BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Bagan Alir Proses analisis kinerja ruas jalan ini mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) tahun 1997. Pada pelaksanaan analisa kinerja ruas jalan ini terdapat beberapa tahapan pekerjaan atau metodologi yang dilakukan untuk membantu proses analisa agar menjadi lebih mudah dalam pengerjaannya dengan tahapan yang jelas dan terperinci. Adapun langkah-langkah yang dilakukan tersebut ditampilkan pada bagan alir dibawah ini : III-1
Mulai Pendahuluan Dasar Teori Pengumpulan data Data Primer - Geometrik - Volume Lalu Lintas - Kecepatan Kendaraan - Hambatan samping (On Street Parkir) Pengolahan Data Data Sekunder - Data Penduduk - Data Harga Kendaraan & Sparepart A. Analisis Kinerja Jalan (MKJI,1997): - Derajat Kejenuhan - Kecepatan Tempuh - Waktu Tempuh - Tingkat Pelayanan B. Analisis BOK dan Nilai Waktu - Biaya Operasi Kendaraan - Nilai Waktu Hasil analisis & Pembahasan Kesimpulan dan Saran Selesai Gambar 3.1 Bagan Alir Penulisan Tugas Akhir 3.2. Metodologi Survei Tujuan Survei pada studi ini adalah untuk mendapatkan data-data yang sesuai dengan tujuan dan batasan permasalahan dalam penulisan, yaitu data tentang volume lalu lintas dan kecepatan, sehingga analisa dan pembahasannya lebih terarah untuk memperolah hasil yang jelas dan selanjutnya dapat dipakai sebagai III-2
dasar dalam perhitungan. Sebelum pelaksanaan survei dilakukan, terlebih dahulu diadakan survei pendahuluan yang meliputi : a. Survei lokasi, bertujuan untuk memilih pos pengamatan yang cocok dan memenuhi syarat. b. Survei jam-jam sibuk dalam satu hari, sehingga para surveyor tidak terlalu lelah dan data menjadi lebih teliti dan cermat. c. Dengan survei pendahuluan akan diketahui jumlah kebutuhan surveyor serta jumlah dan jenis perlalatan yang diperlukan. 3.3. Pemilihan lokasi Pemilihan lokasi studi ini ditetapkan pada lokasi yang sesuai kondisi yang diinginkan. Pada ruas jalan Ir. H. Djuanda (Dago) banyak terdapat factory outlet, lokasi ini merupakan lalu lintas yang padat di Kota Bandung dikarenakan aktifitas dari pengunjung factory outlet di ruas jalan Ir. H. Djuanda (Dago). 3.2.1. Kondisi Lokasi Studi Aktifitas lalu lintas pada ruas jalan Ir. H. Djuanda (Dago) pada umumnya dimulai dari pukul 8.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Pada pagi hari kesibukan terjadi adalah sebagian orang menuju pusat aktifitasnya masing-masing untuk keperluan bekerja, sekolah, maupun berbelanja. Dan jalan menunjukan penambahan kepadatan pada pukul 07.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB sedangkan di siang hari kesibukan terjadi cukup banyak, aktifitas dari pengunjung factory outlet mulai ramai mengunjungi kawasan dago ini. Aktifitas ini berlangsung hingga sore hari pada pukul 16.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Aktifitas ini biasanya terjadi pada akhir pekan atau hari-hari libur. Akibat dari aktifitas tersebut menyebabkan timbulnya permasalahan lalu lintas di sekitar ruas jalan Ir. H. Djuanda (Dago) khususnya yang terjadi di kawasan factory outlet. Lokasi studi tersebut digambarkan pada peta lokasi secara umum pada Gambar 3.2 dan posisi lokasi factory outlet di ruas jalan Ir. H. Djuanda (Dago). III-3
Jl. Dayang Sumbi Circle K Wijaya Motor ESIA Edward Forrer foodcourt Royal Dago Vallbury BCA Ir. H. Djuanda Atas Area konflik MESS AL Prima Taste Pom Bensin Graha Mas Group Bank Bisnis Hotel Geulis Dago Panyawangan Episode Makan Victoria GMKI PTPN BTN MESS ABRI Patra jasa EEP Ruko Miyazaki CitiBank Grande JetSet Blossom Bank Parlin Glamour Raffless Donatello RS. Boromeous Jl. Imam Bonjol Jl. Ganesha U RUKO Makan Jl. Tengku Angkasa Area konflik Ir. H. Djuanda Bawah Gambar 3.2 Lokasi Studi Jalan Ir. H. Djuanda (Dago), Bandung. Berikut kondisi Aktifitas kendaraan di ruas jalan Ir. H. Djuanda (Dago) di sekitar kawasan factory outlet. III-4
Gambar 3.3 Kondisi ruas jalan Ir. H. Djuanda (Dago) - 1 Gambar 3.4 Kondisi ruas jalan Ir. H. Djuanda (Dago) - 2 III-5
Gambar 3.5 Kondisi ruas jalan Ir. H. Djuanda (Dago) - 3 3.2.2. Kondisi Geometrik dan Fasilitas Jalan Survei geometrik jalan bertujuan untuk mendapatkan data mengenai kondisi jalan. Untuk kondisi geometrik jalan telah dilakukan pengamatan dan pengukuran pada lokasi dan didapat data-data sebagai berikut : Tipe jalan : 4/2 D (4 lajur 2 arah dengan pemisah) Panjang segmen jalan : ± 300 m Lebar jalur : 6 m dan 6 m Lebar trotoar : 1,5 m Lebar median : 60 cm Pemisahan arus lalu lintas : 50-50 Tipe alinyemen : datar III-6
Marka jalan : ada Rambu lalu lintas : tidak ada Jenis perkerasan : Asphalt Concrete (AC) Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada Gambar 3.6 berikut: Gambar 3.6 Kondisi Geometrik Jalan Ir. H. Djuanda (Dago), Bandung 3.4. Persiapan Survei Kegiatan yang diperlukan untuk melaksanakan survei adalah sebagai berikut : 1. Mengetahui lokasi yang akan dijadikan objek studi survei. 2. Menentukan hari dan tanggal survei. 3. Merencanakan, mempersiapkan dan menyediakan formulir survei yang dibutuhkan. 4. Mempersiapkan surveyor dan menentukan tugas serta penempatan masingmasing surveyor. 5. Mempersiapkan alat-alat yang diperlukan dalam pelaksanaan survei. III-7
3.5. Pelaksanaan Survei 3.5.1. Peralatan Survei Untuk pelaksanaan survei perhitungan lalu lintas dilakukan secara manual tidak diperlukan peralatan khusus. Adapun peralatan yang digunakan dalam pengumpulan data dilapangan adalah sebagai berikut: 1. Formulir perhitungan lalu lintas untuk mencatat volume lalu lintas. 2. Counter clock untuk perhitungan volume lalu lintas. 3. Stopwatch untuk perhitungan periodik waktu survei dan survei waktu tempuh kendaraan. 4. Roll meter untuk menghitung geometrik jalan. 5. Alat tulis untuk keperluan mencatat. 3.6. Metode Survei Ada dua metode didalam pengumpulan data yaitu: metode pertama berupa data primer yang diperoleh dari hasil pelaksanaan survei lapangan. Metode kedua berupa data sekunder yang diperoleh dari data rujukan yang sudah ada. Dalam pembahasan ini, data yang dipakai menggunakan metode pertama yaitu data primer yang diperoleh berdasarkan survei lapangan. Data yang diperoleh dari pelaksanaan survei ini memberikan informasi tentang volume lalu lintas dan kecepatan, yang akan digunakan sebagai dasar dalam menganalisa lingkup permasalahan. 3.6.1. Survei Volume Lalu Lintas Dalam survei ini jenis kendaraan yang di survei terbagi menjadi 4 jenis, yaitu : 1. Kendaraan ringan (LV), yaitu kendaraan bermotor beroda empat dengan dua gandar berjarak 2,0 3,0 m (termasuk kendaraan penumpang, oplet, mikro bis, pick up, dan truk kecil). III-8
2. Kendaraan berat (HV), yaitu kendaraan bermotor dengan dua gandar berjarak lebih dari 3,50 m, biasanya beroda lebih dari empat (termasuk bis, truk 2 as, tru 3 as, dan truk kombinasi). 3. Sepeda motor (MC), yaitu kendaraan beroda dua atau tiga. 4. Kendaraan tidak bermotor (UM), yaitu kendaraan bertenaga manusia atau hewan diatas roda (meliputi sepeda, becak, kereta kuda, dan kereta dorong). Survei ini bertujuan untuk mendapatkan informasi data volume lalu lintas kendaraan pada saat jam sibuk pagi hari pukul 07.00 09.00 WIB, siang hari pukul 12.00 14.00 WIB dan sore hari pukul 16.00 18.00 WIB, dilakukan selama 4 hari. Pengamatan ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran arus lalu lintas kendaraan yang terjadi. Adapun langkah-langkah dari pengumpulan data volume lalu lintas tersebut adalah sebagai berikut : 1. Menggunakan metode traffic counting, yaitu metode yang dilakukan secara manual dengan posisi pencatatan data dilakukan pada satu titik pengamatan. Titik pengamatan ini berfungsi didalam pencatatan data volume kendaraan yang melewati titik tersebut selama periode 15 menit. 2. Periode pengamatan diambil setiap 15 menit selama 2 jam puncak (peak hour), dengan menggunakan alat manual counter clock yang jumlahnya disesuaikan dengan jenis kendaraan yang disurvei. Periode pengamatan yang diambil setiap 15 menit ini bertujuan untuk mengurangi kesalahan pada saat pendataan data kendaraan sehingga diharapkan mendapatkan data yang lebih akurat. Untuk contoh formulir survei lalu lintas dapat dilihat pada Tabel 3.1 berikut. III-9
Tabel 3.1 Formulir Survei Lalu Lintas Jenis Kendaraan Heavy Vehicle Light Vehicle (Kendaraan Ringan) (kendaraan Waktu Berat) Mobil Penumpang (sedan,kijang,jeep,mobil box,pick up,mikrolet) Mikrobis Truk kecil Truk Besar Bus Motor UM (Gerobak,Sepeda) Jumlah Data Kendaraan (Kend) 16:00-16:15 16:15-16:30 16:30-16:45 16:45-17:00 17:00-17:15 17:15-17:30 17:30-17:45 17:45-18:00 Jumlah 3.6.2. Survei Kecepatan Perjalanan Survei ini bertujuan untuk memperoleh data waktu perjalanan (waktu tempuh) sebuah kendaraan dengan jarak tertentu. Adapun langkah-langkah pengumpulan data survei ini adalah sebagai berikut : 1. Jarak pengamatan diambil dari ruas jalan yang bebas dari simpangan dengan jarak sekitar 100 m antara satu tititk ke titik lainnya. 2. Pengamat mencatat waktu tempuh kendaraan dari satu titik ke titik lain, pada saat jam puncak kendaraan (peak hour) Untuk contoh formulir survei waktu tempuh dapat dilihat pada Tabel 3.2 dibawah ini : III-10
Tabel 3.2 Tabel waktu tempuh Waktu 7:00-7:15 7:15-7:30 7:30-7:45 7:45-8:00 8:00-8:15 8:15-8:30 8:30-8:45 8:45-9:00 No Kendaraan 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 Jenis Kendaraan Light Vehicle (Kendaraan Ringan) Mobil Penumpang (sedan,kijang,jeep,mobil box,pick up,mikrolet) Mikrobis Truk kecil Heavy Vehicle (kendaraan Berat) Truk Besar Bus Waktu Tempuh Rata-Rata 3.7. Data Arus dan Komposisi Lalu lintas Data lalu lintas yang digunakan dalam penelitian ini adalah data mengenai arus dan komposisi lalu lintas. Kedua data tersebut merupakan data primer yang didapatkan secara langsung melalui pengamatan (survei) lapangan. Pengamatan volume lalu lintas dilakukan selama 4 hari, yaitu hari Jumat, Sabtu, Minggu, dan Senin, tanggal 25, 26, 27 dan 28 Desember 2009. Pengambilan waktu pengamatan disesuaikan dengan kesibukan yang terjadi di jalan Ir. H. Djuanda (Dago), yaitu hari Senin dan Jumat untuk mewakili hari kerja dan Sabtu III-11
serta Minggu untuk mewakili hari sibuk di akhir pekan. Pengamatan dilakukan pada jam sibuk anggapan, yaitu pukul 07.00 WIB sampai 09.00 WIB pada pagi hari, pukul 12.00 WIB sampai 14.00 WIB pada siang hari, dan pukul 16.00 WIB sampai 18.00 WIB pada sore hari. Pengamatan dilakukan setiap 15 menit selama 2 jam pengamatan pada tiap-tiap survei pagi, siang, dan sore. Hasil pengamatan volume lalu lintas diambil masing-masing satu jam puncak dari setiap 2 jam survei pada pagi,siang dan sore selama 4 hari. Hasil pengambilan data primer dapat dilihat pada Lampiran Data Lalu Lintas, Berikut data Tabel 3.3 dan Tabel 3.4 volume lalu lintas dan Gambar 3.7 dan Gambar 3.8 grafik volume kendaraan (smp/jam): Tabel 3.3 Hasil Survei Lalu Lintas Jl. Ir. H. Djuanda (Dago) Bandung Tanggal 25-26 Desember 2009 Total Jumlah Kendaraan Waktu Arah Dago Bawah-Dago Atas Jumat-25 Des 2009 Sabtu-26 Des 2009 Arah Dago Arah Dago Atas- Bawah-Dago Dago Bawah Atas Arah Dago Atas- Dago Bawah Kend. Smp Kend. Smp Kend. Smp Kend. Smp PAGI 7:00-7:15 353 225,9 364 225,1 366 236,5 341 220,3 7:15-7:30 332 212,4 367 220,0 343 222,4 343 214,8 7:30-7:45 310 217,1 368 216,1 327 228,0 343 210,9 7:45-8:00 343 229,3 366 224,4 338 222,1 343 219,6 8:00-8:15 311 200,7 375 226,6 344 230,8 352 222,1 8:15-8:30 365 228,2 383 228,0 380 240,5 358 222,8 8:30-8:45 383 240,9 370 224,1 377 231,9 346 218,9 8:45-9:00 382 231,7 265 192,3 394 240,1 363 232,4 SIANG 12:00-12:15 340 214,9 353 199,9 388 251,0 469 280,9 12:15-12:30 377 227,9 324 197,5 388 252,2 474 283,9 12:30-12:45 435 264,0 274 168,9 518 332,1 411 255,4 12:45-13:00 413 279,7 325 209,2 520 336,3 397 254,9 13:00-13:15 417 276,2 375 231,6 378 245,0 409 274,0 13:15-13:30 403 262,8 345 209,3 381 246,8 406 279,3 13:30-13:45 396 232,1 348 202,8 499 324,1 423 288,2 13:45-14:00 343 201,4 319 199,2 482 302,4 402 278,0 SORE 16:00-16:15 398 260,1 363 220,2 488 294,4 471 265,9 16:15-16:30 394 263,7 363 225,5 466 297,8 451 271,7 III-12
Waktu Arah Dago Bawah-Dago Atas Total Jumlah Kendaraan Jumat-25 Des 2009 Sabtu-26 Des 2009 Arah Dago Arah Dago Atas- Bawah-Dago Dago Bawah Atas Arah Dago Atas- Dago Bawah Kend. Smp Kend. Smp Kend. Smp Kend. Smp 16:30-16:45 465 307,0 372 211,1 471 304,7 437 263,3 16:45-17:00 466 321,2 404 249,6 513 314,6 516 301,4 17:00-17:15 462 310,1 422 262,9 513 324,9 513 311,8 17:15-17:30 472 317,5 403 243,6 477 308,7 475 297,3 17:30-17:45 441 277,9 409 239,7 516 330,8 503 306,1 17:45-18:00 435 272,8 440 268,8 474 308,6 483 305,0 Tabel 3.4 Hasil Survey Lalu Lintas Jl. Ir. H. Djuanda (Dago) Bandung Tanggal 27-28 Desember 2009 Total Jumlah Kendaraan Waktu Minggu-27 Des 2009 Senin-28 Des 2009 Arah Dago Bawah-Dago Atas Arah Dago Atas- Dago Bawah Arah Dago Bawah-Dago Atas Arah Dago Atas-Dago Bawah Kend. Smp Kend. Smp Kend. Smp Kend. Smp PAGI 7:00-7:15 346 221,4 349 225,7 346 222,7 356 221,8 7:15-7:30 325 208,2 351 220,0 325 209,5 360 216,7 7:30-7:45 304 212,9 352 216,1 304 214,3 361 212,9 7:45-8:00 329 210,3 351 225,0 336 226,1 359 221,2 8:00-8:15 352 236,5 360 227,5 305 198,0 368 223,3 8:15-8:30 378 243,6 366 228,3 358 224,9 375 224,6 8:30-8:45 374 234,6 354 224,2 375 237,5 362 220,7 8:45-9:00 391 242,9 372 238,1 375 228,3 261 189,7 SIANG 12:00-12:15 398 257,2 467 287,8 333 211,8 346 196,8 12:15-12:30 380 239,1 470 290,8 369 224,5 317 194,6 12:30-12:45 511 336,5 394 261,7 426 260,2 268 166,5 12:45-13:00 491 314,8 399 261,2 405 276,0 318 206,3 13:00-13:15 376 248,3 412 280,8 409 272,4 367 228,3 13:15-13:30 372 234,2 411 286,2 395 259,2 338 206,2 13:30-13:45 511 332,1 429 295,3 387 228,6 341 199,7 13:45-14:00 471 287,2 406 284,9 336 198,3 312 196,3 SORE 16:00-16:15 453 273,8 482 272,4 391 256,4 356 217,0 16:15-16:30 455 299,5 462 278,3 387 260,0 355 222,2 16:30-16:45 445 285,6 447 269,8 456 302,7 364 207,8 III-13
Waktu Total Jumlah Kendaraan Minggu-27 Des 2009 Senin-28 Des 2009 Arah Dago Bawah-Dago Atas Arah Dago Atas- Dago Bawah Arah Dago Bawah-Dago Atas Arah Dago Atas-Dago Bawah Kend. Smp Kend. Smp Kend. Smp Kend. Smp 16:45-17:00 509 318,1 529 308,7 458 316,9 396 246,0 17:00-17:15 477 302,2 525 319,5 454 305,9 414 259,2 17:15-17:30 443 287,4 486 304,6 463 313,2 395 240,0 17:30-17:45 504 314,0 515 313,6 432 273,9 401 236,1 17:45-18:00 486 316,2 495 312,4 426 268,8 431 264,8 Volume Kendaraan (smp/jam) Arah Ir. H. Djuanda Bawah Ir. H.Djuanda Atas 1400 1200 1145 1125 1242 1165 1198 1149 1000 893 926 905 881 980 965 800 600 400 200 0 Pagi Siang Sore Jumat 25 Des 2009 Sabtu 26 Des 2009 Minggu 27 Des 2009 Senin 28 Des 2009 Gambar 3.7 Grafik Volume Kendaraan (smp/jam) Ruas Jl. Ir. H. Djuanda Bawah - Ir. H. Djuanda Atas (Dago), Bandung. III-14
Volume Kendaraan (smp/jam) Arah Ir. H. Djuanda Atas Ir. H.Djuanda Bawah 1200 1097 1124 1161 1190 1000 800 878 881 902 865 809 797 961 947 600 400 200 0 Pagi Siang Sore Jumat 25 Des 2009 Sabtu 26 Des 2009 Minggu 27 Des 2009 Senin 28 Des 2009 Gambar 3.8 Grafik Volume Kendaraan (smp/jam) Ruas Jl. Ir. H. Djuanda Atas - Ir. H. Djuanda Bawah (Dago), Bandung. 3.8. Perhitungan Lalu Lintas Dengan Menggunakan Metode Acuan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) 3.8.1. Data Geometrik Pada ruas jalan Ir. H. Djuanda (Dago)-Bandung dari survei geometrik jalan yang terlah dilakukan, didapat data-data sebagai berikut : Lebar lajur : 3 m (lebar lajur lalu lintas total 12 m) Kondisi Jalan Tipe Jalan : Aspal : 4/2 ( 4 lajur 2 arah dengan pemisah) Pemisah arus lalu lintas : 50-50 (Presentase arus lalu lintas arah Ir. H Djuanda Atas Ir. H Djuanda Bawah dan sebaliknya adalah sama) Dengan kerb dan median jalan III-15
1,5 m 6 m 60cm 6 m 1,5 m Gambar 3.9 Potongan Melintang Ruas Jalan Ir. H. Djuanda (Dago), Bandung Tabel 3.5 Inventarisasi geometrik jalan pada ruas jalan Ir. H. Djuanda (Dago), Bandung Keterangan Sisi A Sisi B Total Rata-Rata Lebar Jalur Lalu Lintas Rata-Rata 6 6 12 6 Kereb (K) atau Bahu (B) K K Jalan Kereb - Penghalang (m) Lebar Efektif Bahu (dalam+luar) (m) 1,5 1,5 3 1,5 3.8.2. Kecepatan Arus Bebas a. Kecepatan arus bebas dasar (FV o ) Berdasarkan jenis jalan empat lajur dua arah terbagi (4/2 D) maka kecepatan arus bebas dasar adalah sebagai berikut: Kendaraan ringan = 57 km/jam (tabel 2.8) Kendaraan berat = 50 km/jam (tabel 2.8) Sepeda motor = 47 km/jam (tabel 2.8) b. Penyesuaian lebar jalur lalu-lintas efektif (FV W ) Untuk jalan empat lajur dua arah terbagi (4/2 D), faktor penyesuaian untuk masing-masing arah adalah sebagai berikut: Arah: Ir. H.Djuanda Bawah - Ir. H.Djuanda Atas Lebar jalan per lajur = 3 m dengan faktor penyesuaian 4 km/jam. (tabel 2.9) Arah: Ir. H.Djuanda Atas - Ir. H.Djuanda Bawah Lebar jalan per lajur = 3 m dengan faktor penyesuaian 4 km/jam. (tabel 2.9) c. Faktor penyesuaian kondisi hambatan samping (FFV SF ) III-16
Berdasarkan jenis jalan empat lajur dua arah terbagi (4/2 D), dengan hambatan samping tinggi, serta jarak kereb-penghalang 1.5 m maka diperoleh faktor penyesuaian sebesar 0,88. (tabel 2.10) d. Faktor penyesuaian ukuran kota (FFV CS ) Kota Bandung dengan kurang lebih 2,5 juta penduduk (<3 juta penduduk), digunakan faktor penyesuaian sebesar 1. (tabel 2.11) e. Perhitungan kecepatan arus bebas FV = (FVo + FVw) x FFVsf x FFVcs (km/jam) Arah: Ir. H.Djuanda Bawah - Ir. H.Djuanda Atas dan Ir. H.Djuanda Atas - Ir. H.Djuanda Bawah - Untuk jenis kendaraan ringan FV = ( 57-4 ) x 0.88 x 1 = 46,64 km/jam - Untuk jenis kendaraan berat FV = ( 50 4 ) x 0.88 x 1 = 40,48 km/jam - Untuk jenis sepeda motor FV = ( 47 4 ) x 0.88 x 1 = 37,84 km/jam 3.8.3. Kapasitas Kapasitas dasar Kapasitas dasar ditentukan berdasarkan jenis jalan. Untuk jenis jalan empat lajur dua arah terbagi, kapasitas dasar = 1650 smp/jam (tabel 2.2) Faktor penyesuaian lebar jalur lalu lintas Untuk jalan empat lajur dua arah terbagi (4/2 D), faktor penyesuaian untuk masing-masing arah adalah sebagai berikut: Arah: Ir. H.Djuanda Bawah - Ir. H.Djuanda Atas III-17
Lebar jalan per jalur = 3 m dengan faktor penyesuaian 0,92 km/jam (tabel 2.3) Arah: Ir. H.Djuanda Atas - Ir. H.Djuanda Bawah Lebar jalan per jalur = 3 m dengan faktor penyesuaian 0,92 km/jam (tabel 2.3) Faktor penyesuaian hambatan samping Berdasarkan jenis jalan empat lajur dua arah terbagi (4/2 D), dengan hambatan samping tinggi, serta jarak kereb-penghalang 1.5 m maka diperoleh faktor penyesuaian sebesar 0,88. (tabel 2.5) Faktor penyesuaian ukuran kota Kota Bandung dengan kurang lebih 2.5 juta penduduk (<3 juta penduduk), digunakan faktor penyesuaian sebesar 1. (tabel 2.6) Perhitungan Kapasitas C = Co x FCw x FCsp x FCsf x FCcs (smp/jam) Arah: Ir. H.Djuanda Bawah - Ir. H.Djuanda Atas C = 1650 x 0,92 x 0,88 x 1 = 1335,84 smp/jam per lajur Maka kapasitas untuk total lajur adalah sebesar 2671,68 smp/jam Arah: Ir. H.Djuanda Atas - Ir. H.Djuanda Bawah C = 1650 x 0,92 x 0.88 x 1 = 1335,84 smp/jam per jalur Maka kapasitas untuk total lajur adalah sebesar 2671,68 smp/jam 3.8.4. Derajat Kejenuhan Derajat Kejenuhan dihitung menurut rumus berikut: DS = Q/C = Volume/ Kapasitas Dari hasil analisa didapat volume maksimum terjadi pada interval 16.00-18.00 WIB pada hari Sabtu tanggal 26 Desember 2009, derajat kejenuhan pada ruas Ir. III-18
H. Djuanda Bawah - Ir. H. Djuanda Atas adalah 1242,20/1335,84 = 0,93. Sedangkan untuk ruas Ir. H. Djuanda Atas - Ir. H. Djuanda Bawah, volume maksimum terjadi pada interval 16.00-18.00 WIB pada hari Minggu tanggal 27 Desember 2009, derajat kejenuhan pada ruas tersebut adalah 1189,72/ 1335,84 = 0,89. 3.9. Data Kecepatan Kendaraan Data kecepatan kendaraan didapat setelah melakukan survey kecepatan pada saat volume jam puncak pada sore hari pukul 16.00 18.00 WIB. Berikut Tabel 3.6 dan Tabel 3.7 merupakan hasil survey kecepatan di ruas jalan Ir. H. Djuanda (Dago), Bandung. Tabel 3.6 Hasil Survey Kecepatan di Ruas Jalan Ir. H. Djuanda Bawah- Ir. H. Djuanda Atas (Dago), Bandung Waktu Tempuh (dtk) Waktu No. Kendaraan Jenis Kendaraan Waktu Tempuh (LV) (jam) 1 27,27 0,00758 16.00-16.15 2 25,66 0,00713 3 23,46 0,00652 1 24,79 0,00689 16.15-16.30 2 23,28 0,00647 3 22,27 0,00619 1 20,56 0,00571 16.30-16.45 2 23,74 0,00659 3 21,87 0,00608 1 21,69 0,00603 16.45-17.00 2 24,11 0,00670 3 28,13 0,00781 1 20,68 0,00574 17.00-17.15 2 24,11 0,00670 3 27,48 0,00763 1 25,65 0,00713 17.15-17.30 2 28,53 0,00793 3 23,88 0,00663 1 20,87 0,00580 17.30-17.45 2 19,65 0,00546 3 28,76 0,00799 17.45-18.00 1 20,32 0,00564 2 27,54 0,00765 III-19
Waktu Tempuh (dtk) Waktu No. Kendaraan Jenis Kendaraan Waktu Tempuh (LV) (jam) 3 23,57 0,00655 Tabel 3.7 Hasil Survey Kecepatan di Ruas Jalan Ir. H. Djuanda Atas- Ir. H. Djuanda Bawah (Dago), Bandung Waktu Tempuh (detik) Waktu Tempuh Waktu No. Kendaraan Jenis Kendaraan Rata-Rata LV (jam) 16.00-16.15 1 27,65 0,00768 2 28,6 0,00794 3 18,6 0,00517 16.15-16.30 1 26,8 0,00744 2 21,26 0,00591 3 20,65 0,00574 16.30-16.45 1 36,39 0,01011 2 20,69 0,00575 3 15,35 0,00426 16.45-17.00 1 33,64 0,00934 2 39,55 0,01099 3 31,48 0,00874 17.00-17.15 1 33,64 0,00934 2 39,55 0,01099 3 31,48 0,00874 17.15-17.30 1 28,69 0,00797 2 30,17 0,00838 3 36,56 0,01016 17.30-17.45 1 26,58 0,00738 2 29,56 0,00821 3 30,11 0,00836 17.45-18.00 1 24,28 0,00674 2 21,67 0,00602 3 20,55 0,00571 Contoh perhitungan kecepatan kendaraan pada lajur jalan, pada periode jam puncak volume lalu lintas yang terjadi. (data survei kecepatan yang digunakan dalam perhitungan adalah kecepatan kendaraan pada urutan pertama; Tabel 4.3 L V= t III-20
100 m = 27,27 det ik = 0,1 km 0,00758 jam = 13,20 km/jam Hasil perhitungan kecepatan dan kecepatan rata-rata ruang (space mean speed) ruas jalan Ir. H. Djuanda Bawah Ir. H. Djuanda Atas, selanjutnya dapat dilihat pada Tabel 4.3. Sedangkan contoh perhitungan kecepatan rata-rata ruang (space mean speed) pada lajur ruas jalan Ir. H. Djuanda diambil pada arah dan jam yang sama dengan perhitungan kecepatan diatas pada pukul 16.00-18.00 WIB. Us = = Ln n t = 1 ti 0,1 x 3 (0,00758 + 0,00713 + 0,652) = 14,14 km/jam 3.10. Biaya Operasi Kendaraan Perhitungan Biaya Operasi Kendaraan dilakukan pada jenis kendaraan pribadi di ruas jalan Ir. H. Djuanda saat terjadi volume maksimum (kecepatan minimum). Parameter parameter yang digunakan dalam menentukan biaya operasi kendaraan ini adalah sebagai berikut : - Bahan Bakar : Rp. 4.500/liter - Pelumas : Rp. 27.000/liter - Ban : Rp. 360.000/buah - Kendaraan Baru : Rp. 148.000.000/unit - Kendaraan Terdepresiasi : Rp. 140.600.000/unit III-21
- Montir : Rp. 80.000 - Kecepatan rata-rata minimum : 15,07 km/jam Contoh perhitungan dilakukan untuk kecepatan = 15,07 km/jam KBB dasar kendaraan = 0,0284x(15,07) 2 3,0644x15,07 + 141,68 = 0,15x Rp. 4500 = Rp. 666,58 Pelumas = 0,0032 (tabel 2.14) = 0,0032 x Rp. 27.000 =Rp 86,40 Ban = ((0,0008848x15,07x4-0,0045333)/1000) x Rp. 360.000 = Rp. 17,57 Suku Cadang = ((0,0000064x15,07+0,0005567)/1000)xRp.148.000.000 = Rp.96,67 Montir = ((0,00362x15,07+0,36267)/1000)xRp.80.000 = Rp. 33,38 Depresiasi = ((1/(2,5x15,07+125))/1000)x Rp. 140.600.000 = Rp.864,30 Bunga Modal = (0,0022/1000)x Rp. 148.000.000 = Rp.325,60 Asuransi = ((38/(500x15,07))/1000)xRp. 148.000.000 = Rp. 746,38 BOK = BBM + Pelumas + Ban + Suku Cadang + Montir + Depresiasi + Bunga Modal + Asuransi = Rp. 2.836,88.- /kend/km III-22