RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN BIRO ADMINISTRASI PEREKONOMIAN DAN SDA SETDA DIY 2018

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. multidimensi, yang berkaitan dengan aspek sosial, ekonomi, budaya, dan aspek. hidupnya sampai suatu taraf yang dianggap manusiawi.

Pengarahan KISI-KISI PROGRAM PEMBANGUNAN KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2014

DAFTAR ISI. Daftar Isi...

Tantangan dan Peluang UKM Jelang MEA 2015

BAB I PENDAHULUAN. perkapita sebuah negara meningkat untuk periode jangka panjang dengan syarat, jumlah

PAPARAN FORUM PERANGKAT DAERAH DAN RAPAT KOORDINASI TEKNIS (RAKORTEK) PEMBANGUNAN TINGKAT PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2017

MATRIK 2.3 RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN KEMENTERIAN/ LEMBAGA TAHUN 2011

Rencana Pembangunan Jangka Menengah strategi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan tranformasi,

KESIAPAN KABUPATEN MAROS MELAKSANAKAN SDGs. Ir. H. M. HATTA RAHMAN, MM (BUPATI MAROS)

Visi TERWUJUDNYA KOTA JAMBI SEBAGAI PUSAT PERDAGANGAN DAN JASA BERBASIS MASYARAKAT YANG BERAKHLAK DAN BERBUDAYA. Misi

PADA MUSRENBANG RKPD KABUPATEN BANGKA

KEBIJAKAN PENGUATAN SEKTOR RIIL DI INDONESIA Kamis, 16 Juli 2009

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Visi Misi Gubernur DIY: Rancangan Cascade RPJMD DIY

CATATAN ATAS PRIORITAS PENANGGULANGAN KEMISKINAN DALAM RKP Grafik 1. Tingkat Kemiskinan,

SEKILAS TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH

DIREKTIF PRESIDEN PERCEPATAN DAN PENINGKATAN EKONOMI NASIONAL

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

ARAH KEBIJAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL BIDANG UMKM DAN KOPERASI

BAB 7 KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH

BAPPEDA Planning for a better Babel

4.2 Strategi dan Kebijakan Pembangunan Daerah

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN LAPORAN PEMANTAUAN PELAKSANAAN ANGGARAN TRIWULAN III TAHUN 2016

BAB 4 ANALISIS ISU STRATEGIS DAERAH

RANCANGAN RPJMD PROVINSI BANTEN TAHUN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN. roses pembangunan pada dasarnya merupakan proses yang berkesinambungan,

SAMBUTAN KEPALA BAPPEDA PROV JATENG

RAPAT KOORDINASI PERENCANAAN

PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL BIDANG UMKM DAN KOPERASI

NARASI MENTERI PERINDUSTRIAN RI Pembangunan Industri yang Inklusif dalam rangka Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas

ADHI PUTRA ALFIAN DIREKTUR PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN UKM BATAM, 18 JUNI 2014

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN LAPORAN PEMANTAUAN PELAKSANAAN ANGGARAN TRIWULAN I TAHUN 2016

BAHAN MENTERI DALAM NEGERI PADA ACARA MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN (MUSRENBANG) REGIONAL KALIMANTAN TAHUN 2015

ASPEK EKONOMI DAN SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL

DRAFT RANCANGAN AWAL RPJMD KABUPATEN GUNUNGKIDUL TAHUN Disampaikan pada Forum Konsultasi Publik Rabu, 6 April 2016

LAPORAN PEMANTAUAN PELAKSANAAN ANGGARAN TRIWULAN II TAHUN 2016

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN. Visi pembangunan daerah dalam RPJMD adalah visi Kepala daerah dan

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN. rencana pembangunan jangka menengah daerah, maka strategi dan arah

VISI, MISI DAN PORGRAM VISI

PAPARAN Rancangan Awal RPJMD Tahun Wates, 27 September 2017

KEBIJAKAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN 2010: PEMELIHARAAN KESEJAHTERAAN RAKYAT

BAB II EKONOMI MAKRO DAN KEBIJAKAN KEUANGAN

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

DAFTAR ISI. Hal. Daftar Isi... i Daftar Tabel... v Daftar Gambar... x Daftar Grafik... xi

BAPPEDA KAB. LAMONGAN

BAPPEDA KAB. LAMONGAN

BAB VI SASARAN, INISITIF STRATEJIK DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Jakarta, 10 Maret 2011

BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH. hasil yang diharapkan dari program dan kegiatan selama periode tertentu.

RANCANGAN RKPD KABUPATEN SIDOARJO TAHUN 2018

- 1 - PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG

Kebijakan Pemerataan Ekonomi Dalam Rangka Menurunkan Kemiskinan. Lukita Dinarsyah Tuwo

BAB I PENDAHULUAN...I.

RENCANA PROGRAM KEGIATAN 2018 BIRO ADMINITRASI PEMBANGUNAN SETDA DIY. Forum SKPD Program Sarana Prasarana RKPD 2018

BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB I PENDAHULUAN. rentan terhadap pasar bebas yang mulai dibuka, serta kurang mendapat dukungan

KERANGKA PELAKSANAAN TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (TPB)

terealisasi sebesar Rp atau 97,36%. Adapun program dan alokasi anggaran dapat dilihat pada tabel berikut :

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

6.1. Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan

BAB I PENGANTAR. 1.1 Latar Belakang. dihadapi oleh semua negara di dunia. Amerika Serikat yang tergolong sebagai

dan Program Strategis Kabupaten Luwu Timur Propinsi Sulawesi Selatan

Disampaikan oleh: Kepala Bappeda provinsi Jambi. Jambi, 31 Mei 2016

I. PENDAHULUAN. daerah, masalah pertumbuhan ekonomi masih menjadi perhatian yang penting. Hal ini

Strategi dan Program Prioritas Penguatan Ekonomi Masyarakat Kota Bontang Bidang Industri Berbasis Petrokimia Tahun 2018

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung

RANCANGAN: PENDEKATAN SINERGI PERENCANAAN BERBASIS PRIORITAS PEMBANGUNAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017

PROSES PENYUSUNAN RKPD 2019

ARAH KEBIJAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DIY TAHUN 2019 BAPPEDA DIY

BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS

DAFTAR ISI Hal Daftar Isi... i Daftar Tabel... ii Daftar Gambar... v Daftar Lampiran... vi

IV.B.10. Urusan Wajib Koperasi dan UKM

FORUM KABUPATEN/KOTA DI DIY

disampaikan oleh : Kepala BAPPEDA Provinsi Kalimantan Tengah

BAB III Visi dan Misi

DUKUNGAN PROYEK SREGIP DALAM PENCAPAIAN SASARAN PEMBANGUNAN NASIONAL

Terwujudnya Kabupaten Pemalang yang Maju, Sejahtera, Sehat, Mandiri dan Bermartabat

BAB II PERAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL A. STRUKTUR PEREKONOMIAN INDONESIA

KULON PROGO MEMBANGUN. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo

BAB V ARAH KEBIJAKAN, TAHAPAN, DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH

PERSIAPAN DAERAH dalam menghadapi

MATRIKS RANCANGAN PRIORITAS RKPD PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017

Berdasarkan PP Nomor 39 Tahun 2006 Konsolidasi Program, Sub Fungsi, dan Fungsi (Form C)

Transkripsi:

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN BIRO ADMINISTRASI PEREKONOMIAN DAN SDA SETDA DIY 2018 Disampaikan pada acara Forum Perangkat Kerja Perekonomian, MUSRENBANG 2017

Konsep Pertumbuhan Ekonomi DIY Ke Depan INDIKATOR menurunkan KEMISKINAN World Bank : Pertumbuhan yang fokus pada perluasan skala ekonomi, memperluas akses terhadap aset perekonomian dan berhasil memperluas pasar serta menciptakan pemerataan peluang untuk generasi selanjutnya. menurunkan KETIMPANGAN UNDP : Memberikan definisi mengenai pertumbuhan inklusif berdasarkan sisi produksi dan pendapatan GDP (Gross Domestic Product), yaitu proses dan hasil pertumbuhan dimana semua pihak dapat berpartisipasi dan memperoleh manfaat yang sama dari pertumbuhan tersebut Menurunkan PENGANGGURAN

KEBIJAKAN TERHADAP KEMISKINAN DIY Jumlah Penduduk Miskin di DIY 2011 2016 (dalam ribu) : Tingkat Kemiskinan di DIY 2011 2016 (dalam %) : 15 Kecamatan Kantong Kemiskinan PENYEBAB SOLUSI Keterbatasan SDA Laju pertumbuhan penduduk tinggi Keterbatasan SDM Keterbatasan lapangan pekerjaan Keterbatasan modal usaha Pengembangan Perlindungan Sosial Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Pemberdayaan UMKM Peningkatan program pro rakyat dalam menunjang pelayanan dasar Program Keluarga Harapan (PKH), Beras Bersubsidi (Rastra), Bantuan Siswa Miskin (BSM), Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rumah Murah, Air Bersih, layanan kesehatan, pendidikan, program untuk petani, nelayan

KEBIJAKAN TERHADAP KETIMPANGAN WILAYAH DIY Indeks Williamson menunjukkan tingkat ketimpangan pendapatan antar daerah. Suatu daerah dapat dikatakan memiliki ketimpangan yang rendah jika nilai Indeks Williamson kurang dari 0,35. Ketimpangan dengan taraf sedang ditunjukkan dengan nilai Indeks Williamson antara 0,35 hingga 0,5. Sedangkan, daerah dengan nilai Indeks Williamson yang lebih besar dari 0,5 menunjukkan adanya ketimpangan pendapatan yang tinggi. Artinya ketimpangan wilayah DIY pada tahun 2016 (proyeksi optimis 0,486) dan proyeksi tahun-tahun berikutnya tergolong SEDANG, sehingga harus mulai menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Proyeksi IW DIY Tahun 2016-2020 Tahun Optimis Moderat 2016 0,486 0,558 2017 0,490 0,564 2018 0,494 0,569 2019 0,499 0,574 2020 0,503 0,579 Sumber : Makro Ekonomi DIY, 2016 Faktor Penyebab? Perbedaan kandungan sumber daya alam Perbedaan kondisi demografis Kurang lancarnya mobilitas barang dan jasa Konsentrasi kegiatan ekonomi di wilayah tertentu Alokasi dana pembangunan antar wilayah tidak tepat Investasi yang padat modal Pertambahan penduduk yang tinggi Ketidak merataan pembangunan antar daerah Gali potensi lokal yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif Bangun infrastuktur yang memadai Arahkan pembangunan pada wilayah tertinggal Perlu penyesuaian porsi anggaran untuk masing-masing wilayah Tingkatkan upaya pembatasan kelahiran solusi OVOP (One Village One Product) terkait dengan industri, koperasi dan UKM, komoditas pertanian dalam arti luas. Kebijakan pembangunan diarahkan pada 15 kecamatan kantong kemiskinan. Sesuai arahan pusat anggaran berbasis money follow program yang diarahkan menyasar pada wilayah-wilayah potensi pengembangan ekonomi daerah Program pembangunan daerah harus mengarah kepada ekonmi kerakyatan Perlu pengendalian angka tingkat kelahiran

KEBIJAKAN TERHADAP PEMBANGUNAN NYIA Prioritas node: 1. Partisipasi masyarakat 2. Peningkatan kualitas SDM 3. Peningkatan lapangan kerja 4. Pelestarian Budaya & Kearifan Lokal 5. Kelembagaan 6. Peningkatan Pendapatan 7. Tata Ruang Kawasan 8. Obyek Wisata 9. Orientasi Bisnis Bandara 10.Jaringan infrastruktur 11.Ruang public 12.Penggunaan energy 13.Kualitas udara & air Aerocity: Awalnya bandara adalah untuk melayani kota modern maka kini bandara itu sendiri telah dipahami juga sebagai kota modern itu sendiri. Bandara sekarang juga mengembangkan fasilitas, pelayanan, dan sumber-sumber penerimaan non-aeronautikal. Faktor kunci keberhasilan aerocity 1) connectivity: the importance of the network; 2) competitive region and market place; 3) clear strategy and business model; 4) value and quality of the site; 5) regional governance. Aspek Sosial dan Ekonomi : Modal Sosial Strategi Adaptasi Masyarakat Motivasi Untuk Berubah Peran Pemerintah Daerah : 1. Peraturan Daerah Tentang Tata Ruang Wilayah 2. Regulasi Kemudahan Perizinan Usaha dan peningkatan potensi daerah 3. Pemanfaatan dan pengembangan potensi alami daerah/wilayah 4. Percepatan Perubahan Mental Masyarakat 5. Penciptaan potensi daerah/wilayah untuk tujuan wisata 6. Integrasi daerah wisata lokal dengan wisata daerah lain, misalnya dengan membuat poros wisata Jakarta - DIY - Surabaya atau Medan - DIY Denpasar. 7. Promosi dan pengembangan seni budaya lokal di daerah wisata, dengan penambahan atraksi-atraksi wisata berupa kegiatan budaya yang bersifat harian, bulanan atau tahunan. 8. Pembuatan desa percontohan wisata Bandara Baru Dalam Konteks Sustainable Development Goals Peran bandar udara Fungsi yang dimainkan oleh suatu bandara dari sisi ekonomi sebetulnya ada dua: sebagai simpul transportasi dan sebagai pusat pertumbuhan dalam ekonomi regional ekonomi SDGs pada level lokal SDGs adalah global tetapi pencapaiannya akan tergantung pada kemampuan di tingkat lokal mengingat semua target SDGs secara langsung terkait dengan responsibilitas pemerintah lokal dan regional Merencanakan pengembangan ekonomi masyarakat

BELANJA YANG WAJIB DAN MENGIKAT No Program Indikator Kinerja Usulan Kegiatan 1 Penyusunan Kebijakan Pembangunan 60 % bahan rumusan kebijakan menjadi rumusan kebijakan 1. Perumusan bahan kebijakan investasi, kerjasama, perijinan dan pariwisata 2. Perumusan bahan kebijakan sektor pertanian, ketahanan pangan, perikanan, kelautan, kehutanan dan perkebunan 3. Perumusan bahan kebijakan sektor industri, perdagangan, koperasi dan UKM 4. Pengendalian Inflasi Daerah Di bidang Pengembangan Perekonomian Daerah Dihasilkan dari kegiatan Analisis yang akan menghasilkan NA untuk bahan rumusan, selanjutnya menjadi rumusan yang kemudian menjadi draft RAPERGUB maupun Draft RAPERDA Kegiatan perumusan kebijakan dilakukan dengan implementasi fasilitasi, koordinasi dan evaluasi program dalam konteks KEBIJAKAN STRATEGIS Berbasis pada Kebijakan Pertumbuhan Ekonomi Yang Inclusif Menuju Pengurangan Ketimpangan Wilayah, Penurunan Angka kemiskina, dan menjawab pembangunan New Yogyakarta International Airport

TERIMA KASIH