BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

PENENTUAN TINGKAT RESIKO PENYAKIT DIABETES MELLITUS DENGAN METODE SUGENO DI RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH

IMPLEMENTASI FUZZY TSUKAMOTO DALAM MENDIAGNOSA PENYAKIT DIABETES MELITUS

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

APLIKASI SISTEM PAKAR FUZZY SUGENO UNTUK REKOMENDASI PENGOBATAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 TUGAS AKHIR

Metode Tsukamoto untuk Mendiagnosa Penyakit Infeksi pada Manusia

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT DBD DAN DEMAM TIFOID DENGAN METODE FUZZY TSUKAMOTO (STUDI KASUS PUSKESMAS PRACIMANTORO I)

PENERAPAN METODE FUZZY TSUKAMOTO UNTUK MEMPREDIKSI HASIL PRODUKSI KELAPA SAWIT (STUDI KASUS : PT. AMAL TANI PERKEBUNAN TANJUNG PUTRI BAHOROK)

PREDIKSI PERMINTAAN PRODUK MIE INSTAN DENGAN METODE FUZZY TAKAGI-SUGENO

PERBANDINGAN METODE TSUKAMOTO, METODE MAMDANI DAN METODE SUGENO UNTUK MENENTUKAN PRODUKSI DUPA (Studi Kasus : CV. Dewi Bulan)

Proses Pendiagnosaan Penyakit Menggunakan Logika Fuzzy Dengan Metode Mamdani

BAB IV METODE PENELITIAN

Penentuan Jumlah Produksi Kue Bolu pada Nella Cake Padang dengan Sistem Inferensi Fuzzy Metode Sugeno

Penerapan Fuzzy Logic untuk Pembatasan Jumlah Partikel Pada Aplikasi yang Menggunakan Sistem Partikel

Jurnal String Vol. 1 No. 1 Tahun 2016 ISSN: MODEL EVALUASI KINERJA KARYAWAN DENGAN METODE FUZZY SUGENO PADA RESTO ABTL

HASIL DAN PEMBAHASAN. masukan (input) yang digunakan dalam mengembangkan Fuzzy Inference System seperti yang disajikan pada Gambar 10 berikut :

Perbandingan Regresi Linear, Backpropagation Dan Fuzzy Mamdani Dalam Prediksi Harga Emas

FUZZY TSUKAMOTO PADA SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT PENCERNAAN PADA BAYI USIA 0-12 BULAN ABSTRAK

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. menitikberatkan pada prevalensi terjadinya DM pada pasien TB di RSUP

Logika fuzzy pertama kali dikembangkan oleh Lotfi A. Zadeh melalui tulisannya pada tahun 1965 tentang teori himpunan fuzzy.

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

Penerapan Metode Fuzzy Mamdani Pada Rem Otomatis Mobil Cerdas

KASUS PENERAPAN LOGIKA FUZZY. Fuzzy tsukamoto, mamdani, sugeno

Untuk dapat lebih memahani fuzzy Tsukamoto, berikut contoh kasus :

APLIKASI PENGAMBILAN KEPUTUSAN DENGAN METODE TSUKAMOTO PADA PENENTUAN TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN (STUDI KASUS DI TOKO KENCANA KEDIRI)

adalahkelompok profesi terbesar dan berperan vital dalam sistem tersebut yang menyebabkan ABSTRAK

Erwien Tjipta Wijaya, ST.,M.Kom

JURNAL SISTEM PENENTUAN HARGA PERCETAKAN FOTO DIGITAL MENGGUNAKAN FUZZY TSUKAMOTO DI ALIEF COMPUTER KOTA KEDIRI

BAB 2 LANDASAN TEORI

KLASIFIKASI PENERIMAAN BEASISWA DENGAN MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY TSUKAMOTO (STUDI KASUS POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN SEMARANG)

REVIEW PENERAPAN FUZZY LOGIC SUGENO DAN MAMDANI PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PRAKIRAAN CUACA DI INDONESIA

BAB 1 PENDAHULUAN. Logika fuzzy memberikan solusi praktis dan ekonomis untuk mengendalikan

PENERAPAN METODE TSUKAMOTO DALAM PEMBERIAN KREDIT SEPEDA MOTOR BEKAS PADA PT TRI JAYA MOTOR (Studi Kasus PT TRI JAYA MOTOR MEDAN )

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN BEASISWA BIDIK MISI DI POLITEKNIK NEGERI JEMBER MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY

BAB II LANDASAN TEORI. papernya yang monumental Fuzzy Set (Nasution, 2012). Dengan

BAB IV IMPLEMENTASI DAN HASIL PENGUJIAN

IMPLEMENTASI METODE FUZZY MAMDANI DALAM MEMPREDIKSI TINGKAT KEBISINGAN LALU LINTAS

BAB III METODE PENELITIAN

SPK PENENTUAN TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN PADA RESTORAN XYZ

Penerapan Metode Fuzzy Mamdani untuk Memprediksi Penjualan Gula

IMPLEMENTASI FUZZY LOGIC DALAM MENENTUKAN PENDUDUK MISKIN (STUDI KASUS PADA BADAN PUSAT STATISTIK KOTA PAGARALAM)

Himpunan Tegas (Crisp)

4-5-FUZZY INFERENCE SYSTEMS

PENERAPAN METODE ALORITMA FUZZY MAMDANI PADA APLIKASI SPK PENENTUAN JUMLAH PRODUKSI BARANG CV.KURNIA ALAM DI JEPARA

Ada 5 GUI tools yang dapat dipergunakan untuk membangun, mengedit, dan mengobservasi sistem penalaran, yaitu :

METODOLOGI PENELITIAN

PREDIKSI LUAS PANEN DAN PRODUKSI PADI DI KABUPATEN BANYUMAS MENGGUNAKAN METODE ADAPTIVE NEURO-FUZZY INFERENCE SYSTEM (ANFIS)

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

LOGIKA FUZZY. Dr. Ade Gafar Abdullah JPTE-UPI

PENDAPATAN MASYARAKAT DENGAN ADANYA KAMPUS MENGGUNAKAN FUZZY TSUKAMOTO

ABSTRAK. Kata Kunci: komparasi, prediksi, mahasiswa baru, Tsukamoto, Sugeno, Mamdani, framework CI, registrasi. ABSTRACT

PERENCANAAN JUMLAH PRODUK MENGGUNAKAN METODE FUZZY MAMDANI BERDASARKAN PREDIKSI PERMINTAAN Oleh: Norma Endah Haryati ( )

Praktikum sistem Pakar Fuzzy Expert System

Penerapan Logika Fuzzy Metode Sugeno Untuk Memprediksi Jumlah Penumpang Di Terminal Ronggo Sukowati Pamekasan

Jurnal Informatika SIMANTIK Vol. 2 No. 2 September 2017 ISSN:

BAB I PENDAHULUAN. pesat terutama pada dunia komputer memberikan kita wawasan yang luas

IMPLEMENTASI FUZZY LOGIC SEBAGAI PENENTU JUMLAH KONSUMSI KALORI PENDERITA DIABETES MELITUS

Pendapatan Masyarakat Disekitar Kampus dengan Adanya Mahasiswa Menggunakan Fuzzy

Saintia Matematika ISSN: Vol. 2, No. 2 (2014), pp

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III METODE PENELITIAN

Model Evaluasi Performa Mahasiswa Tahun Pertama Melalui Pendekatan Fuzzy Inference System dengan Metode Tsukamoto

REVIEW JURNAL LOGIKA FUZZY

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Dalam tinjauan pustaka dibawah ini terdapat 5 referensi dan 1 referensi dari

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PRODUKSI JENANG MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY MAMDANI

KECERDASAN BUATAN (Artificial Intelligence) Materi 8. Entin Martiana

FUZZY LOGIC CONTROL 1. LOGIKA FUZZY

REKOMENDASI PEMILIHAN LAPTOP MENGGUNAKAN SISTEM INFERENSI FUZZY TSUKAMOTO

STUDY TENTANG APLIKASI FUZZY LOGIC MAMDANI DALAM PENENTUAN PRESTASI BELAJAR SISWA (STUDY KASUS: SMP PEMBANGUNAN NASIONAL PAGAR MERBAU)

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Penyakit gigi pada manusia menduduki urutan pertama dari daftar 10

Optimalisasi Jumlah Produksi Jamu Jaya Asli Dengan Metode Fuzzy Tsukamoto

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

BAB VII LOGIKA FUZZY

Penerapan FuzzyTsukamotodalam Menentukan Jumlah Produksi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

Penerapan Fuzzy Mamdani Untuk Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Telepon Seluler

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

Kata kunci : Metode Logika Fuzzy Tsukamoto, Metode Bayes, Sistem Pakar, Diabetes Melitus, Backward Chaining

Seminar Tugas Akhir. Perancangan Sistem Pakar Fuzzy Untuk Pengenalan Dini Potensi Terserang Stroke Berbasis Web

Yuliana Erma Suryani. Implementasi Fuzzy Expert System Untuk Diagnosis Penyakit Jantung

Sistem Inferensi Fuzzy

Rima Ayuningtyas NIM Jurusan Teknik Informatika, Universitas Maritim Raja Ali Haji. Jl. Politeknik Senggarang, Tanjungpinang

manusia diantaranya penyakit mata konjungtivitis, keratitis, dan glaukoma.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam kondisi yang nyata, beberapa aspek dalam dunia nyata selalu atau biasanya

APLIKASI FUZZY INFERENCE SYSTEM (FIS) TSUKAMOTO UNTUK MENGANALISA TINGKAT RESIKO PENYAKIT DALAM

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Descriptive Research Penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang digunakan untuk menmukan pengetahuan yang seluas-luasnya terhadap objek penelitian pada suatu masa tertentu. Sedangkan menurut Punaji Setyosari ia menjelaskan bahwa penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan suatu keadaan, peristiwa, objek apakah orang atau segala sesuatu yang terkait dengan variabel-variabel yang bisa dijelaskan baik dengan angka-angka maupun kata-kata. Hal senada juga dikemukakan oleh Best bahwa penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai kenyataan[12]. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang hasil diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulannya. Artinya penelitian diolah dengan menekankan analisisnya pada data-data numerik (angka) sehingga diketahui hubungan yang signifikan pada variabel tersebut dan memperjelas objek yang diteliti dengan adanya penelitian. 3.2 Langkah-langkah Descriptive Research 3.2.1 Deskripsi Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui diagnosa penyakit diabetes melitus sehingga dapat membantu pihak rumah sakit atau pasien. Dalam mendiagnosa penyakit diabetes melitus menggunakan metode tsukamoto dalam pengolahan data inputan yang didapatkan dari rumah sakit tersebut. 38

39 3.2.2 Jenis Data dan Sumber Data 3.2.2.1 Jenis Data Menurut Prof. Dr. Sugiono [13] ; data kuantitatif adalah suatu metode penelitian yang data penelitiannya berupa angka-angka dan analisisnya menggunakan statistik. Menurut Williams[14]: data kuantitatif adalah data yang didapat dari pendekatan di dalam usulan penelitian, proses, hipotesis, analisis data dan kesimpulan sampai penulisannya menggunakan aspek pengukuran, perhitungan rumusdan kepastian data numeric Dari kesimpulan diatas maka jenis data yang saya gunakan adalah data kuantitatif, karena data yang diperoleh yaitu data mengenai pasien yang berbentuk numerik. 3.2.2.2 Sumber Data a. Primer Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari objek yang diteliti atau baik yang dilakukan secara wawancara, pengamatan, pencatatan atau penelitian pada objek yaitu kadar gula penyakit diabetes. Data primer yang didapatkan yaitu data kadar gula penyakit diabetes antara lain : gula darah puasa, gula plasma puasa, gula darah 2jm pp, dan HbA1c. Data tersebut didapat dari pakar di RSUD. Tugurejo Semarang dengan wawancara. b. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung terhadap sumber informasi melalui media perantara. Data sekunder biasanya berupa dta catatan ataupun laporan historis yang dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan, data sekunder digunakan hanya untuk

40 pelengkap teori dari data primer yang diperoleh dari bukubuku, laporan skripsi lain, dan internet berupa pengertian, definisi dan konsep-konsep yang berhubungan dengan penyusunan tugas akhir ini. 3.2.3 Tekhnik Pengumpulan Data Sesuai dengan sumber data dan penyusunan tugas akhir ini maka dalam penlisan dan pengumpulan data menggunakan beberapa metode,antara lain a. Studi Pustaka Studi pustaka adalah metode dimana perolehan data-datanya melalui buku-buku atau jurnal yang berkaitan dengan tugas akhir ini. Data yang diperoleh dari buku-buku dan jurnal-jurnal mengenai logika fuzzy tsukamoto dan diabetes melitus. b. Wawancara Metode yang dilakukan untuk mengumpulkan sebuah informasi yang dilakukan dengan cara bertanya langsung secara lisan maupun tulisan terhadap yang berkaitan dengan diabetes melitus. Data yang dapat disimpulkan dari hasil wawancara adalah data-data mengenai variabel apa saja yang diperlukan untuk menentukan diabetes melitus. 3.3 Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan untuk mendukung dalam penelitian ini antara lain: 1. Hardware PC atau leptop dengan spesifikasi operasi windows 7 Ultimate 64-bit dengan kapasitas memori RAM 2048 MB 2. Software Microsoft Office Word 2007 dan Matlab 7.1

41 3.4 Metode Pengolahan Data Metode pengolahan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara kepada pakar. Disini penulis melakukan wawancara terhadap salah satu dokter yang bernama dr. Prahastyo, Sp.PD yang berada di RSUD Tugurejo Semarang. Tabel 3.1 Tabel Data Variabel Input No Variabel Fuzzy Himpunan Fuzzy Rendah Sedang Tinggi 1 Gula Darah Puasa (mg/dl) <60 60 GDP 100 >100 2 Gula Plasma Puasa (mg/dl) <80 80 GPP 120 >120 3 Gula Darah 2 jam PP (mg/dl) <90 90 GD 130 >130 4 Kadar HbA1c (mg/dl) <4.5 4.5 HbA1c 6.5 <6.5 Data yang sudah didapat kemudian diolah dengan menentukan fungsi keanggotaan input dan output. Input terdiri dari data gula darah puasa, gula plasma puasa, gula darah 2jm paska puasa dan HbA1c, outputnya adalah Diagnosa. Setiap fungsi keanggotaan memiliki variabel linguistik. Variabel linguistik dari beberapa inputan adalah sebagai berikut: a. Inputan GDP: RENDAH, SEDANG, dan TINGGI b. Inputan GPP: RENDAH, SEDANG, dan TINGGI c. Inputan GD: RENDAH, SEDANG, TINGGI d. Inputan HbA1c: RENDAH, SEDANG, TINGGI Sedangkan variabel output harga barang adalah GULADARAH- RENDAH, NORMAL, dan POSITIF Adapun bentuk grafik dari himpunan fuzzy yang mengacu pada sempel data adalah:

42 a. Gula Darah Puasa Gambar 3.1 membership function Gula Darah Puasa b. Gula Plasma Puasa Gambar 3.2 membership function Gula Plasma Puasa

43 c. Gula Darah 2jam PP Gambar 3.3 membership function Gula Darah 2jm PP d. HbA1c Gambar 3.4 membership function HbA1c

44 e. Diagnosa Gambar 3.5 membership function Diagnosa Berdasarkan unit penalaran pada inferensi fuzzy yang berbentuk adalah: Jika v adalah A, dan w adalah B, dan x adalah C, dan y adalah D, maka z adalah E Jika v dikaitkan dengan variabel GDP dan A adalah nilai-nilai linguistiknya, w dikaitkan dengan variabel GPP dan B adalah nilai-nilai linguistiknya, x dikaitkan dengan variabel GD dan C adalah nilai-nilai linguistiknya, y dikaitkan dengan HbA1c dan D adalah nilai linguistiknya, dan z dikaitkan dengan Diagnosa dan E adalah nilai linguistiknya, maka aturan-aturan rule yang dapat terbentuk adalah:

45 [R1] IF GDP Rendah AND GPP Rendah AND GD Rendah AND HB Rendah [R2] IF GDP Rendah AND GPP Rendah AND GD Sedang AND HB Rendah [R3] IF GDP Rendah AND GPP Rendah AND GD Tinggi AND HB Rendah [R4] IF GDP Rendah AND GPP Sedang AND GD Rendah AND HB Rendah [R5] IF GDP Rendah AND GPP Sedang AND GD Sedang AND HB Rendah [R6] IF GDP Rendah AND GPP Sedang AND GD Tinggi AND HB Rendah [R7] IF GDP Rendah AND GPP Tinggi AND GD Rendah AND HB Rendah [R8] IF GDP Rendah AND GPP Tinggi AND GD Sedang AND HB Rendah [R9] IF GDP Rendah AND GPP Tinggi AND GD Tinggi AND HB Rendah [R10] IF GDP Rendah AND GPP Rendah AND GD Rendah AND HB Sedang [R11] IF GDP Rendah AND GPP Rendah AND GD Sedang AND HB Sedang [R12] IF GDP Rendah AND GPP Rendah AND GD Tinggi AND HB Sedang [R13] IF GDP Rendah AND GPP Sedang AND GD Rendah AND HB Sedang [R14] IF GDP Rendah AND GPP Sedang AND GD Sedang AND HB Sedang

46 [R15] IF GDP Rendah AND GPP Sedang AND GD Tinggi AND HB Sedang [R16] IF GDP Rendah AND GPP Tinggi AND GD Rendah AND HB Sedang [R17] IF GDP Rendah AND GPP Tinggi AND GD Sedang AND HB Sedang [R18] IF GDP Rendah AND GPP Tinggi AND GD Tinggi AND HB Sedang [R19] IF GDP Rendah AND GPP Rendah AND GD Rendah AND HB Tinggi [R20] IF GDP Rendah AND GPP Rendah AND GD Sendah AND HB Tinggi [R21] IF GDP Rendah AND GPP Rendah AND GD Tinggi AND HB Tinggi [R22] IF GDP Rendah AND GPP Sedang AND GD Rendah AND HB Tinggi [R23] IF GDP Rendah AND GPP Sedang AND GD Sedang AND HB Tinggi [R24] IF GDP Rendah AND GPP Sedang AND GD Tinggi AND TB Tinggi [R25] IF GDP Rendah AND GPP Tinggi AND GD Rendah AND TB Tinggi [R26] IF GDP Rendah AND GPP Tinggi AND GD Sedang AND HB Tinggi [R27] IF GDP Rendah AND GPP Tinggi AND GD Tinggi AND TB Tinggi [R28] IF GDP Sedang AND GPP Rendah AND GD Rendah AND HB Rendah

47 [R29] IF GDP Sedang AND GPP Rendah AND GD Sedang AND HB Rendah [R30] IF GDP Sedang AND GPP Rendah AND GD Tinggi AND HB Rendah [R31] IF GDP Sedang AND GPP Sedang AND GD Rendah AND HB Rendah [R32] IF GDP Sedang AND GPP Sedang AND GD Sedang AND HB Rendah [R33] IF GDP Sedang AND GPP Sedang AND GD Tinggi AND HB Rendah [R34] IF GDP Sedang AND GPP Tinggi AND GD Rendah AND HB Rendah [R35] IF GDP Sedang AND GPP Tinggi AND GD Sedang AND HB Rendah [R36] IF GDP Sedang AND GPP Tinggi AND GD Tinggi AND HB Rendah [R37] IF GDP Sedang AND GPP Rendah AND GD Rendah AND HB Sedang [R38] IF GDP Sedang AND GPP Rendah AND GD Sedang AND HB Sedang [R39] IF GDP Sedang AND GPP Rendah AND GD Tinggi AND HB Sedang [R40] IF GDP Sedang AND GPP Sedang AND GD Rendah AND HB Sedang [R41] IF GDP Sedang AND GPP Sedang AND GD Sedang AND HB Sedang [R42] IF GDP Sedang AND GPP Sedang AND GD Tinggi AND HB Sedang

48 [R43] IF GDP Sedang AND GPP Tinggi AND GD Sedang AND HB Sedang [R44] IF GDP Sedang AND GPP Tinggi AND GD Sedang AND HB Sedang [R45] IF GDP Sedang AND GPP Tinggi AND GD Tinggi AND HB Sedang [R46] IF GDP Sedang AND GPP Rendah AND GD Rendah AND HB Tinggi THEN Negatif [R47] IF GDP Sedang AND GPP Rendah AND GD Sedang AND HB Tinggi [R48] IF GDP Sedang AND GPP Rendah AND GD Tinggi AND HB Tinggi [R49] IF GDP Sedang AND GPP Sedang AND GD Rendah AND HB Tinggi [R50] IF GDP Sedang AND GPP Sedang AND GD Sedang AND HB Tinggi [R51] IF GDP Sedang AND GPP Sedang AND GD Tinggi AND HB Tinggi [R52] IF GDP Sedang AND GPP Tinggi AND GD Rendah AND HB Tinggi [R53] IF GDP Sedang AND GPP Tinggi AND GD Sedang AND HB Tinggi [R54] IF GDP Sedang AND GPP Tinggi AND GD Tinggi AND HB Tinggi [R55] IF GDP Tinggi AND GPP Rendah AND GD Rendah AND HB Rendah [R56] IF GDP Tinggi AND GPP Rendah AND GD Sedang AND HB Rendah

49 [R57] IF GDP Tinggi AND GPP Rendah AND GD Tinggi AND HB Rendah [R58] IF GDP Tinggi AND GPP Sedang AND GD Rendah AND HB Rendah [R59] IF GDP Tinggi AND GPP Sedang AND GD Sedang AND HB Rendah [R60] IF GDP Tinggi AND GPP Sedang AND GD Tinggi AND HB Rendah [R61] IF GDP Tinggi AND GPP Tinggi AND GD Rendah AND HB Rendah [R62] IF GDP Tinggi AND GPP Tinggi AND GD Sedang AND HB Rendah [R63] IF GDP Tinggi AND GPP Tinggi AND GD Tinggi AND HB Rendah [R64] IF GDP Tinggi AND GPP Rendah AND GD Rendah AND HB Sedang [R65] IF GDP Tinggi AND GPP Rendah AND GD Sedang AND HB Sedang [R66] IF GDP Tinggi AND GPP Rendah AND GD Tinggi AND HB Sedang [R67] IF GDP Tinggi AND GPP Sedang AND GD Rendah AND HB Sedang THEN Pra Diabetes [R68] IF GDP Tinggi AND GPP Sedang AND GD Sedang AND HB Sedang [R69] IF GDP Tinggi AND GPP Sedang AND GD Tinggi AND HB Sedang [R70] IF GDP Tinggi AND GPP Tinggi AND GD Rendah AND HB Sedang

50 [R71] IF GDP Tinggi AND GPP Tinggi AND GD Sedang AND HB Sedang [R72] IF GDP Tinggi AND GPP Tinggi AND GD Tinggi AND HB Sedang [R73] IF GDP Tinggi AND GPP Rendah AND GD Rendah AND HB Tinggi THEN Pra Diabetes [R74] IF GDP Tinggi AND GPP Rendah AND GD Sedang AND HB Tinggi [R75] IF GDP Tinggi AND GPP Rendah AND GD Tinggi AND HB Tinggi [R76] IF GDP Tinggi AND GPP Sedang AND GD Rendah AND HB Tinggi [R77] IF GDP Tinggi AND GPP Sedang AND GD Sedang AND HB Tinggi [R78] IF GDP Tinggi AND GPP Sedang AND GD Tinggi AND HB Tinggi [R79] IF GDP Tinggi AND GPP Tinggi AND GD Rendah AND HB Tinggi [R80] IF GDP Tinggi AND GPP Tinggi AND GD Sedang AND HB Tinggi [R81] IF GDP Tinggi AND GPP Tinggi AND GD Tinggi AND HB Tinggi Dari rule yang telah disusun diatas nantinya akan dapat digunakan dalam penentuan keputusan untuk diagnosia penyakit Deabetes melitus (DM). Mesin Inferensi Menggunakan fungsi implikasi MIN untuk mendapatkan nilai α-predikat tiap-tiap rules (α 1, α 2, α 3,. α n ).

51 Kemudian masing masing nilai α-predikat ini digunakan untuk menghitung keluaran hasil inferensi secara tegas (crips) masing-masing rules (z 1, z 2, z 3,..z n ). Tahap Defuzzyfikasi Hasil akhir output (z) diperoleh dengan menggunakan rata-rata pembobotan: 3.5 Mean Absolute Precentage Error (MAPE) Validasi metode dalam memprediksi terutama dengan menggunakan nmetode tsukamoto tidak dapat lepas dari indicator-indikator dalam penukutran akurasi. Bagaimanapun juga terdapat sejumblah indikator dalam pengukuran akurasi peramalan, dalam kasus ini MAPE digunakan untuk mengetahui keakurasian dari hasil perhitungan Setelah mendapatkan hasil akhir maka dilakukan proses uji akurasi, hasil uji akurasi didapatkan dalam bentuk persentase. Tingkat akurasi dihitung berdasarkan hasil pembagian jumlah data benar dengan jumlah data keseluruhan dikalikan 100%. Dengan rumus sebagai berikut: Jumlah Data Salah Akurasi = X 100% Jumlah Semua Data