BAB IV PRAKTEK MODEL PERSAMAAN STRUURAL (SEM) MELALUI PROGRAM AMOS

dokumen-dokumen yang mirip
Praktek Model Persamaan Struktural (SEM) Melalui Program Amos

MODUL SOFTWARE AMOS MODEL PERSAMAAN STRUKTURAL (SEM)

With AMOS Application

With AMOS Application

MODUL PELATIHAN STRUKTURAL EQUATION MODEL UNTUK PENELITIAN BISNIS DAN MANAJEMEN. Ananda Sabil Hussein, Ph.D

Uji Measurement Model

STRUCTURAL EQUATION MODEL (SEM)

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Hal yang diukur dalam disiplin belajar mahasiswa ketika berada di kampus

Membuat Model SEM dengan AMOS

BAB IV HASIL PENELITAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB 11 ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Sekaran (2006) subyek ialah satu dari anggota dari sampel,

PATH ANALYSIS & STRUCTURAL EQUATION MODEL. Liche Seniati Sem. Ganjil 2009/2010 Program Magister Profesi F.Psi.UI

Bab 3. Metode Penelitian

BAB 3 METODE PENELITIAN

Matematika dan Statistika

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat penerimaan SUOT-

BAB 10 ANALISIS REGRESI LINIER SEDERHANA

BAB III METODE PENELITIAN

Aplikasi Analisis Jalur (Path Analisis) dengan menggunakan SPSS versi 12. Oleh. Abdul Razak Munir, SE, M.Si 1

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. membantu dalam menyelesaikan penelitian ini.

BAB VI ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEPUTUSAN HUTANG

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 13 ANALISIS LINTAS (PATH ANALISIS)

BAB 3 PENGOLAHAN DATA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Kebayoran, Jakarta Selatan selama penelitian. Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang dipilih sebagai tempat penelitian.

BAB I PENDAHULUAN. Dalam perusahaan, para karyawan merupakan salah satu aset inti yang penting

DAFTAR SIMBOL γ Besarnya pengaruh variabel eksogen terhadap variabel endogen β Besarnya pengaruh variabel endogen terhadap variabel endogen...

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

24 melalui aplikasi OLX.co.id. Sugiyono (2013) menyarankan bahwa ukuran sampel minimum adalah sebanyak 5-10 kali jumlah indikator yang diestimasi. Jum

Contoh Analisis Melalui AMOS Ketika Mediator & Moderator dalam Satu Model

DAFTAR ISI BAGIAN I TEORI DAN KONSEP SEM

BAB III METODE PENELITIAN. permasalahan yang akan diteliti. Penelitian yang akan dilakukan yaitu jenis

BAB 3 PERUMUSAN OBYEK PENELITIAN. PT. Uvindo Prima Cemerlang merupakan perusahaan jasa UV Varnish yang

BAB V PEMBAHASAN. estimasi loading factor, bobot loading factor (factor score wight), dan error variance

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Mengolah Data Bidang Industri

A.Sejarah SEM dan Pengertian B.Model SEM C.Persamaan Matematis dalam SEM D.Konsep dan Istilah E. Asumsi F. Bagian SEM G.Proses Analisis SEM

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Zanuar Firmanto, Putu Artama Wiguna, Haryono Mahasiswa MMT-ITS, Jurusan Manajemen Proyek ABSTRAK

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV. Statistik Parametrik. Korelasi Product Moment. Regresi Linear Sederhana Regresi Linear Ganda Regresi Logistik

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV. STATISTIK PARAMETRIK. KORELASI PRODUCT MOMENT. REGRESI LINEAR SEDERHANA REGRESI LINEAR GANDA REGRESI LOGISTIK

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (BBPLK) Serang. Sedangkan untuk subyek penelitian ini yaitu seluruh pegawai

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Dalam bab ini akan dijelaskan hasil penelitian dan pembahasan data yang

Keterangan : korelasi item total terkoreksi : korelasi item total sebelum dikoreksi. r ix

LANGKAH-LANGKAH PENGUJIAN INSTRUMEN UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS

BAB III METODE PENELITIAN. terdaftar di Badan Pusat Statistik (BPS) sejak sampel. Berikut jumlah perusahaan yang berpartisipasi:

BAB III METODE PENELITIAN. menjelaskan bahwa populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Populasi

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISI DATA

METODE PENELITIAN. 3.1 Kerangka Berpikir Kerangka Pemikiran Konseptual

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANGKA HARAPAN HIDUP DI SUMATERA UTARA DENGAN METODE ANALISIS JALUR TUGAS AKHIR FEBRINA SITUMORANG

BAB III METODE PENELITIAN

Komponen Kode MPLUS. Wahyu Widhiarso Fakultas Psikologi UGM

Nama : ANDRIAN RAMADHAN F NIM :

BAB 5 ANALISIS HASIL STUDI. responden yang berada di Sumatera Utara. Karakteristik responden merupakan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. di D.I. Yogyakarta, yang berlokasi di Purwomartani, Kalasan, Sleman, dan Nitipuran, Yogyakarta. Sedangkan subyek dari

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV METODE PENELITIAN

TEKNIK PENGUJIAN VALIDITAS DAN RELIABILITAS

Pengaruh Budaya Perusahaan, Kedisiplinan dan Kepuasan Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan dengan Metode Structural Equation Modeling

PENERAPAN METODE STRUCTURAL EQUATION MODELING UNTUK ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI AKADEMIK TERHADAP KUALITAS WEBSITE

BAB III METODE PENELITIAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Subyek dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana di Ruang

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi dalam penelitian ini adalah di Kabupaten Purbalingga, Jawa

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... PERNYATAAN KEASLIAN DISERTASI... KATA PENGANTAR... ABSTRACT... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL...

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Distribusi Frekuensi dan Statistik Deskriptif Lainnya

BAB V HASIL PENELITIAN. 5.1 Gambaran Umum Kantor Sekretariat Pemerintah Provinsi Bali

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Populasi pada penelitian ini adalah semua pimpinan di lingkungan Satuan Kerja

LIMA Dinamika Fakta Empirik

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

ANALISIS JALUR. Penggunaan analisis jalur didasarkan pada beberapa asumsi, diantaranya :

BAB III METODE PENELITIAN. tahapan pengerjaan tugas akhir dapat berjalan secara terarah dan sistematis. Start. Pengumpulan Data

BAB III METODE PENELITIAN. Bab ini bertujuan untuk memberikan suatu dasar yang valid dan reliabel untuk

Regresi Linear Sederhana (Tunggal)

BAB III METODE PENELITIAN. perumusan masalah yang teridentifikasi, pengumpulan dasar teori yang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dan

Transkripsi:

BAB IV PRAKTEK MODEL PERSAMAAN STRUURAL (SEM) MELALUI PROGRAM AMOS Banyak orang yang menghindari melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan Model Persamaan Struktural (SEM) dengan alasan kompleksitas prosedur analisis SEM. Analisis dengan menggunakan SEM memang sangat kompleks karena SEM merupakan analisis multivariat dengan banyak variabel. Namun dengan menggunakan AMOS, analisis SEM menjadi menarik dan menantang. AMOS menyediakan kanvas di dalam programnya agar peneliti menuangkan modelnya dalam bentuk gambar di dalam kanvas tersebut. Analisis menjadi semakin mudah karena dengan satu kali klik, gambar model yang dituangkan di dalam kanvas langsung dianalisis dengan lengakap. Makalah ini akan menyajikan prosedur analisis SEM melalui AMOS yang dilengkapi dengan beberapa informasi mengenai dasar-dasar SEM. 4.1. BAGIAN BAGIAN SEM A. SUB MODEL SEM SEM adalah penggabungan antara dua konsep statistika, yaitu konsep analisis faktor yang masuk pada model pengukuran (measurement model) dan konsep regresi melalui model struktural (structural model). Model pengukuran menjelaskan hubungan antara variabel dengan indikator-indikatornya dan model struktural menjelaskan hubungan antar variabel. Model pengukuran merupakan kajian dari psikometrika sedangkan model struktural merupakan kajian dari statistika. 1. SUB MODEL PENGUURAN Di dalam sebuah skor hasil pengukuran (skor tampak), didalamnya terkandung dua komponen, yaitu a) komponen yang menjelaskan atribut yang diukur dan b) komponen yang terkait dengan atribut lain yang tidak diukur (eror). Dengan kata lain, di dalam skor tampak didalamnya terkandung komponen yang menunjukkan atribut ukur dan eror. Dalam gambar dengan pendekatan SEM konsep ini dijabarkan menjadi 42

gambar yang menunjukkan skor sebuah item yang dibangun dari dua komponen, yaitu atribut ukur dan eror (lihat Gambar dibawah ini). Model pengukuran menggambarkan hubungan antara item dengan konstrak yang diukur. Model pengukuran memiliki ketepatan model yang memuaskan ketika item-item yang dilibatkan mampu menjadi indikator dari konstrak yang diukur yang dibuktikan dengan nilai eror pengukuran yang rendah dan nilai komponen asertivitas yang tinggi. 2. SUB MODEL STRUKTURAL Model struktural menggambarkan hubungan satu variabel dengan variabel lainnya. Hubungan tersebut dapat berupa korelasi maupun pengaruh. Korelasi antar variabel ditunjukkan dengan garis dengan berpanah di kedua ujungnya sedangkan pengaruh ditandai dengan satu ujung berpanah. Gambar diatas menunjukkan peranan variabel independen terhadap variabel dependen. Pada gambar tersebut terlihat ada dua jenis model struktural. Gambar dibawah ini menunjukkan hubungan antar dua konstrak terukur dan Gambar 4.b menunjukkan hubungan konstrak laten. 43

B. KONSTRUK Konstrak adalah atribut yang menunjukkan variabel. Konstrak di dalam SEM terdiri dari dua jenis, yaitu konstrak empirik dan konstrak laten. Konstrak Empirik. Merupakan konstrak yang terukur (observed). Dinamakan terukur karena kita dapat mengetahui besarnya konstrak ini secara empirik, misalnya dari item tunggal atau skor total item-item hasil pengukuran. Konstrak empirik disimbolkan dengan gambar kotak. Konstrak Laten. Konstrak laten adalah konstrak yang tidak terukur (unobserved). Dinamakan tidak terukur karena tidak ada data empirik yang menunjukkan besarnya konstrak ini. Konstrak laten dapat berupa a) common factor yang menunjukkan domain yang diukur oleh seperangkat indikator/item dan b) unique factor (eror) yang merupakan eror pengukuran. Konstrak ini disimbolkan dengan gambar lingkaran dan c) residu yaitu faktor-faktor lain yang mempengaruhi variabel dependen selain variabel independen. C. JALUR Jalur (path) adalah informasi yang menunjukkan keterkaitan antara satu konstrak dengan konstrak lainnya. Jalur di dalam SEM terbagi menjadi dua jenis yaitu jalur hubungan kausal dan non kausal. Jalur kausal digambarkan dengan garis dengan panah salah satu ujungnya (J) dan jalur hubungan non kausal ditandai dengan gambar garis dengan dua panah di ujungnya (Q). Namun demikian, meski bentuk garis sama, akan tetapi jika jenis konstrak yang dihubungkan adalah berbeda makna garis berbentuk sama tersebut dapat bermakna berbeda. Selengkapnya jenis-jenis jalur dapat dilihat pada Gambar dibawah ini. 44

Goodness of Fit Gambar Fungsi dari Tolls Amos 45

Contoh Kasus 1. Menyiapkan data. Data yang kita pakai adalah data SPSS. 2. Membuka Program AMOS Buka program AMOS dengan membuka Program AMOS GRAPHICS 3. Membuat hubungan antara AMOS dan SPSS Data kita terletak di SPSS sedangkan model kita terletak di AMOS. Langkah ini akan membuat kedua program tersebut menjadi terhubung. Caranya adalah sebagai berikut. Di Program AMOS tekan DATA FILES, lalu akan muncul menu di bawah ini. Tekan FILE NAME lalu pilih NAMA FILE yang berisi data. Pada jendela di bawah ini carilah nama file yang berisi data anda kemudian KLIK file tersebut. Nama file yang muncul di dalam jendela tergantung dari FILE OF TYPES yang dimunculkan. Jika file anda adalah SPSS maka pada FILE OF TYPES pilihlah data berbentuk SPSS. Tekan OK 46

4. Mengambar Model Gambarlah model sesuai dengan konsep yang anda kembangkan. Dalam hal ini kita sedang melakukan analisis faktor terhadap pada skala Harga Diri yang terdiri dari 4 item. AMOS memfasilitasi anda untuk menggambar model dengan berbagai fitur yang menarik. 5. Memilih Keluaran Analisis Klik VIEW ANALYSIS PROPERTIS lalu pilih OUTPUT. Langkah ini bertujuan untuk memerintahkan AMOS mengeluarkan informasi hasil analisis. Centang informasi mengenai Standardized Estimates, Square Multiple Correlation dan Modification Indices. 47

Mencentang Standardized Estimates akan mengeluarkan statistik yang terstandarisasi, Square Multiple Correlation mengeluarkan informasi sumbangan efektif dan Modification Indices mengeluarkan informasi pertimbangan dalam melakukan modifikasi model. 6. Melakukan Analisis Klik ANALYZE CALCULATE ESTIMATES atau ikon bergambar piano untuk menganalisis model anda. 7. Menampilkan Gambar Hasil Analisis Klik Ikon untuk menampilkan angka-angka hasil analisis di dalam model. 8. Menampilkan Tabel Hasil Analisis Klik VIEW TEXT OUTPUT atau langsung tekan F10 untuk menampilkan jendela hasil analisis. Anda tinggal memilih mana informasi yang anda inginkan dengan cara mengarahkan kursor mouse anda pada menu yang tersedia, misalnya ESTIMATE, MODIFICATION INDICES atau MODEL FIT. 9. Tinggal Membaca Outputnya 48