Pasuruan, Januari 2016 KEPALA BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA PASURUAN. Ir. H. SUGIHARTO, MM Pembina Utama Muda NIP

dokumen-dokumen yang mirip
RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) 2016

KERANGKA KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

INDIKATOR KINERJA INDIVIDU

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA. Bab II

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2016

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BPPT KOTA BANDUNG

Pembangunan aparatur Negara merupakan bagian yang tidak terpisahkan. dari keseluruhan proses pembangunan nasional yang diarahkan untuk

User [Pick the date]

KEMENTERIAN AGAMA RI RENCANA AKSI LAKIP KEMENTERIAN AGAMA

REVIEW-INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA PRABUMULIH TAHUN

BADAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN JOMBANG

INDIKATOR KINERJA INDIVIDU

Rencana Kerja Tahunan Kecamatan Rancasari Tahun

Ikhtisar Eksekutif TUJUAN PEMBANGUNAN LINGKUNGAN HIDUP

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan BAB III Urusan Desentralisasi

PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BLITAR PENGUKURAN KINERJA ESELON 3 - TAHUN 2017

Dinas Tata Ruang Dan Cipta Karya Kota Bandung BAB I PENDAHULUAN

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ( LKIP ) Tahun 2016 BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. penerapan sistem pertanggung jawaban yang tepat, jelas, terukur, dan legitimate

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB. IV VISI DAN MISI. pedoman dan pendorong organisasi untuk mencapainya. langkah penting dalam perjalanan suatu organisasi. Kehidupan organisasi

PEMERINTAH KOTA BANDUNG DINAS KOPERASI UKM DAN PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN

E X E C U T I V E S U M M A R Y

BAB V RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA DAN KELOMPOK SASARAN

7. SKPD : BADAN LINGKUNGAN HIDUP

KOTA BANDUNG TAHUN 2016

LAPORAN AKHIR TAHUN KEGIATAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG LINGKUNGAN HIDUP TAHUN 2013 KANTOR LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN PEMALANG

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2013

BUPATI BADUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG,

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2016

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BAGIAN HUMAS SETDA KABUPATEN KUDUS TAHUN 2013

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

BAGIAN UMUM KOTA MOJOKERTO TAHUN 2015

BAB V RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA DAN KELOMPOK SASARAN

KABUPATEN BADUNG LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TAHUN 2014

PERUBAHAN INDIKATOR KINERJA UTAMA

Sari Mulya, 13 Desember 2016 Camat Sungai Loban, Kursani, S. Sos Pembina Tk. I NIP

PERUBAHAN INDIKATOR KINERJA UTAMA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG

RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT ACEH (RENJA-SKPA) BAPEDAL ACEH TAHUN 2015

BAB I PENDAHULUAN. salah satu cita cita yang ingin dicapai oleh instansi pemerintah maupun bagi

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kantor Camat Kandis Kabupaten Siak Tahun 2016

KECAMATAN UJUNGBERUNG KOTA BANDUNG KATA PENGANTAR

BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA PRABUMULIH RENCANA KERJA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

PERENCANAAN KINERJA TAHUN 2015 BADAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN PROBOLINGGO

IKHTISAR EKSEKUTIF. LAKIP BLH. PROV. JATIM 2013 Page iv

KOTA BANDUNG TAHUN 2014

Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2014

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS KESEHATAN KABUPATEN BLITAR

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA KANTOR LINGKUNGAN HIDUP TAHUN LALU Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu dan Capaian Renstra Tahun 2013

PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN DINAS PELAYANAN PAJAK KOTA BANDUNG TAHUN 2014

PEMERINTAH PROVINSI BALI BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIZINAN LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

BAB VI INDIKATOR KINERJA DLHK KOTA DENPASAR YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2011 NOMOR 21 SERI E

DAFTAR ISI. DAFTAR ISI... i BAB I. PENDAHULUAN Latar Belakang Landasan Hukum Maksud dan Tujuan...

Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan (2010) Rp (juta) target. target

Rencana Kinerja Tahunan Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota Bandung Tahun 2016 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 49 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI KANTOR LINGKUNGAN HIDUP KOTA BATU

Program dan Kegiatan SKPD Kota Prabumulih Tahun 2017

INFORMASI YANG WAJIB DISEDIAKAN SECARA BERKALA

SAKIP Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang

DINAS LINGKUNGAN HIDUP

B A B I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan. Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 12

REFORMASI BIROKRASI. Pengantar

RENCANA AKSI PENCAPAIAN KINERJA TAHUN 2017

BAB I PENDAHULUAN. Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan memberikan gambaran tentan g program dan. mengakomodasikan hasil Musrenbang RKPD dan Forum SKPD.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (SKPD) BADAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN LAMONGAN

RENCANA KERJA BAGIAN ADM. PEMERINTAHAN SETDAKAB. JOMBANG. Tahun 2015 B A G I A N A D M I N I S T R A S I P E M E R I N T A H A N

VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

PROVINSI SULAWESI SELATAN

Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN. An evaluation version of novapdf was used to create this PDF file. Purchase a license to generate PDF files without this notice.

BAB I PENDAHULUAN BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BADUNG 2015

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BAPPEDA KOTA BANDUNG TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

KATA PENGANTAR BUPATI BARRU, TTD. Ir. H. ANDI IDRIS SYUKUR, MS.

KATA PENGANTAR. Alhamdulillaah,

Perencanaan Perjanjian Kinerja

`BAB IV PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAH DAERAH

WALIKOTA BATU KOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 42 TAHUN 2013 TENTANG CIPTA KARYA DAN TATA RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KOTA CIMAHI TAHUN ANGGARAN 2015

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2017

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BADUNG

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP) (LAKIP TAHUN 2016 DINAS KOPERASI, UKM PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN GRESIK

BUPATI KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

BADAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN KUTAI TIMUR KAWASAN BUKIT PELANGI TELP

Transkripsi:

20 15

KATA PENGANTAR Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Lingkungan Hidup Kota Pasuruan Tahun 2015 merupakan salah satu wujud pertanggungjawaban Badan Lingkungan Hidup Kota Pasuruan kepada publik atas kinerja pencapaian visi dan misinya pada Tahun Anggaran 2015. Selain itu, LAKIP juga merupakan salah satu parameter yang digunakan oleh Badan Lingkungan Hidup untuk meningkatkan kinerja dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Penyusunan LAKIP Badan Lingkungan Hidup Kota Pasuruan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Presiden Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi, serta Rencana Strategis Badan Lingkungan Hidup Kota Pasuruan Tahun 2010-2015. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Badan Lingkungan Hidup Kota Pasuruan telah menetapkan visi yaitu Terwujudnya Pasuruan Kota Hijau, Asri, dan Lestari. Untuk mewujudkan visi tersebut, Badan Lingkungan Hidup Kota Pasuruan telah menetapkan misi yaitu Meningkatkan Pengelolaan Persampahan Berbasis Masyarakat Yang Berkelanjutan, Meningkatnya kualitas air dan udara, Meningkatnya Luasan dan Kualitas Ruang Terbuka Hijau, Meningkanya penanganan pengaduan lingkungan hidup yang baik. Misi tersebut selanjutnya dijabarkan dalam Rencana Strategis (RENSTRA) BLH Kota Pasuruan Tahun 2010-2015 dan digunakan sebagai landasan penyusunan Rencana Kinerja Tahunan (RKT). RKT 2015 berisi indikator - indikator kinerja yang akan dicapai oleh BLH di tahun 2015. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Lingkungan Hidup Kota Pasuruan Tahun 2015 ini dimaksudkan sebagai media pertanggungjawaban secara periodik yang berisi informasi mengenai kinerja Badan Lingkungan Hidup Kota Pasuruan dalam mencapai misi dan tujuan dalam rangka perwujudan kepemerintahan yang baik (good governance). Laporan ini menggambarkan tingkat pencapaian kinerja, keberhasilan dan /atau kegagalan di dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi sesuai dengan visi dan misi Badan Lingkungan Hidup Kota Pasuruan. Diharapkan LAKIP Tahun 2015 ini bisa menjadi umpan balik perbaikan kinerja Badan Lingkungan Hidup Kota Pasuruan di masa yang

akan datang sehingga semakin mampu memperlihatkan pencapaian visi, misi dan tujuan organisasi. Dengan demikian pelaksanaan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan di Daerah lebih berdaya guna dan berhasil guna. Kami menyadari LAKIP ini belum secara lengkap menggambarkan kinerja yang ideal. Oleh karena itu kami berupaya menyempurnakan terbangunnya Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Instansi Badan Lingkungan Hidup Kota Pasuruan. Meskipun demikian disadari pula bahwa pengembangan dan penyempurnaan SAKIP ini memang memerlukan waktu yang relatif lama hingga sistem ini berjalan sebagaimana mestinya. Oleh karena itu masukan dan saran perbaikan dari atasan, lembaga pengawasan dan penilai akuntabilitas sangat kami harapkan untuk penyempurnaan penyusunan laporan di masa yang akan datang. Akhirnya, kami berharap LAKIP ini dapat memberikan masukan berharga dan manfaat untuk peningkatan kinerja Badan Lingkungan Hidup Kota Pasuruan guna mewujudkan good governance di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan. Semoga Allah SWT selalu meridhoi segala upaya kita dalam mengabdi bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Semoga dokumen ini memberikan manfaat bagi peningkatan kinerja kita semua. Pasuruan, Januari 2016 KEPALA BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA PASURUAN Ir. H. SUGIHARTO, MM Pembina Utama Muda NIP. 19571128 198503 1 012

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... iii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Maksud dan Tujuan... 1 1.3 Dasar Hukum Penyusunan... 3 1.4 Sistematika Penyusunan... 3 BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA... 5 2.1 Visi dan Misi SKPD... 5 2.2 Tujuan, Sasaran dan Kebijakan Pembangunan... 5 2.3 Rencana Kinerja SKPD... 8 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA... 10 3.1 Pengukuran Kinerja... 10 3.2 Analisis Kinerja... 10 3.3 Analisis Keuangan... 38 BAB IV PENUTUP... 44 Lampiran : 1) Rencana Kinerja Tahunan 2) Penetapan Kinerja 3) Rencana Kinerja Kegiatan 4) Pengukuran Kinerja Kegiatan 5) Pengukuran Kinerja Tahunan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa merupakan prasyarat bagi setiap Pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan serta cita-cita bangsa bernegara, sehingga diperlukan pengembangan dan penerapan system pertanggung jawaban yang tepat, jelas dan legitimate agar penyelenggaraan Pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdayaguna, berhasilguna, bersih dan bertanggungjawab, serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Sejalan dengan itu, dalam rangka pelaksanaan Ketetapan MPR Nomor IX/MPR/1998 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, sebagai tindak lanjut dari peraturan tersebut telah diterbitkan Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Dalam pasal 3 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dinyatakan bahwa azas-azas umum penyelenggaraan negara meliputi azas kepastian hukum, azas tertib penyelenggaraan negara, azas kepentingan umum, asas keterbukaan, azas proporsionalitas, azas profesionalitas dan azas akuntabilitas. Menurut penjelasan Undang-undang tersebut, azas akuntabilitas adalah azas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggaraan negara harus dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 1.2 Maksud dan Tujuan 1.2.1. Maksud Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota Pasuruan Tahun 2015 dilaksanakan berdasarkan Instruksi Peresiden Nomor 7 Tahun 1999, Surat Keputusan Kepala Lembaga Adminitrasi Negara (LAN) Nomor 239/IX/6/8/2003 dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010. Hal ini merupakan bagian dari Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instasi Pemerintah guna mendorong

terwujudnya sebuah Kepemerintahan yang baik bersih dan berwibawa (Good Governance and Clean Government ) di Indonesia sebagaimana telah diamanahkan oleh rakyat melalui Tap MPR Nomor IX Tahun 1998. Dengan disusunnya LAKIP Badan Lingkungan Hidup Kota Pasuruan tahun 2015 ini, diharapkan dapat bermanfaat dalam rangka : 1. Mendorong Badan Lingkungan Hidup Kota Pasuruan untuk dapat melaksanakan tugas umum pemerintahan dan pembangunan secara baik dan benar, yang didasarkan kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku, kebijakan yang transparan, dan dapat dipertanggung-jawabkan kepada masyarakat di Kota Pasuruan ; 2. Menjadikan Badan Lingkungan Hidup Kota Pasuruan yang akuntabel, sehingga dapat berperan secara efisien, efektif dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungan yang tentram, tertib, dan kondusif ; 3. Menjadikan masukan dan umpan balik dari pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka meningkatkan kinerja Badan Lingkungan Hidup Kota Pasuruan guna membantu pelayanan kepada masyarakat lebih baik ; 4. Terpeliharanya kepercayaan masyarakat di Kota pasuruan terhadap Program/kegiatan yang sudah disusun dan dilaksanakan oleh Badan Lingkungan Hidup Kota Pasuruan. 1.2.2. Tujuan Tuntutan dan layanan masyarakat di daerah semakin meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas dalam pelayanan kepada masyarakat. Kondisi tersebut menuntut pola pikir yang terukur untuk dapat memberdayakan fungsi publik agar sesuai dengan tuntutan perkembangan ekonomi, politik dan budaya. Untuk pencapaian tujuan tersebut diperlukan etos kerja yang berorientasi kepada pencapaian hasil dan pertanggungjawaban berdasarkan nilai-nilai akuntabilitas menuju Good Government yang bersih, berwibawa dan bertanggungjawab. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Instansi Pemerintah mempunyai 2 (dua) fungsi utama, yaitu : a. Penyusunan LAKIP bertujuan sebagai sarana penyampaian pertanggungjawaban kinerja kepada instansi pemerintah dan kepada publik yang diwakili oleh lembaga legislatif, dan merupakan sarana evaluasi atas

pencapaian kinerja Dinas Perikanan dan Kelautan dalam melakukan visi dan misinya sebagai upaya untuk memperbaiki kinerja di masa mendatang. b. LAKIP sebagai sarana untuk menyampaikan pertanggung jawaban kinerja kepada pimpinan yaitu Walikota sebagai Kepala Daerah Kota Pasuruan. 1.3. Dasar Hukum Penyusunan Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Badan Lingkungan Hidup Tahun 2014 dilandasi dengan dasar hukum sebagai berikut 1. Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2008 tentang Laporan Keuangan dan akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. 3. Undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. 4. Permen PAN dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. 5. Surat Keputusan Kepala LAN Nomor 239 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. 1.4. Sistematika Penyusunan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Maksud dan Tujuan 1.3. Dasar Hukum Penyusunan 1.4. Sistematika Penyusunan BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 2.1. Visi dan Misi SKPD (5 Tahun) 2.2. Tujuan, Sasaran dan Kebijakan Pembangunan (tahun berkenaan) 2.3. Rencana Kinerja SKPD (tahun berkenaan) BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 3.1 Pengukuran Kinerja 3.2 Analisa Kinerja 3.3 Analisis Keuangan LAMPIRAN Rencana Kinerja Tahunan

Penetapan Kinerja Rencana Kinerja Kegiatan Pengukuran Kinerja Kegiatan Pengukuran Kinerja Tahunan

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 2.1. Visi dan Misi SKPD (5 tahun) Visi : Adanya peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan peningkatan kebutuhan masyarakat, yang pada akhirnya mendorong manusia untuk memanfaatkan sumber daya alam yang sebesar-besarnya. Hal ini akan berdampak pada terancamnya kelestarian lingkungan. Agar lingkungan lestari demi generasi yang akan datang, pemanfaatan lingkungan untuk mendukung pembangunan harus memperhatikan daya dukungnya. Untuk itu perlu adanya kesadaran dari masyarakat, pengusaha, dan pemerintah agar pembangunan yang dilaksanakan tetap berwawasan pada kelestarian lingkungan, maka visi BLH adalah: Terwujudnya Pasuruan Kota Hijau, Asri, dan Lestari Misi : Misi merupakan sesuatu yang harus dilaksanakan oleh Badan Lingkungan Hidup sesuai Visi yang ditetapkan agar tujuan organisasi dapat tercapai dan berhasil dengan baik. Berdasarkan visi yang telah dirumuskan, maka disusun misi BLH Kota Pasuruan 2011-2015 adalah sebagai berikut: 1. Meningkatkan pengelolaan persampahan berbasis masyarakat yang berkelanjutan; 2. Meningkatkan pengendalian pencemaran air dan udara; 3. Meningkatkan Ruang Terbuka Hijau. 4. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. 2.2. Tujuan, Sasaran dan Kebijakan Pembangunan (tahun berkenaan) Tujuan : a. Meningkatkan Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan; b. Mencegah terjadinya pencemaran air dan udara; c. Meningkatkan luasan dan kualitas ruang terbuka hijau; d. Meningkatkan kepedulian masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Sasaran : Sasaran pembangunan sumber daya alam dan lingkungan hidup di masa mendatang lebih diarahkan pada terwujudnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dari generasi ke generasi. Sasaran pembangunan sumber daya alam dan lingkungan hidup adalah : a) Meningkatnya Reduksi Sampah di Tingkat Masyarakat; b) Meningkatnya kualitas air dan udara; c) Meningkatnya luasan dan kualitas ruang terbuka hijau; d) Meningkatnya penanganan pengaduan lingkungan hidup yang baik. Indikator Kinerja Utama : Sesuai Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PER/9/M.PAN/5/2007 tentang pedoman umum penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah, maka Badan Lingkungan Hidup Kota Pasuruan menetapkan Indikator Kinerja Utama yang ingin dicapai selama kurun waktu 5 (lima) tahun adalah sebagai berikut : N O KINERJA UTAMA/SASARAN STRATEGiS INDIKATOR KINERJA UTAMA FORMULASI SUMBER DATA PENANGGUN G JAWAB 1 Meningkatny a Reduksi Sampah di Tingkat Masyarakat Prosentase sampah yang tereduksi Jumlah sampah Tereduksi Jumlah Timbulan Sampah x100 Bidang Pengendali an Dampak Lingkungan BLH Kota Pasuruan 2 Meningkatnya kualitas air dan udara 1. Prosentase penurunan beban pencemaran sungai gembong dan sungai petung, sungai welang BOD th 2014 - BOD th 2015 X100 BOD th 2015 COD th 2014 - COD th 2015 Bidang Pengendali an Dampak Lingkungan BLH Kota Pasuruan 2. Prosentase usaha dan/atau COD th 2015 X100

kegiatan yang telah mentaati persyaratan administratif dan/atau teknis pencegahan pencemaran air Jumlah Usaha dan/atau kegiatan yang telah mentaati persyaratan administratif dan/atau teknis pencegahan pencemaran air x100 Jumlah usaha dan/atau kegiatan yang diawasi 3. Prosentase usaha dan/atau kegiatan yang mentaati persyarataan administrasi dan teknis pencegahan pencemaran udara Jumlah Usaha dan/atau kegiatan sumber tidak bergerak yang telah memenuhi persyaratan administratif dan/atau teknis pencegahan pengendalian pencemaran udara X100 Jumlah usaha dan/atau kegiatan sumber tidak bergerak yang potensial mencemari udara yang telah di inventarisasi 3 Meningkatnya luasan dan kualitas ruang terbuka hijau 1. Prosentase ruang terbuka hijau 2. Jumlah keanekaragama n hayati RTH Luas RTH yang Ada Luas Kota Pasuruan X100 Jenis keanekaragaman hayati RTH Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi SDA BLH Kota Pasuruan 4 Meningkany a penanganan pengaduan lingkungan hidup yang baik Prosentase tindak lanjut pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan Jumlah pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran dan/atau perusahaan lingkungan hidup yang ditindak lanjuti x 100 Jumlah pengaduan yang diterima instansi lingkungan hidup dalam satu tahun Bidang Analisa Mengenai Dampak Lingkungan BLH Kota Pasuruan

Kebijakan Pembangunan : Upaya pencapaian tujuan melalui strategi yang telah ditetapkan untuk memecahkan masalah, memerlukan suatu koridor agar penyimpangan dalam pelaksanaan strategi dapat diminimalisir. Untuk itu perlu dirumuskan kebijakan pengelolaan lingkungan hidup Kota Pasuruan Tahun 2015. Kebijakan berfungsi untuk menjembatani strategi agar mampu diejawantahkan menjadi program/kegiatan yang akan direncanakan. Berdasarkan strategi yang telah dirumuskan, maka disusun program sebagai berikut: 1. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan 2. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan 3. Program Perlidungan dan Korservasi Sumber Daya Alam 4. Program Peningkatan dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup 5. Program Peningkatan Pengendalian Polusi 6. Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) 7. Program Kemah Peduli Lingkungan 2.3. Rencana Kinerja SKPD (tahun berkenaan) Rencana Kinerja suatu instansi pemerintah meliputi penetapan kegiatan tahunan dan indikator kinerja serta target berdasarkan kebijakan, program dan sasaran yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Dari sasaran yang telah ditentukan maka diuraikan target pencapaian yang diharapkan pada akhir tahun (tahun 2015). Sasaran yang direncanakan dapat diuraikan sebagai berikut: No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Target Program/ Kegiatan Anggaran 1 2 3 4 5 6 7 1 Terwujudnya pengelolaan sampah ramah lingkungan Prosentase sampah tereduksi % 33 Program Pengembangan kinerja Pengelolaan Persampahan 1,548,258,975

2 Meningkatnya Kualitas Air dan Udara Prosentase penurunan beban pencemaran Sungai Gembong, Sungai Petung & Sungai Welang (parameter kunci=bod,cod) % 75 Program Peningkatan Pengendalian Polusi 48,171,800 Prosentase usaha dan/atau kegiatan yang telah mentaati persyaratan administratif dan teknis pencegahan pencemaran air % 50 Prosentase jumlah usaha dan/atau kegiatan yang mentaati persyarataan administrasi dan teknis pencegahan pencemaran udara % 70 3 Meningkatnya Luasan dan Kualitas Ruang Terbuka Hijau Prosentase Ruang Terbuka Hijau (RTH) % 22 Program pengelolaan ruang terbuka hijau 1,767,092,400 Jumlah keaneka ragaman hayati RTH Jenis 20 Program perlindungan dan konservasi sumber daya alam 32,500,000 Program Kemah Peduli Lingkungan 150,000,000

4 Menurunnya pengaduan masyarakat terhadap pencemaran lingkungan hidup Prosentase tindak lanjut pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran dan/atau perusahaan lingkungan % 100 Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup 1,892,295,934 Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup 110,071,635 Untuk mencapai hasil rencana kinerja yang diharapkan maka sasaran yang ada dikembangkan menjadi program-program dan kegiatan-kegiatan terkait yang dapat membantu Badan Lingkungan Hidup untuk mencapai sasaran.

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 3.1 Pengukuran Kinerja Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan target dan realisasi. Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakin baik atau semakin rendah realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakin jelek, dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Capaian Indikator Kinerja = ( Realisasi/Target ) x 100 % Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja pada level sasaran dan kegiatan. Pengukuran dengan menggunakan indikator kinerja pada level sasaran digunakan untuk menunjukkan secara langsung kaitan antara sasaran dengan indikator kinerjanya, sehingga keberhasilan sasaran berdasarkan rencana kinerja tahunan yang ditetapkan dapat dilihat dengan jelas. Selain itu, untuk memberikan penilaian yang lebih independen melalui indikator-indikator outcomes atau minimal outputs dari kegiatan yang terkait langsung dengan sasaran yang diinginkan. Kemudian nilai capaian kinerjanya dikelompokan dalam skala pengukuran ordinal sebagai berikut : Kategori Presentase Pencapaian Sasaran NOMOR JUMLAH NILAI KATEGORI 1. 2. 3. 4. 85 sampai dengan 100 70 s/d kurang dari 84,99 55 s/d kurang dari 69,99 Kurang dari 54,99 Sangat berhasil Berhasil Cukup berhasil Tidak berhasil Sumber : Teknik Pengukuran Pencapaian Kinerja, JFP Bappenas 2008. 3.2 Analisis Kinerja Capaian kinerja yang dapat dilaporkan cenderung lebih dititikberatkan pada sejauh mana program dan kegiatan pembangunan telah membawa manfaat bagi

masyarakat, pemerintah maupun stakeholder lainnya, dengan indikator kinerja yang ditetapkan secara mandiri. Hasil pengukuran kinerja sesuai mekanisme perhitungan pencapaian kinerja yang diperoleh melalui pengukuran kinerja atas pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi Badan Lingkungan Hidup Kota Pasuruan. Pengukuran kinerja ini merupakan hasil dari suatu penilaian sistematik yang sebagian besar didasarkan pada kelompok indikator kinerja kegiatan yang berupa indikator masukan, keluaran dan hasil. Sedangkan hasil pencapaian kinerja sasaran ditentukan oleh indikator kinerja sasaran yang meliputi indikator makro dan indikator mikro penetapan indikatorindikator ini harus didasarkan pada perkiraan yang realistis dengan memperhatikan tujuan dan sasaran yang ditetapkan, serta data pendukung yang terorganisasi, sehingga keberhasilan pencapaiannya dapat mengindikasikan sejauh mana keberhasilan pencapaian sasaran pada tahun yang bersangkutan. Pengukuran kinerja yang dilakukan mencakup: 1. Kinerja kegiatan yang merupakan tingkat pencapaian target dari masing-masing kelompok indikator kegiatan; 2. Tingkat pencapaian sasaran merupakan tingkat pencapaian target dari masing-masing indikator sasaran yang telah ditetapkan, sebagaimana telah dituangkan dalam Rencana Kinerja Tahunan (RKT), dimana tingkat pencapaian sasaran didasarkan pada data hasil pengukuran kinerja kegiatan. Upaya pengukuran kinerja diakui tidak selalu mudah karena hasil capaian suatu indikator tidak semata-mata merupakan output dari suatu program atau sumber dana, tetapi merupakan akumulasi, korelasi, dan sinergi antara berbagai program. Dengan demikian, keberhasilan pembangunan tidak dapat diklaim sebagai hasil dari suatu sumber dana atau oleh suatu pihak saja. Berdasarkan hasil pengukuran, tingkat pencapaian sasaran Badan Lingkungan Hidup Kota Pasuruan tahun 2015 dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Tahun 2015 Realisasi Tahun 2015 Capaian Tahun 2015 (%) 1 2 3 5 6 7 1 Terwujudnya pengelolaan sampah ramah lingkungan Prosentase sampah tereduksi 33% 33% 100 2 Meningkatnya Kualitas Air dan Udara 3 Meningkatnya Luasan dan Kualitas Ruang Terbuka Hijau Prosentase penurunan beban pencemaran Sungai Gembong, Sungai Petung & Sungai Welang (parameter kunci=bod,cod) Prosentase usaha dan/atau kegiatan yang telah mentaati persyaratan administratif dan teknis pencegahan pencemaran air Prosentase jumlah usaha dan/atau kegiatan yang mentaati persyarataan administrasi dan teknis pencegahan pencemaran udara Prosentase Ruang Terbuka Hijau (RTH) Jumlah keaneka ragaman hayati RTH 75% 75% 100 67% 67% 100 80% 80% 100 22% 22% 100 20 20 100 Jenis Jenis

4 Menurunnya pengaduan masyarakat terhadap pencemaran lingkungan hidup Prosentase tindak lanjut pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran dan/atau perusahaan lingkungan 100% 100% 100 Dari tabel di atas dapat dilihat sasaran Badan Lingkungan Hidup menetapkan sebanyak 4 (empat) sasaran dengan kategori capaian sasaran sangat berhasil. Hal ini menunjukkan bahwa capaian sasaran program Badan Lingkungan Hidup Tahun 2015 rata-rata mencapai target yang telah ditetapkan. Pengukuran realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir sasaran Badan Lingkungan Hidup Kota Pasuruan dapat dilihat pada tabel di bawah ini No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 1 2 3 4 5 6 7 1 Terwujudnya pengelolaan sampah ramah lingkungan 2 Meningkatnya Kualitas Air dan Udara Prosentase sampah tereduksi Prosentase penurunan beban pencemaran Sungai Gembong, Sungai Petung & Sungai Welang (parameter kunci=bod,cod) 27% 28% 30% 33% 60% 65% 70% 75%

3 Meningkatnya Luasan dan Kualitas Ruang Terbuka Hijau 4 Menurunnya pengaduan masyarakat terhadap pencemaran lingkungan hidup Prosentase usaha dan/atau kegiatan yang telah mentaati persyaratan administratif dan teknis pencegahan pencemaran air Prosentase jumlah usaha dan/atau kegiatan yang mentaati persyarataan administrasi dan teknis pencegahan pencemaran udara Prosentase Ruang Terbuka Hijau (RTH) Jumlah keaneka ragaman hayati RTH Prosentase tindak lanjut pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran dan/atau perusahaan lingkungan 30% 40% 50% 67% 50% 60% 70% 80% 16% 18% 20% 22% 14 16 18 20 Jenis Jenis Jenis Jenis 100% 100% 100% 100% Evaluasi bertujuan agar diketahui pencapaian realisasi, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam rangka pencapaian misi, agar dapat dinilai dan dipelajari guna perbaikan pelaksanaan program atau kegiatan di masa yang akan datang. Hasil pengukuran kinerja beserta evaluasi program dan kegiatan Badan Lingkungan Hidup Kota Pasuruan tahun 2015 disajikan sebagai berikut :

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA PROGRAM KEGIATAN Meningkatnya Reduksi Sampah di Tingkat Masyarakat Prosentase sampah tereduksi Program pengembangan kinerja pengelolaan persampahan 1. Fasilitasi peran serta masyarakat dalam pengelolaan kebersihan lingkungan 2. Pembinaan kader lingkungan 3. Pembinaan dan lomba pengelolaan bank sampah 4. Operasional pengelolaan sampah terpadu 5. Kegiatan Penyediaan Sarana Pengelolaan Sampah Terpadu 6. Pembinaan eco pesantren 7. Pembinaan dan Fasilitasi Lomba kelurahan Berseri dan Lestari (Berseri ) 8. Pembinaan kampung organik 9. Kegiatan Pengadaan Gerobak Sampah (DAK) 10. Kegiatan Pembangunan Gedung Bank Sampah (DAK) 11. Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Bank Sampah (DAK) Program perlindungan dan konservasi sumber daya alam 1. Pengendalian dan pengawasan pemanfaatan sumber daya alam Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan.

Program ini dilaksanakan dengan alokasi anggaran sebesar Rp.1.548.258.975,00 yang diserap sebesar Rp. 1.513.232.650,00 atau terserap sebesar 97.74 persen. Dengan rincian kegiatan-kegiatan sebagai berikut: 1. Kegiatan Fasilitasi Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Kebersihan Lingkungan Pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan output berupa terlaksananya kegiatan pengelolaan kebersihan lingkungan dan penanaman pohon, dengan capaian kinerja terwujudnya pengembangan kinerja pengelolaan persampahan yang menyerap dana sebesar Rp. 105.508.500,00 dari anggaran yang disediakan sebesar Rp.105.508.555,00 atau terserap sebesar 99,99 persen. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah meningkatnya peran serta masyarakat dalam pengelolaan kebersihan lingkungan Adapun faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini adalah peran serta aktif masyarakat umum dan instansi pemerintahan kota pasuruan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan. Permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan adalah masih kurang sadarnya masyarakat dalam mengelola dan menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri dan inisiatif sendiri, solusi yang diupayakan adalah terus dilaksanakannya kegiatan pengelolaan kebersihan lingkungan secara rutin dengan harapan meningkatkan kesadaran dan rasa peduli masyarakat akan pentingnya mengelola dan melestarikan lingkungan hidup melalui manajemen pengelolaan persampahan. 2. Kegiatan Pembinaan Kader Lingkungan Pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan output berupa terlaksananya pembinaan kader lingkungan dengan capaian kinerja terwujudnya pengembangan kinerja pengelolaan persampahan melalui peningkatan pengetahuan, kualitas dan kapasitas kader lingkungan yang menyerap dana sebesar Rp. 84.002.300,00 dari anggaran yang disediakan sebesar Rp.84.848.100,00 atau terserap sebesar 99,00 persen. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah terlaksananya rapat sebanyak 60 kader lingkungan sebanyak 3 (tiga) kali dan terlaksananya studi banding ke Bank Sampah Mandiri Kota Malang dengan peserta sebanyak 40 kader lingkungan. Adapun faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya dana, sarana dan prasarana, sumber daya manusia yang berkualitas dan adanya kerjasama yang baik dari kader lingkungan, instansi terkait dan pihak-pihak lain yang menunjang terlaksanya kegiatan ini. Permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan adalah kurangnya partisipasi masyarakat untuk menjadi kader lingkungan dalam hal pengelolaan lingkungan solusi

yang diupayakan adalah pendekatan kepada masyarakat agar menjadi kader lingkungan guna menumbuhkan kesadaran pentingnya pengelolaan lingkungan 3. Kegaiatan Pembinaan dan Lomba Pengelolaan Bank Sampah Pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan output berupa terlaksananya pembinaan dan lomba bank sampah bagi pengelola BSU, terlaksananya pengadaan hadiah lomba berupa kendaraan bermotor roda 3, mesin jahit dan terlaksananya pengadaan timbangan gantung dengan capaian kinerja terwujudnya pengembangan kinerja pengelolaan persampahan melalui peningkatan pengurangan limbah padat dan B3 dengan terfasilitasinya operasional bank sampah dengan yang menyerap dana sebesar Rp. 80.660.200,00 dari anggaran yang disediakan sebesar Rp.85.068.500,00 atau terserap sebesar 94.82 persen. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah terlaksananya rapat dengan peserta 50 orang perwakilan bank sampah sebanyak 1 (satu) kali, terlaksananya lomba bank sampah tingkat kota dengan peserta lolos seleksi administrasi sebanyak 20 (dua puluh) bank sampah dimana juara I diraih oleh Bank Sampah Unit Tembokrejo Indah, juara II diraih oleh Bank Sampah Unit Berkah, juara III diraih oleh Bank Sampah Unit Sunan Ampel dan jauara harapan diraih oleh Bank Samlah Unit Griya Jaya. Terlaksananya pengadaan hadiah bagi pemenang lomba bank tingkat kota, dimana kendaraan bermotor roda tiga bagi juara I, mesin jahit bagi juara II dan III serta terlaksanaya pengadaan timbangan gantung sebanyak 25 buah yang didistribusikan kepada bank sampah. Adapun faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya dana, sarana dan prasana, sumber daya manusia yang bekualitas dan kerjasama yang baik dari bank sampah unit di Kota Pasuruan, instansi terkait dan pihak ketiga yang mendukung terlaksananya kegiatan ini. Permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan adalah tidak semua bank sampah dapat mengikuti lomba karena tidak lulus seleksi administrasi, solusi yang diupayakan adalah perlunya pembinaan lebih lanjut terhadap bank sampah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas operasional bank sampah. 4. Kegiatan Operasional Pengelolaan Sampah Terpadu Pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan output berupa terlaksananya honorarium bagi tenaga honorer di UPST, tersedianya bahan bakar mesin bagi kendaraan operasioanl di UPST, terlaksananya pemeliharaan ringan gedung UPST dengan capaian kinerja terwujudnya pengembangan kinerja pengelolaan persampahan dengan terpenuhinya operasional di UPST yang menyerap dana sebesar Rp. 191.162.400,00 dari anggaran yang disediakan sebesar Rp.192.140.400,00 atau terserap sebesar 99,49

persen. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah terpenuhinya honorarium bagi tenaga honorarium di UPST sebanyak 12 orang tenaga UPST dan 2 orang tenaga administrasi, terpenuhinya bbm bagi 3 (tiga) buah kendaraan operasional UPST, dan terpeliharanya gedung TPS 3R Purutrejo dengan perbaikan atap, pintu gerbang pagar dan pintu gerbang utama, perbaikan jaringan air dan kamar mandi, serta pembuatan upak mesin ayak kompos. Adapun faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya dana, sarana dan prasarana, sumber daya manusia yang berkualitas, kerjasama dengan pihak terkait sehingga terlaksanya kegiatan ini. Permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan adalah kawasan UPST belum bisa steril dari pemulung karena belum adanya penjadwalan rutinistas di UPST sehingga mengurangi optimalisasi pemilahan sampah dan pengolahan sampah secara tepat, solusi yang diupayakan adalah komunikasi lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait. 5. Kegiatan Penyediaan Sarana Pengelolaan Sampah Terpadu Pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan output berupa terlaksananya penyediaan tempat sampah karet, plastik, komposter, gerobak sampah dan becak sampah, dengan capaian kinerja terwujudnya pengembangan kinerja pengelolaan persampahan dengan peningkatan pengendalian pencemaran dan pengurangan limbah padat dan B3 yang menyerap dana sebesar Rp. 381.499.800,00 dari anggaran yang disediakan sebesar Rp.392.000.000,00 atau terserap sebesar 97,32 persen. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah tersedianya tempat sampah karet sebanyak 300 buah, tempat sampah plastic sebanyak 102 buah, komposter 120L sebanyak 12 buah, komposter 150L sebanyak 30 buah, komposter cair sebanyak 4 buah, gerobak sampah sebanyak 45 unit dan becak sampah sebayak 45 unit. Adapun faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya dana, sarana dan prasarana, sumber daya manusia dan pihak lain yang menunjang terlaksananya kegiatan ini. Permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan adalah kekurang siapan pihak ketiga dalam administrasi sehingga memperlambat proses pengadaan, solusi yang diupayakan adalah kesiapan, kelengkapan adminitrasi pihak ketiga dan koordinasi perlu ditingkatkan lagi. 6. Kegiatan Pembinaan Eco- Pesantren Pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan output berupa terlaksananya pembinaan eco-pesantren, dengan capaian kinerja terwujudnya pengembangan kinerja pengelolaan persampahan yang menyerap dana sebesar Rp. 39.490.000,00 dari anggaran yang disediakan sebesar Rp.40.000.000,00 atau terserap sebesar 98,73 persen. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan, kualitas

dan kapasitas kader lingkungan di pesantren Adapun faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini adalah minat dan kemauan pondok pesantren untuk dibina dan dibentuk menjadi karakter yang lebih ramah lingkungan. Permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan adalah tidak sepenuhnya pesantren paham akan pengelolaan lingkungan yang ramah lingkungan, solusi yang diupayakan adalah terus menerus dilaksanakannya pembinaan dan pendampingan ke pondok pesantren yang meliputi seluruh instrument didalamnya baik pembina, pengajar, pengasuh dan santri agar mau berubah dari lingkungan yang kesannya kumuh menjadi lebih bersih dan ramah lingkungan. 7. Kegiatan Fasilitasi Lomba Kelurahan Bersih dan Lestari (Berseri) Pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan output berupa terfasilitasinya lomba kelurahan berseri untuk dapat dilanjutkan di tingkat provinsi, dengan capaian kinerja terwujudnya pengembangan kinerja pengelolaan persampahan melalui kelurahan bersih dan lestari yang menyerap dana sebesar Rp. 29.999.000,00 dari anggaran yang disediakan sebesar Rp.30.000.000,00 atau terserap sebesar 99,99 persen. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah terlaksanya rapat dengan jumlah peserta dari kader lingkungan sebanyak 20 orang dan dari pihak instansi terkait sebanyak 40 orang, terlaksanya lomba kelurahan berseri yang diikuti oleh 34 kelurahan di Kota Pasuruan dengan juara I diraih oleh Kelurahan Purworejo, juara II diraih oleh Kelurahan Kandangsapi dan juara III diraih oleh Kelurahan Kebonsari. Selain itu dari pada tahun 2015 di ajukan 4 kelurahan berseri ke tingkat provinsi, yaitu kelurahan Tembokrejo, Bugulkidul, Pekuncen dan Petamanan. Kelurahan yang mampu meraih kelurahan berseri tingkat provinsi yaitu, Kelurahan Tembokrejo meraih predikat kelurahan berseri katerogi Mandiri, Kelurahan Pekuncen dan Bugulkidul meraih predikat kelurahan berseri kategori Pratama Adapun faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya dana, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, instansi terkait sehingga terlaksananya kegiatan ini. Permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan adalah kurangnya respon dari beberapa wilayah terhadap program kelurahan berseri sehingga tidak ada peningkatan dalam pengelolaan sampah, solusi yang diupayakan adalah pembinaan dan pemahaman terhadap masyarakat dan instansi terkait tentang pentingnya peningkatan kualitas dan kuantitas dalam pengelolaan lingkungan hidup yang merupakan faktor utama dalam terbentuknya kelurahan berseri.

8. Kegiatan Pembinaan Kampung Organik Pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan output berupa terlaksananya rapat pembinaan kampung organik dan tersedianya sarana dan prasarana terbentuknya kampung organik, dengan capaian kinerja terwujudnya pengembangan kinerja pengelolaan persampahan dengan peningkatan penghijauan dan kebersihan di Kota Pasuruan dengan langkah awal 5 (lima) kelurahan sebagai percontohan kampong organik, yaitu Kelurahan Tembokrejo, Kelurahan Petamanan, Kelurahan Kebonagung, Kelurahan Pekuncen dan Kelurahan Bugulkidul yang menyerap dana sebesar Rp. 85.792.950,00 dari anggaran yang disediakan sebesar Rp.87.281.500,00 atau terserap sebesar 98,29 persen. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah terlaksannya rapat pembinaan kampung organik sebanyak 2 (dua) kali dengan peserta 45 kader lingkungan dan 10 orang dari instansi terkait, tersedianya sarana tanaman bagi kelurahan percontohan sebanyak 812 unit, polibag 400 buah, pot platik 432 buah dan kaos kader sebanyak 100 buah. Adapun faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya dana, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, kerjasama dengan pihak-pihak terkait sehingga terlaksananya kegiatan ini. Permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan adalah beberapa tanaman yang distribusikan kurang perawatan, sehingga ada beberapa yang layu bahkan mati, solusi yang diupayakan adalah komunikasi lebih lanjut dengan pihak terkait untuk mendapatkan hasil yang optimal. 9. Kegiatan Pengadaan Gerobak Sampah (DAK) Pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan output berupa tersedianya gerobak sampah dengan capaian kinerja terwujudnya pengembangan kinerja pengelolaan persampahan dengan tersedinya sarana pengelolaan persampahan terutama di titik pantau penilaian adipura yang menyerap dana sebesar Rp. 56.559.750,00 dari anggaran yang disediakan sebesar Rp.57.120.000,00 atau terserap sebesar 99,02 persen. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah tersedianya gerobak sampah sebanyak 16 unit Adapun faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya dana, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, kerjasama dengan pihak-pihak terkait sehingga terlaksananya kegiatan ini. Permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan adalah adalah kekurang siapan pihak ketiga dalam administrasi sehingga memperlambat proses pengadaan, solusi yang diupayakan adalah kesiapan, kelengkapan adminitrasi pihak ketiga dan koordinasi perlu ditingkatkan lagi sebelum kerjasama dilaksanakan.

10. Kegiatan Pembangunan Gedung Bank Sampah (DAK) Pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan output berupa tersedianya gedung bank sampah, dengan capaian kinerja terwujudnya pengembangan kinerja pengelolaan persampahan dengan peningkatan pengelolaan bank sampah yang menyerap dana sebesar Rp. 119.577.750,00 dari anggaran yang disediakan sebesar Rp.121.611.920,00 atau terserap sebesar 98,33 persen. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah tersedianya gedung bank sampah bagi bank sampah unit sunan ampel dan bank sampah unit bumai cemerlang Adapun faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya dana, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, kerjasama dengan pihak-pihak terkait sehingga terlaksananya kegiatan ini. Permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan adalah adalah kekurang siapan pihak ketiga dalam administrasi sehingga memperlambat proses pengadaan, solusi yang diupayakan adalah kesiapan, kelengkapan adminitrasi pihak ketiga dan koordinasi perlu ditingkatkan lagi sebelum kerjasama dilaksanakan. 11. Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Bank Sampah (DAK) Pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan output berupa terbangunnya gedung bank sentral kota pasuruan dan gedung bank sampah unit, dengan capaian kinerja terwujudnya pengembangan kinerja pengelolaan persampahan dengan tersedianya sarana bagi operasional bank sampah yang menyerap dana sebesar Rp. 338.980.000,00 dari anggaran yang disediakan sebesar Rp.352.680.000,00 atau terserap sebesar 96,12 persen. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah tersedianya gedung bank sampah sentral berlokasi di Tembokrejo, tersedianya gedung bank sampah unit tembokrejo dan gedung bank sampah unit Bakalan Sekar Indah II. Adapun faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya dana, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, kerjasama dengan pihak-pihak terkait sehingga terlaksananya kegiatan ini. Permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan adalah adalah kekurang siapan pihak ketiga dalam administrasi sehingga memperlambat proses pengadaan, solusi yang diupayakan adalah kesiapan, kelengkapan adminitrasi pihak ketiga dan koordinasi perlu ditingkatkan lagi sebelum kerjasama dilaksanakan. Program Perlidungan dan Korservasi Sumber Daya Alam. Program ini dilaksanakan dengan alokasi anggaran sebesar Rp.32.500.000,00 yang diserap sebesar Rp. 31.123.650,00 atau terserap sebesar 95,76 persen. Dengan rincian kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

Kegiatan Pengendalian dan Pengawasan Pemanfaatan SDA Pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan output berupa terlaksananya pemantauan pemanfaatan air bawah tanah dan pembinaan pemanfaatan air bawah tanah, dengan capaian kinerja terwujudnya perlindungan dan konservasi sumber daya alam dengan terpantaunya pemanfaatan air bawah tanah oleh pengusaha yang menyerap dana sebesar Rp. 31.123.650,00 dari anggaran yang disediakan sebesar Rp.32.500.000,00 atau terserap sebesar 95,76 persen. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah rapat pembinaan yang dihadiri oleh 25 peserta dan terpantaunya pemanfaatan air bawah tanah sebanyak 41 usaha. Adapun faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya kerjasama dari pengusaha pemanfaat air bawah tanah, sehingga dapat diketahui usaha mana di Kota Pasuruan yang memanfaatkan air bawah tanah. Permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan adalah sebagian besar usaha dan/atau kegiatan dalam pemanfaatan air bawah tanah tidak menggunakan alat pengukur debit air, sehingga menyulitkan petugas untuk mengetahui secara pasti penggunaan air bawah tanah, solusi yang diupayakan adalah penertiban pemakaian air bawah tanah dengan pemasangan alat ukur debit air, sehingga diketahui ekslorasi air bawah tanah di Kota Pasuruan. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA PROGRAM KEGIATAN Meningkatnya kualitas air dan udara 1. Prosentase penurunan beban pencemaran sungai gembong, sungai petung dan sungai Prosentase usaha dan/atau kegiatan yang telah mentaati persyaratan administrasi dan/atau teknis pencegahan pencemaran air Program peningkatan pengendalian polusi 1. Pengujian dan penyusunan laporan kualitas air 2. Pemantauan kualitas lingkungan limbah udara/cair 2. Prosentase usaha dan/atau kegiatan sumber tidak bergerak yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan/atau teknis pencegahan pengendalian pencemaran udara

Program Peningkatan Pengendalian Polusi. Program ini dilaksanakan dengan alokasi anggaran sebesar Rp.48.171.800,00 yang diserap sebesar Rp.36.854.600,00 atau terserap sebesar 76.51 persen. Dengan rincian kegiatan-kegiatan sebagai berikut: 1. Kegiatan Pengujian dan Penyusunan Laporan Kualitas Air Pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan output berupa terlaksananya pengujian dan penyusunan laporan kualitas air di 3 titik sampling yaitu : sungai Welang, sungai Gembong dan sungai Petung, dengan capaian kinerja 2 (Dua) laporan semester I dan semester II pada badan air sungai yang menyerap dana sebesar Rp.15.487.200,00 dari anggaran yang disediakan sebesar Rp.22.292.800,00 atau terserap sebesar 69,47 persen. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah terpantaunya kualitas media lingkungan yang berfungsi sebagai indikator status lingkungan hidup daerah. Adapun faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini adalah terlaksananya pengujian yang akurat air badan air sungai Kota Pasuruan. Permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan adalah terbatasnya jumlah laboratorium yang terakreditasi di Jawa Timur sebagai laboratorium penguji sampel lingkungan Kota Pasuruan, solusi yang diupayakan adalah koordinasi lebih awal dengan laboratorium penguji sehingga pengujian sampel air badan air sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. 2. Kegiatan Pemantauan Kualitas Lingkungan Limbah Udara/Cair Pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan output berupa meningkatnya kualitas lingkungan hidup dari limbah udara dan cair di 6 (Enam) titik limbah cair yaitu : IPAL PT. Carma Wira Jatim, IPAL Tahu Terang, IPAL Komunal Kelurahan Gadingrejo, IPAL Komunal Kelurahan Mandaranrejo, IPAL RSUD dan IPAL TPA Blandongan serta 3 (Tiga) sumber emisi yaitu pada cerobong Incenator RSUD Dr. R. Soedarsono,cerobong asap CV. Jati Makmur dan cerobong asap PT. HAII dengan capaian kinerja 75 persen yang menyerap dana sebesar Rp.21.367.400,00 dari anggaran yang disediakan sebesar Rp.25.879.000,00 atau terserap sebesar 82,57 persen. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah terwujudnya kualitas lingkungan hidup dari polusi limbah udara dan cair dapat terukur. Adapun faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini adalah terlaksananya pengujian laboratorium yang akurat terhadap kadar limbah cair dan kadar emisi yang dihasilkan oleh usaha dan atau kegiatan di Kota Pasuruan. Permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan adalah terbatasnya jumlah laboratorium yang terakreditasi di Jawa Timur sebagai laboratorium penguji sampel lingkungan Kota Pasuruan, solusi yang diupayakan

adalah koordinasi lebih awal dengan laboratorium penguji sehingga pengujian sampel air badan air sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA PROGRAM KEGIATAN Meningkatnya luasan dan kualitas ruang terbuka hijau 1. Prosentase ruang terbuka hijau (RTH) 2. Jumlah Keanekaragaman Hayati RTH Program pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) 1. Penghijauan fasilitas umum dan pemukiman masyarakat 2. Pembangunan Taman Hijau Kecamatan Program peningkatan kualitas dan akses informasi sumber daya alam dan lingkungan hidup 3. Gadingrejo (DAK) 4. Pembangunan Taman Hijau Kecamatan Panggungrejo (DAK) 5. Pemeliharaan Hutan Kota Kelurahan Sekargadung 6. Pemeliharaan Hutan Kota Kelurahan Purutrejo 7. Pemeliharaan Hutan Kota Kelurahan Pekuncen 8. Pemeliharaan Hutan Kota Kelurahan Tambaan 1. Penyusunan status lingkungan hidup daerah 2. Pemetaan Ruang Terbuka Hijau Kota Pasuruan

Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Program ini dilaksanakan dengan alokasi anggaran sebesar Rp.1.767.092.400,00 yang diserap sebesar Rp.1.693.192.900,00 atau terserap sebesar 95.82 persen. Dengan rincian kegiatan-kegiatan sebagai berikut: 1. Kegiatan Penghijauan Fasilitas Umum dan Pemukiman Masyarakat Pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan output berupa terlaksananya penghijauan fasilitas umum dan pemukiman masyarakat, dengan capaian kinerja meningkatnya ruang terbuka hijau yang menyerap dana sebesar Rp.69.765.000,00 dari anggaran yang disediakan sebesar Rp.70.000.000,00 atau terserap sebesar 99,66 persen. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah berkurangnya polusi di jalan daerah umum, fasilitas umum dan pemukiman. Adapun faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini adalah pelaksanaan kegiatan sesuai jadwal dan koordinasi yang baik dengan pihak ketiga atau penyedia jasa pengadaan bibit tanaman. Permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan adalah jumlah ketersediaan bibit tanaman tidak sesuai dengan jumlah permintaan dari masyarakat dan cakupan area yang akan ditanami juga tidak sesuai, solusi yang diupayakan adalah berkoordinasi dengan bidang dan instansi lain yang memiliki kegiatan serupa untuk dapat membantu. 2. Kegiatan Pembangunan Taman Hijau Kecamatan Gadingrejo (DAK) Pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan output berupa terlaksananya pembangunan hutan kota kecamatan gadingrejo, dengan capaian kinerja meningkatnya ruang terbuka hijau yang menyerap dana sebesar Rp.468.555.400,00 dari anggaran yang disediakan sebesar Rp.495.163.900,00 atau terserap sebesar 94,63 persen. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah terwujudnya peningkatan ruang terbuka hijau di Kota Pasuruan. Adapun faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini adalah koordinasi yang baik dengan pihak ketiga atau penyedia jasa pembangunan taman hijau kecamatan gadingrejo. Permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan adalah pelaksanaan pembangunan taman hijau tidak sesuai jadwal disebabkan proses pelelangan molor atau mundur, solusi yang diupayakan adalah berkoordinasi dengan pihak pelaksana pengadministrasian (ULP) untuk lebih mengoptimalkan proses pelelangan sehingga dapat terealisasi. 3. Kegiatan Pembangunan Taman Hijau Kecamatan Panggungrejo (DAK) Pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan output berupa terlaksananya pembangunan taman hijau kecamatan panggungrejo, dengan capaian kinerja meningkatnya ruang terbuka hijau yang menyerap dana sebesar Rp.454.685.000,00

dari anggaran yang disediakan sebesar Rp.494.928.500,00 atau terserap sebesar 91,87 persen. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah terwujudnya peningkatan ruang terbuka hijau kota pasuruan. Adapun faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini adalah koordinasi yang baik dengan pihak ketiga atau penyedia jasa pembangunan taman hijau kecamatan gadingrejo. Permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan adalah pelaksanaan pembangunan taman hijau tidak sesuai jadwal disebabkan proses pelelangan molor atau mundur, solusi yang diupayakan adalah berkoordinasi dengan pihak pelaksana pengadministrasian (ULP) untuk lebih mengoptimalkan proses pelelangan sehingga dapat terealisasi. 4. Kegiatan Pemeliharaan Hutan Kota Kelurahan Sekargadung Pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan output berupa terlaksananya pemeliharaan hutan kota kelurahan sekargadung dan pembangunan fasilitas hutan kota (jogging track, toilet dan penambahan lampu taman), dengan capaian kinerja meningkatnya ruang terbuka hijau yang menyerap dana sebesar Rp.243.276.000,00 dari anggaran yang disediakan sebesar Rp.245.000.000,00 atau terserap sebesar 99,3 persen. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah peningkatan luasan ruang terbuka hijau Adapun faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini adalah koordinasi yang baik dengan pihak ketiga atau penyedia jasa untuk pelaksanaan segala pembuatan fasilitas hutan kota. Permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan adalah kurangnya fasilitas permainan anak di hutan kota sekargadung, solusi yang diupayakan adalah penambahan anggaran pembuatan fasilitas permainan anak melalui perubahan anggaran kegiatan (PAK). 5. Kegiatan Pemeliharaan Hutan Kota Kelurahan Purutrejo Pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan output berupa terlaksananya pemeliharaan hutan kota kelurahan purutrejo, terlaksananya pembangunan fasilitas hutan kota (jogging track, permainan anak, toilet dan gawang futsal), dengan capaian kinerja meningkatnya ruang terbuka hijau yang menyerap dana sebesar Rp.149.420.000,00 dari anggaran yang disediakan sebesar Rp.150.000.000,00 atau terserap sebesar 99,62 persen. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah terwujudnya peningkatan luasan ruang terbuka hijau. Adapun faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini adalah koordinasi yang baik dengan pihak ketiga atau penyedia jasa sehingga pembangunan fasilitas hutan kota dapat berjalan sesuai jadwal yang direncanakan.

Permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan adalah kualitas bahan pembuatan fasilitas hutan kota terutama mainan anak tidak sesuai dengan yang direncanakan, solusi yang diupayakan adalah berkoordinasi dengan pihak penyedia jasa untuk lebih meningkatkan kualitas pembuatan fasilitas mainan anak. 6. Kegiatan Pemeliharaan Hutan Kota Kelurahan Pekuncen Pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan output berupa terlaksananya pemeliharaan hutan kota kelurahan pekuncen dan pembangunan fasilitas hutan kota (lapangan skate board, bangku taman dan lampu taman), dengan capaian kinerja meningkatnya ruang terbuka hijau yang menyerap dana sebesar Rp.217.636.900,00 dari anggaran yang disediakan sebesar Rp.221.000.000,00 atau terserap sebesar 98,48 persen. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah terwujudnya peningkatan luasan ruang terbuka hijau Adapun faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini adalah koordinasi yang baik dengan pihak ketiga atau penyedia jasa sehingga pembangunan fasilitas hutan kota dapat berjalan sesuai jadwal yang direncanakan. Permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan adalah model dan kualitas pembuatan fasilitas hutan kota tidak sesuai dengan perencanaan, solusi yang diupayakan adalah berkoordinasi dengan pihak penyedia jasa untuk lebih meningkatkan kualitas pembuatan fasilitas hutan kota. 7. Kegiatan Pemeliharaan Hutan Kota Kelurahan Tambaan Pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan output berupa terlaksananya pemeliharaan hutan kota kelurahan tambaan dan pembangunan fasilitas hutan kota (pembuatan joglo dan gawang futsal), dengan capaian kinerja meningkatnya ruang terbuka hijau yang menyerap dana sebesar Rp.89.854.000,00 dari anggaran yang disediakan sebesar Rp.91.000.000,00 atau terserap sebesar 98,74 persen. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah terwujudnya peningkatan luasan ruang terbuka hijau Adapun faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini adalah luasan hutan kota yang tidak terlalu besar memudahkan perawatan dan pemeliharaan hutan kota tamba an. Permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan adalah pihak ketiga atau penyedia jasa tidak bisa berkoordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup Kota Pasuruan sehingga pembuatan fasilitas hutan kota tidak sesuai jadwal dan kualitasnya tidak sesuai dengan perencanaan, solusi yang diupayakan adalah membuat kesepakatan dengan pihak penyedia untuk memperbaiki bangunannya (konstruksi) sesuai dengan perencanaan agar dananya dapat dicairkan.