KONSEP RCA. Hanevi Djasri, dr, MARS

dokumen-dokumen yang mirip
UPT PUSKESMAS SAITNIHUTA

2017, No Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 153, Tambahan Lembaran N

KUESIONER MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT I. MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM KESELAMATAN PASIEN

PROGRAM PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN RSUD PASAR REBO

No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2

PANDUAN MANAJEMEN RESIKO KLINIS

Merumuskan Solusi Masalah

Insiden Keselamatan Pasien

MANAJEMEN RISIKO DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN DAN PENGGUNAAN OBAT (PKPO) Dra. Siti Farida, SpFRS, Apt.

KUESIONER MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT. MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM KESELAMATAN PASIEN

REKAP DOKUMEN PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN

KATA PENGANTAR. Baturaja, Penulis

PROJECT MANAGEMENT BODY OF KNOWLEDGE (PMBOK) PMBOK dikembangkan oleh Project Management. Institute (PMI) sebuah organisasi di Amerika yang

PANDUAN ANALISIS AKAR MASALAH ( ROOT CAUSE ANALYSIS / RCA ) Root Cause Analysis (RCA) adalah suatu metode analisis terstruktur yang

KEPUTUSAN KEPALA RUMAH SAKIT BAHAYANGKARA TK.III ANTON SOEDJARWO PONTIANAK No... tentang

Winarni, S. Kep., Ns. MKM

Jenis Jenis Indikator Mutu Rumah Sakit: Haruskah RS Memiliki Semua

AUDIT MANAJEMEN-CB SOAL-SOAL UAS

RCA / Root Cause Analysis / Analisa Akar Masalah 1. Klasifikasi Insiden

Pelaksanaan Audit Medik/Klinik

Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien. Melur Belinda Tim Keselamatan Pasien RSUD Dr Saiful Anwar malang

Corrective Action, Preventive Action and Continuous Improvement

Pengendalian Kualitas Statistik. Lely Riawati

Modul. Blok II 1. Magister Manajemen Rumahsakit Fakultas Kedokteran UGM. Identifikasi Dan Analisis Resiko

Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien. Melur Belinda Tim Keselamatan Pasien RSUD Dr Saiful Anwar malang

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

DAFTAR ISI. HALAMAN PENGAKUAN... ii. SURAT PENGAMBILAN DATA DARI PERUSAHAAN... iii. HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING... iv. HALAMAN PERSEMBAHAN...

PROGRAM PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT AR BUNDA PRABUMULIH TAHUN 2017

PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN. merancang proses-proses klinis baru dan proses manajerial dengan benar;

Manajemen Resiko Enterprise

Pengukuran Kapabilitas Proses produksi kacang garing Cont d.

BAB III METODE PENELITIAN

PANDUAN PENUNTUN SURVEI AKREDITASI UNTUK BAB PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN ====================================== ==========================

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG KESELAMATAN PASIEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien. Melur Belinda Tim Keselamatan Pasien RSUD Dr Saiful Anwar malang

Keselamatan Pasien dalam Pelayanan Kesehatan

Root Cause Analysis Pelatihan Teknis

Manajemen Risiko Kelelahan: Preskriptif versus Pendekatan Berbasis Risiko

PANDUAN ANALISIS MODUS KEGAGALAN & DAMPAK (AMKD) Failure Mode,Effect and Analysis (FMEA)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sigma bukan merupakan program kualitas yang berpegang pada zero defect (tanpa

7 Prinsip Manajemen Mutu - ISO (versi lengkap)

Penerapan Clinical Governance di Rumah Sakit melalui Sistem Manajemen Mutu ISO 9000

Kebijakan Manajemen Risiko PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Statistical Process Control

GEJALA MELEMAHNYA BUDAYA KESELAMATAN

PANDUAN. ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA) RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso KOMITE MUTU & KESELAMATAN PASIEN


BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. dan social dan spiritual yang memungkinkan setiap orang untuk hidup

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

PEDOMAN MANAJEMEN RISIKO PUSKESMAS BERBAH TAHUN 2015

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL JABATAN KERJA ESTIMATOR BIAYA JALAN (COST ESTIMATOR FOR ROAD PROJECT)

BAB I PENDAHULUAN. oleh tenaga kesehatan melalui program-program yang telah ditetapkan oleh

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

EVALUASI MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI MENGGUNAKAN INDEKS KEAMANAN INFORMASI (KAMI) PADA KANTOR WILAYAH DITJEN PERBENDAHARAAN NEGARA JAWA TIMUR

Aspek Kemanusiaan Aspek Pencegahan Kerugian: Aspek Komersial:

EVALUASI MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI MENGGUNAKAN INDEKS KEAMANAN INFORMASI (KAMI) PADA KANTOR WILAYAH DITJEN PERBENDAHARAAN NEGARA JAWA TIMUR

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 PELAKSANA LAPANGAN PEKERJAAN JALAN

Sistem Manajemen Mutu Sarana Pelayanan Kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. yang sama beratnya untuk diimplementasikan (Vincent, 2011).

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan pasar dalam memenuhi permintaan konsumen saat ini

No Urut No E.P

IDENTIFIKASI RESIKO PADA MANAJEMEN RESIKO KLINIS

KAMUS KOMPETENSI. 1. Mendengarkan ucapan orang lain Berupaya mendengarkan ucapan atau perkataan orang lain dengan seksama.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI.

Internal Quality Audit Teknik Audit dengan Pendekatan Performa

Bab IV Usulan Perencanaan Investasi Teknologi Informasi

PERENCANAAN MANAJEMEN RESIKO

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION 2

KEAMANAN SISTEM INFORMASI KONSEP SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

SURAT KEPUTUSAN BERSAMA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI NO.SKB.003/SKB/I/2013

BAB III METODE PENELITIAN

Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan

BAB I PENDAHULUAN. melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya

Kesehatan Keselamatan Kerja. Monitoring, Review, dan Audit. Dosen pengampu: Ita Juwitaningrum, S.Psi, M.Pd. Oleh: Luluatnul Jannah M

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN IDENTIFIKASI PENYEBAB SUSUT DISTRIBUSI ENERGI LISTRIK MENGGUNAKAN METODE FMEA

MANAJEMEN PROYEK WEB

7 STANDAR KESELAMATAN PASIEN

MANAJEMEN RISIKO PROYEK

Sistem kumpulan dari elemen-elemen atau komponen-komponen atau subsistem-subsistem.

BAB III METODE PENELITIAN

MANAJEMEN RISIKO. Rekayasa Perangkat Lunak STMIK-AUB Surakarta

Q # Pertanyaan Audit Bukti Audit 4 Konteks Organisasi 4.1 Memahami Organisasi dan Konteksnya

(Root Cause Analysis)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA) Mata Kuliah : Rancangan Produk Industri (2 SKS) Dosen : Kuni Zu aimah B.,S.Farm., M.Farm., Apt.

BAB I PENDAHULUAN. model kepemimpinan path goal theory yang dikembangkan oleh House (1971)

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. 1. Praktik manajemen risiko di BDI masih belum dilakukan dengan efektif,

BAB I PENDAHULUAN. dalam pengelolaan persediaan di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD

JUDUL UNIT : Melakukan Komunikasi Di Tempat Kerja

Analisis Kelayakan dan Perspektif Pengembangan Asuransi Pertanian pada Usahatani Padi dan Jagung

Transkripsi:

KONSEP RCA Hanevi Djasri, dr, MARS

Root Cause Analysis

Root Cause Analysis (Analisis Akar Penyebab) Proses mengenal faktor-faktor yang mendasari atau menjadi penyebab terjadinya variasi kinerja Variasi kinerja dapat berakibat terjadinya hasil yang tidak diharapkan atau yang tidak diinginkan, termasuk terjadinya kejadian sentinel yang berakibat kematian atau kecacatan fisik dan/atau psikologis yang serius atau risiko yang dapat berakibat kematian atau kecacatan serius tsb RCA terutama berfokus pada sistem dan proses, dan tidak untuk menyalahkan

Melalui RCA, kelompok berupaya untuk memahami proses, penyebab atau penyebab potensial terjadinya variasi, kemudian melakukan perbaikan/penyempurnaan proses sehingga variasi tidak akan terjadi di masa mendatang Akar penyebab adalah alasan fundamental terjadinya kegagalan, atau pencapaian kinerja yang tidak sesuai dengan harapan.

Kapan melakukan RCA RCA biasaya merupakan kegiatan yang bersifat reaktif bukan proaktif RCA dilakukan untuk menggali alasan mengapa terjadi luaran yang tidak diharapkan atau kegagalan yang telah terjadi RCA dapat juga dilakukan untuk kasus-kasus kejadian nyaris cedera (KNC)

RCA yang bagus adalah RCA yang menganalisis keseluruhan proses dan semua sistem pendukung yang terkait dalam suatu kejadian spesifik untuk meminimalkan semua risiko yang terkait dengan proses, dan terulang kembalinya suatu kejadian. Hasil akhir dari RCA adalah action plan yang mengidentifikasi strategi organisasi untuk mereduksi risiko terjadinya kejadian yang sama di masa mendatang.

RCA dapat dilakukan bersamaan dengan FMEA (yang bersifat proaktif) Melakukan RCA mempunyai konsekuensi alokasi biaya dan sumber daya yang lain RCA harus dilaksanakan dengan pendekatan tim

Tantangan bila ada kejadian sentinel 1. Memahami bagaimana dan mengapa terjadi kejadian sentinel 2. Mencegah agar kejadian yang sama atau serupa tidak terjadi di masa mendatang melalu disain atau disain ulang proses secara prospektif Untuk dapat menghadapi kedua tantangan tsb, RS harus mempu mengenal penyebab langsung (proximate causes), dan penyebab yang menjadi latar belakang (underlying causes) terjadinya penyebab langsung

Variasi Kejadian tidak diharapkan (KTD) dan Kejadian Sentinel terjadi akibat variasi proses Variasi adalah perubahan dalam bentuk, prosisi, keadaan, atau kualitas dari sesuatu (Webster) Variasi dibedakan: Variasi akibat penyebab yang umum (common cause variation) Variasi akibat penyebab yang khusus (special cause variation)

Common cause variation: Variasi yang terjadi sebagai konsekuensi dari bagaimana suatu proses didisain untuk berjalan Bersifat sistemik dan endogenous Bersifat inherent dalam sistem Organisasi harus dapat menetapkan toleransi variasi yang disebabkan oleh penyebab yang umum

Special cause variation: Timbul dari keadaan atau kejadian yang tidak biasa yang sulit diantisipasi, merupakan variasi yang spesifik, dan proses yang tidak stabil, intermiten, dan tidak dapat diprediksi. Tidak bersifat inherent dalam sistem, tetapi bersifat eksogenous, timbul akibat dari luar sistem, timbul akibat faktor yang bukan merupakan bagian dari sistem: Contoh: tiba-tiba terjadi malfungsi dari mesin, atau terjadi akibat adanya bencana Jika ditemukan special cause variation, RS harus melakukan investigasi lebih lanjut adanya underlying cause pada sistem yang lebih luas, yang biasanya merupakan common cause variation

Problem or unwanted event occurence Fix/Correct Symptoms Problem or unwanted event recurrence Apparent causes Root causes Prevent

Karakteristik RCA yang baik Berfokus terutama pada kinerja sistem dan proses, bukan kinerja individu Analisis berlangsung mulai dari penyebab spesial kepada penyebab umum yang ada dalam proses organisasi Analisis menggali dengan berulangkali menjawab pertanyaan mengapa Analisis mempu mengenali perubahan yang dapat dilakukan pada sistem dan proses, meskipun harus mendisain ulang, atau mengembangkan sistem atau proses yang baru untuk mencegah terulangnya kejadian di masa mendatang Analisis dilakukan secara lengkap dan dapat dipertanggung-jawabkan kredibilitasnya

RCA yang lengkap meliputi Menetapkan faktor manusia dan faktor faktor lain yang secara langsung terkait dengan Sentinel, dan proses atau sistem yang terkait dengan kejadian tsb Analisis terhadap sistem atau proses yang menjadi latar belakang melalui berulangkali menanyakan mengapa Meneliti semua area yang terkait dengan kejadian yang spesifik Mengidentifikasi titik-titik risiko, dan kontribusi potensial terhadap kejadian Menetapkan penyempurnaan potensial terhadap proses dan sistem untuk mencegah terulang kembali kejadian

RCA yang kredibel Peranserta kepemimpinan dalam organisasi, dan petugas yang sangat terkait dengan proses dan sistem yang sedang diinvestigasi Konsisten secara internal (tidak terjadi kontradiksi dalam analisis, atau membiarkan pertanyaan tidak terjawab) Memberikan penjelasan untuk semua temuan, termasuk jika ada yang bersifat tidak berlaku, atau bukan masalah Mengacu pada referensi yang relevan Clear (informasi yang dapat dipahami), Accurate (data dan informasi yang valid), Precise (data dan informasi yang objektif), Relevant (berfokus pada permasalahan yang terkait atau berpotensi terkait dengan Sentinel)

Produk akhir dari RCA: Action Plan (rencana tindak lanjut) Mengidentifikasi strategi organisasi untuk mengurangi risiko agar tidak terulang kejadian sentinel di masa mendatang Harus jelas penanggung jawab untuk implementasi, Harus jelas penanggung jawab untuk implementasi, penanggung jawab untuk memonitor, uji coba jika perlu, penjadualan yang jelas, dan strategi untuk mengukur efektifitas dari kegiatan yang dilakukan

RTL yang acceptable Dapat mengidentifikasi perubahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko, dan memberikan alasan/justifikasi mengapa suatu perubahan harus dilakukan Dapat mengidentifikasi situasi untuk melakukan Dapat mengidentifikasi situasi untuk melakukan kegiatan perbaikan/penyempurnaan yang direncanakan, siapa yang bertanggung jawab untuk melaksanakan, kapan pelaksanaan harus dilakukan (termasuk ujicoba jika perlu), dan bagaimana mengevaluasi efektifitas kegiatan yang dilakukan.

Tugas yang harus dilakukan untuk RCA yang kredibel 1. Bentuk tim lintas disiplin untuk mengkaji Sentinel 2. Tetapkan mekanisme untuk mengkomunikasikan perkembangan proses RCA kepada kepemimpinan senior 3. Susun workplan yang jelas dengan target wkatu, penanggung jawab, dan strategi pengukuran 4. Definisikan dengan jelas semua permasalahan 5. Lakukan curah pendapat untuk mengenal semua penyebab yang mungkin atau potensial berkontribusi dan bagaimana keterkaitan satu dengan yang lain

6. Cermati, pilih dan analisis terhadap daftar penyebab 7. Untuk setiap sebab, pastikan proses dan sistem yang menjadi bagian dari penyebab dan bagaiama keterkaitan atar penyebab 8. Tentukan untuk tiap penyebab mana yang berupa penyebab spesial, mana yang berupa penyebab umum, atau mungkin keduanya 9. Mulai mendisain dan melakukan perubahan sambil menyelesaikan proses RCA

10. Lakukan kajian kemajuan proses RCA 11. Ulangi kegiatan (misalnya curah pendapat) jika dibutuhkan 12. Lakukan dengan lengkap dan kredibel 13. Berfokus penyempurnaan pada sistem yang lebih luas 14. Disain ulang untuk menghilangkan akar penyebab dan keterkaitan antar akar penyebab untuk mencegah terulangnya kejadian 15. Lakukan pengukuran dan kajian terhadap disain yang baru

Langkah-langkah RCA

Mempersiapkan RCA Langkah 1 Membentuk Tim Kerja Langkah 2 Menetapkan Permasalahan Langkah 3 Mempelajari Permasalahan

Menetapkan Peristiwa yang Terjadi dan Latar belakang Terjadinya Peristiwa Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Menetapkan Peristiwa yang Terjadi Mengidentifikasi Faktor-faktor yang Berperan dalam Terjadinya Peristiwa Mengidentifikasi Faktor-faktor Lain yang Berpengaruh pada Terjadinya Peristiwa Pengukuran Pengumpulan dan Akses Data Faktor-faktor yang Melatarbelakangi Terjadinya Suatu Peristiwa Desain dan Pelaksanaan Rancangan Perubahan

Mengidentifikasi Akar Permasalahan Langkah 9 Mengindentifikasi Sistem-sistem yang Terkait Penyebab Permasalahan Langkah 10 Memilah Daftar Penyebab Utama Langkah 11 Menyelidiki dan Mengidentifikasi Langkah 11 Menyelidiki dan Mengidentifikasi Strategi Penurunan Resiko

Mendesain dan Mengimplementasikan Rencana Kegiatan Perbaikan Langkah 12 Langkah 13 Langkah 14 Langkah 15 Langkah 16 Menyusun Tindakan Perbaikan Mengevaluasi Usulan Tindakan Perbaikan Rancangan Perbaikan Memastikan Tindakan Perbaikan Mampu Dilaksanakan Penerapan Rencana Perbaikan

Mengevaluasi dan melaporkan kegiatan perbaikan Langkah 17 Langkah 18 Langkah 19 Langkah 20 Mengembangkan Sarana Pengukuran Efektivitas dan Memastikan Keberhasilan Program Mengevaluasi Pelaksanaan Usaha Perbaikan Melakukan Tindakan Lanjutan Menyampaikan Hasil

Terimakasih hanevi_pmpk@yahoo.com