Training Center ISSUED - 4/17/2004

dokumen-dokumen yang mirip
PERANCANGAN JARINGAN AKSES KABEL (DTG3E3)

5

BAB III JARINGAN LOKAL AKSES TEMBAGA (JARLOKAT) PT. TELKOM INDONESIA

PERTEMUAN 8 (MEDIA TRANSMISI FISIK)

29

DasarJaringan Komunikasi

Training Center ISSUED4/17/2004 1

Training Center Tujuan

BAB IV ANALISA JARINGAN AKSES TEMBAGA UNTUK IMPLEMENTASI ADSL DI KANCATEL PAMANUKAN

Training Center ISSUED - 4/17/2004 1

BAB I RANGKA PEMBAGI UTAMA

Pengaruh Loading Coil Terhadap Redaman Kabel

BAB II TEORI PENDUKUNG

JARINGAN AKSES TELEPON

PENTANAHAN JARING TEGANGAN RENDAH PLN DAN PENTANAHAN INSTALASI 3 SPLN 12 : 1978

Powered By TeUinSuska2009.Wordpress.com. Upload By - Vj Afive -

Bahan Listrik. Bahan penghantar padat

BAB II LANDASAN TEORI

IMPEDANSI KARAKTERISTIK SALURAN DUA KAWAT

Tembaga(Jarlokat) Oleh: Mike Yuliana PENS-ITS

PEREDAMAN SUATU SALURAN TRANSMISI 3.4 KM DENGAN PUPIN, DENGAN DAN TANPA SUB-DIVISI

BAB III PEMBAHASAN. Setelah melakukan penelitian terhadap permasalahan yang ada di PT.

PENANGANAN GANGGUAN JARINGAN AKSES TEMBAGA STO BOJONG GEDE (Studi Kerja Di Telkom Bojong Gede)

Jenis Bahan Konduktor

KOMPONEN INSTALASI LISTRIK

Jurnal Teknologi Elektro, Universitas Mercu Buana ISSN:

JOBSHEET PRAKTIKUM 4 WORKSHOP INSTALASI PENERANGAN LISTRIK

MATERIAL / PERALATAN INSTALASI DOMESTIK & NON DOMESTIK

PELAYANAN GANGGUAN PADA JARINGAN LOKAL AKSES KAWAT TEMBAGA M

BAB II TEORI DASAR. 2.1 Umum

BAB III LANDASAN TEORI

BAB II SALURAN TRANSMISI

Bab 4 SALURAN TRANSMISI

BAB III KABEL BAWAH TANAH

ADALAH PENGHANTAR YG DITANAM DALAM BUMI DAN MEMBUAT KONTAK LANGSUNG DGN BUMI

SENTRAL TELEPON OTOMAT SUDIANG ( MS-8 )

BAB II LANDASAN TEORI

Endi Dwi Kristianto

DASAR TEORI. Kata kunci: Kabel Single core, Kabel Three core, Rugi Daya, Transmisi. I. PENDAHULUAN

BAB IV RUMAH KABEL Kapasitas RK ditentukan oleh jumlah pasangan Kabel Primer dan Sekunder maksimum yang dapat diterminasikan di RK tersebut.

BAB 6 KAWAT PENGHANTAR JARINGAN DISTRIBUSI

BAB II MOTOR ARUS SEARAH. searah menjadi energi mekanis yang berupa putaran. Pada prinsip

MACAM - MACAM KABEL JARINGAN

Bab 3 SALURAN TRANSMISI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Adapun hasil studi yang dikaji oleh penulis dari pemasangan gardu portal type

Bab 3 SALURAN TRANSMISI

BAB II SISTEM SALURAN TRANSMISI ( yang membawa arus yang mencapai ratusan kilo amper. Energi listrik yang

BAB II PROFIL PT. KARYA KABEL TALIARTA

TM - 2 LISTRIK. Pengertian Listrik

BAB II SALURAN TRANSMISI. tunda ketika sinyal bergerak didalam saluran interkoneksi. Jika digunakan sinyal

BAB III PARAMETER ELEKTRIS JARLOKAT

PENGANTAR PENGKABELAN (WIRING)

1 BAB I PENDAHULUAN. Energi listrik merupakan kebutuhan utama dan komponen penting dalam

1 BAB I PENDAHULUAN. menyalurkan daya listrik dari pembangkit ke konsumen yang letaknya dapat

BAB II TINJAUAN TEORITIS

medan flux...(1) tegangan emf... (2) besar magnetic flux ini adalah Φ dan satuannya Weber (Wb = T.m 2 ). Secara matematis besarnya adalah :

ANALISIS PENGARUH FREKUENSI TERHADAP REDAMAN PADA KABEL KOAKSIAL

BAB II LANDASAN TEORI

BIDANG KEAHLIAN TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO SMKN 2 WONOSARI

Induktor. oleh danny kurnia

DAHLAN ABDULLAH

Komponen instalasi tenaga listrik

FASTINDO Connecting Power

BAB II TRANSFORMATOR DAYA DAN PENGUBAH SADAPAN BERBEBAN. Tenaga listrik dibangkitkan dipusat pusat listrik (power station) seperti

LABORATORIUM SWITCHING DAN TRANSMISI Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom Jl. D.I. Panjaitan 128 Purwokerto

BAB II JARINGAN AKSES TEMBAGA DAN SERAT OPTIK

BAB 1 PENDAHULUAN. hari ke hari semakin memicu terjadinya banyak perubahan yang merangsang

atau pengaman pada pelanggan.

INJ 24 x 3 Three Core Heatshrinkable Cable Joint

BAB I PENDAHULUAN. lapisan masyarakat untuk mendukung kegiatannya sehari-hari. Di kota-kota besar

BAB VII PEMERIKSAAN & PENGUJIAN INSTALASI PEMANFAATAN TEGANGAN RENDAH

Makalah Seminar Tugas Akhir

TUGAS XIII LISTRIK DAN MAGNET

DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL POS DAN TELEKOMUNIKASI DIREKTORAT STANDARDISASI POS DAN TELEKOMUNIKASI

BAB 2 DASAR TEORI. k = A T. = kecepatan aliran panas [W] A = luas daerah hantaran panas [m 2 ] ΔT/m = gradient temperatur disepanjang material

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TEORI DASAR SALURAN TRANSMISI

ULANGAN MID SEMESTER GENAP. Mata Pelajaran : Ketrampilan Elektronika : VII (Tujuh) Hari/tanggal : Waktu :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

UNIT I INSTALASI PENERANGAN PERUMAHAN SATU FASE

BAB III METODE PROSES PEMBUATAN

BAB III METODE & DATA PENELITIAN

FASTINDO Connecting Power

BAB IV ANALISA PENGUKURAN JARINGAN AKSES

BAB II TEORI DASAR. Gambar 2.1: Metode Pengukuran Kontinuitas Dengan Multimeter. 1

Tabel 4.1. Komponen dan Simbol-Simbol dalam Kelistrikan. No Nama Simbol Keterangan Meter analog. 1 Baterai Sumber arus

BAB III PROSES PRODUKSI KABEL PADA MESIN EKSTRUDER 15 JA

Kabel Serat Optik. Agiska Bayudin /TTL S1 Ekstensi. Jurusan Teknik Tenaga Listrik Fakultas Teknik Universitas Jederal Ahmad Yani

PEDOMAN PEMERIKSAAN (KOMISIONING) INSTALASI TENAGA LISTRIK

LATIHAN UAS 2012 LISTRIK STATIS

5 Politeknik Negeri Sriwijaya BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ALAT UKUR BESARAN LISTRIK. Jenis dan Prinsip Kerjanya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERHITUNGAN TERMIS DAN KEMAMPUAN HANTAR ARUS KABEL BAWAH TANAH 20 KV PADA PT.PLN (PERSERO) AREA PONTIANAK

JOBSHEET PRAKTIKUM 6 WORKHSOP INSTALASI PENERANGAN LISTRIK

PEDOMAN PEMERIKSAAN (KOMISIONING) INSTALASI TENAGA LISTRIK

TEORI LISTRIK TERAPAN

BAB I PENDAHULUAN. khususnya bidang telekomunikasi yang begitu pesat, semakin banyak pilihan yang

BAB II LANDASAN TEORI

PERENCANAAN SISTEM TRANSMISI TENAGA LISTRIK

Transkripsi:

ISSUED - 4/17/2004 1

Tujuan Peserta dapat memahami jenis spesifikasi kabel tembaga dan asesoris yang digunakan di TELKOM, sehingga diperoleh keseragaman dalam pelaksanaan prosedur instalasi dan spesifikasi teknik maupun elektris yang dipersyaratkan untuk dapat memenuhi standar yang dipersyaratkan. ISSUED - 4/17/2004 2

PENGANTAR. Spesifikasi adalah merupakan standar mutu barang atau jasa. Standar adalah suatu persyaratan sistim mutu yang ditetapkan terutama pada pencapaian kepuasan pelanggan melalui pencegahan ketidaksesuaian pada seluruh tahapan dari produksi sampai ke pelayanan. Standar ini dapat diterapkan dalam situasi apabila : a). Desain diisyaratkan dan persyaratan produk dinyatakan dalam bentuk unjuk kerja, atau perlu ditetapkan. b). Keyakinan terhadap kesesuaian produk dapat diperoleh melalui peragaan yang memadai akan kemampuan pemasok dalam desain, pengembangan produksi, pemasangan dan pelayanan. ISSUED - 4/17/2004

KABEL TEMBAGA MULTI PAIR Jenis Kabel Tembaga multi pair Menurut cara pemasangan / instalasinya: Kabel Tanah Tanam Langsung (KTTL) Kabel Duct. Kabel Udara (KU) Kabel Rumah (Indoor Cable) Menurut isolasi konduktor pada kabel: Kabel dengan isolasi Polyethylen Kabel dengan isolasi Foam Skin Kabel dengan isolasi Poly Vynil Chloride (PVC) ISSUED - 4/17/2004 4

Struktur Kabel Tembaga Kabel Tanah Tanam Langsung (KTTL) 1 2 4 5 6 7 8 Keterangan : 1. Urat kabel 2. Isolasi berwarna. Pita pelilit kode warna 4. Pembungkus inti kabel 5. Lapisan aluminium foil 6. Kulit dalam P E hitam 7. Armouring baja 8. Kulit luar P E hitam ISSUED - 4/17/2004 5

Kabel Duct : 1 2 4 5 Keterangan : 1. Urat- urat kabel 2. Isolasi berwarna. Pita pelilit kode warna 4. Pembungkus inti kabel 5. Lapisan aluminium foil 6. Kulit kabel (PE) 6 ISSUED - 4/17/2004 6

Kabel Udara : 8 7 1 2 4 5 6 Keterangan : 1. Urat-urat kabel 2. Isolasi berwarna. Pita pelilit kode warna 4. Pembungkus inti kabel 5. Lapisan aluminium fo il 6. Kulit kabel 7. Bearer (penggantung) 8. Kawat Cu (untuk arde) ISSUED - 4/17/2004 7

Fungsi Lapisan Kabel : Urat Kabel Sebagaipenghantar yang menyambungkan terminal dengan sentral Isolasi Sebagai pembungkus dan isolator antar penghantar Sebagai kode warna dalam perhitungan urat kabel Pita Pelilit / Pengikat Kode Warna Untuk mengikat dan mempermudah perhitungan urat kabel Pembungkus Inti Kabel Untuk membalut inti kabel supaya bulat, padat Sebagai bantalan antara urat kabel dan lapisan aluminium Sebagai pencegah lelehnya isolasi penghantar pada saat pembuatan kulit kab ISSUED - 4/17/2004 8

Aluminium Foil Sebagai pelindung elektris terhadap uksi ind tegangan asing Kulit Dalam (PE Hitam) Sebagai pelindung kemungkinan masuknya air Sebagai bantalan antara armouring baja dengan lapisan aluminium Armouring Baja Sebagai pelindung mekanis terhadap benturan benda keras Sebagai pelindung elektris terhadap induksi tegangan asing Kulit Luar Kabel (PE Hitam) atau PVC Abu-abu Sebagai pelindung kemungkinan masuknya air Sebagai bantalan pada waktu penarikan ISSUED - 4/17/2004 9

Kapasitas Kabel Tembaga Multipair ð Kabel Tanah Tanam Langsung No. Jenis Isolasi K a p a s i t a s 0,4 mm 0,6 mm 0,8 mm 1. Polyethelene (PE) 10 s/d 1200 10 s/d 800 10 s/d 400 2. PE + Foam Skin 100 s/d 2400 100 s/d 1400 100 s/d 800 ð Kabel Duct Tanpa Jelly No. Jenis Isolasi K a p a s i t a s 0,4 mm 0,6 mm 0,8 mm 1. Polyethelene (Pe) 150 s/d 1200 150 s/d 1200 150 s/d 600 2. Pe + Foam Skin 100 s/d 2400 100 s/d 1800 100 s/d 1000 ISSUED - 4/17/2004 10

ð Kapasitas Kabel Duct Berisi Jelly No. Jenis Isolasi K a p a s i t a s 0,4 mm 0,6 mm 0,8 mm 1. Polyethelene (Pe) 100 s/d 1200 100 s/d 800 100 s/d 400 2. Pe + Foam Skin 100 s/d 2400 100 s/d 1400 100 s/d 800 ð Kapasitas Kabel Udara No. Jenis Isolasi K a p a s i t a s 0,4 mm 0,6 mm 0,8 mm 1. Polyethelene (Pe) 10 s/d 120 10 s/d 120 10 s/d 120 ISSUED - 4/17/2004 11

Perhitungan Urat Kabel Susunan Urat urat kabel Setiap penghantar/ urat kabel dibungkus dengan isolasi PVCberwarna Setiap dua penghantardipilin membentuk satu pasangan(pair). Setiap empat penghantar(2 pair) dipilin bersama-sama membentuk satu empatan (quad)yang simetris Setiap lima quaddipilin membentuk satuan dasar 10 pair/pasang (unit atau sub unit) yang diikat dengan pita berwarna. Setiap lima sub unit membentuk satuan dasar (unit) 50 pair/pasang yang diikat dengan pita berwarna. Setiap sepuluh sub unitmembentuk satuan dasar (unit) 100 pair/pasangyang diikat dengan pita berwarna. ISSUED - 4/17/2004 12

a a b b 1 pair c d 1 quad Satuan Dasar 10 Satuan dasar 50 Satuan dasar 100 ISSUED - 4/17/2004 1

ð Katagori Kabel Katagori I (Kapasitas 10-120 - pair) 1 2 1 2 1 2 4 1 2 5 4 20 Pair 0 Pair 40 Pair 50 Pair 5 6 1 4 2 7 6 8 1 2 5 4 9 8 10 4 1 2 7 6 5 11 10 12 5 1 2 4 9 8 6 7 60 Pair 80 Pair 100 Pair 120 Pair ISSUED - 4/17/2004 14

Katagori II (Kapasitas 150 00 pair) 6 2 1 2 1 2 4 5 1 2 4 5 1 4 150 Pair 200 Pair 250 Pair 00 Pair ISSUED - 4/17/2004 15

Katagori III (Kapasitas 400-2400 pair) 1 2 4 5 1 2 4 5 6 1 4 2 7 6 8 1 2 5 4 400 Pair 500 Pair 600 Pair 800 Pair 9 8 10 4 1 2 7 6 5 11 10 12 5 1 2 4 9 8 6 7 12 1 11 14 5 1 2 4 10 9 6 8 7 1000 Pai r 1200 Pair 1400 Pair ISSUED - 4/17/2004 16

14 15 1 16 7 2 6 1 5 4 12 11 8 10 9 18 8 17 2 9 16 7 1 10 15 6 5 4 11 14 1 12 20 9 19 18 8 1 2 17 7 16 6 15 14 10 4 11 5 12 1 1600 Pair 1800 Pair 2000 Pair 22 11 21 10 4 20 9 1 2 19 8 7 18 17 16 12 1 5 14 6 15 24 1 2 14 12 5 22 21 11 10 1 4 2 6 7 15 16 20 9 8 17 19 18 24 1 2 14 12 4 22 11 5 15 1 2 10 6 21 16 9 7 20 8 17 19 18 2200 Pair 2400 Pair 2400 Pair ISSUED - 4/17/2004 17

Warna Isolasi Urat Kabel Warna isolasi dalam satu unit / sub unit adalah sebagai berikut : Nomor Quad Pasangan /Pair Ganjil Pasangan / Pair Genap Urat a Urat b Urat a Urat b 1. Putih Biru Merah Hitam 2. Putih Orange Merah Hitam. Putih Hijau Merah Hitam 4. Putih Coklat Merah Hitam 5. Putih Abu-Abu Merah Hitam ISSUED - 4/17/2004 18

Warna Pita Pelilit : Unit/Sub Unit awal pada setiap lapisan ditandai dengan pita pelilit warna merah. Bila inti hanya 1 (satu) unit,maka warna pita pelilitnya adalah putih. Unit/Sub Unit berikutnyaditandai dengan pita pelilit warna putih dan kuningsecara bergantian. Kepala Dan Ekor Kabel Kepala Kabeladalah u jung kabel dimana urutan warna pengikat unit / sub unit berlawanan arahdengan putaran jarum jam (kekiri). Ekor Kabeladalah ujung kabel dimana urutan warna pengikat unit / sub unit searah dengan putaran jarum jam (kekanan). Arah urutan warna isolasi BOHCAmenunjukan arah urutan warna pita pengikat unit / sub unit. ISSUED - 4/17/2004 19

Letak kepala atau ekor kabel pada haspel : a) Ujung yang terdapat pada lingkaran luar dari haspel adalah kepala b) Ujung yang terdapat pada lingkaran dalam dari haspel adalah ekor Penggunaannya : a) Pada Kabel Primer : ç Kepala kabel diterminasikan di Rangka Pembagi Utama (RPU) ç Ekor kabel diterminasikan di Rumah Kabel (RK) b) Pada Kabel Sekunder : ç Kepala kabel diterminasikan di Rumah Kabel (RK) ç Ekor kabel diterminasikan di Kotak Pembagi (KP) c) Pada Penyambungan Kabel : ç Penyambungan dilakukan antara ekor dan kepala kabel. ISSUED - 4/17/2004 20

TANDA PENGENAL KABEL Kabel Tanah Tanam Langsung T = Kabel Tanah Tanam Langsung jenis standar dengan penghantar tembaga (Cu). E = Isolasi Polyethene Ebk = Isolasi Polyethene Busa Kulit (Foam Skin) J = Petrojelly (Pem)= Pelindung Elektris (Lapisan Aluminium) Dan Mekanis (Pita Baja) E = Selubung Polyethelene * KTTL STEL - K - 007 atau SII - 0617-82 T - E J (Pem) E 200 x 2 x 0,6 Menyatakan Kabel Tanah Tanam Langsung berkapasitas 200 pair dengan penghantar tembaga berdiameter 0,6 mm, berisolasi polyethene, berisi petrojely, memakai pelindung elektris pita aluminium, berperisai pita baja dan berselubung polyethene. ISSUED - 4/17/2004 21

Standard 69 / POSTEL / 89 Nomor 7/1989 Tanggal 1 Juli 1989 T - Ebk J (Pem) E 200 x 2 x 0,6 Menyatakan Kabel Tanah Tanam Langsung berkapasitas 200 pair dengan penghantar tembaga berdiameter 0,6 mm, berisolasi polyethene busa kulit, berisi petrojely, memakai pelindung elektris pita aluminium, berperisai pita baja dan berselubung polyethene. ISSUED - 4/17/2004 22

Kabel Tanah Polongan (Duct) Tp = Kabel tanah polongan (duct) jenis standar dengan penghantar tembaga (cu). E = Isolasi polyethene Ebk = Isolasi polyethene busa kulit (foam skin) J = Petrojelly (Pe) = Pelindung elektris (lapisan aluminium) E = Selubung polyethelene * Contoh : Stel - K - 008 Atau SII - 0816-82 Tp - E J (Pe) E 200 x 2 x 0,6 Menyatakan kabel tanah polongan (duct) berkapasitas 200 pair dengan penghantar tembaga berdiameter 0,6 mm, berisolasi polyethene, berisi petrojely, memakai pelindung elektris pita aluminium dan berselubung polyethene. ISSUED - 4/17/2004 2

Standard 69 / POSTEL / 88 Nomor 119/1988 Tanggal 1 Desember 1988 Tp - Ebk J (Pe) E 1200 x 2 x 0,6 Menyatakan kabel tanah polongan (duct) berkapasitas 1200 pair dengan penghantar tembaga berdiameter 0,6 mm, berisolasi polyethene busa kulit, berisi petrojely, memakai pelindung elektris pita aluminium dan berselubung polyethene. Standard 68 / POSTEL / 89 Nomor 6/1989 Tanggal 1 Juli 1988 Tp - Ebk (Pe) E 1600 x 2 x 0,6 Menyatakan kabel tanah polongan (duct) berkapasitas 1600 pair dengan penghantar tembaga berdiameter 0,6 mm, berisolasi polyethene busa kulit, memakai pelindung elektris pita aluminium dan berselubung polyethene. ISSUED - 4/17/2004 24

Kabel Udara (KU) U = Kabel Udara Jenis Standar Dengan Penghantar Tembaga (Cu). E = Isolasi Polyethene S = Penguatan Sendiri (Self Supporting) (Pe) = Pelindung Elektris (Lapisan Aluminium) E = Selubung Polyethelene * Contoh : STEL - K - 001 Atau SII - 0611-82 U - E (Pe) E S 60 x 2 x 0,6 Menyatakan kabel udara berkapasitas 60 pair dengan penghantar tembaga berdiameter 0,6 mm, berisolasi polyethene, memakai pelindung elektris pita aluminium, berselubung polyethene dan berpenguatan sendiri. ISSUED - 4/17/2004 25

STEL - K - 004 Atau SII - 0614-82 U - E S 1 x 2 x 0,6 Menyatakan kabel udara berkapasitas 1 (satu) pair dengan penghantar tembaga berdiameter 0,6 mm, berisolasi polyethene, tanpa memakai pelindung elektris pita aluminium, berselubung polyethene dan berpenguatan sendiri. Kabel Rumah (Indoor Cable) R = kabel rumah dengan penghantar tembaga (Cu). V = Isolasi PVC V = Selubung PVC (Pe) = Pelindung elektris (Lapisan aluminium) * Contoh : STEL - K - 002 Atau SII - 0612-82 R V V 1 x 2 x 0,6 Menyatakan saluran rumah berkapasitas 1 pair dengan penghantar tembaga berdiameter 0,6 mm, berisolasi dan berselubung PVC. ISSUED - 4/17/2004 26

SII - 0709-8 R V V 60 x 2 x 0,6 Menyatakan saluran rumah multi pair berkapasitas 60 pair dengan penghantar tembaga berdiameter 0,6 mm, berisolasi dan berselubung PVC. SII - 0710-8 R V (Pe) V 60 x 2 x 0,6 Menyatakan saluran rumah multi pair berkapasitas 60 pair dengan penghantar tembaga berdiameter 0,6 mm, berisolasi PVC memakai pelindung elektris pita aluminium. ISSUED - 4/17/2004 27

Kabel drop wire Drop Wire Bawah Tanah. T - E 1 x 2 x 0,6 Menyatakan saluran penanggal bawah tanah dengan penghantar tembaga berdiameter 0,6 mm, berisolasi polietiline, kapasitas 1 (satu) pair. Drop Wire Dengan Bearer U - ES 1 x 2 x 0,6 Menyatakan saluran penanggal atas tanah dengan penghantar tembaga berdiameter 0,6 mm, berisolasi polietiline, berpenguatan sendiri dan berkapasitas 1 (satu) pair. Drop Wire tanpa Bearer Ub - V 1 x 2 x 0,6 Menyatakan saluran Penanggal atas tanah dengan penghantar baja sepuh tembaga (bronze) berdiameter 1,2 mm, berisolasi polietiline, kapasitas 1 (satu) pair. ISSUED - 4/17/2004 28

Referensi PEDOMAN TEKNIK DAN STANDAR TELEKOMUNIKASI No. 1. 2.. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Nama spesifikasi KabelUdara Berisolasi, Berpenguat sendiri Kabel Saluran Rumah SaluranPenanggal Bawah Tanah SaluranPenanggal Atas Tanah denganpenggantung KawatBaja KawatSambung Tipe R-V KabelTanah Berperisai danberselubung Polietilen KabelTanah Tanpa Perisai dan Berselubung Polietilenberisi Petrojelly KabelTanah Tanpa Perisai dan Berselubung PolietilenTanpa Petrojelly KabelTeleponRumah denganpelindung Elektris Kabel Telepon Rumah Tanpa pelindung Elektris SaluranPenanggal Atas Tanah Berpenguat Ganda Kode Dokumen STEL K-001-2001 STEL K-002-2001 STEL K-00-2001 STEL K-004-1996 STEL K-006-1981 STEL K-007-1981 STEL K-008-1981 STEL K-009-1981 STEL K-010-2000 STEL K-011-2000 STEL K-01-1991 ISSUED - 4/17/2004 29

No. Nama spesifikasi Kode Dokumen 12. 1. 14. KabelTanah Tanpa Perisai Berisolasi PolietilenBusa KulitBerselubung PE Kabel Tanah Berperisai Berisolasi Polietilen Busa Kulit berisi Petrojelly Kabel Tanah Tanpa Perisai Berisolasi Polietilen Busa Kulit berisi Petrojelly STEL K-019-1996 STEL K-020-1996 STEL K-021-1996 ISSUED - 4/17/2004 0

1. Konstanta Primer KARAKTERISTIK KABEL TEMBAGA Jika dua saluran diperpanjang sampai tak terbatas, sirkit equivalent akan di perluas tak terbatas sesuai yang seharusnya. Jumlah dari R, C, L dan G ditunjukan di gambar dibawah ini sesuai jumlah tertentu per satuan panjang Dengan kata lain, jumlah muatan terdistribusi sebagian dari pada seluruhnya.. R L R L C G ISSUED - 4/17/2004 1

R: Tahanan 1. Harga tahanan berbanding lurus dengan panjang penghantar dan berbanding terbalik dengan diameter penghantar 2. Jumlah dari R nyata sebagai gambaran ketidak sempurnaan konductor Tabel 1 Metal Conductivity (Wm x 10-8) Copper 1.72 Aluminum 2.62 Silver 1.62 Diameter (copper) Resistance (W/km) Cross section (m 2 ) 0.4 00 0.1 0.6 10 0.28 0.8 7 0.50 ISSUED - 4/17/2004 2

G: Kebocoran Konduktansi 1. Semua media dialektrikum memungkinkan mengalirnya arus kebocoran 2. Bila perlu menempatkan tahanan R g pada lintasan kebocoran antara dua konductor. R g adalah berbanding terbalik dengan besarnya konduktansi, dimana G= 1/ R g.. G. menggambarkan ketidak sempurnaan isolasi. ISSUED - 4/17/2004

L : Induktansi Bila kawat penghantar dialiri arus AC, adanya sejenis resistor pada arus AC dalam inti sendiri, timbul efek yang berlawanan dengan perubahan arus, jika frekwens i bertambah, L berkurang dan frekwensi tinggi L cenderung tetap besar. Induksitansi timbul dari daya berlawanan terjadi pada saat flux yang dibuat oleh arus bertambah atau berkurang. C: Kapasitansi Kapasitansi (bervariasi sesuai jenis isolasi yang digunakan dan jarak antar konduktor) dengan satuan nf/km ISSUED - 4/17/2004 4

Konstanta Primer dari kabel pelanggan pada frekwensi suara Conductor diameter R W/km. loop L MH/km G m mho/km C NF/km 0.4 00 0.7 1.6 50 0.6 10 0.7 1.6 55 0.8 7 0.7 1.6 55 Tabel 2 ISSUED - 4/17/2004 5

2. Konstanta sekunder a. Konstanta Redaman (Attenuation) (α ) Menggambarkan bagaimana gelombang sinyal menjadi lemah ketika merambat melalui kabel. b. Konstanta Phase ( β ) Menggambarkan kecepatan transmisi setiap 1 km kabel. c. Impedansi Karakteristik (Z0 ) Menggambarkan bagaimana sinyal dapat ditransmisi secara smooth melalui kabel. ISSUED - 4/17/2004 6