STUDI REAKSI POLIMERISASI UREA-FORMALDEHIDA

dokumen-dokumen yang mirip
PETUNJUK PRAKTIKUM UREA FORMALDEHID

TEKNIK POLIMERISASI (POL)

BAB III METODE PENELITIAN

Kinetika Reaksi Homogen Sistem Reaktor Alir (Kontinyu)

III. METODOLOGI F. ALAT DAN BAHAN

PEMBUATAN MIKROKAPSUL DARI UREA-FORMALDEHID: PENGARUH ph DAN SUHU PADA PEMBUATAN RESIN TERHADAP PROSES MIKROENKAPSULASI

PEMBUATAN RESIN PHENOL FORMALDEHYDE SEBAGAI PREKURSOR UNTUK PREPARASI KARBON BERPORI

DATA PENGAMATAN. Volume titran ( ml ) ,5 0,4 0,5 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Kinetika Reaksi Homogen Sistem Reaktor Alir (Kontinyu)

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

METODOLOGI A. BAHAN DAN ALAT 1. Bahan a. Bahan Baku b. Bahan kimia 2. Alat B. METODE PENELITIAN 1. Pembuatan Biodiesel

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Perumusan Masalah

1.3 Tujuan Percobaan Tujuan pada percobaan ini adalah mengetahui proses pembuatan amil asetat dari reaksi antara alkohol primer dan asam karboksilat

BAB II. DISKRIPSI PROSES. bahan baku yang bervariasi. Berdasarkan bahan baku ada 2 proses komersial

4027 Sintesis 11-kloroundek-1-ena dari 10-undeken-1-ol

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB II. DESKRIPSI PROSES

BAB III RENCANA PENELITIAN

Pilihan Ganda Soal dan Jawaban Sifat Koligatif Larutan 20 butir. 5 uraian Soal dan Jawaban Sifat Koligatif Larutan.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Tujuan Percobaan 1.3. Manfaat Percobaan

BAB VI KINETIKA REAKSI KIMIA

4016 Sintesis (±)-2,2'-dihidroksi-1,1'-binaftil (1,1'-bi-2-naftol)

Pembuatan Gliserol Karbonat Dari Gliserol (Hasil Samping Industri Biodiesel) dengan Variasi Rasio Reaktan dan Waktu Reaksi

BAB II DESKRIPSI PROSES

5009 Sintesis tembaga ftalosianin

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

4013 Sintesis benzalasetofenon dari benzaldehida dan asetofenon

Prarancangan Pabrik Resin Fenol Formaldehida dari Fenol dan Formaldehida dengan Katalis Asam Sulfat Kapasitas Ton per Tahun Pendahuluan

Gambar 7 Desain peralatan penelitian

MODUL PRAKTIKUM LABORATORIUM INSTRUKSIONAL TEKNIK PANGAN

BAB III RANCANGAN PENELITIAN

INTERESTERIFIKASI INTERESTERIFIKASI 14/01/2014

LAMPIRAN C DOKUMENTASI

5004 Asetalisasi terkatalisis asam 3-nitrobenzaldehida dengan etanadiol menjadi 1,3-dioksolan

PENENTUAN KADAR KARBONAT DAN HIDROGEN KARBONAT MELALUI TITRASI ASAM BASA

II. DESKRIPSI PROSES

Reaksi Pembentukan Urea Formaldehid Sebagai Bahan Perekat Serbuk Kayu

PENENTUAN Mv DAN DIMENSI POLIMER SECARA VISKOMETER

BAB II URAIAN PROSES. Benzil alkohol dikenal pula sebagai alpha hidroxytoluen, phenyl methanol,

4. Hasil dan Pembahasan

4.2. Kadar Abu Kadar Metoksil dan Poligalakturonat

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Pendirian Pabrik

4028 Sintesis 1-bromododekana dari 1-dodekanol

II. PEMILIHAN DAN URAIAN PROSES

5007 Reaksi ftalat anhidrida dengan resorsinol menjadi fluorescein

Tabel 3. Hasil uji karakteristik SIR 20

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III PERANCANGAN PROSES. bahan baku Metanol dan Asam Laktat dapat dilakukan melalui tahap-tahap sebagai

II. DESKRIPSI PROSES. Proses produksi Metil Akrilat dapat dibuat melalui beberapa cara, antara

BAB 3 RANCANGAN PENELITIAN

Prarancangan Pabrik Pentaeritritol dari Asetaldehid dan Formaldehid dengan Kapasitas ton/tahun BAB I PENDAHULUAN

PAKET UJIAN NASIONAL 7 Pelajaran : KIMIA Waktu : 120 Menit

4009 Sintesis asam adipat dari sikloheksena

Tabel 4. Hubungan antara berbagai tingkat kejenuhan ammonium sulfat (0-100%) dengan aktivitas unit enzim selulase. No Fraksi Aktivitas Unit (U/mL)

4010 Sintesis p-metoksiasetofenon dari anisol

Fraksi mol adalah perbandingan antara jumiah mol suatu komponen dengan jumlah mol seluruh komponen yang terdapat dalam larutan.

1. Manakah dari spesi berikut dapat bertindak sebagai asam dan basa menurut teori Brorsted-Lowry :

BAB II DISKRIPSI PROSES. 2.1 Spesifikasi Bahan Baku, Bahan Pendukung dan Produk. Isobutanol 0,1% mol

kimia LAJU REAKSI 1 TUJUAN PEMBELAJARAN

Bab III Metode Penelitian

4005 Sintesis metil 9-(5-oksotetrahidrofuran-2-il)nonanoat

METODOLOGI PENELITIAN

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II PENENTUAN LAJU REAKSI DAN TETAPAN LAJU

4023 Sintesis etil siklopentanon-2-karboksilat dari dietil adipat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DESKRIPSI PROSES

BAB III EKSPERIMEN. 1. Bahan dan Alat

BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang B. Tinjauan Pustaka

HASIL DAN PEMBAHASAN. Gambar 2 PLA hasil sintesis

III. METODOLOGI PENELITIAN

Teknologi Pengolahan. Bioetanol

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

DAFTAR ISI. halaman. ii iii iv v. viii

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LEMBARAN SOAL 5. Pilih satu jawaban yang benar!

STUDI AWAL MENGENAI PEMBUATAN SURFAKTAN DARI AMPAS TEBU

Prarancangan Pabrik Tritolyl Phosphate dari Cresol dan POCl3 Dengan Kapasitas Ton/Tahun BAB I PENGANTAR. A. Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN

Struktur atom, dan Tabel periodik unsur,

Pemurnian Garam Lokal Untuk Konsumsi Industri Syafruddin dan Munawar ABSTRAK

Penentuan Kesadahan Dalam Air

KISI-KISI PENULISAN SOAL USBN

3 METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran

4025 Sintesis 2-iodopropana dari 2-propanol

Kekekalan Energi energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilakukan pada bulan Januari Februari 2014.

BAB II DISKRIPSI PROSES

BAB II LANDASAN TEORI

Laporan Tugas Akhir Pembuatan Sabun Cuci Piring Cair dari Minyak Goreng Bekas (Jelantah) BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Analisis Hasil Pertanian (Ruang

III. METODOLOGI PENELITIAN. : Motor Diesel, 1 silinder

Jurnal Teknologi Kimia Unimal

3 Metodologi Penelitian

LAMPIRAN A DATA HASIL PERCOBAAN

Esterifikasi Asam Lemak Bebas Dari Minyak Goreng Bekas

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kimia dan Biokimia Hasil Pertanian,

Transkripsi:

STUDI REAKSI POLIMERISASI UREA-FORMALDEHIDA

ABSTRAK TESIS Dengan semakin luasnya penggunaan resin urea-formaldehida dalam industri perekat dan barang cetak dewasa ini maka merupakan suatu masalah yang penting untuk mempelajari proses pembuatan resin tersebut. Titik berat penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan persamaan laju proses polimerisasi urea-formaldehida, serta kinetika reaksi pada tahap metilolasi. Untuk menghindari terjadinya gangguan karena adanya kotoran dalam bahan baku, digunakan urea dengan kemurnian = 98 %, yang merupakan hasil rekristalisasi urea komersial, dan larutan formaldehida dengan kadar 37 %. Proses pembuatan urea-formaldehida dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap reaksi metilolasi dan tahap reaksi kon densasi. Dalam tahap reaksi metilolasi, urea dan formalde hida direaksikan dalam reaktor berpengaduk, yang dilengkapi dengan pendingin balik ("reflux condensor") dan dipanaskan dengan pemanas air yang temperaturnya dapat diatur. Dalam reaksi metilolasi ini diharapkan akan dihasil kan senyawa metilol-urea yang masih bersifat larutan. Dalam tahap reaksi kondensasi, senyawa metilol-urea hasil reaksi metilolasi, yang juga merupakan monomer dikondensasikan menjadi senyawa polimer yang mempunyai berat molekul atau rantai ikatan yang lebih panjang. Hasil reaksi kondensasi ini diharapkan masih berupa larutan atau sirup. Reaksi kondensasi dijalankan dalam re-

aktor yang terdiri dari labu leher tiga dilengkapi dengan pengatur temperatur dan pipa kapiler. Reaksi kondensasi berlangsung pada tekanan vakum. Untuk mengetahui pengaruh variabel proses terhadap hasil yang diperoleh atau peristiwa reaksi yang terjadi, penelitian ini dilakukan dengan matrik percobaan yang menggunakan rancangan Plackett Burman, rancangan faktori al dua level : 2 k dan rancangan acak penuh ( Randomized Complete Design ), dengan beberapa variabel proses yaitu perbandingan mol formaldehida terhadap urea (F/U), tempe ratur reaksi (T), harga ph, waktu reaksi (t) serta kece - patan putar pengaduk (rpm). Dari analisa data percobaan dapat disusun model persamaan laju proses metilolasi, yang dinyatakan dengan ka dar formaldehida bebas (Y F ), yaitu sebagai berikut : Y F = 17,39 + 2,92 (F/U) - 0,1261 (T) + 0,078 (F/U) (T) - 0,53 ph + 0,001 (t) 0,00119 (T) (t). Model ini diperoleh dari percobaan yang dilakukan pada se lang temperatur antara 40 C sampai 80 C, waktu reaksi an tara 15 menit sampai 60 menit, harga ph antara 8 sampai 12, serta perbandingan mol formaldehida terhadap urea an tara 0,5 sampai 2,0. Untuk reaksi kondensasi diperoleh model persamaan, yang dinyatakan dengan kadar resin (Y R ), yaitu sebagai berikut : Y R = 77,9 + 0,22 (t) - 16,34 (P). Di sini laju proses di samping dipengaruhi oleh waktu

aksi dan tekanan reaksi, juga tergantung kepada larutan mula. Larutan mula hasil reaksi metilolasi akan mempunyai kadar formaldehida bebas yang berbeda-beda, sehingga jelas akan mempengaruhi hasil reaksi kondensasinya. Persamaan laju proses yang diperoleh didasarkan atas keadaan larutan mula dengan kadar formaldehida bebas yang terendah yaitu 5 gr CH 2 O/100 ml larutan. Studi kinetika reaksi didasarkan pada hipotesa bahwa, reaksi metilolasi pada suasana basa merupakan reaksi elementer. Untuk perbandingan mol formaldehida terhadap urea = 1 : 1 atau untuk konsentrasi reaktan yang sama, akan terbentuk senyawa monometilol-urea, dan jumlahnya sesuai dengan perbandingan stoikhiometri dalam reaksinya. Reaksi ini merupakan reaksi bolak-balik ("reversible") dengan or der dua untuk reaksi pembentukannya dan order satu untuk reaksi penguraiannya. Percobaan untuk kinetika reaksi metilolasi, dilakukan dengan kondisi proses sebagai berikut : temperatur re aksi = 80 C, konsentrasi formaldehida = 12,81 grol/liter, konsentrasi urea = 12,81 grol/liter atau perbandingan mol formaldehida terhadap urea = 1 : 1, harga ph = 10, dan re aksi dijalankan selama 60 menit dengan kecepatan putar pengaduk = 200 rpm. Dari hasil perhitungan data percobaan tersebut, diperoleh bahwa besarnya konstanta laju reaksi pembentukan : k l = 4,89 x 10-3 liter. mol -1. det -1, dan konstanta laju reaksi penguraian : k 2 = 2,98 x 10-6 det -1.