I

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 3 PERANCANGAN KONTROL DENGAN PID TUNING

BAB 4 SIMULASI MODEL MATEMATIS CSTR BIODIESEL

Tabel 1. Parameter yang digunakan pada proses Heat Exchanger [1]

SISTEM KENDALI POSISI MOTOR DC Oleh: Ahmad Riyad Firdaus Politeknik Batam

PEMODELAN SISTEM PENGENDALI PID DENGAN METODE CIANCONE BERBASIS MATLAB SIMULINK PADA SISTEM PRESSURE PROCESS RIG

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA HASIL SIMULASI. III, aspek keseluruhan dimulai dari Bab I hingga Bab III, maka dapat ditarik

Simulasi Control System Design dengan Scilab dan Scicos

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian sebelumnya berjudul Feedforward Feedback Kontrol Sebagai

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA HASIL SIMULASI

PENGENDALIAN PROSES EVAPORASI PADA PABRIK UREA MENGGUNAKAN KENDALI JARINGAN SARAF TIRUAN

pengendali Konvensional Time invariant P Proportional Kp

Perancangan Sistem Kontrol PID Untuk Pengendali Sumbu Azimuth Turret Pada Turret-gun Kaliber 20mm

Kendali Perancangan Kontroler PID dengan Metode Root Locus Mencari PD Kontroler Mencari PI dan PID kontroler...

PENGENDALI PID. Teori kendali PID. Nama Pengendali PID berasal dari tiga parameter yg secara matematis dinyatakan sebagai berikut : dengan

Desain Kendali pada Sistem Steam Drum Boiler dengan Memperhitungkan Control Valve

SISTEM PENGATURAN MOTOR DC MENGGUNAKAN PROPOTIONAL IINTEGRAL DEREVATIVE (PID) KONTROLER

UJI PERFORMANSI PADA SISTEM KONTROL LEVEL AIR DENGAN VARIASI BEBAN MENGGUNAKAN KONTROLER PID

BAB II DASAR TEORI. kontrol, diantaranya yaitu aksi kontrol proporsional, aksi kontrol integral dan aksi

Makalah Seminar Tugas Akhir

TUGAS AKHIR RESUME PID. Oleh: Nanda Perdana Putra MN / 2010 Teknik Elektro Industri Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Padang

DESAIN KONTROL PID UNTUK MENGATUR KECEPATAN MOTOR DC PADA ELECTRICAL CONTINUOUSLY VARIABLE TRANSMISSION (ECVT)

BAB III DINAMIKA PROSES

BAB 2 DASAR TEORI. Universitas Indonesia. Pemodelan dan..., Yosi Aditya Sembada, FT UI

PERANCANGAN PENGENDALI PID PADA PROPORTIONAL VALVE

RESPON SISTEM DITINJAU DARI PARAMETER KONTROLER PID PADA KONTROL POSISI MOTOR DC

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM

PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN PEMBAKARAN PADA DUCTBURNER WASTE HEAT BOILER (WHB) BERBASIS LOGIC SOLVER

4. BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS. pengujian simulasi open loop juga digunakan untuk mengamati respon motor DC

BAB 2 LANDASAN TEORI

SIMULATOR RESPON SISTEM UNTUK MENENTUKAN KONSTANTA KONTROLER PID PADA MEKANISME PENGENDALIAN TEKANAN

BAB II LANDASAN TEORI

DISAIN KOMPENSATOR UNTUK PLANT MOTOR DC ORDE SATU

BAB III 1 METODE PENELITIAN

TUNING PARAMETER PID DENGAN METODE CIANCONE PADA PLANT HEAT EXCHANGER

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Kontrol PID Pada Miniatur Plant Crane

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM. Gambar 3. 1 Diagram Blok Sistem Kecepatan Motor DC

Syahrir Abdussamad, Simulasi Kendalian Flow Control Unit G.U.N.T Tipe 020 dengan Pengendali PID

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Flow Chart Perancangan dan Pembuatan Alat. Mulai. Tinjauan pustaka

KONTROL PROPORSIONAL INTEGRAL DERIVATIF (PID) UNTUK MOTOR DC MENGGUNAKAN PERSONAL COMPUTER

SIMULASI KONTROL PID UNTUK MENGATUR PUTARAN MOTOR AC

Rancang Bangun Sistem Pengendalian Level pada Knock Out Gas Drum Menggunakan Pengendali PID di Plant LNG

ANALISIS PENERAPAN PID CONTROLLER PADA AVR (AUTOMATIC VOLTAGE REGULATOR)

Aplikasi Kendali PID Menggunakan Skema Gain Scheduling Untuk Pengendalian Suhu Cairan pada Plant Electric Water Heater

Root Locus A. Landasan Teori Karakteristik tanggapan transient sistem loop tertutup dapat ditentukan dari lokasi pole-pole (loop tertutupnya).

FUZZY LOGIC UNTUK KONTROL MODUL PROSES KONTROL DAN TRANSDUSER TIPE DL2314 BERBASIS PLC

KENDALI KECEPATAN MOTOR DC DENGAN 4 KUADRAN. Skema konverter dc-dc 4-kuadran untuk pengendalian motor dc

RANCANG BANGUN SELF TUNING PID KONTROL PH DENGAN METODE PENCARIAN AKAR PERSAMAAN KARAKTERISTIK

PERANCANGAN PENGENDALI POSISI LINIER UNTUK MOTOR DC DENGAN MENGGUNAKAN PID

Rancang Bangun Self Tuning PID Kontrol ph Dengan Metode Pencarian Akar Persamaan Karakteristik

Oleh : Dia Putranto Harmay Dosen Pembimbing : Ir. Witantyo, M.Eng. Sc

PERANCANGAN SISTEM KESEIMBANGAN BALL AND BEAM DENGAN MENGGUNAKAN PENGENDALI PID BERBASIS ARDUINO UNO. Else Orlanda Merti Wijaya.

Kesalahan Tunak (Steady state error) Dasar Sistem Kontrol, Kuliah 6

Modeling. A. Dasar Teori

Dosen Pembimbing : Hendro Nurhadi, Dipl. Ing. Ph.D. Oleh : Bagus AR

BAB III METODE PENELITIAN

Perancangan Sistem Pengendalian Tekanan dan Laju Aliran Untuk Kebutuhan Refueling System Pada DPPU Juanda-Surabaya

ANALISA SISTEM KENDALI FUZZY PADA CONTINUOUSLY VARIABLE TRANSMISSION (CVT) DENGAN DUA PENGGERAK PUSH BELT UNTUK MENINGKATKAN KINERJA CVT

BAB I PENDAHULUAN. menggerakan belt conveyor, pengangkat beban, ataupun sebagai mesin

BAB III METODA PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SIMULASI PROSES PENGENDALIAN ph LIMBAH CAIR LABORATORIUM DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA UI MENGGUNAKAN KONTROLER PID LINEAR PADA MINI PLANT WA921

ABSTRAK. Inverted Pendulum, Proporsional Integral Derivative, Simulink Matlab. Kata kunci:

Simulasi Proses Pengisian Bak Pengumpul PDAM dari Raw Water Intake dengan Kontrol PID

yang dihasilkan sensor LM35 karena sangat kecil. Rangkaian ini adalah tipe noninverting

PERANCANGAN TRAINER PID ANALOG UNTUK MENGATUR KECEPATAN PUTARAN MOTOR DC

Perancangan dan Simulasi MRAC PID Control untuk Proses Pengendalian Temperatur pada Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR)

MAKALAH. Sistem Kendali. Implementasi Sistim Navigasi Wall Following. Mengguakan Kontrol PID. Dengan Metode Tuning Pada Robot Beroda

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN. Analisis penerapan Kontroler PID Pada AVR Untuk Menjaga Kestabilan Tegangan di PLTP Wayang Windu

PENGENDALIAN KECEPATAN MOTOR DC MENGGUNAKAN SENSOR ENCODER DENGAN KENDALI PI

PEMBUATAN SISTEM PENGATURAN PUTARAN MOTOR DC MENGGUNAKAN KONTROL PROPORTIONAL-INTEGRAL-DERIVATIVE (PID) DENGAN MEMANFAATKAN SENSOR KMZ51

PERANCANGAN REMOTE TERMINAL UNIT (RTU) PADA SIMULATOR PLANT TURBIN DAN GENERATOR UNTUK PENGENDALIAN FREKUENSI MENGGUNAKAN KONTROLER PID

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SIMULASI

IMPLEMENTASI MICROKONTROLLER UNTUK SISTEM KENDALI KECEPATAN BRUSHLESS DC MOTOR MENGGUNAKAN ALGORITMA HYBRID PID FUZZY

Pengaturan Gerakan Hover dan Roll pada Quadcopter dengan Menggunakan Metode PI Ziegler-Nichols dan PID Tyreus-Luyben

peralatan-peralatan industri maupun rumah tangga seperti pada fan, blower, pumps,

Bambang Siswanto Pasca Sarjana Teknik Pengaturan

Oleh: Fikri Yoga Pemana Dosen Pembimbing: Dr. Ir. Moch. Rameli

PERANCANGAN ATTEMPERATURE REHEAT SPRAY MENGGUNAKAN METODE ZIEGLER NICHOLS BERBASIS MATLAB SIMULINK DI PT. INDONESIA POWER UBP SURALAYA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya ITS Kampus ITS Sukolilo,Surabaya

PENERAPAN FUZZY LOGIC CONTROLLER UNTUK MEMPERTAHANKAN KESETABILAN SISTEM AKIBAT PERUBAHAN DEADTIME PADA SISTEM KONTROL PROSES DENGAN DEADTIME

STUDI PERFORMANSI SISTEM PENGENDALIAN TEMPERATUR, RELIABILITY DAN SAFETY PADA HEAT EXCHANGER PT. PETROWIDADA GRESIK

Controller. Fatchul Arifin

Pengaturan Kecepatan Motor Induksi Tiga Fasa dengan Metode PID Self Tuning Berdasarkan Fuzzy pada Rancangan Mobil Hybrid

Pengontrolan Sistem Eksiter Untuk Kestabilan Tegangan Di Sistem Single Machine Infinite Bus (SMIB) Menggunakan Metode PID

JURUSAN TEKNIK FISIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

Presentasi Tugas Akhir

SIMULASI PENGENDALI P. I. D. FUZZY PADA SISTEM PENGATURAN KECEPATAN MOTOR ARUS SEARAH

BAB 3 PERANCANGAN PENGENDALI SISTEM JACKETED STIRRED TANK HEATER

RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL LEVEL DAN TEMPERATUR BOILER DENGAN METODE PID DAN KONTROL DUA POSISI

II. PERANCANGAN SISTEM

PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN LEVEL DAN INTERLOCK STEAM DRUM DENGAN DUA ELEMEN KONTROL DI PT. INDONESIA POWER UBP SUB UNIT PERAK.

Identifikasi Self Tuning PID Kontroler Metode Backward Rectangular Pada Motor DC

Rancang Bangun Sistem Kontrol Level dan Pressure Steam Generator pada Simulator Mixing Process di Workshop Instrumentasi

IDENTIFIKASI DAN DESAIN CONTROLLER PADA TRAINER FEEDBACK PRESSURE PROCESS RIG Satryo Budi Utomo, Universitas Jember

Transkripsi:

KARYA ILMIAH IMPLEMENTASI DAN SIMULASI DESAIN PENGENDALI PID MENGGUNAKAN METODE SIANCONE PADA STSTEM MOTOR DC DWI SUDARNO PUTRA, ST, MT. NIP. 19820625 200812 1003 ;> 1.;! :, : $: JTZ$Z& / 1 t. 14 t 1 ;;fl;.':'''.-..-... -. ---- -- -..-. I..,..-.._.., 20 ~ H B 1 4012-1., (1) -... 683s Put 3.2..,. - i --.. JURUSAN TEKNIK OTOMCI- FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI??ADA*r-TF 20 12

IMPLEMENTASI DAN SIMULASI DESAIN PENGENDALI PID MENGGUNAKAN METODE SLANCONE PADA SISTEM MOTOR DC Disusun oleh : DM< Sudarno Putra Abstract Terdapat beberapa metode vang dapaf dipunakan dalam rnendesain kenddi PID terhadap sebuah sistem. Metode Tuning Chart Siancone salahsatunyrr. Makalah ini akan memaparkan implernentasi Tuning PID dengan menggunakan Cinncone correlation pada sebuah sistem motor DC. Dalam perancangannya Sistem motor DC akan dimodelkan mengpnakan pendekatan sistem dengan orde I plus delay. PENDAHULUAN Kontrol PID (Proportional Integral Derivative) PID (Proportional Integral Derivative) adalah salah satu teknik kontrol yang telah lama dikenal luas. Kontroler PID telah banyak diimplementasikan pada banyak sektor terutama industri sejak 1940an hingga sekarang. Kontroler PID adalah sebuah kontroler dengan satu input dan satu output (single loop,slso),sehingga hanya cocok untuk plant tunggal dengan satu variabel kontrol (Conmlled Variable - CV) dan satu variable manipulasi (Manipulated Variable - MV). Gambaran tentang skematik kontrol PID ada pada Gambar 1. Gambar 1. Skematik Kontrol PID Kontrol PID terdiri dari 3 bagian, Proporsional untuk mempcm9nst gain Kc, Kontroler Poporsional her-fungsi sebagai gain yang sec,w w.> dengan besar nilai error yang terjadi. Kontroler gain Kc adalah 1r3r: parameter dalam kontrol PID yang akan sangat mempengaruhi p- kedua adalah Integral, pada kontrol integrat dilakukan integmsi t~-.*'l- --- - - sr integral, Ti, sehingga proses integral akan menghilangkan memperkecil nilai offset. Bagian Derivative untuk memperbaif- i kontrol PID adalah dapat digunakan secara terpisah maupun g?"*m*, PI, atau PID). Secara matematis kontrol PID dituliskan dalam F Ear) =S,Tr)- Cr-6~1

Dalarn kontroler PID, penentuan konstanta-konstanta Kc, Ti dan Td adalah suatu ha1 yang sangat penting. Dengan nilai-nilai dari konstanta-konstanta tersebutlah suatu kontroler PID terlihat kemampuannya. Ciancone Correlation Ciancone correlation pertama kali dibangun oleh Ciancone dart Marlin (1992). Ciancone correlation ini menggunakan tabel ciancone untuk menentukan nilai-nilai dari Kc, Ti dan Td. Gambar 2 adalah ciancone chart yang dipnakan untuk menentukan nilai-nilai dari Kc, Ti dan Td untuk kontroler PID Gambar 2. Ciancone chart untuk kontroler PID. Unh* (a) control system gain, (b) integral time, Cc' Untuk set point respons: (d) gain, (t (f) derivative time. Langkah-langkah dalam melakukan tuning kontmler " correlation adalah sebagai berikut: 1. Dapatkan nilai-nilai dari Kp, 0 dm r d* ~ 4 8'- 4 --;k menggunakan metode empirical. 2. Hitung fraction dead time, O/(O+z). 3. Pilih tabel yang sesuai, dengan distue @qv1 - :, +.*-'. 'P 'VC.

4. Tentukan nilai dari dimensionless tuning dari grafik untuk KcKp, TiJ(0-t-r) dm TdI(Bt-2). 5. Hitung dimensional tuning controller. Misal: Kc=(KcKp)/Kp. Implementasikan ke dalam kontroler.[2] Sisrem Motor DC Sistem Motor DC yang digunakan dalam makalah kali ini adalah seperti yang terlihat pada Garnbar 3. Agar dapat dianalisa lebih lanjut, maka diperlukan nilai untuk setiap parameterkomponen yang ada pada sistem motor DC tersebut, untuk itu diberikan nilai-nilai sebagai berikut : Moment inertia motor (J) = 0.01 kg rn21s2 Damping ratio sistem mekanis (b) = 0.1 Nms Konstanta electromotive force &=kt-ke) = 0.01 Nm/A Resistansi motor (R) = la Induktansi motor (L) = 0.5 H Gambar 3. Sistem Motor DC Dengan nilai-nilai di atas maka sistem motor DC yang digunakan ~ iw~~rnm l ~ ~ fimgsi alih sebagai berikut : Dengan memasukkan persamaan di atas maka diagram Wok si*+-rterlihat pada Gambar 4 rl :;.,,I 9 '-01 L 1 o.ooss~rresco.1mr Transfer Fan Gambar 4. Diagram blok pm@ddm Q:+-- ' fni - 7'C

IDENTIFIKASI KONDISI AWAL SISTEM Identifikasi kondisi awal dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana bentuk respon keluaran dari sistem sebelum dilakukan penambahan pengendali PID. ldentifikasi dilakukan dengan melakukan simulasi menggunakan software komputer dengan diagram blok seperti pada gambar 5. I Step Transfer Fcn Gambar 5. Skema Simulasi ldentifikasn Kondisi Awal Sebuah fungsi step (Blok Step) dimasukkan ke dalam sistem dengan kondisi awal t=o sebesar 1 volt, kemudian setelah 10 detik tegangan dinaikkan menjadi 2 volt. Dari Gambar 4 terlihat sinyal masukan dan juga keluaran sistem dipantau dengan Osilosop (Blok scope). Pengukuran osiloskop dilakukan selama 30 detik. Diperoleh data seperti tampak pada Grafik 1. Detail data percobaan kondisi awal ini dapat di lihat pada tabel 1 lam piran. I / 1 Sinyal masukan I 1 I Grafik 1. Sinyal masukan dan keluaran pada kondisi awal Data pada Grafik 1 menunjukkan bahwa keluaran a i m menjadi 0.2 volt pada saat masukan dinaikkan dari level 1 volt to ' yang terekam, kestabilan keluaran dicapai setelah 15.1 detik, wqe 5.1 detik setelah dilakukan perubahan level masukan (pada t= 4' PEMODELAN SISTEM DENGAN PENDEKATAN ORbE 1 rr '. Proses Pemodelan Sistem Motor DC -n Langkah awal untuk mencari pemodelan Ode irbc.. memperbesar tampilan Grafik 1 kususnya pada bagian output m t *- I' - dalam Grafik 2.

Grafik 2. Sinyal keluaran pada kondisi awal Pernodelan orde I pada sistern memiliki bentuk KP Gp(s) = -... (5) n + 1 Untuk itu perlu dicari nilai Kp, 0 dan.r: Dimana A = selisih sinyal keluaran ( 0.2-0.1 = 0.1 ) 6 = selisih sinyal masukan ( 2 - I = l.o ) A 0.1 sehingga Kp = - = - = 0.1 6 1 Kemudian dihitung output pada saat 63% A dan saat 2% A 63% A = 0.63 x 0.1 = 0.063, karena nilai awal outp 63% berada pada 0.1 + 0.063 = 0.163 28% A = 0.28 x 0.1 = 0.028, karena nilai awal output IV -', h qi ti* 28% berada pada 0.1 + 0.028) = 0.128 Setelah ditemukan nilai 63% A dan 28% A selanjutuya untuk memperoleh waktu ketika 63% A dan 28% A. fbn an, dapat kita lihat bahwa : T63% dicapai setelah 0.62 detik T28% dicapai setelah 0.26 detik

Sehingga kemudian dapat dihitung nilai konstanta waktu (7) dan delay system(8) sebagai berikut Setelah diketahui semua nilai komponen pembentuk system ; gain (Kp), nilai konstanta waktu (7) dan delay system(8) ; maka diperoleh persamaan : Hasil yang didapatkan di atas kemudian dijadikan sebagai acuan dalam pendekatan system orde 1 + delay dengan blok diagram simulasi seperti terlihat pada Gambar 6 dan hasil simulasinya seperti terlihat pada grafik 3. Step I 0.1 Transport Delay 0-1 Transfer Fcn Gambar 6. Skema Simulasi Pemodelan Sistem dengan Pendekatan M e 1 "" *!w Grafik 3. Sinyal Keluaran dari Pemodelan Sistern d enp pmdr!

Perbandingan Pemodelan dengan Kondisi Awol Setelah dilakukan pemodelan dan simulasi pemodelan dengan kondisi awal sistem. Grafik pemodelan dan kondisi awal. maka selanjutnya dibandingkan hasil 4 menunjukkan kesamaan keluaran Kondisi awal I 1 1 Hasil pemodelan Grafik 4. Sinyal Keluaran dari Pemodelan dan Kondisi Awal Terlihat Berimpit Detail data perbandingan antara Sinyal Keluaran dari Pemodelan dan Kondisi Awal terdapat dalam tabel 1 lampiran. PERMASALAHAN Setelah mengetahui kondisi awal sistem, selanjutnya adalah meqielaskan pernasalahan apa yang akan diselesaikan. Seperti yang telah disinggung omrlt si* di rrtm berkisar pada range 0.1 sld 0.2 volt. Pernasalahan yang dikemukak~n dabm wqi*~j*h in; adalah bagaimana cara mengontrol sistem yang ada agar memiliki range cnrttn~~ P.. 7. 1 0.7 volt dengan tetap mempertahankan input sistem antara 1 s/d 2 volt. MODIFIKASI SISTEM DAN DESAIN PENGENDALI Untuk dapat mengendalikan sistem agar memiliki range output mtm maka terlebih dahulu kita perlu memodifikasi sistem yang ada mc;h diminta, kemudian berdasarkan sistem modifikasi tersebut kita dcq-;q dan kemudian menguji kendali PID tersebut apakah sudah sesuai Oenc.~n -.? Modijikasi Sistem Mengacu pada permasalahan di atas, langkah perm &*?ah ww untuk mendapatkan beberapa parameter yang diinghkaa + hnm.r 7- output dibatasi pada 0.2 sld 0.7 volt. Dari 0.2 s/d 0.7 didam* -.Q w' - -7 - sedangkan sistem awal hanya memiliki selisih 0.1 volt (dari ditambahkan sebuah gain pada sistem sebesar: Gain = selisih out yang diminta...... selisih out awal = u = 5 0.1

Setelah Gain diberikan maka output akan rnenjadi 0.5 s/d 1.0 volt sedangkan diminta outputnya ada pada 0.2 s/d 0.7 volt sehingga perlu ditambahkan konstanta pengurang sebesar -0.3. Penambahan Gain dan Konstanta pada sistern kemudian diuji-simulasi dengan skema simulasi seperti pada Garnbar 7. Step I 0.1 Tramport 0.5-1 Delay Trander Fcn - I Constant Gambar 7. Skema Simulasi Sistem dengan Modifikasi Penambahan Gain dan Konstanta Dan hasil simulasinya seperti tergambar pada Grafik 5, terlihat output sistem berada pada range 0.2 s/d 0.7 volt telah sesuai dengan yang di inginkan. Hasil selengkapnya ada pada lampiran Tabel 2. Grafik 5. Sinyal Keluaran Sistern yang T em;r- Desain Pengendali Desain pengendali dengan metode tuning chart Sianchonc nilai Kp, 8 dan T dari model sistem. Menurut Persarnaan antara A (perubahan pada output) dan 6 (perubahan pada inn 0.5 dan F = 1.O volt sehingga q mm -* -' '--.

Kemudian untuk mencari nilai 0 dan z diperlukan selisih nilai output saat 63% A dan saat 28% A. 63% A = 0.63 x 0.5 = 0.3 15,karena nilai awal output adalah di titik 0.2 maka saat 63% berada pada 0.2 + 0.3 15 = 0.5 15 28% A = 0.28 x 0.5 = 0.14, karena nilai awal output adalah di titik 0.2 maka saat 28% berada pada 0.2 + 0.140) = 0.340 Setelah ditemukan nilai 63% A dan 28% A selanjutnya kita amati Grafik 6 yang merupakan hasil zooming terhadap output sistem pada waktu t-5 s/d t=l5 Grafik 6. Grafik kelilaran sistem yang akan dikendalikan dengan PTn Dengan melihat Grafik 6 kita dapat memperoleh waktu ketika 63% A dm 2-41 I. 'I--..- nilai acuan awal di 10 s dapat kita lihat bahwa : T63% dicapai setelah 0.46 detik T28% dicapai setelah 0.20 detik Sehingga kemudian dapat dihitung nilai konstanta waktu (7) dan delay berikut Langkah selanjutnya adalah menghjtung fraction dead time

Setelah diperoleh nilai Kp, 0 dan z selanjutnya aplikasikan nilai tersebut ke Ciancone Chart sedemikian rupa sehingga diperoleh nilai Setelah diperoleh nilai Kc, Ti dan Td selanjutnya nilai tersebut diaplikasikan sebagai referensi simulasi kendali PID dengan diagram blog seperti pada Garnbar 8 Garnbar 8. Diagram Blok Pengendalian PID PENGUJIAN Penpjian Terhadap Sistem Yang Dimodzjikasi Maksud dari pengujian ini adalah untuk mengwji sistem pengeddi W st.4 cvl -6 beke ja pada point yang diinginkan. I Gambar 9. Skema penguj ian kendali PID 7i~414rn %=+ -1 * * en^ I I

I. Pengujian dengan Fungsi Step dari 0.2 v ke 0.7 v Pengu-jian sengaja dilakukan pada level input step 0,20 ke 0,70 secara teori dan analisis pada system ini adalah merupakan batas titik kendalinya. Dan dari grafik 7 terlihat antara input dan output berimpit. k-... (;rack 7. 1lal;ii Sirnulasi dengar1 inpu. S ~ dari D 0.2 s:d 0.7 volt 2. Pengujian dengan Fungsi Step dari 0,3 v ke 0.6 v, I..,.*.'.. -. - '--- I --- -- - 4.-- -. Grafik 8. I-l:~.;i! Cirnu!as' den-gaq Input Step dari 0.3 cfd 0.6 vt-7 Input step 0,30 ke 0,60 diambil untuk menguji range input di &ha hrrtrn ; 8, terlihat sudah tidak ada lagi gap antara input dan outpnt. Q.- -' -\:. - output, untuk range step input yang masih didalarn ba mengikuti input artinya dengan kondisi tersebut system Meskipun ada terjadi overshoot karena proses pada bagia 3. Pengujian dengan Fungsi Step dari O,1 v ke 0.8 v

lnput step 0,1 ke 0,s diambil untuk menguji range input di luar batas ideal (awalan step). Dari grafik 9, terlihat meskipun input diawali 0.1 namun output hanya dibatasi minimal dari 0.2. dan meskipun input diakhir adalah 0.8 namun output hanya dibatasi maksimal 0.7. Hal ini telah sesuai dengan modifikasi yang diinginkan yaitu range output antara 02 sld 0.7 Dari hasil tiga pengujian di atas dapat dilihat bahwa pemodelan sistem sudah memenuhi krieria modifkasi yang diinginkan. Yaitu : 1. Range output antara 0.2 dan 0,7 volt 2. Range input kendali dibatasi antara I dan 2 volt Pengujian Terhadap Sistem Awal Hal ini kita lakukan dengan cara menggantikan bagian yaq mewaf1i -*rn (pemodelan fungsi alih system- persamaan orde satu plus delay) denp- nqcm itflc* ; 11 1 sebenamya. Garnbar 1 0. - Gambar 10. Skema penguj ian kendali PTD Tmm-n

Pada pengujian kali ini digunakan signal builder sebagai sumber masukannya. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan respon system secara bersamaan pada beberapa kondisi input step dengan panjang masing-masing step 20 detik. Grafik 10. Hasil Simulasi terhadap Sistem Awal Grafik 1 1. Hasil Simulasi input* I. Pada 20 detik pertama saat input step dari 0.2 ke 0.7 tidk dhrt rda output. Kemudian delay juga tidak terbentuk. Hal ini ncrtlr'rtkk,-;tn mendekati batasan yang ideal. 2. Pada 20 detik kedua saat input step dari 0.3 ke 0.6 juga Mak lnd trrlih? input dan output. Namun ada overshoot pada output sat iqnnt - Tapi beberapa saat kemudian output menuju ke titik refmq ' qr* 3. Pada 20 detik ketiga saat saat input step dari 0.1 ke 0.3 #-,.'-..- terlihat meskipun input awal adalah 0. I tapi outpt mql d:h?7?c i I ' - *'J=?

I Tabel 1. Data hasil simulasi kondisi awal (Asli) dan Output waktu Input. Selisih Asli Pernodelan 0 1 0 0 0 0.1 1 0.0068556 0.0036344 0.003221 an sistem dengan pendekatan orde 1 plus delay

2 (Hdl son.\. (-7)