BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research),

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

B. Disain Penelitian Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Taggart (dalam Wiriaatmadja: 2008)

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action

BAB III METODE PENELITIAN. Tindakan kelas (PTK), artinya penelitian ini berbasis pada masalah di kelas

BAB III METODE PENELITIAN. sebanyak 21 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan.

BAB III METODE PENELITIAN. evaluasi dan refleksi (Aqip, 2006) seperti gambar berikut.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri secara kolaboratif dan

BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 3 Sukadadi Kabupaten

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. 10 siswa perempuan dan 19 siswa laki-laki. Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Kaliawi Bandar Lampung.

BAB III METODE PENELITIAN. pelajaran 2013/2014 selama 3 (tiga) bulan mulai dari bulan Juli sampai

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Proses PTK merupakan proses siklus yang dimulai dari menyusun

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Seting Dan Karakteristik Subjek Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN Subyek Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 9 Metro Barat. Penelitian dilaksanakan di kelas IVA semester ganjil Tahun. pelaksanaan sampai dengan tahap penyimpulan.

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang difokuskan

BAB III METODE DAN RENCANA PENELITIAN. kelas (PTK) dengan sifat kolaboratif yakni dengan melibatkan beberapa pihak. 27

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I I PENELITIAN 3.1. Setting Penelitian 3.2. Karakteristik Subjek Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian 3.1.1Tempat Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tahap-tahap

BAB III METODE PENELITIAN. reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Kemmis & Mc. Taggart (Basrowi, 2008: 26) memandang PTK sebagai

BAB III METODE PENELITIAN. terkendali untuk menemukan dan memecahkan masalah pembelajaran di kelas.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tahap-tahap

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian tindakan (action research) merupakan penelitian pada upaya

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang bersifat reflektif

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN. sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya

BAB III METODE PENELITIAN. Februari Maret April Observasi Penyusunan proposal dan 2 soal-soal untuk uji validitas 3

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research. (Trianto 2011:30), berpendapat bahwa :

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dikenal dengan Classroom Action Research. Menurut Arikunto (2007: 58)

BAB III METODE PENELITIAN. dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas. Istilah dalam bahasa Inggris adalah Classroom Action

BAB III METODE PENELITIAN

3.1.2 Subyek Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan terjemahan dari Classroom Action

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Langkapura ini menggunakan model cooperative learning Tipe TSTS dengan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. digambarkan sebagai berikut : Perencanaan I

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Penelitian 3.3.1 Setting Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SDN Banaran, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang. Dipilihnya kelas tersebut sebagai objek penelitian karena Peneliti adalah guru kelas IV SDN Banaran, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang. 3.3.2 Karakteristik Subyek Penelitian Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Banaran, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang dengan jumlah siswa 17 dengan pendistribusian siswa laki laki 8 dan perempuan 9 siswa. 3.2 Variabel Penelitian 1. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar dan ketrampilan 2. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah media lidi 3.3 Prosedur Penelitian Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart (Mujiman, 2007:34) dengan 3 tahapan atau rangkaian yaitu ; 1) perencanaan tindakan (planning), 2) pelaksanaan tindakan (action) dan pengamatan (observation), dan 3) refleksi (reflection). Pemberian tindakan pada siklus 1 didasarkan pada hasil observasi awal. Observasi awal dilakukan oleh peneliti sebelum penelitian ini dilaksanakan, maksudnya untuk mendapatkan data-data awal yang ada di lapangan (tempat penelitian). Data-data inilah yang nantinya akan digunakan oleh peneliti untuk menentukan tindakan yang harus dilakukan pada langkah-langkah selanjutnya. Dari hasil observasi awal dilakukan perencanaan awal sebagai berikut: (1) mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi guru dan siswa dalam pembelajaran; (2) merumuskan tujuan pembelajaran; (3) menyiapkan materi pelajaran yang akan dipecahkan; (4) menyiapkan alat dan bahan; (5) 21

22 24 merancang pembelajaran dengan metode inkuiri dan menyiapkan RPP; (6) membuat lembar observasi untuk melihat kondisi pembelajaran di kelas; (7) membuat lembar kerja dan tes untuk melihat hasil yang telah dilakukan. Adapun gambar kegiatan PTK model spiral dari C. Kemmis dan Taggart disajikan dalam gambar seperti pada gambar 3.1 (Rochiati Wiriaatmadja, 2007:66) Gambar 3.1 PTK model Spiral dari C. Kemmis dan Taggart Pelaksanaan Tindakan dan Pengamatan Tahap pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini adalah implementasi RPP dan observasi. Dalam 1 RPP dirancang terdiri dari 3 pertemuan. Pelaksanaan tindakan siklus 1 dan siklus 2 dilaksanakan sesuai dengan perencanaan awal yang telah dilakukan yaitu: (1) melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media lidi; (2) melakukan observasi pelaksanaan pembelajaran bagi guru melalui lembar observasi yang sudah dibuat pada perencanaan awal; (3) melakukan tes formatif untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran tiap siklus. Proses pengamatan dilakukan dengan cara mengumpulkan data dengan memberikan lembar observasi kepada observer. Pengisian lembar observasi dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. Refleksi Kegiatan refleksi dilakukan untuk memahami dan memaknai segala sesuatu yang berkaitan dengan proses dan hasil yang diperoleh akibat tindakan yang dilakukan. Pada

23 tahap ini dilakukan analisis terhadap temuan-temuan yang berkaitan dengan hambatan dan kekurangan yang dijumpai selama tindakan berlangsung. Kelebihan akan tetap dipertahankan, sedangkan kekurangan akan diperbaiki pada siklus berikutnya. 3.4 Pelaksanaan siklus I Perencanaan tindakan Sebelum pelaksanaan pembelajaran peneliti telah menyiapkan/menyusun perangkat pembelajaran antara lain silabus, yang memuat standar kompetensi, kompetensi dasar, hasil belajar, indikator, pengalaman belajar, alokasi waktu, sumber/ alat bahan belajar dan penilaian. Rencana pembelajaran, yang memuat mata pelajaran, kelas/ semester, materi pokok, alokasi waktu, kompetensi dasar, langkahlangkah pembelajaran, sarana, sumber, bahan belajar dan penilaian. Lembar penilaian proses, lembar pengamatan dan lembar soal tes. Lidi sejumlah 220 buah, yang berwarna merah 110 buah dan yang tidak berwarna 110 buah. Siklus I dilaksanakan dalam 1 kali pertemuan dengan tahapan sebagai berikut : 1. Membuat rencana pembelajaran Matematika pada pokok bahasan operasi hitung penjumlahan 2. Mengembangkan skenario pembelajaran 3. Menyusun LKS 4. Menyiapkan Sumber Belajar 5. Simulasi pembelajaran berdasarkan desain rencana pembelajaran 6. Revisi rencana pembelajaran setelah ada masukan dari simulasi 7. Menyusun instrumen/alat tes yang akan digunakan pada akhir pembelajaran 8. Mengembangkan format observasi pembelajara Pelaksanaan pembelajaran Kegiatan awal meliputi Guru mengucapkan salam di depan kelas. Guru membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil (berpasangan). Guru membagi lidi kepada tiaptiap kelompok sebanyak 20 buah. Guru mengadakan tanya jawab tentang penjumlahan bilangan cacah dengan tujuan untuk merangsang siswa agar termotivasi.

24 Observasi dan evaluasi Aktivitas observasi dilakukan ketika peneliti melakukan pembelajaran, Observe melakukan observasi untuk melihat seberapa jauh keefektifan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran ketika diterapkan. Evaluasi proses, pada saat siswa menggunakan lidi dalam penjumlahan bilangan bulat. Evaluasi tertulis, pada saat siswa mengerjakan lembar tes. Refleksi Data-data dari observasi dan evaluasi dikumpulkan, kemudian berdasarkan hasil ini peneliti melakukan refleksi diri tentang pembelajaran yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil refleksi ini,peneliti akan tahu kelebihan dan kekurangan dari skenario pembelajaran yang telah direncanakan dan dilaksanakan. Setelah mengetahui kekurangan dari skenario pembelajaran pada siklus ini, peneliti merencanakan perbaikan untuk dilaksanakan pada siklus berikutnya, sampai peneliti menemukan hasil yang terbaik sesuai dengan skenario pembelajaran yang telah direncanakan. 3.5 Pelaksanaan siklus II Perencanaan tindakan Siklus ini dilaksanakan satu kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 35 menit. Berdasarkan hasil tindakan perbaikan pembelajaran pada siklus I yang belum memuaskan, rencana tindakan pada siklus II difokuskan pada tingkat keberhasilan penguasaan materi pada siswa. Pelaksanaan tindakan dan pengamatan Tindakan pada siklus II dilakukan sesuai dengan rancangan pembelajaran yaitu pada rencana mengajar harian, seperti yang dilakukan pada siklus I juga menggunakan peraga lidi. Tetapi pada siklus II akan dilakukan perbaikan agar hasil belajar matematika meningkat. Pengamatan dilakukan pada setiap perubahan perilaku yang dialami oleh siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Dan sebagaimana siklus I, pengamatan dilakukan pula terhadap proses mengajar dengan menggunakan pedoman pengamatan.

25 Refleksi Tujuan refleksi pada siklus yang kedua ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika, khususnya operasi hitung penjumlahan diupayakan melalui penggunaan peraga lidi. Kegiatan penelitian ini merupakan penelitian yang sifatnya kolaboratif dan partisipatif karena adanya kerjasama antara peneliti dengan teman sejawat di kelas IV SDN Banaran Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang. Penelitian ini ditujukan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran matematika, sehingga dapat meningkatkan prestasi siswa. 3.6 Jenis Data, Teknik Pengumpulan Data Dan Instrumen Penelitian 3.6.1 Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari subyek penelitian yakni butir soal tes kelas IV SDN Banaran tahun ajaran 2011/2012. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh tidak secara langsung dari subyek, yakni data perkembangan siswa yang diperoleh dari dokumen sekolah. 3.6.2 Teknik Pengumpulan Data Tes dan observasi Penelitian ini dalam pengumpulan data menggunakan tes kemampuan menyelesaikan soal operasi hitung penjumlahan pada pre-tes dan pos-tes. Penelitian ini terdapat dua instrumen pengamatan: 1) kreativitas siswa diperoleh siswa selama berjalanya PBM. 2) kreatifitas siswa diperoleh lewat pengamatam hasil akhir PBM. Untuk menyusun instrumen test dan observasi, terlebih dahulu disiapkan kisi-kisi untuk instrumen tes dan observasi. Adapun kisi-kisinya disajikan melalui tabel 3.1 berikut ini.

26 Tabel 3.1 Kisi-kisi pembelajaran menggunakan media lidi Variabel (X) Sub variabel (X) Indikator Item instrumen Pembelajaran dengan metode konstektual Kegiatan persiapan Kegiatan pelaksanaan Kegiatan penutup Kegiatan Awal a) Guru membuka pelajaran b) Guru melakukan apersepsi dengan menggunakan metode media lidi Kegiatan Inti 1) Mendiskusikan langkah-langkah kegiatan bersama siswa 2) Membimbing siswa melakukan kegiatan 3) Membimbing siswa mendiskusikan hasil kegiatan dalam kelompok 4) Memberikan kesempatan pada siswa untuk mempresentasikan hasil kegiatan belajar mengajar 5) Membimbing siswa merumuskan kesimpulan/ menemukan konsep Kegiatan Akhir a) Melakukan refleksi dan menyimpulkan materi yang telah dipelajari bersama siswa b) Memberikan beberapa pertanyaan sebagai umpan balik c) Membagikan lembar soal evaluasi d) Memberikan tugas rumah sebagai tindaklanjut Kegiatan Awal a) Apakah guru membuka pelajaran? b) Apakah guru melakukan apersepsi dengan menggunakan metode media lidi? Kegiatan Inti 1) Apakah guru mendiskusikan langkahlangkah kegiatan bersama siswa 2) Apakah guru membimbing siswa melakukan kegiatan 3) Apakah guru membimbing siswa mendiskusikan hasil kegiatan dalam kelompok 4) Apakah guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mempresentasikan hasil kegiatan belajar mengajar 5) Apakah guru membimbing siswa merumuskan kesimpulan/ menemukan konsep Kegiatan Akhir a) Melakukan refleksi dan menyimpulkan materi yang telah dipelajari bersama siswa? b) Memberikan beberapa pertanyaan sebagai umpan balik? c) Membagikan lembar soal evaluasi? d) Memberikan tugas rumah sebagai tindak lanjut?

27 Dokumentasi Dokumen dalam penelitian ini adalah buku daftar nilai siswa kelas IV SDN Banaran tahun ajaran 2011/2012 dan hasil ulangan matematika dengan pokok bahasan operasi hitung penjumlahan. 3.7 Instrumen Penelitian 1. Butir soal tes Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan menyelesaikan operasi hitung penjumlahan. 2. Lembar pengamatan Lembar pengamatan digunakan untuk mengamati perilaku siswa saat proses pembalajaran berlangsung dan akhir pembelajaran hal yang diamati adalah kemampuan siswa dalam menyelesaikan operasi hitung penjumlahan. Tabel 3.2 Kisi-kisi lnstrumen butir-butir soal Variabel (Y) Sub variabel (Y) Indikator Item Soal Memahami 1. Menjumlahkan dua bilangan positif 2. Menjumlahkan bilangan positif dan bilangan negatif 3. menjumlahkan bilangan satu angka dengan bilangan satu angka negatif 4. menjumlahkan bilangan satu angka dengan bilangan dua angka 1. 5 + (-7) =. 2. 3 + (-5) =. 3. 8 + (-3) =. 4. 2 + (-8) =. 5. 9 + (-5) =. 6. 3 + 27 =. 7. 5 + 33 =. 8. 6 + 48 =.

28 5. menjumlahkan bilangan dua angka dengan bilangan dua angka negatif 6. menjumlahkan bilangan dua angka dengan bilangan dua angka negatif 9. 9 + 56 =. 10. 7 + 94 =. 11. 54 + (-57) =. 12. 22 + (-93) =. 13. 98 + (-20) =. 14. 12 + (-65) =. 15. 49 + (-65) =. 16. 22 + 44 =. 17. 49 + 56 =. 18. 64 + 29 =. 19. 23 + 89 =. 20. 98 + 17 =. Tahap Tabel 3.3 Lembar observasi aktivitas guru Kegiatan Kemunculan Kegiatan awal 1) Guru membuka pelajaran 2) Guru melakukan apersepsi dengan menggunakan media lidi Ya tidak Skor 1) Mendiskusikan langkah-langkah kegiatan bersama siswa 2) Membimbing siswa melakukan kegiatan 3) Membimbing siswa mendiskusikan hasil Kegiatan inti kegiatan dalam kelompok 4) Memberikan kesempatan pada siswa untuk mempresentasikan hasil kegiatan belajar mengajar 5) Membimbing siswa merumuskan kesimpulan/ menemukan konsep

29 Kegiatan akhir 1) Melakukan refleksi dan menyimpulkan materi yang telah dipelajari bersama siswa 2) Memberikan beberapa pertanyaan sebagai umpan balik 3) Membagikan lembar soal evaluasi 4) Memberikan tugas rumah sebagai tindak lanjut 3.8 Indikator kinerja Indikator keberhasilan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah apabila tujuannya dapat tercapai, yaitu: Peningkatan hasil belajar matematika pada operasi hitung penjumlahan dengan menggunakan peraga media lidi dapat meningkatkan hasil belajarnya. Berdasarkan hasil pembelajaran sebelumnya diupayakan peningkatan hasil belajar pada siklus I dengan indikator penjumlahan dua angka dengan satu angka dan dua angka dengan dua angka yaitu dengan rata-rata 75,7 maka indikator kinerja setelah tindakan pada siklus II diharapkan meningkat menjadi 81. Atau ketuntasan hasil belajar matematika pada operasi hitung penjumlahan > 55 telah mencapai 80%. 3.9 Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan yaitu: 1. Kuantitatif Data kuantitatif penelitian ini yaitu hasil belajar kognitif.yang soalnya berupa pilihan ganda. Poewanti (2008:6.3) menjelaskan cara penskoran tes dalam bentuk pilihan ganda ada tiga macam yaitu 1) Penskoran tanpa koreksi, yaitu penskoran dengan cara setiap butir soal yang dijawab benar mendapat nilai satu, sehingga jumlah skor yang diperoleh pserta didik adalah dengan menghitung banyaknya butir soal yang dijawab benar. Skor = x 100 (skala 1-100) B = banyaknya butir yang dijawab benar N = adanya banyak butir soal.

30 2) Penskoran ada koreksi jawaban, yaitu pemberian skor dengan memberikan pertimbangan pada butir soal yang dijawab salah dan tidak dijawab. Skor = x 100 B = banyaknya butir yang dijawab benar S = banyaknya butir soal yang dijawab salah P = banyaknya pilihan jawaban tiap butir N = adanya banyak butir soal. 3) Penskoran dengan butir beda bobot, yaitu pemberian skor dengan memberikan bobot berbeda pada sekelompok butir soal. Skor = x 100% Bi = banyaknya butir soal yang dijawab benar peserta tes Bi = bobot setiap butir soal St = skor teoritis (skor bila menjawab benar semua butir soal) Peneliti memilih menggunakan penskoran tanpa koreksi yang selanjutnya hasil belajar kognitif dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif yakni menentukan mean atau rerata. Menurut Aqib (2009: 40) rumus mencari mean atau rata-rata yaitu: x = Keterangan: x =nilai rata rata x =jumlah semua nilai siswa N =jumlah siswa Adapun penyajian data kuantitatif dipaparkan dalam bentuk presentase yang digambarkan dalam grafik dan diagram.adapun rumus presentase yang digunakan yaitu: Keterangan: n N ρ ρ= 100% = Jumlah frekuensi yang muncul = Jumlah total siswa = Presentase frekuensi

31 Hasil perhitungan dikonsultasikan dengan kriteria ketuntasan belajar siswa dalam kelas, yakni 55 untuk mata pelajaran matematika. Adapun ketuntasan tersebut dibagi menjadi dua kriteria yaitu kategori tuntas dan tidak tuntas, dengan kriteria sebagai berikut: Kriterian Ketuntasan Kualifikasi 55 Tuntas 55 Tidak Tuntas Tabel 3.3 (Kriteria Ketuntasan Minimal ) 2. Kualitatif Data kualitatif berupa data hasil observasi keterampilan guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran bilangan bulat melalui model pembelajaran kooperatif tipe TAI serta hasil catatan lapangan yang dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Data kulaitatif dipisah-pisahkan menurut kategori yang ada untuk memperoleh kesimpulan. Data kualitatif penelitian ini dibagi menjadi 4 kategori yaitu Sangat Baik (A), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (D). Pembagian rentang dilakukan dengan menghitung kuartil dari jumlah skor yang ada. Poerwanti (2008: 6.9) menyatakan pengolahan data skor dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Menentukan skor tertinggi dan terendah. 2) Mencari median. 3) Membagi rentang nilai menjadi empat kategori (sangat baik, baik, cukup dan kurang). Minimal (R) Kuartil (Q1) Median (Q2) Kuartil (Q3) Maksimal (T/Q3) Dengan rumus sebagai berikut: R = skor terendah T = skor tertinggi n = banyaknya skor Q2 = median

32 Letak Q2 = ( n+1 ) untuk data ganjil atau genap Q1 = kuartil pertama Letak Q1 = ( n +2 ) untuk data genap atau Q1 = 14 ( n +1 ) untuk data ganjil. Q3 = kuartil ketiga Letak Q3 = (n +2 ) untuk data genap atau Q3 = 34 ( n +1 ) untuk data ganjil Q4= kuartil keempat = T Maka akan didapat : Kriteria Ketuntasan Skala Penilaian Kualifikasi Q3 skor T Sangat Baik Tuntas Q2 skor < Q3 Baik Tuntas Q1 skor < Q2 Cukup Tidak Tuntas R skor < Q1 Kurang Tidak Tuntas Tabel 3.4 Kriteria Ketuntasan