PERTEMUAN 6 : Ir. Darmawan L. Cahya, MURP, MPA

dokumen-dokumen yang mirip
KOMPOSISI PENDUDUK. Komposisi Penduduk. Andrei R FKM UNEJ

Struktur dan Distribusi Penduduk. Kependudukan semester

BAB 2 TINJAUAN TEORI. Kata demografi berasal dari bahasa Yunani yang berarti: Demos adalah rakyat atau

Agustina Bidarti, S.P., M.Si. Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

RASIO KETERGANTUNGAN ANALISA UNTUK INDONESIA. Oleh : Sita Dewi

ANALISA HASIL SENSUS PENDUDUK TAHUN 2010 DAN IMPLIKASI KEPENDUDUKAN DI PROVINSI BENGKULU

PERTEMUAN 8 : Ir. Darmawan L. Cahya, MURP, MPA

ASPEK KEPENDUDUKAN IV

ASPEK KEPENDUDUKAN III. Tujuan Pembelajaran

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) pertumbuhan jumlah penduduk. : 1.2. Mengidentifikasi permasalahan kependudukan dan upaya.

LATIHAN ANALISIS KEPENDUDUKAN

KATA PENGANTAR. Singaraja, Oktober Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Buleleng

SEKILAS PROGRAM KELUARGA BERENCANA NASIONAL PROPINSI BENGKULU KURUN WAKTU 1980 SAMPAI DENGAN 2003

PERTEMUAN 12 : Ir. Darmawan L. Cahya, MURP, MPA

Demografi formal = Demografi murni. Sumber data Sekunder. Pengambilan Data Penduduk. Registrasi Survai

BAB 2 LANDASAN TEORI. Kependudukan sangat erat kaitannya dengan demografi. Demografi sendiri

TIGA PULUH DUA TAHUN PERJALANAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA NASIONAL DI PROPINSI BENGKULU (1972 SAMPAI DENGAN 2010)

Katalog BPS: TREN/ REN/POLA MIGRASI DARI BERBAGAI SENSUS DAN SURVEI. BADAN PUSAT STATISTIK, JAKARTA - INDONESIA

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Kependudukan sangat erat kaitannya dengan demografi. Demografi sendiri berasal dari

BAB 2 LANDASAN TEORI

K A T A P E N G A N T A R


Data dan Informasi dalam Perencanaan


BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 2 LANDASAN TEORI

DEMOGRAFI KEPERAWATAN KOMUNITAS 1

PERTEMUAN 9 : Ir. Darmawan L. Cahya, MURP, MPA

BAB 7: GEOGRAFI ANTROPOSFER

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. lengkap dari pada sumber-sumber data yang lain karena kemungkinan tercecernya

BAB III PROFIL UMUR DAN JENIS KELAMIN PENDUDUK KABUPATEN MAJALENGKA

Studi Kependudukan - 1. Demografi formal. Konsep Dasar. Studi Kependudukan - 2. Pertumbuhan Penduduk. Demographic Balancing Equation

BAB I PENDAHULUAN. penduduk harus menjadi subjek sekaligus objek pembangunan. Kualitas

Membuat Piramida Penduduk dengan Microsoft Excel (Petunjuk ini mudah diikuti, tapi panjang; sebaiknya di-print)

pengisian data dan cara pembuatan grafik. setelah pengolahan dan analisa perhitungan serta saran-saran yang

BAB I PENDAHULUAN. Aspek kependudukan merupakan hal paling mendasar dalam. pembangunan. Dalam nilai universal, penduduk merupakan pelaku dan sasaran

MODUL ONLINE INFORMASI DATA KEPENDUDUKAN PENDALAMAN MATERI DEMOGRAFI

PEMANFAATAN GRAND DESIGN PENGENDALIAN KUANTITAS PENDUDUK DALAM PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN KAB/KOTA SE JAWA TENGAH

PERTEMUAN 4 : Ir. Darmawan L. Cahya, MURP, MPA

MORTALITAS (KEMATIAN)

ANTROPOSFER GEO 2 A. PENDAHULUAN B. DINAMIKA ANTROPOSFER (KEPENDUDUKAN) C. KOMPOSISI PENDUDUK

Antroposfer GEO 2 A. PENDAHULUAN B. DINAMIKA ANTROPOSFER (KEPENDUDUKAN) C. KOMPOSISI PENDUDUK D. RUMUS-RUMUS KUANTITAS PENDUDUK ANTROPOSFER

EVALUASI KONDISI DEMOGRAFI SECARA TEMPORAL DI PROVINSI BENGKULU: Rasio Jenis Kelamin, Rasio Ketergantungan, Kepadatan Peduduk

BAB I PENDAHULUAN. Penduduk merupakan bagian integral dari suatu negara. Komposisi dan

STANDARISASI UKURAN DEMOGRAFI. Standarisasi Ukuran RATE 11/30/2013. Rate sering digunakan utk mgbrkan kejadian (dlm demografi; epidemiologi)

Pola Komposisi Penduduk Komposisi, struktur, distribusi : Proporsi : Pola Komposisi Penduduk : Age Structural Sex Composition Marital Status Families

BAB III TELAAH DEMOGRAFIK

PERKAWINAN DAN PERCERAIAN

GAMBARAN UMUM. Kabupaten OKU Selatan merupakan pemekaran dari. Kabupaten Ogan Komering Ulu, terbentuknya Kabupaten OKU

1.0 Distribusi Frekuensi dan Tabel Silang

Pengukuran dalam Demografi

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pertumbuhan penduduk kota Pematangsiantar setiap tahunnya menunjukkan

JUMLAH DAN PERTUMBUHAN, KOMPOSISI, SERTA PERSEBARAN DAN MIGRASI PENDUDUK

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. yang berarti menulis. Jadi demografi adalah tulisan tulisan mengenai rakyat atau

PENGUKURAN FREKUENSI PENYAKIT

Standarisasi dan Life Tables. Kependudukan Semester

BAB 1 PENDAHULUAN. Sejalan dengan perkembangan penduduk dunia, Indonesia juga sebagai negara

PERMASALAHAN KEPENDUDUKAN DAN PENANGGULANGANNYA

BAB 2 LANDASAN TEORI

D. Dinamika Kependudukan Indonesia

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan yang dinamis antara kekuatankekuatan

Deskripsi Singkat Topik :

BAB 2 LANDASAN TEORI. Berdasarkan : Multilingual Demographic Dictionary (IUSSP, 1982) defenisi demografi adalah :

BAB I PENDAHULUAN. seperti Negara Indonesia akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Negara

Visi Indonesia 2030: Tinjauan Upaya Pencapaian dari Aspek Dinamika Kependudukan

Di Unduh dari : Bukupaket.com Sumber buku : bse kemdikbud

MAKALAH Konsep Kependudukan di Indonesia

BAB 2 LANDASAN TEORI. penduduk, dan Grafein adalah menulis. Jadi demografi adalah tulisan tulisan atau

SEKAPUR SIRIH. Tanjungpinang, Agustus 2010 Kepala BPS Kota Tanjungpinang. Ir. ABRIANSYAH MULLER NIP

Analisis Proyeksi Penduduk Jambi Berdasarkan Proyeksi Penduduk Indonesia

Penduduk, Masyarakat dan kebudayaan

UKURAN FERTILITAS. Yuly Sulistyorini, S.KM., M.Kes Departemen Biostatistika dankependudukan FKM - Unair

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

INDIKATOR KESEHATAN. pengertian, definisi operasional, dan formula perhitungannya

UKURAN MORTALITAS. Nunik Puspitasari, S.KM, M.Kes Dept. Biostatistika dan Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga

PERSEBARAN PENDUDUK DALAM RUANG

KULIAH UMUM PROYEKSI PENDUDUK INDONESIA

Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Paket : A Kelas : VIII Waktu : 60 Menit

Menemukan Pola Data yang Bermakna

PENDUDUK. mencatat peristiwa peristiwa penting yang berhubungandengan kehidupan maka

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Membuat Piramida Penduduk dengan Excel

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Yunani yaitu Demos yang berarti rakyat atau penduduk dan Grafein yang berarti

06/03/2018 TUJUAN. Diakhir kuliah mahasiswa memiliki pengetahuan tentang konsep dasar epidemiologi deskriptif. Pertemuan 4 - Epidemiologi

BAB 1 PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG. Pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan yang dinamis antar antara

Penyimpulan data numerik & kategorik. Elsa Roselina Dewi Gayatri

BAB 2 LANDASAN TEORI

2. Berikut negara-negara yang memiliki piramida penduduk stasioner adalah. A. Indonesia B. Swedia C. India D. Amerika Serikat E.

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Kata demografi berasal dari bahasa Yunani yang berarti Demo adalah rakyat atau

Distribusi Frekuensi, Penyajian Data Histogram, Polygon dan Kurva Ogive

KEPENDUDUKAN DAN PERKEMBANGAN EKONOMI PENGARUH PERKEMBANGAN EKONOMI TERHADAP PERTUMBUHAN PENDUDUK

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. berharga bagi setiap bangsa. Penduduk dengan demikian menjadi modal

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Standar Kompetensi :1. Memahami permasalahan sosial berkaitan dengan jumlah penduduk

Penduduk? Area/ wilayah? Aksesibilitas?

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SUM BER BELA JAR Menerap kan aturan konsep statistika dalam pemecah an masalah INDIKATOR MATERI TUGAS

BAB 2 LANDASAN TEORI

Transkripsi:

PERTEMUAN 6 : STRUKTUR PENDUDUK (1) Oleh : Ir. Darmawan L. Cahya, MURP, MPA (darmawan@esaunggul.ac.id) Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik - Universitas ESA UNGGUL Semester Genap 2012/2013

Dinamika Kependudukan: Membicarakan tentang perubahan-perubahan b h besaran penduduk d menurut waktu dalam suatu wilayah Komposisi s Penduduk: Pengelompokan penduduk menurut ciri atau karakteristik tertentu baik sosial, ekonomi maupun demografis Besar dan Persebaran Penduduk: d Jumlah dan pertumbuhan penduduk di suatu wilayah serta persebaran dan penyebarannya nya menurut ruang (spatial distribution)

Untuk mengetahui human resources yang ada baik menurut umur maupun jenis kelamin. Untuk pengambilan kebijakan yang berhubungan dengan kependudukan. Untuk membandingkan keadaan suatu penduduk dengan penduduk lainnya. Melalui l penggambaran piramida id penduduk d dapat diketahui proses demografi yang telah terjadi pada penduduk tersebut.

Menurut biologis: umur dan jenis kelamin Menurut sosial: tingkat pendidikan, literacy rate, status perkawinan, agama, etnisitas, dsb. Menurut ekonomi: penduduk yang aktif secara ekonomi, lapangan pekerjaan, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan, kegiatan ekonomi, dll. Geografis: berdasarkan tempat tinggal seperti daerah perkotaan/perdesaan, propinsi, kabupaten, pulau dsb.

Umur Tunggal (Single Age): Umur seseorang yang dihitung berdasarkan hari ulang tahun terakhirnya. Dalam kenyataan masih banyak penduduk Indonesia yang tidak tahu tanggal kelahirannya. Age heaping atau age preference: Ada kecenderungan orang menyenangi umur-umur dengan angka akhir 0 atau 5. Mis: Umur sebenarnya 29, tetapi mengaku 30. Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio): Perbandingan banyaknya penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan. Angka Beban Tanggungan (Dependency Ratio): Perbandingan antara jumlah penduudk yang tidak produktif (di bawah 15 tahun dan 65 tahun ke atas) terhadap banyaknya orang yang termasuk usia produktif (15-64).

Umur Median (Median Age): Umur yang membagi penduduk menjadi dua bagian dengan jumlah yang sama, bagian yang pertama lebih muda dan bagian yang kedua lebih tua daripada median age. Guna: Untuk melihat tingkat pemusatan penduduk pada kelompok-kelompok umur tertentu. Rumus: Md = l md + f N 2 x f md i

Dimana: lmd = batas bawah kel. Umur yang mengandung N/2; N = jumlah penduduk fx = jumlah penduduk kumulatif s.d. kel. Yang mengandung N/2. Fmd = jumlah penduduk pd kelompok dimana terdpt nilai N/2. i = interval kelas umur. Struktur Penduduk: d Umur Pend. Tua Pend. Muda 0-14 30% 40% 15-64 60% 55% 65+ 10% 5%

Struktur juga dapat dilihat dari umur mediannya: Umur Median Kategori - 20 th Muda 10-30 th Intermediate - 30 th Tua

Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin secara grafik dapat digambarkan dlm bentuk piramida penduduk. Cara penggambaran: 1. Sumbu vertikal untuk distribusi umur. 2. Sumbu horisontal untuk jml penduduk (absolut maupun %). 3. Dasar piramida dimulai utk umur muda (0-4), makin ke atas utk yg lebih tua. 4. Puncak piramida dibuat open end interval. Mis: 75+. 5. Bagian kiri utk laki-laki, kanan utk perempuan 6. Besarnya balok diagram utk masing-masing kelompok harus sama.

Model 1: Mempunyai dasar lebar dan slope tdk terlalu curam atau datar. Terdapat pada negara dg tingkat kelahiran dan kematian tinggi. Umur median rendah, dependency ratio tinggi. Contoh: India 1951, Indonesia 1971. Model 2: Dasar piramida lebih lebar dan slope lebih curam setelah kel. Umur 0-4 hinga puncak piramida. Terdapat pada negara dg permulaan pertumbuhan penduduk yang tinggi/cepat akibat penurunan kemaian bayi dan anak-anak, tetapi belum ada penurunan kelahiran. Median age sangat rendah dan dependency ratio tertinggi t di dunia. Contoh: Sri Lanka, Meksiko, Brazilia tahun 80-an.

Model 3: Bentuk sarang tawon (old fashioned beehive). Terdapat pd negara dg kelahiran dan kematian rendah. Umur median tinggi dengan beban tanggungan rendah. Contoh: negara-negara Eropa Barat. Model 4: Bentuk lonceng/genta (bellshaped pyramid). Dicapai oleh negara-negara yang paling sedikit sudah 100 tahun mengalami penurunan kelahiran dan kematian. Umur median cenderung menurun dan beban tanggungan meninggi (ke arah yang lebih tua). Contoh: Amerika Serikat. Model 5: Terdapat pada negara yang menjalani penurunan drastis s pada kelahiran a dan kematian. a Sehingga berkurangnya jumlah penduduk secara absolut. Contoh: Jepang

Fertilitas: Angka kelahiran meningkat, maka dasar piramida memanjang dibandingkan kel. Umur sebelumnya. Sebaliknya dasar piramida memendek jika angka kelahiran menurun. Mortalitas: Terjadi penciutan diagram balok untuk setiap kel. Umur. Bentuk slope semakin curam dibanding tahun-tahun sebelumnya. IMR yang berkaitan dengan reproduksi: Jika IMR perempuan berkurang berarti mereka yang akan memasuki usia reproduksi semakin bertambah, sehingga ada kecenderungan fertilitas meningkat. Migrasi masuk lebih besar daripada migrasi keluar (pada kelompok umur dewasa): akan menyebabkan pembengkakan pada bagian tengah piramida penduduk dibandingkan tahuntahun sebelumnya.

Expansive: Sebagian besar penduduk berada dalam kelompok umur termuda. Contoh: Indonesia 1971, 1980. Constrictive: Sebagian kecil penduduk berada dalam kelompok umur muda. Contoh: Amerika Serikat. Stationary: Banyaknya penduduk dalam tiap kelompok umur hampir sama banyaknya, dan mengecil pada usia tua kecuali pada kelompok umur tertentu. Contoh: Swedia.

75+ 70-74 65-69 60-64 55-59 50-54 54 45-49 40-44 35-39 30-34 34 25-29 20-24 15-19 10-14 14 5-9 0-4 Kelompok Umur Gambar 2. Piramida Penduduk Indonesia, 1971 10 8 6 4 2 0 2 4 6 8 10 Laki-laki Perempuan

75+ 70-74 65-6969 60-64 55-59 50-54 45-49 40-44 35-39 30-34 25-29 20-24 15-19 10-14 5-9 0-4 Kelompok Umur Gambar 4. Piramida Penduduk Indonesia 1980 12 10 8 6 4 2 0 2 4 6 8 10 12 Laki-laki Perempuan

75+ 70-74 65-6969 60-64 55-59 50-54 45-49 40-44 35-39 30-34 25-29 20-24 15-19 10-14 14 5-9 0-4 Kelompok Umur Gambar 6. Piramida Penduduk Indonesia, 1990 14 12 10 8 6 4 2 0 2 4 6 8 10 12 Laki-laki Perempuan

Piramida Penduduk Indonesia, 1995 75+ 70-74 65-69 60-64 55-59 50-54 45-49 40-44 35-39 30-34 25-29 20-24 15-19 10-14 5-9 0-4 Umur 14 12 10 8 6 4 2 0 2 4 6 8 10 12 14 Laki-laki Perempuan Piramida Penduduk Indonesia, 2010 Piramida Penduduk Indonesia, 2025 75+ 70-74 65-69 60-64 55-59 50-54 45-49 40-44 35-3939 30-34 25-29 20-24 15-19 10-14 5-9 0-4 Umur 75+ 70-74 65-69 60-64 55-59 50-54 45-49 40-44 35-3939 30-34 25-29 20-24 15-19 10-14 5-9 0-4 Umur 14 12 10 8 6 4 2 0 2 4 6 8 10 12 14 14 12 10 8 6 4 2 0 2 4 6 8 10 12 14 Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan