TUGAS SARJANA TEKNIK PENGECORAN LOGAM

dokumen-dokumen yang mirip
PERANCANGAN POROS DIGESTER UNTUK PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN KAPASITAS OLAH 12 TON TBS/JAM DENGAN PROSES PENGECORAN LOGAM

TEKNIK PENGECORAN LOGAM PERANCANGAN POLA WORM SCREW DENGAN PROSES PENGECORAN MENGGUNAKAN CETAKAN PASIR UNTUK PABRIK KELAPA SAWIT

SKRIPSI TEKNIK PENGECORAN LOGAM

TEKNIK PENGECORAN LOGAM PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PULI UNTUK DIGUNAKAN PADA KOMPRESOR AC KENDARAAN PENUMPANG BERKAPASITAS 5 ORANG

BAB III METODOLOGI. karena cepat pembuatannya, pengolahannya mudah dan biayanya murah. Macammacam

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MILL SHAFT ROLL SHELL UNTUK 4000 TCD (TON CANE PER DAY) PADA PABRIK GULA SEI SEMAYANG DENGAN PROSES PENGECORAN LOGAM

Perancangan Dan Pembuatan Batang Torak Dengan Daya 100 PS Dan Putaran 3500 RPM Dengan Proses Pengecoran Logam

PERENCANAAN OVERHEAD TRAVELLING CRANE YANG DIPAKAI PADA PABRIK PELEBURAN BAJA DENGAN KAPASITAS ANGKAT CAIRAN 10 TON

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN WORM SCREW DENGAN KAPASITAS OLAHAN 10 TON TBS/JAM UNTUK PKS DENGAN PROSES PENGECORAN

PERANCANGAN OVERHEAD TRAVELLING CRANE YANG DIPAKAI DI WORKSHOP PEMBUATAN PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN KAPASITAS ANGKAT 10 TON

MESIN PEMINDAH BAHAN PERANCANGAN HOISTING CRANE DENGAN KAPASITAS ANGKAT 5 TON PADA PABRIK PENGECORAN LOGAM

BAB 3. PENGECORAN LOGAM

CORRECTIVE MAINTENANCE BANTALAN LUNCUR LORI PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN KAPASITAS ANGKUT 2,5 TON TBS MENGGUNAKAN ANALISA KEGAGALAN

MODUL 7 PROSES PENGECORAN LOGAM

BAB IV PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN

STUDI EKSPERIMEN PENGARUH VARIASI DIMENSI CIL DALAM (INTERNAL CHILL) TERHADAP CACAT PENYUSUTAN (SHRINKAGE) PADA PENGECORAN ALUMINIUM 6061

III. KEGIATAN BELAJAR 3 PEMBUATAN POLA DAN INTI. Setelah pembelajaran ini mahasiswa mampu menjelaskan pembuatan pola dan inti pada proses pengecoran.

TUGAS SARJANA PENGECORAN LOGAM

XI. KEGIATAN BELAJAR 11 CACAT CORAN DAN PENCEGAHANNYA. Cacat coran dan pencegahannya dapat dijelaskan dengan benar

BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN BAGIAN BAGIAN CONVEYOR

SKRIPSI. Skripsi Yang Diajukan Untuk Melengkapi Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik STEVANUS SITUMORANG NIM

PEMBUATAN POLA dan CETAKAN HOLDER MESIN UJI IMPAK CHARPY TYPE Hung Ta 8041A MENGGUNAKAN METODE SAND CASTING

PENGUJIAN SIFAT FISIS DAN MEKANIS BESI COR KELABU PADA BLOK REM KERETA API

MESIN PEMINDAH BAHAN

TUGAS AKHIR PENELITIAN SIFAT FISIS DAN MEKANIS BESI COR KELABU DENGAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR DARI KOKAS LOKAL DENGAN PEREKAT TETES TEBU DAN ASPAL

PENGARUH JUMLAH SALURAN MASUK TERHADAP CACAT CORAN PADA PEMBUATAN POROS ENGKOL (CRANKSHAFT) FCD 600 MENGGUNAKAN PENGECORAN PASIR

Redesain Dapur Krusibel Dan Penggunaannya Untuk Mengetahui Pengaruh Pemakaian Pasir Resin Pada Cetakan Centrifugal Casting

PERHITUNGAN KUALITAS BETON MENAHAN BEBAN DI STASIUN LOADING RAMP PABRIK PENGOLAHAN KELAPA SAWIT. Oleh : Istianto Budhi Rahardja Gerhard Alex Sitorus

Lampiran 1 Analisis aliran massa serasah

PERANCANGAN PENGECORAN KONSTRUKSI CORAN DAN PERANCANGAN POLA

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Dengan semakin majunya teknologi sekarang ini, tuntutan

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH TEKNIK PENGECORAN KODE / SKS : KK / 2 SKS. Sub Pokok Bahasan dan Sasaran Belajar

TUGAS AKHIR POLA DAN PENGECORAN BODY RUBBER ROLL UNTUK SELEP PADI

Proses Manufaktur (TIN 105) M. Derajat A

ANALISIS SIFAT FISIS DAN MEKANIS ALUMUNIUM PADUAN Al, Si, Cu DENGAN CETAKAN PASIR

Metal Casting Processes. Teknik Pembentukan Material

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. cairan logam tersebut dicorkan ke dalam rongga cetakan dan didinginkan

BAB I PENDAHULUAN. Luasnya pemakaian logam ferrous baik baja maupun besi cor dengan. karakteristik dan sifat yang berbeda membutuhkan adanya suatu

BAB 1 PENDAHULUAN. Silinder liner adalah komponen mesin yang dipasang pada blok silinder yang

6. Besi Cor. Besi Cor Kelabu : : : : : : : Singkatan Berat jenis Titik cair Temperatur cor Kekuatan tarik Kemuluran Penyusutan

PERANCANGAN MOTORCYCLE LIFT DENGAN SISTEM MEKANIK

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Konsep Perencanaan Sistem Transmisi Motor

BAB II DASAR TEORI 2.1 Konsep Perencanaan 2.2 Motor 2.3 Reducer

Merencanakan Pembuatan Pola

PERANCANGAN KOMPRESOR TORAK UNTUK SISTEM PNEUMATIK PADA GUN BURNER

Jumlah serasah di lapangan

BAB III PERANCANGAN DAN PERHITUNGAN

BAB III PERANCANGAN. = 280 mm = 50,8 mm. = 100 mm mm. = 400 gram gram

RANCANG BANGUN MESIN PENGHANCUR BONGGOL JAGUNG UNTUK CAMPURAN PAKAN TERNAK SAPI KAPASITAS PRODUKSI 30 kg/jam

PEMBUATAN CETAKAN COR PROPELLER UNTUK KAPAL NELAYAN DENGAN METODE PEMBEKUAN SEARAH

BAB IV PERHITUNGAN DIMENSI UTAMA ESKALATOR. Dari gambar 3.1 terlihat bahwa daerah kerja atau working point dalam arah

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

BAB III PROSES PENGECORAN LOGAM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dimana worm screw ini terdapat pada mesin pengepress (screw press). Pada mesin,

II. KEGIATAN BELAJAR 2 DASAR DASAR PENGECORAN LOGAM. Dasar-dasar pengecoran logam dapat dijelaskan dengan benar

PENGECORAN SUDU TURBIN AIR AKSIAL KAPASITAS DAYA 102 kw DENGAN BAHAN PADUAN TEMBAGA ALLOY 8A

BAB II DASAR TEORI Sistem Transmisi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perancangan yaitu tahap identifikasi kebutuhan, perumusan masalah, sintetis, analisis,

Bab III Metode Penelitian

BAB IV PERHITUNGAN PERANCANGAN

Perancangan Belt Conveyor Pengangkut Bubuk Detergent Dengan Kapasitas 25 Ton/Jam BAB III PERHITUNGAN BAGIAN-BAGIAN UTAMA CONVEYOR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

III. METODE PENELITIAN. waktu pada bulan September 2015 hingga bulan November Adapun material yang digunakan pada penelitian ini adalah:

PEMILIHAN BAHAN BAKAR DALAM PEMBUATAN DAPUR CRUCIBLE UNTUK PELEBURAN ALUMINIUM BERKAPASITAS 50KG MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR BATU BARA

IV. PENDEKATAN DESAIN A. KRITERIA DESAIN B. DESAIN FUNGSIONAL

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

MESIN PEMINDAH BAHAN PERENCANAAN TOWER CRANE DENGAN KAPASITAS ANGKAT 7 TON, TINGGI ANGKAT 55 METER, RADIUS 60 M, UNTUK PEMBANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT.

Proses Pengecoran Hingga Proses Heat Treatment Piston Di PT. Federal Izumi Manufacturing NAMA : MUHAMMAD FAISAL NPM : KELAS : 4IC04

PERENCANAAN DAN PEMBUATAN BANTALAN POROS LORI DENGAN KAPASITAS LORI 2,5 TON TBS DENGAN PROSES PENGECORAN LOGAM

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB II DASAR TEORI. c) Untuk mencari torsi dapat dirumuskan sebagai berikut:

PROSES PEMBUATAN BANTALAN LUNCUR AXLE LINING di UPT. BALAI YASA YOGYAKARTA. Idris Prasojo Teknik Mesin Dr.-Ing.

Gambar 1 Sistem Saluran

SKRIPSI PERANCANGAN BELT CONVEYOR PENGANGKUT BUBUK DETERGENT DENGAN KAPASITAS 25 TON/JAM

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

SISTEM MEKANIK MESIN SORTASI MANGGIS

ARANG KAYU JATI DAN ARANG CANGKANG KELAPA DENGAN AUSTEMPERING

ANALISA PENGARUH AGING 400 ºC PADA ALUMINIUM PADUAN DENGAN WAKTU TAHAN 30 DAN 90 MENIT TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS

2.1 Pengertian Umum Mesin Pemipil Jagung. 2.2 Prinsip Kerja Mesin Pemipil Jagung BAB II DASAR TEORI

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. Pembuatan spesimen dilakukan dengan proses pengecoran metode die

BAB III LANDASAN TEORI. A. Pembebanan Pada Pelat Lantai

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 2, (2014) ISSN: ( Print) F-266

PENDEKATAN DESAIN Kriteria Desain dan Gambaran Umum Proses Pencacahan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG RUSUNAWA UNIMUS

PERANCANGAN CAKE BREAKER SCREW CONVEYOR PADA PENGOLAHAN KELAPA SAWIT DENGAN KAPASITAS PABRIK 60 TON TBS PER JAM

PERANCANGAN DAN ANALISIS PEMBEBANAN GERGAJI RADIAL 4 ARAH

BAB III PERENCANAAN DAN PERHITUNGAN

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

IV. ANALISA PERANCANGAN

Membuat Cetakan Pasir dan Inti

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI MEKANIK INDUSTRI PROGRAM DIPLOMA-IV FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2007

TUGAS SARJANA PENGECORAN LOGAM

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini teknologi pengecoran sangat berpengaruh terhadap. kemajuan Industri manufacture. Oleh karena itu pengembangan teknologi

Jurnal Flywheel, Volume 1, Nomor 2, Desember 2008 ISSN :

BAB I PENDAHULUAN. membersihkan coran. Hampir semua benda-benda logam yang. Perkembangan material berbasis besi ( ferro), khususnya

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN NASKAH SOAL TUGAS AKHIR HALAMAN PERSEMBAHAN INTISARI KATA PENGANTAR

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di beberapa tempat sebagai berikut:

2 PROSES MANUFAKTUR I CASTING PROCESSES JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PANCASILA

Transkripsi:

TUGAS SARJANA TEKNIK PENGECORAN LOGAM PERANCANGAN DAN PEMBUATAN WORM SCREW UNTUK PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN KAPASITAS OLAHAN 10 TON TBS/JAM DENGAN PROSES PENGECORAN MENGGUNAKAN CETAKAN PASIR OLEH : HENDRA WIJAYA KABAN NIM : 040421029 PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI DEPARTEMEN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2008

ABSTRAK Perekonomian Indonesia minyak kelapa sawit mempunyai peranan sebagai primadona ekspor non migas. Adanya keinginan pemerintah kearah agro industri yang merupakan salah satu cabang industri yang punya prospek cerah dimasa mendatang. Hal ini didukung oleh adanya sumber daya manusia serta tersedianya peluang pasar yang cukup besar, baik didalam maupun diluar negeri.melihat prospek yang menjanjikan diatas ditambah dengan luasnya areal kebun kelapa sawit di Indonesia maka banyak dibuka perkebunan kelapa sawit yang juga diikuti dengan banyaknya berdiri industri pengolahan kelapa sawit.dengan banyak berdirinya industri tadi memaksa kepada setiap para insan yang berkecimpung dalam bidang teknologi (engineering) untuk dapat memanfaatkan ilmunya dalam pengoperasian dan pembuatan alatalat industri pengolahan tersebut. Pertumbuhan industri manufaktur dan pengecoran logam saat ini telah meningkat dalam memenuhi permintaan pasar untuk peralatan dan perlengkapan pabrik kelapa sawit seiring dengan meningkatnya konversi hutan di Sumatra dan Kalimantan menjadi perkebunan kelapa sawit di Indonesia.Untuk menghasilkan produk yang dapat bersaing maka perlu diadakan telaah perencanaan proses pengecoran logam khususnya dalam pembuatan komponen pabrik kelapa sawit, dalam hal ini membahas mengenai perencanaan dan proses pembuatan worm screw yang digunakan pada sebuah pabrik kelapa sawit dengan kapasitas olahan 10 ton TBS/jam. Proses pembuatan dari hasil perencanaan dilakukan dengan teknik pengecoran logam dengan menggunakan cetakan pasir yang relatif mudah dan ekonomis.dengan mempertimbangkan hal diatas maka diperlukan adanya kerja sama antara pihak akademis dengan pihak pengusaha misalnya memberikan kesempatan melaksanakan kerja praktek, survey studi dan penerimaan tenaga kerja. Kerja sama seperti ini menguntungkan bagi kedua pihak. Bagi mahasiswa dengan terjun langsung kelapangan akan membuka pikiran dan wawasan terhadap proses kerja secara langsung dengan melihat dan mengamati serta melakukan perbandingan antara teori dengan praktek kerja. Sedangkan bagi perusahaan yang menerima kesempatan bagi mahasiswa untuk survey, akan memberikan keuntungan bagi perusahaan dengan menerima hasil penelitian mahasiswa tersebut berupa saran-saran ilmiah guna meningkatkan mutu dan kualitas produk. Untuk keperluan tugas akhir ini, penulis melakukan survey dengan mengamati secara langsung proses pembutan worm screw di perusahaan pengecoran PT. BAJA PERTIWI INDUSTRI. Perusahaan ini banyak menerima pesanan-pesanan dari perusahaan perkebunan untuk membuat komponen-komponen mesin perkebunan (kalapa sawit) seperti roda lori, screw press, sprocket, pin, drum, digester arm, hydro cyclone dan ekspeler arm. Namun untuk melengkapi wawasan penulis mengenai cara kerja worm screw penulis juga melakukan survey studi di PTPN NUSANTARA IV PASIR MANDOGE ASAHAN.

DAFTAR ISI Hal KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR SIMBOL... DAFTAR LAMPIRAN... i iii vii ix x xiii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Maksud dan Tujuan Perencanaan... 3 1.3 Batasan Masalah... 3 1.4 Metode Penulisan... 3 1.5 Sistematika Penulisan... 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 6 2.1 Pendahuluan... 6 2.1.1 Worm Screw... 6 2.1.2 Screw Konveyor... 7 2.1.3 Baja Cor... 8 2.1.4 Baja Paduan... 8 2.2 Struktur dan Sifat-sifat Baja Cor... 10 2.2.1 Struktur coran baja... 10 2.2.2 Sifat-sifat coran baja karbon... 11 iii

2.3 Struktur dan Sifat-sifat Baja Cor Khusus... 11 2.3.1 Baja cor paduan rendah... 12 2.3.2 Baja cor tahan karat... 14 2.3.3 Struktur dan sifat-sifat dari baja cor tahan panas... 16 2.3.4 Struktur dan sifat-sifat dari baja cor mangan tinggi... 16 2.4 Dapur Induksi... 17 2.5 Bentuk dan Ukuran Coran... 19 2.5.1 Bentuk standar dan ukuran coran... 20 2.6 Pengecoran dengan Cetakan Pasir... 20 2.6.1 Syarat bagi pasir cetak... 21 2.6.2 Macam-macam pasir cetak... 23 2.6.3 Susunan pasir cetak... 25 2.7 Pola... 25 2.7.1 Macam-macam Pola... 27 2.7.2 Penentuan penambahan pemisahan... 30 2.7.3 Bahan-bahan untuk pola... 31 2.7.4 Perencanaan pola... 32 2.7.5 Inti dan telapak inti... 33 2.7.6 Macam dari telapak inti... 34 2.8 Rencana pengecoran... 35 2.8.1 Istilah-istilah dan fungsi dari sistem saluran... 36 2.8.2 Bentuk dan bagian-bagian sistem saluran... 36 2.8.3 Penambah... 39 2.9 Penuangan Logam Cair... 40 iv

2.10 Pengujian dalam Pengecoran... 42 2.10.1 Pengukuran temperatur... 42 2.10.2 Pengujian terak... 43 BAB III PERENCANAAN WORM SCREW... 44 3.1 Worm Screw... 44 3.2 Perhitungan Kapasitas Olahan... 44 3.3 Perancangan Ulir... 47 3.4 Perancangan Poros Penghubung dan Pasak... 54 BAB IV PERENCANAAN CETAKAN... 58 4.1 Pemilihan Pola... 58 4.1.1 Bahan pola... 58 4.1.2 Jenis pola... 59 4.1.3 Bahan tambahan... 59 4.2 Penentuan Tambahan Penyusutan... 59 4.3 Ukuran Pola... 60 4.4 Sistem Saluran... 69 4.4.1 Saluran turun... 69 4.4.2 Cawan tuang... 75 4.4.3 Sistem pengalir... 76 4.4.4 Saluran masuk... 77 4.4.5 Saluran penambah... 78 4.4.5.1 Ukuran penambah... 80 4.5 Pembuatan Inti... 82 4.6 Pemberat... 83 v

4.7 Waktu Tuang... 84 4.8 Pembuatan Cetakan Pasir... 85 BAB V PELEBURAN DAN PENUANGAN... 88 5.1 Peleburan Logam Coran... 88 5.2 Bahan Baku... 89 5.2.1 Bahan worm screw... 90 5.2.2 Komposisi metal cair... 91 5.2.3 Komposisi worm screw yang diinginkan... 91 5.3 Penuangan Cairan Logam... 93 5.4 Penyelesaian Hasil Cetakan... 93 KESIMPULAN DAN SARAN... 95 Kesimpulan... 95 Saran... 98 DAFTAR PUSTAKA... 99 LAMPIRAN... 100 vi

DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Worm screw... 6 Hal Gambar 2.2 Pengaruh kandungan karbon dan perlakuan panas pada sifat-sifat mekanik... 12 Gambar 2.3 Data dari pengujian tarik panas dari baja cor karbon dinormalkan... 13 Gambar 2.4 Kadar karbon dan kekerasan maksimum baja setelah dicelup dingin... 14 Gambar 2.5 Tanur induksi jenis kruss... 19 Gambar 2.6 Pola setengah... 27 Gambar 2.7 Pola belah... 28 Gambar 2.8 Pola belahan banyak... 28 Gambar 2.9 Pola tunggal... 29 Gambar 2.10 Pola pelat pasangan... 29 Gambar 2.11 Pola pelat kup dan drag... 30 Gambar 2.12 Telapak inti bertumpu dua mendatar... 34 Gambar 2.13 Tapak inti beralas tegak... 34 Gambar 2.14 Telapak inti tegak bertumpu dua... 35 Gambar 2.15 Telapak inti untuk penghalang (sebagian)... 35 Gambar 2.16 Istilah-istilah sistem pengisian... 36 Gambar 2.17 Ukuran cawan tuang... 37 Gambar 2.18 Perpanjangan pengalir... 38 vii

Gambar 2.19 Sistem saluran masuk... 39 Gambar 2.20 Penambah samping dan penambah atas... 40 Gambar 2.21 Temperatur penuangan yang disarankan... 41 Gambar 3.1 Worm screw... 44 Gambar 3.2 Gambar bentuk worm screw... 48 Gambar 3.3 Detail dari ulir berpuncak... 48 Gambar 3.4 Ukuran pasak dan alur pasak... 56 Gambar 4.1 Tambahan penyelesaian mesin untuk coran baja... 59 Gambar 4.2 Ukuran Worm screw yang direncanakan... 60 Gambar 4.3 Pembagian poros untuk perhitungan ukuran pola... 60 Gambar 4.4 Ukuran worm screw untuk pola kup... 68 Gambar 4.5 Ukuran worm screw untuk drag... 68 Gambar 4.6 Ukuran pola worm screw... 69 Gambar 4.7 Pembagian daun untuk perhitungan daun... 71 Gambar 4.8 Saluran turun... 74 Gambar 4.9 Ukuran cawan tuang... 75 Gambar 4.10 Sistem pengalir... 76 Gambar 4.11 Saluran masuk... 77 Gambar 4.12 Hubungan antara tebal coran (T) dan jarak isi dari penambah (JP)... 79 Gambar 4.13 Kurva pellini... 80 Gambar 4.14 Bentuk inti... 83 Gambar 4.15 Bentuk pemberat... 84 Gambar 4.16 Tahapan pembuatan cetakan... 87 viii

DAFTAR TABEL Hal Tabel 2.1 Ketebalan dinding minimum dari pengecoran pasir... 21 Tabel 2.2 Temperatur penuangan untuk berbagai coran... 23 Tabel 2.3 Tambahan penyusutan yang disarankan... 30 Tabel 3.1 Baja karbon untuk konstruksi mesin dan baja batang yang difinisi dingin untuk poros... 54 Tabel 3.2 Harga k t... 55 Tabel 3.3 Ukuran-ukuran utama pasak... 57 Tabel 4.1 Karakteristik kayu jelutung... 58 Tabel 4.2 Contoh dari ukuran dari saluran turun, pengalir dan saluran masuk untuk coran besi cor... 74 Tabel 5.1 Komposisi bahan balok baja... 89 Tabel 5.2 Komposisi baja sekrap... 90 Tabel 5.3 Komposisi baja cor S30C... 90 Tabel 5.4 Komposisi metal cair... 91 Tabel 5.5 Komposisi worm screw yang diinginkan... 91 ix

DAFTAR SIMBOL SIMBOL KETERANGAN SATUAN ρ Massa jenis air kg/mm 3 g Kecepatan gravitasi m/s 2 Di Diameter pitch mm W Berat kg α Sudut kemiringan ulir 0 μ c Koefisien gesek pada kollar - P Tekanan N/m 2 μ Koefisien gesek ulir - Sl Tegangan geser kg/m 2 T Torsi kg mm d Diameter worm screw mm σ b Tegangan tarik bahan kg/mm 2 Sf 1 Faktor keamanan yang bergantung pada jenis bahan - Sf 2 Faktor keamanan yang bergantung pada jenis bahan mm σ t Kekuatan tarik bahan kg/mm 2 g Grafitasi bumi m/s 2 m Massa kg t Waktu tuang detik x

v Volume m 3 d p Diameter penambah mm γ Berat jenis baja tahan karat kg/m 3 A st Luas saluran turun mm 2 d st Diameter saluran turun mm h st tinggi saluran turun mm A sm Luas saluran masuk mm 2 d sm Diameter saluran masuk mm n sm Jumlah saluran masuk buah A p Luas pengalir mm A Potongan pengalir mm P Panjang coran mm l Lebar coran mm T c Tebal coran mm JP Jarak pengisian mm n p Jumlah penambah buah h p Tinggi penambah mm Lp Panjang pola untuk poros mm Dp Diameter pola untuk poros mm L Panjang poros yang dirancang mm D Diameter poros yang dirancang mm Tp Tinggi pola mm lp Lebar pola untuk daun mm J Jarak daun untuk pola mm xi

J a-b Jarak antar daun yang berdekatan mm t Tinggi daun yang dirancang mm l Lebar daun yang dirancang mm lp a Lebar pola daun awal mm lp b Lebar pola daun akhir mm l a l b Lebar daun awal yang berdekatan yang dirancang mm Lebar daun akhir yang berdekatan yang dirancang mm Tpd Tambahan untuk permukaan drag mm TPk Tambahan untuk permukaan kup mm TPm Tambahan untuk pengerjaan mesin yang kasar mm TPs Tambahan penyusutan yang disarankan mm P T Panjang total poros mm D T Diameter total poros mm P k Panjang poros untuk kup mm P d Panjang poros untuk drag mm D k Diameter poros untuk kup mm D d Diameter poros untuk drag mm xii

DAFTAR LAMPIRAN Hal Lampiran 1 Tabel Konversi Satuan... 101 Lampiran 2 Hal-hal Penting dalam Perencanaan Poros... 102 Lampiran 3 Jenis-jenis Sistem Saluran dalam Pengecoran Logam... 103 Lampiran 4 Sifat-sifat yang diminta dan bahan untuk coran... 104 Lampiran 5 Penggunaan Bahan Coran... 105 Lampiran 6 Aliran Proses pada Pengecoran Logam... 106 Lampiran 7 Gambar Screw Press dan Bagian-bagiannya... 107 Lampiran 8 Gambar Cetakan Worm Screw... 108 xiii