STUDI AB INITIO: STRUKTUR MEMBRAN NATA DE COCO TERSULFONASI

dokumen-dokumen yang mirip
PANDUAN PRAKTIKUM KIMIA TERPADU GRUP IMC (INTERMOLECULAR CHEMISTRY) OLEH : Dr. Parsaoran Siahaan, MS

2. Tinjauan Pustaka Sel Bahan Bakar (Fuel Cell)

Pengembangan Membran Penukar Proton Berbasis Polisulfon Tersulfonasi untuk aplikasi Direct Methanol fuel cell (DMFC)

4. Hasil dan Pembahasan

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini bahan bakar fosil telah digunakan di hampir seluruh aktivitas

BAB I PENDAHULUAN. teknologi elektronika. Alternatif yang menarik datang dari fuel cell, yang

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SEMINAR NASIONAL BASIC SCIENCE II

4 Hasil dan Pembahasan

LAPORAN RESMI PAKTIKUM KIMIA KOMPUTASI. Analisis Butana. Oleh : AMRULLAH 13/347361/PA/ Jum at, 4 Maret 2016 Asisten Pembimbing : Wiji Utami

BAB I PENDAHULUAN I.1

PAH akan mengalami degradasi saat terkena suhu tinggi pada analisis dengan GC dan instrumen GC sulit digunakan untuk memisahkan PAH yang berbentuk

PEMODELAN INTERAKSI ETER MAHKOTA BZ15C5 TERHADAP KATION Zn 2+ BERDASARKAN METODE DENSITY FUNCTIONAL THEORY

PENGARUH ORIENTASI PADA INTERAKSI TiO 2 - POLISTIRENA TERSULFONASI (PST) TERHADAP POTENSI TRANSFER PROTON

BAB II GAMBARAN UMUM TEKNOLOGI SEL BAHAN BAKAR

Ikatan Kimia. Linda Windia Sundarti

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia. Hal ini berarti meningkat pula kebutuhan manusia termasuk dari

4. Hasil dan Pembahasan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

4 Hasil dan Pembahasan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Ikatan Kimia II: VSEPR dan prediksi geometri Molekular, teori ikatan valensi dan Hibridisasi Orbital Atom; teori orbital atom

Chem Info. Vol 1, No 1, Hal , 2013

PERCOBAAN III KONFORMASI 1,3-BUTADIENA

BAB I PENDAHULUAN. Otot merupakan bagian utama sebagai pembangkit gaya dan gerak pada

PERHITUNGAN MEKANIKA MOLEKUL

MODEL SEL SIMULASI SELF-ASSEMBLED MONOLAYER REVERSIBEL. Wahyu Dita Saputri ABSTRAK ABSTRACT

4 Hasil dan Pembahasan

PERHITUNGAN AB INITIO INTERAKSI ANTARA TRIKALSIUM FOSFAT DAN HIDROKSIAPATIT DENGAN SEGMEN MOLEKUL SELULOSA

4. Hasil dan Pembahasan

Struktur Molekul:Teori Orbital Molekul

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Indonesia. Karakteristik sifat..., Hendro Sat Setijo Tomo, FMIPA UI, 2010.

UNESA Journal of Chemistry Vol. 1, No. 1, May 2012

Hasil dan Pembahasan

[ Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia] 2012

STUDI SIFAT KOOPERATIF IKATAN HIDROGEN PADA CH 3 CHO.2H 2 O DAN CH 2 ClCHO.2H 2 O MENGGUNAKAN METODE DFT

Tinjauan Pustaka. 2.1 Krisis Energi

SEMINAR NASIONAL BASIC SCIENCE II

Hasil dan Pembahasan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Membran elektrolit berbasis polieter-eter keton tersulfonasi untuk direct methanol fuel cell suhu tinggi Sri Handayani (2008)

2 Tinjauan Pustaka. 2.1 Proton Exchange Membrane Fuel Cell (PEMFC)

REAKSI Cr, Cr 2, Mn, Mn 2, Fe, DAN Fe 2 DENGAN F 2, H 2, N 2, DAN O 2 : KAJIAN TEORI FUNGSIONAL KERAPATAN

Ikatan Kimia II: VSEPR dan prediksi geometri Molekular, teori ikatan valensi dan Hibridisasi Orbital Atom; teori orbital atom

BAB I PENDAHULUAN. meningkat. Peran listrik dalam kehidupan manusia sangatlah penting karena

SIMULASI EFEKTIVITAS SENYAWA OBAT ERITROMISIN F DAN 6,7 ANHIDROERITROMISIN F DALAM LAMBUNG MENGGUNAKAN METODE SEMIEMPIRIS AUSTIN MODEL 1 (AM1)

MAKALAH KIMIA ORGANIK IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL

Info Artikel. Indonesian Journal of Chemical Science

MAKALAH ENERGI TEKNOLOGI FUEL CELL SEBAGAI ALTERNATIF PENGGUNAAN BAHAN BAKAR

BAHAN BAKAR KIMIA (Continued) Ramadoni Syahputra

(Fuel cell handbook 7, hal 1.2)

Geometri Molekular. Disusun Untuk Memenuhi Tugas Akhir Mata Kuliah Pembelajaran Web

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Austrian-Indonesian i Centre (AIC) for Computational ti lchemistry, Jurusan Kimia i. KIMIA KOMPUTASI Konsep Perhitungan Mekanika Kuantum 2 (Basis Set)

PENGARUH PENAMBAHAN SILIKA TERHADAP MEMBRAN SULFONASI POLIETER ETER KETON AKRILONITRILBUTADIENA STIRENA

Simulasi Dinamika Molekular Proses Adhesi pada Model Nanopartikel 2D

KAJIAN PERUBAHAN UKURAN RONGGA ZEOLIT RHO BERDASARKAN VARIASI RASIO Si/Al DAN VARIASI KATION ALKALI MENGGUNAKAN METODE MEKANIKA MOLEKULER

ESTIMASI pk a dan pk b BERDASARKAN PENDEKATAN KIMIA KOMPUTASI DENGAN METODA SEMIEMPIRIK PM3

BAB I PENDAHULUAN. Gambar I.1 Struktur molekul kolesterol

Tinjauan Pustaka. 2.1 Fuel Cell (Sel Bahan Bakar)

BAB V VALIDASI DAN ANALISIS HASIL SIMULASI MODEL SEL BAHAN BAKAR MEMBRAN PERTUKARAN PROTON

II. KEGIATAN BELAJAR 2 STRUKTUR KRISTAL BAHAN PADAT. Struktur kristal bahan padat dapat dijelaskan dengan benar

KAJIAN QSPR TEMPERATUR TRANSISI GELAS DAN SIFAT KIMIA FISIK DARI POLIMER TURUNAN POLIETILEN

HASIL DAN PEMBAHASAN. Struktur Karbon Hasil Karbonisasi Hidrotermal (HTC)

IKATAN KIMIA ORGANIK dalam bidang ilmu FARMASI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Heru Setyawan, M.Eng

REAKSI DEKOMPOSISI SENYAWA ERITROMISIN F DAN 6,7 ANHIDROERITROMISIN F SUATU KAJIAN MENGGUNAKAN METODE SEMIEMPIRIS AUSTIN MODEL 1 (AM1) ABSTRAK

4 HASIL DAN PEMBAHASAN

PENDAHULUAN. Latar Belakang

2 Tinjauan Pustaka. Gambar 2. 1 Struktur stiren

A. Sifat Fisik Kimia Produk

BAB I PENDAHULUAN. Di zaman sekarang, manusia sangat bergantung pada kebutuhan listrik

Sintesis dan Karakterisasi Membran Blending Benzilkitosan- Kitosan untuk Aplikasi Sel Bahan Bakar

Bentuk-Bentuk Molekul

Alkena dan Alkuna. Pertemuan 4

Polisulfon tersulfonasi dan Pengembangannya sebagai membrane penukar proton

Bab 1 ZAT PADAT IKATAN ATOMIK DALAM KRISTAL

IKATAN KIMIA. Tim Dosen Kimia Dasar FTP

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

SULFONASI FILM cptfe TERCANGKOK STIRENA UNTUK MEMBRAN PENGHANTAR PROTON SEL BAHAN BAKAR

Pengaruh Waktu Sulfonasi terhadap Karakteristik Polistiren dan Polyblend-nya dengan Kitosan

IKATAN KIMIA Isana SYL

Bahasan. Konsep Dasar. Simbol Lewis. 1. Teori Lewis : Ringkasan

KISI-KISI UN KIMIA SMA/MA

MAKALAH PENDAMPING : PARALEL B PENGARUH DERAJAT SULFONASI TERHADAP DEGRADASI TERMAL POLISTIRENA TERSULFONASI

TUTORIAL KE-I KIMIA KOMPUTASI. Oleh: Dra. M. Setyorini, M.Si Andrian Saputra, S.Pd., M.Sc

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. seperti asam karboksilat, karbokamida, hidroksil, amina, imida, dan gugus lainnya

Tugas Akhir. Oleh: Oki Andrean No. BP Melda Latif, MT NIP

BAB 3 GEOMETRI DAN KEPOLARAN MOLEKUL

Pembuatan Membran Poliblend PSS-lignin dan Karakterisasinya untuk Aplikasi Sel Bahan Bakar

Transkripsi:

Prosiding Seminar Nasional Volume 02, Nomor 1 ISSN 2443-1109 STUDI AB INITIO: STRUKTUR MEMBRAN NATA DE COCO TERSULFONASI Sitti Rahmawati 1, Cynthia Linaya Radiman 2, Muhamad A. Martoprawiro 3 Universitas Tadulako 1,2,Institut Teknologi Bandung 3 sittirahmawati.q3a@gmail.com 1 Penelitian ini bertujuan untuk menentukan energi interaksi dimer nata de coco tersulfonasi dengan satu dan dua molekul air dengan menggunakan metode komputasi ab initio. Hasil perhitungan energi interaksi dimer nata de coco tersulfonasi dengan satu dan dua molekul air menggunakan metode B3LYP dengan basis set 6-311G** menunjukkan perubahan energi interaksi antara nata de coco tersulfonasi dengan dua molekul air adalah -28,45 kkal/mol, lebih besar dibandingkan dengan interaksi dengan satu molekul air, yaitu -14,03 kkal/mol. Terdapat satu ikatan hidrogen intermolekul pada dimer nata de coco tersulfonasi dengan panjang ikatan 1,984 Ǻ, dua ikatan hidrogen pada interaksinya dengan satu molekul air, dan tiga ikatan hidrogen pada interaksinya dengan dua molekul air. Kekuatan ikatan hidrogen tersebut terdapat pada rentang 1,5-2,2 Ǻ, jenis ikatan hidrogennya adalah ikatan hidrogen sedang. Perbedaan energi interaksi menunjukkan proses pelepasan atau transfer proton pada gugus sulfonat yang terdapat pada nata de coco tersulfonasi. Kata Kunci: Energi, AB initio, Nata de coco tersulfonasi 1. Pendahuluan Salah satu komponen penting dalam sel bahan bakar Proton Exchange Membrane Fuel Cell (PEMFC) adalah membran polimer elektrolit. Pada umumnya membran polimer elektrolit yang digunakan secara komersial hingga saat ini adalah Nafion. Harga yang mahal dan tidak ramah lingkungan bila bahan tersebut tidak dipakai lagi menjadi salah satu kelemahan Nafion sehingga diperlukan usaha untuk mendapatkan material lain sebagai pengganti. Salah satu material yang berpotensi adalah nata de coco, suatu selulosa yang disintesis oleh bakteri, yang dimodifikasi secara kimia dengan cara sulfonasi, untuk meningkatkan konduktivitas protonnya. Nata de coco tersulfonasi berpotensi untuk diaplikasikan pada teknologi sel bahan bakar yang relatif murah dengan konduktivitas proton mendekati Nafion yaitu 2,16 x 10-2 S/cm, (nata de coco terfosfatasi = 1.2 10-2 S/cm) [1], sehingga pada penelitian ini difokuskan pada perhitungan struktur elektronik secara ab initio membran polimer nata de coco tersulfonasi dan optimasi geometri berbagai struktur nata de coco tersulfonasi untuk mengetahui secara mikroskopis, interaksi intermolekul dan antar molekul nata de coco tersulfonasi. 2. Metode Komputasi Metode B3LYP / 6-311G (d) digunakan untuk menghitung: 1. Energi minimum struktur nata de coco tersulfonasi (dalam bentuk dimer) Halaman 792 dari 896

2. Energi interaksi dari nata de coco tersulfonasi dengan satu molekul air. 3. Hasil dan Pembahasan Sifat-sifat Molekul Tingkat teori perhitungan dan basis set yang digunakan akan menentukan besarnya parameter sifat-sifat molekul, seperti energi, momen dipol dan muatan atom. Hasil perhitungan menggunakan metode B3LYP/6-311G(d), menunjukkan harga energi dan momen dipol segmen dimer nata de coco tersulfonasi adalah sebesar 6,1955 Debye dan -2545.548 Harrtree atau -1.597.356,8 kkal/mol. Air mempunyai momen dipol dan energi sebesar 2,2593 Debye dan -76,43 Harrtree atau -47.960,59 kkal/mol. Kedua molekul tersebut telah stabil karena mempunyai energi yang telah negatif, dan dapat berinteraksi karena kedua molekul mempunyai momen dipol yang besar. Energi dan momen dipol bergantung pada geometri molekul. Struktur energi hasil optimasi merupakan struktur energi yang paling minimum, sehingga molekul tersebut dapat dikatakan stabil. Molekul nata de coco tersulfonasi yang digunakan merupakan segmen dimer dari polimer nata de coco tersulfonasi yang mempunyai rantai panjang. Hasil optimasi menunjukkan panjang ikatan S23-O52, S23 = O51, S23 = O50 berturut-turut adalah 1,610 Ǻ, 1,447 Ǻ dan 1,439 Ǻ. Sudut ikatan dalam cincin pyranosa C2-C3-C4 ; C4-C5-O6 ; C2-C1-O6 ; C5-O6-C1 berturut-turut adalah adalah 112,31 o, 109,62 o, 109,6 o dan 113,7 0. Panjang ikatan, sudut-sudut ikatan dan sudut dihedral yang diperoleh dari hasil optimasi mirip dengan yang teramati pada pemodelan dan fleksibilitas rantai sisi pendek (SSC) membran asam perfluorosulfonat (perfluoro sulfonat acid, PFSA) [2,3] dan dapat dilihat pada Gambar 1a. Dihedral antara atom C2-C3-C4-C5 ; O6-C1-C2-C3 ; O6-C5-C4-C3 ; dan C1-C2-C3-C4 berturut-turut adalah 51,70 o, 53,70 o, -55,80 o dan - 51,08 o. Terdapat satu ikatan hidrogen intermolekul pada dimer nata de coco tersulfonasi dengan panjang ikatan 1,984 Ǻ.. kekuatan ikatan hidrogen terdapat pada rentang 1,5-2,2 Ǻ, jenis ikatan hidrogen tersebut adalah ikatan hidrogen sedang [4]. Sudut dihedral antara atom O6-C1-O12-C24 sebesar -85,41 o, hal ini terjadi karena adanya gaya tolakan antara monomer penyusun nata de coco tersulfonasi. Gaya tolakan antara atom penyusun segmen dimer nata de coco tersulfonasi menyebabkan struktur molekulnya berbentuk struktur kursi (Gambar 1b). Halaman 793 dari 896

(a) (b) Gambar 1 Hasil optimasi (B3LYP/6-311G **) Struktur dimer nata de coco tersulfonasi Sifat-sifat Interaksi antar molekul Momen dipol dimer nata de coco dan air menunjukkan kedua molekulnya sama-sama polar, sehingga dapat berinteraksi dengan kuat. Setelah diinteraksikan dengan satu molekul air pada salah satu gugus sulfonat dihedral yang terbentuk antara atom O6-C1-O12-C24 sebesar -86,73 o. Besarnya dihedral berubah 1,32 o dari dihedral awal. Hal ini terjadi karena interaksi dengan satu molekul air memberikan tambahan gaya tolakan pada dimer nata de coco tersulfonasi. Interaksi dengan dua molekul air pada kedua gugus sulfonat, besarnya dihedral yang terbentuk hanya berubah 0,59 o, terjadi keseimbangan gaya tolakan karena pada masing-masing monomernya terdapat satu molekul air pada gugus sulfonatnya. Energi interaksi antara dimer nata de coco tersulfonasi dengan satu dan dua molekul air sebesar -2622,44 au dan -2698,90 au. Hasil perhitungan koreksi BSSE memberikan hasil yang hamper sama yaitu -2622,43 au dan -2698,89 au. Perubahan energi interaksi antara nata de coco tersulfonasi dengan dua molekul air adalah -28,45 Halaman 794 dari 896

Studi Ab Initio: Struktur Membran Nata De Coco Tersulfonasi kkal/mol, lebih besar dibandingkan dengan interaksi dengan satu molekul air, yaitu - 14,03 kkal/mol. Hal ini menunjukkan pada interaksi dengan satu molekul dua molekul air kedua proton pada gugus sulfonat dimer nata de coco tersulfonasi dapat ditransfer sedangkan pada interaksi dengan satu molekul air hanya satu proton yang dapat di transfer. Pada interaksi nata de coco tersulfonasi dengan satu molekul air, ada dua ikatan hidrogen yang teramati, dan pada interaksi dengandua molekul air terdapat tiga ikatan hidrogen dengan rentang jarak antara 1,1-2,2 Ǻ (Gambar 2). Proton terdisosiasi Proton akan terdisosiasi (a) (b) Gambar 2. Hasil optimasi (B3LYP/6-311G **) Struktur nata de coco tersulfonasi dengan n molekul air (a)satu; (b) dua Hasil perhitungan scan energi interaksi dimer nata de coco tersulfonasi dengan satu molekul air menggunakan metode HF dan B3LYP dapat di lihat pada Gambar 3. Grafik energi interaksi tersebut sesuai dengan potensial Lennard-Jones (LJ). Menurut potensial LJ, kekuatan tolak menolak mempunyai pangkat duabelas dan kekuatan tarik menarik mempunyai pangkat enam. Potensial LJ berbanding terbalik terhadap jarak, sehingga semakin dekat jarak maka interaksi tolak menolak lebih dominan, ditandai dengan energi interaksi dimer nata de coco tersulfonasi dengan air lebih besar, sebaliknya semakin jauh jarak interaksi tarik menarik yang lebih dominan. Namun pada jarak tertentu energi interaksi akan mencapai energi paling minimum yaitu pada jarak antara 1,2-1,3 Ǻ. Halaman 795 dari 896

Energi (kkal/mol) 40 35 30 25 20 15 10 5 B 49 HF B 49 B3LYP B 48 HF B 48 B3LYP 0-5 0.8 1.0 1.2 1.4 1.6 1.8 2.0 r O - H (A 0 ) Gambar 3 Grafik energi interaksi dimer nata de coco tersulfonasi-air terhadap jarak interaksi 4. Kesimpulan dan saran Hasil perhitungan energi interaksi dimer nata de coco tersulfonasi dengan satu dan dua molekul air menggunakan metode B3LYP dengan basis set 6-311G** menunjukkan perubahan energi interaksi antara nata de coco tersulfonasi dengan dua molekul air adalah -28,45 kkal/mol, lebih besar dibandingkan dengan interaksi dengan satu molekul air, yaitu -14,03 kkal/mol. Terdapat satu ikatan hidrogen intermolekul pada dimer nata de coco tersulfonasi dengan panjang ikatan 1,984 Ǻ, dua ikatan hidrogen pada interaksinya dengan satu molekul air, dan tiga ikatan hidrogen pada interaksinya dengan dua molekul air. Kekuatan ikatan hidrogen tersebut terdapat pada rentang 1,5-2,2 Ǻ, jenis ikatan hidrogennya adalah ikatan hidrogen sedang. Perbedaan energi interaksi menunjukkan proses pelepasan atau transfer proton pada gugus sulfonat yang terdapat pada nata de coco tersulfonasi. Daftar Pustaka [1] Radiman, C.L dan Himawan, H, 2014, Nata de coco tersulfonasi untuk membran polimer elektrolit pada sel bahan bakar methanol, Skripsi, ITB. Bandung. [2] Paddison, S.J, and Elliott, J.A., 2005, Molecular Modeling of the Short-Side- Chain Perfluorosulfonic Acid Membran,J. Phys. Chem. A, 109: 7583-7593 [3] Paddison, S. J.; Elliott, J. A, 2006, On the consequences of side chain flexibility and backbone conformation on hydration and proton dissociation in perfluorosulfonic acid membrans. Phys. Chem. Chem. Phys., 8: 2193 2203 [4] Jeffrey, G.A., 1997. An Introduction to Hydrogen Bonding, Oxford University Press, Inc., Oxford. Halaman 796 dari 896