BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian 3.1.1.Lokasi Penelitian Dalam penelitian skripsi ini penulis melakukan penelitian di PT. AMS yang berlokasi di jl. Pos Pengumben Raya No.8, Sukabumi Selatan- Jakarta Barat. 3.1.2. Sejarah Singkat Perusahaan 1) Sejarah singkat perusahaan Pada tahun 70-an berdirilah PT.Pharos yang merupakan perusahan manufaktur farmasi.perusahaan tersebut didirikan oleh bapak Edy Lembong yang kantornya terletak di jalan limo, Permata hijau senayan.untuk mendistribusikan produknya, PT.Pharos menggunakan system multidistributor yaitu pendistribusian produk dilakukan oleh lebih dari satu distributor.karena banyaknya jumlah distributor rekanan membuat monitoring dari PT.Pharos menjadi lemah. Oleh karena itu bapak Edy Lembong berinisiatif mengurangi jumlah distributor rekanan dan mendirikan perusahaan distribusi sendiri yang tujuan awalnya khusus mendistribusi produk Pharos sehingga pengawasannya dapat maksimal.kemudian pada tanggal 15 september 1990 berdirilah perusahaan distributor farmasi atas perkasa bapak Edy Lembong dengan nama PT. Antar Mitra Sembada (AMS) di jakarta dengan lokasi kantor di jalan limo No.42 Permata Hijau Senayan. Hingga 24
saat ini PT. Antar Mitra Sembada merupakan distributor utama PT. Pharos. Sejak awal berdiri perusahaan pimpinan tertinggi PT. AMS dipegang langsung oleh bapak Edy Lembong.setelah itu beliau pensiun, tahun 1997 puncuk pimpinan diambil ahli oleh bapak Roy Lembong yang merupakan putra 3 dari bapak Edy Lembong. 2)Perkembangan Perusahaan hingga kini Pada awalnya pendiriannya PT. Antar Mitra Sembada hanya memiliki kurang dari 100 orang karyawan dengan satu cabang Jakarta dijalan limo No.44 (sekarang bernama cabang Jakarta). Setelah itu berturut turut diikuti pembukaan cabang cabang lain. Hingga 2010 PT. AMS telah memiliki 27 cabang diseluruh kota-kota besar seperti Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi dengan jumlah karyawan kurang lebih dari 2000 ribu orang. Selain mendistribusikan obat-obatan yang diproduksi oleh PT. Pharos, AMS juga medistibusikan obat-obatan produksi perusahaan lain seperti Novell, Pyridam, SDM, dan sebagai berikut. Disamping sebagai distributor farmasi, AMS juga medistribusikan produk-produk Consumer Goods yang diproduksi oleh PT.Sindomuncul, Nutrifood, Jamupuspo,dan sebagai berikut.untuk menciptakan health care dimasyarakat pada tahun 2000 AMS membentuk tim marketing.tim marketing ini terdiri dari dua divisi yaitu marketing health care yang kemudian berganti nama menjadi prodevice. Marketing health care ini bertugas memasarkan alat-alat kesehatan. 25
3.1.3. VISI Visi: Tumbuh dan berkembangnya menjadi perusahaan besar bersekala nasional dibidang distribusifarmasi,selain mendistribusikan obat-obatan produksi perusahaan lain seperti: novell, Pyridam, SDM, dan sebagai berikutnya. 3.1.4 MISI Misi: Pasar dan distributor kesehatan yang berkualitas baik. Untuk mencapai misi dan visi tersebut, perusahan mendorong para karyawannya untuk melakukan inovasi yang berkesinambungan, menumbuhkan insiatif dan kerjasama kelompok antara karyawan, peka dan kemampuan untuk mengantisipasi dan merespon secara efektif atas segala perubahan lingkungan bisnis dan perubahan teknologi serta menciptakan peluang dan kesempatan guna kemajuan perusahaan. 3.2 Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian yang digunakan untuk mengetahui hubungan satu atau lebih variabel dengan variabel lainnya. Hal tersebut untuk mengetahui apakah ada hubungan antara variabel X, yaitu gaya kepemimpinan terhadap variabel Y, yaitu motivasi kerja karyawan, serta untuk mengetahui bagaimana hubungan variabel satu dengan variabel lain, dimana analisa yang digunakan adalah perhitungan korelasi statistik. 26
3.3 Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap permasalahan yang sedang diteliti yang sebenarnya perlu diuji secara empiris. Maka hipotesis yang penulis dapat diajukan dalam penelitian skripsi ini adalah: Diduga terdapat hubungan positif antara Gaya Kepemimpinan Terhadap Motivasi Kerja Karyawan pada PT. AMS (Antar Mitra Sembada). Dengan rumus hipotesis yang akan digunakan adalah: Ho: r = 0 (tidak ada hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja karyawan di PT AMS). Ha: r > 0 (ada hubungan yang positif signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja karyawan di PT AMS). 3.4 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi penelitian adalah keseluruhan subjek penelitian yang akan digunakan sebagai dasar pengujian hipotesis. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. AMS sebanyak 50 orang. Responden dalam penelitian ini berjumlah 30 orang karyawan yang bekerja di perusahaan PT.AMS. Responden dipilih secara acak ( random) dengan pertimbangan banyaknya jumlah karyawan dan sebagai asas keterwakilan dari sejumlah karyawan. Pada pemilihan departemen pun dilakukan secara sengaja (purposive) dikarenakan tidak semua departemen mempunyai waktu luang untuk mengisi kuesioner dan diwawancarai. 27
Teknik penentuan sampel, yang kemudian menggunakan rumus slovin (Bambang Prasetyo & Lina Muftahul Jannah:2005). Rumus Slovin: n = N 1 + N (e)² Dimana : n = ukuran sample N = ukuran populasi e² = persen kelonggaran ketidak telitian karena keselahan pengambilan sample yang salah yang masih dapat ditolerir atau diinginkan.penulis menggunakan 10%. Berdasarkan rumus diatas penulis melakukan perhitungan dan diperoleh jumlah responden sebagai berikut : n = N 1 + N (e)² n = 50 1 + 150 (10 %)² n = 50 1 + 50 (0,1)² n = 50 1 + 50 (0,01) 28
n = 50 1 + 0,5 n = 50 1,5 n = 33, 333 dibawah metode analisa data 30 3.5 Variabel Dan Pengukuran Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan dalam penelitian yang berupa sesuatu konsep yang mempunyai variasi nilai. Dalam penelitian ini pengukuran skala yang digunakan oleh penulis adalah skala ordinal atau likert yang digunakan untuk mengukur pendapat, sikap, persepsi seseorang dengan menyatakan sikap setuju atau ketidak setuju atas kejadian tertentu. Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan titik tolak untuk menyusun itemitem peryataan didalam kuesioner. Skala likert juga dapat memungkinkan untuk pengurutan data dari tingkat paling rendah ke tingkat paling tinggi atau sebaliknya, untuk itu penulis memberikan bobot penilian didalam setiap jawaban kuesioner, yaitu sebagai berikut: 29
1.Pilihan jawaban sangat setuju = 5 2. Pilihan jawaban setuju = 4 3. Pilihan jawaban ragu-ragu = 3 4. Pilihan jawaban tidak setuju = 2 5. Pilihan jawaban sangat tidak setuju = 1 Menurut Sugiono (2001:32) variabel penelitian adalah: atribut sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. 1.Identifikasi Variabel Variabel dalam penelitian ini, adalah sebagai berikut: a. Variabel bebas (independent variabel) atau variabel x Dalam penelitian ini variabel bebas yang digunakan adalah gaya kepemimpinan sebagai variabel x. b.variabel tidak bebas (Dependent variabel) atau variabel y Dalam penelitian ini variabel bebas yang digunakan adalah motivasi kerja sebagai variabel y. 3.6 Definisi Operasional Variabel Definisi Operasional variabel bertujuan untuk memberikan pengertian yang akurat terhadap variabel yang digunakan. Dalam hal ini, penulis menggunakan Gaya Kepemimpinan sebagai variabel X dan Motivasi Kerja sebagai variabel Y. 30
Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel Variabel Indikator Definisi Operasional Gaya kepemimpinan (X) 1. Prosedur standar 1. Pimpinan/atasan melaksanakan penetapan prosedur kerja standard, aturan kerja sesuai dengan tujuan yang ditetapkan secara Sumber: Malayu (2007:172) 2. Pembagian Tugas yang tepat 3. Uraian tugas yang jelas 4. Penjadwalan tugas 5. Komunikasi Dua Arah 6. Menghormati Gagasan 7. Menyediakan Waktu Khusus 8. Dukungan terhadap Absensi 9. Menentukan Jabatan 10. Penyelesaian Pekerjaan bersama. 2.Pimpinan/atasan memberikan tugas yang tepat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki karyawan. 3.Pimpinan/atasan berusaha memberikan tugas yang jelas kepada karyawan sesuai bagiannya. 4.Pimpinan/atasan memberikan waktu dalam penyelesaian tugas kepada karyawannya sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. 5.Pimpinan/Atasan memberikan kebijakan kepada karyawannya untuk komunikasi dua arah, jika karyawannya ada permasalahan. 6.Pimpinan/Atasan berusaha menghormati gagasan karyawan yang ingin menyampaikan ide-ide tentang pekerjaan. 7.Pimpinan/atasan menyediakan waktu khusus untuk mendengarkan masalahmasalah karyawan dan menindak lanjutinya. 8.Pimpinan/atasan melakukan penilaian absensi terhadap karyawannya sesuai keadaan. 9.Pimpinan/atasan menentukan tingkat jabatan karyawan berdasarkan pendidikan dan skill. 10.Perusahaan memberikan tambahan waktu kepada karyawan yang belum tuntas dalam penyelesaian pekerjaan. 31
Tabel 3.2 Definisi Operasional Motivasi Kerja (Y) Variabel Indikator Definisi Operasional Motivasi Kerja (Y) 1. Dorongan untuk berprestasi 2. Dorongan untuk bertanggung jawab. 1. Dorongan untuk menyelesaikan tugas/pekerjaan. 2. Kemauan untuk bekerjasama. 3. Dorongan untuk kemungkinan berkembang. 4. Dorongan terhadap tugas pekerjaan. 5. Dorongan untuk lebih baik 6. Dorongan untuk meningkatkan kemampuan yang ada 7. Dorongan untuk mengerjakan pekerjaan 8. Dorongan untuk bersemangat untuk tugas 9. Dorongan untuk membuat suatu hubungan yang baik 10. Dorongan untuk menjalin hubungan kerja yang baik 3. Dorongan untuk memberikan hasil pekerjaan yang berkualitas. 4. Perasaan untuk bekerja lebih giat untuk menyelesaikan pekerjaan. 5. Dorongan untuk belajar dan bekerja lebih baik. 6. Keinginan untuk meningkatkan kemampuan agar lebih baik dari karyawan lain. 7. Dorongan untuk mengerjakan tugas. 8. Perasaan senang atas tugas yang diberikan. 9. Memabntu hubungan dengan rekan sekerja adalah perlu 10. Hubungan baik dengan rekan sekerja dan atasan membantu terlaksananya pekerjaan. Sumber: Iman Ghozali (2003:266-268) 32
3.6 Difinisi Operasional Variabel 1.Kepemimpinan Dedifinisikan sebagai kegiatan yang mempengaruhi orang-orang agar mereka mau bekerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Menurut Rivai (2007:64) dalam bukunya kepemimpinan dan perilaku organisasi mengemukan bahwa, Gaya Kepemimpinan adalah sekumpulan ciri yang digunakan pimpinan untuk mempengaruhi bawahan agar sasaran organisasi tercapai. 2.Motivasi Didefinisikan sebagai keinginan dan kesungguhan seseorang mengerjakan pekerjaannya dengan baik serta berdisiplin untuk mencapai prestasi kerja yang maksimal. Motivasi adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan oleh setiap manager untuk mendorong dan membina moral kerja karyawan dalam tercapainya suatu tujuan organisasi secara efisien. 3.7 Metode Pengumpulan Data Metode yang digunakan oleh penulis dalam rangka mengumpulkan data skripsi ini adalah: 1. Penilian keperpustakaan Yaitu metode pengumpulan data berdasarkan pada bidang yang ingin penulis bahas. Penulis mengumpulkan data dengan membaca buku-buku dan literatureliteratur yang erat hubungannya dengan pembahasan penelitian. 33
2. Penelitian Lapangan (kuesioner) Metode ini adalah metode pengumpulan data melalui daftar pertanyaan yang diajukan secara tertulis dan diisi oleh para responden. Adapun para responden adalah karyawan PT. AMS tujuan menggunakan kuesioner ini adalah untuk memperoleh informasi yang relavan tentang masalah yang akan penulis teliti yaitu Gaya Kepemimpinan Terhadap Motivasi Kerja Karywan. 3.8 Jenis Data Data primer Yaitu data yang didapat dari sumber baik dari individu atau kelompok seprti hasil dari pengisian kuesioner yang dilakukan peneliti. 3.9 Metode Analisis Data Dalam metode analisa data, penulis menggunakan alat analisis statistik sebagai berikut: a. Analisa Deskriptif, dilakukan untuk mengetahui distribusi jawaban responden dengan indikator pertanyaan kuesioner. b. Analisa Korelasional analisa bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Tujuan adalah untuk mengetahui seberapa erat hubungan antara variabel yang diteliti sehingga dalam penelitian ini. 34
Koefisien korelasi spearman digunakan untuk mengukur keeratan hubungan antara dua variabel yang keduanya mempunyai sekala pengukuran ordinal. Rumus korelasi rs = 1 - {6ΣDi²} n ( n² - 1 ) 3.9 Validitas Validitas adalah pertanyaan data yang ditampung pada suatu kuesioner dapat mengukur apa yang ingin diukur. Umar,husein (2005,111). 3.10 Analisis Korelasi Untuk menganalisis hubungan Gaya Kepemimpinan dengan Motivasi Kerja Karyawan digunakan analisis korelasi yaitu suatu analisis yang dapat digunakan untuk menunjukan adanya korelasi antara variabel serta kuat tidaknya hubungan antara x dan y dan dapat diukur dengan koefisien korelasi rangking sperman. Besarnya koefisen korelasi rangking sperman dapat dihitung dengan menggunakan formula: Rumus spearman melalui data ordinal: rs = 1 - {6ƩDi²} 35
n (n²-1) ket: rs = Koefisien korelasi rank spearman Di = Selisih rank x dan rank y n = Jumlah sample Tabel 3.3 Koefisien Korelasi Koefisien Korelasi Sifat Hubungan 0,00 0,199 sangat rendah 0,20 0,399 rendah 0,40 0,599 cukup kuat 0,60 0,799 kuat 0,80 1,000 sangat kuat Sumber: (Sugiyono,2005) 3.10.1 Uji Hipotesis (uji t) Uji t dipergunakan untuk mengetahui signifikasi korelasi antara gaya kepemimpinan (x) dengan motivasi kerja (y). Iman Ghazali 2002:46. Langkah- langkah penyelesaian: 1. Pengujian koefisien korelasi 36
a. Ketentuan Pengujian Dengan melakukan uji t memungkinkan bagi seseorang untuk mengambil keputusan tersebut diterima atau ditolak terhadap anggapan atau hipotesis yang diajukan untuk mencari t, maka digunakan rumus: Rumus spearman melalui data ordinal: Rs a. Rumus t hit yaitu: Dimana: t = statiska uji t n = banyaknya responden rs= koefisien korelasi spearman b. Kriteria Pengujian Ho : r = 0 Ha : r > 0 c. Menggambarkan daerah penolakan dan penerimaan Ho 37
1. Gambar 3.1 Gambar Uji t Tolak Ho Tolak Ho -t a. N-2 0 + t a, n-2 Daerah Penerimaan dan Penolakan H0 = 5% Keputusan: a. Jika t hitung > t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima (gaya kepemimpinan berhubungan dengan motivasi kerja karyawan). b. jika t hit < t tabel maka Ho diterima dan Ha di tolak (tidak ada hubungan gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja). 38