RANCANG BANGUN ALAT VOICE OPERATED EXCHANGE

dokumen-dokumen yang mirip
RANCANG BANGUN CAR AUDIO BREAKER BERBASIS MOBILE PHONE THE DESIGN OF MOBILE PHONE-BASED CAR AUDIO BREAKER

RANCANG BANGUN ALAT STEREO ROTATOR AND BLENDER

PENINGKAT HARMONISA, APLIKASI PENGOLAHAN SINYAL PADA AUDIO

PENGGUNAAN SENSOR GAS MQ-2 SEBAGAI PENDETEKSI ASAP ROKOK

RANCANG BANGUN ALAT PEMBANGKIT EFEK SURROUND DENGAN IC BUCKET-BRIGADE DEVICE (BBD) MN 3008

RANCANG BANGUN PEMBANGKIT SINGLE SIDEBAND SUPPRESSED CARRIER (SSBSC) MENGGUNAKAN PHASE SHIFT BERBASIS OP AMP

RANCANG BANGUN WATER LEVEL CONTROL BERBASIS RANGKAIAN TERINTEGRASI 555 THE DESIGN OF WATER LEVEL CONTROL WITH IC 555

RANCANG BANGUN DETEKTOR KECEPATAN DAN ARAH ANGIN BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89S52

SOUND SWITCH DENGAN DIMMER MENGGUNAKAN DECADE COUNTER CD4017

CLAP SWITCH TO CONTROL ROOM LIGHT

RANGKAIAN PENGINGAT KETENANGAN RUANGAN ROOM TRANQUILITY REMINDER CIRCUIT

APLIKASI PERANGKAT LUNAK ELECTRONICS WORKBENCH PADA ALAT ELEKTRONIK ANALOG

Bidang Information Technology and Communication 336 PERANCANGAN DAN REALISASI AUTOMATIC TIME SWITCH BERBASIS REAL TIME CLOCK DS1307 UNTUK SAKLAR LAMPU

PENGATUR ALIRAN CAIRAN INFUS BERBASIS ATMEGA8535

A SIMPLE CLAPPER SWITCH

BAB III PERANCANGAN SISTEM

OTOMATISASI PENGARAHAN KAMERA BERDASARKAN ARAH SUMBER SUARA PADA VIDEO CONFERENCE

Perancangan Prototipe Receiver Beacon Black Box Locator Acoustic 37,5 khz Pingers

ALAT STERILISASI KERING DENGAN KUNCI OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER

Perancangan Prototipe Transmitter Beacon Black Box Locator Acoustic 37.5 khz Pingers

MESIN KARTU ANTRIAN BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA16A

Desain Mesin Penjawab Dan Penyimpan Pesan Telepon Otomatis

BAB 3 PERANCANGAN DAN REALISASI

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN RANGKAIAN

PERANCANGAN DAN REALISASI PENGANTRIAN MEJA PADA RESTORAN MENGGUNAKAN FASILITAS SHORT MESSAGE SERVICE

Rele Tegangan Elektronik

PERANCANGAN DEMODULATOR BPSK. Intisari

Modul 04: Op-Amp. Penguat Inverting, Non-Inverting, dan Comparator dengan Histeresis. 1 Alat dan Komponen. 2 Teori Singkat

MODULATOR DAN DEMODULATOR. FSK (Frequency Shift Keying) Budihardja Murtianta

BAB III DASAR PEMILIHAN KOMPONEN. 3.1 Pemilihan Komponen Komparator (pembanding) Rangkaian komparator pada umumnya menggunakan sebuah komponen

BAB III PERANCANGAN DAN PENGUKURAN

PERANCANGAN TUNABLE BAND PASS FILTER AKTIF UNTUK APLIKASI ANALISIS SINYAL DENGAN DERET FOURIER

PENGENDALIAN ALARM MELALUI SALURAN TELEPON. Syafriyudin *

MODIFIKASI PENUTUP TELINGA PADA AREA KEBISINGAN DI KRI DILENGKAPI RADIO TRX VHF-FM MENGGUNAKAN RANGKAIAN VOX

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PENALA NADA GITAR SESUAI DENGAN FREKUENSI YANG DITENTUKAN

VOLTAGE PROTECTOR. SUTONO, MOCHAMAD FAJAR WICAKSONO Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia

SAKLAR YANG DIAKTIFKAN DENGAN GELOMBANG SUARA SEBAGAI PELENGKAP SARANA TATA SUARA

Bagan Kerja Handphone Beserta cara kerjanya

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dewasa ini, perkembangan teknologi berkembang pesat dalam

RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI SUHU PADA PERANGKAT RADIO TRANSCEIVER LAPORAN TUGAS AKHIR

PENCAMPUR AUDIO MULTI KANAL SISTEM PAM-TDM

MODUL 04 TRANSISTOR PRAKTIKUM ELEKTRONIKA TA 2017/2018

PERENCANAAN INVERTER PWM SATU FASA UNTUK PENGATURAN TEGANGAN OUTPUT PEMBANGKIT TENAGA ANGIN

ANALISA RANGKAIAN CENTRAL OFFICE LINE INTERFACE PADA PRIVATE AUTOMATIC BRANCH EXCHANGE PANASONIC KX-T206SBX

PEMANFAATAN PABX DAN LINE TELEPON SEBAGAI JALUR TRANSMISI UNTUK PERINGATAN DINI KEBAKARAN. Darmawan Utomo Hananto Nugroho Handoko.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Tujuan Percobaan Mempelajari karakteristik statik penguat opersional (Op Amp )

ANALISA RANGKAIAN CENTRAL OFFICE LINE INTERFACE PADA PRIVATE AUTOMATIC BRANCH EXCHANGE PANASONIC KX-T206SBX

PENYEDIA VOLUME BENDA CAIR DENGAN STEP 150 ml ( WATER LEVEL )

ANALISA JALUR EKSTENSION PADA PABX PANASONIC SERI KXT - 206SBX

PERANCANGAN SISTEM UPS SPS DENGAN METODE INVERTER SPWM BERBASIS L8038CCPD

STRUKTUR DIAGRAM PONSEL FUNGSI DAN GEJALA KERUSAKAN KOMPONEN

RELE TEGANGAN ELEKTRONIK

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SILABUS ELEKTRONIKA ANALOG 1

ALAT UKUR JARAK PADA MOBIL BERBASIS SISTEM ULTRASONIK

Jurnal Teknologi Elektro, Universitas Mercu Buana ISSN: Sistem Logger Suhu dengan Menggunakan Komunikasi Gelombang Radio

ANALYSIS OF CENTRAL OFFICE LINE INTERFACE CIRCUIT WITH PRIVATE AUTOMATIC BRANCH EXCHANGE PANASONIC KX-T206SBX. Farrih Mustafid, Dr.

PENENTUAN PERCEPATAN GRAVITASI PADA PERCOBAAN GERAK JATUH BEBAS DENGAN MEMANFAATKAN RANGKAIAN RELAI

APLIKASI PLC OMRON CPM 1A 30 I/O UNTUK PROSES PENGEPAKAN BOTOL SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN SISTEM PNEUMATIK

Jurnal Skripsi. Mesin Mini Voting Digital

FOX BOX - TX CONTROLLER

POLYTRON Stereo Radio Cassette Recorder

Rancang Bangun Sistem Sensor Untuk Aplikasi Voice Recognition Pada Ayunan Bayi Otomatis

Sub Pokok Bahasan dan TIK Pembelajaran. 1 Konsep dasar Ruang Lingkup Mata Kuliah : Kuliah mimbar

Rancang Bangun Alat Pengubah Tegangan DC Menjadi Tegangan Ac 220 V Frekuensi 50 Hz Dari Baterai 12 Volt

MODUL 05 FILTER PASIF PRAKTIKUM ELEKTRONIKA TA 2017/2018

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN KONTROL PANEL

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN ALAT

Herlambang Sigit Pramono Staf Pengajar Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

BAB III PERANCANGAN ALAT

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SILABUS ELEKTRONIKA ANALOG 2

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM. Dalam tugas akhir ini dirancang sebuah modulator BPSK dengan bit rate

BAB III KEGIATAN PENELITIAN TERAPAN

PERANCANGAN ALAT UKUR SUMBER AC/DC SECARA OTOMATIS

penulisan ini dengan Perancangan Anti-Aliasing Filter Dengan Menggunakan Metode Perhitungan Butterworth. LANDASAN TEORI 2.1 Teori Sampling Teori Sampl

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI. Blok diagram carrier recovery dengan metode costas loop yang

PRINSIP KERJA TRANSCEIVER Oleh : Sunarto YBØUSJ

BAB IV CARA KERJA DAN PERANCANGAN SISTEM. Gambar 4.1 Blok Diagram Sistem. bau gas yang akan mempengaruhi nilai hambatan internal pada sensor gas

SWITCHER (ROUTER) VIDEO/ AUDIO 4x2

PENGATUR KETINGGIAN AIR OTOMATIS

DAFTAR ISI. Abstrak... Abstract... Kata Pengantar... Daftar Isi... Daftar Gambar... Daftar Tabel... BAB I Pendahuluan Latar Belakang...

ALAT PENGATUR WAKTU SECARA WIRELESS DENGAN MEDIA INFRARED

Crane Hoist (Tampak Atas)

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB I PENGANTAR SISTEL

PENGUAT EMITOR BERSAMA (COMMON EMITTER AMPLIFIER) ( Oleh : Sumarna, Lab-Elins Jurdik Fisika FMIPA UNY )

BAB III METODOLOGI PENULISAN

BAB III PERANCANGAN ALAT. Dalam perancangan dan realisasi alat pengontrol lampu ini diharapkan

TUGAS MATA KULIAH KAPITA SELEKTA Desain Sistem PLC 1 Arah Dosen: Bp. Binsar Wibawa

BAB II DASAR TEORI. Dasar teori yang mendukung untuk tugas akhir ini adalah teori tentang device atau

ALAT UKUR TINGGI BADAN DENGAN GELOMBANG ULTRASONIK BERPENAMPILAN DIGITAL

POT IKLAN BERTENAGA SURYA

Oleh: Mike Yuliana PENS-ITS

Identifikasi Gain dan Bandwidth Audio Amplifier Menggunakan MCS-51

PESAWAT TELEPON. Komponen-komponen Pesawat Telepon. Fungsi Pesawat Telepon. Basic Call Setup

TRANSISTOR 1. TK2092 Elektronika Dasar Semester Ganjil 2012/2013. Hanya dipergunakan untuk kepentingan pengajaran di lingkungan Politeknik Telkom

ini menggunakan IC Voice Recorder yang dapat menjawab telepon secara otomatis. TINJAUAN PUSTAKA Transistor [3,4] Transistor adalah kependekan dari tra

Prototype Ayunan Bayi Otomatis Berbasis Raspberry PI

SISTEM PENGATURAN LAMPU LALU LINTAS SECARA SENTRAL DARI JARAK JAUH

PENDETEKSI OTOMATIS ARAH SUMBER CAHAYA MATAHARI PADA SEL SURYA. Ahmad Sholihuddin Universitas Islam Balitar Blitar Jl. Majapahit no 4 Blitar.

Transkripsi:

RANCANG BANGUN ALAT VOICE OPERATED EXCHANGE Albert Mandagi Jurusan Teknik Elektro Universitas Trisakti Jl. Kiai Tapa No 1, Grogol, Jakarta Barat 11410 E-mail: albertmandagi@trisakti.ac.id (corresponding author) ABSTRACT A Voice Operated Exchange (VOX) is a switch used in telecommunications that operates when a sound is detected and exceeds a certain threshold. It is often used to turn a transmitter or recorder on when a user speaks and off when a user stops speaking. A VOX is commonly used as part of video conference or telepresence equipment. It is also used in cellular phones to preserve battery life. Cellular phones, two-way radios, phone recorders and tape recorders often have VOX as an option. On intercom systems, a VOX on the main console is often used in a room with a speaker, which serves as both a speaker and a microphone to monitor sounds such as conversation. The device circuit consists of microphone and speaker, amplifier, voltage doubler, comparator, monostable multivibrator and relay. A VOX circuit takes only a voice or other sound to trigger it. It remains on as long as the sound remains above a certain volume or decibel level. The circuit automatically turns off when the volume drops below the minimum decibel level after a short delay. Keywords: microphone and speaker, voice, monostable multivibrator, relays ABSTRAK Voice Operated Exchange (VOX) merupakan sebuah saklar yang digunakan dalam telekomunikasi yang bekerja pada saat terdeteksi suara yang melebihi ambang tertentu. Hal ini sering digunakan untuk menghidupkan pemancar atau perekam pada saat pengguna berbicara dan mematikan ketika pengguna berhenti berbicara. Sebuah VOX umumnya digunakan sebagai bagian dari peralatan video conference atau telepresence. VOX juga digunakan pada telepon selular untuk menghemat masa pakai baterai. Telepon selular, radio Citizen Band (CB), perekam telepon dan tape recorder sering memiliki VOX sebagai pelengkap. Pada suatu sistem interkom, sebuah VOX pada console utama sering digunakan dalam sebuah ruangan dengan sebuah speaker, yang berfungsi baik sebagai speaker maupun mikrofon untuk memonitor suara dalam percakapan. Rangkaian VOX terdiri dari mikrofon dan speaker, penguat, pengganda tegangan, komparator, multivibrator monostabil dan relay. Rangkaian VOX hanya membutuhkan berbagai suara sebagai pemicu. Selama masih ada suara di atas volume atau tingkat desibel tertentu, maka rangkaian akan bekerja. Rangkaian otomatis mati ketika volume suara turun di bawah tingkat desibel minimum setelah penundaan singkat. Kata kunci: mikrofon dan speaker, suara, multivibrator monostabil, relay

1. PENDAHULUAN Sebuah Voice Operated Exchange (VOX) umumnya digunakan sebagai bagian dari peralatan video conference atau telepresence. VOX juga digunakan pada telepon selular untuk menghemat masa pakai baterai. Telepon selular, radio Citizen Band (CB), perekam telepon dan tape recorder sering memiliki VOX sebagai option. Pada suatu sistem interkom, sebuah VOX pada console utama sering digunakan dalam sebuah ruangan dengan sebuah speaker, yang berfungsi baik sebagai speaker maupun mikrofon untuk memonitor suara dalam percakapan. Pada umumnya pesawat pemancar-penerima (transceiver) pada perangkat peralatan komunikasi radio antar penduduk, atau populernya disebut Citizen Band (CB) yang biasa, tidak dilengkapi dengan fasilitas Voice Operated Exchange (VOX). Pesawat transceiver yang mempunyai fasilitas VOX biasanya adalah pesawat besar, dimana ada fasilitas SSB, sehingga harganya pun relatif mahal bila dibandingkan dengan pesawat transceiver biasa. Seorang breaker dalam melakukan komunikasi, kebanyakan masih menggunakan metode lama, yakni menekan saklar tipe Push To Talk (PTT) untuk memindahkan mode dari menerima ke mode memancar. Dengan dipasangnya Alat Voice Operated Exchange (VOX) ini, seorang breaker apabila hendak masuk ke jalur frekuensi, tidak perlu lagi menekan saklar PTT, melainkan langsung mengucapkan kata-kata yang biasa dipakai (break in). Secara otomatis rangkaian VOX ini meng-on-kan relay transmit pada transceiver. Alat ini sangat berguna untuk pengguna yang mengendarai mobil, karena pada umumnya si pengendara selain memegang kemudi dan perseneling, juga harus memegang mikrofon. Dengan alat ini maka operator tidak perlu lagi menekan saklar PTT. Kegunaan lain dari alat ini adalah apabila diadakan round-table dan diskusi udara, maka diskusi tersebut akan terasa lebih hidup. [1], [4], [6]. 2. REALISASI RANGKAIAN Voice Operated Exchange (VOX) terdiri dari delapan rangkaian utama, yaitu: Rangkaian Penguat I. Rangkaian Pengganda Tegangan I. 52

Albert Mandagi. Rancang Bangun Alat Voice Operated Exchange Rangkaian Penguat II. Rangkaian Pengganda Tegangan II. Rangkaian Penjumlah. Rangkaian Komparator. Rangkaian Multivibrator Monostabil. Rangkaian Relay. Diagram blok dari Alat Voice Operated Exchange (VOX) secara keseluruhan dapat dilihat pada Gambar 1 berikut: X 1 MIC Rangkaian Penguat I Rangkaian Pengganda Tegangan I LS 1 Speaker Transceiver Rangkaian Penguat II Rangkaian Pengganda Tegangan II Penjumlah Komparator Saklar PTT Relay Rangkaian Multivibrator Monostabil Gambar 1. Diagram Blok Alat Voice Operated Exchange (VOX) Fungsi-fungsi dari rangkaian-rangkaian dalam diagram blok pada Gambar 1 adalah sebagai berikut: 1. Rangkaian Penguat I berfungsi menguatkan sinyal suara pembicara yang masuk ke mikrofon. Amplitudo pada Rangkaian Penguat I ini dapat diatur sehingga didapatkan hasil keluarannya. 2. Rangkaian Pengganda Tegangan I berfungsi menyearahkan dan menggandakan sinyal dari Rangkaian Penguat I menjadi tegangan searah positif jika ada suara yang masuk. 53

3. Rangkaian Penguat II berfungsi menguatkan sinyal audio yang masuk ke speaker pada pesawat transceiver, dimana sinyal ini akan digunakan sebagai sinyal anti VOX pada alat ini. Anti VOX berfungsi untuk mencegah aktifnya VOX yang disebabkan oleh suara yang keluar dari transceiver itu sendiri. Masukan dari rangkaian anti- VOX berupa sinyal yang berasal dari keluaran transceiver 2 yaitu suara lawan bicara pengguna radio CB. 4. Rangkaian Pengganda Tegangan II berfungsi menyearahkan dan menggandakan sinyal dari Rangkaian Penguat II menjadi tegangan searah negatif jika ada sinyal audio yang diterima. 5. Rangkaian Penjumlah berfungsi menjumlahkan tegangan searah positif dari Rangkaian Pengganda Tegangan I dan tegangan searah negatif dari Rangkaian. 6. Rangkaian Komparator berfungsi membandingkan tegangan searah hasil penjumlahan dari Rangkaian Penjumlah dengan tegangan referensi untuk mendapatkan tegangan pengendali bagi rangkaian multivibrator monostabil. 7. Rangkaian Multivibrator Monostabil berfungsi mengeluarkan suatu sinyal untuk menggerakkan relay yang lamanya dapat diatur dari 0,1 detik sampai 2,86 detik agar tetap memancar sejak sinyal suara sudah hilang. 8. Relay berfungsi menggantikan saklar Push To Talk (PTT) pada pesawat transceiver. Realisasi gambar rangkaian lengkap dari Alat Voice Operated Exchange (VOX) dapat dilihat pada Gambar 2 berikut ini: Analisa cara kerja rangkaian Alat Voice Operated Exchange (VOX) pada Gambar 2 sebagai berikut: Saat pengguna radio CB (breaker) ingin berbicara atau ingin berada dalam kondisi memancar, maka pengguna radio CB ini harus menekan saklar PTT pada radio CB yang digunakan. Dengan alat ini pengguna radio CB tersebut tidak perlu menekan saklar PTT tersebut, pengguna radio CB ini cukup berkata break-in atau apa saja untuk mengaktifkan saklar PTT yang dihubungkan pada alat ini. 54

Albert Mandagi. Rancang Bangun Alat Voice Operated Exchange 3 - + 2 Vcc +12V DC PTT NC NO R 15 IC1d D 5 R 5 R 6 R 2 R 4 - - + + R 8 R 7 R9 C 5 R 16 D 1 D 2 C 10 C 4 D 3 5 6 IC1a IC1b 10 4 1 R 14 R 11 R 13 R 10 R 12 R 18 C 3 RV 1 C 9 D 4 9 - IC1c + 8 13 R 19 R 17 RV 3 R 20 4 3 R RELAY 12VDC Q DIS TR 2 7 6 THR IC2 555 C V 5 C 12 C 11 Gambar 2. Rangkaian Lengkap Alat (VOX) 11 R 1 12 R 3 C 8 C 2 C 1 RV 2 L 1 L 2 C 7 X 1 MIC LS 1 Speaker 55

Suara yang diucapkan akan diterima oleh mikrofon pada Rangkaian Penguat I, yang terdiri dari IC1a, R1-2 dan IC1b, R4-5. Sinyal suara ini akan diperkuat dan disearahkan serta dilipat duakan oleh Rangkaian Pengganda Tegangan I, yang terdiri dari D1-2 dan C4-5. Tegangan yang keluar dari Rangkaian Pengganda Tegangan I ini adalah tegangan searah positif yang akan diumpankan ke Rangkaian Penjumlah, yang terdiri dari rangkaian paralel R8-9. Rangkaian Penjumlah ini menjumlahkan tegangan dari Rangkaian Pengganda Tegangan I, D1-2 dan C4-5 dengan tegangan dari Rangkaian Pengganda Tegangan II, D3-4 dan C9-10 yang mengeluarkan tegangan searah negatif. Rangkaian Pengganda Tegangan II ini mendapat sinyal dari Rangkaian Penguat II, yang terdiri dari IC1c, R17-18. Penjumlahan tegangan akan diumpankan ke Rangkaian Komparator, yang terdiri dari IC1d, R10-15. Rangkaian Komparator ini akan membandingkan tegangan yang masuk tersebut dengan tegangan referensi 0,2V. Tegangan keluaran Rangkaian Komparator ini akan diumpankan ke Rangkaian Multivibrator Monostabil yang dibentuk dari IC2 555. Rangkaian multivibrator monostabil ini akan mengeluarkan pulsa high dengan lebar pulsa yang dapat diatur dari 0,1 detik sampai 2,86 detik. Pulsa high ini akan digunakan untuk menggerakkan saklar relay pada Rangkaian Relay. Saklar relay tersebut dihubungkan pada tombol PTT pada pesawat CB, dengan demikian maka saklar PTT tersebut akan aktif. [2], [3], [5], [7]. 3. HASIL PENGUJIAN RANGKAIAN Setelah rangkaian Alat VOX ini direalisasikan, maka dilakukan pengujian terhadap beberapa bagian rangkaian dari alat tersebut dengan tujuan mengetahui kinerja alat. Titik-titik pengujian dari Alat Voice Operated Exchange (VOX) meliputi: Titik uji 1: Pengujian Rangkaian Penguat I. Titik uji 2: Pengujian Rangkaian Pengganda Tegangan I. Titik uji 3: Pengujian Rangkaian Komparator. Titik uji 4: Pengujian Tanggapan Frekuensi Rangkaian Penguat I. Titik uji 5: Pengujian Tanggapan Frekuensi Rangkaian Penguat II. 56

Albert Mandagi. Rancang Bangun Alat Voice Operated Exchange Hasil Pengujian Rangkaian dari Alat VOX dapat dilihat pada Tabel 1 sampai dengan Tabel 6 berikut ini: Tabel 1. Hasil Pengujian Rangkaian Penguat Titik Uji Rangkaian Penguat I Tegangan Input [mv] Tegangan Output [V] 1 I 1 50 2 I 2 50 1 Tabel 2. Analisa Hasil Pengujian Hasil Pengujian Hasil Perhitungan Persentasi Perbedaan (%) I 1 40 kali 47 kali 14,9 I 2 20 kali 21 kali 4,7 Dari Tabel 2 diatas terlihat, terdapat perbedaan antara perhitungan dan pengujian. Tabel 3. Hasil Pengujian Rangkaian Pengganda Tegangan I Titik Uji Tegangan Input [mv] Tegangan Output [V] 2 50 10 Analisa Hasil Pengujian: Hasil Pengganda Tegangan didapat tegangan positip sebesar 10 V, jika tegangan masukan diatur sebesar 50 mv. Tabel 4. Hasil Pengujian Rangkaian Komparator Titik Uji Tegangan Input [mv] Tegangan Output [V] 3 0 11,3 (high) 50 0,4 (low) Analisa Hasil Pengujian: Berdasarkan hasil pengujian rangkaian komparator maka dapat disimpulkan rangkaian komparator bekerja sesuai dengan rancangan, yaitu pada saat tidak terdeteksi tegangan keluaran komparator high, sedangkan pada saat terdeteksi tegangan keluaran komparator low. 57

Tabel 5. Hasil Pengujian Tanggapan Frekuensi Rangkaian Penguat I. Frekuensi [Hz] Tegangan Input [mv] Tegangan Output [V] 20 50 0,00 40 50 0,00 60 50 0,00 80 50 0,05 100 50 0,10 200 50 1,10 400 50 3,40 600 50 3,70 800 50 3,80 1000 50 3,80 1500 50 3,80 2000 50 3,60 4000 50 2,40 6000 50 1,50 8000 50 0,90 10000 50 0,60 20000 50 0,00 Gambar 3. KurvaTanggapan Frekuensi Rangkaian Penguat I Analisa Hasil Pengujian: Berdasarkan hasil pengujian Rangkaian Penguat I diperoleh hasil dari tanggapan frekuensi yaitu lebar pita sebesar 3180 Hz, dengan frekuensi cutoff 320 Hz dan 3500 Hz, dimana frekuensi tersebut masih dalam batas-batas frekuensi pembicaraan suara manusia. 58

Albert Mandagi. Rancang Bangun Alat Voice Operated Exchange Tabel 6. Hasil Pengujian Tanggapan Frekuensi Rangkaian Penguat II. Frekuensi [Hz] Tegangan Input [mv] Tegangan Output [V] 20 50 0,00 40 50 0,00 60 50 0,00 80 50 0,00 100 50 0,05 200 50 0,90 400 50 3,20 600 50 3,50 800 50 3,60 1000 50 3,60 1500 50 3,60 2000 50 3,40 4000 50 2,20 6000 50 1,30 8000 50 0,80 10000 50 0,50 20000 50 0,00 Gambar 4. KurvaTanggapan Frekuensi Rangkaian Penguat II Analisa Hasil Pengujian: Berdasarkan hasil pengujian Rangkaian Penguat II diperoleh hasil dari tanggapan frekuensi yaitu lebar pita sebesar 3220 Hz, dengan frekuensi cutoff 280 Hz dan 3500 Hz, dimana frekuensi tersebut masih dalam batas-batas frekuensi pembicaraan suara manusia. 59

4. KESIMPULAN 1. Alat Voice Operated Exchange (VOX) bekerja sesuai dengan rancangan. Penerapan anti VOX pada alat ini memberikan kemampuan yang cukup baik. Anti VOX ini berguna untuk menghambat sinyal yang masuk dari speaker pada saat menerima suara, sehingga relay tidak dapat menggerakkan saklar. 2. Penguatan sinyal dari Rangkaian Penguat I yaitu sebesar 2 V untuk pengujian dengan penguatan I 1 dan 1 V untuk pengujian dengan penguatan I 2. Didapatkan perbedaan persentase dengan analisa teoritis sebesar 14,9% untuk penguatan I 1 dan 4,7% untuk penguatan I 2. 3. Rangkaian Pengganda Tegangan dan Rangkaian Komparator bekerja sesuai dengan fungsinya. 4. Hasil uji tanggapan frekuensi, mempunyai lebar bidang 320 Hz 3500 Hz untuk Rangkaian Penguat I dan 280 Hz 3500 Hz untuk Rangkaian Penguat II, masih dalam batas pembicaraan suara manusia. DAFTAR PUSTAKA [1]. V Chan. Fundamental of Communication Data Analog & Digital. New Jersey: Prentice-Hall International, Inc., 1998. [2]. Boylestad, R., & Louis Nalhelsky. Electronic Devices and Circuit Theory, 11th edition. New Jersey, Pearson Education, Inc. 2012. [3]. D.J. Dailey. Operational Amplifier and Linier Integrated Circuit, Theory and Applications. Pennsylvania, McGraw-Hill Book Co., 1989. [4]. T.S. Kang. VOX for Ham Rigs. Electronics Projects Vol 15. EFY Enterprises Pvt Ltd New Delhi, Pp 50-52, 1994. [5]. P. Malvino & David J. B. Electronic Principles, 7th Edition. New York: McGraw-Hill Inc., 2011 [6]. Newton, H. Newton's Telecom Dictionary, CMP books. p. 901. 2004. [7]. G. Ramakant. Op-Amp and Linier Integrated Cicuit, 4th Edition. New Jersey : Prentice-Hall International Inc., 2009 60