Hal i. LAKIP-Direktorat Tanaman Semusim 2012

dokumen-dokumen yang mirip
KATA PENGANTAR. LAKIP- Direktorat Tanaman Semusim 2013

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2013

KATA PENGANTAR. Jakarta, Februari 2013 Direktur Tanaman Rempah dan Penyegar. IR. H. AZWAR AB, MSi. NIP

DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN KEMENTERIAN PERTANIAN

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN TAHUN 2011

KATA PENGANTAR. Jakarta, Februari 2013 Direktur Jenderal Perkebunan, Ir. Gamal Nasir,MS Nip

KATA PENGANTAR. Ir. Gamal Nasir, MS Nip

LAKIP-Direktorat Tanaman Semusim 2011

LAKIP (LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH) DIREKTORAT PASCAPANEN DAN PEMBINAAN USAHA TAHUN 2012 KATA PENGANTAR

LAKIP DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN KEMENTERIAN PERTANIAN JAKARTA, FEBRUARI 2012 DIREKTORAT PASCAPANEN DAN PEMBINAAN USAHA

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN KEMENTERIAN PERTANIAN

BAB I PENDAHULUAN LAKIN DIREKTORAT TANAMAN TAHUNAN DAN PENYEGAR

LAKIP. (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Ambon Tahun 2013

KATA PENGANTAR Rencana Strategis Direktorat Jenderal Perkebunan

Jakarta, Januari 2016 Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar. Dr.Ir. Dwi Praptomo Sudjatmiko, MS NIP

KATA PENGANTAR. Jakarta, Januari 2015 Direktur Alat dan Mesin Pertanian, Ir. Suprapti NIP Laporan Kinerja Tahun 2014

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT ALAT DAN MESIN PERTANIAN TA. 2014

KATA PENGANTAR. Jakarta, Januari Pj Direktur Perbenihan Perkebunan. Ir.H. Muhammmad Anas,M.Si NIP

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT PERLUASAN DAN PENGELOLAAN LAHAN TA. 2014

Direktorat Jenderal Perkebunan KATA PENGANTAR

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT PUPUK DAN PESTISIDA TA. 2014

KATA PENGANTAR. Jakarta, Desember Direktur Alat dan Mesin Pertanian, Ir. Bambang Santosa, M.Sc NIP

LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) DIREKTORAT PERLINDUNGAN PERKEBUNAN TAHUN 2012

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT PEMBIAYAAN PERTANIAN TA. 2014

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT PENGELOLAAN AIR IRIGASI TA. 2014

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

LAKIP (LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH) DIREKTORAT TANAMAN TAHUNAN TAHUN LAKIP Direktorat Tanaman Tahunan Tahun 2012 Page 1

LAPORAN KINERJA DIREKTORAT PERLINDUNGAN PERKEBUNAN 2014

RENCANA KEGIATAN DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN TAHUN 2018

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TA DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i. DAFTAR ISI... ii. I. Pendahuluan. 1 A. Latar Belakang. 1 B. Maksud dan Tujuan. 2 C. Sasaran... 2 D. Dasar Hukum...

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT TANAMAN REMPAH DAN PENYEGAR TAHUN 2015

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TA DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN

LAPORAN KINERJA DIREKTORAT PERLINDUNGAN PERKEBUNAN 2016

BAB II RENCANA STRATEJIK

DAFTAR ISI. BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA Perencanaan (Rencana Strategis) Sekretariat. Direktorat Jenderal Perkebunan

PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN KINERJA KEGIATAN PENGELOLAAN SISTEM PENYEDIAAN BENIH TANAMAN PANGAN TRIWULAN I 2016

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2016

KATA PENGANTAR. Ir. Gamal Nasir,MS Nip

PENDAHULUAN. Dinas Perkebunan Provinsi Riau Laporan Kinerja A. Tugas Pokok dan Fungsi

PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN KINERJA KEGIATAN PENGELOLAAN SISTEM PENYEDIAAN BENIH TANAMAN PANGAN TRIWULAN II 2016

Direktorat Jenderal Perkebunan

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2015

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) Direktorat Perlindungan Perkebunan Tahun 2012

Direktorat Jenderal Perkebunan KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR. Semoga laporan ini bermanfaat. Jakarta, 30 Januari Plt. Kepala Biro Perencanaan. Suharyono NIP

(LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH) DIREKTORAT PERLINDUNGAN PERKEBUNAN TAHUN

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT PERLUASAN DAN PENGELOLAAN LAHAN TA. 2013

KATA PENGANTAR. Surabaya, Pebruari 2014 KEPALA DINAS PERKEBUNAN PROVINSI JAWA TIMUR

Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 DIREKTORAT TANAMAN SEMUSIM DAN REMPAH KEMENTERIAN PERTANIAN

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN TA. 2014

LAPORAN KINERJA (LKJ)

Direktorat Jenderal Perkebunan KATA PENGANTAR

Biro Perencanaan KATA PENGANTAR

Kementerian Pertanian KATA PENGANTAR Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Perkebunan Tahun 2016

Berdasarkan Undang-Undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan jangka Panjang Nasional (RPJPN) , bahwa tahun

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2015

DIREKTORAT JENDERAL TANAMAN PANGAN

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN TA. 2012

KATA PENGANTAR. Jakarta, Februari 2012 Direktur Tanaman Tahunan. Ir. Rismansyah Danasaputra, MM NIP

L A K I P - BBP2TP Medan Tahun Page 1

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian

Biro Perencanaan KATA PENGANTAR

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT ALAT DAN MESIN PERTANIAN TA. 2013

DUKUNGAN SUB SEKTOR PERKEBUNAN TERHADAP PELAKSANAAN KEBIJAKAN

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN TAHUN

L A K I P - BBPPTP Medan Tahun 2014 L A K I P - BBP2TP Medan Tahun 2012 KATA PENGANTAR

DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN KEMENTERIAN PERTANIAN

LAPORAN KINERJA TA DITJEN PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN. Kementerian Pertanian. Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian

2

SEKRETARIAT DITJEN. PERKEBUNAN Tahun 2015

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat Tahun 2016 BAB I PENDAHULUAN

LAKIP SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN TAHUN 2011 (LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH)

LAPORAN KINERJA TA. 2014

Laporan Kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan Tahun. Pada bulan Januari 2015 telah disahkan Perjanjian Kinerja (PK) yang dalam

Direktorat Jenderal Perkebunan KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2017, KEPALA DINAS PERKEBUNAN PROVINSI JAWA BARAT,

DINAS PERKEBUNAN LAKIP 2011 PROV. JATIM

Direktorat Jenderal KATA PENGANTAR

Perkebunan Kementerian

BAB 2 Perencanaan Kinerja

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT PUPUK DAN PESTISIDA TA. 2013

I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Sekretariat Jenderal KATA PENGANTAR

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT)

PENINGKATAN PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN TAHUNAN PEDOMAN TEKNIS KOORDINASI KEGIATAN PENGEMBANGAN TANAMAN TAHUNAN TAHUN 2015 (REVISI)

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GRAFIK... DAFTAR LAMPIRAN... RINGKASAN EKSEKUTIF... I. PENDAHULUAN...

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT PENGELOLAAN AIR IRIGASI TA. 2013

BAB. I PENDAHULUAN. untuk menilai Kinerja Dinas Pertanian dan Perkebunan beserta perangkat-perangkatnya.

KATA PENGANTAR. Terima kasih Direktorat Tanaman Semusim Direktur, Dr. Ir. Agus Hasanuddin R., M.Sc NIP

LAPORAN KINERJA DIREKTORAT PASCAPANEN TANAMAN PANGAN TAHUN 2015

KEGIATAN PRIORITAS PENGEMBANGAN PERKEBUNAN TAHUN Disampaikan pada: MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN PERTANIAN NASIONAL Jakarta, 31 Mei 2016

LAKIP 2011 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DIREKTORAT JENDERAL PENATAAN RUANG TAHUN 2011

I. PENDAHULUAN. sektor yang mempunyai peranan yang cukup strategis dalam perekonomian

BAB I PENDAHULUAN. Rencana Kinerja Tahunan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat 2015

Disampaikan pada: RAPAT KOORDINASI TEKNIS PERENCANAAN PEMBANGUNAN PERTANIAN TAHUN 2018 Jakarta, Januari 2017

CAPAIAN INDIKATOR KINERJA KEGIATAN (IKK)

LOG O LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2011

Transkripsi:

Hal i

KATA PENGANTAR Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) merupakan laporan kinerja tahunan yang berisi pertanggung jawaban unit kinerja Esselon II dalam mencapai tujuan atau sasaran strategis. LAKIP Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2012 disusun dalam rangka perwujudan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor : 61/Permentan/OT.140/10/2010 tanggal 14 Oktober 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja. Pada bulan Januari Tahun 2012 telah disahkan Penetapan Kinerja (PK) yang merupakan dokumen pernyataan Kinerja antara Direktur Jenderal Perkebunan dan Direktorat Tanaman Semusim dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah yang meliputi : (a) Pencapaian Swasembada Gula Nasional; (b) Pengembangan Komoditas Ekspor; (c) Pengembangan Komoditas Pemenuhan Konsumsi Dalam Negeri; dan (d) Pengembangan Tanaman Semusim lainnya. Penyerapan anggaran kegiatan Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Semusim sebesar Rp.232.075.354.000,- dapat terealisasi sebesar Rp.225.585.428.000,- atau mencapai 97,20%. Secara rinci output kegiatan utama peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman semusim Tahun 2012 sebagaimana tercantum dalam dokumen Penetapan Kinerja (PK) adalah : (1) perluasan tanaman tebu seluas 6.965 ha dengan realisasi keuangan sebesar 98,68%, (2) Penanaman tanaman kapas seluas 9.565 ha dengan realisasi keuangan sebesar 98,68% dan (3) Penanaman tanaman nilam seluas 174 ha dengan realisasi keuangan sebesar 99,99%. Dokumen LAKIP Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2012 tersusun berkat dukungan dan partisipasi semua pihak, sehingga laporan ini diselesaikan dengan baik. Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih semoga dokumen ini dapat menjadi pertanggungjawaban kinerja Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2012. Hal i

IKHTISAR EKSEKUTIF Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2012 dibuat dalam rangka mewujudkan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sebagaimana yang tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 61/Permentan/OT.140/10/2010 tanggal 14 Oktober 2010 tentang tata Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian. Direktorat Tanaman Semusim adalah unsur pelaksana pada Direktorat Jenderal Perkebunan yang di pimpin oleh Direktur dan bertanggung jawab kepada Direktorat Jenderal Perkebunan. LAKIP Direktorat Tanaman Semusim disusun sesuai dengan instruksi Presiden Replublik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan dalam penyusunannya mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN & RB) Nomor 29 Tahun 2010 tanggal 31 Desember 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Berdasarkan Rencana Strategis Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2010-2014, Direktorat Tanaman Semusim mempunyai tujuan adalah : (1) Mendorong peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman semusim, peningkatan efesiensi dan keberlanjutan usaha; (2) Memfasilitasi peningkatan kemampuan, kemanidirian dan profesionalisme pelaku usaha produksi perkebunan tanaman semusim terutama petani perkebunan (pekebun); (3) Meningkatkan hubungan sinergis antar pelaku usaha agribisnis perkebunan tanaman semusim; (4) Mendorong penyediaan lapangan kerja dan kesempatan berusaha melalui optimalisasi pemanfaatan lahan dan pengembangan agribisnis perkebunan tanaman semusim yang berkelajutan dan berwawasan lingkungan; dan (5) Memfasilitasi peningkatan kontribusi perkebunan tanaman semusim dalam Hal ii

mengembangkan perekonomian wilayah melalui pendekatan kawasan pengembangan perkebunan. Untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan, maka sasaran stategis yang akan dicapai Direktorat tanaman Semusim dalam Tahun 2012 adalah : meningkatnya luas areal tanaman semusim melalui upaya tersedianya pedoman umum dan teknis, terbinanya kelembagaan petani, peningkatan tambahan tenaga kerja dan terfasilitasinya pertumbuhan perekonomian di wilayah pedesaan. Kegiatan pembangunan tanaman semusim dilaksanakan berdasarkan skala prioritas, agar sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien untuk memecahkan permasalahan yang ada secara komprehensif. Atas dasar skala prioritas tersebut maka tahun 2012 fokus kegiatan Direktorat Tanaman Semusim ada 3 (tiga) yaitu : (1) Swasembada Gula Nasional; (2) Pengembangan Komoditas Ekspor; (3) Pengembangan Komoditas Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri. Pengukuran kinerja berdasarkan capaian sasaran output kegiatan yang dibiayai dari dana APBN berupa luas areal untuk Tahun 2012 adalah sebagai berikut: 1) Fokus kegiatan pencapaian swasembada gula nasional berupa perluasan (ekstensifikasi) tanaman tebu, dari target seluas 6.965 ha telah terealisasi seluas 6.875 ha atau 98%. 2) Fokus kegiatan pengembangan komoditas ekspor berupa penanaman nilam dari target seluas 174 ha telah terealisasi seluas 174 ha atau %. 3) Fokus kegiatan pengembangan komoditas pemenuhan konsumsi dalam negeri berupa penanaman tanaman kapas dari target seluas 9.565 ha telah terealisasi seluas 9.565 ha atau %. Tahun 2012 Direktorat Tanaman Semusim mendapat alokasi anggaran untuk kegiatan Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Hal iii

Mutu Tanaman Semusim sebesar Rp.232.075.354.000,- dan terserap sebesar Rp.225.585.428.000,- atau (97,20%). Output kegiatan utama peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman semusim Tahun 2012 secara rinci adalah sebagai berikut : 1) Perluasan tanaman tebu seluas 6.965 ha dengan anggaran sebesar Rp. 129.095.855.000,- dilaksanakan di 11 Provinsi 57 Kabupaten yaitu : Jawa Barat (6 Kabupaten), Jawa Tengah (29 Kabupaten), D.I.Yogyakarta (4 Kabupaten), Jawa Timur (6 Kabupaten), Sumatera Utara (2 Kabupaten ), Sumatera Selatan (2 Kabupaten), Lampung (1 Kabupaten), Sulawesi Selatan (4 Kabupaten), Gorontalo (1 Kabupaten), Aceh (1 Kabupaten) dan Papua (1 Kabupaten), dengan capaian realisasi fisik seluas 6,875 ha (98%) dan realisasi keuangan sebesar Rp. 127.389.516.000,- (98,68%). 2) Penanaman tanaman kapas seluas 9.565 ha dengan anggaran sebesar Rp. 12.312.485.000,- dilaksanakan di 7 Provinsi dan 29 Kabupaten yaitu : Jawa Tengah (3 Kabupaten), D.I.Yogyakarta (1 Kabupaten), Jawa Timur (6 kabupaten), Bali (3 Kabupaten), Nusa Tenggara Barat (5 Kabupaten), Nusa Tenggara Timur (3 Kabupaten) dan Sulawesi Selatan (8 Kabupaten) dengan capain realisasi fisik seluas 9.565 ha (%) dan realisasi keuangan sebesar Rp 12.311.653.000,- (99,99%). 3) Penanaman tanaman nilam seluas 174 ha dengan anggaran sebesar Rp. 2.616.000.000,- dilaksanakan di 10 Provinsi dan 16 kabupaten yaitu: Jawa Barat (3 kabupaten), Jawa Tengah (2 Kabupaten), D.I.Yogyakarta (2 Kabupaten), Jawa Timur (1 Kabupaten), Sumatera Utara (1 Kabupaten), Sumatera Barat (2 Kabupaten), Jambi (1 Kabupaten), Lampung (1 Kabupaten), Bali (2 Kabupaten) dan Gorontalo (1 Kabupaten) dengan capaian realisasi fisik seluas 174 ha Hal iv

(%) dan realisasi keuangan sebesar Rp. 2.615.680.000,- (99,99%). Permasalahan yang mengakibatkan kurang efektif dalam pencapaian sasaran pembangunan tanaman semusim Tahun 2012 secara umum adalah adanya anomali iklim yang memberi dampak negatif tehadap pelaksanaan kegiatan dan penanaman tebu asal kultur jaringan, keterbatasan lahan untuk pengembangan tebu, kurang trampil beberapa kelompok tani terhadap benih asal kultur jaringan serta tidak seimbangnya antara ketersediaan benih kapas dan pelaksanaan pengembangan kapas. Hal tersebut mengakibatkan capaian kegiatan Direktorat Tanaman Semusim tidak terealisasi %. Hal v

DAFTAR ISI IKHTISAR EKSEKUTIF. DAFTAR TABEL. DAFTAR LAMPIRAN. Halaman BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1. Latar Belakang... 1 1.2. Organisasi.. 2 BAB II PERENCAAN DAN PERJANJIAN KINERJA... 5 2.1. Perencanaan Kinerja (Rencana Stratejik) Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2010 2014. 2.1.1. Visi Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2010 2014 2.1.2. Misi Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2010 2014.. 2.1.3. Tujuan Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2010 2014. 2.1.4. Sasaran Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2010 2014.. 2.1.5. Arah Kebijakan Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2010 2014 2.1.6. Strategi Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2010 2014. 2.1.7. Program Kegiatan Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2010 2014 2.1.8. Fokus Kegiatan yang terkait denan Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2010 2014. 2.2. Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2012 12 2.2.1. Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Semusim Tahun 2012... ii viii ix 7 10 5 5 6 6 9 10 11 13 Hal vi

2.2.2. Sasaran Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2012 2.2.3. Kegiatan Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2012... 2.2.4. Fokus Kegiatan Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2012... 2.3. Penetapan Kinerja... 17 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA... 19 3.1. Pengukuran Kinerja Capaian Sasaran Kegiatan (Output).. 3.2. Evaluasi Sasaran Pembangunan Tanaman Semusim Tahun 2012... 3.3. Akuntabilitas Keuangan 23 3.4. Permasalahan dan Upaya Penyelesaian... 27 3.4.1. Permasalahan... 27 3.4.2. Upaya Penyelesaian... 28 BAB IV PENUTUP.. 30 4.1. Kesimpulan 30 4.2. Saran Rekomendasi 32 14 16 17 20 22 Hal vii

DAFTAR TABEL Tabel 1 : Tabel 2 : Tabel 3 : Halaman Perkembangan Luas Areal Komoditas Tanaman Semusim Tahun 2012 20 Capaian Kinerja Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2012. 22 Rincian Realisasi Serapan Anggaran Kegiatan Utama Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Semusim dan Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Perkebunan Berkelanjutan Tahun 2012.... 25 Hal viii

DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1 : Pengukuran Kinerja Direktorat Jenderal Perkebunan 34 Lampiran 2 : Pengukuran Kinerja Tahun 2012. 35 Hal ix

Hal 1

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan perkebunan mempunyai peranan penting dan strategis dalam perekonomian nasional terutama dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, penerima devisa dan pendapatan negara, penyediaan lapangan kerja, pemenuhan kebutuhan pasar, baik dalam maupun luar negeri, penyediaan bahan baku industri serta optimalisasi pengelolaan sumberdaya alam secara berkelanjutan. Pembangunan perkebunan khususnya tanaman semusim ke depan dihadapkan kepada berbagai tantangan, seperti terjadinya berbagai perubahan dan perkembangan lingkungan yang sangat dinamis serta berbagai persoalan mendasar seperti adanya tekanan globalisasi dan liberalisasi pasar. Pembangunan perkebunan tanaman semusim diarahkan pada upaya untuk meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu tanaman melalui fasilitasi penyediaan sarana dan prasarana produksi, pemberdayaan petani, penataan kelembagaan, pelayanan data dan informasi serta meningkatkan peran tanaman semusim. Dalam rangka mewujudkan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta pengelolaan sumberdaya, kebijakan dan program bagi instansi pemerintah, maka diperlukan sistem akuntabilitas yang memadai. Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Hal 1

Instansi Pemerintah ( LAKIP ) didasarkan atas Rencana Strategis (Renstra), Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Penetapan Kinerja (PK). Lakip disusun berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor: 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dalam penyusunannya mengacu pada Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah sebagaimana yang ditetapkan dalam Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia No.239/IX/6/8/2003 tanggal 25 Maret 2003 yang disempurnakan dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPAN & RB) Nomor: 29 Tahun 2010 tanggal 31 Desember 2010 dengan Format yang terdiri dari: 1) Ikhtisar Eksekutif; 2) Bab I Pendahuluan; 3) Bab II Perencanaan dan Perjanjian Kinerja; 4) Bab III Akuntabilitas Kinerja; 5) Bab IV Penutup dan lampiran. 1.2. Organisasi Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 61/Permentan/OT.140/10/2010 tanggal 14 Oktober 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Pertanian bahwa Direktorat Jenderal Perkebunan adalah unsur pelaksana pada Kementrian Pertanian yang bertanggung jawab kepada Menteri Pertanian. Dalam melaksanakan tugasnya, Direktorat Jenderal Perkebunan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang perkebunan. Hal 2

Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Perkebunan terdiri dari Sekretariat Direktorat Jenderal, Direktorat Tanaman Semusim, Direktorat Tanaman Rempah Penyegar, Direktorat Tanaman Tahunan, Direktorat Perlindungan Perkebunan dan Direktorat Pascapanen dan Pembinaan Usaha. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian tersebut maka Direktorat Tanaman Semusim mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan, norma, standar, prosedur dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tanaman semusim. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Direktorat Tanaman Semusim menyelenggarakan fungsi : a. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang identifikasi dan pendayagunaan sumber daya, perbenihan, budidaya serta pemberdayaan dan kelembagaan tanaman semusim; b. Pelaksanaan kebijakan di bidang identifikasi dan pemberdayagunaan sumber daya, perbenihan, budidaya serta pemberdayaan dan kelembagaan tanaman semusim; c. Penyusunan, norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang identifikasi dan pemberdayagunaan sumber daya, perbenihan, budidaya serta pemberdayaan dan kelembagaan tanaman semusim; Hal 3

d. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang identifikasi dan pemberdayaan sumber daya, perbenihan, budidaya serta pemberdayaan dan kelembagaan tanaman semusim; dan e. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Tanaman Semusim. Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya Direktorat Tanaman Semusim didukung oleh 4 (empat) Sub Direktorat yaitu : (1) Sub Direktorat Indentifikasi dan Pendayagunaan Sumber Daya; (2) Sub Direktorat Perbenihan; (3) Sub Direktorat Budidaya; (4) Sub Direktorat Pemberdayaan dan Kelembagaan Tanaman Semusim. Selain hal tersebut diatas Direktorat Tanaman Semusim mempunyai modal berupa kekuatan yaitu: (a) tersedianya SDM Direktorat Tanaman Semusim sejumlah 60 orang dengan tingkat pendidikan S3, S2, S1, SLTA, SLTP ; (b) tersedianya rumusan kebijakan dan bimbingan teknis dan evaluasi bidang indentifikasi dan pendayagunaan sumber daya, perbenihan, budidaya, pemberdayaan dan kelembagaan tanaman semusim yang merupakan pelaksanaan fungsi dari Direktorat Tanaman Semusim dalam mendukung fasilitasi pengembangan pembangunan perkebunan. Hal 4

Hal 1

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 2.1. Perencanaan Strategis Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2010-2014 Untuk mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran, implementasi kebijakan pembangunan tanaman semusim, strategi dan rencana aksi yang akan ditempuk selama Tahun 2010-2014 adalah mengoptimalkan peran organisasi Direktorat Tanaman Semusim dalam memfasilitasi pengembangan usaha budidaya tanaman semusim dan peningkatan peran kelembagaan perkebunan. 2.1.1. Visi Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2010-2014 Dalam rangka mencapai visi pembangunan perkebunan Tahun 2010 2014 dari bidang budidaya tanaman semusim, maka visi Direktorat Tanaman Semusim adalah : Menjadi fasilitator dan dinamisator terpercaya dalam memberikan pelayanan prima pengembangan usaha budidaya Tanaman Semusim perkebunan yang efisien, produktif, berdayasaing dan berkelanjutan. 2.1.2. Misi Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2010-2014 Hal 5

Dalam upaya mendukung dan berkontribusi secara nyata pada pencapaian misi pembangunan perkebunan Tahun 2010-2014, maka Direktorat Tanaman Semusim menetapkan misinya sebagai berikut : 1) Mendorong upaya peningkatan produksi dan produktivitas usaha budidaya tanaman semusim; 2) Memfasilitasi terwujudnya integrasi antar pelaku usaha budidaya tanaman semusim dengan pendekatan kawasan; 3) Memotivasi penerapan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kondisi lokal; 4) Mendorong penumbuhan dan pemberdayaan kelembagaan petani. 2.1.3 Tujuan Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2010-2014 Dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pembangunan perkebunan Tahun 2010-2014 sebagaimana telah ditetapkan dalam Rencana Strategis Pembangunan Perkebunan 2010-2014, maka kontribusi Direktorat Tanaman Semusim difokuskan dalam upaya untuk: Hal 6

1) Mendorong peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman semusim, peningkatan efisiensi dan berkelanjutan usaha; 2) Memfasilitasi peningkatan kemampuan, kemandirian dan profesionalisme pelaku usaha produksi perkebunan tanaman semusim, terutama petani perkebunan (pekebun); 3) Meningkatkan hubungan sinergis antar pelaku usaha agribisnis perkebunan tanaman semusim; 4) Mendorong penyediaan lapangan kerja dan kesempatan berusaha melalui optimalisasi pemanfaatan lahan dan pengembangan agribisnis perkebunan tanaman semusim yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan; 5) Memfasilitasi peningkatan kontribusi perkebunan tanaman semusim dalam mengembangkan perekonomian wilayah melalui pendekatan kawasan pengembangan perkebunan. 2.1.4. Sasaran Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2010-2014 Untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan, maka Sasaran pembangunan perkebunan komoditas unggulan tanaman semusim Tahun 2010 2014 secara umum dilihat dari luas areal, produksi dan produktivitas adalah sebagai berikut: Hal 7

1) Luas areal komoditas unggulan terdiri dari tebu, kapas, nilam dan tembakau. Diproyeksikan tumbuh rata-rata sebesar 11,31% per Tahun dari 698,64 ribu hektar pada Tahun 2010 menjadi 1.014,61 ribu hektar pada Tahun 2014, kecuali tembakau yang luasnya diproyeksikan konstan yaitu sekitar 205 ribu hektar sampai dengan Tahun 2014. Target luas areal komoditas perkebunan tanaman semusim pada Tahun 2012 seluas 872,85 ribu hektar. 2) Produksi 3 komoditas unggulan perkebunan tanaman semusim : tebu, kapas dan nilam diproyeksikan tumbuh rata-rata sebesar 21,07% per Tahun dari 3.294,25 ribu ton pada Tahun 2010 menjadi 6.071,00 ribu ton pada Tahun 2014. Target produksi pada Tahun 2012 sebesar 4.725,2 ribu ton. 3) Produktivitas 3 komoditas unggulan perkebunan tanaman semusim : tebu, kapas dan nilam diproyeksikan tumbuh rata-rata sebesar 4,88% per Tahun dari 14.586 Kg/ha pada Tahun 2010 menjadi 17.433 Kg/ha pada Tahun 2014. Target produksi pada Tahun 2012 sebesar 16.350 Kg/ha. Hal 8

2.1.5. Arah Kebijakan Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2010-2014 Guna mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran Direktorat Tanaman semusim, sesuai dengan ruang lingkup tugas pokok dan fungsi, serta memperhatikan arah kebijakan pembangunan perkebunan Tahun 2010-2014 maka kebijakan Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2010-2014 dirumuskan dalam kebijakan umum dan kebijakan teknis sebagai berikut: 1) Kebijakan umum Direktorat Tanaman semusim adalah : Mendorong dan memfasilitasi peningkatan pelayanan untuk pengembangan usaha budidaya tanaman semusim perkebunan. 2) Kebijakan teknis tanaman semusim adalah: Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman semusim melalui: (a) pengembangan komoditas tanaman semusim dengan memanfaatkan potensi yang ada berbasis sumberdaya lokal, pengembangan IPTEK dan memperhatikan kelestarian sumberdaya alam; (b) peningkatan kemampuan SDM ; (c) pengembangan kelembagaan dan kemitraan usaha; Hal 9

(d) peningkatan investasi usaha tanaman semusim sesuai kaidah pengelolaan SDA dan lingkungan hidup dan; (e) pengembangan sistem informasi tanaman semusim. 2.1.6. Strategi Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2010-2014 Untuk mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran serta implementasi kebijakan pembangunan tanaman semusim, strategi dan rencana aksi yang akan ditempuh selama Tahun 2010-2014 adalah mengoptimalkan peran organisasi Direktorat Tanaman Semusim dalam memfasilitasi pengembangan usaha budidaya tanaman semusim dan peningkatan peran kelembagaan perkebunan melalui : (1) pengembangan komoditas tanaman semusim; (2) peningkatan SDM; (3) pengembangan kelembagaan petani dan kemitraan usaha; (4) peningkatan investasi usaha dan; (5) pengembangan sistem informasi manajemen. 2.1.7. Program Kegiatan Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2010-2014 Berdasarkan hasil restrukturisasi program dan kegiatan sesuai edaran bersama Menteri Keuangan Hal 10

nomor: SE-1848/MK/2009 dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas nomor: 0142/M.PPN/06/2009 tanggal 19 Juni 2009, yang mengamanatkan setiap Eselon I mempunyai satu program yang mencerminkan nama Eselon I yang bersangkutan dan setiap Eselon II hanya mempunyai dan tanggung jawab terhadap pelaksanaan satu kegiatan dengan demikian indikator kinerja unit Eselon I adalah outcame dan indikator kinerja unit Eselon II adalah Output. Dengan demikian yang menjadi tanggung jawab Direktorat Tanaman semusim, yang merupakan cerminan dari tugas pokok dan fungsi adalah: peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman semusim. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memfasilitasi dan mendorong upaya-upaya untuk meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu tanaman semusim melalui intensifikasi, ekstensifikasi dan diversifikasi yang didukung oleh perlindungan perkebunan dan penanganan gangguan usaha serta pelayanan organisasi secara optimal dan prioritas kegiatan adalah membina, mengawal dan memberikan bimbingan teknis pengembangan tanaman semusim. 2.1.8. Fokus Kegiatan Direktorat tanaman semusim Tahun 2010-2014 Kegiatan pembangunan tanaman semusim dilaksanakan berdasarkan skala prioritas, agar Hal 11

sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien untuk memecahkan permasalahanpermasalahan yang ada secara komprehensif. Atas dasar skala prioritas, Direktorat Jenderal Perkebunan telah menetapkan tujuh fokus kegiatan pembangunan perkebunan sebagai berikut : 1) Revitalisasi perkebunan; 2) Swasembada Gula Nasional; 3) Penyediaan bahan tanaman sumber bahan bakar nabati (bio-energi); 4) Gerakan peningkatan produksi dan mutu kakao nasional; 5) Pengembangan komoditas ekspor; 6) Pengembangan komoditas pemenuhan kebutuhan dalam negeri; 7) Dukungan pengembangan tanaman perkebunan berkelanjutan. Dari semua fokus kegiatan yang terkait dengan Direktorat Tanaman Semusim adalah fokus nomor 2 yaitu swasembada gula nasional, nomor 5 yaitu pengembangan komoditas ekspor dan nomor 6 yaitu pengembangan komositas pemenuhan kebutuhan dalam negeri. 2.2. Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2012 Rencana Kerja Tahunan 2012 secara detail yang meliputi sasaran strategis, indikator kinerja dan target dapat di lihat Hal 12

pada Formulir RKT berikut : RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) Unit Organisasi Eselon II : Direktorat Tanaman Semusim Tahun Anggaran : 2012 Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target 1 2 3 Terfasilitasinya pengembangan budidaya semusim Kapas, dan Nilam) tanaman (Tebu, Tembakau 1. Swasembada Gula Nasional - Tebu (000 ha) 2. Pengembangan Komoditas Pemenuhan Dalam Negeri - Kapas (000 ha) Konsumsi 3. Pengembangan Komoditas Ekspor - Tembakau (000 ha) - Nilam (000 ha) 4. Dukungan Pengembangan Tanaman Berkelanjutan Perkebunan - Integrasi tanaman semusim ternak (paket) 632 20 205 16 2.2.1. Program Kegiatan Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2012 Program pembanguan kegiatan Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2012 merupakan penjabaran dari program pembangunan perkebunan Tahun 2010-2014 yaitu : Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman semusim. 6 Hal 13

2.2.2. Sasaran pembangunan Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2012. Sasaran pembangunan Direktorat Tanaman Semusim adalah sebagai berikut: 1) Luas areal tanaman tebu; 2) Luas areal tanaman kapas; 3) Luas areal tanaman tembakau; 4) Luas areal nilam. Untuk mengukur kinerja pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan tanaman semusim, berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 49/Permentan/OT.140/8/2012 tanggal 15 Agustus 2012 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) di Lingkungan Kementrian Pertanian Tahun 2010-2014, maka telah ditetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) Direktorat Tanaman Semusim sesuai dengan tugas dan fungsinya : 1) Tugas : Melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan, norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tanaman semusim. Hal 14

2) Fungsi : (a) Penyiapan perumusan kebijakan di bidang indentifikasi dan pendayagunaan sumber daya, perbenihan, budidaya serta pemberdayaan dan kelembagaan tanaman semusim; (b) Pelaksanaan kebijakan di bidang identifikasi dan pendayagunaan sumber daya, perbenihan, budidaya serta pemberdayaan dan kelembagaan tanaman semusim; (c) Penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang identifikasi dan pemberdayagunaan sumber daya, perbenihan, budidaya serta pemberdayaan dan kelembagaan tanaman semusim; (d) Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang identifikasi dan pemberdayaan sumber daya, perbenihan, budidaya serta pemberdayaan dan kelembagaan tanaman semusim; dan (e) Pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Tanaman Semusim. 3) Sasaran dan Indikator Kinerja Utama (IKU): Hal 15

No Sasaran Indikator Kinerja Sumber Data 1 Peningkatan luas areal tanaman semusim 1. Luas areal Tebu 2. Luas areal Kapas 3. Luas areal Nilam 4. Luas Areal Tembakau Dinas yang membidangi perkebunan tingkat Provinsi, Kab/Kota Dinas yang membidangi perkebunan tingkat Provinsi, Kab/Kota. Dinas yang membidangi perkebunan tingkat Provinsi, Kab/Kota Dinas yang membidangi perkebunan tingkat Provinsi, Kab/Kota 2.2.3. Kegiatan Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2012 Untuk melaksanakan kegiatan pembangunan tanaman semusim Tahun 2012 mendapat alokasi dana dari APBN sebesar Rp. 226.523.654.000,- dana tersebut untuk melaksanakan 3 (tiga) kegiatan utama pembangunan tanaman semusim yang dilaksanakan di daerah berupa dana tugas pembantuan (TP) Provinsi dan Kabupaten. Adapun kegiatan utama tersebut adalah: 1) Perluasan Tanaman Tebu seluas 6.965 ha; 2) Perluasan Tanaman Nilam seluas 174 ha; 3) Penanaman Kapas seluas 9,565 ha. Hal 16

2.2.4. Fokus Kegiatan Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2012 Fokus kegiatan Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2012 merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dengan fokus kegiatan Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2010-2014 adalah sebagai berikut : 1) Swasembada Gula Nasional; 2) Pengembangan Komoditas Pemenuhan Konsumsi Dalam Negeri; 3) Pengembangan Komoditas Ekspor; 4) Dukungan Pengembangan Tanaman Perkebunan Berkelanjutan. 2.3. Penetapan Kinerja Dokumen Penetapan Kinerja (PK) merupakan dokumen perjajian kinerja antara atasan dan bawahan dalam mewujudkan suatau capaian kinerja pembangunan, serta indikator kinerja yang menggambarkan keberhasilan pencapaiannya berupa output. Direktorat Tanaman Semusim dalam melaksanakan pembangunan perkebunan Tahun 2012 dengan program utama yaitu : Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Semusim mendapat alokasi dana APBN sebesar Rp. 238.171.139.000,- namun berjalannya waktu akibat penghematan dana tersebut berkurang menjadi Rp.232.075.354.000,-. Hal 17

Sasaran strategis dan indikator kinerja serta target yang telah disusun dalam Format Penetapan Kinerja (PK) Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2012 sebagai berikut : Hal 18

Hal 1

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 3.1. Pengukuran Kinerja Setiap akhir Tahun Anggaran dan berakhirnya kegiatan, Direktorat Tanaman Semusim melakukan Pengukuran Kinerja. Pengukuran pencapaian target kinerja dilakukan dengan membandingkan antara target kinerja dengan realisasi kinerja dengan menggunakan Format Pengukuran Kinerja yang ditetapkan dalam Perman-PAN dan RB No.29 Tahun 2010. Untuk mengukur keberhasilan kinerja sesuai kesepakatan di lingkup Kementrian Pertanian di tetapkan 4 (empat) kategori keberhasilan yaitu : 1) Sangat Berhasil ( capaian > %); 2) Berhasil (capaian 80% - %); 3) Cukup Berhasil (capaian 60% 79%); dan 4) Tidak Berhasil (capaian < 60%) dari target sasaran. 3.1.1. Pengukuran Kinerja Terhadap Capaian Sasaran Kegiatan (Outputs) Direktorat Tanaman Semusim. Pengukuran Kinerja yang di tandatangani antar Pejabat Eselon II dan Direktur Jederal Perkebunan berupa outputs yang diwujudkan dalam luas areal komoditas. Hal 19

Target yang dipergunakan adalah Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2012 yang merupakan bagian dari target dalam Renstra Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2010-2014. Berikut rincian luas areal per komoditas sebagaimana Tabel 1: Tabel 1. : Perkembangan Luas Areal Komoditas Tanaman Semusim Tahun 2008 2012 Capaian luas areal (ha) No Komoditas 1. Laju Pertumb. 2008 2009 2010 2011 2012 Tebu 436.504 416.630 418.259 450.297 451.191 0,84 2. Kapas 11.729 12.622 10.194 10.238 9.565-4.61 3. Nilam 22.132 24.498 24.472 28.008 29.381 8.19 4. Tembakau 196.627 204.218 216.271 228.770 249.781 6.76 Jumlah 666.992 657.968 669.196 717.313 739.918 2.73 Per th (%) Sumber : Renstra Direktorat Jenderal Perkebuna, Tahun 2010-2014 3.1.2. Pengukuran Kinerja Terhadap Capaian Sasaran Kegiatan yang dibiayai dengan APBN Pada Tahun 2012 Direktorat Tanaman Semusim mendapat alokasi dana yang tertuang dalam DIPA/POK sebesar Rp. 238.171.139.000,-, namun dalam Tahun berjalan terjadi penghematan anggaran sehingga anggaran Direktorat Tanaman Semusim berkurang menjadi Rp. 232.075.354.000,-. Sasaran straregis dalam penetapan kinerja Direktorat Tanaman Semusim adalah terlaksananya Hal 20

pengembangan tanaman semusim yang meliputi tebu, kapas, tembakau dan nilam seluas 18.726,66 ha dengan realisasi seluas 18.573,97 ha (99,18%). Outputs kegiatan pada Tahun 2012 adalah sebagai berikut : 1) Swasembada Gula Nasional melalui peluasan tanaman tebu, pembangunan kebun bibit datar (KBD)/Kultur Jaringan dari target seluas 7.718 ha telah terealisasi seluas 7.571 ha atau tercapai 98,10%; 2) Pengembangan Komoditas Ekspor pembangunan penangkar melalui benih nilam, penanaman nilam dari target seluas 182 ha telah terealisasi seluas 182 ha atau tercapai %; 3) Pengembangan Komoditas Pemenuhan Konsumsi Dalam Negeri melalui penanaman tanaman kapas, penanaman tanaman semusim lainnya dari target seluas 9.565 ha telah terealisasi seluas 9.565 ha atau tercapai %. Untuk mengetahui secara rinci dapat dilihat formulir pengukuran kinerja Tahun 2012 (Lampiran 1) Hal 21

3.2. Evaluasi Kinerja terhadap Capaian Sasaran Kegiatan Tanaman Semusim Tahun 2012 Evaluasi Kinerja terhadap capaian sasaran kegiatan dalam LAKIP adalah capaian kinerja luas areal. Jika diukur berdasarkan Rencana Kerja Tahunan/ Penetapan Kinerja Tahun 2012, secara umum capaian kinerja luas areal untuk 4 komoditas unggulan mencapai 739.918 ha dari target 693.297 ha atau mencapai 106,72%. capain tertinggi pada komoditas nilam 183,63%, tembakau 121,84%, tebu 99,76% dan yang tidak mencapai target adalah komoditas kapas dengan capaian 47,83 %. Realisasi kinerja luas areal tanaman semusim jika dibandingkan dengan target Renstra 2010-2014 sudah melebihi target yaitu mencapai105,06 %. Rincian secara detai dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Capaian Kinerja Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2012. No 1 2 3 4 Komoditas Tebu Kapas Nilam Tembakau Total Luas Areal (ha) 2011 Target Renstra 20102014 450.297 456.297 10.238 25.000 28.008 18.000 228.770 205.000 717.313 704.297 RKT/PK 2012 Realisasi 2012 Realisasi Kinerja thd (%) Capaian Target RKT/PK 2011 Renstra 2012 452.297 20.000 16.000 205.000 693.297 451.191 9.565 29.381 249.781 739.918,20 93,43 104,90 109,18 103,15 98.88 38.26 163.23 121.84 105,06 99.76 47.83 183.63 121.84 106,72 Sumber : Renstra Direktorat Tanaman Semusim, Tahun 2010-2014 Hal 22

3.3. Akuntabilitas Keuangan Tahun 2012 Direktorat Tanaman Semusim mendapat alokasi anggaran untuk kegiatan Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Rp.232.075.354.000,- dan Semusim terserap sebesar sebesar Rp.225.585.428.000,- (97,20%), realisasi tidak mencapai % hal tersebut disebabkan terutama ada beberapa kabupaten yang dananya di kembalikan ke kas negara dengan alasan antara lain : 1) Tidak memenuhi persyaratan CP/CL; 2) Tidak adanya unit pengolahan pascapanen (khususnya gula bit); 3) kurang minatnya petani terhadap KBD Kuljar. Output kegiatan utama peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman semusim Tahun 2012 sebagai berikut : 1) Perluasan tanaman tebu seluas 6.965 ha dengan anggaran sebesar Rp. 129.095.855.000,- dilaksanakan di 11 Provinsi 57 Kabupaten yaitu : Jawa Barat (6 Kabupaten), Jawa Tengah (4 Kabupaten), D.I.Yogyakarta (29 Kabupaten), Jawa Timur (6 Kabupaten), Sumatera Utara (2 Kabupaten), Sumatera Selatan (2 Kabupaten), Lampung (1 Kabupaten), Sulawesi Selatan (4 Kabupaten), Aceh (1 Kabupaten), Gorontalo (1 Kabupaten) dan Papua (1 kabupaten), dengan capaian realisasi fisik seluas 6,875 ha (98%) dan realisasi keuangan sebesar Rp. 127.389.516.000,- (98,68%). Hal 23

2) Penanaman tanaman kapas seluas 9.565 ha dengan anggaran sebesar Rp. 12.312.485.000,- dilaksanakan di 7 Provinsi dan 29 Kabupaten yaitu : Jawa Tengah (3 Kabupaten), D.I.Yogyakarta (1Kabupaten), Jawa Timur (6 kabupaten), Bali (3 Kabupaten), Tenggara Barat Nusa (5 Kabupaten), Nusa Tenggara Timur (3 Kabupaten) dan Sulawesi Selatan (8 Kabupaten) dengan capain realisasi fisik seluas 9.565 ha (%) dan realisasi keuangan sebesar Rp 12.311.653.000,- (99,99%). 3) Penanaman tanaman nilam seluas 174 ha dengan anggaran sebesar Rp. 2.616.000.000,- dilaksanakan di 10 Provinsi dan 16 kabupaten yaitu : Jawa Barat kabupaten), Jawa Tengah (2 Kabupaten), (3 D.I. Yogyakarta (2 Kabupaten), Jawa Timur (1 Kabupaten), Sumatera Utara (1 Kabupaten), Sumatera Barat (2 Kabupaten), Kabupen), Jambi Bali (2 (1 Kabupaten), Kabupaten) Lampung dan (1 Gorontalo (1 Kabupaten) dengan capaian realisasi fisik seluas 174 ha (%) dan realisasi keuangan sebesar Rp. 2.615.680.000,- (99,99%). Untuk capaian serapan keuangan untuk output kegiatan utama peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman semusim dapat dilihat pada Tabel 3. Hal 24

Tabel 3. Rincian Realisasi Serapan Anggaran Kegiatan Utama Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Semusim Tahun 2012. No 1 Pagu Realisasi % Output fisik % 3 4 5 6 232.075.353 225.585.428 97,20 99.18 226.323.654 219.980.330 97,20 99,18 200.572.148 194.809.178 97,13 98.10 129.095.855 127.389.516 98,68 98,70 22.986.098 21.215.873 92,30 93,29 7.536.473 7.392.709 98,09 99.58 7.305.795 6.738.161 92,23 4.816.880 4.733.524 98.27 1.278.175 1.247.248 97,58 1.200.072 1.194.280 99.52 128.400 111.396 86,76 3.400.000 2.961.773 87,11 Anggaran (Rp. 000) Program 2 9 KEGIATAN DAERAH DAN PUSAT Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Semusim KEGIATAN DAERAH Pencapain Swasembada Gula Nasional Perluasan (Ekstensifikasi) tanaman tebu rakyat Pembangunan kebun bibit datar/kultur Jaringan Operasional TKP dan PLTKP Pemberdayaan &Penguatan Kelembagaan Petani Tebu Persiapan, pengawalan, pemdampingan dan administrasi Rekrutmen TKP dan PLTKP Pengemb. Terpadu tebuternak Administrasi, pengawalan, pendampingan pengemb. Terpadu tebu-ternak Bantuan Alat Pengairan 10 Traktor dan Implement 21.000.000 20.117.318 95,80 11 Pemetaan kecocokan lahan Penilaian penangkar benih tebu Penataan varitas tebu 1.000.000 1.000.000 330.000 229.690 69,60 73,00 494.400 477.691 96,62 Pengembangan Komoditas Ekspor Penanaman Nilam 3.551.255 3.429.992 96,59 2.616.000 2.615.680 99,99 Pemb.kebun benih nilam 338.400 332.046 98,12 A 1 2 3 4 5 6 7 8 12 13 II 1 2 penangkar Hal 25

1 2 3 4 5 6 3 Pelatihan SPO PenanamanNilam Persiapan, Pengaw. & Pendampingan 410.250 332.805 81.12 94 186.605 149.461 80.09 Pengembangan Komoditas Pemenuhan Konsumsi Dalam Negeri Penanaman Tanaman Kapas Operasional dan Pelatihan Tenaga Kontrak Pendampingan (TKP) dan Petugas Lapangan Pembantu TKP(PLP-TKP) Rintisan Pengembangan Pusat Pelatihan Kapas Penanaman Tanaman Semusim Lainnya Pengembangan Tanaman Perkebunan Berkelanjutan Pembinaan Pengembangan Agribisnis Lembaga Mandiri Bidang Perkebunan Pengawalan Pembinaan Pengemb. Agribisnis Lembaga Madiri Bid. Perkebunan Peningkatan Kegiatan Perlombaan dan penghargaan Perkebunan KEGIATAN PUSAT Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Semusim. 19.043.031 18.759.664 98,51 87,50 12.312.485 12.311.685 98,99 5.236.832 5.148.402 98,31 1.121.464 1.109.914 98,97 372.250 189.695 50,96 50 3.157.220 2.981.496 94.43 1.500.000 1.500.000 330.650 305.909 92,52 1.326.570 1.175.587 88.62 5.751.700 5.605.098 97,45 1 Layanan Perkantoran Pusat (Dirat Tansim) 1.126.050 1.101.034 97,78 2 Kebijakan, Norma,Standar,Prosedur, Kriteria,Bimbingan Teknis dan Evaluasi, dll 4.625.650 4.504.064 97,37 4 III 1 2 3 4 IV 1 2 3 B Sumber : Laporan Realisasi Fisik & Keuangan Daerah, Tahun 2012 (diolah) Hal 26

Untuk lebih rinci capaian kinerja kegiatan utama dari program pembangunan tanaman semusim Tahun 2012 dapat dilihat pada lampiran 2. 3.4. Permasalan dan Upaya Penyelesaian 3.4.1. Permasalahan Permasalahan yang di hadapi Direktorat Tanaman Semusim dalam pelaksanaan program peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman semusim antara lain sebagai berikut : 1) Masih adanya revisi DIPA/POK ; 2) Kurangnya dukungan dana APBN provinsi dan Kabupaten; 3) Adanya anomali iklim yang terjadi di daerah; 4) Penyediaan benih tidak tepat waktu jumlah dan kualitas; 5) Benih yang beredar belum seluruhnya disertifikasi; 6) Tidak seimbang antara ketersediaan benih kapas dan pelaksanaan pengembangan kapas; 7) Komposissi varietas belum ideal; 8) Kesulitan tenaga kerja untuk pengolahan tanah, tebang dan muat; 9) Keterbatasan lahan untuk pengembangan tebu terhadap lahan sawah digunakan untuk pengembangan tanaman lainnya. Sedangkan untuk pembangunan PG memerlukan lahan cukup luas sesuai TCD pabrik gula tersebut; Hal 27

10) Beberapa lokasi pengembangan tebu jauh dari pabrik gula, menyebabkan biaya tinggi; 11) Terjadinya alih fungsi lahan karena persaingan komoditas; 12) Kurang trampil beberapa kelompok tani terhadap benih asal kultur jaringan. 3.4.2. Upaya Penyelesaian 1) Melakukan koordinasi dengan BMG untuk mendapatkan informasi perubahan iklim dapat digunakan sebagai bahan dasar penyusunan jadwal tanam dilapangan; 2) Dilaksanakannya rapat persiapan benih untuk pengembangan tebu Tahun 2013 dan persiapan penyediaan benih kegiatan Tahun 2014 dengan instansi terkait; 3) Melakukan koordinasi dengan dareah dalam melakukan perencanaan kegiatan, agar daerah lebih awal dapat melakukan alokasi kegiatan di anggaran APBD sebagai dukungan; 4) Melakukan pengembangan kebun benih tebu (KBD) yang disesuaikan dengan kebutuhan varietas dan tingkat kemasakan di masing-masing wilayah binaan pabrik gula; 5) Melakukan pembangunan kebun benih kapas untuk penyediaan benih produksi kapas; Hal 28

6) Melaksanakan bantuan traktor untuk pengolahan lahan dan alat tebang, mesin klantek dan mesin muat tebu; 7) Menyediakan bantuan unit mesin pengairan untuk lahan yang sulit pengairan; 8) Meningkatkan produksi tebu dan rendemen untuk mengatasi persaingan antar komoditas. Hal 29

Hal 1

BAB IV PENUTUP 4.1. Kesimpulan. Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Tanaman Semusim Tahun 2012 merupakan bentuk pertanggung-jawaban penyelenggaraan tugas dan fungsi periode Tahun 2012.Dan merupakan penjabaran dari penyelenggaraan program kerja Direktorat Jenderal Perkebunan yang dituangkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Direktorat Tanaman Semusim yang dilaksanakan pada Tahun 2012. Program pembangunan perkebunan Tahun 2010 2014 yang menjadi tanggung jawab Direktorat Tanaman Semusim adalah : Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman semusim, yang dimaksudkan untuk memfasilitasi dan mendorong upaya-upaya untuk peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman semusim melalui intensifikasi, ekstensifikasi dan diversifikasi yang didukung oleh perlindungan perkebunan dan penanganan gangguan usaha serta pelayanan organisasi secara optimal. Perioritas kegiatan adalah membina, mengawal dan memberikan bimbingan teknis pengembangan tanaman semusim, mulai dai identifikasi dan pendayagunaan sumberdaya, perbenihan, budidaya dan pemberdayaan kelembagaan. Hal 30

Untuk melaksanakan program dan kegiatan pembangunan perkebunan Tahun 2012, Direktorat Tanaman Semusim mendapat alokasi 232.075.354.000,- dana dari dengan APBN sebesar realisasi Rp. sebesar Rp.225.585.428.000,- atau keuangan tercapai (97,20%). Dana tersebut untuk melaksanakan kegiatan pusat dan 4 (empat) kegiatan yang dilaksanakan di daerah, berupa dana Tugas pembantuan (TP). Adapun 4 kegiatan tersebut meliputi : (1) Pencapaian Swasembada Gula Nasional; (2) Pengembangan Komoditas Ekspor; (3) Pengembangan Komoditas Pemenuhan Konsumsi Dalam Negeri; (4) Pengembangan Tanaman Semusim Berkelanjutan. Hasil pengukuran kinerja terhadap capaian sasaran program dapat diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Fokus kegiatan pencapaian swasembada gula nasional : peluasan tanaman tebu dari target seluas 6.965 ha telah terealisasi seluas 6.875 ha atau tercapai 98%. 2) Fokus kegiatan pengembangan komoditas ekspor : penanaman nilam dari target seluas 174 ha telah terealisasi seluas 174 ha atau tercapai %. 3) Fokus kegiatan pengembangan komoditas pemenuhan konsumsi dalam negeri: penanaman tanaman kapas dari target seluas 9.565 ha telah terealisasi seluas 9.565 ha atau tercapai %. Dan Hal 31

4) Urutan capaian kinerja Direktorat Tanaman Semusim adalah sebagai berikut : Kapas %, Nilam % dan Tebu 98%. Permasalahan yang mengakibatkan kurang efektif dalam pencapaian sasaran pembangunan tanaman semusim Tahun 2012 secara umum adalah yang memberi kegiatan dan dampak negatif penanaman tebu adanya anomali iklim tehadap asal pelaksanaan kultur jaringan, keterbatasan lahan untuk pengembangan tebu, kurang trampil beberapa kelompok tani terhadap benih asal kultur jaringan serta tidak seimbangnya antara ketersediaan benih kapas dan pelaksanaan pengembangan kapas. Hal tersebut mengakibatkan capaian kegiatan Direktorat Tanaman Semusim tidak terealisasi %. 4.2. Saran Rekomendasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), merupakan laporan pertanggungjawaban pimpinan pada akhir Tahun anggaran dan merupakan Tahun ke 3 (ketiga) dari periode 5 (lima) Tahun di lingkungan Kementrian Pertanian. Laporan tersebut merupakan sistem yang sangat aspiratif dalam mendukung penilaian kinerja Direktorat Tanaman Semusim. Dalam penyusunan laporan ini masih banyak yang perlu diperbaiki dalam proses penilaian antara lain penyusunan perencanaan dan kompilasi pelapora. Hal 32

Berdasarkan permasalahan yang ada dapat direkomendasikan sebagai berikut: 1) Melakukan koordinasi dengan BMG untuk mendapatkan informasi perubahan iklim, sehingga dapat digunakan sebagai bahan dasar penyusunan jadwal tanam dilapangan; 2) Melakukan koordinasi dengan daerah dalam melakukan perencanaan kegiatan, agar daerah lebih awal dapat melakukan alokasi kegiatan di anggaran APBD sebagai dukungan; 3) Melakukan pembangunan kebun benih tebu (KBD) yang disesuaikan dengan kebutuhan varietas; 4) Melakukan pembangunan kebun benih kapas untuk benih produksi kapas; 5) Semoga laporan ini dapat dgunakan sebagai bahan dasar pertimbangan pembangunan dalam perkebunan menetapkan pada kebijakan umumnya, serta penyediaan pelayanan khususnya terkait dengan tugas pokok dan fungsi Direktorat Tanaman Semusim. Hal 33

Hal 34

Lampiran 1 PENGUKURAN KINERJA DIREKTORATJENDERAL PERKEBUNAN Unit Eselon II : Direktorat Tanaman Semusim Tahun Anggaran : 2012 Sasaran Strategis Indikator Kinerja 1 I.Terlaksananya Pencapaian Swasembada Gula Nasional Target Realisasi (Ha) (Ha) 2 1.Terfasilitasinya perluasan tebu rakyat 2.Terfasilitasinya pembangunan KBD/Kuljar 1.Terfasilitasinya pembangunan kebun penangkar benih nilam 2.Terfasilitasinya penanaman nilam 3 6.965 4 6.875 5 98 752,66 696,37 92,52 8 8 174 174 III.Terlaksananya Pengembangan Komoditas Pemenuhan Konsumsi Dalam Negeri 1.Terfasilitasinya penanaman tanaman kapas. 9.565 9.565 Sasaran Strategis Indikator Kinerja IV.Terlaksananya Pengembangan Tanaman Semusim Lainnya 1.Terfasilitasinya tanaman semusim lainnya Demplot Penanaman Gula Bit 2.Terfasilitasinya Demplot Penanaman Stevia Target (Ha) 5 Realisasi (Ha) 0 II.Terlaksananya Pengembangan Komoditas Ekspor 5 5 % % 0 Hal 35

Hal 35