Pengantar Psikologi Perkembangan

dokumen-dokumen yang mirip
PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

Perkembangan Sepanjang Hayat: Pengantar

Teori Perkembangan. Rizki Dawanti, M.Psi., Psikolog. Luh Mea Tegawati, M.Psi., Psikolog. Perkembangan. Definisi Teori.

Behavior and Social Learning Theory

Slide 1 BAB 1. Perkembangan Peserta Didik. Pengantar

Social Learning Theory

Tumbuh Kembang Anak. ARUMI SAVITRI FATIMANINGRUM, S.Psi S-1 PG PAUD FIP-UNY

Perkembangan Sepanjang Hayat

Psikologi Kepribadian I Teori Psikososial Erik Erikson

Psikologi Perkembangan 1

PENGANTAR PSIKOLOGI PERKEMBANGAN 1. Fakultas psikologi Universitas pancasila 2016

STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP) Mata Kuliah : Psikologi Lintas Budaya

Psikologi Kepribadian I. Psikologi Psikologi

Selamat Membaca dan Memahami Materi e-learning Rentang Perkembangan Manusia II

TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF PIAGET

Freud s Psychoanalytic Theories

TINJAUAN PUSTAKA Keluarga Nilai Anak

Tes Inventori. Pengertian, Kegunaan dan Metode Tes Kepribadian MODUL PERKULIAHAN. Fakultas Program Studi TatapMuka Kode MK DisusunOleh 07

Pertemuan 5 PENDEKATAN TRANSORIENTASIONAL

Deskripsi Mata Kuliah Psikologi Perkemb 1: Psikologi perkembangan menjabarkan tentang perkembangan manusia, meliputi perkembangan fisik, perkembangan

Henni Anggraini Universitas Kanjuruhan Malang

KARAKTERISTIK TAHAPAN PERKEMBANGAN MASA BAYI (0 2 TAHUN)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MK PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA

Teori Etologi. Rizki Dawanti, M.Psi., Psikolog. Teori etologi Bowlby. Darwin dan Teori Evolusi. Etologi Modern. Evaluasi Teori.

BAB I PENDAHULUAN. mempertahankan hidup dengan tugas yang dihadapi pada setiap masa

BAB II KAJIAN TEORI. dibaca dalam media massa. Menurut Walgito, (2000) perkawinan

Peran Orang Tua dalam Menanamkan Keagamaan pada Anak Usia Dini Afitria Rizkiana, Pendahuluan Usia dini merupakan masa yang sangat

STKIP KUSUMA NEGARA JAKARTA SILABUS PENGEMBANGAN KOGNITIF AUD SEMESTER 2 Pengembangan Kognitif AUD Jam 3 x 50

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

P m e b m obotan : E aluasi T e T n e gah S em e e m s e ter e r : 40 % E aluasi A k A h k ir r Sem e e m s e ter e r : 60 %

Tugas Individu. Manajemen strategik pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Manusia adalah mahkluk biologis, psikologis, sosial,

BAB I PEMBAHASAN. A. Definisi Psikologi Menurut Para Ahli Sebelum mempelajari psikologi, sudah sepatutnya mencari tahu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

APLIKASI PERKEMBANGAN KOGNISI PIAGET TERHADAP PENDIDIKAN ANAK TUNAGRAHITA

RENCANA PERKULIAHAN SEMESTER

BAB I PENDAHULUAN. masa kanak-kanak, masa remaja, masa dewasa yang terdiri dari dewasa awal,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Penyesuaian Sosial. Manusia adalah makhluk sosial.di dalam kehidupan sehari-hari manusia

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. pertumbuhan untuk masa selanjutnya (Desmita, 2012). Hurlock (2004)

TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. anak-anak terus bekerja, dan daya serap anak-anak tentang dunia makin meningkat.

BAB II. Tinjauan Pustaka

BAB I PENDAHULUAN. anak diri anak yang bersangkutan dan lingkungan sekitaranya. Perkembangan anak

BAB I PENDAHULUAN. Manusia tidak dapat hidup seorang diri karena manusia merupakan

EMOSI DAN SUASANA HATI

BAB I PENDAHULUAN. Mahasiswa adalah status yang disandang oleh seseorang karena

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Masa remaja adalah masa transisi antara masa kanak-kanak dan masa

Materi kuliah e-learning HUBUNGAN ORANG TUA DENGAN ANAK REMAJA oleh : Dr. Triana Noor Edwina DS, M.Si Dosen Fakultas Psikologi Universitas Mercu

BAB II LANDASAN TEORI. tersebut mempelajari keadaan sekelilingnya. Perubahan fisik, kognitif dan peranan

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SIL PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK SILABI MATA KULIAH

SILABI PSIKOLOGI PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. kognitif, emosional dan lingkungan pengaruh dan pengalaman untuk memperoleh,

BAB II LANDASAN TEORI. Santrock (2007) menyatakan bahwa keterampilan komunikasi adalah

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KONSEP, KERANGKA TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Anak remaja sebenarnya tidak mempunyai masa yang jelas. Remaja. tergolong kanak-kanak, mereka masih harus menemukan tempat dalam

GAMBARAN KETERBUKAAN DIRI (Studi Deskriptif pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 48 Jakarta) Dwiny Yusnita Sari 1 Wirda Hanim 2 Dharma Setiawaty R.

Perkembangan Kognitif Lev Vygotsky. Wahyu Rahardjo

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Erni Nurfauziah, 2013

erotis, sensual, sampai perasaan keibuan dan kemampuan wanita untuk menyusui. Payudara juga dikaitkan dengan kemampuan menarik perhatian pria yang

BAB I PENDAHULUAN. Valentina, 2013). Menurut Papalia dan Olds (dalam Liem, 2013) yang dimaksud

Psikologi Kepribadian I Analytical Psychology Carl Gustav Jung

BAB I PENDAHULUAN. berkesinambungan dalam kehidupan manusia. Perkembangan adalah perubahanperubahan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Pada masa remaja, seorang individu banyak mengalami perubahan yang

Konsep Dasar Metodologi adalah pengetahuan tentang cara-cara (science of methods). Dalam kontek penelitian, metodologi adalah totalitas cara untuk men

BAB I PENDAHULUAN. Sastra merupakan hasil ekspresi atau ungkapan kejiwaan seorang yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Keterampilan dalam berkomunikasi itu sangat penting untuk kehidupan kita

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan masa transisi, dimana usianya berkisar tahun dan

BAB II LANDASAN TEORI. rendah atau tinggi. Penilaian tersebut terlihat dari penghargaan mereka terhadap

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN HIPOTESIS. penjualan dan periklanan. Tjiptono (2007 : 37) memberikan definisi pemasaran

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menentukan arah dan tujuan dalam sebuah kehidupan. Anthony (1992)

Selamat membaca, mempelajari dan memahami materi Rentang Perkembangan Manusia II

Teori-Teori Perkembangan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Ela Nurlaela Sari, 2013

TEORI BELAJAR KOGNITIF

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA. Skripsi

PENERAPAN PERMAINAN KONSTRUKTIF DI TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL SAMBIROTO

Hakikat Perkembangan Anak

Oleh: TIKA PRADINA NPM Dibimbing oleh : 1. Drs. Setya Adi Sancaya, M.Pd. 2. Laelatul Arofah, M.Pd.

BAB I PENDAHULUAN. minat, sikap, perilaku, maupun dalam hal emosi. Tingkat perubahan dalam sikap

II. LANDASAN TEORI. Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok perusahaan dalam usahanya. mempertukarkan sesuatu yang bernilai satu sama lain.

BAB I PENDAHULUAN. Salah satunya adalah krisis multidimensi yang diderita oleh siswa sebagai sumber

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. karena pengaruh hormonal. Perubahan fisik yang terjadi ini tentu saja

BAB II TINJAUAN TEORITIS. A. Karyawan PT. INALUM. capital, yang artinya karyawan adalah modal terpenting untuk menghasilkan nilai

BAB I PENDAHULUAN. Memasuki ambang millennium ketiga, masyarakat Indonesia mengalami

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. anak memiliki masa emas untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medium yang secara harfiah berarti

TINJAUAN PUSTAKA Remaja

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi dewasa ini pada akhirnya menuntut semakin

TEORI KOMUNIKASI. Teori Berdasarkan Pendekatan Obyektif. SUGIHANTORO, S.Sos, M.IKom. Modul ke: Fakultas ILMU KOMUNIKASI

BAB I PENDAHULUAN. lainnya khususnya di lingkungannya sendiri. Manusia dalam beraktivitas selalu

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. bila arah pembangunan mulai memusatkan perhatian terhadap upaya peningkatan

Transkripsi:

1 Psikologi Perkembangan 1. Erna Multahada, S.Hi., S.Psi., M.SI MODUL 1 PSIKOLOGI PERKEMBANGAN Pengantar Psikologi Perkembangan Materi yang akan di bahas: a. Pengertian b. Perkembangan kehidupan c. Interkasi dan hereditas-lingkungan d. Teori psikologi e. Tinjauan sekilas mengenai teori-teori Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Psikologi Psikologi 01 Erna Multahada, S.HI., S.Psi., M.Si. Abstract Perkembangan adalah hasil interaksi kompleks antara biologis dengan lingkungan. Perkembangan kehidupan manusia terjadi sejak waktu konsepsi. Dan para pakar genetika perilaku yakin hereditas dan lingkungan berinteraksi dengan tiga cara: secara pasif, evokatif, dan secara aktif. Dan bagaimana manusia berkembang akan dipaparkan sekilas dalam berbagai perspektif. Kompetensi Mampu memahami pengantar manusia

2 Psikologi Perkembangan 1. Erna Multahada, S.Hi., S.Psi., M.SI MODUL PERTAMA PENGANTAR PSIKOLOGI PERKEMBANGAN 1. Tujuan Instruksional Umum Setelah membaca modul ini, Anda akan dapat memahami pengantar psikologi 2. Tujuan Instruksional Khusus Setelah membaca modul ini, Anda diharapkan dapat: f. Mengetahui dan memahami pengertian g. Mengetahui dan memahami kehidupan h. Mengetahui dan memahami interkasi dan hereditas-lingkungan i. Mengetahui dan memahami teori psikologi j. Mengetahui dan memahami tinjauan sekilas mengenai teori-teori 3. Pengertian Perkembangan Perkembangan menurut Salkind (2009) adalah hasil dari interaksi kompleks antara pengaruh biologis dan lingkungan. Pengertian senada diberikan oleh Hurlock (1997) bahwa berarti serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman. Perubahan terjadi dalam dua jenis: kuantitatif dan kualitatif. Kuantitatif adalah perubahan dalam hal angka atau jumlah, seperti tinggi, berat, dan jumlah kosakata. Sedangkan perubahan kualitatif adalah perubahan dalam jenis struktur dan organisasi, seperti perubahan dalam cara berkomunikasi nonverbal menuju verbal. Dengan pengertian lain proses integrasi dari banyak struktur dan fungsi yang komleks. Perubahan tersebut ditandai oleh kemunculan fenomena baru yang tidak mudah untuk diantisipasi dari keadaan fungsional yang lebih dahulu, seperti dari embrio ke bayi, atau dari anak-anak yang tidak dapat berbicara kepada sosok yang mengerti kata-kata dan dapat berkomunikasi secara verbal. Pada dasarnya menurut Hurlock (1997) ada dua proses yang saling bertentangan terjadi secara serempak selama kehidupan, yaitu pertumbuhan dan kemunduran atau involusi. Meskipun di dalam kehidupan selanjutnya nampak ada kemunduran (bertambah usia), namun tetap terjadi dan tidak pernah berhenti; rambut tumbuh terus dan sel-sel terus

3 Psikologi Perkembangan 1. Erna Multahada, S.Hi., S.Psi., M.SI menerus berganti. Beberapa bagian tubuh dan alam pikiran pada usia lanjut lebih banyak berubah daripada yang lain. Manusia tidak pernah statis. Semenjak pembuahan hingga ajal selalu terjadi perubahan, baik dalam kehidupan fisik ataupun psikologis. Oleh karena itu dari sisi yang lain pengertian menurut Santrock (2002) adalah pola gerakan atau perubahan yang dimulai dari pembuahan dan terus berlanjut sepanjang kehidupan. Sebagian besar pakar menyadari bahwa berlangsung seumur hidup. Konsep seumur hidup dikatakan sebagai life-span development. Life-span development ( selama rentang kehidupan) adalah konsep yang memandang sebagai proses seumur hidup, yang dapat dipelajari secara alamiah (Papalia dkk, 2008) 4. Perkembangan Kehidupan Kapan kehidupan di mulai? Apakah pada waktu dlahirkan ataukah sudah ada sebelumnya? Secara biologis kehidupan dimulai pada waktu konsepsi atau pembuahan, tetapi mungkin masih merupakan tanda Tanya apakah psikologis juga dimulai saat itu?. Pendapat aliran homunculus dalam abad pertengahan mengatakan bahwa psikologis sudah dimulai pada waktu konsepsi. Menurut pendapat homunculus maka pada waktu konsepsi semua telah ada dalam bentuk yang teramat kecil hingga seakan-akan hanya dapat dilihat melalui mikroskop. Perubahan-perubahan yang terjadi setelahnya hanyalah bersifat kuantitatif. Pendapat ini tercermin pada lukisan-lukisan kuno yang menggambarkan anak-anak dengan wajah tua dan pakaian orang dewasa, mereka dianggap sebagai orang dewasa dalam bentuk kecil. Dewasa ini kita cenderung untuk menganggap bahwa permulaan psikologis dimulai pada waktu anak yang belum dilahirkan mulai bereaksi terhadap rangsang dari luar. Reaksi terhadap rangsang dari luar telah dimulai sangat awal. Telah dapat ditunjukkan bahwa janin yang ada dalam kandungan pada bulan-bulan pertama telah mengadakan reaksi, mengadakan tingkah laku spontan atau tingakah laku berulang seperti menghisap ibu jari bahkan telah nampak habituasi; hal ini menunjukkan bahwa anak dalam kandungan menyesuaiakan diri misalnya dengan suara-suara dari luar. Suatu percobaan dengan sebuah bel yang dipasang pada sebuah kayu dan ditempelkan pada perut ibu, menunjukkan bahwa anak yang belum dilahirkan tadi mereaksi dengan detik nadi yang bertambah cepat, tetapi sesudah rangsangan (bel) tadi diberikan berulang kali, maka bayi tidak mengadakan reaksi apa-apa lagi. Bel tersebut ditempelkan pada perut ibu, hingga dengan begitu getaran dapat langsung dipindahkan pada fetus.

4 Psikologi Perkembangan 1. Erna Multahada, S.Hi., S.Psi., M.SI 5. Interaksi dan Perkembangan Hereditas-Lingkungan Para pakar genetika perilaku yakin hereditas dan lingkungan berinteraksi dengan tiga cara: secara pasif, evokatif, dan secara aktif. Interaksi genotype-lingkungan yang pasif terjadi ketika orangtua yang secara genetic terkait dengan anak memberi suatu lingkungan pengasuhan bagi anak. contohnya, orangtua mungkin memiliki suatu kecendrungan genetic menjadi cerdas dan terampil membaca. Karena mereka membaca dengan baik, dan menikmati bacaan, mereka memberi anak-anak mereka buku untuk dibaca, dengan kemungkinan hasilnya bahwa anak-anak mereka akan menjadi pembaca yang terampil, yang senang membaca. Interaksi genotype-lingkungan yang evokatif terjadi karena genotype seorang anak memperoleh tipe lingkungan fisik dan social tertentu. Contoh, bayi yang aktif dan tersenyum menerima lebih banyak stimulasi social dibandingkan dengan bayi yang pasif, diam. Anak-anak yang mau bekerja sama dan memberi perhatian memperoleh kesenangan dan respons instruksioanl yang lebih besar dari orang dewasa disekitarnya dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mau bekerja sama, yang perhatiannya mudah menyimpang. Interaksi genotype-lingkungan yang aktif terjadi ketika anak-anak mencari/memilih lingkungan yang mereka rasakan sesuai dan menggugah minat. Memilih relung berarti menemukan suatu tempat atau setting yang sesuai dengan kemampuan anak. Anak-anak menyeleksi dari lingkungan sekitar mereka beberapa aspek yang mereka tanggapi, pelajari, atau abaikan. Beberapa anak karena genotipnya memiliki sensorimotor untuk tampil dibidang olah raga. Anak lain karena genotipnya mungkin memiliki kemampuan lebih dibidang music. Anak-anak yang cenderung lebih terampil di bidang olahraga akan cenderung mencari secara aktif lingkungan olahraga di mana mereka dapat tampil dengan baik. begitu jug dengan yang music. Scarr (dalam Sntrock, 2002) yakin bahwa kepentingan relative ketiga jenis interaksi genotif lingkungan berubah ketika anak-anak berkembang dari masa bayi hingga masa remaja. Pada masa bayi, banyak lingkungan yang dialami oleh anak-anak disediakan oleh orang dewasa. Bila orang-orang dewasa ini secara genetic dikaitkan dengan anak, lingkungan yang mereka sediakan terkait dengan karakteristik dan genotype mereka sendiri. Para ahli dewasa ini adalah interkasionis. Dalam pengertian mereka yakin hereditas dan lingkungan berinteraksi untuk menentukan anak. akan tetapi dalam menentukan secara lebih tepat peran keturunan memainkan peran yang sangat kuat dalam interaksi

5 Psikologi Perkembangan 1. Erna Multahada, S.Hi., S.Psi., M.SI keturunan- lingkungan. Sementara Baumrid, Maccoby, dan Jacson yakin pengaruh lingkungan jauh lebih kuat terhada anak-anak. Lepas dari berbagai pendapat para ahli mengenai interaksi dan hereditaslingkungan, maka berikut diuraikan beberapa teori yang akan menjelaskan secara independent berdasarkan hail penelitiannya mengenai. 6. Teori Perkembangan Menurut Salkind (2009) teori adalah tulang punggung ilmu pengetauan; tanpa teori kemajuan ilmu pengetahuan menjadi tidak mungkin. Santrock (2002) memperelas bahwa teori adalah seperangkat gagasan yang saling menolong menerangkan data dan membuat ramalan. Bagaimanakah teori terbentuk? Penelitian yang sederhana mengenai anak tidak berarti sudah membuat teori. Contohnya, penelitan mempelajari usia 6 tahun, tidak perlu mengarah ke kesimpulan mengenai. Suatu hal yang kritis dalam teori terfokus pada perubahan sepanjang waktu. Dan concern dari teori terfokus pada tiga tugas: 1. Untuk menggambarkan perubahan dalam satu atau beberapa wilayah perilaku 2. Untuk menggambarkan perubahan dalam hubungannya dengan diantara beberapa perilaku, dan 3. Untuk menjelaskan rangkaian yang sudah digambarkan Penjelasan lebih dekat lagi pada masing-masing tugas: 1. Suatu teori menggambarkan perubahan sepanjang waktu di dalam satu atau beberapa area perilaku atau aktivitas psikologis, seperti berfikir, bahasa, perilaku social, atau persepsi. Contohnya, teori mungkin menggambarkan perubahan di dalam aturan grammar pokok yang mendasari beberapa tahun pertama kehidupan. Meskipun beberapa teori penekanannya pada perubahan sepanjang bulan atau tahun, akhirnya teori cukup mampu menjelaskan perubahan sepanjang detik, menit, dan hari. Contoh, konsep mengenai objek, pikiran mengenai objek itu ada meskipun ketika kita tidak melihat mereka, dapat berkembang sepanjang bulan, seluruh gambaran masuk ke dalam beberapa kecil yang terjadi selama momen-moment anak dalam menemukan objek. Beberapa orang meyakini bahwa deskripsi di dasarkan pada suatu hal yang murni, objektif, observasi dan didahului oleh adanya teori. Bagaiamanpun, meski secara langsung, observasi dibimbing dengan perluasan pemikiran teoritical yang mengubah arus perilaku dalam beberapa cara.

6 Psikologi Perkembangan 1. Erna Multahada, S.Hi., S.Psi., M.SI Pengamat merekam perilaku tertentu dan mengabaikan yang lain. Dia membagi perilaku ke dalam beberapa unit. Dia mengkode prilaku ke dalam kata-kata yang ditambahkan dengan konotasi. Dia membiarkan intervensi orang yang bersebrangan ke dalam observasinya. 2. Tugas kedua untuk sebuah teori adalah menggambarkan perubahan sepanjang waktu dalam hubungannya diantara perilaku-perilaku atau beberapa aspek dari akivitas psikologi di dalam salah satu area, secara ideal, diantara beberapa area. Suatu teori mencoba untuk bertransaksi dengan perubahan simultan di dalam berfikir, kepribadian, dan persepsi dari apa yang diobservasi. Dalam kasus objeknya konsep digambarkan di atas, teori akan menggambarkan bagaimana konsep berkaitan dengan system memori anak dan hubungan sosialnya dengan satu objek tertentu, seperti ibunya. Teori akan memberikan garis besar hubungan sementara diantara beberapa area ini. Contohnya, teori akan menuntun bahwa tingkatan tertentu dari kapasitas memori harus dikembangkan sebelum objek konsep muncul, bahwa ibu adalah objek permanen, dan rangkaian di dalam objek konsep adalah berkorelasi dengan perubahan-perubahan di dalam system memori dan kelekatan anak ke ibunya. Contoh lain, perhatian seorang psikolog Rusia, Lev Vygotsky, adalah berfikir dan bahasa secara relative independen sampai mereka menggabungkan untuk menghasilkan berfikir simbolik. Kedua contoh menggambarkan organisasi di dalam berbagai point berkaitan dengan anak dalam suatu waktu. 3. Meskipun jika teori menyediakan seluruh gambaran, teori tidak dihitung untuk transisi dari poin ke poin selama. Jadi, tugas ketiga teori perkambangan adalah untuk menjelaskan rangkaian perkembagan di mana dua tugas lainnya gambarkan. Faktanya, rangkaian persetujuan diidentifikasi dalam teori karena dalam dua tugas sering memberi kesan penjelasan tertentu. Jika terlihat adanya keterampilan B setelah keterampilan A, Seorang psikolog boleh berhipotesis bahwa A sebab B. Tugas ketiga, teori menawarkan seperangkat prinsip-prinsip umum atau aturan-aturan untuk perubahan. Prinsip-prinsip ini menentukan kebutuhan dan cukup menjadi penyebab untuk masing-masing perubahan dan identifikasi variable dimana modifikasi atau mengatur rata-rata atau sifat dari tiap-tiap perubahan. Contoh, Freud mengajukan bahwa secara biologi didasarkan pada drive pergerakan(move) dari area oral ke anal, dan terdapat tingkat kecemasan yang menyertai anak tergantung pada praktek yang dilakukan ibu. Ditambah lagi, prinsipprinsip perubahan hipotesis seperangkat proses untuk menghasilkan perubahan. Peroses ini

7 Psikologi Perkembangan 1. Erna Multahada, S.Hi., S.Psi., M.SI bermacam-macam seperti dinamika equilibrium dalam teori Piaget, kematangan fisik dalam teori Freud dan Etiologi, dan memperkuat respon dengan reinforcement di dalam teori belajar Satu cara untuk menginterpretasi perubahan adalah hipotesis mengenai perubahan yang jelas secara terus menerus. Contoh, teori mungkin mengklaim bahwa ketergantungan diekspresikan dalam cara yang berbeda selama tetapi sifat pokok mendasari sama. Atau suatu teori mungkin menekankan pokok kontinuitas di dalam kognitif dengan poin perubahan bertahap di dalam memahami sejumlah hipotesa bahwa apakah dapat dipelajari adalah dibatasai dengan apakah jumlah konsep anak sudah siap. Dalam istilah yang lebih umum, teori dapat mengklaim bahwa konsep, sifat, keterampilan, atau perilaku A adalah ditransformasi ke B, adalah dipindahkan oleh B, kombinasi dengan B ke bentuk C, dan seterusnya. Banyak teori kami menguji di dalam buku ini pokok kontinuitas ke perubahan mendasar selama. Kemajuan pada satu tugasmenstimulasi kemajuan yang lain, pada gilirannya umpan balik ke tugas pertama atau ketiga. Poin A berhubungan menggambarkan da menjelaskan secara tidak terpisah dan independen, seperti suatu pernyataan tidak langsung. Tipe penjelasan suatu teori memberikan penawaran bagaimana dia telah menggambarkan perilaku. Tiga tugas di atas, meskipun jika tidak sempurna dipertemukan kedepan membantu tujuan kita untuk mengukur kesuksesan tertetu dari teori. Suatu harapan lebih realistis untuk kedepan adalah kita dapat memiliki teori-teori yang sukses caranya lebih dibatasi. Beberapa teori secara sukses menggmabarkan dan menjelaskan satu area tertentu, seperti bahasa, tetapi tidak seluruh area. Atau mereka dapat mengcover semua area, tetapi hanya mencapai satu atau dua dari tiga tugas. Contoh, suatu teori secara kompetensi menggambarkan perubahan di dalam beberapa area, tetapi tidak secara sukes menjelaskan perubahan ini. Jelaslah, bahwa banyak teori tidak secara seimbang membahas tiga tugas. Piaget lebih sukses di dalam menggambarkan berfikir daripada menjelaskan ini. Sebalikya, teori belajar berfokus pada mekanisme perubahan daripada conten perubahan. Tidak ada satu teori pegangan memuaskan seluruh tiga tugas, tetapi tiap-tiap teori telah mengkontibusi setidaknya satu. Apakah nilai dari teori? Teori memberikan dua kontribusi: 1. Teori mengorganisir dan memberikan makna terhadap fakta 2. Teori membimbing penelitian lebih jauh.

8 Psikologi Perkembangan 1. Erna Multahada, S.Hi., S.Psi., M.SI Teori mengorganisir dan memberikan makna terhadap fakta. Fakta tidak berbicara mengenai dirinya. Sebagaimana Jules Henri menyatakan: pengetahuan dibangun dari kenyataan, sebagaimana rumah dibangun dari batu; tetapi akumulasi fakta tidak lebih dari sebuah ilmu pengetahuan daripada tumpukan batu adalah sebuah rumah. Hanya batu membutuhkan seorang arsitek atau blueprint untuk menjadi rumah, jadi fakta membutuhkan seorang teoris untuk memberikan struktur fakta dan menunjukkan hubungan ke semua disain. Jadi, teori memberikan makna ke fakta, menyediakan kerangka kerja ke fakta-fakta, menangani lebih penting ke beberapa fakta daripada yang lain, dan mengintegrasikan adanya fakta. Sama dengan batu dapat digunakan untuk membuat beberapa rumh yang berbeda, jadi seperangkat fakta cenderung berbeda makna dengan berbeda teori---dengan mengorganisasi mereka secara berbeda, menekankan perilaku berbeda, dan membangun hipotesis dengan dugaan yang berbeda. Membimbing penelitian lebih jauh. Tambahan bahwa teori memberikan makna terhadap fakta, merupakan fungsi kedua. Teori beraksud menjadi alat, alat membimbing observasi dan memberikan informasi baru. Contoh, teori persepsi dari Gibson memberikan hipotesis bahwa perhatian ke depan perbedaan objek mendaari banyak persepsi. Ditambah lgi untuk mengorganisir dan memberikan makna ke berbagai penemuan penelitian sebelumnya, teori ini menuntun peneliti untuk menguji peraan/aturan perhatian dan struktr objek dan peristiwa di dalam persepsi. Lebih jauh contoh menjadi dari etiologi, pendekatan dipinjamkan dari biologi. Teori ini menunutn psikolog untuk mencari perilaku social di dalam masa infansi yang merupakan bawaan dan kontribusi adaptasi dari spesies terhadap lingkungan. Beberapa teori tidak hanya menstimulasi observasi baru tetapi di dalam beberapa kasus juga menjadi sebab kami untuk menguji kembali perilaku yang familiar dan memberikan perhatian lebih terhadap variable yang diabaikan. 7. Tinjauan Sekilas Mengenai Teori-teori Perkembangan Berikut dideskripsikan oleh Salkind (2009) sekilas mengenai teori-teori : Maturasional dan Biologis Asumsi dasar Urutan dan isi ditentukan terutama oleh factor-faktor Psikodinamika Behavioral Kognitifdevelopmental Manusia adalah Perkembangan Perkembangan makhluk yang merupakan fungsi adalah hasil dari berkonflik; berlakunya hokum peran aktif individu perbedaan individu pembelajaran; dalam proses

9 Psikologi Perkembangan 1. Erna Multahada, S.Hi., S.Psi., M.SI Landasan filosofis teori Pengaruh teori dalam bidang biologi dan sejarah evolusi spesies Teori rekapitulasi, praformasi dan predeterminisme Pertumbuhan system-sistem biologi dan pertumbuhan lingkungan normal adalah hasil memiliki pengaruh dari menyelesaikan enting terhadap konflik-konflik ini pertumbuhan dan Embriologis Tabula rasa (lembaran kosong) Variablevariabel penting yang sering dikaji dalam teori tersebut Metode pokok yang digunakan teori untuk mengkaji Efek-efek insting terhadap kebutuhan dan bagaimana caranya instinginsting itu dipuaskan Penggunaan rekaman sinematik, data antropologis, penyelidikan normative, dan studi terhadap hewanhewan Pengasuhan anak, penggunaan determinan biologis, aspek-aspek cultural dan sejarah Studi-studi kasus dan pengujian secara tidak langsung terhadap prosesproses yang berlangsung di luar kesadaran Perkembangan pribadi dan hubungan antara kultur dan perilaku Frekuensi terjadinya perilaku Pengkondisian dan pemodelan paradigm Analisis sistematis dan penanganan perilaku, penerapan di bidang pendidikan dalam interaksinya dengan berbagai pengaruh lingkungan Predeterminisme Transformasi yang terkait dengan tahapan-tahapan dan perubahan kualitatif dari satu tahapan ke tahapan lainnya Transformasi yang terkait dengan tahapan-tahapan dan perubahan kualitatif dari satu tahapan ke tahapan lainnya Pemahaman mengenai bagaimana kognisi dan pemikiran berkembang di bawah berbagai keadaan dan tuntutan kultural Adapun menurut Hetheringthone (1999) sekilas tinjauan teoritis sebagai berikut: Kelompok teori Behaviouris : masalah lingkungan, tinjauan anak pasif karena akan dibentuk lingkungan. Prinsip : discontinue (pelan tapi berlangsung terus). Tinjauan : pengaruh sifat pada anak-anak, faktor kultural, anak mempunyai kemampuan daya tahan lemah, aliran ini lemah maka lingkungan sangat kuat untuk pengaruhi anak pasif, teori ini lebih baik dan cocok pada bidang pendidikan. Kelompok Kognitif Sosial Learning : anak secara kognitif belajar dan memahami kaidah sosial, anak setengah pasif dan setengah aktif, kondisi situasi pada anak, mereka mempunyai potensi bertahan walaupun lemah. Prinsip : continue Perkembangan Kognitif Piaget: Terjadi interaksi faktor biologis dan lingkungan, anak sangat aktif (pencari ilmu pengetahuan). Kaidah : discontinuity, karena kognitif discontinuity. Tekanan pada karakterisitk individu dalam kualitas kognitif. Anak mempunyai resiko dan mempunyai daya tahan yang kuat.

10 Psikologi Perkembangan 1. Erna Multahada, S.Hi., S.Psi., M.SI Teori Vygosky Sosiokultural : anak aktif, terjadi interaksi antara faktor biologis dan lingkungan. Prinsip : discontinuity. Situasi sangat penting bagi anak, namun anak memiliki keterbatasan budaya/culture bound, dimana faktor budaya sangat penting bagi anak. Anak juga mempunyai daya tahan yang luar biasa. Information Prosessing : anak sebagai seorang yang selalu menyerap informasi menyerap, memproses dan mengolah informasi. Psikodinamika Freud & Erikson merupakan hasil dari adanya kebutuhan untuk memuaskan insting-insting secara terus menerus- dampaknya studi kepribadian & gangguan emosional & social. Ada interaksi faktor biologis dan lingkungan dan memandang anak sebagai makhluk yang semula pasif (masa bayi) lalu setelah dewasa aktif. Discontinue : ada tahap oral anak dan seterusnya. Sifat perkara sangat individu, ada faktor universal dan cultural, contoh : rasa cinta (universal) dan ada manifestasi rasa cinta (culutural). Freud menekankan Adaptive Mechanism : kemampuan menyesuaikan Difence Mechanism. Teori Ericson : Interaksi dengan lingkungan jauh lebih penting dari naluri. Pada awalnya anak pasif namun kemudian dapat memilih. Kaedah : diskontinuity (ada tahapan). High individual traits anak memiliki sifat atau ciri yang berbeda. Budaya lebih berperan dibanding universal, contoh : orang jawa menjadi duta Amerika, kalau belum makan nasi belum makan. Ketahanan anak dan resiko samasama kuat percaya sekali mistrust. Ethiology theory : faktor biologis maupun lingkungan memiliki kontribusi yang sama terhadap pembentukan perilaku. Anak setengah aktif dan setengah pasif. Tidak ada stages (discontinue) lebih pada culuters. Anak tidak dilihat resiko/daya tahan tapi kemampuan adaptasi sehingga bisa survive. Life Span Perspektif : dalam rentang kehidupan ada hambatan-hambatan (lingkungan biologis) tapi anak sangat aktif. Proses adalah continuity, situasi dan culture berpengaruh. Pandangan anak : anak selain mempunyai resiko dan ketahanan ada satu masa kritis pada tahap tertentu, bisa mempunyai hambatan itu yang bisa menjadi kemajuan.

11 Psikologi Perkembangan 1. Erna Multahada, S.Hi., S.Psi., M.SI REFERENSI Hetherington, E. M. & Parke, R. D. 1999. Child Psychology: A ContemporaryViewpoint. Boston: McGraw-Hill. Hurlock, E. B. 1997. Perkembangan Anak Jilid 1. Terjemahan Tjandrasa, M. M.& Zarkasih, M. Jakarta: Penerbit Erlangga. Miller, P. H. 1993. Theories of Developmental Psychology (3rd ed). New York:W. H. Freeman and Company. Salkind, N.J. 2009. Teori-teori Perkembangan Manusia; sejarah kemunculan, konsepsi dasar, analisa komparatif, dan aplikasi. Bandung: Nusa Media Santrock, J.W.2002. Life Span Development; Perkembangan Masa Hidup, edisi kelima. (Terjemahan). Jakarta: Erlangga Papalia, D.E, Old, S.W., & Feldman, E.D. 2008. Psikologi Perkembangan. Edisi kesembilan. Jakarta: Prenada Media Group