Komentar dan Rekomendasi

dokumen-dokumen yang mirip
Komentar dan Rekomendasi

Komentar dan Rekomendasi

Komentar dan Rekomendasi. 2. Soegianto Ali 3. Hartaty Sirait

Komentar dan RekomendasiHasil Visitasi PSPD FKK UMJ

terutama dilakukan dalam perbaikan perangkat lunak pendidikan dalam hal ini penyempurnaan kurikulum berbasis kompetensi yang sesuai dengan visi dan

Laporan Evaluasi Visitasi PHK-PKPD (AIPKI) Komentar dan Rekomendasi

Laporan konsolidasi evaluasi Visitasi PHK-PKPD (AIPKI) Komentar dan Rekomendasi. : 1. Slamet Sudi Santoso. 2. Ikhlas

Komentar dan Rekomendasi

Komentar dan Rekomendasi

Komentar dan Rekomendasi

TABEL 1. Status Indikator Kinerja Utama dan Indikator Kinerja Antara. No Keterangan Baseline s/d Desember 2011

Laporan Evaluasi Visitasi PHK-PKPD (AIPKI) Komentar dan Rekomendasi. 2. Setyawati Soeharto

Komentar dan Rekomendasi. 2. Hadi Sarosa

Komentar dan Rekomendasi

Komentar dan Rekomendasi

Komentar dan Rekomendasi. 2. Thianti Sylviningrum

TABEL 1. Status Indikator Kinerja Utama dan Indikator Kinerja Antara. No Keterangan Baseline S/d Juli 2011 I. Indikator Kinerja Utama Target Capaian

LAPORAN TENGAH TAHUNAN PROGRAM HIBAH KOMPETISI PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DOKTER (PHK-PKPD) Tahun Ringkasan Eksekutif

Komentar dan Rekomendasi

LAPORAN AKHIR TAHUN I PROGRAM HIBAH KOMPETISI PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DOKTER (PHK-PKPD) Tahun 2011 Di FK UNIVERSITAS HANG TUAH

Komentar dan Rekomendasi

LAPORAN MONITORING DAN EVALUASI INTERNAL TENGAH TAHUN 2011 PROGRAM HIBAH KOMPETISI PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DOKTER (PHK PKPD)

Komentar dan Rekomendasi. 2. Cholis Abrori

LAPORAN IMPLEMENTASI PROGRAM HIBAH KOMPETISI PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DOKTER (PHK PKPD) Tahun 2011

BAB I PENDAHULUAN 1. Pengembangan kapasitas manajemen menuju fakultas kedokteran. 2. Peningkatan Kualitas mahasiswa Baru

PROPOSAL PROGRAM HIBAH PERGURUAN TINGGI NEGRI BARU ( PHPTNB) Tahun 2011 POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Bab 1 PENDAHULUAN BAB 1 PENDAHULUAN

Bab I: Pendahuluan. 2. Pengembangan sistem penjaminan mutu, kegiatan administrasi dan kegiatan akademik di tingkat fakultas dan laboratorium.

BAB III HASIL YANG DICAPAI

Laporan Evaluasi Visitasi PHK-PKPD (AIPKI) Komentar dan Rekomendasi

Peningkatan mutu lulusan FK Unila dapat dilihat dari beberapa penanda yaitu; Meningkatnya persentase kelulusan dan nilai rata-rata peserta Ujian

LAPORAN MONITORING DAN EVALUASI IMPLEMENTASI RENSTRA TAHUN KE-1 SAMPAI KE-4

DEWAN PENDIDIKAN TINGGI DPT DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI

LAPORAN VISITASI UNIVERSITAS HANG TUAH-SURABAYA 6-7 MEI 2014 REVIEWER: SONNY PAMUJI LAKSONO INSI FARISA DESY ARYA

BAB III ANALISIS SWOT DAN ASUMSI-ASUMSI

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA MAKASSAR

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang

STANDARD PELAYANAN PRIMA LABORATORIUM SISTEM KONTROL

Jakarta, 29 Pebruari 2012

RINGKASAN EKSEKUTIF (EXECUTIVE SUMMARY)

BAB 3 HASIL YANG DICAPAI. Tabel 1. Status Indikator Kinerja Utama dan Indikator Kinerja Antara

Komentar dan Rekomendasi Hasil Visitasi FK UNDIP

RINGKASAN EKSEKUTIF Pertama Kedua Ketiga 8,0 8,2

INSTRUMEN AUDIT MUTU INTERNAL UNIVERSITAS ISLAM MALANG

RENCANA OPERASIONAL AKADEMI ANALIS FARMASI DAN MAKANAN (AKAFARMA) YAYASAN HARAPAN BANGSA BANDA ACEH TAHUN

STANDAR 4 SUMBER DAYA MANUSIA

BAB III HASIL YANG DICAPAI. Tabel 1. Status Indikator Kinerja Utama dan Indikator Kinerja Antara

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2018 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN KEDOKTERAN

Strategi Pengembangan. Fakultas Ekonomi Bab 4. Rencana Strategik (Renstra) Fakultas Ekonomi Fakultas Ekonomi

Laporan Kinerja Tahun 2017 Universitas Negeri Malang (UM)

RENCANA OPERASIONAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Tahun

RINGKASAN EKSEKUTIF Alhamdulillahirobbil alamin. Berkat rahmat ALLAH SWT, FK Unila berhasil mendapatkan bantuan dan sekaligus amanah yang harus

STANDAR NASIONAL PENELITIAN

RENCANA INDUK PENGEMBANGAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) AKADEMI KEPERAWATAN PAMENANG TAHUN

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN BANTUAN OPERASIONAL PERGURUAN TINGGI NEGERI

BAB 1 PENDAHULUAN. Aktivitas 1.1 : Pengembangan strategi penerimaan mahasiswa baru. Aktivitas 1.2 : Penguatan implementai KBK

INSTRUMEN EVALUASI MUTU INTERNAL (EMI) PROGRAM STUDI PADA UNIVERSITAS / INSTITUT /SEKOLAH TINGGI

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN BAU BAU

LAPORAN IMPLEMENTASI PROGRAM HIBAH KOMPETISI PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DOKTER (PHK PKPD) Tahun 2013

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR. i DAFTAR ISI. ii RANGKUMAN EKSEKUTIF viii TIM PENYUSUN EVALUASI DIRI.. xi

Dept. Patologi Klinik & Kedokteran Laboratorium

BAB 2 IMPLEMENTASI DAN PENGELOLAAN PROGRAM

PROGRAM KERJA JURUSAN KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIBRAW TAHUN

PANDUAN PENGISIAN INSTRUMEN AUDIT MUTU INTERNAL UNIVERSITAS ISLAM MALANG

RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Penyelenggaraan Pendidikan Profesi berdasarkan Ketentuan Perundang-undangan untuk Menghasilkan Lulusan sesuai KKNI

MONITORING DAN EVALUASI INTERNAL PROGRAM HIBAH KOMPETISI PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DOKTER (PHK PKPD) LAPORAN AKHIR TAHUN KETIGA

Tabel Evaluasi Program Undiksha (Indikator dan Capaian Kinerja) Tahun 2013 dan Rencana Sasaran Target 2015

Manfaat Evaluasi diri

LAPORAN KINERJA TAHUN AKADEMIK

MONITORING PELAKSANAAN UKDI PERIODE APRIL 2011

Rencana Operasional FMIPA RENCANA OPERASIONAL FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

STANDAR DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL

PROGRAM PENGEMBANGAN FAKULTAS KEDOKTERAN DALAM KERANGKA PHK PKPD/HPEQ PROJECT TAHUN 2012

Komentar dan Rekomendasi. 2. Bau Dilam Ardyansyah

STANDAR II STANDAR NASIONAL PENELITIAN

FORMAT 1. PENILAIAN BORANG INSTITUSI PERGURUAN TINGGI. Penilaian Dokumen Perorangan. Nama Perguruan Tinggi :... Nama Asesor :... Kode Panel :...

PROSEDUR PENGEMBANGAN SDM SPMI - UBD

LAKIP. Universitas Negeri Malang (UM) Tahun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

RAMBU-RAMBU PENYELENGGARAAN PROGRAM KUALIFIKASI SARJANA (S-1) PGMI BAGI GURU KELAS NON-PGMI MELALUI DUAL MODE SYSTEM (DMS)

STANDAR 4. SUMBER DAYA MANUSIA

PROGRAM KERJA AUDIT BIDANG SARANA PRASARANA. Paraf :

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA / LEMBAGA (RKA-KL) TAHUN 2017 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG

STANDAR SUASAN AKADEMIK SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL

BAB 2 IMPLEMENTASI DAN PENGELOLAAN PROGRAM

Sistim Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun tentang pendidikan tinggi, Peraturan Pemerintah Nomor 61 tahun

RENCANA OPERASIONAL PRODI NERS STIKES MATARAM

SALINAN PERATURAN KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2014 TENTANG

RENCANA INDUK PENELITIAN AKADEMI KEPERAWATAN PAMENANG TAHUN Oleh : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akper Pamenang

KOPI DARAT Kongkow Pendidikan: Diskusi Ahli dan Tukar Pendapat 13 Mei 2015

Pokok Bahasan. Urgensi Validasi Data Dasar FK. Izin Prodi Akademik-Profesi FK. Status Akreditasi Akademik-Profesi & Prodi Spesialis

DRAFT PEDOMAN PERHITUNGAN SATUAN KREDIT SEMESTER REMUNERASI (SKSR) DALAM RANGKA REMUNERASI DOSEN

Transkripsi:

Komentar dan Rekomendasi Nama Perguruan Tinggi Skema Reviewer : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara : Skema B : 1. Erlina Marfianti 2. Joko Mulyanto 1. Komentar Umum Selama dua hari visitasi, tanggal 19-20 Mei 2014, di kampus FK UMSU telah dilakukan pertemuan dan diskusi dengan pimpinan universitas, fakultas, PIU, MEU, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Dari pertemuan tersebut dapat disimpulkan bahwa secara umum implementasi PHK-PKPD telah memberikan dampak yang signifikan bagi percepatan peningkatan kualitas pendidikan kedokteran di FK UMSU. Hal ini tampak dari beberapa dampak program kegiatan PHK-PKPD yang telah dilaksanakan. Dampak implementasi PHK-PKPD terlihat jelas pada meningkatnya kualitas SDM baik dosen maupun tenaga kependidikan melalui beberapa program DT, NDT, IHT. Dosen dan tenaga kependidikan umumnya merasakan manfaat yang sangat besar terkait pengembangan kapabilitas dan kompetensi mereka setelah menjalani programprogram capacity building tersebut. Dampak lain yang terlihat sangat signifikan adalah peningkatan kualitas sarana pembelajaran. Tampak secara fisik perbaikan sarana pembelajaran seperti pada ruangan kelas, tutorial, lab skill, perpustakaan, CBT center yang merupakan hasil program pengadaan barang dan jasa bersumber dari dana PHK- PKPD. Dari sisi proses pembelajaran, dampak signifikan dari pelaksanaan PHK-PKPD di FK UMSU adalah terselesaikannya seluruh komponen KBK hasil revisi dan telah mulai diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran. Dampak positif diatas secara keseluruhan terangkum dalam status akreditasi yang berhasil diraih oleh FK UMSU yaitu akreditasi B. Pencapaian ini merupakan bukti yang kuat terkait peningkatan kualitas proses pembelajaran di FK UMSU yang sebagian besar bersumber dari dana PHK-PKPD. Permasalahan penting yang harus segera diantisipasi adalah beban dosen di FK UMSU yang berat (overload). Beratnya beban dosen ini terjadi karena jumlah dosen aktif yang relatif kurang, jumlah intake mahasiswa baru di tahun 2013 yang meningkat drastis. Beban dosen yang berat ini berimbas pada beberapa hal seperti proses

pembelajaran yang tidak optimal, minimnya kesempatan dosen untuk melakukan pengembangan diri, dan dalam jangka panjang akan menyulitkan institusi FK UMSU untuk berkembang menjadi institusi pendidikan kedokteran yang lebih maju. 2. Komitmen Pimpinan Komitmen pimpinan di fakultas tampak sangat kuat terhadap kemajuan institusi dan keberlanjutan aktivitas dan kegiatan program PHK-PKPD pasca implementasi proyek. Hal ini terlihat dari dukungan pimpinan fakultas terhadap aktivitas PHK-PKPD baik dalam kebijakan maupun penyediaan sumber daya. Selain itu komitmen pimpinan fakultas juga tampak kuat untuk menaati SE Dikti mengenai daya tampung mahasiswa baru. Meskipun demikian tampaknya masih terdapat permasalahan komunikasi dan koordinasi dengan pimpinan universitas sehingga pemahaman pimpinan universitas mengenai kompleksitas proses pembelajaran di fakultas kedokteran belum menyeluruh. Hal ini menjadi faktor penting karena sistem administratif dan keuangan di UMSU bersifat sentralistik di rektorat sehingga kadang terdapat permasalahan pengalokasian sumber daya. Pimpinan universitas tampak berusaha lebih memahami proses implementasi KBK yang ada di FK UMSU, namun demikian komitmen pimpinan universitas yang lebih besar, sistematis, dan operasional masih sangat dibutuhkan terutama untuk pengembangan FK UMSU ke depan. 3. Kemajuan Pelaksanaan PHK-PKPD dan Ketercapaian Indikator a. Pelaksanaan kegiatan secara umum: Secara umum sebagian besar aktivitas dan kegiatan yang direncanakan oleh PHK-PKPD FK UMSU berjalan dengan baik. Hambatan terbesar adalah jumlah sumber daya manusia yang relatif terbatas. Hal ini kadang menimbulkan masalah dalam pelaksanaan kegiatan karena minimnya waktu luang dari dosen yang terlibat dalam kegiatan. Beberapa kegiatan terpaksa harus dijadwalkan ulang karena permasalahan adanya benturan jadwal/terbatasnya waktu dosen. Beberapa kegiatan akhirnya tidak terlaksana karena tidak adanya alokasi waktu yang sesuai. Capaian fisik pelaksanaan kegiatan mencapai diatas 90%. Dalam hal pengadaan barang dan jasa, paket-paket pengadaan yang tersisa prosesnya telah dikontrakkan di akhir tahun 2013 dengan penyelesaian pekerjaan di semester I tahun 2014. Pada saat visitasi masih terdapat pelaksanaan pekerjaan yang belum tuntas, padahal waktu pelaksanaan pekerjaan sudah mendekati batas akhir yang dikontrakkan. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus agar penyelesaian pekerjaan bisa dilakukan tepat waktu. Selain itu beberapa peralatan

laboratorium dan kelas hasil proses pengadaan PHK-PKPD belum berfungsi secara optimal disebabkan oleh belum selesainya pekerjaan sipil renovasi ruangan. b. Ketercapaian area intervensi: No Area Intervensi Uraian 1 Implementasi KBK berbasis SPICES di FK UMSU Implementasi KBK berbasis SPICES: relatif berjalan dengan baik. Perangkat KBK seperti blue print maupun modul-modul terkait telah tersusun dan digunakan dalam proses pembelajaran. Selain itu SDM yang ada walaupun jumlahnya relatif terbatas tetapi telah memiliki kemampuan dan kompetensi yang cukup untuk mengimplementasikan KBK berbasis SPICES. Dua capaian indikator utama terkait implementasi KBK berbasis SPICES mencapai target yang direncanakan yaitu jumlah modul yang direvisi dan terintegrasi mencapai 100%, dan akreditasi program studi yang mendapatkan status akreditasi o Hasil yang dicapai: B. Indikator terkait persentase keberhasilan hasil asesmen mahasiswa pada ujian tulis dan OSCE belum mencapai target yang direncanakan. Hasil diskusi mengungkapkan bahwa permasalahan terkait dengan tidak tercapainya beberapa indikator utama adalah belum optimalnya proses pembelajaran yang berlangsung. Hal ini terjadi karena kombinasi faktor tingginya beban dosen sehingga upaya yang dicurahkan dalam proses pembelajaran tidak optimal, dan kualitas input mahasiswa yang tidak terlalu tinggi. Bisa dipahami bahwa sebagai salah satu dari 6 FK di Sumatera Utara, FK UMSU belum merupakan program studi favorit bagi sebagian besar calon mahasiswa, sehingga rekrutmen juga belum cukup mendapatkan input mahasiswa yang baik. Strategi yang harus dilakukan untuk mengatasi

2 Penguatan saranaprasarana Penunjang KBK: o Hasil yang dicapai: kendala tersebut adalah rekrutmen dosen dengan kualifikasi yang memadai dan dalam waktu segera untuk mengurangi beban dosen yang berat (overload). Selain itu penguatan sistem rekrutmen mahasiswa dan reputasi institusi FK UMSU yang sudah terakreditasi B perlu dilakukan agar bisa mendapatkan input mahasiswa dengan kualitas lebih baik. Sarana dan prasarana penunjang KBK di FK UMSU telah mengalami perbaikan yang signifikan. Tampak gedung laboratorium biomedik, ruang kuliah, ruang tutorial, ruang skill lab, peralatan kelas, peralatan laboratorium pendidikan tersedia walaupun beberapa jumlahnya masih belum memadai. Sebagian besar pendanaanya bersumber dari PHK-PKPD. Perlu menjadi catatan bahwa CBT center yang direncanakan ternyata mengalami perubahan karena tidak sesuai dengan syarat tata ruang CBT center menurut LPUK, dan ini berkonsekuensi pada penambahan biaya bersumber dana pendamping dan kemungkinan terlambatnya pendirian CBT center. Perpustakaan juga perlu mendapatkan perhatian khusus karena jumlah koleksi buku masih kurang dari kebutuhan minimal. Daya tampung ruangan laboratorium pendidikan cukup terbatas sehingga frekuensi pembelajaran meningkat yang berimbas pada beban kerja dosen. Capaian indikator terkait area intervensi ini adalah status akreditasi program studi yang telah mencapai B sesuai dengan target yang direncanakan. Selain itu indikator persentase keberhasilan first takers ujian tulis dan OSCE mahasiswa belum mencapai target yang direncanakan. Kendala yang dihadapi adalah belum optimalnya

3 Penguatan FK o Hasil yang dicapai: fungsi sarana-prasarana penunjang KBK karena beberapa proses pengadaan seperti renovasi sipil masih dalam proses penyelesaian pekerjaan. Hal ini mengakibatkan masih terdapat hambatan dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Selain itu daya tampung beberapa sarana penunjang juga masih terbatas. Strategi yang ditempuh untuk mengatasi permasalahan dan mencapai target indikator yang direncanakan adalah percepatan fungsionalisasi dan penambahan daya tampung sarana penunjang proses pembelajaran. Untuk itu diperlukan komitmen institusi untuk mengalokasikan sumber daya yang dibutuhkan dalam jumlah memadai sesegera mungkin. Terkait penguatan institusi fakultas ada beberapa hal yang sedang dan sudah berjalan dengan baik. FK UMSU telah memiliki MOU dengan RS Pirngadi sebagai RS pendidikan utama, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa proses pendidikan profesi di RS pendidikan ini belum berjalan optimal karena terkendala banyaknya FK lain yang melaksanakan pendidikan profesi di RS yang sama. Untuk itu FK UMSU telah memiliki MOU dengan RS Haji Medan yang sedang dikembangkan menjadi RS pendidikan utama di masa datang. Sistem penjaminan mutu telah mulai berjalan, dokumen mutu sebagian telah diselesaikan, proses monitoring dan evaluasi pembelajaran telah terlaksana. Tenaga kependidikan dari sisi jumlah masih relatif terbatas, tetapi komitmen dan dedikasi kepada institusi terlihat sangat kuat. Hal yang harus banyak dibenahi adalah terkait kegiatan tri dharma perguruan tinggi yang lain yaitu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sampai saat ini tidak tercatat adanya

produk penelitian maupun publikasi yang dilakukan dosen FK UMSU. Hal ini terjadi karena beban dosen dalam proses pembelajaran yang sangat besar sehingga dosen tidak mempunyai cukup waktu luang untuk melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu pola insentif staf yang dilakukan oleh institusi terkait penelitian juga kurang sesuai sehingga menyulitkan dosen untuk melakukan penelitian. Beberapa hal lain yang perlu mendapat perhatian khusus adalah pengembangan sistem informasi dan sistem seleksi mahasiswa yang lebih berkualitas. Sistem informasi akademik sampai saat ini belum tersedia, sedang dalam proses pembuatan dan terintegrasi dengan universitas. Akses internet di lingkungan FK UMSU juga relatif tidak terdistribusi merata karena kerusakan beberapa alat penunjang, padahal secara teoritis kuota yang disediakan cukup besar. Sistem seleksi mahasiswa masih menganut pola tradisional, sehingga rasio pendaftar dan mahasiswa masih relatif rendah. Dengan status akreditasi B, seharusnya FK UMSU mampu menarik pendaftar dan mendapatkan input mahasiswa yang lebih baik. Ketercapaian indikator pada area ini tampak dari status akreditasi B yang sudah memenuhi target yang direncanakan. Selain itu jumlah dosen berkualifikasi S2 juga telah mencapai target yang direncanakan. Meskipun demikian, jumlah dosen yang berkualifikasi S3, serta partisipasi dosen dalam kegiatan hibah pengajaran masih dibawah target yang direncanakan. Kendala yang muncul pada ketersediaan RS pendidikan adalah RS Pirngadi sebagai RS pendidikan utama saat ini kurang akomodatif terhadap kurikulum dan proses pembelajaran

4 Penguatan MEU o Hasil yang dicapai: pendidikan profesi yang sudah dirancang oleh FK UMSU. Untuk itu strategi pemilihan dan pengembangan RS Haji Medan sebagai RS pendidikan utama sudah tepat dan memerlukan dukungan sumber daya yang memadai dari pihak institusi terutama di tingkat universitas. Terkait dengan masih minimnya produktivitas dosen dalam hal penelitian dan pengabdian masyarakat strategi yang dilakukan adalah penambahan jumlah SDM segera untuk mengatasi beban kerja dosen yang overload, selain itu penambahan fasilitas penunjang pembelajaran untuk mengurangi frekuensi kegiatan pembelajaran perlu juga untuk dilakukan dengan segera. Selain itu dilakukan usaha-usaha untuk memperbaiki sistem rekrutmen mahasiswa baru agar mendapatkan intake mahasiswa baru yang lebih berkualitas. Penguatan MEU sudah berjalan dengan cukup baik. Saat ini terdapat 2 dosen yang sedah menempuh tugas belajar S2 pendidikan kedokteran, dan akan selesai segera. MEU juga telah bekerja dengan baik dalam hal penyusunan kurikulum dan penjaminan mutu pendidikan, tetapi pengembangan sistem asesmen belum berjalan dengan optimal. Struktur organisasi sudah terbentuk dengan baik, dan adanya dasar legal formal untuk melaksanakan tugas. Yang perlu diperhatikan adalah dukungan SDM dan sarana-prasarana yang relatif terbatas. Ketercapaian indikator kinerja terlihat dari penyusunan modul KBK yang sudah terselesaikan 100%, kelengkapan instrumen pembelajaran KBK juga telah mencapai 100%, dan jumlah blok yang mengandung muatan lokal juga sudah mencapai 100%. Tetapi indikator terkait asessment belum mencapai seperti instrumen asessment, item

5 Unggulan spesifik (skema A) o Hasil yang dicapai: 6 Pengembangan capacity building o Hasil yang dicapai: review belum mencapai target yang direncanakan. Kendala yang muncul umumnya terkait dengan keterbatasan SDM dan sarana penunjang untuk melakukan fungsi MEU. Fungsi MEU yang melakukan fungsi strategis dan fungsi teknis pembelajaran jelas sangat menyita energi, tetapi dukungan SDM dan sarana yang terbatas. Strategi yang ditempuh adalah penambahan SDM dan penambahan sarana penunjang sesegera mungkin. Program pengembangan capacity building yang dilaksanakan di UMSU mencakup degree training, non-degree training, in-house training, serta insentif staf. Aktivitas berjalan dengan baik, tetapi belum semuanya menampakkan hasil dalam kurun waktu pelaksanaan proyek. Ketercapaian indikator masih belum mencapai target yang direncanakan adalah jumlah dosen yang belum memenuhi target, jumlah dosen yang mengikuti pekerti/aa belum mencapai target. Jumlah dosen berkualifikasi S2 telah mencapai target, sedangkan untuk S3 belum mencapai target. Kendala yang dihadapi adalah terkait dengan kesulitan untuk melakukan rekrutmen dosen karena minimnya minat, dan insentif pengembangan karir staf belum terstruktur dengan

7 Kemitraan (skema A & B) o Hasil yang dicapai: baik. Strategi yang dilakukan adalah memperbaiki pola pengembangan karir SDM sehingga dapat meningkatkan rekrutmen SDM baik dari sisi kualitas dan kuantitas. c. Ketercapaian indikator utama No Indikator Kesesuaian dengan target akhir tahun 2013 Hambatan pencapaian indikator sesuai dengan hasil diskusi 1 Ketersediaan buku blok 21 buku (tercapai) Tidak ada yang terintegrasi horisontal dan vertikal. 2 Persentase kelulusan ujian tulis dengan nilai B 30% (belum tercapai) Kualitas input mahasiswa, proses pembelajaran belum optimal (overload). 3 Persentase kelulusan 90% (tercapai) Tidak ada ujian OSCE dengan nilai B 4 Kelulusan UKDI N.A Belum meluluskan 5 Status akreditasi B (tercapai) Tidak ada d. Intake mahasiswa No Kuota dikti 2011 2012 2013

2014 Intake Daya Tampung Intake Daya Tampung Intake Daya Tampung 1 100 75 100 75 100 160 100 e. Kendala dalam pencapaian indikator kinerja utama dan cara mengatasinya Indikator kinerja yang belum tercapai adalah persentase tingkat kelulusan ujian tulis. Kendala yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kualitas input mahasiswa yang belum memadai, proses pembelajaran yang kurang optimal. Sehingga strategi pencapaian yang dilakukan mengarah pada perbaikan sistem rekrutmen dan perbaikan proses pembelajaran. Proses rekrutmen mahasiswa terkait dengan kebijakan fakultas maupun universitas. Untuk itu perlu dilakukan telaah ulang terhadap sistem rekrutmen, dan peningkatan citra reputasi institusi agar dapat mendapatkan intake mahasiswa baru. Peningkatan kualitas proses pembelajaran berfokus pada perbaikan SDM untuk mengurangi beban kerja dosen yang overload. 4. Hambatan terkait dengan pengelolaan dan strategi untuk mengatasinya Pada pengelolaan program ada beberapa hambatan, sumber daya manusia (dosen ) yang masih banyak sekolah, sehingga tidak bisa aktif dalam proses pembelajaran di FK UMSU. Hal ini mengakibatkan dosen yang aktif dalam proses pembelajaran, jumlahnya jumlahnya tidak banyak sehingga overload pekerjaan, baik proses pembelajaran ataupun proses pendukung pembelajaran. Hal ini juga berimbas pada minimnya penelitian dosen dan rendahnya kepengurusan jabatan fungsional. Pengelolaan keuangan yang sentralistik dari rektorat bisa menjadi kendala, apabila tidak ada komunikasi yang efektif dari pihak fakultas dan rektorat. Sehingga diperlukan komunikasi intensif dan efektif dalam pendanaan kebutuhan di fakultas kedokteran. Perlu pemahaman bahwa pendidikan dikedokteran proses pembelajarannya berbeda dan cost yang dibutuhkan juga berbeda. 5. Praktek Baik (Good Practices) Rektorat (WAREK I) merencanakan program stimulus untuk meningkatkan minat penelitian dosen. Stimulus sebesar 5-15 juta setiap dosen dimaksudkan

untuk meningkatkan mutu dan minat penelitian dosen. Hal ini merupakan good practices (praktek baik) yang segera dilaksanakan. 6. Rekomendasi a. Rekomendasi untuk institusi: Beban dosen relatif sangat besar, bahkan bisa dikatakan overload. Hal ini disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor yaitu jumlah dosen yang aktif saat ini relatif sedikit karena sebagian sedang melakukan tugas belajar. Selain itu intake mahasiswa pada tahun 2013 relatif besar sehingga membuat rasio dosen mahasiswa semakin besar. Selain itu daya tampung fasilitas dan sarana seperti ruangan lab juga relatif sedikit sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi lebih panjang karena harus bergiliran. Besarnya beban dosen ini berakibat pada berkurangnya kesempatan dosen untuk mengembangkan karir lebih lanjut. Masih sedikitnya dosen dengan jabatan fungsional dosen menunjukkan bahwa dosen tidak mempunyai kesempatan melakukan dharma penelitian dan dharma pengabdian. Sehingga pemenuhan angka kredit dalam pengurusan jabatan fungsional sulit tercapai. Padahal jabatan fungsional dosen bermanfaat untuk kepentingan dosen maupun penguatan institusi. Untuk itu perlu dikembangkan solusi terutama pimpinan institusi terkait masalah ini untuk kepentingan pengembangan institusi terutama karena sudah mempunyai akreditasi B. Pimpinan institusi telah menunjukkan komitmen kuat, tetapi masih perlu dilakukan koordinasi dan komunikasi yang lebih intensif antara fakultas dengan universitas terkait implementasi KBK yang memang membutuhkan sumber daya yang besar. Komitmen institusi ini terkait dengan rekrutmen SDM sesegara mungkin untuk menambah jumlah dosen dan mengurangi beban dosen, komitmen penambahan fasilitas sarana untuk melengkapi sarana yang sudah diadakan oleh PHK-

PKPD, pembatasan input mahasiswa sesuai SE DIKTI, dan fasilitasi serta insentif untuk staf dosen sebagai pengembangan karir. Pengembangan tenaga kependidikan perlu mendapat perhatian khusus. Terkait dengan sarana-prasarana yang sudah diadakan oleh PHK- PKPD perlu dilakukan fungsionalisasi segera. b. Rekomendasi untuk CPCU: Secara umum, program hibah sangat membantu di institusi fakultas kedokteran, untuk meningkatkan kualitas. Sehingga program yang serupa bisa selalu diadakan ataupun ditingkatkan, dengan system pengawasan yang baik.