Evidence-based practice

dokumen-dokumen yang mirip
EKSPLORASI RISET KEPERAWATAN

SEJ S A EJ R A AH A PROS PR E OS S E KEPER

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keselamatan pasien menjadi prioritas yang utama dalam setiap pelayanan kesehatan (ECRI Institute, 2014).

BAB I PENDAHULUAN. yang memproses penyembuhan pasien agar menjadi sehat seperti sediakala.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. gizi ganda, dimana masalah terkait gizi kurang belum teratasi namun telah

EVALUASI PELAKSANAAN PERENCANAAN PULANG

PROFESIONALISME DAN INTERPROFESIONALISME DALAM MASYARAKAT YANG SEDANG BERUBAH

BAB I PENDAHULUAN. infeksi virus selain oleh bakteri, parasit, toksin dan obat- obatan. Penyakit

IMPLEMENTASI DOKUMENTASI TERINTEGRASI DI RUANG HEMODIALISIS NIKEN D CAHYANINGSIH PD IPDI DIY

MODUL KEPERAWATAN JIWA I NSA : 420 MODUL ANXIETAS DISUSUN OLEH TIM KEPERAWATAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL

BAB I PENDAHULUAN. Sistem kesehatan (health system) adalah tatanan yang bertujuan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 SERI D NOMOR 9 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. berbahaya, salah satunya medical error atau kesalahnan medis. Di satu sisi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENERAPAN PRAKTIK KEPERAWATAN PROFESIONAL: Dewi Irawaty, MA, PhD

MODUL KEPERAWATAN JIWA I NSA : 420 MODUL ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN WAHAM DISUSUN OLEH TIM KEPERAWATAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL

BAB 3. TATA KELOLA, KEPEMIMPINAN, DAN PENGARAHAN (TKP)

INDONESIA NATIONAL NURSES ASSOCIATIONS COMPETENCIES FRAMEWORK

Bagaimana Penulisan SOAP oleh Farmasi? Tim KARS

PERAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN DIET PASIEN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Esa Unggul

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Perawat merupakan suatu profesi dimana seorang petugas

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. (Permenkes RI, 2011). Institusi yang kompleks memiliki arti bahwa rumah sakit

MODUL KEPERAWATAN JIWA I NSA : 420 MODUL DISTRES SPIRITUAL DISUSUN OLEH TIM KEPERAWATAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL

Kendali Mutu Sebagai Proses

BAB 1 PENDAHULUAN. sehat bagi semua orang agar terwujud derajat kesehatan. masyarakat yang optimal merupakan tujuan pembanguan

PENINGKATAN KEMANDIRIAN KELUARGA DALAM PERAWATAN DIRI (SELF CARE) MELALUI OPTIMALISASI PERAN PERAWAT UNTUK MENCAPAI INDONESIA CINTA SEHAT 2014

AREA PRAKTEK MANDIRI KEPERAWATAN. OLEH : M. Margaretha U.W

BAB I PENDAHULUAN. adalah profesi kesehatan yang berfokus pada individu,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

makalah teori keperawatan

LAMPIRAN PERATURAN DIREKTUR RS (...) NOMOR :002/RSTAB/PER-DIR/VII/2017 TENTANG PANDUAN EVALUASI STAF MEDIS DOKTER BAB I DEFINISI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. pengajar dan peserta didik dalam mencapai tujuan learning outcome.

Tujuan Legeslasi: 1.Memperthankan kualitas pelayanan 2.Memberi kewenangan 3. Menjamin perlindungan hukum 4. Meningkatkan profesionalime

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan kesehatan, di Amerika Serikat penyebab kematian nomer tiga pada

BAB I PENDAHULUAN. professional perawat yaitu advokasi (Potter, 2005). Penelitian di. Ireland oleh O Connor and Kelly (2005) menunjukkan bahwa

BAB IV PENUTUP. kewenangan bidan praktik mandiri merupakan peran imperatif. Peran. imperatif yakni peran yang wajib dilaksanakan sesuai ketentuan.

Disampaikan Oleh: R. Siti Maryam, MKep, Ns.Sp.Kep.Kom 17 Feb 2014

BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. memicu perubahan kurikulum dan semua perangkat kerjanya termasuk sistem

BAB I PENDAHULUAN. kewenangan tenaga kesehatan yang bersangkutan (Anonim, 1992)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

serangan yang cepat dan penyembuhannya dapat diprediksi (Lazarus,et al., 1994).

BAB I PENDAHULUAN. Pengetahuan dan teknologi telah berkembang dengan pesat. Setiap

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 : PENDAHULUAN. mencetuskan global patient safety challenge dengan clean care is safe care, yaitu

KERANGKA ACUAN KEGIATAN KUNJUNGAN RUMAH

BAB I PENDAHULUAN. yang optimal (Nursalam, 2013). Keperawatan merupakan indikator dari kualitas

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN KEPATUHAN MELAKSANAKAN PENDOKUMENTASIAN ASKEP DI RUANG RAWAT INAP RS JIH YOGYAKARTA ABSTRACT

Level Of Nursing Theory

KERANGKA ACUAN PROGRAM PENINGKATAN MUTU KLINIS DAN KESELAMATAN PASIEN PUSKESMAS PUJON

BAB I PENDAHULUAN. dibutuhkan oleh semua orang. Menurut Yosep (2007), kesehatan jiwa adalah. dan kecakapan dalam beradaptasi dengan lingkungan.

BAB I PENDAHULUAN. terselenggaranya pelayanan kesehatan yang berkualitas juga (Depkes, 2007).

PELATIHAN BASIC COURSE COMMUNITY MENTAL HEATLH NURSING BAGI PERAWAT PUSKESMAS DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN MOJOKERTO

BAB II TINJAUAN TEORETIS. dan mencapai tujuan yang telah ditentukan (Herujito, 2001). mengandung arti control yang diterjemahkan ke dalam bahasa

BAB I PENDAHULUAN. tugasnya, serta beberapa perilaku lain yang merupakan sifat-sifat kemanusiaan

BAB I PENDAHULUAN. medis lainnya. Sedangkan menurut American Hospital Assosiation rumah sakit

MODUL KEPERAWATAN JIWA I NSA : 420 MODUL KEPUTUSASAAN DISUSUN OLEH TIM KEPERAWATAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat (Sumijatun, 2009). Salah satu bagian integral dari pelayanan

2 obat tradisional asli Indonesia. Berdasarkan riset tersebut 95,60% (sembilan puluh lima koma enam puluh persen) merasakan manfaat jamu. Dari berbaga

TATA KELOLA, KEPEMIMPINAN DAN PENGARAHAN (TKP) > 80% Terpenuhi 20-79% Terpenuhi sebagian < 20% Tidak terpenuhi

RENDAHNYA PERAN PERAWAT DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI PADA PASIEN LOW NURSE S ROLE IN MEETING THE NEEDS OF NUTRITION TO PATIENTS ABSTRAK

Pengembangan rencana implementasi

BAB I LATAR BELAKANG

B AB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

REVIEW STAF MEDIS Penilaian aktifitas staf medis senior dan para kepala unit kerja dilakukan oleh otor

KODE PERILAKU ETIK APACMED DALAM INTERAKSI DENGAN TENAGA KESEHATAN PROFESIONAL

BAB V PEMBAHASAN. A. Pembahasan keterkaitan antara kategori attachment, patient-centered

PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN:

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Joint United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS, 2013) melaporkan

PENILAIAN MANDIRI TENTANG KOMPETENSI FISCM

DOKUMENTASI BERBASIS KOMPUTER. Oleh Yoani Aty

Tabel Struktur Kurikulum Program Studi Magister Keperawatan Minat Medikal Bedah

PENELITIAN PERILAKU KESEHATAN 2

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. yang penduduknya hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat, mampu

MODEL DOKUMENTASI KEPERAWATAN METODE FOCUS

MODUL KEPERAWATAN JIWA I NSA : 420 MODUL ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN RESIKO BUNUH DIRI DISUSUN OLEH TIM KEPERAWATAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 GAMBARAN RESPONDEN PENELITIAN. responden sebanyak 46 perawat di Puskesmas. Data

KONSEP TEORI MODEL KEPERAWATAN

2 Mengingat e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d, perlu membentuk Undang-Undang tentang

APLIKASI SIKAP PROFESIONAL TENAGA GIZI DI BIDANG ASUHAN GIZI DAN DIETETIC. Miranti Gutawa Sumapradja RSUP dr Hasan Sadikin Bandung

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

SKRIPSI. Disusun Oleh : Diajukan sebagai salah satu syarat untuk meraih gelar Sarjana Keperawatan. NAMA : Yusstanto NIM : J

PENDAHULUAN. Metodis. Sistematis. Koheren. Ilmu Pengetahuan. Filsafat. Teologi

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan pendidikan bidan berhubungan dengan perkembangan

BAB 6 HASIL PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. dituntut untuk selalu melakukan perbaikan dan penyempurnaan guna

I. INFORMASI UMUM. Mata Kuliah yang diasuh : No Mata Kuliah Jumlah SKS RPKPS/MODUL. 1 Keperawatan Maternitas 4 Modul

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Menyusui adalah cara normal memberikan nutrisi pada bayi untuk

Transkripsi:

PENGANTAR RISET KEPERAWATAN

Definisi Nursing research is a systematic process of investigating phenomena of interest, the general purpose of which to add to the body of knowledge about the practice of nursing and about health in humans (Roberts & Taylor, 1998) that directly and indirectly influences nursing practice (Burns & Grove, 2007)

Evidence-based practice adalah integrasi hasil penelitian dengan pengalaman klinik dan nilai pasien untuk menyediakan asuhan yang berkualitas dengan biaya yang terjangkau. Penelitian qualitatif, quantitatif dan hasil penelitian berguna untuk menghasilkan ilmu baru.

Mengapa riset penting untuk EBP Gambaran Mengidentifikasi dan memahami fenomena dan hubungan antar fenomena. Penjelasan Mengklarifikasi hubungan antar fenomena dan mengidentifikasi alasan mengapa peristiwa tertentu terjadi. Prediksi Memperkirakan outcome yang spesifik pada situasi tertentu. Kontrol Jika outcome suatu situasi bisa diprediksi, langkah selanjutnya adalah mengontrol atau memanipulasi situasi untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Hambatan dalam EBP Terbagi 3 yaitu: 1. Hambatan dari perawat * pengetahuan riset tidak adekuat. * rendahnya perhatian terhadap riset. * minat yang kurang terhadap riset. * role model yang kurang. * gagal dalam penggunaan riset pada peran klinikal dan manajerial. * kurang penguatan dan percaya diri.

Con t 2. Hambatan dari riset * kurang fokus pada masalah klinik. * komunikasi temuan tidak adekuat. * hasil riset tidak dipublikasi. * desiminasi tidak aplikatif untuk klinik.

3. Hambatan dari organisasi atau institusi * manajemen yang tidak ingin berubah. * perawat tidak diijinkan untuk menggunakan hasil penelitian. * beban kerja perawat yang terlalu banyak. * tidak mempunyai wewenang untuk mengimplementasikan hasil riset. * dukungan dan kerjasama yang kurang seperti perawat senior, dokter, tenaga kesehatan lain.

Peran perawat pada riset keperawatan Diploma: Membantu identifikasi masalah, membantu pengumpulan data, menggunakan hasil riset di lapangan dengan pengawasan. Sarjana: Mengkritisi penemuan riset, menggunakan hasil riset di lapangan.

con t Master: Berkolaborasi di proyek penelitian, menyediakan keahlian klinik untuk research Doktor: Mengembangkan ilmu dan teori keperawatan melalui riset, melakukan riset yang didanai secara mandiri. Postdoc: Mengembangkan dan mengkoordinir program riset yang didanai

Sejarah riset keperawatan Florence Nightingale (1859) Fokus: lingkungan yang sehat seperti ventilasi, kebersihan, air bersih dan gizi berperan penting terhadap peningkatan kesehatan fisik dan mental. Riset untuk perubahan yang signifikan pada masyarakat seperti pengujian air, peningkatan sanitasi, pencegahan kelaparan dan penurunan morbiditas dan mortalitas.

con t Riset keperawatan 1900s-1970s 1920s dan 1930s: studi kasus. 1950s: ANA mengembangkan fungsi, standar dan kualifikasi perawat profesional. 1960s: riset diperkenalkan pada institusi keperawatan S1 dan S2, jumlah penelitian klinik meningkat fokus pada peningkatan kualitas asuhan dan pengembangan indikator outcome pasien. 1970s: pengembangan model, konsep dan teori untuk menuntun praktek klinik.

Riset keperawatan 1980s dan 1990s Publikasi penelitian klinik meningkat, jurnal keperawatan bertambah, tetapi penggunaan hasil riset di lapangan masih sedikit. Penelitian qualitatif berkembang pesat Riset keperawatan abad 21 Pengembangan ilmu untuk implementasi EBP

Sumber ilmu di Traditions Authority Borrowing Trial and Error Personal experience Role modelling Intuition Reasoning keperawatan

Perolehan ilmu melalui riset keperawatan Penelitian quantitatif: proses yang sistematis, objektif dan formal dimana data numerik digunakan untuk mendapatkan informasi. Jenisnya: - penelitian deskriptif - penelitian korelasi - penelitian quasi-eksperimental - penelitian eksperimental

Penelitian qualitatif: pendekatan yang subjektif dan sistematis digunakan untuk menggambarkan pengalaman hidup dan memberikan mereka arti. Jenisnya: - phenomenological research - grounded theory research - ethnographical research - historical research

Ruang lingkup riset keperawatan Promosi kesehatan. Keperawatan klinik. Kelompok risiko tinggi. Deskripsi keperawatan yang holistik. Kelompok khusus. Kepatuhan terhadap program pengobatan dan keperawatan. (Nursalam, 2001)

Rancangan penelitian Berdasarkan tujuannya, penelitian dibagi: 1. Penelitian dasar (basic research) Ditujukan untuk mengembangkan suatu ilmu atau menguji teori yang temuannya bisa diterapkan kemudian. 1. Penelitian aplikasi (applied research) Menerapkan suatu ilmu pada situasi tertentu. Umumnya penelitian ini untuk meningkatkan praktek keperawatan secara langsung.

Menetapkan rancangan penelitian

TERIMAKASIH