BAB III METODE MEMASAK

dokumen-dokumen yang mirip
METODE MEMASAK I. PENGERTIAN

METODE MEMASAK. Oleh : Atat Siti Nurani

PENGOLAHAN PANAS DAN PENGOLAHAN PEMBEKUAN KELOMPOK 1

TEKNIK DASAR MEMASAK. Panas yang diberikan oleh sumber panas dalam proses memasak akan merambat dengan beberapa cara yaitu : 1.

SOAL ULANGAN SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2017/2018

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Waktu yang dibutuhkan untuk menggoreng makanan tergantung pada:

BAB I PENDAHULUAN. bersenang-senang maupun melakukan kegiatan wisata/rekreasi (Pratama, 2015).

Cara membuat steak tenderloin mudah dan sederhana.hasilnya pun sangat mantap dan gurih

Ulangan Akhir Semester Ganjil Tahun Pelajaran Mata Pelajaran : Boga Dasar

tips: Menyimpan Tahu Segar

tips: Menyimpan Tahu Segar

Pengertian peralatan pengolahan makanan. Klasifikasi peralatan pengolahan makanan

BAB I PENDAHULUAN. makanan dan minuman. Dalam suatu hotel terdapat section lain yang berperan

Menerapkan Teknik Pengolahan Menggunakan Media Penghantar Panas. KD 1. Melakukan Proses Pengolahan Abon Ikan

PENGOLAHAN BUAH-BUAHAN

INSTRUMEN PENELITIAN

Written by Administrator Thursday, 10 September :01 - Last Updated Thursday, 10 September :08

Uji Coba 1 (Tiramisu Pumpkin) Formula 30%

Lezat & Praktis Tahu Pedas Manis Kontributor: Odilia Winneke; Foto: dok.g-shot

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA JOB SHEET PENGOLAHAN BAKERY

IDENTIFIKASI PERALATAN, PERSIAPAN, PENGOLAHAN, PENYAJIAN MAKANAN, DAN POLA STANDART RESEP MASAKAN TRADISIONAL & INTERNASIONAL

Resep Makanan Bayi. (6-8 Bulan) Copyright TipsBayi.com & KartuBayi.com

Bab. Mengungkep. Kegiatan Awal. Membuat Kaldu

MENU MAKAN PAGI. Talas dan ubi yang sudah digiling halus. Di aduk kemudian ditambahkan santan dan garam

CARA MEMBUAT: -Potong ayam menjadi 2 bagian atau belah membujur dadanya dan tekan hingga terbuka lebar. -Lumuri bumbu halus hingga rata

TEKNOLOGI PENGOLAHAN NUGGET

Teknik Pengolahan Karkas Daging Sapi

SOTO BANJAR. Elly Lasmanawati

Profesionalisme Chef Dalam Pengolahan Dan Meningkatkan Kualitas Makanan Di Cavinton Hotel Yogyakarta

SD kelas 6 - BAHASA INDONESIA BAB 8. MENULIS TERBATASLatihan Soal 8.4

Resep Puding - Cara Membuat Puding Istimewa

HIDANGAN PEMBUKA PANAS (HOT APPETIZER)

PENGOLAHAN DAGING NUGGET. Materi 6b TATAP MUKA KE-6 Semester Genap

CONTOH TEKNOLOGI PENGOLAHAN PANGAN PADA KELOMPOK BAHAN PANGAN

Resep kue basah : kue lumpur, tips dan variasinya

Resep Kue. Resep kue nastar

TIM MI AYAM TIM MAKARONI. Bahan: Bahan:

Buletin Peternakan Edisi IV 2017 Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Sulawesi Selatan

PEMBUATAN SAOS CABE MERAH Nurbaiti A. Pendahuluan Cabe merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi

Pembuatan Sosis Ikan

Coklat. Berikut ini Jenis-jenis coklat yang beredar dipasaran antara lain : 1. Couverture

Teknologi Pengolahan PRODUK HORTIKULTURA SPESIFIK KALIMANTAN SELATAN

BAB I PENDAHULUAN. satu tonggak utama dalam perekonomian Indonesia. Hal ini dikarenakan

HANDOUT Uraian Materi perkuliahan

HeHeader

Kue atau yang disebut juga cake merupakan produk bakery yang banyak diminati masyarakat. Dalam membuat kue, ada tiga faktor yang sangat menentukan

Aneka Resep Masakan Sayur

MODUL 5 PIZZA IKAN. Indikator Keberhasilan: Mutu pizza ikan yang dihasilkan memiliki tekstur yang lembut, rasa dan aroma khas ikan.

No Alur Proses Jenis Bahaya Cara Pencegahan 1.Bahaya Fisik segar 2 Bahan baku Sering adanya pencucian yang tidak bersih

JAGUNG. Bahan Pangan Alternatif SERI BACAAN ORANG TUA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA JOB SHEET PENGOLAHAN BAKERY

denaturasi pada saat pemanasan dan mempertahankan bentuk pada produk akhir. Pati yang merupakan komponen utama dalam tepung (sekitar 67%) pada proses

TEKNOLOGI PENGOLAHAN CABE MERAH. Oleh: Gusti Setiavani, STP

Masakan Pedas Penambah Nafsu Makan

Pastry. Pandu Prabowo Susilo

INOVASI PEMBUATAN SUSU KEDELE TANPA RASA LANGU

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANEKA RUJAK DAN ASINAN NAN SEGAR

GULAI REBUNG TUNJANG. HeHeader

TEHNIK PEMBUATAN MIE SEHAT. Dr. Sri Handayani

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. aroma spesifik dan mempunyai nilai gizi cukup tinggi. Bagian kepala beratnya

Berbagi Kehangatan Masakan Kambing Bango

BAHAN MAKANAN SETENGAH JADI

Resep Kastengel Bawang Merah

Serba Pepes dan Botok

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada proses penggolahan stick singkong, singkong yang digunakan yaitu

HASIL DAN PEMBAHASAN Pembuatan Adonan Kerupuk

I PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang, (2) Identifikasi Masalah, (3) Maksud

1. Masak beras dengan air / kaldu kira-kira ¼ matang masukkan daging giling

TELUR ASIN 1. PENDAHULUAN

Mengenal Marinasi. Oleh Elvira Syamsir (Tulisan asli didalam Kulinologi Indonesia)

OLAHAN PANGAN DARI UBI JALAR UNGU

I. PENDAHULUAN. Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jenis sayuran sehat

Bahan Baku daging ikan 500 g. tepung tapioka 50 g. merica halus 1/2 sendok teh. bawang merah 7,5 g. bawang putih 1,5 g. jahe 0,5 g.

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS BISNIS MARTABAK

DAFTAR ISI ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR

Oleh : SRI PALUPI, M.Pd

LAPORAN PRAKTEK TEKNOLOGI MAKANAN PEMBUATAN NUGGET AYAM

III BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Cobb umur 55 minggu yang di ambil bagian dadanya dan dipisahkan dari

BAB 2 LANDASAN TEORI

Kumpulan Resep Sup ( Baru )

RESEP KUE TALAM BESERTA TIPS dan VARIASINYA

TEKNOLOGI PEMBUATAN SAUS TOMAT Oleh: Masnun Balai Pelatihan Pertanian Jambi I. PENDAHULUAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kue bolu merupakan kue berbahan dasar tepung terigu dengan penambahan

METODE Waktu dan Tempat Alat dan Bahan Metode Penelitian Penelitian Pendahuluan

Calzone. Selera Mancanegara. HeHeader

BAB III ANALISIS PELAKSANAAN STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE (SOP) PEMBUATAN RECIPE PADA FOOD AND BEVERAGE PRODUCT

LAPORAN MODIFIKASI RESEP DI INSTALASI GIZI RSU SUNAN KALIJAGA DEMAK SUP AYAM FANTASI

CARA PRODUKSI PANGAN Jejaring Promosi Keamanan Pangan dalam Sistem Keamanan Pangan Terpadu Nasional SIAP SAJI YANG BAIK

Resep Cake : Kumpulan Kue Cake Terlezat

METODE. Waktu dan Tempat

BAB 7 PERUBAHAN SIFAT BENDA. Kamu dapat menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda, baik sementara maupun tetap.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

4 Resep Masakan Rumahan Sehari Hari Yang Wajib Anda Coba

PENGGORENGAN, EKSTRUSI, & PEMANGANGGAN. Teti Estiasih - THP - FTP - UB

Analisis Usaha Diversifikasi Produk Olahan Tempe. Oleh Siti Marwati Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY

Gambar 36. Selai sebagai bahan olesan roti

HIDANGAN SULAWESI SELATAN

LOGO BAKING TITIS SARI

Transkripsi:

65 BAB III METODE MEMASAK Tujuan Pembelajaran: Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa memiliki pengetahuan tentang tahapan-tahapan proses pengolahan makanan dan macam-macam tehnik dasar pengolahan makanan. PENGERTIAN MEMASAK Proses penerapan panas yang dilakukan pada bahan mentah hingga bahan tersebut menjadi matang dan siap untuk dikonsumsi tidak berbahaya pada kesehatan. TUJUAN MEMASAK a. Membuat bahan makanan lebih mudah dicerna b. Membuat bahan makanan aman untuk dimakan c. Meningkatkan rasa dan aroma pada makanan d. Meningkatkan rupa/penampilan juga warna pada makanan e. Melengkapi/menyeimbangkan kandungan gizi (jika dicampur dengan bahan lain) TAHAPAN-TAHAPAN SEBELUM PROSES PENGOLAHAN MAKANAN MELIPUTI : a. Penimbangan ( Weighting ) b. Pencucian ( Washing ) c. Pengupasan/penyiangan ( Trimmi9ng ) d. Pemotongan ( Cutting ) e. Memeras ( Squeeze ) f. Menyaring ( Siff ) g. Mengocok ( Whisk ) h. Mencampur ( Toss/Mixing ) i. Merendam dengan bumbu ( Marinade ) j. Menghaluskan ( Grind ) k. Pembumbuan ( Seasoning )

66 MACAM MACAM TEHNIK DASAR PENGOLAHAN MAKANAN Tehnik dasar pengolahan makanan di klasifikasikan dalam 3 tehnik, yaitu : 1. Tehnik pengolahan panas basah ( Moist Heat Cooking ) 2. Tehink pengolahan panas kering ( Dry Heat Cooking ) 3. Tehnik pengolahan panas minyak ( Oil Heat Cooking ) Ad. 1 TEHNIK PENGOLAHAN PANAS BASAH ( MOIST HEAT COOKING ) a. Merebus ( BOILING ) Mengolah bahan makanan dengan cairan mendidih ( suhu 100 C) Ciri-ciri air mendidih ialah cairan akan menggelembung besar dan memecah di atas permukaan. Contoh : air, susu, kaldu b. Merebus di bawah titik didih dengan api kecil ( SIMMERING ) Merebus bahan makanan dalam cairan pada suhu 90 C 95 C dengan perbandingan cairan dan bahan makanan 10 : 1 Cara menyimmer : Cairan didihkan terlebih dahulu hingga mendidih ( suhu 100 C) kemudian api dikecilkan hingga suhu berkisar 90 C 95 C Tujuan menyimmer : Untuk mengeluarkan zat ekstratif yang terdapat pada bahan makanan Prinsip dasar Simmering : Ciri-ciri Suhu 90 C 95 C : gelembung cairan naik secara perlahan dan berbentuk gelembung kecil-kecil. Selama proses simmering, bahan makanan seluruhnya harus tertutup cairan Buih dan kotoran yang naik ke permukaan cairan hendaknya diambil ( SKIMMING ) dan di buang c. Merebus di bawah titik didik 80 C 90 C ( POACHING ) Proses merebus dengan api yang lebih kecil dari proses simmering, dan cairan yang dipergunakan merupakan campuran cuka dan air. Tehnik memerlukan waktu yang agak lama. Prinsip dasar Poaching : Makanan harus seluruhnya tenggelam

67 Suhu 80 C 90 C Peralatan yang digunakan harus bersih, tidak mudah luntur sehingga dapat mempertajam warna bahan makanan yang diolah Kriteria hasil masakan yang diolah dengan tehnik Poaching : a. Tidak hancur b. Tidak keras ( lunak/empuk ) c. Warna tidak berubah/luntur ( cerah/alami ) d. Matang merata d. Menggulai ( Stewing ) Mengolah bahan makanan dengan cairan berbumbu, api sedang dan sering diaduk. Prinsip dasar Stewing : Bahan dipotong terlebih dahulu, diblanch. Untuk ikan dimarinate dengan bumbu terlebih dahulu Bila mempergunakan saos, saos dapat dikentalkan dengan menggunakan tepung Kriteria hasil masakan yang diolah dengan menggunakan tehnik Stewing : Bentuk potongan bahan sama dan rapi Tidak hancur dank eras Warna tidak berubah Saos kental e. Merebus dalam cairan sedikit ( Braising ) Merebus bahan makanan di dalam oven atau diatas api dengan mempergunakan cairan jumlah sedikit atau setengah dari jumlah bahan di dalam panci tertutup dengan mempergunakan api kecil secara perlahan-lahan. Bahan di tumis terlebih dahulu kemudian ditambah dengan stock kecuali sayuran tidak perlu ditumis. Prinsip dasar tehnik Braising : Bahan dipotong rapi, untuk unggas atau daging sebaiknya diikat lebih dahulu Selama proses berlangsung cairan boleh ditambah jika cairan telah berkurang Kriteria hasil masakan yang diolah dengan menggunakan tehnik Braising : a. Empuk/lunak b. Berwarna coklat ( untuk daging, unggas )

68 c. Berwarna segar ( untuk sayuran ) d. Tidak hancur e. Saus kental f. Mengukus ( STEAMING ) Memasak bahan makanan dengan uap air panas. Bahan makanan diletakkan di suatu tempat ( Steamer ), lalu uap air disalurkan di sekeliling bahan makanan yang dikukus. Prinsip dasar Steaming : Sebelum melakukan tehnik mengukus dilakukan, alat pengukus dipanaskan terlebih dahulu hingga mengeluarkan uap ( air mendidih) Alat pengukus disesuaikan dengan banyaknya bahan yang dikukus Makanan yang tidak memerlukan sentuhan uap air, harus dibungkus atau tutup steamer dibungkus dengan serbet yang bersih Periksa cairan pengukus, jika habis bisa ditambah cairan yang panas ( mendidih ) Waktu untuk mengukus harus tepat, hal ini sangat diperlukan karena akan mempengaruhi hasilnya Kriteria hasil masakan yang diolah dengan menggunakan tehnik Steaming : 1. Tidak hancur 2. Warna segar ( untuk sayuran ) 3. Berongga baik untuk pudding 4. Permukaan tidak tergenang air ( untuk pudding ) 5. Matang merata g. Blansir ( BLANCHING ) Mengolah dengan cara memasukkan bahan makanan ke dalam cairan mendidih yang diberi garam dan dalam waktu yang singkat. Makanan setelah diangkat langsung direndam dalam air dingin/air es bertujuan untuk menghentikan proses pemasakan dan untuk mempertahankan warna agar tidak berubah. Tehnik ini bisa dilakukan dalam minyak yang mendidih Bahan yang diblansir misalnya : daging, unggas, tulang, sayuran dan tomat. Tujuan Blanching :

69 1. Membebaskan bahan makanan dari kotoran dan lemak ( daging, unggas, tulang ), sebelum diproses 2. Membuang kulit atau bagian luar yang tidak diperlukan, misalnya tomat 3. Membuat bahan makanan menjadi ½ matang, kemudian dimatangkan lebih lanjut 4. Memberi lapisan pelindung dan memudahkan membuang kotoran. Lapisan ini berguna untuk melindungi sari makanan dari tulang, selanjutnya dicuci air dingin. Contoh : pada pembuatan stock ( kaldu ) Prinsip dasar Blanching : Cairan (air atau minyak) dididihkan 100 C, bahan baru dimasukkan Bahan makanan harus terendam seluruhnya dalam cairan Blanching hanya diperlukan pada bahan makanan yang perlu dimasak terlebih dahulu atau masak ½ matang, contoh : tomat Kriteria hasil masakan yang diolah dengan menggunakan tehnik Blanching : 1. Daging/tulang bersih dari kotoran/darah/lemak 2. Warna sayuran cerah, tekstur agak keras 3. Tomat masih agak keras dan mudah dikupas Ad. 2 TEHNIK PENGOLAHAN PANAS KERING ( DRY HEAT COOKING ) a. Mengepan ( BAKING ) Mengolah bahan makanan dalam oven dengan panas dari segala arah. Prinsip dasar Baking : Panaskan oven sesuai dengan suhu yang dibutuhkan sebelum masakan dimasukkan didalam oven Letakkan makanan dalam posisi yang tepat Periksa suhu oven sebelum digunakan Periksa makanan sebelum diangkat dari oven Penanganan harus teliti, karena sangat mempengaruhi mutu makanan Hal-hal yang harus diperhatikan pada saat proses Baking adalah : 1.Oven harus dipanaskan lebih dahulu 2.Pintu oven jangan sering dibuka 3.Pintu oven jangan dibanting waktu proses pemasakan sedang berlangsung 4.Atur suhu dengan tepat, alat control suhu harus bekerja secara sempurna

70 5.Jangan membuka oven terlalu cepat sebelum masakan masak 6.Waktu memasak harus sesuai dengan ketentuan Suhu untuk proses pengolahan secara Baking : NO BAHAN SUHU 1 Baked potatoes 200 C 2 Bread 200 C 3 Sponge 195 C 4 Biscuit/cookies/cake 180 C 5 Pudding 170 C 6 Fish 100 C 7 Vegetables 100 C Kriteria hasil Baking : 1. Matang dengan merata 2. Tekstur halus/lembut 3. Jika dipotong tidak hancur 4. Berpori halus, permukaan tidak pecah untuk cake 5. Tidak hangus 6. Renyah/tidak keras untuk biscuit 7. Untuk pudding, lembut, tidak padat dan bagian dalam sedikit lembab 8. Tidak hancur untuk ikan b. Membakar ( Grilling/Broilling ) Grilling adalah tehnik mengolah bahan makanan diatas lempengan besi panas (griddle) yang diletakkan diatas perapian dengan suhu 292 C. panas ini biasa juga didapat dari arang, batubara, elpiji atau alat elektrik yang lain. Broiling adalah tehnik mengolah bahan makanan diatas pan dadar ( pan frying) Prinsip dasar Grilling : Pilih daging yang empuk dan mutu terbaik Bahan makanan yang akan digrill harus di marinate lebih dahulu

71 Oles permukaan grill dengan sedikit minyak un tuk menghindari supaya tidak lengket. Bahan makanan yang akan di grill juga dioles dengan sedikit minyak. Penggunaan penjepit (Tong) untuk membalikkan makanan, jangan menggunakan garpu, karena bila tertusuk bahan makanan, cairan akan keluar Kriteria hasil grill : 1. Matang merata sampai kedalam atau sesuai dengan permintaan tamu ( untuk jenis steak : rare, medium, welldone) 2. Utuh tidak lengket di griddle 3. Ada garis-garis dari grill itu sendiri c. Roasting Tehnik mengolah bahan makanan dengan cara memanggang, bahan makanan dalam bentuk besar di dalam oven. Daging, ayam diletakkan dalam roasting pan dimasukkan dalam oven, selama didalam oven disiram-siram( Basting ) dengan cairan yang keluar dari bahan makanan tersebut atau bahan lain sehingga permukaan bahan tidak kering. Prinsip dasar Roasting Untuk mendapatkan warna yang baik, kadang perlu bahan di sauté atau di griddle terlebih dahulu Selama proses pengolahan perlu dibolak-balik agar matangnya merata Jika waktu roasting menggunakan alas (mire poix/tulang -tulang) tidak perlu sering dibolak balik, karena alas tersebut merupakan penghantar panas Daging jenis loin sebaiknya jangan dibolak-balik untuk mencegah pengerutan Jika makanan kering selama meroasting, perlu dibasahi permukaannya dengan lemak atau cairan lemak yang keluar dari makanan tersebutjika ingin melihat tingkat kematangan, daging ditusuk dengan alat penusuk daging atau tusuk sate/garpu : Rare (kurang matang), temperature daging 60 C Medium (setengah matang, temperature daging 70 C Welldone (matang), temperature daging 82 C -85 C Roasting untuk daging yang berbentuk utuh (bongkahan) setelah di marinade diikat dengan tali yang rapi (berbentuk net) agar bentuk daging tidak banyak berubah (cara Trussing) Kriteria hasil Roasting:

72 1. Bentuk utuh dan tidak banyak susut 2. Warna kecoklatan (daging), kuning kecoklatan (ayam) 3. Empuk dan lembut 4. Hasil keseluruhan tidak kering (lembab) Ad. 3 TEHNIK PENGOLAHAN DENGAN PANAS MINYAK a. Menumis ( Sauteing ) Mengolah bahan makanan dengan minyak sedikit sambil diaduk dan dilakukan secara cepat. Tehnik ini biasa dilakukan pada tehnik penyelesaian sayuran atau pada masakan cina Prinsip dasar Sauteing: Bahan makanan dipotong rapi Gunakan minyak yang bersih ( butter ) Masukkan bumbu (garlic/onion), jika minyak sudah panas, masukkan bahan makanan Api jangan terlalu besar, gunakan api sedang Kriteria hasil Sauteing : 1. Bumbunya beraroma harum dan tidak hangus, warna kekuningan 2. Sayuran tidak terlalu matang, warna segar 3. Jika yang di sauté daging, sebaiknya di sauté hingga empuk, warna kecoklatan b. Stir Fried Pengolahan bahan makanan dengan prinsip dasar sama dengan tehnik Sauteing, hanya yang membedakan jika Stir fried menggunakan bahan pengental diakhir proses pengolahan c. Menggoreng (Frying) Mengolah bahan makanan dengan minyak banyak hingga memperoleh hasil yang crispy atau kering dan berwarna kecoklatan Tehnik menggoreng dibedakan menjadi 2, yaitu : a. Deep Frying b. Shallow Frying

73 Ad.a Deep Frying Menggoreng bahan makanan dengan menggunakan minyak banyak. Perbandingan bahan makanan dan minyak 1 : 2 Deep frying dapat dilakukan dengan beberapa cara : French style : Bahan makanan di marinade, diberi lapisan tepung trigu dan digoreng English style : Bahan makanan yang akan digoreng di marinade, diberi lapisan bread crumb telur dan bread crumb Orly style : Bahan makanan yang akan digoreng dicelupkan kedalam Adonan frying butter (campurang dari telur, tepung trigu, cairan) Prinsip dasar Deep Frying : Minyak goreng berbentuk cair Bahan makanan yang digoreng harus terendam Dimasukkan jika minyak sudah betul-betul panas dan atau dengan api sedang Tiriskan jika makanan sudah matang Kriteria hasil Deep Frying : a. Matangnya rata b. Empuk, tidak hancur c. Warna kuning kecoklatan d. Crispy jika bahan dari adonan liquid dan bentuk rapi e. Jika menggunakan isi, tidak ada isinya yang kelur Ad. b Shallow Frying Menggoreng bahan makanan dengan minyak atau lemak yang menutup permukaan bahan makanan. Perbandingan bahan makanan dan minyak 2 : 2

74 Tugas Bab III : 1. Lakukan observasi tentang tentang tahapan-tahapan proses pengolahan makanan dan macam-macam tehnik dasar pengolahan makanan. 2. Buatlah rangkuman dari hasil observasi yang anda lakukan! 3. Secara individual mempraktekkan tentang tahapan-tahapan proses pengolahan makanan dan macam-macam tehnik dasar pengolahan makanan.