MANAJEMEN SDM INTERNASIONAL

dokumen-dokumen yang mirip
MSDM INTERNASIONAL. Dosen : Drs. Heru Susilo, M.A. Detha Alfrian Fajri, S.AB., M.M. Disusun oleh : Abiyasa

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

BAB I PENDAHULUAN. Saat globalisasi dan pasar bebas mulai merambah Indonesia, terjadilah

Berbagai macam bentuk penetrasi pasar luar negeri: Ekspor Lisensi Waralaba Perusahaan multinasional Perusahaan global BAB 12.

MAKALAH INDIVIDUAL MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA. TENTANG MANAJEMEN SDM GLOBAL: KEBERAGAMAN SDM YAMAHA MOTOR Co. Ltd

MANAJEMEN SDM INTERNASIONAL ANDRI HELMI M, SE., MM BISNIS INTERNASIONAL

Analisis dan Desain Jabatan

Perilaku Individu dan Manajemen Sumber Daya Manusia Internasional

Pengantar Manajemen Sumber Daya Manusia

Bisnis Internasional. Pengaturan SDM pada Perusahaan Multinasional (MNC) Andi Youna Bachtiar, M.Ikom. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Akuntansi

BAB I PENDAHULUAN. identitas sebuah organisasi maupun perusahaan dikarenakan masing-masing. memberikan dampak yang buruk terhadap organisasi tersebut.

Intoduction: Manajemen Sumber Daya Manusia

Human Resources Management (HRM)

MSDM Materi 14 Audit SDM

MSDM Materi 14. Audit SDM. 1

Materi 9 Organizing: Manajemen Sumber Daya Manusia

Strategic Human Resource Management

Analisis dan Desain Jabatan. Manajemen Sumber Daya Manusia

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA MSDM INTERNASIONAL. Makalah Untuk Memenuhi Tugas Kelompok 12 Manajemen Sumber Daya Manusia Kelas A

MSDM Materi 2 Analisis dan Desain Jabatan

BAB I PENDAHULUAN. menjadi professional accountant khususnya di era ASEAN Economic

Pengantar Manajemen Sumber Daya Manusia

ORGANIZATION THEORY AND DESIGN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

APA ARTI KINERJA / PERFORMANCE?

KOMUNIKASI BISNIS KOMUNIKASI BISNIS LINTAS BUDAYA / ANTAR BUDAYA. Dosen : Fitria Nursanti SE., MPd. S1 Akuntansi. Modul ke:

Pertemuan 3 Manajemen SDM

AUDIT SDM dan TANTANGAN SDM MASA DEPAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS RENCANA PROGRAM & KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan yang bermutu tinggi, dan sarana prasarana transportasi yang lebih

BENTUK PEMBELAJARAN 4. Metoda contextual instruction 5. Media : kelas, komputer, LCD, whiteboard, web

I. PENDAHULUAN. Isu globalisasi sering diperbincangkan sejak awal tahun Globalisasi

I. PENDAHULUAN. Tabel 1. Pertumbuhan Ekonomi Negara di Dunia Periode (%)

MANAJEMEN SDM PADA PERUSAHAAN MULTINASIONAL Kerja Yang Secara Mental Menantang Ganjaran Yang Pantas Kondisi Kerja Yang Mendukung Rekan Kerja Yang Mend

Intoduction: Manajemen Sumber Daya Manusia

BAB I PENDAHULUAN. Sumber Daya Manusia yang berkualitas merupakan modal dasar bagi pembangunan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Sejak tahun 1920, dunia mengalami economic boom, yakni sebuah

Mata Kuliah Manajemen Pelatihan dan Pengembangan

ANDRI HELMI M, SE., MM MANAJEMEN OPERASI INTERNASIONAL

STMIK UBUDIYAH. MATA KULIAH : Manajemen Personalia. JURUSAN : Manajemen DOSEN : Agus Ariyanto,SE,M.Si

PERANAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN KINERJA ORGANISASIONAL UNTUK PENCAPAIAN KEUNGGULAN KOMPETITIF

Oleh. Dr. Zainuddin Iba, SE., M.M 29 November 2017 BAHAN AJAR M S D M. Bagian 6 SDM INTERNASIONAL

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Sejak pasca Perang Dunia II fenomena ekonomi politik nasional ditandai dengan

FENOMENA MANAJEMEN SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF SDM (SUMBER DAYA MANUSIA) 1 Oleh: Dra. Sri Mulyani 2

BAB I PENDAHULUAN menjadi Rp 335 triliun di tahun Perkembangan lain yang menarik dari

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan era globalisasi yang semakin pesat didukung dengan

KNOWLEDGE WORKER AND KNOWLEDGE MANAGEMENT

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

Bab 9: PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN. Hak cipta 2005 South-Western. Semua hak dilindungi undangundang.

Budaya dan Komunikasi 1

ILMU ADMINISTRASI BISNIS FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG MARET,

Manajemen SDM. 1 st Week

M N PERUSAHAAN MULTI NASIONAL DIDALAM SISTEM INFORMASI

I. PENDAHULUAN. perkembangan dunia bisnis semakin pesat yang didukung oleh kemajuan

Tanah. Faktorfaktor. Produksi. Kewirausahaan

BAB I PENDAHULUAN. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang

KEKUATAN TENAGA KERJA DAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA TINGKAT GLOBAL. Bisnis Internasional >> Raswan Udjang

Pengantar Bisnis. Tujuan, Sumber Daya, dan Stakeholders Bisnis MODUL PERKULIAHAN. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM (FEBI) UIN AR RANIRY

I. PENDAHULUAN. moneter terus mengalami perkembangan. Inisiatif kerjasama mulai dikembangkan

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. dicapainya. Tujuan tersebut diraih dengan mendayagunakan sumber-sumber

ORIENTASI KONSEP PO YUDHA PRAKASA, S.AB, M.AB L/O/G/O

BAB I PENDAHULUAN. manusia yang dinamis dan syarat akan perkembangan, oleh karena itu

BAB I PENDAHULUAN. Alexandros dkk (2005) dalam penelitiannya mengenai implementasi metodologi

Modul ke: Fakultas EKONOMI & BISNIS. Program Studi MANAJEMEN

STRATEGIC OF HUMAN RESOURCE MANAGEMENT

BAB I PENDAHULUAN. Upaya pembangunan pendidikan di Indonesia dilaksanakan dalam berbagai

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) MATA KULIAH: MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA EKM 202

Jenis dan Bentuk Perubahan Organisasi

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

KATALOG KASUS PENGGUNAAN. Gunakan Yammer sebagai tempat bersosialisasi dan mulai berkolaborasi, berinovasi, dan ikut terlibat.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

ID No EQUIS Input Proses Output Predecessors. Membuat Visi. 3 N/A Membuat Misi 2

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 20 karyawan divisi HC (Human Capital) yang mempersepsi budaya perusahaan di

BAB I PENDAHULUAN. berwibawa (good gavernance) serta untuk mewujudkan pelayanan publik yang

Operasi Pemasaran Global

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian (Bappenas,2006)

Modul ke: Fakultas EKONOMI & BISNIS. Program Studi MANAJEMEN

MANAJEMEN LINTAS BUDAYA EMPLOYEE AND EXPATRIATE ASSIGNMENT

Bab 9 - Project Human Resource Management Sumber: PMBOK 2000, Diterjemahkan oleh Mahasiswa STMIK Mardira Indonesia, Bandung

Empat sub pokok pembahasan, yaitu digambarkan dalam bagan dibawah ini:

PERUSAHAAN MULTI NASIONAL DIDALAM SISTEM INFORMASI

BAB I PENDAHULUAN. Pada era globalisasi, setiap perusahaan berupaya untuk menciptakan

BAB I PENDAHULUAN. suatu perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor internal dan eksternal yang

MANAJEMEN RISIKO crmsindonesia.org

ORGANIZATION THEORY AND DESIGN

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu pengembang otomotif terbesar di ASEAN

LEADERSHIP OF CARLOS GHOSN AT NISSAN Oleh: Ariefka Sari Dewi, M.B.A. Nissan Automobile merupakan perusahaan manufaktur kendaraan (mobil) yang

BAB I PENDAHULUAN. Negara-negara ASEAN telah setuju mewujudkan kawasan perdagangan bebas.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

MSDM Materi 6 Orientasi dan Penempatan

Transkripsi:

MANAJEMEN SDM INTERNASIONAL Disusun Guna Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia Dosen Pengampu: Dr. Udik Budi Wibowo, M. Pd Disusun Oleh: Moh Khoerul Anwar, S. Pd 14713251002 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING PASCA SARJANA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2016 0

BAB I RINGKASAN Tantangan penting untuk organisasi baik dari sektor publik dan swasta di abad kedua puluh satu adalah kebutuhan untuk beroperasi melintasi batas-batas nasional (Brewster, dkk, 2005). "Dalam pertimbangan bab ini diberikan kepada bagaimana organisasi menanggapi tantangan ini melalui praktek manajemen sumber daya manusia internasional (HRM). Dengan demikian, bab ini akan mengupas sejauhmana peranan manajemen dalam melintasi batas-batas nasional tersebut. Beberapa hal yang akan di kaji dalam manajemen SDM internasional adalah sebagai berikut a) arti dari HRM internasional, b) isu di HRM internasional, c) dampak globalisasi, d) perbedaan lingkungan dan budaya internasional, e) faktor yang mempengaruhi pilihan antara konvergensi dan divergensi, f) kebijakan SDM global, dan g) mengelola ekspatriat. HRM Internasional adalah proses mengelola orang melintasi batas internasional oleh perusahaan-perusahaan multinasional. Ini melibatkan manajemen di seluruh dunia dari orang, bukan hanya manajemen ekspatriat. Perusahaan yang berfungsi secara global terdiri perusahaan internasional dan multinasional. Perusahaan internasional adalah mereka di mana operasi berlangsung pada anak perusahaan luar negeri yang bergantung pada keahlian bisnis atau kapasitas produksi dari perusahaan induk; mereka mungkin sangat terpusat dengan kontrol yang ketat. Perusahaan multinasional adalah orang-orang di mana sejumlah usaha di berbagai negara dikelola secara keseluruhan dari pusat; tingkat otonomi mereka memiliki akan bervariasi. Dalam memahami manajemen internasional perlu juga memahami karakter dari budaya lokal. Hal ini dikarenakan konteks lokal adalah kunci. Orang HR internasional perlu mengajukan pertanyaan seperti Apa lingkungan bisnis di sini? Apa peran serikat buruh? Apa hukum tenaga kerja lokal? Apakah orang-orang ini berbeda? Apakah pola motivasi mereka berbeda?. Dengan memahami beberapa pertanyaan tersebut, HR internasional mampu memahami indigenous culture yang ada pada sebuah perusahaan tersebut. 1

Berkaitan dengan pengertian tersebut, beberapa isu yang berkembang terkait manajemen SDM internasional seperti globalisasi, perbedaan lingkungan, perbedaaan budaya, konvergensi dan divergensi dan kepegawaian global. Beberapa hal tersebut menjadi perhatian dalam proses manajemen internasional. Secara langsung, manajemen internasional membuat manusia harus memiliki sikap toleransi yang tinggi, multikultural yang tinggi, dan perilaku berbudaya yang tinggi antar sesama bangsa atau dengan bangsa lainnya. Brewster, dkk (2005) mengidentifikasi tiga proses yang merupakan HRM global: bakat merek manajemen / karyawan, manajemen tugas internasional, dan mengelola tenaga kerja internasional. Profesional SDM global bertindak sebagai penjaga budaya, nilai-nilai dan sistem operasi global. Oleh karenanya, bagian dari manajemen internasional adalah manajemen espatriat. Manajemen ekspatriat merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan atau kegagalan dalam bisnis internasional. Ekspatriat yang mahal; mereka dapat biaya tiga atau empat kali lebih banyak sebagai kerja dari individu yang sama di rumah. Mereka bisa sulit untuk mengelola karena masalah yang terkait dengan beradaptasi dan bekerja di lingkungan yang asing, kekhawatiran tentang perkembangan mereka dan karir, kesulitan yang dihadapi ketika mereka kembali memasuki perusahaan induk mereka setelah tugas di luar negeri, dan bagaimana mereka harus dibayar. Oleh karenanya perlu ada kebijakan-kebijakan dalam membantu mengatasi masalah tersebut diantaranya adalah kebijakan sumber, kebiajakn seleksi dan rekruitmen, spesifikasi peran, preview realistis, kebijakan persiapan, kebijakan pelatihan, kebijakan manajemen karier, kebijakan asimilasi dan ulasan, kebijakan re-entry dan kebijakan bayaran serta tunjangan. Permasalah yang akan di selesaikan juga perlu melibatkan peran HR. manajer HR harus memainkan bagian penting dalam semua kegiatan tersebut, tetapi Welch, dkk (2009) mencatat dari penelitian mereka bahwa mereka sering lepas dari langkah-langkah penting untuk mendefinisikan tujuan tugas, menetapkan harapan yang realistis, dan keputusan penempatan pasca-tugas. Mereka cenderung untuk bertindak sebagai administrator birokrasi selama periode penugasan. Hal ini digunakan sebagai langkah yang efektif dalam menerapkan 2

kebijakan-kebijak yang telah ada dan membantu perusahaan dalam mengelola sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten. 3

BAB II PEMBAHASAN MANAJEMEN SDM INTERNASIONAL A. Multinasional Perusahaan dan Strategi SDM Global 1. Perspektif Global Manajemen Sumber Daya Manusia Global adalah penggunaan sumber daya global untuk mencapai tujuan organisasi tanpa memandang batasan geografis. Bidang Manajemen SDM Global dikarakteristikan oleh 3 pendekatan, yaitu a) manajemen SDM Global menekankan manajemen lintas budaya (cross-cultural management) yaitu melihat perilaku manusia dalam organisasi dari perspektif internasional; b) dikembangkan dari hubungan industrial komparatif dan literature-literatur Manajemen SDM dan berusaha untuk menggambarkan, membandingkan dan menganalisis system SDM di beberapa Negara; dan c) berusaha untuk memberikan focus pada aspek Manajemen SDM di perusahaan-perusahaan multinasional (Andri Helmi, 2008). Dari penjelasan tersebut dapat dilihat bahwa SDM global sangat penting bagi sebuah perusahaan. Terlebih bangsa dan dunia ini akan menghadapi fase dimana orang bebas untuk bekerja dimanapun sesuai dengan keinginannya. Di awal tahun ini kita telah memasuki masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), lalu di tahun 2017 akan menghadapi partnership Asia-Afrika (PAA) dan pada tahun 2020 akan menghadapi globalisasi. Ketiga hal ini sangat penting dalam dunia MSDM internasional dimana semua orang bebas bekerja dan bebas memilih di negara manapun. Amstrong (2010) menegaskan bahwa globalisasi adalah proses integrasi ekonomi internasional di pasar dunia. Ini melibatkan pengembangan pasar internasional tunggal untuk barang atau jasa disertai dengan pertumbuhan yang dipercepat dalam perdagangan dunia. Dengan demikian adanya globalisasi ini mampu mentransmisikan segala hal pada dunia. Hal ini juga di ungkapkan oleh Ulrich (1998) bahwa globalisasi menuntut organisasi untuk memindahkan orang, ide-ide, produk dan informasi di seluruh dunia untuk memenuhi kebutuhan lokal. 4

Lebih lanjut Bartlett dan Ghoshal (1991) berpendapat bahwa masalah utama bagi perusahaan multinasional adalah kebutuhan untuk mengelola tantangan efisiensi global dan fleksibilitas multinasional, kemampuan organisasi untuk mengelola risiko dan memanfaatkan peluang-peluang yang muncul dari keragaman dan volatilitas lingkungan global. Artinya bahwa perusahaan multinasional perlu memahami dan memanfaatkan peluangpeluang yang ada sehingga perusahaan tersebut mampu berkembang dan bersaing dalam kancah internasional. 2. Konvergen dan divergen Menurut Brewster et al (2005), efektivitas HRM global yang tergantung pada kemampuan untuk menilai sejauh mana organisasi harus menerapkan praktek-praktek serupa di seluruh dunia (konvergensi) atau menyesuaikannya sesuai kondisi lokal (divergence). Dilema yang dihadapi semua perusahaan multinasional adalah bahwa untuk mencapai keseimbangan antara konsistensi internasional dan otonomi daerah. Mereka harus memutuskan sejauh mana kebijakan SDM mereka harus baik 'bertemu' di seluruh dunia untuk menjadi dasarnya sama di setiap lokasi, atau 'menyimpang' dibedakan dalam menanggapi kebutuhan lokal. Oleh karena itu, dalam penerapan SDM internasional perlu mempertimbangkan lokal wisdom. Hal ini di peruntukan agar ada keseimbangan antara kebijakan yang bersifat umum dan kebiajakn yang bersifat khusus. Selain itu, adanya kebijakan khusus ini di gunakan untuk mengatur otonomi daerah yang terkait dengan SDM internasional. Lebih lanjut Brewster (2004) percaya bahwa konvergensi mungkin meningkat sebagai akibat dari kekuatan pasar, pentingnya tekanan biaya, kualitas dan produktivitas, munculnya ekonomi biaya transaksi, pengembangan kader berpikiran internasional, dan tolok ukur praktek terbaik. Hal ini juga di perkuat oleh Stiles (2007) bahwa praktik umum di perbatasan mungkin tepat: 'Organisasi mencari apa yang bekerja dan untuk HR di perusahaan multinasional, berbagai pilihan terbatas pada praktek umum yang diyakini untuk mengamankan kinerja tinggi.' Brewster, dkk juga (2005) 5

berpikir bahwa itu sangat mungkin untuk beberapa bagian dari sistem HR untuk berkumpul sementara bagian lain yang menyimpang. Dari pendepat tersebut berkebalikan dari pendapat yang pertama. Jika pertama menunjukan akan pentingnya divergen dikarenakan akan melindungi hal-hal yang berkaitan dengan lokal wisdom dan budaya setempat. Namun jika pendapat ini lebih menuju ke arah persepsi global. Dimana perlu ada pemasaran secara mendunia, pegaturan SDM mengglobal dan adanya organisasi secara global mendunia. 3. Staff Global Collings, dkk (2009) mendefinisikan staf global sebagai isu kritis yang dihadapi oleh perusahaan multinasional ketika mengisi posisi kunci di kantor pusat dan anak perusahaan operasi mereka. Pilihannya adalah dari negara induk perusahaan, warga negara tuan rumah (karyawan dari lokasi anak perusahaan) dan warga negara ketiga (karyawan dari negara selain negara asal atau host). Mereka pergi dengan mengatakan bahwa campuran yang tepat dari dapat berdampak signifikan pada kemampuan perusahaan multinasional untuk mencapai pembelajaran, inovasi dan integrasi perusahaan'.collins, dkk (2009) sebagai' isu kritis yang dihadapi oleh perusahaan multinasional ketika mengisi posisi kunci di kantor pusat dan anak perusahaan mereka. Dengan demikian, adanya tiga elemen staf tersebut guna mengatur dan mengelola serta menjaga kestabilan perusahaan dari berbagai pihak. Dengan adanya staff dari tuan rumah negara dan pegawai yang datang dari luar negeri dapat membantu dan saling bertukar wawasan serta ilmu pengetahuan dalam bidang tertentu. Menurut Hollinshead, 1995(Ivancevich, 2001) dalam pengaturan atau pengelolaan staf harus menggunakan berbagai kriteria Internasional, antara lain; a) calon karyawan harus memiliki kepribadian yang sabar, tekun, penuh inisiatif danfleksibel dalam menerima atau bereksperimen terhadap hal yang baru dalam pekerjaan; b) calon karyawan harus memiliki ketrampilan teknis yang tinggi dan sesuai dengankemajuan teknologi. Selain ketrampilan teknis, calon karyawan juga harus memiliki ketrampilan dalam berkomunikasi yang mencakup penguasaan bahasa; c) calon karyawan harus memiliki sikap 6

toleransi yang tinggi atau perbedaan ras, kepercayaan atau agama, warna kulit, nilai-nilai, kebiasaan, serta adat istiadat dan tradisi; d) calon karyawan harus memiliki motivasi yang tinggi serta mempertahankannya; dan e) calon karyawan harus memiliki perilaku yang baik dalam keanggotaan sebuah komunitas yang lebih besar. Dengan adanya beberapa kriteria yang telah ditentukan berharap staff yang akan diberdayakan dalam staff global mampu menjalani dan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai karyawan yang baik dan bertanggungjawab. B. Perbedaan Budaya dan Transnational Perusahaan Hiltrop (1995) mencatat daerah HR berikut yang mungkin akan terpengaruh oleh budaya nasional: keputusan dari apa yang membuat seorang manajer yang efektif; memberikan tatap muka umpan balik; kesiapan untuk menerima tugas internasional; membayar sistem dan konsep yang berbeda dari keadilan sosial; pendekatan untuk restrukturisasi organisasi dan dinamika strategis. Hal itu juga diperjelas oleh Mondy (2008) bahwa budaya negara adalah sekumpulan nilai, simbol keyakinan, bahasa, dan norma yang memandu perilaku manusia di suatu negara. Artinya bahwa manusia itu yang di arahkan agar memiliki budaya yang baik dan tepat untuk bangsa dan negaranya. Dalam konten perbedaan budaya memiliki peranan dalam manajemen SDM internasional. Akan tetapi perbedaan budaya tidak menjadi penghambat dalam proses MSDM tersebut. Selain itu, Signifikansi perbedaan budaya adalah pesan berpengaruh disampaikan oleh Hofstede (1991). Ia mendefinisikan budaya sebagai pemrograman mental kolektif orang di lingkungan, disebut nilai-nilai budaya sebagai kecenderungan luas untuk memilih negara-negara tertentu urusan atas orang lain, dan menggambarkan organisasi sebagai budaya-terikat. Dengan menggunakan data di seluruh dunia pada karyawan IBM ia mengidentifikasi empat dimensi budaya nasional: penghindaran ketidakpastian, maskulinitas / feminitas, daya jarak dan individualisme / kolektivisme. Dengan demikian faktor budaya juga menentukan dalam proses manajemen SDM. Budaya memberikan pengaruh 7

pada perusahaan dan perilaku pekerja yang satu dengan lainnya. Selain itu pula, akan terjadi akulturasi budaya dalam sebuah perusahaan yang memiliki pegawai atau karyawan yang berasal dari berbagai wilayah dan negara. Selanjutnya Mondy (2008) juga menegaskan bahwa pentingnya memahami budaya negara tuan rumah guna memahami indigenous culture tempat yang akan di tinggali. Lebih lanjut Amstrong (2010) menjelaskan bahwa perbedaan lingkungan antara negara-negara harus diperhitungkan dalam mengelola global. Gerhart dan Fang (2005) menyebutkan bahwa ini termasuk 'perbedaan sentralitas pasar, lembaga, peraturan, perundingan bersama dan karakteristik angkatan kerja'. Misalnya, di Eropa Barat, cakupan perundingan bersama adalah jauh lebih tinggi daripada di negara-negara seperti Amerika Serikat, Kanada dan Jepang. Pekerjaan dewan yang diamanatkan oleh hukum di negara-negara Eropa Barat seperti Jerman, tapi tidak di Jepang atau Amerika. Di Cina, Eropa Timur dan Meksiko, biaya tenaga kerja secara signifikan lebih rendah daripada di Eropa Barat, Jepang dan Amerika Serikat. 8

BAB III PENUTUP A. SIMPULAN 1. Ada kalanya pentingnya divergen dikarenakan akan melindungi hal-hal yang berkaitan dengan lokal wisdom dan budaya setempat. Namun ada kalanya jugaini lebih menuju ke arah persepsi global. Dimana perlu ada pemasaran secara mendunia, pegaturan SDM mengglobal dan adanya organisasi secara global mendunia 2. Adanya beberapa kriteria yang telah ditentukan berharap staff yang akan diberdayakan dalam staff global mampu menjalani dan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai karyawan yang baik dan bertanggungjawab. 3. Adanya perbedaan sentralitas pasar, lembaga, peraturan, perundingan bersama dan karakteristik angkatan kerja'. Misalnya, di Eropa Barat, cakupan perundingan bersama adalah jauh lebih tinggi daripada di negaranegara seperti Amerika Serikat, Kanada dan Jepang. Pekerjaan dewan yang diamanatkan oleh hukum di negara-negara Eropa Barat seperti Jerman, tapi tidak di Jepang atau Amerika. Di Cina, Eropa Timur dan Meksiko, biaya tenaga kerja secara signifikan lebih rendah daripada di Eropa Barat, Jepang dan Amerika Serikat. B. SARAN 1. Perusahaan multinasional perlu memahami dan memanfaatkan peluangpeluang yang ada sehingga perusahaan tersebut mampu berkembang dan bersaing dalam kancah internasional. 2. Upaya-upaya pada pemantapan dan kematangan SDM dalam menghadapi globalisasi, PAA dan MEA. 3. Mengekplorasi hal-hal yang berkaitan dengan lokal wisdom sehingga dapat di munculkan pada kancah internasional. 9

DAFTAR PUSTAKA Andri Helmi. (2008). Manajemen Internasional. Tidak diterbitkan. Amstrong, M. (2010). Amstrong s Essesntial Human Resource Management Practice: A Guide to People Management. USA: Kogan Bartlett, C A and Ghoshal, S. (1991). Managing Across Borders: The transnational solution. London: London Business School Brewster, C, Sparrow, P and Harris, H. (2005). Towards a new model of globalizing HRM, International Journal of Human Resource Management, 16 (6), pp 949 70 Brewster, C. (2004). European perspectives of human resource management, Human Resource Management, Review, 14 (4), pp 365 82 Collings, dkk. (2009). Global staffing: a review and thematic research agenda, International Journal of Human Resource Management, 20 (6), pp 1253 72 Gerhart, B and Fang, M. (2005). National culture and human resource management: assumptions and evidence, International Journal of Human Resource Management, 16 (6), pp 971 86 Hiltrop, J M (1995) The changing psychological contract: the human resource challenge of the 1990s, European Management Journal, 13 (3), pp 286 94. Hofstede, G. (1991). Culture and Organization: Software of the mind. London: Sage. Ivancevich, John M.(2001).Human Resource Manajemen(8 th ed).nort America:McGraw Hill. Mondy, Wayne. (2008). Manejemen Sumber Daya Manusia. (edisi Kesepuluh). Jakarta: Erlangga. Stiles, P (2007) A world of difference?. People Management, 15 November, pp 36 41. Ulrich, D. (1998). A new mandate for human resources. Harvard Business Review. January February, pp 124 34 10