BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Guna mengetahui sejauhmana pengaruh program kunjungan masyarakat terhadap efek kognisi dan afeksi peserta didik khususnya mahasiswa mengenai produk Perum Peruri, peneliti menggunakan tipe penelitian eksplanatif kausal dengan pendekatan secara kuantitatif. Dalam penelitian ini, peneliti menghubungkan atau mencari sebab-akibat antara dua atau lebih konsep (variabel) yang akan diteliti. Peneliti membutuhkan definisi konsep, kerangka konseptual, dan kerangka teori. Peneliti juga perlu melakukan kegiatan berteori untuk menghasilkan dugaan awal (hipotesis) antara variabel satu dengan variabel lainnya. 1 Untuk riset eksplanatif, selain memiliki definisi konseptual untuk konsepkonsep yang akan diteliti, peneliti juga perlu menyusun jawaban sementara terhadap permasalahan yang melibatkan konsep-konsep tersebut. Artinya, peneliti telah berteori mengenai gejala permasalahan yang akan ditelitinya. Jawaban sementara inilah yang akan dikemukakan sebagai hipotesis 2 Adapun dalam pendeketan kuantitatif, peneliti dituntut bersikap objektif dan memisahkan diri dari data. Artinya, peneliti tidak boleh membuat batasan konsep 1 Rachmat Kriyantono. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2007. hal 69 2 Ibid. hal 32 36
37 maupun alat ukur data sekehendak hatinya sendiri. Semuannya harus objektif dengan diuji dahulu apakah batasan konsep dan alat ukurnya sudah memenuhi prinsip validitas dan reliabilitas. 3 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tipe penelitian eksplanatif guna menjelaskan pengaruh dari program kunjungan masyarakat terhadap efek kognisi dan afeksi peserta didik mengenai produk Perum Peruri. 3.2 Metode Penelitian Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey. Definisi penelitian survey itu sendiri adalah suatu penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok. 4 Metode survey dapat juga berarti penelitian yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan secara faktual untuk pembenaran terhadap keadaan dan praktek-praktek yang sedang berlangsung. 5 Penelitian survey menggunakan kuesioner dalam ruang lingkup, seperti ciri-ciri demografi masyarakat, lingkungan sosial, aktivitas, sikap, maupun pendapat mereka. Peneliti menggunakan metode survey guna memperoleh informasi mengenai sejumlah responden yang peneliti anggap mewakili populasi tertentu. Dalam hal ini, peneliti akan melakukan survey dengan menyebarkan kuesioner kepada peserta 3 Ibid. hal 57 4 Singarimbun Masri. Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES. 1989. hal 3 5 Moh. Nazir. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia. 1988. hal 65
38 kunjungan dari kalangan mahasiswa yang berkunjung ke Peruri pada bulan Februari 2015. 3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi Dalam metode penelitian, kata populasi amat populer digunakan untuk menyebutkan serumpun atau sekelompok objek yang menjadi sasaran penelitian. Oleh karenanya, populasi penelitian merupakan keseluruhan (universum) dari objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya, sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data penelitian. 6 Populasi merupakan sumber data dalam penelitian tertentu yang memiliki jumlah banyak dan luas. 7 Populasi juga dapat diartikan sebagai totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang akan diteliti. Objek atau nilai yang akan diteliti dalam populasi disebut unit analisis atau elemen populasi. Adapun unit analisis dapat berupa orang, perusahaan, media, dan sebagainya. 8 Selanjutnya populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik tingkat mahasiswa yang berkunjung ke Peruri pada Februari 2015. 6 Burhan Bungin. Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik Serta Ilmu-Ilmu Sosial lainnya. Jakarta: Kencana. 2006. hal 99 7 Deni Darmawan. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2013. hal 137 8 Iqbal Hasan. Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia. 2002. hal 58
39 3.3.2 Sampel Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil dan mewakili atau representasi dari keseluruhan. Sampel merupakan suatu prosedur dimana hanya sebagian dari populasi saja yang diambil dan dipergunakan untuk menentukan sifat serta ciri yang dikehendaki populasi. Representatif dari populasi ini yang disebut sampel. 9 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan sampel total yaitu keseluruhan populasi merangkap sebagai sampel penelitian. 10 Peneliti menggunakan sampel total karena populasi yang menjadi objek penelitian ini dalam skala kecil dan keseluruhan objek penelitian masih dapat dijangkau oleh peneliti. 3.3.3 Teknik Penarikan Sampel Teknik sampling merupakan metode atau cara menentukan sampel dan besar sampel. 11 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan probability sampling dengan total sampling. Probability sampling merupakan sampel yang ditarik berdasarkan probabilitas dimana setiap unsur populasi mempunyai kemungkinan yang sama untuk dipilih melalui perhitungan secara matematis. 12 Adapun total sampling atau disebut juga dengan sensus, merupakan teknik penentuan sampel bila semua anggota 9 Ronny Kountur. Metode Penelitian. Jakarta: PPM. 2009. hal 146 10 Burhan Bungin. Op.Cit. hal 101 11 Nanang Martono. Metode Penelitian Kuantitatif: Analisis Isi dan Analisis Data Sekunder. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. 2012. hal 75 12 Rachmat Kriyantono. Op.Cit. hal 150
40 populasi dipilih sebagai sampel. 13 Pada penelitian ini, peneliti akan mengambil seluruh responden dari peserta kunjungan yang berkunjung ke Perum Peruri pada Februari dengan total 50 orang. Jumlah tersebut dilihat dari banyaknya mahasiswa yang berkunjung ke Perum Peruri pada Februari 2015. 3.4 Definisi dan Operasionalisasi Konsep 3.4.1 Definisi Konsep Konsep merupakan istilah yang mengekspresikan sebuah ide abstrak yang dibentuk dengan menggeneralisasikan objek atau hubungan fakta-fakta yang diperoleh dari pengamatan. 14 Menurut Rosady Ruslan 15 konsep ialah abstraksi mengenai suatu fenomena yang dirumuskan atau dasar generalisasi dari sejumlah karakteristik kebijakan, keadaan, kelompok, atau individu tertentu. Berdasarkan variabel penelitian yaitu Program Kunjungan Masyarakat dan efek kognisi dan afeksi peserta didik maka dapat dirumuskan suatu konsep mengenai pengertian variable tersebut. Dalam penelitian ini, program kunjungan masyarakat diukur efektivitasnya dengan merujuk pada usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Dalam mencapai tujuan agar para peserta memperoleh pemahaman mengenai produk yang dihasilkan Peruri dilakukan dengan cara melihat dari kredibilitas sumber, 13 Nanang Martono. Op.Cit. hal 79 14 Rachmat Kriyantono. Op.Cit. hal 17 15 Rosady Ruslan. Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. 2003. hal 156
41 informasi penting yang disampaikan, keandalan komunikasi, sarana dan prasarana, serta partisipasi audience. Sedangkan dalam hal memberikan informasi, mendidik, dan memberikan nilai tambah bagi pihak sasaran (mengedukasi), terdapat respon yang diharapkan yaitu adanya perubahan kognisi dan afeksi. 3.4.2 Operasionalisasi Konsep Masalah pengukuran dalam penelitian kuantitatif merupakan unsur penting yang harus diperhatikan. Pengukuran dalam penelitian kuantitatif menunjuk pada bagaimana variabel yang akan diuji dapat diukur dengan tepat. Pengukuran melibatkan proses operasionalisasi, yaitu sebuah langkah untuk menghubungkan konsep teoritis dengan konsep empiris (Babbie, 1994). Proses ini menunjuk pada pendefinisian konsep yang masih abstrak menjadi sebuah konsep yang mudah diobservasi (bersifat empiris) sehingga dapat diukur. 16 Dalam operasionalisasi konsep, peneliti memberikan pengertian terhadap konstruk atau variabel dengan membuat spesifikasi terhadap kegiatan atau tindakan yang diperlukan peneliti untuk mengukur atau memanipulasinya. Konstruk merupakan konsep yang dapat diamati dan diukur atau memberikan batasan pada konsep. 17 Pada penelitian ini, peneliti menkonstruk program kunjungan masyarakat ke dalam empat dimensi, dan menkonstruk konsep efek kognisi dan afeksi peserta didik ke dalam dua dimensi. 16 Nanang Martono. Op.Cit. hal 91 17 Rachmat Kriyantono. Op.Cit. hal 19
42 Tabel 3.1 Operasionalisasi Konsep Variabel Dimensi Indikator Skala Program 1. Kredibilitas 1. Narasumber memahami SS = 5 Kunjungan Sumber informasi mengenai Perum S = 4 Masyarakat Peruri. CS = 3 (X) 2. Narasumber memahami TS = 2 proses percetakan uang RI. STS = 1 3. Narasumber mampu memberikan informasi secara umum mengenai Peruri dan proses percetakan uang. 4. Narasumber mampu berinteraksi dengan peserta kunjungan. 5. Narasumber mampu menjawab pertanyaan peserta kunjungan. 6. Narasumber kurang komunikatif
43 2. Komunikasi Dua Arah 1. Interaksi berjalan baik. 2. Diskusi dalam suasana akrab dan menyenangkan. 3. Narasumber memberi kesempatan kepada peserta kunjungan untuk mengajukan saran, pendapat, dan pertanyaan. SS = 5 S = 4 CS = 3 TS = 2 STS = 1 3. Partisipasi Peserta 1. Peserta kunjungan memahami informasi yang telah disampaikan. 2. Peserta kunjungan tertarik dengan informasi mengenai Perum Peruri. 3. Peserta kunjungan tertarik melihat proses percetakan uang. 4. Peserta kunjungan kurang tertarik terlibat dalam sesi tanya jawab. SS = 5 S = 4 CS = 3 TS = 2 STS = 1
44 5. Peserta kunjungan kurang puas dengan kegiatan kunjungan. 4. Penekanan Ekstra dalam Menjalin Hubungan dengan Peserta Kunjungan 1. Materi yang disampaikan narasumber sesuai dengan kebutuhan informasi peserta kunjungan. 2. Bikompers Peruri bersikap ramah terhadap peserta kunjungan. 3. Penyediaan ruangan yang bersih dan nyaman. 4. Penyediangan ruangan mengandung pencahayaan dan sirkulasi udara yang cukup. 5. Ketersediaan LCD, layar, dan pengeras suara yang optimal. 6. Kegiatan kunjungan dilaksanakan tidak terlalu SS = 5 S = 4 CS = 3 TS = 2 STS = 1
45 lama dan tepat waktu. Efek Kognisi 1. Perubahan 1. Peserta kunjungan tidak SS = 5 dan Afeksi Kognisi mengetahui produk S = 4 Peserta Didik dokumen sekuriti Negara CS = 3 Mengenai yang diproduksi Peruri TS = 2 Produk Perum sebelumnya. STS = 1 Peruri 2. Peserta kunjungan (Y) mengetahui informasi mengenai Peruri yang disampaikan oleh Bikompers Peruri. 3. Bikompers Peruri menunjukkan proses percetakan uang sehingga peserta kunjungan mendapatkan pengetahuan baru mengenai pembuatan uang RI. 4. Bikompers Peruri menjelaskan proses
46 percetakan uang yang dapat dipahami oleh peserta kunjungan. 5. Peserta kunjungan mengetahui produk dokumen sekuriti Negara yang diproduksi oleh Peruri melalui tayangan Company Profile. 2. Perubahan Afeksi 1. Penjelasan Bikompers Peruri mengenai Peruri menarik perhatian peserta kunjungan. 2. Penjelasan Bikompers Peruri mengenai proses percetakan uang menarik perhatian peserta kunjungan. 3. Peserta kunjungan merasa senang memperoleh pengetahuan baru mengenai SS = 5 S = 4 CS = 3 TS = 2 STS = 1
47 produk dokumen sekuriti Negara. 4. Peserta kunjungan menyukai cara penyampaian informasi oleh Bikompers Peruri. 5. Peserta kunjungan merasa puas dengan penjelasan Bikompers Peruri. 3.5 Validitas dan Reliabilitas 3.5.1 Validitas Pada prinsipnya, meneliti adalah melakukan pengukuran. Oleh sebab itu dibutuhkan alat ukur atau instrument penelitian yang baik (telah teruji validitas dan reliabilitasnya) agar mendapatkan hasil penelitian yang valid dan reliabel. Perlu dibedakan antara hasil penelitian yang valid dan reliabel dengan instrument penelitian yang valid dan reliabel. Hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Sedangkan suatu instrument dikatakan valid apabila alat ukur yang digunakan untuk
48 mendapatkan data (mengukur) itu valid yang berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. 18 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rumus teknik korelasi Pearson s Product Moment 19 yakni dengan menghitung korelasi antara masing-masing pertanyaan dengan skor total. Keterangan: r n X Y = Koefisien korelasi = Jumlah individu dalam sampel = Angka mentah untuk variabel X = Angka mentah untuk variabel Y Hasil korelasi product moment tersebut menunjukkan tinggi atau rendahnya validitas kuesioner. Menurut Azwar 20 korelasi minimal setiap item lebih besar atau sama dengan 0, 30. Dengan demikian pernyataan yang memiliki skor korelasi lebih kecil dari 0, 30 tidak digunakan (direvisi atau tidak dipakai). Berikut ini ringkasan dari SPSS 20 uji validitas variable X (program kunjungan masyarakat): 18 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. 2010. hal 121 19 Rachmat Kriyantono. Op.Cit. hal 171 20 Sugiyono. Op.Cit. hal 123
49 Tabel 3.2 Uji Validitas Variabel X (Program Kunjungan Masyarakat) No Item Pertanyaan Hasil Uji Validitas r hitung Keterangan 1 Q1 0,376** Valid 2 Q2 0,448** Valid 3 Q3 0,560** Valid 4 Q4 0,357** Valid 5 Q5 0,679** Valid 6 Q6 0,449** Valid 7 Q7 0,632** Valid 8 Q8 0,621** Valid 9 Q9 0,746** Valid 10 Q10 0,481** Valid 11 Q11 0,506** Valid 12 Q12 0,748** Valid 13 Q13 0,387** Valid 14 Q14 0,469** Valid 15 Q15 0,708** Valid 16 Q16 0,563** Valid 17 Q17 0,537** Valid 18 Q18 0,632** Valid 19 Q19 0,392** Valid 20 Q20 0,488** Valid Sumber: Uji Validitas Output SPSS 20
50 Berikut ini ringkasan dari SPSS 20 uji validitas variable Y (Efek kognisi dan afeksi peserta didik): 3.5.2 Reliabilitas Tabel 3.3 Uji Validitas Variabel Y (Efek Kognisi dan Afeksi Peserta Didik) No Item Pertanyaan Hasil Uji Validitas r hitung Keterangan 1 Q1 0,528** Valid 2 Q2 0,429** Valid 3 Q3 0,409** Valid 4 Q4 0,625** Valid 5 Q5 0,619** Valid 6 Q6 0,536** Valid 7 Q7 0,681** Valid 8 Q8 0,644** Valid 9 Q9 0,378** Valid 10 Q10 0,475** Valid Sumber: Uji Validitas Output SPSS 20 Reliabilitas merupakan suatu nilai yang menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur dalam mengukur gejala yang sama. Setiap pengukur seharusnya memiliki kemampuan memberikan hasil pengukuran yang konsisten. Pada alat pengukur pada fenomena fisik seperti berat dan panjang badan, konsistensi hasil pengukuran bukanlah hal yang sulit dicapai. Akan tetapi untuk mengukur permasalahan bisnis
51 yang mencakup fenomena sosial seperti sikap, opini, persepsi, pengukuran yang konsisten agak sulit dicapai. 21 Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama. 22 Dalam penelitian ini, teknik yang digunakan untuk menguji reliabilitas adalah teknik Alfa Cronbach dengan rumus: 23 Keterangan: r11 K = Reliabilitas instrument = Banyak butir pertanyaan atau banyaknya soal = Jumlah varian butir = Varian total Kriteria pengujian : Jika r hitung > r tabel, berarti kuesioner reliable Jika r hitung r tabel, berarti kuesioner tidak reliable 21 Husein Umar. Metode Riset Komunikasi Organisasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 2002. hal 108 22 Sugiyono. Op.cit. hal 121 23 Arikunto Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi VI. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. 2002. hal. 196
52 Tabel 3.4 Tingkat Reliabilitas Alpha Cronbach Alpha 0, 00 0, 20 >0, 20 0, 40 >0, 40 0, 60 >0, 60 0, 80 0, 80 1, 00 Tingkat Reliabilitas Kurang Reliabel Sedikit Reliabel Cukup Reliabel Reliabel Sangat Reliabel Tabel 3.5 Uji Reliabilitas Program Kunjungan Masyarakat (X) Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items.866 20 Sumber: Uji Reliabilitas Output SPSS 20 Hasil uji reliabilitas tersebut menunjukan bahwa nilai Alpha Cronbach untuk program kunjungan masyarakat sebagai variabel X sebesar 0,866. Nilai tersebut menunjukkan bahwa data variabel program kunjungan masyarakat sangat reliabel. Artinya, kuesioner yang digunakan untuk mengukur variabel X tersebut bersifat stabil, konsisten, dan dapat diandalkan.
53 Tabel 3.6 Uji Reliabilitas Efek Kognisi dan Afeksi Peserta Didik (Y) Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items.747 10 Sumber: Uji Reliabilitas Output SPSS 20 Hasil uji reliabilitas tersebut menunjukan bahwa nilai Alpha Cronbach untuk efek kognisi dan afeksi peserta didik sebagai variabel Y sebesar 0,747. Nilai tersebut menunjukkan bahwa data variabel Y reliabel. Artinya, kuesioner yang digunakan untuk mengukur variabel Y tersebut juga dapat dikatakan bersifat stabil, konsisten, dan dapat diandalkan. 3.6 Teknik Pengumpulan Data 3.6.1 Data Primer Penelitian memerlukan data untuk mendapatkan hasil penelitian dari objek yang diteliti. Data primer adalah data yang langsung diperoleh dari sumber data pertama di lokasi penelitian atau objek penelitian. 24 Dalam penelitian ini, peneliti akan membagikan kuesioner kepada mahasiswa yang melakukan kunjungan perusahaan ke Peruri pada bulan Februari 2015. Kuesioner tersebut berisi pernyataan 24 Burhan Bungin. Op.Cit. hal 122
54 tertulis yang dapat memberikan data yang dibutuhkan untuk dapat mengetahui sejauhamana pengaruh program kunjungan masyarakat terhadap efek kognisi dan afeksi peserta didik mengenai produk Perum Peruri. 3.6.2 Data Sekunder Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder dari data yang kita butuhkan. 25 Data sekunder digunakan sebagai data pelengkap untuk melengkapi data primer yang telah ada sebagai penunjang penelitian. Dalam hal ini peniliti memanfaatkan buku-buku literatur yang terdapat diperpustakaan, rekapitulasi data Biro Komunikasi Perusahaan Peruri, buku company profile Peruri, arsip kegiatan kehumasan Peruri, dan website Peruri, serta dokumentasi saat kegiatan kunjungan berlangsung. 3.7 Teknik Analisa Data Teknik analisa data digunakan sebagai proses untuk mengorganisasikan dan mengurutkan data dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. 26 Hasil survey dari penelitian ini akan dihitung dengan menggunakan skala Likert, yang merupakan suatu skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, 25 Ibid. hal 122 26 Rachmat Kriyantono. Op.Cit. hal 163
55 dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial dan digunakan untuk mengatur setiap jawaban dari responden melaui pemberian skor pada setiap jawaban dari pertanyaan yang diajukan. Adapun skor nilai yang diberikan, sebagai berikut: Tabel 3.7 Jawaban Program Kunjungan Masyarakat Skala Likert Pernyataan Positif (Skor) Pernyataan Negatif (Skor) Sangat Setuju 5 1 Setuju 4 2 Cukup Setuju 3 3 Tidak Setuju 2 4 Sangat Tidak Setuju 1 5 Tabel 3.8 Jawaban Efek Kognisi dan Afeksi Peserta Didik Skala Likert Pernyataan Positif (Skor) Pernyataan Negatif (Skor) Sangat Setuju 5 1 Setuju 4 2 Cukup Setuju 3 3 Tidak Setuju 2 4 Sangat Tidak Setuju 1 5
56 Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang menjadi objek, yaitu : 1. Variabel Bebas (Independent Variable) Dalam penelitian ini yang merupakan variabel bebas yaitu program kunjungan masyarakat (variabel X). 2. Variabel Terikat (Dependent Variable) Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat yaitu efek kognisi dan afeksi peserta didik (variabel Y). 3.7.1 Analisis Regresi Baik korelasi maupun regresi, keduanya mempunyai hubungan yang erat. Setiap regresi dipastikan terdapat korelasinya namun belum tentu korelasi dilanjutkan dengan regresi. Analisis regresi dilakukan jika korelasi antara dua variabel mempunyai hubungan kausal (sebab-akibat) atau hubungan fungsional. Untuk meriset apakah memang ada hubungan atau pengaruh yang signifikan atau tidak antara sebab-akibat tersebut, maka digunakna rumus regresi. Karenanya bentuk hubungan ini disebut regresi. 27 3.7.1.1 Regresi Linier Sederhana Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan regresi linier sederhana, dimana digunakan apabila terdapat data dari dua variabel riset yang sudah diketahui yang 27 Ibid. hal 179-180
57 mana variabel bebas (X) dan yang mana variabel terikat (Y), sedangkan nilai-nilai Y lainnya dapat dihitung atau diprediksi berdasarkan suatu nilai X tertentu. 28 Rumus : Y = a + bx Keterangan: Y = Variabel terikat X = Variabel bebas n = Nilai intercept (konstan) atau harga Y jika X 0 b = Koefisien regresi nilai a dihitung dengan rumus : a = (Σy) (Σx²) (Σx) (Σxy) n(σx²) (Σx)² nilai b dihitung dengan rumus : b = n(σxy) (Σx) (Σy) n(σx²) (Σx)² 28 Ibid. hal. 180-189
58 3.7.2 Uji F Uji F atau anova merupakan teknik untuk menguji hipotesis komparatif k sampel berpasangan dimana data/skala/variabelnya interval/rasio. 29 Uji F ialah pengujian secara bersama-sama pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Uji ini dilakukan dengan membandingkan nilai F hitung dengan nilai F tabel, apabila nilai F hitung lebih besar daripada F tabel, maka variabel bebas secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat. Adapun rumus dari uji F ini adalah: Pengujian hipotesis ini juga dapat dilihat dari nilai signifikansi F hitung, dimana variabel independen dikatakan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan secara bersama-sama terhadap variabel dependen apabila signifikansinya lebih tinggi daripada tingkat keyakinan (alpha = 0,05). Begitu pula sebaliknya bila signifikansi lebih kecil dari tingkat keyakinan (alpha = 0,05) maka seluruh variabel independen dengan signifikan berpengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Selanjutnya keputusan untuk uji F tersebut, sebagai berikut: Ho ditolak jika F hitung > F tabel Ho diterima jika F hitung < F tabel 29 Ibid. hal 183