BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Lampiran 1. Sampel Penelitian

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN. Lampiran 1. Daftar Sampel Perusahaan Makanan dan Minuman

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Uji akar akar unit yang bertujuan untuk menganalisis data time series

Daftar Perusahaan yang Menjadi Sampel Penelitian


LAMPIRAN. Lampiran 1 Data Penelitian

Lampiran 1 Daftar Populasi Sampel Penelitian

Lampiran 1 : Pemilihan Bank Melalui Kriteria Berdasarkan Purposive Sampling

DAFTAR PUSTAKA. Ghozali, Imam Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS 19 Cetakan V. Badan Penerbit Universitas Dipenogoro, Semarang.

Lampiran 1. Data Penelitian

DAFTAR PUSTAKA. Arikunto Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi. Jakarta: RinekaCipta.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. di Indonesia, pengertian mengenai industri real estate tercantum

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode Dari 17 perusahaan yang

Penerimaan Pajak dan Pengeluaran Pemerintah kota Tebing Tinggi Tahun (juta rupiah)

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Lampiran 1. Jumlah Deposito, Suku Bunga Deposito, dan Inflasi di Indonesia Tahun

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Lampiran 1. Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara Tahun (%)

LAMPIRAN Langkah-Langkah Pemilihan Model Regresi Data Panel

DAFTAR PUSTAKA. Manurung,Mandala dan Pratama Rahardja (2004). Uang,Perbankan, dan Ekonomi Moneter. Jakarta. Lembaga Penerbit FEUI

Lampiran 1 Data Penyerapan Tenaga Kerja, PDRB, Pengeluaran Pemerintah, dan Upah Riil Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat tahun

1) Kriteria Ekonomi Estimasi model dikatakan baik bila hipotesis awal penelitian terbukti sesuai dengan tanda dan besaran dari penduga.

Tabel 4.1 Daftar Populasi Perusahaan Food and Beverages

BAB IV HASIL DAN ANALISIS. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu dengan objek penelitian yang difokuskan pada Perusahaan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh debt to equity ratio. sampel penelitian dengan rincian sebagai berikut :

ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERHADAP JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN ( ) JURNAL

BAB IV HASIL DAN ANALISIS. dilakukan untuk mengetahui seberapa pengaruh variabel-variabel independen

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten/Kota Se propinsi

RISET ITU MUDAH. Salah satu contoh pertanyaan yang mungkin muncul di benak kita adalah:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini menggunakan data dari tiga variabel independen serta dua

BAB IV. Analisis Data. 4.1 Gambaran Umum dan Depskriptif Obyek Penelitian

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. provinsi. Dalam satu karesidenan terdiri dari beberapa kapupaten atau kota.

PENGARUH EARNING PER SHARE

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Objek pada penelitian ini adalah perusahaan food and beverage

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 4.1 Analisis Deskriptif Statistik Variabel Terikat, Variabel Bebas dan Variabel Kontrol

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pola sejumlah data, kemudian menyajikan informasi tersebut dalam bentuk yang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pemilihan sampel menggunakan purpose sampling dengan beberapa syarat. Tabel 4.1 Data Sampel yang di Teliti

Lampiran 1. Hasil pendugaan parameter model terhadap output/ pertumbuhan ekonomi

Lampiran 1 Hasil Regression Model GLS FIXED EFFECT (FEM)

BAB 1V HASIL DAN PEMBAHASAN. Skripsi ini meneliti mengenai analisis faktor-faktor yang mempengaruhi

Variable Coefficient Std. Error t-statistic Prob.

BAB V PENUTUP. maka diperoleh kesimpulan yang dapat diuraikan sebagai berikut : tingkat kemiskinan di Provinsi Jawa Timur.

Lampiran 1. Penawaran Bawang Merah di Sumatera Utara Tahun (Ton) Januari Februari

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. tengah.secara astronomis DIY terletak antara Lintang Selatan dan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. keuangan selama periode penelitian yang dilakukan. yang dijadikan bahan kajian penelitian lebih akurat.

Sampel Penelitian Perusahaan Manufaktur Tahun

PENGARUH OPM, ROE DAN ROA TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN LEMBAGA PEMBIAYAAN DI INDONESIA. Surya Perdana 1, Eni Hartanti 2

BAB V PENUTUP. 5.1 Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis tentang faktor-faktor yang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Sejarah Perkembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Perusahaan

Daftar Populasi dan Sampel

Kata Kunci : Struktur Aktiva, Profitabilitas, Pertumbuhan Penjualan, dan Struktur Modal


DAFTAR PUSTAKA. Kedelapan Buku 2. Jakarta: Erlangga.

DAFTAR PUSTAKA. Gitman, Lawrence J Principles of Managerial Finance, seventeeth edition. Massachusetts : Addison-Wesley Publishing Company

Jurusan Manajemen Universitas Negeri Gorontalo. Abstrak

Variable Coefficient Std. Error t-statistic Prob.

PENGARUH STRUKTUR EKONOMI TERHADAP KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN

DAFTAR ISI. Halaman. viii

Tingkat PBV (Price Book Value) Sampel Perusahaan Consumer Goods. Periode Nama Emiten

DAFTAR PUSTAKA. D. Nachrowi.(2006). Ekonometrika Analisis Ekonomi dan Keuangan. Cetakan Pertama. Jakakarta: Lembaga Penerbit FE UI.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Belanja Daerah tahun sekarang pada kabupaten/kota di propinsi Sumatera Utara

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. standar deviasi suatu data. Hasil analisis deskiptif didapatkan dengan. Tabel 4.1 Analisis Statistik Deskriptif

FAKTOR PENENTU NILAI PERUSAHAAN

Brealey, Myers, & Marcus. (2008). Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Perusahaan, Jilid 1, Jakarta: Erlangga.

DAFTAR LAMPIRAN. Lampiran C : Berkas Administrasi

DATA PANEL Pengertian Data Panel

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun Dari 14

BAB IV GAMBARAN SUBYEK PENELITIAN DAN ANALISIS DATA. pengaruh model fundamental dan risiko sistematik terhadap harga saham, dengan

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

BAB III METEDOLOGI PENELITIAN. Lokasi penelitian adalah perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar

Lampiran 1 Anggaran Belanja Daerah Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara Tahun (dalam jutaan rupiah)

BAB V HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

ISSN : e-proceeding of Management : Vol.4, No.1 April 2017 Page 444

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dan Minuman yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode

PENGARUH INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN

Halaman ini sengaja dikosongkan

BAB IV HASIL DAN ANALISIS. bentuk deret waktu (time series) selama 17 tahun, yaitu tahun Data

METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2010)

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data

Perkembangan Laba Bersih (Rp. Milyar) yang Dihasilkan Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di BEI selama :

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. per fungsi terhadap pertumbuhan ekonomi 22 kabupaten tertinggal dengan

Transkripsi:

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan Sampel yang dijadikan objek penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2011 sampai dengan 2014. Perusahaan yang dimaksud adalah perusahaan yang tergabung dalam kelompok manufaktur sub sektor makanan dan minuman. Namun tidak semua perusahaan sub sektor makanan dan minuman dijadikan sampel, tetapi yang memenuhi kriteria kelengkapan data, yaitu perusahaan yang konsisten mencantumkan nilai pasar harga saham dalam annual report selama empat tahun berturut-turut pada tahun 2011 sampai dengan 2014. Dari kriteria yang ditetapkan diatas, diperoleh daftar perusahaan yang telah memenuhi kriteria sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Tabel 4.1 Daftar Sampel Penelitian No Kode Perusahaan Nama Perusahaan 1 ADES Akasha Wira International Tbk 2 AISA Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk 3 DLTA Delta Djakarta Tbk 4 ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 5 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk 58

59 Lanjutan Tabel 4.1 6 MYOR Mayora Indah Tbk 7 MLBI Multi Bintang Indonesia Tbk 8 ROTI Nippon Indosari Corporindo Tbk 9 SKLT Sekar Laut Tbk 10 STTP Siantar Top Tbk 11 ULTJ Ultrajaya Milk Industry and Trading Company B. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif digunakan untuk melihat gambaran umum dari data yang digunakan. Tabel dibawah ini menunjukkan statistik deskriptif atas variabel-variabel yang ada pada pemodelan data panel penelitian skripsi ini. Uji normalitas dapat dilakukan untuk mengetahui apakah residualnya telah terdistribusi secara normal. Variabel-variabel penelitian tersebut diinterpretasikan dalam nilai mean, median, maximum, minimum dan probability. Hasil statistik deskriptif adalah sebagai berikut: Tabel 4.2 Statistik Deskriptif Data Penelitian EPS DER HARGA_SAHAM Mean 3852.408 0.957727 30483.00 Median 113.0000 0.880000 3235.000 Maximum 55576.08 3.030000 390000.0 Minimum 0.000000 0.220000 140.0000 Std. Dev. 10875.68 0.571749 88339.13 Probability 0.000000 0.000000 0.000000 Observations 44 44 44

60 Hasil dari stastistik deskriptif di atas menunjukkan bahwa jumlah observasi dari penelitian ini adalah 44, penelitian ini menggunakan analisis data panel. Gabungan antara cross section dan time series, dengan cross section sebanyak 11 perusahaan dan time series selama empat tahun yaitu tahun 2011 sampai dengan 2014. Sehingga di dapat jumlah observasi sebanyak 44. Tabel 4.2 di atas menunjukkan bahwa jumlah data yang digunakan di dalam penelitian ini sebanyak 11 data yang di ambil dari Laporan Keuangan Tahunan yang diterbitkan oleh masing-masing perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman periode 2011-2014. Tabel 4.3 Harga Saham 11 Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman dalam BEI Periode 2011-2014 No Nama Perusahaan Harga Saham (Rp) 2011 2012 2013 2014 1 Akasha Wira International Tbk 1,010 1,920 2,000 1,375 2 Tiga Pilar Sejahtera Tbk 495 1,080 1,430 2,095 3 Delta Djakrta Tbk 111,500 255,000 380,000 390,000 4 Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 5,200 7,800 10,200 13,100 5 Indofood Sukses Makmur Tbk 4,600 5,850 6,600 6,750 6 Multi Bintang Indonesia Tbk 3,590 7,400 12,000 11,950 7 Mayora Indah Tbk 12,214 17,143 26,000 20,900 8 Nippon Indosari Corporindo Tbk 665 1,380 1,020 1,385 9 Sekar Laut Tbk 140 180 180 300 10 Siantar Top Tbk 690 1,050 1,550 2,880 Ultrajaya Milk Industry and Trading 11 Company Tbk 1,080 1,330 4,500 3,720 Sumber : Data yang telah diolah

61 Dalam Tabel 4.3, data harga saham menunjukkan bahwa harga saham terendah sebesar Rp 140 yaitu PT Sekar Laut Tbk. pada periode 2011 dan harga saham tertinggi sebesar Rp 390,000 pada PT Delta Djakarta Tbk. periode 2014. Perhitungan mean atau rata-rata dari harga saham pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman di BEI periode 2011-2014 sebesar Rp 4469.063. Sedangkan standar deviasi sebesar Rp 3714.092 menunjukkan data variabel harga saham yang belum baik, karena nilainya yang lebih besar daripada nilai mean-nya. Tabel 4.4 EPS 11 Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman dalam BEI Periode 2011-2014 (dalam Rp) No Nama Perusahaan EPS (Rp) 2011 2012 2013 2014 1 Akasha Wira International Tbk 43.85 141.34 94.35 52.59 2 Tiga Pilar Sejahtera Tbk 75.90 72.18 106.08 113.40 3 Delta Djakrta Tbk 9.06 13,327.84 16,514.56 17,621.38 4 Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 338.77 373.80 381.63 446.62 5 Indofood Sukses Makmur Tbk 350.46 371.41 285.16 442.50 6 Multi Bintang Indonesia Tbk 24.07 21.518,98 55.576,08 37.717,51 7 Mayora Indah Tbk 614 971.10 1.164,83 451.31 8 Nippon Indosari Corporindo Tbk 11.52 147.33 31.22 37.26 9 Sekar Laut Tbk 8.65 11.53 16.90 24.56 10 Siantar Top Tbk 32.57 56.97 87.38 94.27 Ultrajaya Milk Industry and Trading 11 Company Tbk 44.47 122.36 112.60 42.61 Sumber : Data yang telah diolah Dalam Tabel 4.4, data EPS menunjukkan bahwa nilai terendah sebesar Rp 9,06 pada PT Delta Djakarta Tbk. periode 2011 dan nilai

62 tertinggi sebesar Rp 55.576,08 pada PT Multi Bintang Indonesia Tbk. periode 2013. Perhitungan mean atau rata-rata dari EPS pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman di BEI periode 2011-2014 sebesar Rp 3852,408. Sedangkan standar deviasi sebesar Rp 10875,68 menunjukkan data variabel EPS yang belum baik, karena standar deviasinya yang lebih besar daripada nilai mean-nya. Tabel 4.5 DER 11 Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman dalam BEI Periode 2011-2014 (dalam%) No Nama Perusahaan DER (Rp) 2011 2012 2013 2014 1 Akasha Wira International Tbk 1.51 0.86 0.67 0.71 2 Tiga Pilar Sejahtera Tbk 0.96 0.90 1.13 1.05 3 Delta Djakrta Tbk 0.22 0.25 0.28 0.30 4 Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 0.42 0.48 0.60 0.66 5 Indofood Sukses Makmur Tbk 0.70 0.74 1.04 1.08 6 Multi Bintang Indonesia Tbk 1.30 2.49 0.80 3.03 7 Mayora Indah Tbk 1.72 1.71 1.47 1.51 8 Nippon Indosari Corporindo Tbk 0.39 0.81 1.32 1.23 9 Sekar Laut Tbk 0.74 0.93 1.16 1.16 10 Siantar Top Tbk 0.91 1.16 1.12 1.08 Ultrajaya Milk Industry and Trading 11 Company Tbk 0.55 0.44 0.40 0.39 Sumber : Data yang sudah diolah Dalam Tabel 4.5, Debt to Equity Ratio (DER) memiliki nilai terendah sebesar 0,22 kali yaitu pada PT Delta Djakarta Tbk. pada periode 2011, dan nilai tertinggi sebesar 3,03 kali yaitu pada PT Multi Bintang Indonesia Tbk. pada periode 2014 dengan mean atau rata-rata sebesar

63 0,957727 kali. Sedangkan nilai standar deviasinya adalah sebesar 0,571749 kali, sehingga data variabel DER dapat dikatakan baik, karena nilai standar deviasinya lebih kecil daripada nilai rata-ratanya. C. Uji Asumsi dan Kualitas Variabel Penelitian 1. Uji Stasioner Dalam penelitian ini uji stasioner data dilakukan dengan menggunakan program E-views 7. Untuk mengetahui stasioner data, digunakan metode uji akar unit. Uji akar unit bertujuan untuk menganalisis data time series stasioner (tidak ada akar-akar unit) atau tidak stasioner (ada akar-akar unit) (Widarjono, 2007). Dalam penelitian ini untuk menguji stasioner data menggunakan Augmented Dickey-Fuller (ADF test), dengan hipotesa sebagai berikut: H 0 : terdapat unit root (data tidak stasioner) H 1 : tidak terdapat unit root (data stasioner) Data dikatakan stasioner apabila nilai ADF statistik lebih kecil dibandingkan nilai critical value 5%. Apabila nilai ADF statistik lebih besar dibandingkan dengan critical value 5%, maka perlu dilakukan differencing. Berikut hasil Uji Stasioner untuk variabel Earning Per Share menggunakan program statistik E-views 7.

64 Tabel 4.6 Uji Stasioner Earning Per Share (EPS) Null Hypothesis: EPS has a unit root Exogenous: Constant Lag Length: 1 (Automatic - based on SIC, maxlag=9) t-statistic Prob.* Augmented Dickey-Fuller test statistic -4.617095 0.0006 Test critical values: 1% level -3.596616 5% level -2.933158 10% level -2.604867 *MacKinnon (1996) one-sided p-values. Dari hasil uji stasioner diatas (Tabel 4.6) diperoleh nilai ADF test sebesar -4,617095 < -2,933158. Dimana nilai probabilitasnya 0,0006 < 5%. Artinya data Earning Per Share tersebut stasioner dan dapat digunakan untuk perhitungan selanjutnya. Berikut hasil uji stasioner untuk variabel Debt to Equity Ratio menggunakan program statistik Eviews 7. Tabel 4.7 Uji Stasioner Debt to Equity Ratio (DER) Null Hypothesis: DER has a unit root Exogenous: Constant Lag Length: 1 (Automatic - based on SIC, maxlag=9) t-statistic Prob.* Augmented Dickey-Fuller test statistic -2.086103 0.2511 Test critical values: 1% level -3.596616 5% level -2.933158 10% level -2.604867 *MacKinnon (1996) one-sided p-values.

65 Dari hasil uji stasioner (Tabel 4.7) diperoleh nilai ADF test sebesar - 2,086103 > -2,933158. Dimana nilai probabilitasnya 0,2511 > 5%. Artinya data Debt to Equity Ratio tersebut tidak stasioner dan perlu dilakukan uji lebih lanjut agar data menjadi stasioner, yaitu dengan melakukan differencing. Proses differencing yaitu data yang asli Yt diganti dengan perbedaan pertama data asli. Berikut hasil uji stasioner dengan melakukan first difference dengan menggunakan program Eviews 7. Tabel 4.8 Uji Stasioner Debt to Equity Ratio First Difference Null Hypothesis: D(DER) has a unit root Exogenous: Constant Lag Length: 0 (Automatic - based on SIC, maxlag=9) t-statistic Prob.* Augmented Dickey-Fuller test statistic -11.98656 0.0000 Test critical values: 1% level -3.596616 5% level -2.933158 10% level -2.604867 *MacKinnon (1996) one-sided p-values. Dari output yang dihasilkan (Tabel 4.8), terlihat bahwa nilai ADF lebih kecil dari nilai critical value 5% yaitu -11,98656 < -2,933158. Serta nilai probabilitasnya sebesar 0.0000 sudah lebih kecil 5% (0.0000 < 0.05). Dengan demikian data telah stasioner pada diferensiasi tahap pertama (1st difference) dan dapat digunakan untuk perhitungan selanjutnya.

66 Berikut hasil uji stasioner untuk variabel Harga Saham menggunakan program statistik Eviews 7. Tabel 4.9 Uji Stasioner Harga Saham Null Hypothesis: HARGA_SAHAM has a unit root Exogenous: Constant Lag Length: 0 (Automatic - based on SIC, maxlag=9) t-statistic Prob.* Augmented Dickey-Fuller test statistic -2.662006 0.0890 Test critical values: 1% level -3.592462 5% level -2.931404 10% level -2.603944 *MacKinnon (1996) one-sided p-values. Dari hasil uji stasioner diatas (Tabel 4.9) diperoleh nilai ADF test sebesar -2,662006 > -2,931404. Dimana nilai probabilitasnya 0,0890 > 5% artinya data harga saham tersebut tidak stasioner dan perlu dilakukan uji lebih lanjut agar data menjadi stasioner, yaitu dengan dilakukan differencing. Proses differencing yaitu data asli Yt diganti dengan perbedaan pertama dan asli. Berikut hasil uji stasioner dengan melakukan first difference menggunakan program statistik Eviews 7.

67 Tabel 4.10 Uji Stasioner Harga Saham First Difference Null Hypothesis: D(HARGA_SAHAM) has a unit root Exogenous: Constant Lag Length: 0 (Automatic - based on SIC, maxlag=9) t-statistic Prob.* Augmented Dickey-Fuller test statistic -5.419882 0.0000 Test critical values: 1% level -3.596616 5% level -2.933158 10% level -2.604867 *MacKinnon (1996) one-sided p-values. Dari output yang dihasilkan (Tabel 4.10), terlihat bahwa nilai ADF lebih kecil dari nilai critical value 5% yaitu -5,419882 < -2,933158. Serta nilai probabilitasnya sebesar 0.0000 sudah lebih kecil 5% (0.0000 < 0.05). Dengan demikian data telah stasioner pada diferensiasi tahap pertama (1st difference) dan dapat digunakan untuk perhitungan selanjutnya. D. Pengujian Hipotesis 1. Analisis Model Regresi Pemodelan dalam menggunakan teknik regresi panel data dapat menggunakan tiga pendekatan alternatif metode dalam pengolahannya. Pendekatan-pendekatan tersebut ialah: common effect, fixed effect dan random effect. Berikut merupakan aplikasi dari model yang diterapkan dalam penelitian ini untuk menentukan model mana yang terbaik.

68 a. Model Common Effect Model Common Effect merupakan model sederhana. Dalam pendekatan ini tidak memperhatikan dimensi individu maupun waktu, dan dapat diasumsikan bahwa perilaku data antar perusahaan sama dalam berbagai rentang waktu. Berikut adalah hasil dari Model Common Effect : Tabel 4.11 Model Common Effect Dependent Variable: HARGA_SAHAM Method: Panel Least Squares Date: 02/11/16 Time: 16:54 Sample: 2011 2014 Periods included: 4 Cross-sections included: 11 Total panel (balanced) observations: 44 Variable Coefficient Std. Error t-statistic Prob. EPS 3.455837 1.119069 3.088134 0.0036 DER -68248.80 21286.67-3.206175 0.0026 C 82533.45 22851.42 3.611743 0.0008 R-squared 0.276479 Mean dependent var 30483.00 Adjusted R-squared 0.241186 S.D. dependent var 88339.13 S.E. of regression 76952.17 Akaike info criterion 25.40550 Sum squared resid 2.43E+11 Schwarz criterion 25.52715 Log likelihood -555.9210 Hannan-Quinn criter. 25.45062 F-statistic 7.833673 Durbin-Watson stat 0.688107 Prob(F-statistic) 0.001314 Berdasarkan hasil tabel 4.11 model common effect di atas dapat dilihat dengan persamaan sebagai berikut: Harga Saham = 82533,45 + 3,455837.EPS + (-68248,80).DER t.hitung = 3,611743 + 3,88134 + ( -3,206175)

69 Prob. t hit. = 0,0008 + 0,0036 + 0,0026 F-statistic = 7,833673 Prob. F-stat = 0,001314 Berdasarkan hasil perhitungan model common effect di atas, dapat dilihat nilai probabilitas EPS yakni sebesar 0,0036 dan nilai probabilitas DER yakni sebesar 0,0026, nilai probabilitas kedua variabel ini < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model ini baik untuk digunakan karena nilai probabilitasnya lebih kecil dari tingkat kesalahan yaitu 0,05. b. Model Fixed Effect Model Fixed Effect adalah metode yang mengestimasi data panel dengan menggunakan variabel dummy untuk menangkap adanya perbedaan intersep. Metode ini mengasumsikan bahwa koefisien regresi (slope) tetap antar individu dan antar waktu. (Widarjono, 2007). Berikut adalah hasil dari Model Fixed Effect :

70 Tabel 4.12 Model Fixed Effect Dependent Variable: HS? Method: Pooled Least Squares Date: 02/19/16 Time: 11:33 Sample: 1 4 Included observations: 4 Cross-sections included: 11 Total pool (balanced) observations: 44 Variable Coefficient Std. Error t-statistic Prob. C 18763.25 17819.08 1.052987 0.3005 EPS? 1.794275 0.883142 2.031694 0.0508 DER? 4990.056 17037.18 0.292892 0.7716 Fixed Effects (Cross) _ADES C -22014.16 _AISA C -22693.09 _DLTA C 242757.0 _ICBP C -13074.05 _INDF C -17904.62 _MLBI C -71046.43 _MYOR C -9131.544 _ROTI C -22430.90 _SKLT C -23342.12 _STTP C -22669.29 _ULTJ C -18450.84 Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables) R-squared 0.865332 Mean dependent var 30483.00 Adjusted R-squared 0.813203 S.D. dependent var 88339.13 S.E. of regression 38180.19 Akaike info criterion 24.17873 Sum squared resid 4.52E+10 Schwarz criterion 24.70587 Log likelihood -518.9320 Hannan-Quinn criter. 24.37422 F-statistic 16.59970 Durbin-Watson stat 0.948749 Prob(F-statistic) 0.000000

71 Berdasarkan hasil Tabel 4.12 model fixed effect di atas dapat dilihat dengan persamaan sebagai berikut: Harga Saham = 18763,25 + 1,794275*EPS + 4990,056*DER t.hitung = 1,052987 2,031694 0,292892 Prob. t hit = 0,3005 0,0508 0,7716 F-statistic = 16,59970 Prob. F-stat = 0,000000 Berdasarkan hasil perhitungan model fixed effect di atas, dapat dilihat nilai probabilitas EPS yakni sebesar 0,0505 dan nilai probabilitas DER yakni sebesar 0,7709, nilai probabilitas kedua variabel ini > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model ini tidak baik digunakan karena nilai probabilitasnya lebih besar dari tingkat kesalahan yaitu 0,05. Dan berikut ini adalah hasil setiap perusahaan : 1) HS_ADES = -22014.16 + 18763.25 + 1.794275*EPS_ADES + 4990.056*DER_ADES 2) HS_AISA = -22693.09 + 18763.25 + 1.794275*EPS_AISA + 4990.056*DER_AISA 3) HS_DLTA = 242757,0 + 18763.25 + 1.794275*EPS_DLTA + 4990.056*DER_DLTA 4) HS_ICBP = -13074.05 + 18763.25 + 1.794275*EPS_ICBP + 4990.056*DER_ICBP 5) HS_INDF = -17904.62 + 18763.25 + 1.794275*EPS_INDF + 4990.056*DER_INDF

72 6) HS_MLBI = -71046.43 + 18763.25 + 1.794275*EPS_MLBI + 4990.056*DER_MLBI 7) HS_MYOR = -9131.544 + 18763.25 + 1.794275*EPS_MYOR + 4990.056*DER_MYOR 8) HS_ROTI = -22430.90 + 18763.25 + 1.794275*EPS_ROTI + 4990.056*DER_ROTI 9) HS_SKLT = -23342.12 + 18763.25 + 1.794275*EPS_SKLT + 4990.056*DER_SKLT 10) HS_STTP = -22669 + 18763.25 + 1.794275*EPS_STTP + 4990.056*DER_STTP 11) HS_ULTJ = -18450.84 + 18763.25 + 1.794275*EPS_ULTJ + 4990.056*DER_ULTJ a. Model Random Effect Model Random Effect adalah metode yang akan mengestimasi data panel dimana variabel gangguan mungkin saling berhubungan antar waktu dan antar individu (Widarjono, 2007). Berikut adalah hasil dari Model Random Effect :

73 Tabel 4.13 Model Random Effect Dependent Variable: HS? Method: Pooled EGLS (Cross-section random effects) Date: 02/19/16 Time: 11:36 Sample: 1 4 Included observations: 4 Cross-sections included: 11 Total pool (balanced) observations: 44 Swamy and Arora estimator of component variances Variable Coefficient Std. Error t-statistic Prob. C 31677.81 24613.10 1.287030 0.2053 EPS? 1.937857 0.820844 2.360810 0.0231 DER? -9074.452 15786.11-0.574838 0.5685 Random Effects (Cross) _ADES C -19797.86 _AISA C -19488.92 _DLTA C 210972.7 _ICBP C -16789.22 _INDF C -16702.51 _MLBI C -55775.97 _MYOR C 343.4120 _ROTI C -20173.69 _SKLT C -21002.82 _STTP C -18728.17 _ULTJ C -22856.92 Effects Specification S.D. Rho Cross-section random 60713.92 0.7166 Idiosyncratic random 38180.19 0.2834 Weighted Statistics R-squared 0.111444 Mean dependent var 9143.351 Adjusted R-squared 0.068099 S.D. dependent var 42270.13 S.E. of regression 40805.47 Sum squared resid 6.83E+10 F-statistic 2.571130 Durbin-Watson stat 0.720897 Prob(F-statistic) 0.088724 Unweighted Statistics R-squared 0.132784 Mean dependent var 30483.00 Sum squared resid 2.91E+11 Durbin-Watson stat 0.169119

74 Berdasarkan hasil tabel 4.13 model random effect di atas dapat dilihat dengan persamaan sebagai berikut: Harga Saham = 31677,81 + 1,937857*EPS + (-9074,452)*DER t.hitung = (1,287030) (2,360810) (-0,574838) Prob. t hit. = (0,2053) (0,0231) (0,5685) F-statistic = 2,571130 Prob. F-stat = 0,088724 Dan dapat dilihat nilai probabilitas EPS yakni sebesar 0,0231 < 0,05 dan nilai probabilitas DER 0,5727 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model ini kurang baik digunakan. Namun, untuk perbandingan dalam menentukan model mana yang paling tepat digunakan, dilakukan pengujian chow test dan hausman test. Hasil pengujian tersebut adalah sebagai berikut: 2. Pemilihan Model a. Chow Test Chow test dalam penelitian ini menggunakan program Eviews. Hipotesis yang dibentuk dalam Chow test adalah sebagai berikut : H 0 : Model Common Effect H 1 : Model Fixed Effect H 0 ditolak jika Probability lebih kecil dari nilai a. Sebaliknya, H 0 diterima jika probability lebih besar dari nilai a. Nilai a yang

75 digunakan sebesar 5%. Berikut adalah hasil pengujian chow test menggunakan eviews: Redundant Fixed Effects Tests Pool: POOL Test cross-section fixed effects Tabel 4.14 Uji Chow Effects Test Statistic d.f. Prob. Cross-section F 13.542328 (10,31) 0.0000 Cross-section Chi-square 73.944077 10 0.0000 Dari hasil chow tersebut, dapat dilihat bahwa model hipotesis yang digunakan memiliki probabilitas < 5%, sehingga H0 ditolak dan yang digunakan bukan Pooled Least Square itu berarti harus dilanjutkan ke Uji Hausman untuk melihat metode menggunakan Random Effect Model atau Fixed Effect Model. b. Hausman Test Hausman test menggunakan program yang serupa dengan Chow test yaitu program Eviews.. Hipotesis yang dibentuk dalam Hausman test adalah sebagai berikut : H 0 : Model Random Effect H 1 : Model Fixed Effect H 0 ditolak jika Probabilitas lebih kecil dari nilai a. Sebaliknya, H 0 diterima jika Probabilitas lebih besar dari nilai a. Nilai a yang

76 digunakan sebesar 5%. Berikut adalah hasil pengujian hausman test: Tabel 4.15 Uji Hausman Correlated Random Effects - Hausman Test Pool: POOL Test cross-section random effects Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. d.f. Prob. Cross-section random 7.832200 2 0.0199 Dari hasil uji Hausmann tersebut, diperoleh hasil probabilitas sebesar 0,0207 yang artinya nilai ini kurang dari nilai probabilitas yang digunakan yaitu sebesar 5%. Nilai probabilitas < 5% berarti Ho ditolak, yang berarti bahwa model fixed effect lebih tepat digunakan dalam penelitian ini. 3. Hasil Pemilihan Model Tabel 4.16 Model Fixed Effect Variabel Nilai Std. Koefisien Error t-statistic Prob C 18763.25 17819.08 1.052987 0.3005 EPS 1.794275 0.883142 2.031694 0.0508 DER 4990.056 17037.18 0.292892 0.7716 R-squared 0.865332 f-statistic 16.59970 Prob (f-stat) 0.000000 Berdasarkan pemilihan model diatas telah ditetapkan bahwa model yang terbaik digunakan dalam penelitian adalah fixed effect, karena dalam

77 uji hausman terlihat bahwa nilai probabilitas < 5% berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini dibuktikan juga dengan melihat Prob F-hitung sebesar 16,59970 dan R-squared sebesar 0,865332. Dengan demikian variabel Earning Per Share dan Debt to Equity Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Harga Saham dengan nilai sebesar 87% berpengaruh sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. E. Pembahasan Penelitian ini menguji antara variabel dependen yaitu Harga Saham dengan variabel-variabel independen yaitu Earning Per Share (EPS) dan Debt to Equity Ratio (DER). Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini menggunakan Uji t parsial dan hipotesisnya adalah sebagai berikut: Ha 1 :Diduga terdapat pengaruh Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman tahun 2011-2014 Ha 2 : Diduga terdapat pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman tahun 2011-2014 Dari hasil pengujian statistik analisis regresi data panel menggunakan software Eviews 7, diperoleh hasil fixed effect sebagai model yang baik digunakan adalah sebagai berikut:

78 Tabel 4.17 Model Fixed Effect Variabel Nilai Std. Koefisien Error t-statistic Prob C 18763.25 17819.08 1.052987 0.3005 EPS 1.794275 0.883142 2.031694 0.0508 DER 4990.056 17037.18 0.292892 0.7716 R-squared 0.865332 f-statistic 16.59970 Prob (f-stat) 0.000000 1. Analisis Pengaruh Earning Per Share Terhadap Harga Saham H 1 : Diduga terdapat pengaruh parsial Earning Per Share terhadap Harga Saham di perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia periode 2011-2014. Berdasarkan Tabel 4.17 diperoleh hasil estimasi variabel Earning Per Share nilai t statistik = 2,034592 dan nilai koefisien regresi dengan arah positif sebesar 2,031694 dengan probabilitas sebesar 0,0508. Dilihat dari tingkat signifikansinya, menunjukkan bahwa hasil signifikan karena nilai signifikansinya lebih kecil dari 5% (0,0000<0,05). Hal ini berarti bahwa Earning Per Share berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia periode 2011-2014. Karena investor sering menggunakan EPS sebagai acuan untuk mengambil keputusan investasi dalam saham dan investor merasa

79 informasi EPS suatu perusahaan menunjukkan besarnya laba bersih perusahaan yang siap dibagikan kepada pemegang saham dengan kata lain menggambarkan prospek earning perusahaan dimasa mendatang. Dengan demikian terdapat korelasi yang kuat antara pertumbuhan laba dengan pertumbuhan harga saham (Husnan,2005:328). Oleh karena itu, perusahaan harus mampu meningkatkan kinerja keuangannya yaitu dengan meningkatnya EPS dan berusaha mengendalikan kinerja keuangannya maka dapat mempengaruhi harga sahamnya agar selalu meningkat.djouharotun.(2005) mengemukakan bahwa EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham (lihat juga Noer Sasongko dan Nila Wulandari,2006). 2. Analisis Pengaruh Debt to Equity Ratio Terhadap Harga Saham H 2 : Diduga terdapat pengaruh parsial Debt to Equity Ratio terhadap Harga Saham di perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia periode 2011-2014. Berdasarkan Tabel 4.17 diperoleh hasil estimasi variabel Debt to Equity Ratio nilai t statistik = 0,292892 dan nilai koefisien regresi dengan arah positif sebesar 4990,056 dengan probabilitas sebesar 0,7716. Dilihat dari tingkat signifikansinya, menunjukkan bahwa hasil signifikan karena nilai signifikansinya lebih besar dari 5% (0,7709>0,05).

80 Hal ini berarti bahwa Debt to Equity Ratio berpengaruh tidak signifikan terhadap Harga Saham pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia periode 2011-2014. DER bukan merupakan pertimbangan utama bagi investor ketika akan membeli saham. DER menggambarkan struktur modal yang dimiliki oleh perusahaan berasal dari utang dan ekuitas. Semakin tinggi DER berarti risiko perusahaan relatif tinggi. Hal ini karena ketika perusahaan mengalami kebangkrutan, maka pembayaran kewajiban kepada kreditur lebih didahulukan daripada membagikan hak ke pemegang saham. Investor cenderung menghindari saham yang memiliki nilai DER tinggi karena ada kemungkinan harga sahamnya akan turun. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Karina (2008), Kusumasari (2007) dan Dharmastuti (2004) yang mengemukakan bahwa DER tidak berpengaruh terhadap harga saham.