BAB II LANDASAN TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I LANDASAN TEORI. 1.1 Fenomena angin

E =Fu... (1) F = ρav(v-u) BAB II TEORI DASAR. 2.1 Energi Angin. Menurut Kadir (1987) bahwa sebagaimana telah banyak diketahui, angin

BAB II TEORI DASAR. sering disebut sebagai Sistem Konversi Energi Angin (SKEA).

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 DASAR TEORI 2.1 Energi Angin

Desain Turbin Angin Sumbu Horizontal

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENERBITAN ARTIKEL ILMIAH MAHASISWA Universitas Muhammadiyah Ponorogo

ANALISIS TURBIN ANGIN SUMBU VERTIKAL DENGAN 4, 6 DAN 8 SUDU. Muhammad Suprapto

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

Analisa Peletakan Multi Horisontal Turbin Secara Bertingkat

BAB II LANDASAN TORI

Energi angin (Wind Energy) Hasbullah, S.Pd., MT

PRINSIP KERJA TENAGA ANGIN TURBIN SAVOUNIUS DI DEKAT PANTAI KOTA TEGAL

SKRIPSI Skripsi Yang Diajukan Untuk Melengkapi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik EKAWIRA K NAPITUPULU NIM

Studi Eksperimental tentang Karakteristik Turbin Angin Sumbu Vertikal Jenis Darrieus-Savonius

I. PENDAHULUAN. dalam melakukan penggilingan padi, keperluan irigasi, dan kegiatan yang lainnya.

ANALISIS KINERJA KINCIR ANGIN SEDERHANA DENGAN DUA SUDU POROS HORIZONTAL

1. Energi Surya 2. Energi Angin 3. Energi Air 4. Energi Biomassa

Adanya Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Angin yang bisa diaplikasikan di daerah pemukiman tersebut tanpa melalui taman nasional

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II LANDASAN TEORI


RANCANG BANGUN KINCIR ANGIN SAVONIUS UNTUK MEMBANGKITKAN ENERGI LISTRIK SKALA KECIL

STUDI EKSPERIMEN PENGARUH SUDUT PITCH TERHADAP PERFORMA TURBIN ANGIN DARRIEUS-H SUMBU VERTIKAL NACA 0012

Bab IV Analisis dan Pengujian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

Gambar 2.1. Grafik hubungan TSR (α) terhadap efisiensi turbin (%) konvensional

II. TINJAUAN PUSTAKA. A. Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2013

KAJIAN POTENSI ENERGI ANGIN DI DAERAH KAWASAN PESISIR PANTAI SERDANG BEDAGAI UNTUK MENGHASILKAN ENERGI LISTRIK

PENGARUH ANGIN PADA BANGUNAN. 1. Perbedaan suhu yang horisontal akan menimbulkan tekanan.

Pengujian Kincir Angin Horizontal Type di Kawasan Tambak sebagai Energi Listrik Alternatif untuk Penerangan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Z. Sya diyah/bimafika, 2014, 11, ANALISIS POTENSI ANGIN WILAYAH AMBON SEBAGAI ALTERNATIF ENERGI TERBARUKAN BERBASIS WIND ENERGY

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

PENGARUH JUMLAH BLADE DAN VARIASI PANJANG CHORD TERHADAP PERFORMANSI TURBIN ANGIN SUMBU HORIZONTAL (TASH)

BAB I PENDAHULUAN. konsumsi energi itu sendiri yang senantiasa meningkat. Sementara tingginya kebutuhan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISA PEMANFAATAN POTENSI ANGIN PESISIR SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK

BAB III METODOLOGI PENGUKURAN

PENGARUH VARIASI SUDUT BLADE AIRFOIL CLARK-Y FLAT BOTTOM PADA UNJUK KERJA KINCIR ANGIN Horizontal Axis Wind Turbine (HAWT) DENGAN KAPASITAS 500 WATT

Prestasi Kincir Angin Savonius dengan Penambahan Buffle

STUDI EKSPERIMENTAL TURBIN ANGIN SAVONIUS SUDU U DENGAN PENAMBAHAN SUDU NACA 0012

KAJI EKSPERIMENTAL TURBIN ANGIN PEMBANGKIT LISTRIK TIPE SAVONIUS JENIS SPLIT S DENGAN SISTEM MAGNETIC LEVITATION SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF

BAB II LANDASAN TEORI

PENGARUH JUMLAH BLADE TERHADAP KINERJA TURBIN ANGIN SUMBU HORIZONTAL

Available online at Website

PENGGUNAAN BENTUK SUDU SETENGAH SILINDER ELLIPTIK UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI TURBIN SAVONIUS

Turbin angin poros vertikal tipe Savonius bertingkat dengan variasi posisi sudut

PERFORMANSI TURBIN ANGIN SAVONIUS DENGAN EMPAT SUDU UNTUK MENGGERAKKAN POMPA SKRIPSI

PENGARUH SUDUT BLADE TERHADAP KINERJA TURBIN ANGIN SUMBU HORIZONTAL SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB III METODE PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN. yang penulis rancang ditunjukkan pada gambar 3.1. Gambar 3.

START STUDI LITERATUR MENGIDENTIFIKASI PERMASALAHAN. PENGUMPULAN DATA : - Kecepatan Angin - Daya yang harus dipenuhi

DESAIN DAN UJI UNJUK KERJA KINCIR ANGIN ABSTRACT

PENGARUH VARIASI JUMLAH BLADE TERHADAP AERODINAMIK PERFORMAN PADA RANCANGAN KINCIR ANGIN 300 Watt

FIsika USAHA DAN ENERGI

SD kelas 4 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 14. PERUBAHAN LINGKUNGAN FISIK Latihan Soal 14.2

Studi Gaya Drag dan Lift pada Blade Profile NACA 0018 Turbin Arus Laut Sumbu Vertikal

Pembangkit listrik tenaga angin adalah suatu pembangkit listrik yang menggunakan angin sebagai sumber energi untuk menghasilkan energi listrik.

Universitas Sumatera Utara

BAB II LANDASAN TEORI

PEMBANGKIT LISRIK TENAGA ANGIN. Nama : M. Beny Djaufani ( ) Ardhians A. W. ( Benny Kurnia ( Iqbally M.

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PROTOTIPE TURBIN ANGIN SUMBU VERTIKAL TIPE SAVONIUS TUGAS AKHIR

BAB III PERANCANGAN ALAT

TAKARIR. Computational Fluid Dynamic : Komputasi Aliran Fluida Dinamik. : Kerapatan udara : Padat atau pejal. : Memiliki jumlah sel tak terhingga

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

BAB II LANDASAN TEORI

JURNAL TEKNIK PERKAPALAN Jurnal Hasil Karya Ilmiah Lulusan S1 Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro

UNIVERSITAS DIPONEGORO PENGARUH BILANGAN REYNOLD TERHADAP KECEPATAN SUDUT TURBIN GORLOV HYDROFOIL NACA SUDUT KEMIRINGAN 45 TUGAS AKHIR

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Pulau Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo

BAB III METODOLOGI PERHITUNGAN

Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Angin Menggunakan Kincir Angin Sumbu Vertikal untuk Beban Rumah Tinggal

BAB II LANDASAN TEORI

PEMBUATAN KODE DESAIN DAN ANALISIS TURBIN ANGIN SUMBU VERTIKAL DARRIEUS TIPE-H

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN TURBIN ANGIN SUMBU HORIZONTAL TIGA SUDU BERDIAMETER 3,5 METER. Adi Andriyanto

Udara adalah suatu campuran gas yang terdapat pada lapisan yang mengelilingi

Studi Gaya Drag dan Lift pada Blade Profile NACA 0018 Turbin Arus Laut Sumbu Vertikal

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Jurnal Dinamis Vol.II,No.14, Januari 2014 ISSN

BAB I PENDAHULUAN. pikiran terlintas mengenai ilmu mekanika fluida, dimana disitu terdapat

BAB 4 PENGUJIAN, DATA DAN ANALISIS

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

commit to user Gambar 1.1 Profil kecepatan angin yang keluar dari cooling tower

Analisa Bentuk Profile dan Jumlah Blade Vertical Axis Wind Turbine terhadap Putaran Rotor untuk Menghasilkan Energi Listrik

BAB II TEORI DASAR. Angin adalah udara yang bergerak karena adanya perbedaan tekanan udara

Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya

UJI KINERJA TURBIN ANGIN SUMBU VERTIKAL TIPE DARRIEUS-H NACA 0018 MODIFIKASI DENGAN VARIASI SUDUT PITCH 35 0,40 0,45 0,50 0,55 0,60 0

STUDI EKSPERIMENTAL SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK PADA VERTICAL AXIS WIND TURBINE

Transkripsi:

BAB II LANDASAN TEORI.. Pengertian Angin Angin adalah udara yang bergerak dari tekanan udara yang lebih tinggi ke tekanan udara yang lebih rendah. Perbedaan tekanan udara disebabkan oleh perbedaan suhu udara akibat pemanasan atmosfir yang tidak merata oleh sinar matahari. Karena bergerak, angin memiliki energi kinetik. Energi angin dapat dikonversi atau ditransfer ke dalam bentuk energi lain seperti listrik atau mekanik dengan menggunakan kincir atau turbin angin. Oleh karena itu, kincir atau turbin angin sering disebut sebagai Sistem Konversi Energi Angin (SKEA)... Energi Angin Salah satu energi terbarukan yang berkembang pesat di dunia saat ini adalah energi angin. Pemanfaatan energi angin ini, selain dapat mengurangi ketergantungan Pengaruh Attack Of Angle Pada Kincir Angin Blade

terhadap energy fosil, diharapkan juga dapat memjadi pengganti kebutuhan bahan bakar minyak (fosil) sebagai pembangkit energi listrik. Energi angin telah lama dikenal dan dimanfaatkan manusia misalnya pemompaan air untuk irigasi, pembangkit listrik, pengering atau pencacah hasil panen, aerasi tambak ikan/udang, pendingin ikan pada perahu-perahu nelayan dan lain-lain. Dan sebagaimana diketahui, pada asasnya angin terjadi karena ada perubahan suhu antara udara panas dan udara dingin. Di tiap daerah keadaan suhu dan kecepatan angin berbeda. Untuk mengurangi keterbatasan penggunaan evdiperlukan energi-energi alternatif lain sebagai penggantinya. Dalam rangka mencari bentuk-bentuk sumber energi alternatif yang bersih dan terbarukan kembali energi angin mendapat perhatian yang besar. Energi yang dimiliki oleh angin dapat didapat dari persamaan ; W Av 3..(.) Dimana : W = Energi angin (Watt) = Kerpatan udara (kg/m³) A = Area penangkapan angin/cross sectional area (m²) V = Kecepatan angina (m/s) Persamaan diatas merupakan sebuah persamaan untuk kecepatan angin pada turbin yang ideal, dimana dianggap energi angin dapat diekstrak seluruhnya menjadi energi listrik. Namun kenyataannya tidak seperti itu, karena terdapat faktor efisiensi Pengaruh Attack Of Angle Pada Kincir Angin Blade

dari makanik turbin angin dan efisensi dari generator sendiri. Sehingga daya yang dapat diekstrak menjadi energi angin dapat diketahui dari persamaan berikut: W wt wt Av 3 (.) Dimana : = Efisiensi kincir angin (%) wt... Proses Terjadinya Angin dan Alat Pengukur Kecepatan Angin Angin terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara atau perbedaan suhu udara pada suatu daerah atau wilayah. Hal ini berkaitan dengan besarnya energi panas matahari yang di terima oleh permukaan bumi. Pada suatu wilayah, daerah yang menerima energi panas matahari lebih besar akan mempunyai suhu udara yang lebih panas dan tekanan udara yang cenderung lebih rendah. Sehingga akan terjadi perbedaan suhu dan tekanan udara antara daerah yang menerima energi panas lebih besar dengan daerah lain yang lebih sedikit menerima energi panas, akibatnya akan terjadi aliran udara pada wilayah tersebut.contoh contoh alat pengukur angin dapat dilihat pada gambar. Pengaruh Attack Of Angle Pada Kincir Angin Blade

Gambar.. : Alat pengukur angin (Sumber : http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=76&fname=materi.html) Meskipun pada kenyataan angin tidak dapat dilihat bagaimana wujudnya, namun masih dapat diketahui keberadaannya melalui efek yang ditimbulkan pada benda benda yang mendapat hembusan angin. Seperti ketika kita melihat dahan dahan pohon bergerak atau bendera yang berkibar kita tahu bahwa ada angin yang berhembus. Dari mana angin bertiup dan berapa kecepatannya dapat diketahui dengan menggunakan alat alat pengukur angin. Alat alat pengukur angin tersebut adalah :. Anemometer, yaitu alat yang mengukur kecepatan angin.. Wind Vane, yaitu alat untuk mengetahui arah angin. 3. Windsock, yaitu alat untuk mengetahui arah angin dan memperkirakan besar kecepatan angin. Biasanya ditemukan di bandara bandara. Pengaruh Attack Of Angle Pada Kincir Angin Blade

Selain dengan menggunakan alat alat pengukur angin, arah dan kecepatan angin juga dapat diukur/diperkirakan dengan menggunakan tabel Skala Beaufort. Contoh Tabel Skala Beaufort : Skala Satuan Satuan Keadaan di Beaufort Kategori Dalam Dalam Daratan km/jam knots 0 Udara 0 0 Asap bergerak secara vertical Tenang ~ 3 Angin Lemah 9 0 Angin terasa di wajah, daun-daun berdesir, kincir angin bergerak oleh angin 4 Angin Sedang 0-9 -6 Mengankat debu dan menerbarkan kertas; cabang pohon kecil bergerak 5 Angin Segar 6 Angin Kuat 30-39 7- Pohon kecil berayun; gelombang kecil terbentuk di perairan di darat 40-50 -7 Cabang besar bergerak; siulan terdengar pada kabel telepon; payung sulit digunakan 7 Angin Ribut 5-6 8-33 Pohon-pohon bergerak; terasa sulit berjalan melawan arah angin 8 Angin 63-75 34-40 Ranting-ranting patah; semakin Pengaruh Attack Of Angle Pada Kincir Angin Blade

Ribut sulit bergerak maju Sedang 9 Angin Ribut Kuat 76-87 4-47 Kerusakan bangunan mulai muncul; atap rumah lepas; cabang yang lebih besar patah 0 Badai 88-0 48-55 Jarang terjadi didaratan; pohonpohon tercabut; kerusakan bangunan yang cukup parah Badai Kuat 03-7 56-63 Sangat jarang terjadi kerusakan yang menyebar luas + Topan 8 64 Tabel.. Tabel Skala Beufort Pada Angin di Daratan (Sumber : http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=76&fname=materi.html) Pengaruh Attack Of Angle Pada Kincir Angin Blade

. Angle Of Attack Dalam dinamika fluida, angle of attack (AOA), adalah sudut antara garis referensi pada tubuh (sering garis chord dari airfoil) dan vektor yang mewakili gerakan relatif antara tubuh dan cairan melalui mana ia bergerak. Sudut serang adalah sudut antara garis referensi tubuh dan aliran mendekat. Artikel ini berfokus pada aplikasi yang paling umum, sudut serangan dari sayap bergerak atau airfoil melalui udara. Gambar. Pengaruh Angle of Attack pada Center of Pressure dan Center of Gravity Dalam aerodinamis, angle of attack menentukan sudut antara garis chord dari sayap pesawat sayap tetap dan vektor yang mewakili gerakan relatif antara Pengaruh Attack Of Angle Pada Kincir Angin Blade

pesawat dan atmosfer. Karena sayap dapat memiliki twist, garis chord dari sayap seluruh mungkin tidak didefinisikan, sehingga garis referensi alternatif hanya didefinisikan. Seringkali, garis chord dari akar sayap dipilih sebagai garis referensi. Alternatif lain adalah dengan menggunakan garis horizontal pada pesawat sebagai garis referensi (dan juga sebagai sumbu longitudinal) [] Beberapa penulis [] [3] tidak menggunakan chord line sewenang-wenang tetapi menggunakan sumbu angkat nol sebagai gantinya. - nol angle of attack sesuai dengan nol koefisien lift... Distribusi Tekanan Pada Angle Of Attack Dari percobaan yang dilakukan pada model terowongan angin dan pada pesawat ukuran penuh, telah ditetapkan bahwa sebagai aliran udara sepanjang permukaan sayap pada sudut yang berbeda serangan, ada daerah-daerah di sepanjang permukaan di mana tekanan negatif, atau kurang dari atmosfer, dan wilayah di mana tekanan positif, atau lebih besar dari atmosfer. Ini tekanan negatif pada permukaan atas menciptakan kekuatan yang relatif lebih besar di sayap daripada yang disebabkan oleh tekanan positif yang dihasilkan dari udara mencolok permukaan sayap bawah. Gambar 7 menunjukkan distribusi tekanan sepanjang airfoil pada tiga sudut yang berbeda dari serangan. Secara umum, di sudut tinggi serangan pusat tekanan bergerak maju, sementara pada sudut yang rendah serangan pusat tekanan bergerak belakang. Dalam desain struktur sayap, ini pusat perjalanan tekanan sangat penting, karena mempengaruhi posisi airloads dikenakan pada struktur sayap rendah angle-ofserangan kondisi dan tinggi sudut-of-serangan kondisi. Keseimbangan aerodinamis dan kemampuan kendali diatur oleh perbedaan dari pusat tekanan. Pengaruh Attack Of Angle Pada Kincir Angin Blade

Pusat tekanan ditentukan melalui tes terowongan angin dan perhitungan dengan memvariasikan angle serangan sepanjang jangkauan kerja normal. Sebagai angle of attack diubah, sehingga karakteristik berbagai tekanan distribusi. Gambar.3 Tekanan Distribusi Pada Blade Pengaruh Attack Of Angle Pada Kincir Angin Blade

.3. Teori Momentum. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori momentum seperti yang diuraikan dibawah ini. Kinetik Energi dapat ditulis : Vol A D Gambar.4 Teori Momentum K. E. mv...(.) Volume massa udara yang melalui blde turbine (selubung) adalah,disini A adalah cross sectional area,dan D adalahtebalselubung. Sedangkan adalah density udara dalam blade yang didefinisikan sebagai: m Vol Pengaruh Attack Of Angle Pada Kincir Angin Blade

Bilawaktu T diperlukan untuk udara bergerak melalui selubung dengan tebal D tersebut,maka kecepatan blade dapat ditulis sebagai: V diatas dapatditulis kembali dalam bentuk: K. E Vol V ( A D) V ( A V T ) V 3 ( A T ) V...(.) D T,sehingga Pers.(.) Karena satuan daya dalah energy dibagi oleh waktu,jadi daya yang dihasilkan oleh massa udara dalam blade dapat diekptresikan dalam : P wr K. E / T ( V 3 3 A T) V / T A...(.3) Dan setelah dibagi oleh cross sectional area A,didapat: P wr / A V 3...(.4) Perlu dicatat ekpresi diatas menunjukkan bahwa P wr / A hanya tergantung pada Density udara,dan Kecepatan angin. Term P wr / A ini disebut Wind Power Density,dan mempunyai satuan Watt/m..4 Gaya angkat ( Lift force ) Gaya angkat yang diukur pada penelitian ini meliputi gaya angkat pada tiaptiap blade. Gaya angkat diperoleh melalui persamaan dibawah ini : Pengaruh Attack Of Angle Pada Kincir Angin Blade

L C L... V i. A...().5 Gaya geser ( Drag force ) Gaya geser ( drag force ) yang diukur pada penelitian ini meliputi gaya geser pada tiap-tiap blade. Gaya geser diperoleh melalui persamaan dibawah ini : D C D... V i...() Untuk mendapatkan koefisien lift dan koefisien drag maka di gunakan pendekatan grafik seperti yang diperlihatkan pada Gambar dibawah ini : Gambar.5 Koefisien Gaya Angkatdan Gaya Geser terhadap Angle of Attack Pengaruh Attack Of Angle Pada Kincir Angin Blade

.6 Thrust dan Torsi Thrust, torsi dan daya yang diukur berdasarkan pengaruh dari gaya angkat dan gaya geser yang bekerja pada tiap-tiap blade.thrust dan Torsi diperoleh melaluipersamaan dibawah ini,yang terlebih dahulu perlu dicari koefisien thrust dan koefisien torsi : Q T C C L L. cos C.sin...(3) D. sin C.cos...(4) D Sehingga diperoleh : T F T... Vi...(5) Q F Q... Vi...(6) Dan untuk mendapatkan pada rotor, maka : T Q T F. total F F...(7) T total dan F. total QF...(8) Jadi tenaga yang dihasilkan rotor adalah : P Q F.total...(9) Q total dikalikan dengan jumlah blade F Pengaruh Attack Of Angle Pada Kincir Angin Blade

.7 Gaya dan Definisi Blade Section Gambar.3 (a) Gambar.3 (b) Gambar.6 Gaya yang Bekerja pada Blade Section Pengaruh Attack Of Angle Pada Kincir Angin Blade

Gambar.4 (a) Gambar.4 (b) Gambar.7 Definisi Bentuk Blade Section Pengaruh Attack Of Angle Pada Kincir Angin Blade