H Direktorat Pasar Modal Syariah Otoritas Jasa Keuangan

List 284 Reksadana Pendapatan Tetap hingga 19 Juni 2013

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Tujuan yang ingin kita capai, ialah kesuksesan finansial. Sukses finansial

FORMULIR PENJUALAN UNIT PENYERTAAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian a. Makinta Growth Fund b. Panin Dana Maksima c. Trim Syariah Saham

BAB I PENDAHULUAN. bank. Suatu perusahaan dapat menerbitkan saham dan menjualnya di pasar. beban bunga tetap seperti jika meminjam ke bank.

BAB III KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini sendiri merupakan jenis penelitian komparatif yakni

BAB IV PEMBAHAS AN. Padahal reksa dana syariah memiliki perkembangan yang cukup pesat, tercatat

BAB I PENDAHULUAN. PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) merupakan anak perusahaan dari

III. METODE PENELITIAN. yang menjadi objek penelitian studi komparasi adalah kinerja dari reksa

BAB 4. HASIL dan ANALISIS PENELITIAN

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA REKSA DANA KONVENSIONAL DENGAN REKSA DANA SYARIAH DI INDONESIA. Jepryansyah Putra Syarief Fauzie Abstrack

BAB I PENDAHULUAN. suku bunga menyebabkan pengembalian (return) yang diterima oleh investor pun

BAB 3 OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN. Secara Umum reksa dana syariah dan reksa dana konvesional tidak jauh

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Reksa dana tersebut merupakan produk reksa dana saham. terbesar pada akhir Desember 2012, 2013 dan 2014.

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II DISKRIPSI REKSA DANA. mengeluarkan peraturan tentang pasar modal yang mencakup pula peraturan

RESEARCH REPORT: INVESTMENT MANAGER SELECTION. by INFOVESTA

IV. GAMBARAN UMUM. Pasar Modal (UUPM), Reksadana mulai dikenal di Indonesia sejak diterbitkannya

I. PENDAHULUAN. Investasi adalah kegiatan penempatan uang atau dana dengan harapan untuk

Reksa Dana Makara Prima

Bab I Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN. investasi. Investasi adalah penundaan berbagai konsumsi hari ini, dengan tujuan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Investasi Anda Untuk Indonesia Lebih Sejahtera

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. saham, obligasi dan reksa dana (Samsul, 2006: 284). Maka dari itu, banyak investor yang berkeinginan untuk menanamkan

METODE PENELITIAN. Objek yang akan diteliti dalam penelitian ini mengenai analisis komparasi

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

DAFTAR PUSTAKA. Arugaslan, Onur; Edwards, Ed; Samant, Ajay. (2008) : Risk-adjusted. Performance of International Mutual Funds, Managerial Finance,

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini, berinvestasi pada instrumen keuangan atau financial assets

BAB I PENDAHULUAN. masa yang akan datang. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa. memberikan keuntungan tertentu di masa yang akan datang.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Perhitungan Tingkat Pengembalian (Return) Reksa Dana Dan

Program Pelatihan Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD)

ANALISIS KINERJA REKSA DANA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SHARPE, TREYNOR DAN JENSEN UNTUK PERIODE SOFIKA AZIZIA SASANTI

BAB I PENDAHULUAN. melalui perusahaan investasi. Terdapat beberapa alasan seseorang me

BAB 1 PROFIL PT DANAREKSA (PERSERO)

BAB III MEKANISME PEMBAYARAN IMBALAN DI PT. DANAREKSA SURABAYA. A. Gambaran Umum PT. Danareksa Surabaya

BAB I PENDAHULUAN. pihak yang memerlukan dana (investee) dengan pihak yang kelebihan dana

INFORMASI PORTOFOLIO Alokasi Portofolio Ekuitas/RD Saham : 57% Obligasi/RD Pendapatan Tetap : 0 % Kas/RD Pasar Uang : 43% Kinerja Portofolio

Program Peringkat Reksa Dana 2009

BAB 4 ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN. Dalam pengukuran kinerja reksa dana saham dengan menggunakan ukuran Sharpe,

METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Reksa Dana Saham dan Reksa Dana

Transkripsi:

BAB V KESIMPULAN, KELEMAHAN PENELITIAN DAN SARAN 5.1.Kesimpulan Dari seluruh uraian dan pembahasan yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 5.1.1. Berdasarkan tabel 4.4., untuk kategori reksadana saham, produk reksadana berbasis konvensional yang dikelola Trimegah Securities, memiliki sharpe ratio yang lebih besar dibandingkan dengan sharpe ratio produk reksadana kelolaannya yang berbasis syariah. Untuk kategori reksadana campuran periode penilaian satu tahun, tujuh dari sepuluh perusahaan investasi yang dinilai memiliki produk reksadana berbasis syariah dengan sharpe ratio yang lebih unggul dibandingkan dengan sharpe ratio produk reksadana berbasis konvensional kelolaannya. Ketujuh perusahaan Investasi tersebut adalah Trimegah Securities, CIMB-GK Securities Indonesia, Recapital Asset Management, Mandiri Investment Management, Andalan Artha Advisindo, Kresna Graha, dan Danareksa. Tabel 4.14. menunjukkan bahwa pada pemeringkatan reksadana berdasarkan nilai sharpe periode satu tahun, dari sepuluh reksadana dengan nilai sharpe tertinggi, enam diantaranya adalah reksadana berbasis syariah, dengan reksadana Investa Syariah Berimbang yang menduduki posisi teratas. 88

Tabel 5.1. Peringkat Sharpe Ratio Reksadana Campuran Periode Satu Tahun No. Reksadana Sharpe Ratio 1 Investa Syariah Berimbang*) 2.367 2 Mega Dana Campuran 1.41 3 Syariah Berimbang*) 1.279 4 Mega Dana Syariah*) 1.234 5 Anggrek 1.18 6 Trim Syariah Berimbang*) 1.124 7 EuroPeregrine Berimbang Plus 0.967 8 AAA Amanah Syariah Fund*) 0.891 9 Mandiri Investa Aktif 0.803 10 IPB Syariah*) 0.775 11 Trim Kombinasi 0.764 12 EuroPeregrine Syariah Balanced Plus*) 0.731 13 AAA Balanced Fund 0.677 14 IPB Kresna 0.533 15 Kausar Balanced Growth Syariah*) 0.491 16 Arjuna Berkembang 0.472 17 Dana Flexible -0.039 18 Dana Plus Syariah*) -0.098 19 Capital Syariah*) -0.103 20 Capital Flexi -0.249 Sumber : Diolah, 2008 Pada kategori reksadana campuran periode penilaian dua tahun, empat dari enam perusahaan investasi yang dinilai memiliki produk reksadana berbasis syariah dengan sharpe ratio yang lebih besar dibandingkan dengan sharpe ratio produk reksadana berbasis konvensional kelolaannya. Keempat perusahaan investasi tersebut adalah Recapital Asset Management, Mandiri Investment Management, Andalan Artha Advisindo, dan Kresna Graha. Untuk penilaian periode tiga tahun pada kategori reksadana campuran, perusahaan BNI Securities memiliki produk reksadana berbasis syariah dengan sharpe ratio yang lebih unggul dibandingkan dengan sharpe ratio produk reksadana berbasis konvensional kelolaannya, sedangkan pada perusahaan investasi Danareksa, 89

produk reksadana berbasis konvensional yang dikelolanya memiliki nilai sharpe yang lebih unggul dibandingkan dengan nilai sharpe produk reksadana berbasis syariah kelolaannya. Pada kategori reksadana pendapatan tetap periode penilaian satu tahun, dua tahun, maupun tiga tahun, produk reksadana berbasis syariah dari seluruh perusahaan investasi yang dinilai (Bhakti Asset Management, PNM, dan BNI Securities), memiliki nilai sharpe yang lebih unggul dibandingkan dengan nilai sharpe produk reksadana berbasis konvensional dari masing-masing perusahaan investasi tersebut. 5.1.2. Per tanggal 14 Maret 2008, berdasarkan tabel 4.5., untuk kategori reksadana saham, produk reksadana berbasis konvensional yang dikelola Trimegah Securities memiliki jumlah dana kelolaan (AUM) yang lebih besar dibandingkan dengan AUM produk reksadana kelolaannya yang berbasis syariah. Pada kategori reksadana campuran, tujuh dari sepuluh perusahaan investasi yang dinilai, yaitu Trimegah Securities, Mega Capital Indonesia, CIMB-GK Securities Indonesia, Recapital Asset Management, Andalan Artha Advisindo, Kresna Graha, dan BNI Securities,.memiliki produk reksadana berbasis syariah dengan AUM yang lebih besar dibandingkan dengan AUM produk reksadana berbasis konvensional kelolaannya. Pemeringkatan yang dilakukan pada AUM dari keseluruhan reksadana kategori campuran yang dinilai (Tabel 4.15.), menunjukkan bahwa dari sepuluh besar reksadana dengan nilai AUM tertinggi, tujuh diantaranya merupakan reksadana berbasis syariah, akan tetapi reksadana Anggrek yang merupakan reksadana berbasis konvensional yang dikelola Danareksa-lah, yang memiliki jumlah dana kelolaan yang paling besar diantara sembilan belas reksadana lainnya. Untuk kategori reksadana pendapatan tetap, dari tiga perusahaan investasi yang dinilai, hanya 90

pada perusahaan investasi PNM saja yang AUM produk reksadana berbasis syariah-nya mengungguli AUM produk reksadana berbasis konvensional kelolannya. Tabel 5.2. Peringkat AUM Reksadana Campuran AUM per 14 Maret 2008 No. Reksadana (dalam Rp) 1 Anggrek 179,701,595,723.86 2 Mandiri Investa Aktif 161,452,567,332.00 3 Mega Dana Syariah*) 134,307,722,222.12 4 Trim Syariah Berimbang*) 125,533,746,114.00 5 Investa Syariah Berimbang*) 108,305,167,550.00 6 Mega Dana Campuran 86,842,831,704.56 7 IPB Syariah*) 67,605,856,258.36 8 Capital Syariah*) 67,401,016,570.03 9 Syariah Berimbang*) 65,780,544,848.32 10 Kausar Balanced Growth Syariah*) 63,052,396,093.00 11 AAA Amanah Syariah Fund*) 49,470,503,310.21 12 AAA Balanced Fund 38,748,139,175.89 13 Arjuna Berkembang 19,797,702,733.74 14 Capital Flexi 14,668,435,473.67 15 Dana Plus Syariah*) 14,250,260,177.14 16 EuroPeregrine Berimbang Plus 7,178,260,008.06 17 Trim Kombinasi 2,864,657,091.97 18 IPB Kresna 2,831,532,521.56 19 EuroPeregrine Syariah Balanced Plus*) 2,131,533,810.88 20 Dana Flexible 18,619,048.10 Sumber : Bapepam, 14 Maret 2008 5.1.3. Berdasarkan tabel 4.6., untuk kategori reksadana saham, produk reksadana berbasis syariah yang dikelola Trimegah Securities memiliki pertumbuhan jumlah dana kelolaan (AUM) yang lebih besar dibandingkan dengan AUM produk reksadana kelolaannya yang berbasis konvensional. Untuk kategori reksadana campuran periode penilaian satu tahun, pada sepuluh perusahaan investasi yang dinilai, hanya pada Danareksa saja-lah yang pertumbuhan AUM produk reksadana berbasis syariah-nya lebih kecil dibandingkan dengan pertumbuhan AUM produk reksadana berbasis konvensional-nya. Untuk periode penilaian dua tahun pada kategori reksadana campuran, empat dari 91

enam perusahaan investasi yang dinilai, yaitu Recapital Asset Management, Mandiri Investment Management, Kresna Graha, dan BNI Securities, memiliki produk reksadana berbasis syariah dengan pertumbuhan AUM yang lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan AUM produk reksadana berbasis konvensional kelolaannya. Untuk periode penilaian tiga tahun, pada kedua perusahaan investasi yang dinilai (Danareksa dan BNI Securities), pertumbuhan AUM produk reksadana berbasis syariah yang dikelolanya lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan AUM reksadana berbasis konvensional kelolaannya. Pada kategori reksadana pendapatan tetap, untuk penilaian periode satu tahun, dua tahun, dan tiga tahun, produk reksadana berbasis syariah dari ketiga perusahaan investasi yang dinilai, memiliki pertumbuhan AUM yang selalu lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan AUM produk reksadana konvensionalnya, kecuali pada perusahaan PNM untuk periode penilaian satu tahun, yang pertumbuhan AUM reksadana berbasis konvensional kelolaannya lebih besar dari pertumbuhan AUM produk reksadananya yang berbasis syariah. 5.1.4. Berdasarkan tabel 4.7., biaya reksadana yang mencangkup fee Manajer Investasi, fee Bank Kustodian, biaya pembelian, dan biaya penjualan reksadana, pada sebagian besar perusahaan investasi yang termasuk dalam penilaian, ditetapkan sama besarnya baik untuk produk reksadana berbasis syariah maupun konvensional yang dikelolanya. Kecuali pada perusahaan investasi Andalan Artha Advisindo, Bhakti Asset Management, dan BNI Securities yang menetapkan biaya reksadana yang besarnya berbeda untuk masing-masing sub kategori reksadana kelolaannya. Pada Andalan Artha Advisindo dan Bhakti Asset Management, biaya reksadana yang mereka tetapkan untuk produk reksadananya yang berbasis syariah lebih rendah dibandingkan besarnya biaya 92

reksadana untuk produk reksadana berbasis konvensional yang dikelolanya. Sementara pada BNI Securities, untuk kategori reksadana pendapatan tetap, produk reksadananya yang berbasis konvensional ditetapkan biaya reksadana yang lebih rendah dibandingkan dengan produk reksadana yang berbasis syariah. 5.1.5. Berdasarkan Tabel 4.8., untuk kategori reksadana saham, produk reksadana berbasis konvensional yang dikelola Trimegah Securities, memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan kinerja produk reksadana kelolaannya yang berbasis syariah. 5.1.6. Berdasarkan Tabel 4.8., untuk kategori reksadana campuran, pada perusahaan investasi Trimegah Securities, Mega Capital Indonesia, CIMB-GK Securities Indonesia, Recapital Asset Management, Mandiri Investment Management, Andalan Artha Advisindo, Kresna Graha dan BNI Securities, produk reksadana berbasis syariah yang dikelolanya memiliki kinerja yang lebih unggul dibandingkan dengan produk reksadana kelolaannya yang berbasis konvensional. Sedangkan pada dua perusahaan investasi lainnya (Euro Capital Peregrine dan Danareksa), produk reksadana konvensional yang dikelolanya lebih baik kinerjanya dari produk reksadana berbasis syariah kelolaannya. 5.1.7. Berdasarkan Tabel 4.8., untuk kategori reksadana pendapatan tetap, produk reksadana berbasis syariah yang lebih unggul kinerjanya dibandingkan dengan produk reksadana berbasis konvensional, terdapat pada perusahaan investasi PNM dan BNI Securities. Sedangkan pada Bhakti Asset Management, kinerja produk reksadana berbasis konvensional yang dikelolanya memiliki kinerja yang lebih unggul dibandingkan dengan produk reksadana berbasis syariah kelolaannya. 93

5.1.8. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa dari 12 perusahaan investasi yang teliti, mayoritasnya memiliki produk reksadana berbasis syariah yang lebih unggul kinerjanya dibandingkan dengan produk reksadana berbasis konvensional kelolaannya. 5.2. Kelemahan Penelitian 5.2.1. Hanya 12 perusahaan investasi dari 111 perusahaan investasi yang ada di Indonesia (berdasarkan data Bapepam Februari 2008) yang memenuhi kriteria untuk dijadikan objek dalam penelitian ini, sehingga penelitian ini dirasa belum dapat memberikan gambaran yang lebih tepat mengenai perbandingan kinerja produk-produk reksadana berbasis syariah dan berbasis konvensional di Indonesia. 5.2.2. Metode penelitian, termasuk kriteria dan bobot penilaian yang digunakan dalam penelitian ini mengikuti penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh Majalah Investor dan PT Infovesta Utama (perusahaan researcher reksadana dan penyedia informasi reksadana terpadu) dalam melakukan pemeringkatan reksadana 2007 (Majalah Investor edisi 28 Februari-13 Maret 2007) dan sejauh pengetahuan penulis, belum ada penelitian mengenai seberapa besar ketepatan metode ini dalam menilai kinerja reksadana. 5.3. Saran 5.2.1. Harapan saya, penelitian ini bisa bermanfaat untuk para investor dan calon investor untuk membantu mengambil keputusan ketika memilih produk reksadana, terutama bagi para investor yang kurang memiliki akses informasi terhadap perkembangan kinerja reksadana baik yang berbasis syariah maupun reksadana berbasis konvensional. Namun yang perlu menjadi catatan, bukan berarti reksadana yang memiliki kinerja yang lebih unggul pasti akan 94

menghasilkan menghasilkan kinerja yang unggul pula di masa yang akan datang. Para investor tetap harus mengumpulkan informasi tambahan, dan menanyakan langsung kepada sang pengelola (Manajer Investasi) secara lebih detail mengenai produk yang akan dipilih. 5.2.2. Untuk penelitian mendatang diharapkan cakupan reksadana yang dinilai dan diperbandingkan lebih diperluas, tidak hanya produk reksadana berbasis syariah dan konvensional dari kategori saham, campuran, dan pendapatan tetap tetapi juga dari reksadana pasar uang dan reksadana terproteksi. Kinerja reksadana yang dinilai dan diperbandingkan dimasa mendatang juga perlu ditambah periodenya misalnya sampai dengan periode lima tahun. Untuk metode penilaian yang dipergunakan, semoga ke depannya akan semakin baik dan semakin dapat merepresentasikan performa reksadana yang sebenarnya. Note : Pada dasarnya antara obligasi konvensional dengan obligasi syariah, yang merupakan salah satu instrumen keuangan yang pembentuk reksadana, tidak dapat sepenuhnya diperbandingkan, karena obligasi konvensional menggunakan sistem fixed rate sementara obligasi syariah menggunakan sistem bagi hasil dalam pembagian keuntungan untuk para investornya. Pada kondisi perekonomian yang baik dan stabil, sistem bagi hasil memang akan lebih dapat memberikan imbal hasil yang lebih menguntungkan bagi para investor dibandingkan dengan sistem fixed rate. 95