BAB I Pendahuluan. tertentu dapat tercapai. Dengan pendidikan itu pula mereka dapat mempergunakan

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. menjadi lebih baik di masa yang akan datang. Pendidikan juga dipandang sebagai

BAB I PENDAHULUAN. dari 13 fakultas yang ada di USU.Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik merupakan

BAB I PENDAHULUAN. dan yang akan datang akan dicatat dalam peristiwa sejarah. Dengan ketiga cakupan

BAB I PENDAHULUAN. berpengaruh dalam bidang pendidikan khususnya di Sumatera Timur. perkembangan sehingga kekuasan wilayahnya semakin luas, disamping

BAB I PENDAHULUAN. individu atau kegagalan suatu bangsa oleh sebab itu sejarawan perlu untuk

BAB I PENDAHULUAN. Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan merupakan komunitas hidup dinamik

BAB 1 PENDAHULUAN. Perserikatan tahun 1985, dimana liga ini masih belum tergolong profesional. Hal ini

BAB I PENDAHULUAN. Ada tiga faktor penting dalam sejarah yaitu manusia, tempat, dan waktu 1.

BAB I PENDAHULUAN. terbentuknya sebuah desa karena adanya individu-individu yang menggabungkan diri

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dari penelitian ini secara deskriptif naratif. Tujuan penelitian ini yaitu

BAB I PENDAHULUAN. perindustrian. Perkembangan industrialisasi di Indonesia ditandai dengan munculnya

BAB I PENDAHULUAN. Islam sebagai agama tidak dapat dipisahkan dari politik. Dalam artian

BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan sebagai alat negara. Negara dapat dipandang sebagai

BAB I PENDAHULUAN. Dewan Mahasiswa dan Majelis Mahasiswa merupakan lembaga

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Kepemimpinan Perempuan Pembawa Perubahan di Desa Boto Tahun ,

BAB III METODE PENELITIAN. Metode berasal dari bahasa Yunani : methodos yang berarti cara atau jalan.

BAB I PENDAHULUAN. tersebut dapat diketahui dari sejarah masa lampau. Itu sebabnya kita perlu mengetahui

BAB I PENDAHULUAN. Sibulan-bulan merupakan suatu desa yang berada di Kecamatan Purbatua,

III. METODELOGI PENELITIAN

DESKRIPSI MATAKULIAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI

III. METODE PENELITIAN. pengetahuan yang teratur dan runtut pada umumnya merupakan manifestasi

III METODELOGI PENELITIAN. Sebelum membuat suatu penulisan penelitian sebagai peneliti

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dian Ahmad Wibowo, 2014

BAB I PENDAHULUAN. Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi

III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis, penelitian

BAB III METODOLOGI. Penelitian tentang Kondisi Sosial-Ekonomi Masyarakat Salatiga Masa

BAB I PENDAHULUAN. unsur sosial budaya yaitu: bahasa, sistem ilmu pengetahuan, sistem organisasi sosial, sistem

BAB I PENDAHULUAN. Memasuki awal abad ke 20, mulai muncul sebuah trend baru mengenai

BAB I PENDAHULUAN. sehingga kebijaksanaan mengenai Pribumi (Inlandsch Politiek) sangat. besar artinya dalam menjamin kelestarian kekuasaan tersebut.

III. METODE PENELITIAN. teknik serta alat tertentu. (Winarno Surakhmad, 1982; 121).

III. METODE PENELITIAN. masalah penelitian. Menurut Hadari Nawawi metode pada dasarnya berarti cara

BAB I PENDAHULUAN. bukti bahwa sejarah itu perlu. Sejarah merupakan hasil peradaban manusia. Karena

BAB III METODE DAN TEKNIK PENELITIAN

BAB III METODOLOGI. itu, dikumpulkan sumber-sumber yang berhubungan dengan tema

BAB I PENDAHULUAN. Gerakan sosial lahir dari situasi yang dihadapi masyarakat karena adanya

METODE PENELITIAN. Metode penelitian sangat diperlukan untuk menentukan data dan pengembangan

menyatakan bertugas melucuti tentara Jepang yang telah kalah pada perang Asia

BAB I PENDAHULUAN. Otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban yang. diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada Daerah untuk mengurus,

BAB I PENDAHULUAN. terbentuk pulalah masyarakat muslim. Dengan terbentuknya masyarakat muslim

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. interpretasi, dan historiografi. Heuristik atau dalam bahasa Jerman

BAB I PENDAHULUAN. Museum disebut sebagai pengawal warisan budaya. Pengawal warisan budaya

BAB I PENDAHULUAN. Islam menempatkan pendidikan pada kedudukan yang sangat penting.

BAB I PENDAHULUAN. Gerakan sosial yang dibahas dalam studi ini terjadi di Semenanjung

5. Materi sejarah berguna untuk menanamkan dan mengembangkan sikap bertanggung jawab dalam memelihara keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup.

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan tradisional. Hal ini menimbulkan perubahan-perubahan dalam kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. Selama masa penjajahan Belanda, terjadi berbagai macam eksploitasi di

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Upaya meningkatkan kualitas pendidikan terus-menerus dilakukan baik

BAB I PENDAHULUAN. melestarikan dan mengalihkan serta mentransformasikan nilai-nilai kebudayaan dalam

BAB I PENDAHULUAN. pada hakikatnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan

III. METODE PENELITIAN. Untuk memecahkan suatu masalah diperlukan suatu cara atau metode, di mana

BAB II GAMBARAN UMUM KOTA SIBOLGA. Kota Sibolga terletak di pantai Barat Sumatera Utara. Kota ini berada pada

BAB I PENDAHULUAN. Sejarah Indonesia pada periode merupakan sejarah yang menentukan

KISI KISI DAN SOAL ULANGAN TENGAH SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN

66. Mata Pelajaran Sejarah untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA)

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. organisasi-organisasi pergerakan yang lain. Budi Utomo, disamping dikenal

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. sejarah yang merupakan salah satu jenis penelitian yang bertujuan untuk

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan perkebunan besar baik milik negara maupun milik swasta.

BAB I PENDAHULUAN. kemajuan teknologi, hambatan dan keterbatasan komunikasi dapat mulai diatasi.

BAB I PENDAHULUAN. sawit. Petani tidak akan mampu memenuhi persyaratan-persyaratan ini sehingga mereka

BAB I PENDAHULUAN. tinggi umumnya bermatapencarian sebagai petani. Adapun jenis tanaman yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Koperasi mempunyai peranan yang sangat penting sebagai pelaku

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. merupakan salah satu penelitian yang bertujuan untuk merekonstruksi kembali

PERANAN PEMOEDA ANGKATAN SAMOEDERA OEMBARAN (PAS O) DALAM PERISTIWA AGRESI MILITER BELANDA II TAHUN 1948 DI YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Pengertian metode menurut Helius Sjamsuddin dalam bukunya yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Bab ini membahas lebih rinci metode penelitian yang digunakan dalam

III METODE PENELITIAN. Metode merupakan cara berpikir dan berbuat yang dipersiapkan sebaik-baiknya

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pada bab ini akan dibahas secara rinci mengenai metode penelitian yang

2014 PERKEMBANGAN PONDOK PESANTREN AL-ISLAMIYYAH DESA MANDALAMUKTI KECAMATAN CIKALONGWETAN KABUPATEN BANDUNG BARAT

III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Historis. dengan

PEDOMAN PRAKTIKUM.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan ekonomi yang sangat berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan

2014 PERKEMBANGAN PT.POS DI KOTA BANDUNG TAHUN

penelitian ini mengambil objek dari peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa

SEJARAH LOKAL DI INDONESIA OLEH: MURDIYAH WINARTI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini peneliti mengambil judul Peranan Syaikh Ahmad

SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 1. MANUSIA DAN SEJARAHLatihan Soal 1.3

SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DI INDONESIA. Imam Gunawan

III. METODE PENELITIAN. Metode adalah cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan. Oleh karena

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Pertanian dan pedesaan merupakan dua sisi mata uang yang saling

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pemilihan lokasi penelitian adalah: (usaha perintis) oleh pemerintah. tersebut dipilih atas pertimbangan:

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. yang menyatakan bahwa metode merupakan suatu cara atau jalan yang

memberikan motivasi para mahasiswanya untuk dapat berprestasi khususnya bidang akademiknya dengan cara belajar sehingga meraih prestasi yang lebih

BAB I PENDAHULUAN. Kesenian tradisional pada Masyarakat Banten memiliki berbagai

2015 PERANAN SOUTH WEST AFRICA PEOPLE ORGANIZATION (SWAPO) DALAM PERJUANGAN KEMERDEKAAN NAMIBIA

I. METODE PENELITIAN. masalah bagi sebuah penelitian. Hal ini sesuai dengan pendapat Husin Sayuti

BAB I PENDAHULUAN. Periode perjuangan tahun sering disebut dengan masa

III. METODE PENELITIAN. Winarno Surachmad bahwa: Metode adalah cara utama yang dipergunakan untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

dari periode yang awal sampai pada periode-periode berikutnya?. Perkembangan terjadi bila berturut-turut masyarakat bergerak dari satu bentuk yang

PERANAN PERKEBUNAN KARET JALUPANG TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL-EKONOMI MASYARAKAT CIPEUNDEUY KABUPATEN SUBANG

Transkripsi:

BAB I Pendahuluan I. 1. Latar belakang Pendidikan merupakan suatu hal yang penting di dalam perkembangan sebuah masyarakat. Melalui pendidikan kemajuan individu bahkan komunitas masyarakat tertentu dapat tercapai. Dengan pendidikan itu pula mereka dapat mempergunakan teknologi untuk menciptakan berbagai hal yang berguna untuk masyarakat. Hal ini terkait dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui bidang pendidikan. Pendidikan juga merupakan suatu fungsi terpenting dalam pengembangan pribadi individu dan pengembangan kebudayaan Nasional. 1 Lahirnya pendidikan dalam arti luas bermakna merubah dan memindahkan nilai kebudayaan kepada setiap individu dalam masyarakat. Pendidikan di daerah Sibolga diawali dengan masuknya pemerintahan Belanda di Sibolga dengan mendirikan sekolah pada tahun 1910, yaitu HIS (Holland Inlandshe School), sekolah ini didirikan oleh pemerintah Belanda dan hanya ditujukan pada orang-orang tertentu saja, seperti anak orang Belanda atau Indo, anak kepala kuria (kepala kampung), anak pegawai gouvernement (pribumi). Selain itu adapula beberapa sekolah swasta di Sibolga yang berlandaskan agama baik didirikan oleh perorangan maupun organisasi-organisasi keagamaan seperti, Islamiyah School pada tahun 1926, Zending School pada tahun 1929 dan sekolah Frobel atau Sekolah Rakyat (SR) pada tahun 1930. Semua sekolah ini hanya ditingkat Sekolah Dasar (SD) 1 Kartini Kartono, Tinjauan politik Mengenai Sistem Pendidikan Nasional Beberapa Kritik Dan Sugesti, Jakarta: Pradya Paramita, 1997, hlm. 13

saja kemudian setelah Indonesia merdeka (1945), pendidikan di Sibolga berkembang sampai ketingkat SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Perkembangan agama Islam di Sibolga juga turut memberikan andil yang besar bagi pendidikan di Sibolga, seperti halnya pendidikan agama Islam. Sebelum kemerdekaan pendidikan Islam di Sibolga hanya terdiri dari beberapa pengajian yang dikelola oleh perkumpulan keagamaan yang tersebar hampir di semua kecamatan di Sibolga. Kemudian setelah kemerdekaan beberapa pengajian tersebut membuka Ibtidaiyah/Sekolah Dasar (SD) dan pada awal Orde baru maka dibuka pula Tsanawiyah/SMTP dan Aliyah/SMTA. Sepanjang abad ke 20, perguruan Islam di Sibolga dikelola oleh berbagai organisasi-organisasi kemasyarakatan Islam seperti Muhammadiyah, Nahdathul Ulama (NU), dan al-washliyah. 2 Perkembangan pendidikan di Sibolga dari tahun 1945 sampai tahun 1986 hanya sebatas Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas. Untuk memenuhi tuntutan dan perkembangan ilmu pendidikan maka di daerah Sibolga berdiri Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE AL-Washliyah) pada tahun 1986. Sekolah Tinggi merupakan salah satu bentuk dari perguruan tinggi. Pada dasarnya perguruan tinggi dapat berbentuk Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Akademi, dan Politeknik. Ada beberapa perbedaan dari tiap-tiap bentuk pergururan tinggi tersebut yakni, Universitas adalah suatu institusi pendidikan tinggi dan penelitian, yang Perkembangan pendidikan di Sibolga dari tahun 1945 sampai tahun 1986 hanya sebatas Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas. 2 A. H. Hamid Panggabean Bunga Rampai TAPIAN NAULI, (1995)hal. 213

Untuk memenuhi tuntutan dan perkembangan ilmu pendidikan maka di daerah Sibolga berdiri Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE AL-Washliyah) pada tahun 1986. Sekolah Tinggi merupakan salah satu bentuk dari perguruan tinggi. Pada dasarnya perguruan tinggi dapat berbentuk Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Akademi, dan Politeknik. Ada beberapa perbedaan dari tiap-tiap bentuk pergururan tinggi tersebut yakni, Universitas adalah suatu institusi pendidikan tinggi dan penelitian, yang memberikan gelar akademik dalam berbagai bidang. Universitas tersusun atas dasar keseluruhan, kesatuan ilmu pengetahuan dan terbagi atas sekurang-kurangnya empat golongan Fakultas yang meliputi Ilmu Agama/Kerohanian, Ilmu Kebudayaan, Ilmu Sosial, Ilmu Eksakta dan Teknik dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi. Institut adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan, teknologi atau seni dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi. Sekolah Tinggi memberikan pendidikan dan pengajaran tinggi serta melakukan penelitian dalam satu cabang ilmu pengetahuan dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi. Akademi adalah perguruan tinggi yang memberikan pendidikan dan pengajaran tinggi dalam satu cabang atau sebagian cabang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Politeknik menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus. Politeknik merupakan pendidikan profesional yang diarahkan pada kesiapan penerapan keahlian tertentu. Guna mencapai maksud itu, politeknik memberikan pengalaman belajar dan

latihan yang memadai untuk membentuk kemampuan profesional di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk meningkatkan status maka STIE AL-Washliyah terdaftar berdasarkan SK-MENDIKBUD R. I No. 060/0/1990 tanggal 23 Januari 1990 dan beralamat di Jln. Dipenogoro No. 66. 3 Pada awal berdirinya tahun ajaran 1986 jumlah mahasiswa yang masuk berjumlah 114 orang. Mahasiswa pada tahun angkatan 1986-1999 sudah lulus 80 orang dan 18 orang diantaranya telah mendapat predikat sarjana Negara. 4 Predikat sarjana negara yang diperoleh mahasiswa ini diperoleh melalui ujian negara yang diselenggarakan oleh pemerintah, hal ini dilakukan untuk mendapatkan pengakuan pemerintah terhadap lulusan perguruan tinggi swasta. STIE AL-Washliyah merupakan perguruan tinggi yang berlandaskan Agama Islam dan menggunakan sistem pendidikan Islam, yang bertujuan melahirkan lulusan yang bermoral, bertakwa, dan beriman sesuai dengan ajaran agama Islam. Program Studi yang dikelola STIE AL-Washliyah dari tahun 1986 1999 yaitu Manajemen. Kurangnya pengembangan ataupun penambahan jurusan karena kurangnya sumber keuangan yang diperoleh yayasan STIE AL-Washliyah karena tidak mendapat dukungan dari pemerintah dan masyarakat. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis merasa tertarik untuk meneliti bagaimana sekolah STIE AL-Washliyah Sibolga dari tahun 1986 sampai 1999, karena dalam rentang waktu tersebut sekolah ini sudah mulai dikenal oleh 5 3 Ibid., hlm. 232 4 Ibid., hlm. 232 5 Op. Cit., Bunga Rampai Tapian Nauli. hlm. 232

masyarakat Sibolga. Selain perkembangannya peneliti juga meneliti bagaimana dampak dari STIE Al-Washliyah tersebut terhadap kehidupan masyarakat Sibolga. Oleh karena itu penulis membuat judul SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) AL-WASHLIYAH SIBOLGA (1986 1999). I. 1. Rumusan Masalah Rumusan masalah merupakan suatu hal yang terpenting dalam penelitian, sebab akan memudahkan penulis di dalam pengarahan pengumpulan sumber dalam rangka memperoleh data yang relevan. 6 Berdasarkan latar belakang di atas, untuk mempermudah dan menghasilkan penelitian yang objektif, maka perlu diberikan rumusan masalah terhadap penelitian yang dilakukan. Maka dibuatlah pokok permasalahan yang kemudian dirangkum dalam beberapa pertanyaan, antara lain: 1. Bagaimana latar belakang terbentuknya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AL- Washliyah di Sibolga? 2. Bagaimana kondisi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AL-Washliyah di Sibolga pada tahun 1986 1999? 3. Bagaimana pengaruh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AL- Washliyah di Sibolga tahun 1986 1999? I. 2. Tujuan Dan Manfaat Segala sesuatu yang dilakukan manusia tentunya mempunyai tujuan yang hendak dicapai, sehingga sedikit banyak dapat menjawab mengapa penelitian tersebut 6 J. Supranto, Metode Riset, Jakarta: Fakultas Ekonomi UI, 1986, hlm. 18.

dilakukan. Dalam prosesnya, penelitian bertujuan untuk menjawab permasalahan yang telah dirumuskan sebelumnya Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah: 1. Menjelaskan latar belakang terbentuknya STIE- Alwashliyah dari tahun 1986-1999 2. Menjelaskan kondisi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE AL-Washliyah tahun 1986 1999 3. Menjelaskan pengaruh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AL- Washliyah dalam meningkatkan sumber daya manusia masyarakat Sibolga tahun dari 1986 1999 Sedangkan manfaat penelitian yang dilakukan ini adalah: 1. Memperkaya pengetahuan penulis tentang perkembangan pendidikan di wilayah Sibolga yang dikhususkan pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AL-Washliyah. 2. Menambah kepustakaan yang dapat dimanfaatkan bagi perkembangan ilmu pengetahuan khususnya Ilmu Sejarah yang difokuskan pada perkembangan pendidikan dan menambah khasanah penelitian tentang sejarah pendidikan. 3. Bagi masyarakat umum ini akan menjadi bahan informasi, untuk mengetahui STIE AL-Washliyah 1986 1999. 4. Menjadi suatu acuan dan juga sebagai penggerak bagi penulis lain yang ingin menulis tentang suatu institusi pendidikan. 5. Menambah koleksi sejarah lokal.

I. 3. Tinjauan Pustaka Adapun beberapa buku ataupun referensi yang menjadi pedoman dalam penulisan ini. Pertama A. H. Hamid Panggabean dalam buku Bunga Rampai TAPIAN NAULI, (1995), menjelaskan tentang sejarah berdirinya Tapian Nauli yaitu Sibolga dan wilayah sekitarnya. Memberikan keterangan tentang bagaimana sejarah berdirinya Kota Sibolga dan perkembangannya mulai dari masa Pemerintahan Belanda hingga pada Kemerdekaan Indonesia. Dalam buku informasi yang didapat yaitu sejarah pendidikan pada masa penyebaran agama Islam dan agama Kristen. Pendidikan yang dibentuk oleh para penyebar agama Islam dan Zending Kristen sangat mempengaruhi kehidupan perkembangan masyarakat Sibolga. Pada masa kolonial Belanda, pendidikan tidak begitu baik, bahkan setelah Jepang masuk, pendidikan didirikan hanya untuk kepentingan Jepang dalam perang Asia Timur Raya. Setelah Indonesia merdeka buku ini juga menceritakan secara ringkas tentang pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AL-Washliyah pada tahun 1986. Kedua adalah Wardiman Djojonegoro, dalam bukunya Lima Puluh Tahun Perkembangan Pendidikan Indonesia (1996), menjelaskan bahwa pendidikan sebagai sarana sosialisasi merupakan kegiatan manusia yang melekat dalam kehidupan masyarakat, sehingga usia pendidikan hampir sama tuanya dengan usia manusia dalam kehidupan bermasyarakat dan berbagai rentang peradaban. Perjalanan panjang perkembangan pendidikan di Indonesia sebelum kemerdekaan dapat ditelusuri sejak zaman Hindu dan Budha pada abad ke-5 zaman penjajahan, hingga Indonesia merdeka. Sejak zaman itu, diperoleh gambaran bahwa pendidikan telah berlangsung

sesuai dengan tuntutan zaman yang berbeda-beda dengan penyesuaian pada ideologi, tujuan serta sistem penyampaiannya. Sumber ketiga yang mendukung penelitian adalah Buku Sejarah Pendidikan Daerah Sumatera Utara (1981) yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan: Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah membahas perkembangan pendidikan di Sumatera Utara secara garis besar diawali dari pendidikan tradisional yang dipengaruhi agama Hindu dan Budha serta pengaruh agama Islam. Pendidikan berlanjut setelah kedatangan bangsa barat dan misi penyebaran agama Kristen serta Trias Politikanya pada abad -20. Pendidikan pada masa ini dikenal dengan pendidikan barat. Setelah itu beralih ke pendidikan pada masa Jepang dan Indonesia merdeka, dimana pendidikan sudah dikembangkan pihak pemerintah dan juga pihak swasta/asing. Keempat oleh Hasan Langgung dengan judul Pendidikan dan Peradaban Islam (1985), memberikan keterangan tentang pendidikan di Indonesia yang menyangkut perkembangan Islam. Maksudnya adalah keberadaan lembaga-lembaga pendidikan Islam yang tradisional seperti pesantren mengajarkan tentang membaca Al-Qur an serta menuliskannya. Hal itu merupakan pengajaran yang tradisional dalam perkembangan agama Islam di Indonesia dengan bertujuan pada pengetahuan agama itu sendiri. Perkembangan dunia pendidikan Islam yang dilakukan dalam bentuk sebuah pesantren merupakan bentuk dari pengamalan ilmu di bidang agama yang kemudian berkembang seiring dengan zaman. 7 Pada perkembangan selanjutnya diberikan keterangan tentang keberadaan sistem pengajaran Islam pada masa 7 Hasan Langgung, Pendidikan Peradaban Islam, Jakarta: Pustaka Al Husnah, 1985, hlm. 74

pemerintahan Jepang di Indonesia. Buku ini banyak memberikan pengetahuan kepada penulis tentang kebijakan-kebijakan apa yang telah dilakukan oleh pemerintahan Jepang terhadap dunia pendidikan di wilayah Indonesia pada zamannya. Sehingga penulis merasa buku ini sangat penting guna memperkaya wawasan dan memberikan keterangan seputar lembaga-lembaga pendidikan yang didirikan oleh Islam di Indonesia. I. 4. Metode Penelitian Untuk menuliskan sebuah peristiwa bersejarah ke dalam historiografi, maka harus menggunakan metode sejarah. Metode sejarah dimaksudkan untuk merekonstruksi kejadian masa lampau guna mendapatkan sebuah karya yang mempunyai nilai sejarah. 8 Metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisa secara kritis rekaman peninggalan masa lampau. Adapun tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian sejarah antara lain: 1. Heuristik, yaitu tahap awal untuk mencari data-data melalui berbagai sumber dan relevan dengan penelitian yang dilakukan. Dalam tahap heuristik sumber data dapat diperoleh melalui dua cara, yaitu : Studi lapangan (field research). Data-data dapat diperoleh melalui wawancara. Wawancara dilakukan secara terbuka dengan berbagai informan baik itu secara perorangan maupun lembaga. Melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan diharapkan penelitian ini akan lebih mendalam dan objektif. Wawancara ditujukan kepada dosen dosen yang 8 Louis Gottschalk, Mengerti Sejarah, terjemahan Nugroho Notosusanto, Jakarta: IU Press, hlm. 32

ada di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AL-Washliyah, baik mereka yang masih aktif sebagai dosen maupun para alumni yang sudah bekerja di sektor lain sejauh mengetahui tentang sejarah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AL-Washliyah itu sendiri. Informan yang dimaksudkan adalah Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AL-Washliyah, masyarakat sekitar STIE AL-Washliyah yang mengetahui tentang perguruan tinggi tersebut. Studi kepustakaan (library research). Studi kepustakaan informasi diperoleh dengan membaca berbagai buku, dokumen, arsip, dan lain sebagainya yang mendukung penulisan ini. Buku-buku yang digunakan berasal dari Perpustakaan Daerah Sibolga, Perpustakaan Universitas Sumatera Utara, dan Perpustakaan Daerah Sumatera Utara sedangkan arsip ataupun dokumen diperoleh melalui Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AL-Washliyah itu sendiri dan dari instansi pemerintah terkait. 2. Verifikasi, merupakan proses yang dilakukan peneliti untuk mencari nilai kebenaran data sehingga dapat menjadi penelitian yang objektif (fakta). Dalam tahap ini sumber-sumber yang telah terkumpul kritik, baik itu kritik internal maupun kritik eksternal. Kritik internal merupakan kritik yang dilakukan untuk mencari kesesuain data dengan permasalahan yang diteliti. Dalam hal ini peneliti akan mempertanyakan beberapa hal mengenai keabsahan data tersebut yaitu kapan data itu dibuat, dimana data itu dibuat, siapa yang membuat data tersebut, serta apakah data tersebut asli. Sedangkan

kritik eksternal merupakan kritik yang mencari kebenaran malaui penyesuaian data dari berbagai sumber baik itu sumber tertulis maupun hasil wawancara. 3. Interpretasi, yaitu tahap dimana peneliti berusaha untuk menghubungkan fakta-fakta sehingga menimbulkan pemahaman dan penafsiran. Melalui pemahaman dan penafsiran inilah melahirkan suatu karya dalam bentuk penulisan sejarah. 4. Historiografi, yaitu tahap akhir dalam metode sejarah. Dimana peneliti menuliskan hasil penelitiannya secara kronologis dan sistematis, sehingga didapatkan penjelasan mengenai perkembangan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AL-Washliyah secarah ilmiah