Upah Minimum atau Iuran PBI

dokumen-dokumen yang mirip
BEBAN PENYAKIT TERKAIT ROKOK TERHADAP JAMINAN KESEHATAN NASIONAL

TINJAUAN KEPESERTAAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN)

AGENDA. PERAN MAHASISWA pada PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL- KARTU INDONESIA SEHAT 1/4/2018. Dr. Bimantoro R, AAK Kepala Cabang Semarang

PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN KESEHATAN. Pembukaan Majenas II SPN

Kasus-kasus Perselisihan antara Hak Pasien dan Standar Biaya

dr. Mohammad Edison, MM., AAK

Program Jaminan Kesehatan Nasional-kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS)

PERKEMBANGAN PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL

MATERI DJSN PELAKSANAAN PROGRAM JKN PROPINSI KALSEL Tahun

PERAN BPJS KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DAN PELAYANAN KEDOKTERAN

drg. Usman Sumantri, MSc. Dewan Jaminan Sosial Nasional

Perbaikan sistem pembiayaan kesehatan era JKN menuju Universal Health Coverage

HASIL MONITORING DAN EVALUASI SEMESTER I TAHUN Bandung, 25 Agustus 2015

KEBIJAKAN DALAM PENINGKATAN MUTU PELAYANAN PRIMER. Dr. Maya A.Rusady,M.Kes,AAK Direktur Pelayanan

PENGELOLAAN PELAYANAN RUJUKAN DALAM MERESPON MASYARAKAT EKONOMI ASEAN

PROGRAM JAMINAN KESEHATAN

Isu Faktual Pelaksanaan Jaminan Sosial

Perkembangan Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan

Pelaksanaan Ujicoba Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen Pelayanan. Oleh: Kartika Widyastuti Kepala Unit MPKP

VISI DAN MISI BPJS KESEHATAN TAHUN Fachmi Idris Direktur Utama

Peranan BPJS Kesehatan Dalam Peningkatan Pelayanan Kesehatan

Prosedur Pendaftaran Peserta JKN

MEKANISME PENYELESAIAN PERSELISIHAN KLAIM DI BPJS KESEHATAN

BAB 1 : PENDAHULUAN. untuk mengoperasikan BPJS Kesehatan atas perintah UU BPJS. Undang-undang BPJS adalah

HASIL KAJIAN DAN PENELITIAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM JKN-KIS. Mundiharno Direktur Perencanaan, Pengembangan dan Manajemen Risiko

Notulen Diskusi Panel Indonesia Healthcare Forum I HARAPAN KENYATAAN & SOLUSI JKN 28 Maret 2016

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 1 : PENDAHULUAN. mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan

BAB I PENDAHULUAN. dapat diketahui kelemahan dan kekurangan jasa pelayanan kesehatan.

Evaluasi Pelayanan JKN-KIS Tahun 2017 Wilayah DKI Jakarta Dan Implementasi Vedika. BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Jabodetabek

Peranan BPJS Kesehatan Dalam Peningkatan Pelayanan Kesehatan

IMPLEMENTASI PELEPASAN INFORMASI MEDIS DALAM SISTEM PEMBAYARAN E KLAIM BPJS KESEHATAN DR BIMANTORO R, AAK

BAB 1 : PENDAHULUAN. berdasarkan amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang No. 40 tahun 2004

BAB 1 : PENDAHULUAN. Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang ditetapkan dalam UU nomor 40 tahun

PROGRAM JAMINAN KESEHATAN BPJS KESEHATAN

BUPATI DHARMASRAYA PERATURAN BUPATI DHARMASRAYA NOMOR : 7 TAHUN 2014 TENTANG

BAB 1 : PENDAHULUAN. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun Pembangunan

Perluasan Cakupan Peserta & Peningkatan Kolektabilitas Iuran Jaminan Sosial Bidang Kesehatan

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN PENSIUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN KECELAKAAN KERJA DAN JAMINAN KEMATIAN

PROGRAM JAMINAN KESEHATAN

BAB I PENDAHULUAN. Setiap negara mengakui bahwa kesehatan menjadi modal terbesar untuk

BAB I PENDAHULUAN. termasuk ke Perguruan Tinggi dan Lembaga Swadaya Masyarakat. SJSN. mencakup beberapa jaminan seperti kesehatan, kematian, pensiun,

IMPLEMENTASI INTEGRASI JAMKESDA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN PENSIUN

BAB I PENDAHULUAN. Dunia saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat dan semua aspek

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. program jaminan sosial oleh beberapa badan penyelenggara jaminan sosial. 6

BAB I PENDAHULUAN. hal yang sangat diperhatikan bagi tiap-tiap stake holder di berbagai penjuru

BAB 1 PENDAHULUAN. Kesehatan adalah hak fundamental setiap warga Negara (UUD 1945 pasal 28

ANALISIS BPJS KESEHATAN

Reformasi Sistem Jaminan Sosial Nasional di Indonesia

DEWAN JAMINAN SOSIAL NASIONAL DEWAN JAMINAN SOSIAL NASIONAL. Sambutan Ketua DJSN. Pada Pembukaan Kaleidoskop Penyelenggaraan Jaminan Sosial Tahun 2017

Jamkesda: Trigger! (Setelah JPKM)

Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional

UPAYA PENINGKATKAN AKSES PELAYANAN. TATI DENAWATI, S.Si, Apt, MHSM Grup MPKR

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kesehatan merupakan hak asasi manusia yang harus dilindungi dan

KONDISI TERKINI PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH)

IMPLEMENTASI JKN DAN MEKANISME PENGAWASANNYA DALAM SISTEM KESEHATAN NASIONAL. dr. Mohammad Edison Ka.Grup Manajemen Pelayanan Kesehatan Rujukan

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN PENSIUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

Harapan-Kenyataan. Penyelenggaraan JKN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN PENSIUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. investasi dan hak asasi manusia, sehingga meningkatnya derajat kesehatan

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN KECELAKAAN KERJA DAN JAMINAN KEMATIAN

BPJS Kesehatan Divisi Regional VII

RINGKASAN EKSEKUTIF LAPORAN PENGELOLAAN PROGRAM DAN LAPORAN KEUANGAN JAMINAN SOSIAL KESEHATAN TAHUN 2014

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. BADAN PENYELENGGARA JAMINAN KESEHATAN. secara nasional berdasarkan prinsip asuransi social dan prinsip ekuitas, dengan

PERAN DINAS KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI DAERAH. Oleh : KOMISI VII RAKERKESNAS REGIONAL BARAT

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Hak tingkat hidup yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan

EVALUASI PELAKSANAAN JKN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN KECELAKAAN KERJA DAN JAMINAN KEMATIAN

ESENSI DAN UPDATE RENCANA PENYELENGGARAAN BPJS KESEHATAN 1 JANUARI 2014

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Notulen Diskusi Panel Indonesia Healthcare Forum II HARAPAN KENYATAAN & SOLUSI JKN. Terkait Regulasi & Pembiayaan 26 April 2016

POTENSI FRAUD DAN MORAL HAZARD DALAM PENYELENGGARAAN JKN BPJS KESEHATAN

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 111 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG JAMINAN KESEHATAN

LAPORAN BULANAN PENGELOLAAN PROGRAM JAMINAN KESEHATAN BAGI BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KESEHATAN

BAB III PEMBAHASAN Prosedur Pernyataan Piutang

BAB 1 PENDAHULUAN. asuransi sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasar kesehatan

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG JAMINAN KESEHATAN

PERAN STRATEGIS BPJS KESEHATAN DALAM PENINGKATAN CAKUPAN DAN KUALITAS JAMINAN KESEHATAN BPJS KESEHATAN PROPINSI RIAU

Laksono Trisnantoro Ketua Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

There are no translations available. Pertanyaan-Pertanyaan Dasar Seputar JKN dan BPJS

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia untuk dapat

Peta Potensi Korupsi Dana Kapitasi Program JKN

JKN dan BPJS Kesehatan. Dr. Greisthy E.L. Borotoding Kepala BPJS Kesehatan Cabang Manado

Transkripsi:

Upah Minimum atau Iuran PBI Disampaikan oleh: Mundiharno Direktur Perencanaan Pengembangan & MR BPJS Kesehatan Forum Diskusi Publik Nasional Penguatan Jaminan Sosial Dalam Memenuhi Kebutuhan Hidup Layak Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat. Rabu, 1 Maret 2017 1

I Pengantar 2

Kemudahan Amandemen Ke II UUD 1945 Pasal 28H Ayat 1: Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Perumahan Hak semua Penduduk Indonesia Kesejahteraan Lingkungan Pelayanan Kesehatan Prinsip Keadilan dan Kesetaraan Jaminan Sosial JKN-KIS 3

PETA JALAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL Sumber: Dewan Jaminan Sosial Nasional 4

Acuan Kinerja Pemerintah Telah Mencanangkan Peta Jalan Menuju Jaminan Kesehatan Nasional Hingga Tahun 2019 2014 2017 2019 1. Mulai Beroperasi 2. 121,6 juta peserta (49% populasi) 3. Manfaat medis standar dan manfaat non-medis sesuai kelas rawat 4. Kontrak fasilitas kesehatan 5. Menyusun aturan teknis 6. Indeks kepuasan peserta 75% 7. Indeks kepuasan fasilitas kesehatan 65% 8. BPJS Dikelola secara terbuka, efisien, dan akuntabel 78,6% 171,9 Juta 1. Kesinambungan Operasional 2. 257,5 juta peserta (100% populasi) 3. Manfaat medis dan non-medis standar 4. Jumlah fasilitas kesehatan cukup 5. Peraturan direvisi secara rutin 6. Indeks kepuasan peserta 85% 7. Indeks kepuasan fasilitas kesehatan 80% 8. BPJS dikelola secara terbuka, efisien, dan akuntabel 76,2% Capaian Sampai Desember 2016 (Nb:Perlu Upaya Lebih Keras Lagi)

Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pemanfaatan di FKTP (Puskesmas/ Dokter Praktik Perorangan/Klinik Pratama). Pemanfaatan di Poliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit Pemanfaatan Rawat Inap Rumah Sakit 2014 (Laporan Audited Des) 2015 (Laporan Audited Des) 2016 (Laporan Non- Audited Des) 66,8 Juta 100,6 Juta 134,9 Juta 21,3 Juta 39,8 Juta 50,4 Juta 4,2 Juta 6,3 Juta 7,6 Juta KONTRIBUSI LANGSUNG KESEHATAN: Membantu pemulihan kesehatan dan pencegahan kecacatan (+ upaya promotif dan preventif): Menjaga masyarakat agar tetap produktif secara sosial dan ekonomis TOTAL PEMANFAATAN 92,3 JUTA 146,7 JUTA 192,9 JUTA NOTE: Total Pemanfaatan adalah dalam kunjungan Total Peserta thn 2014: 133,4 Juta Total Peserta thn 2015: 156,79 Juta Total Peserta thn 2016: 171,9 Juta

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI

II Gambaran Kepesertaan Perkembangan Faskes Dan Iuran Peserta 8

(Dalam Juta Jiwa) Cakupan Kepesertaan 2016 200 180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 171.9 156.8 133.5 86.4 87.8 91.2 54 61.3 38 15 19.5 9.1 2014 2015 2016 PBI Non PBI Tanpa PBPU PBPU Total Jumlah peserta bertambah sebanyak 50.9 Juta Jiwa atau 42% dari Januari 2014 Pertumbuhan peserta terbanyak pada segmen peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) Badan Usaha sebanyak 24.5 Juta Cakupan kepesertaan JKN sebanyak 67.6% dari total penduduk Indonesia Tantangan adverse selection dan willingness to pay, terutama untuk peserta PBPU yang sehat, mampu dan produktif Compliance pemberi kerja untuk mendaftarkan pekerjanya Sampai dengan 10 Februari 2017 total peserta JKN: 174.324.644 021 1 500 400 www.bpjs-kesehatan.go.id 9

Jan-15 Jun-15 Dec-15 Jan-16 Jun-16 Des-16 Faskes Kerjasama S/d 31 Des 2016 Jumlah FKRTL Kerja Sama 2.068 Jumlah FKTP Kerja Sama 20.708 2,100 2,000 2,068 22,000 20,000 19,436 19,969 20,269 20,593 1,900 1,847 1,839 1,910 18,000 16,831 18,437 1,800 1,727 1,783 16,000 1,700 14,000 12,993 1,600 12,000 1,500 10,000 FKRTL kerjasama bertambah sebanyak 959 FKRTL atau 86% dibandingkan 1 Januari 2014 FKTP kerjasama bertambah sebanyak 4.661 FKTP atau 29% dibandingkan 1 Januari 2014 10

IURAN JKN-KIS PERPRES 28 TAHUN 2016 PBI Dibayar oleh Pemerintah Rp. 19.225,- /orang/bulan Rp. 23.000,- /orang/bulan APBN: APBN: Pekerja Penerima Upah Dibayar oleh Pemberi Kerja dan Pekerja Pemberi Kerja: 3% Pekerja & pensiunan: 2% Non APBN/Swasta: Pemberi Kerja: 4% Pekerja: 1% Pemberi Kerja: 3% Pekerja & pensiunan: 2% Non APBN: Pemberi Kerja: 4% Pekerja: 1% Iuran Tambahan keluarga lainnya bagi Pekerja Penerima Upah: 1% dari Gaji/Upah Pekerja Bukan Penerima Upah & Bukan Pekerja Dibayar oleh peserta yang mampu Kelas 1 Rp.59.500,-/org/bln Kelas 2 Rp.42.500,-/org/bln Kelas 3 Rp. 25,500,-/org/bln Kelas 1: Rp. 80.000,-/org/bln Kelas 2: Rp. 51.000,-/org/bln Kelas 3: Rp. 25.500,-/org/bln Mulai berlaku pada 1 APRIL 2016 11

KETERLAMBATAN PEMBAYARAN IURAN PERPRES NO 19 Th 2016 Batas toleransi Keterlambatan iuran adalah 1 (satu) bulan Jika peserta menunggak lebih dari dari 1 bulan, maka penjaminan peserta akan dihentikan sementara Jika terjadi Rawat Inap : Dalam waktu 45 (empat puluh lima ) hari sejak status kepesertaan aktif kembali, Peserta wajib membayar denda kepada BPJS Kesehatan untuk setiap pelayanan kesehatan rawat inap yang diperolehnya. Denda sebesar 4 2,5% (dua setengah persen) dari biaya pelayanan kesehatan untuk setiap bulan tertunggak dengan ketentuan : jumlah bulan tertunggak maksimal 12 (dua belas) bulan; dan besar denda paling tinggi Rp. 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah). 12

III Permasalahan Disparitas Upah 13

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Kesehatan Keuangan Dana Jaminan Sosial IURAN (belum menggunakan perhitungan aktuaria secara penuh) MISMATCH PENGELUARAN TARIF Mutu Yankes Tingkat Utilisasi Kepuasan Peserta Manfaat Adverse Selection PBPU/MANDIRI /Non Formal Tingkat Kesehatan Keuangan DJS Potensi Fraud Insurance Effect 14

Upah Minimum atau Iuran PBI?? Upah Minimum PPU Swasta Pemberi Kerja: 4% Pekerja: 1% Iuran Tambahan keluarga lainnya bagi Pekerja Penerima Upah: 1% dari Gaji/Upah PMPM Minimal Kelas II <, >, = VS Iuran PBI Minimal Kelas III Rp. 23.000/jiwa/bln Family Size Anggota keluarga yang dijamin sebanyak 4 banyaknya 5 (lima) orang SESUAI PERPRES NO. 111 TAHUN 2013 SESUAI PERPRES NO. 28 TAHUN 2016 15

Pekerja Penerima Upah - Badan Usaha (PPU-BU) 1. REGISTRASI PPU Badan usaha dengan kemampuan finansial rendah belum registrasi dalam program JKN Disparitas Upah yang sangat bervariasi di berbagai daerah berdampak pada: 2. Potensi Peserta PPU-BU Peserta PBPU dan PBI sebagian merupakan pekerja, yang seharusnya iurannya mengikuti mekanisme PPU (dampak poin 1) 3. Kolektabilitas Iuran Banyak peserta PBPU yang menunggak iuran (dampak poin 1 dan 2)

1. Registrasi PPU BU No. Segmen Peserta PPU Jumlah Peserta Capaian s.d 27 Januari 2017 Jumlah Peserta yang belum menjadi peserta Jumlah Persen Jumlah Persen Total 1. BUMN 1.264.986 63% 734.703 37% 1.999.689 2. BU Swasta 23.749.733 59% 16.705.690 41% 40.455.423 3. PPNPN 733.359 111% 0 0% 733.359 Total 25.748.078 17.449.393 43.188.471 50.858 Badan Usaha telah mendaftar 43.388 Badan Usaha belum mendaftar Tantangan Sumber: Data BPJS Kesehatan 17

Cakupan Pekerja Penerima Upah BU sd 27 Januari 2017 17.449.393 25.748.078 Total: 43.188.471 734.703 733.359 1.264.986 16.705.690 23.749.733

2. Potensi Peserta PPU-BU Demografi Responden Peserta PBPU Potensi Peserta PPU-BU : 28% (Buruh Industri dan Bangunan) Responden = 1.193 peserta Potensi Peserta PPU-BU : 80% (Karyawan dan buruh) Responden = 1.509 peserta Sumber : Uji Coba Model Pengumpulan Iuran program JKN-KIS Tahun 2016 18

3. Kolektabilitas Iuran Per 31 Des 2016 Ket: Dalam Milyar Rp. Jumlah piutang iuran relatif semakin meningkat Komposisi piutang iuran terbesar adalah segmen PBPU Berdasarkan hasil survey BPJS Kesehatan & Pusat KP-MAK UGM, peserta PBPU kelas III yang menunggak iuran, hampir semua merupakan masyarakat miskin dan kurang mampu (ATP dan WTP dibawah nilai iuran JKN kelas III). 18

IV Tantangan Program JKN 21

Tantangan 1. Peningkatan rekrutmen peserta. Badan Usaha yang belum mendaftarkan pekerja dan anggota keluarganya menjadi peserta Program JKN-KIS. Badan Usaha belum melakukan registrasi seluruh data pegawai dan anggota keluarganya 100% secara lengkap dan benar 2. Peningkatan kolektibilitas iuran. Badan Usaha patuh dalam melaksanakan kewajiban membayar iuran tepat jumlah dan waktu. 3. Advokasi kepada stakeholder termasuk pemerintah dan pemerintah daerah khususnya dalam rangka memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin 4. Melakukan sosialisasi, edukasi dan menggerakkan partisipasi dan peran serta masyarakat dalam melakukan pola hidup sehat dan sadar memiliki jaminan kesehatan 22

Terima Kasih Kartu Indonesia Sehat Dengan Gotong Royong, Semua Tertolong www.bpjs-kesehatan.go.id @BPJSKesehatanRI Fanpage: BPJS Kesehatan BPJS Kesehatan BPJS Kesehatan @bpjskesehatan_ri bpjskesehatan 23