Data Deskriptif Keterangan Jumlah %

dokumen-dokumen yang mirip
Sebagai persyaratan tugas akhir mahasiswa Program Studi Akuntansi (S1) Universitas

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN Hasil Jawaban Responden Atas Variabel Kepatuhan Wajib Pajak. kerelaan nilai dalam membayar pajak sebagai berikut :

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUESIONER

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

KUESIONER LAMPIRAN 1. BAGIAN 1 PROFIL RESPONDEN (Silahkan beri tanda ) Nama : Jenis Kelamin : Laki-Laki Perempuan. Usia :

KUESIONER PENGARUH KUALITAS LAYANAN, KEPERCAYAAN, IMAGE TERHADAP KEPUASAN NASABAH YANG MEMINJAM DANA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Berdasarkan data yang telah disebar kepada wajib pajak orang pribadi yang

KUESIONER PENGARUH PERILAKU WIRAUSAHA DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEBERHASILAN USAHA KULINER SETIA BUDI MEDAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV PENGUJIAN. Uji validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat tingkat kevalidan atau

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

Kuesioner Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Minat Beli Konsumen Terhadap Produk Tempe (Pada Pabrik Tempe H.M. YASIN Medan)

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. berada di meruya selatan. dengan total 100 kuesioner yang diantarkan langsung

KUESIONER PENGARUH STRES KERJA DAN KONFLIK KERJA TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA PT PERKEBUNAN NUSANTARA II KEBUN KLUMPANG

KUESIONER. Terimakasih atas kesediaan saudara(i) untuk berpartisipasi mengisi dan menjawab. penelitian yang berjudul PENGARUH BRAND IMAGE DAN KELOMPOK

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

New Wave Marketing - Marketeers Marketer of the Year Indonesia : (14 Oktober 2011)

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

KUESIONER A. Identitas Responden : B. Petunjuk Pengisian

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kebon Jeruk Satu. mengoptimalkan penerimaan pajak.

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

ANGKET PENELITIAN. Judul : PENGARUH BEBAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN PELAYANAN PADA PT POS INDONESIA (PERSERO) MEDAN

KUESIONER PENELITIAN

Lampiran 1 : Kuesioner Penelitian

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Analisis Jumlah WP, Jumlah Pokok Ketetapan PBB dan Realisasi TABEL 4.1 JUMLAH WAJIB PAJAK DAN KETETAPAN PBB

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN INSENTIF TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BIRO HUKUM SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA

Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 110 responden yang berada di

LAMPIRAN 1 KUESIONER. Kepada : Yth. Responden

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

Lampiran : 1. KUESIONER PENELITIAN Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Kayawan (PT. Perkebunan Nusantara XII) Pengantar

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN. Berikut ini diringkas pengiriman dan penerimaan kuesioner : Tabel 4.1. Rincian pengiriman Pengembalian Kuesioner

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA ACE HARDWARE DI MARGO CITY DEPOK

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL

BAB 4 PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

Kuesioner Sebelum Uji Validitas

KUESIONER PENELITIAN

Angkatan/Stambuk : 2007 : Departemen Manajemen, Fakultas ekonomi, Universitas Sumatera Utara

PERYATAAN SS S BS TS STS

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. terdaftar pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purwokerto.

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KEPUASAN TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA BELANJA ONLINE ELEVENIA STUDI KASUS MAHASISWA UNIVERSITAS GUNADARMA

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

KUESIONER PENELITIAN. 4. Pendidikan Formal : SMU/SLTA D-3 S-1 S-2

KUISIONER PENELITIAN PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN STRESS KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA AMIK TUNAS BANGSA PEMATANG SIANTAR

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

HASIL UJI REGRESI PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY. Descriptive Statistics

LAMPIRAN : KUESIONER PENELITIAN

Descriptive Statistics. N Minimum Maximum Mean Std. Deviation. Tingkat Suku Bunga Kredit

ANGKET PENELITIAN Identitas Responden B. Petunjuk Pengisian Kuesioner No. Pernyataan STS

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 5.1 Karakteristik Responden Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk melihat kuat pengaruh

KUESIONER PENELITIAN

PENGARUH PENERAPAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) DAN DISIPLIN TERHADAP KINERJA KARYAWA BAGIAN PRODUKSI PADA PT CHAROEN POKHPAND JAYA FARM I MEDAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Statistik deskriptif menggambarkan tentang ringkasan data-data penelitian

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Pada Rumah Makan Ayam Bakar Kia-Kila

Bapak/Ibu yang saya hormati. Saya mahasiswa Universitas Sumatera Utara. Medan memohon kepada Bapak/Ibu untuk berkenan mengisi kuesioner di bawah

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Populasi dalam penelitian ini adalah PT. Bank Syariah Mandiri dan Bank

A. Isilah keterangan dibawah ini atau beri tanda centang / check list (V) pada. 1. Nama : (Boleh tidak diisi) 3. Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

KUESIONER PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

LAMPIRAN KUESIONER PENELITIAN

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, KOMPETENSI, DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI BADAN PERTANAHAN NASIONAL KOTA MEDAN.

KUESIONER PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI DAN AKUNTABILITAS AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT. 1. Nama : (boleh tidak diisi) 2. Umur : tahun bulan

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

KUESIONER PENELITIAN. kejujuran dalam pengisian sangat saya harapkan.

BAB 4 HASIL PENELITIAN. Data-data yang diolah dalam penelitian ini adalah kuesioner yang

5. Harga makanan di Coffee Cangkir. sesuai dengan kualitasnya 4. Harga minuman di Coffee Cangkir sesuai dengan kualitasnya

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Penyajian Statistik Deskripsi Hasil Penelitian. kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, baik mengenai

BAB IV PEMBAHASAN. Berdasarkan data olahan SPSS yang meliputi audit delay, ukuran

LAMPIRAN I LEMBAR KUESIONER. Responden yang terhormat

3. Berapa pengeluaran anda setiap membeli sepatu? a. < Rp b. Rp Rp c. > Rp

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. Statistik Deskriptif menjelaskan karakteristik dari masing-masing

Pengaruh Fasilitas, Tempat, dan Harga terhadap keputusan pasien umum (diluar pegawai PTPN III)

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

KUESIONER PENELITIAN. dilakukan oleh peneliti selaku Mahasiswi Program Studi S1 Manajemen

KUESIONER PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA TOKO BUKU GRAMEDIA SANTIKA DYANDRA MEDAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. melalui kuesioner. Kuesioner yang disebar sebanyak 34 kuesioner, pekerjaan, dan tingkat pendidika terakhir.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. diperoleh dari penyebaran kuesioner pada konsumen.

Lampiran 1 KUESIONER PENELITIAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Lampiran 1 Daftar Pertanyaan Kepada Yth : Bapak/Ibu di - Tempat

KUESIONER PENELITIAN

Jabatan : Jenis kelamin : Umur : Kuesioner

BAB IV HASIL PENELITIAN

Kuesioner Penelitian

LAMPIRAN 1 Petunjuk Pengisian Kuesioer 1) Mohon terlebih dahulu partisipan membaca pertanyaan dengan cermat sebelum mengisinya.

Transkripsi:

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN 4.1 Gambaran Umum Responden Gambaran umum responden dapat dilihat melalui profil responden. Profil responden pada penelitian ini meliputi kepemilikan NPWP, jenis kelamin, usia, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan. Pada tabel 4.1 dapat dilihat ringkasan dari profil responden. Tabel 4.1. Profil Responden Data Deskriptif Keterangan Jumlah % Kepemilikan NPWP Jenis Kelamin Ya Laki-Laki 92 68 92% 68% Tidak Perempuan 8 32 8% 32% Antara 25-35 th 64 64% Usia Antara 36-45 th 33 33% Antara 46-55 th 2 2% Diatas 56 th 1 1% PNS 12 12% Jenis Pekerjaan Karyawan 81 81% Pegawai BUMN 2 2% Wirausaha 5 5% SMA 23 23% Tingkat Pendidikan S1 53 53% S2 12 12% Lainnya 12 12% 73

Berdasarkan tabel 4.1 maka dapat diketahui bahwa hampir seluruh responden memiliki NPWP (92%) dan sisanya 8% tidak memiliki NPWP. Berdasarkan jenis kelamin sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (68%) dan sisanya 32% berjenis kelamin perempuan. Dilihat dari usianya sebagian besar responden berusia antara 25-35 tahun (64%), sementara itu sebanyak 33% responden berusia antara 36-45 tahun, 2% antara 46-55 tahun dan sisanya yaitu 1% berusia diatas 56 tahun. Dilihat dari jenis pekerjaan, sebagaian besar responden bekerja sebagai karyawan yaitu 81%, sebanyak 12% sebagai PNS, 5% sebagai wirausaha dan sisanya 2% sebagai pegawai BUMN. Berdasarkan tingkat pendidikannya dapat diketahui bahwa sebagaian besar responden memiliki tingkat pendidikan terakhir S1 (53%), 23% berpendidikan SMA, 12% berpendidikan S2, dan 12% berpendidikan lain-lain. 4.2 Statistik Deskriptif Statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan data dari masing masing variabel berupa mean (rata rata), nilai minimum, nilai maksimum, dan standar deviasi. Hasil analisis deskriptif adalah sebagai berikut: Tabel 4.2 Statistik Deskriptif Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Kesadaran_wp 100 10 25 18.62 3.736 Pelayanan_fiskus 100 8 35 22.17 4.095 Sanksi_pajak 100 8 30 19.08 3.722 Kepatuhan_wp 100 10 25 18.01 3.778 Valid N (listwise) 100 74

Tabel 4.2 menggambarkan deskripsi variabel variabel dalam penelitian ini secara statistik. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa jumlah data yang dianalisa sebanyak 100. Variabel kesadaran wajib pajak menunjukkan bahwa nilai skor minimum adalah sebesar 10 dan nilai maksimum adalah sebesar 25, nilai rata rata sebesar 18.62 dan standar deviasi sebesar 3.736. Hal ini menunjukan bahwa responden memiliki kesadaran untuk memenuhi kewajiban perpajakannya dengan cukup baik. Variabel pelayanan fiskus menunjukkan bahwa nilai skor minimum adalah sebesar 8 dan nilai maksimum adalah sebesar 35, nilai rata rata sebesar 22.17 dan standar deviasi sebesar 4.095. Hal ini menunjukan bahwa responden memiliki persepsi yang relatif baik atau positif terhadap pelayanan fiskus yang diberikan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Variabel sanksi pajak menunjukkan bahwa nilai skor minimum adalah sebesar 8 dan nilai maksimum adalah sebesar 30, nilai rata rata sebesar 19.08 dan standar deviasi sebesar 3.722. Hal ini menunjukan bahwa responden setuju terhadap sanksi pajak yang dikenakan kepada wajib pajak yang melalaikan kepatuhan perpajakannya. Variabel kepatuhan wajib pajak menunjukkan bahwa nilai skor minimum adalah sebesar 10 dan nilai maksimum adalah sebesar 25, nilai rata rata sebesar 18.01 dan standar deviasi sebesar 3.778. Hasil ini menunjukan bahwa responden merupakan wajib pajak yang patuh. 75

4.3 Uji Instrumen Penelitian 4.3.1 Uji Validitas Validitas menunjukkan sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur. Uji validitas digunakan untuk mengetahui kelayakan butir butir dalam suatu daftar pertanyaan dalam mendefinisikan suatu variabel. Suatu butir pertanyaan dapat dikatakan valid jika nilai r hitung r tabel. Nilai r tabel product moment dengan signifikansi 5%. Selain itu, pertanyaan dikatakan valid jika korelasi masing masing indikator pertanyaan terhadap total skor menunjukkan hasil yang signifikan, sig < 0,05. Berdasarkan tabel r pada lampiran 4, diketahui nilai r tabel product moment untuk 100 responden dengan signifikansi 0,05 yaitu (n 2) = (100 2) = 98 menunjukkan 0,197. Tabel berikut menunjukkan hasil uji validitas dari empat variabel untuk 100 responden tersebut. Tabel 4.3 Case Processing Summary N % Valid 100 100.0 Cases Excluded a 0.0 Total 100 100.0 76

Tabel 4.4 Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha Item Deleted Item Deleted Total Correlation if Item Deleted kwp1 74.18 134.977.586.916 kwp2 74.12 134.066.706.914 kwp3 74.19 133.792.671.915 kwp4 74.15 131.583.733.913 kwp5 74.14 137.839.426.919 pf1 74.31 135.327.657.915 pf2 75.00 137.697.555.917 pf3 74.66 136.509.587.916 pf4 74.66 137.297.543.917 pf5 75.09 136.790.512.918 pf6 75.15 137.785.514.918 pf7 74.12 139.602.311.922 sa1 74.26 136.174.615.916 sa2 74.64 135.021.613.916 sa3 74.62 134.763.572.916 sa4 75.00 140.424.265.923 sa5 74.91 140.608.264.923 sa6 74.77 138.401.364.921 kpth1 74.32 135.836.639.915 kpth2 74.18 132.634.756.913 kpth3 74.22 133.507.724.914 kpth4 74.23 132.906.767.913 kpth5 74.44 134.451.671.915 77

Tabel 4.5 Hasil Uji Validitas Variabel Kesadaran Wajib Pajak Pertanyaan Corrected Item-Total r tabel Kesimpulan Correlation ( r hitung ) Kwp1.586 0.197 VALID Kwp2.706 0.197 VALID Kwp3.671 0.197 VALID Kwp4.733 0.197 VALID Kwp5.426 0.197 VALID Berdasarkan tabel 4.5 diketahui bahwa masing masing item pertanyaan yang digunakan dalam instrumen untuk variabel kesadaran wajib pajak dinyatakan valid karena total Corrected Item-Total Correlation ( r hitung ) lebih besar daripada r tabel, sehingga dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya. Tabel 4.6 Hasil Uji Validitas Variabel Pelayanan Fiskus Pertanyaan Corrected Item-Total r tabel Kesimpulan Correlation ( r hitung ) Pf1.657 0.197 VALID Pf2.555 0.197 VALID Pf3.587 0.197 VALID Pf4.543 0.197 VALID Pf5.512 0.197 VALID Pf6.514 0.197 VALID Pf7.311 0.197 VALID 78

Berdasarkan tabel 4.6 diketahui bahwa masing masing item pertanyaan yang digunakan dalam instrumen untuk variabel pelayanan fiskus dinyatakan valid karena total Corrected Item-Total Correlation ( r hitung ) lebih besar daripada r tabel, sehingga dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya. Tabel 4.7 Hasil Uji Validitas Variabel Sanksi Pajak Pertanyaan Corrected Item-Total Correlation ( r hitung ) r tabel Kesimpulan Sa1.615 0.197 VALID Sa2.613 0.197 VALID Sa3.572 0.197 VALID Sa4.265 0.197 VALID Sa5.264 0.197 VALID Sa6.364 0.197 VALID Berdasarkan tabel 4.7 diketahui bahwa masing masing item pertanyaan yang digunakan dalam instrumen untuk variabel sanksi pajak dinyatakan valid karena total Corrected Item-Total Correlation ( r hitung ) lebih besar daripada r tabel, sehingga dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya. 79

Tabel 4.8 Hasil Uji Validitas Variabel Kepatuhan Wajib Pajak Pertanyaan Corrected Item-Total Correlation ( r hitung ) r tabel Kesimpulan Kpth1.639 0.197 VALID Kpth2.756 0.197 VALID Kpth3.724 0.197 VALID Kpth4.767 0.197 VALID Kpth5.671 0.197 VALID Berdasarkan tabel 4.8 diketahui bahwa masing masing item pertanyaan yang digunakan dalam instrumen untuk variabel kepatuhan wajib pajak orang pribadi dinyatakan valid karena total Corrected Item-Total Correlation ( r hitung ) lebih besar daripada r tabel, sehingga dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya. 4.3.2 Uji Reliabilitas Uji reliabilitas (keandalan) merupakan ukuran suatu kestabilan dan konsistensi responden dalam menjawab hal yang berkaitan dengan konstruk kontruk pertanyaan yang merupakan indikator suatu variabel dan disusun dalam bentuk kuesioner. Pengukuran yang reliabel akan menunjukkan instrumen yang sudah dipercaya dan dapat menghasilkan data yang dapat dipercaya pula. Reliabilitas suatu konstruk variabel dikatakan baik jika memiliki nilai Croanbach s Alpha > 0,70. Tabel berikut menunjukkan hasil uji reliabilitas dari lima variabel untuk 100 responden tersebut. 80

Tabel 4.9 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kesadaran Wajib Pajak Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha.892 5 Berdasarkan tabel 4.9 variabel kesadaran wajib pajak terdiri dari lima pertanyaan yang mewakili dengan nilai Cronbach s Alpha sebesar 0,892, karena 0,892 > 0,70 maka dapat dikatakan bahwa data diats bersifat reliabel. Sehingga untuk selanjutnya item item pada masing masing konsep variabel tersebut layak digunakan sebagai alat ukur dalam pengujian statistik. Tabel 4.10 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Pelayanan Fiskus Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha.824 7 Berdasarkan tabel 4.10 variabel pelayanan fiskus terdiri dari tujuh pertanyaan yang mewakili dengan nilai Cronbach s Alpha sebesar 0,824, karena 0,824 > 0,70 maka dapat dikatakan bahwa data diatas bersifat reliabel. Sehingga untuk selanjutnya 81

item item pada masing masing konsep variabel tersebut layak digunakan sebagai alat ukur dalam pengujian statistik. Tabel 4.11 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Sanksi Pajak Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha.729 6 Berdasarkan tabel 4.11 variabel sanksi pajak terdiri dari enam pertanyaan yang mewakili dengan nilai Cronbach s Alpha sebesar 0,729, karena 0,729 > 0,70 maka dapat dikatakan bahwa data diatas bersifat reliabel. Sehingga untuk selanjutnya item item pada masing masing konsep variabel tersebut layak digunakan sebagai alat ukur dalam pengujian statistik. Tabel 4.12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kepatuhan Wajib Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha.953 5 Berdasarkan tabel 4.12 variabel kepatuhan wajib pajak terdiri dari lima pertanyaan yang mewakili dengan nilai Cronbach s Alpha sebesar 0,953, karena 0,953 > 0,70 maka dapat dikatakan bahwa data diatas bersifat reliabel. Sehingga 82

untuk selanjutnya item item pada masing masing konsep variabel tersebut layak digunakan sebagai alat ukur dalam pengujian statistik. 4.4 Uji Asumsi Klasik 4.4.1 Uji Normalitas Pengujian ini bertujuan untuk menguji apakah data dalam penelitian ini memiliki distribusi data yang normal. Uji normalitas data dimaksudkan untuk melihat apakah model regresi yang digunakan baik. Data berdistribusi normal adalah data yang mempunyai angka signifikansi > 0,05. Tabel 4.13 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N 100 Berdasarkan tabel 4.13, terlihat pada kolom Kolmogorov-Smirnov dapat diketahui bahwa nilai signifikansi untuk seluruh variabel lebih besar dari 0,05 yaitu 0,182 maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Unstandardized Residual Normal Parameters a,b Mean 0E-7 Std. Deviation 2.84500934 Most Extreme Differences Absolute.109 Positive.109 Negative -.066 Kolmogorov-Smirnov Z 1.095 Asymp. Sig. (2-tailed).182 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. 83

4.4.2 Uji Multikolinearitas Multikolinearitas timbul sebagai akibat adanya hubungan kausal antara dua variabel bebas atau lebih, atau adanya kenyataan bahwa dua variabel penjelas atau lebih bersama-sama dipengaruhi oleh variabel lain yang berada diluar model. Model regresi yang baik adalah model yang bebas dari gejala multikolinearitas. Penelitian ini menggunakan nilai Variance Inflation Factor (VIF) dalam Colinearity Statistics untuk mementukan ada atau tidak adanya gejala multikolinearitas. Hasil VIF yang lebih besar dari 10 menunjukkan adanya gejala multikolinearitas, sedangkan nilai VIF yang lebih kecil dari 10 menunjukkan tidak adanya gejala multikolinearitas. Hasil dari pengujian multikolinearitas dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 4.14 Hasil Uji Multikolinearitas Variabel Independen Tolerance VIF Keterangan Kesadaran Wajib Pajak.654 1.530 Bebas Multikolinearitas Pelayanan Fiskus.614 1.630 Bebas Multikolinearitas Sanksi Pajak.744 1.345 Bebas Multikolinearitas Berdasarkan tabel 4.14, dapat dilihat bahwa nilai VIF untuk masing masing variabel independen memiliki nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF tidak lebih dari 10, sehingga dapat dinyatakan bahwa model regresi linear berganda terbebas dari asumsi multikolinearitas. 84

4.4.3 Uji Heterokedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut Homokedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadinya heteroskedastisitas. Dasar pengambilan keputusan adalah jika titik titik membentuk pola tertentu, maka terjadi heterokedastisitas. Sebaliknya, jika titik titik menyebar secara acak di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y, maka telah terjadi homokedastisitas. Hasil uji heterokedastisitas sebagai berikut: Gambar 4.1 Hasil Uji Heterokedastisitas Dari gambar 4.1 diatas menunjukkan penyebaran titik titik data yaitu titik titik data menyebar diatas dan dibawah angka 0 dan tidak mengumpul hanya diatas atau dibawah saja. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi 85

heteroskedastisitas. Karena tidak terjadi heterokedastisitas maka model regresi ganda layak digunakan dalam penelitian ini. 4.5 Uji Hipotesis Sesuai dengan kaidah dalam melakukan analisis regresi berganda sebagaimana dinyatakan oleh Gujarati (1997) dalam Jatmiko (2006), bahwa suatu persamaan regresi harus memiliki data yang terdistribusi normal, bebas multikolinearitas, dan bebas heterokedastisitas agar diperoleh persamaan regresi yang baik dan tidak bias. Dari hasil uji normalitas data yang telah dilakukan maka diketahui bahwa data yang diguakan dalam persamaan regresi ini terdistribusi secara normal, tidak terdapat multikolinearitas dan tidak terjadi heterokedastisitas sehingga memenuhi persyaratan untuk melakukan analisis regresi berganda dengan baik. Hasil analisis regresi merupakan koefisien untuk masing masing variabel independen koefisien ini diperoleh dengan cara memprediksi variabel dependen dengan suatu persamaan. Dalam analisis regresi selain mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih juga menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Tabel 4.15 Variables Entered/Removed a Model Variables Entered Variables Removed Method Sanksi_Pajak, 1 Kesadaran_Wp, Pelayanan_Fiskus b. Enter a. Dependent Variable: Kepatuhan_Wp b. All requested variables entered. 86

Dari tabel 4.15 diatas menunjukkan bahwa tidak ada variabel yang dikeluarkan (removed) dalam penelitian ini atau dapat dikatakan bahwa seluruh variabel bebas dimasukkan dalam perhitungan regresi. 4.5.1 Analisis Koefisien Determinasi (Uji R 2 ) Analisis koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur seberapa besar kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Tabel berikut menunjukkan hasil uji koefisien determinasi (R 2 ) : Tabel 4.16 Model Summary b Model R R Adjusted Std. Error of the Durbin- Square R Square Estimate Watson 1.658 a 0.433 0.415 2.889 1.729 a. Predictors:(constant),Sanksi_Pajak,Kesadaran_Wp, Pelayanan_Fiskus b. Dependent Variabel: Kepatuhan_Wp Berdasarkan tabel 4.16 diatas menunjukkan bahwa besarnya nilai R adalah 0,658 yang berarti bahwa hubungan kesadaran wajib pajak, pelayanan fiskus, sanksi pajak dengan kepatuhan wajib pajak adalah sebesar 65,80% sedangkan untuk nilai adjusted R square adalah sebesar 0,415 yang berarti 41,5% variabel dependen 87

kepatuhan wajib pajak dipengaruhi oleh variabel independen yang meliputi kesadaran wajib pajak, pelayanan fiskus, dan sanksi pajak. Sedangkan sisanya 58,5% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini. 4.5.2 Uji Simultan (Uji F) Uji F dilakukan untuk menganalisis apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama sama terhadap variabel dependen. Dengan demikian uji F diperlukan untuk menjawab hipotesis sebagai berikut : Ho : Tidak terdapat pengaruh antara kesadaran wajib pajak, pelayanan fiskus, dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Ha : Terdapat pengaruh antara kesadaran wajib pajak, pelayanan fiskus, dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Tabel 4.17 ANOVA a Model Sum of df Mean Square F Sig. Squares Regression 611.676 3 203.892 24.427.000 b 1 Residual 801.314 96 8.347 Total 1412.990 99 a. Dependent Variable: Kepatuhan_Wp b. Predictors: (Constant), Sanksi_pajak, Kesadaran_Wp, Pelayanan_Fiskus 88

Berdasarkan tabel 4.17 diatas dapat dilihat bahwa nilai F hitung diperoleh sebesar 24,427 dengan tingkat signifikansi 0,000. Sedangkan pada tabel F dalam lampiran 5 dengan signifikansi 0,05 diketahui df 1 (jumlah variabel 1) atau 4 1 = 3 dan df 2 (n k 1) atau 100 3 1 = 96, (n adalah jumlah sampel dan k adalah jumlah variabel independen), diperoleh angka sebesar 2,70. Berdasarkan kriteria uji F yang telah ditentukan pada bab sebelumnya, oleh karena F hitung > dari F tabel (24,427> 2,70 ) dan tingkat signifikansi < 0,05 (0,000 < 0,05), maka keputusan yang diambil adalah Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan kata lain bahwa persamaan regresi yang terbentuk dari variabel kesadaran wajib pajak (X 1 ), pelayanan fiskus (X 2 ), dan sanksi pajak (X 3 ) sebagai variabel independen secara bersama sama berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi (Y) sebagai variabel dependen. 4.5.3 Uji Parsial (Uji t) Uji t digunakan untuk melihat signifikansi dari pengaruh independen secara individu terhadap variabel dependen dengan membandingkan antara t hitung dengan t tabel pada signifikansi 0,05. Berdasarkan tabel t pada lampiran 6 dengan tingkat signifikansi 0,05 / 2 = 0,025 dan derajat kebebasan df = n k 1 atau 100 3 1 = 96 (n adalah jumlah sampel dan k adalah jumlah variabel independen), maka diperoleh t tabel = 1,985. Hasil uji t penelitian ini adalah sebagai berikut : 89

Tabel 4.18 Coefficients a Standardize Model Unstandardized Coefficients Std. d Coefficients t Sig. B Error Beta 1 (Constant) 2.302 1.881 1.224.224 Kesadaran_wp.329.096.325 3.420.001 Pelayanan_fisku.152.091.165 1.684.095 s Sanksi_pajak.325.090.320 3.595.001 a. Dependent Variable: Kepatuhan_wp Berdasarkan tabel 4.18, maka dapat dijelaskan bahwa : a. Variabel Kesadaran Wajib Pajak Ho 1 : Tidak terdapat pengaruh antara kesadaran wajib pajak terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Ha 1 : Terdapat pengaruh antara kesadaran wajib pajak terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Berdasarkan tabel 4.18, dapat dilihat bahwa nilai t hitung diperoleh sebesar 3,420 dengan tingkat signifikansi 0,001. Oleh karena t hitung > dari t tabel (3,420 > 1,985) dan tingkat signifikansi < 0,05 (0,001 < 0,05), maka keputusan yang diambil adalah Ho 1 ditolak dan Ha 1 diterima. Dengan kata lain, terdapat pengaruh antara kesadaran wajib pajak (X 1 ) terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi (Y). 90

b. Variabel Pelayanan Fiskus Ho 2 : Tidak terdapat pengaruh antara pelayanan fiskus terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Ha 2 : Terdapat pengaruh antara pelayanan fiskus terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Berdasarkan tabel 4.18, dapat dilihat bahwa nilai t hitung diperoleh sebesar 1,684 dengan tingkat signifikansi 0,095. Oleh karena t hitung < dari t tabel (1,684 < 1,985) dan tingkat signifikansi > 0,05 (0,095 > 0,05), maka keputusan yang diambil adalah Ho 2 diterima dan Ha 2 ditolak. Dengan kata lain, tidak terdapat pengaruh antara pelayanan fiskus (X 2 ) terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi (Y). c. Variabel Sanksi Pajak Ho 3 : Tidak terdapat pengaruh antara sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Ha 3 : Terdapat pengaruh antara sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Berdasarkan tabel 4.18, dapat dilihat bahwa nilai t hitung diperoleh sebesar 3,595 dengan tingkat signifikansi 0,001. Oleh karena t hitung > dari t tabel (3,595 > 1,985) dan tingkat signifikansi < 0,05 (0,001 < 0,05), maka keputusan yang diambil adalah Ho 3 ditolak dan Ha 3 diterima. Dengan kata lain, terdapat pengaruh antara sanksi pajak (X 3 ) terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi (Y). 91

4.6 Analisis Regresi Linear Berganda Berdasarkan table 4.18, maka dapat diketahui persamaan regresi untuk kesadaran wajib pajak, pelayanan fiskus, dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi sebagai berikut : Y = 2,302 + 0,329X 1 + 0,152X 2 + 0,325X 3 Dimana : Y X 1 X 2 X 3 = Kepatuhan Wajib Pajak = Kesadaran Wajib Pajak = Pelayanan Fiskus = Sanksi Pajak Pada model regresi ini, nilai konstanta sebesar 2,302 yang berarti jika variabel independen dalam model diasumsikan sama dengan nol, maka variabel independen diluar model tetap akan meningkatkan kepatuhan wajib pajak sebesar 2,302 satuan. Variabel kesadaran wajib pajak (X 1 ) berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak (Y) dengan nilai besaran koefisien regresi β 1 sebesar 0,329, hal ini menunjukkan bahwa setiap satuan variabel kesadaran wajib pajak akan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak sebesar 0,329 apabila variabel lainnya tetap. Dengan kata lain, setiap peningkatan kesadaran wajib pajak akan berpengaruh pada peningkatan kepatuhan wajib pajak. Variabel pelayanan fiskus (X 2 ) tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak (Y) dengan nilai besaran koefisien regresi β 2 sebesar 0,152, hal ini menunjukkan bahwa setiap satuan variabel pelayanan fiskus tidak akan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak sebesar 0,152 apabila variabel lainnya tetap. Dengan 92

kata lain setiap peningkatan pelayanan fiskus tidak akan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Variabel sanksi pajak (X 3 ) berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak (Y) dengan nilai besaran koefisien regresi β 3 sebesar 0,325, hal ini menunjukkan bahwa setiap satuan variabel sanksi pajak akan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak sebesar 0,325 apabila variabel lainnya tetap. Dengan kata lain, setiap peningkatan sanksi pajak akan berpengaruh pada peningkatan kepatuhan wajib pajak. 4.7 Pembahasan Kesadaran wajib pajak merupakan suatu kondisi dimana wajib pajak mengetahui, memahami, dan melaksanakan ketentuan perpajakan dengan benar dan sukarela. kesukarelaan tersebut menjadi sikap yang diperlukan untuk menjalankan sistem pemungutan pajak self assessment system. Dari hasil pengujian secara parsial (ujji t) pada tabel 4.18, didapatkan nilai signifikansi untuk kesadaran wajib pajak sebesar 0,001. hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara kesadaran wajib pajak terhadap kepatuhan wajib pajak. Kesadaran wajib pajak mempunyai pengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi di KPP Pratama Jakarta Kembangan. Ini dapat dilihat dari nilai koefisien regresi yang diperoleh sebesar 0,329, artinya apabila kesadaran wajib pajak baik maka akan cenderung meningkatkan kepatuhan wajib pajak orang pribadi di KPP Pratama Jakarta Kembangan. Hasil ini sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Muliari (2010) yang menyatakan bahwa secara parsial, kesadaran wajib pajak berpengaruh signifikan pada kepatuhan pelaporan wajib pajak orang pribadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Denpasar Timur. 93

Pelayanan fiskus dapat diartikan sebagai cara petugas pajak dalam membantu mengurus atau menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan wajib pajak. Dalam kaitannya dengan instansi pemerintah yang memiliki kegiatan public service atau yang berhubungan dengan kepentingan umum, Ditjen Pajak harus mampu memberikan pelayanan pajak yang optimal kepada wajib pajak agar wajib pajak merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan. Oleh karena itu, fiskus dituntut untuk memberikan pelayanan yang ramah, adil, dan tegas setiap saat kepada wajib pajak serta dapat memupuk kesadaran masyarakat tentang tanggung jawab membayar pajak. Dari hasil pengujian secara parsial (ujji t) pada tabel 4.18, didapatkan nilai signifikansi untuk pelayanan fiskus sebesar 0,095. hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara pelayanan fiskus terhadap kepatuhan wajib pajak. Hal ini berbanding terbalik dengan penelitian yang dilakukan oleh Arum (2012) yang menyatakan bahwa pelayanan fiskus memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Sanksi adalah suatu tindakan berupa hukuman yang diberikan kepada orang yang melanggar peraturan. Sanksi pajak merupakan jaminan bahwa ketentuan peraturan perundang undangan perpajakan akan dituruti/ditaati.dipatuhi. Pada hakikatnya, pengenaan sanksi perpajakan diberlakukan untuk menciptakan kepatuhan wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. Dari hasil pengujian secara parsial (ujji t) pada tabel 4.18, didapatkan nilai signifikansi untuk sanksi pajak sebesar 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak. Sanksi pajak mempunyai pengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi di KPP Pratama Jakarta Kembangan. Ini dapat dilihat dari nilai koefisien regresi yang diperoleh sebesar 94

0,325, artinya apabila sanksi pajak meningkat maka akan cenderung meningkatkan kepatuhan wajib pajak orang pribadi di KPP Pratama Jakarta Kembangan. Hal ini sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Jatmiko (2006) yang menyatakan bahwa sikap wajib pajak terhadap pelaksanaan sanksi denda secara parsial memiliki pengaruh positif yang signifikan terhada[ kepatuhan wajib pajak. Wajib pajak akan memenuhi pembayaran pajak bila memandang sanksi perpajakan akan lebih banyak merugikannya. semakin tinggi atau beratnya sanksi, maka akan semakin merugikan wajib pajak. 95