RPP ORNAMEN II (hasil revisi)

dokumen-dokumen yang mirip
RPP KRIYA LOGAM III. Bahan Kajian. (materi ajar)

BAHAN KAJIAN (Materi Ajar)

KONTRAK KULIAH I. MANFAAT PERKULIAHAN

MATERI AJAR & KONTRAK PERKULIAHAN A. MATERI AJAR & TUGAS: KRIYA KULIT I,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN NIRMANA II

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN NIRMANA II

RENCANA PEMBELAJARAN

PETUNJUK TEKNIS KULIAH KERJA PROFESI JURUSAN KRIYA

KONTRAK PERKULIAHAN. 1. Manfaat Matakuliah. Nama Matakuliah : Kriya Kulit II Kode Matakuliah : MKB 06203

MATERI AJAR PERKULIAHAN & TUGAS-TUGAS NIRMANA I

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS BAHASA DAN SENI SILABUS MATA KULIAH : GAMBAR ORNAMEN FRM/FBS/19-00 Revisi : Juli 2008 Hal

KISI- KISI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL SERTIFIKASI GURU TAHUN 2012

RENCANA PEMBELAJARAN

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN NIRMANA II

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN

RPP KRIYA LOGAM II TAHUN AKADEMIK

MATERI & TUGAS-TUGAS PERKULIAHAN ORNAMEN

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP)

pendidikan seni tersebut adalah pendidikan seni rupa yang mempelajari seni mengolah kepekaan rasa, estetik, kreativitas, dan unsur-unsur rupa menjadi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Seni adalah karya cipta manusia yang memiliki nilai estetika dan artistik.

RENCANA PEMBELAJARAN MATA KULIAH FESYEN DASAR PROGRAM STUDI BATIK JURUSAN KRIYA

WORKSHOP RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) USAHID. Agustina Zubair

PROGRAM STUDI S1 - SENI KARAWITAN PROGRAM STUDI S1 - SENI PEDALANGAN

PENDIDIKAN KEWARGANERAAN

RENCANA PROSES PEMBELAJARAN MATA KULIAH KRIYA LOGAM I

Pendidikan Pancasila

TUGAS SENI BUDAYA ARTIKEL SENI RUPA

Pendidikan Pancasila

MATERI AJAR MK KRIYA KULIT I Prodi S1-Kriya Seni, Smt III, 4 Sks, FSRD ISI Surakarta Pengampu: Drs. Agus Ahmadi, M.Sn.

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL

: Dhian Lestari H. S.Sn., M.Sn. & Putri Sekar H, S.Sn., M.A Hari Pertemuan/ Jam : Senin Tempat Pertemuan : G.3.2 D

JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP JURUSAN KRIYA SENI TAHUN AKADEMIK 2011/2011 FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN INSTITUT SENI INDONESIA (ISI) SURAKARTA

SENI KRIYA. Oleh: B Muria Zuhdi

BAB II PERSYARATAN TUGAS AKHIR

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Enggis Kartikawati, 2013

JUDUL RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) & KONTRAK KULIAH

GAMBAR ORNAMEN. Dwi Retno SA., M.Sn

SILABUS MATA KULIAH SEMINAR ARSITEKTUR/2010 1

BAB I PENDAHULUAN. bertambah. Hal ini terlihat pada tuntunan dalam menjalankan profesi / pekerjaan,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Syafrida Eliani, 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kharissa Probosiwi, 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. yang dalam bahasa Batak disebut dengan istilah gorga. Kekayaan ragam hias

STANDAR PROSES PEMBELAJARAN

KONTRAK PERKULIAHAN. Kode Mata Kuliah/SKS : FI 3412/3 (tiga) Semester/Tahun Akademi : Genap/2016/2017 : Telah mengikuti kuliah Fisika Modern

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL

PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR PELAKSANAAN SKRIPSI PROGRAM STUDI S1 FARMASI

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

SENI KRIYA MERANCANG DAN MEMBUAT KARYA. Drs. Hery Santosa, M. Sn. Drs. Tapip Bahtiar, M.Ds.

MANUAL PROSEDUR DAN INSTRUKSI KERJA PERKULIAHAN

KKKF33108 KOMPUTER DAN MASYARAKAT

Manual Prosedur Akademik

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PRAKTIKUM

MATA KULIAH : Nirmana

RANCANGAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN ( RPP )

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI

RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN (RPP) Mata Kuliah MANAJEMEN KELAS

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN

SILABUS MATA KULIAH : SENI LUKIS I. Semester I Judul Praktek Jam Pertemuan

Pengembangan Sumberdaya Air (HSKB 518) KONTRAK PERKULIAHAN

SILABUS MATA KULIAH: DESAIN PRODUK. SIL/JUR... Revisi : Februari 2011 Hal 1 Semester Judul Praktek Jam pertemuan: 16 kali

RENCANA PEMBELAJARAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

PROSEDUR MUTU PELAKSANAAN KULIAH PROGRAM MAGISTER. Kode : P-PRO-005 Tanggal : 18 Maret 2013 Revisi: 0 Halaman : 1 dari 5

RENCANA KEGIATAN PEMBELAJARAN

RENCANA KEGIATAN PEMBELAJARAN

SOAL PENGAYAAN A. FLORA, FAUNA DAN ALAM BENDA

Pancasila. Agama. Materi ajar (v)

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Mata kuliah Kriya Tekstil dan Batik III ini merupakan mata kuliah lanjutan dari Kriya

MATA KULIAH : Nirmana

Deskripsi Perkuliahan

PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR SEMESTER PENDEK(SEMESTER PENDEK)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

LAMPIRAN. Besaran ruang studio seni murni Lukis. Besaran ruang studio seni murni patung

LEMBAR PENGESAHAN PROSEDUR UJIAN TENGAH SEMESTER DAN UJIAN AKHIR SEMESTER

JADWAL PERKULIAHAN SEMESTER GANJIL 2017/2018 PRODI KRIYA SENI

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) METODOLOGI PENELITIAN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA STRUKTUR KURIKULUM DAN SEBARAN MATA KULIAH

Algoritma Pemrograman

FM-UDINUS-BM-08-04/R0

RENCANA PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

UNIVERSITAS MERCU BUANA FAKULTAS : ILMU KOMPUTER PROGRAM STUDI : SISTEM INFORMASI

SILABUS. Bentuk. Alokasi Sumber Kompetensi Dasar. Karakter Pokok/Pembelajaran

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA Darussalam, Banda Aceh

BAB III KONSEP PERANCANGAN A.

JADWAL KULIAH PROGRAM STUDI DESAIN INTERIOR JURUSAN DESAIN SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK FSRD ISI SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PANDUAN PROGRAM PENGENALAN LAPANGAN (PPL) Oleh: TIM PENGELOLA PROGRAM PENGENALAN LAPANGAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. permukaannya. Misalnya furniture sebagai tempat penyimpan biasanya

PERANCANGAN BATIK DENGAN SUMBER IDE BAHARI DAN LINGKUNGAN RAJA AMPAT

OPERASIONAL PROSEDUR PERATIKUM

PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 yang merupakan

Transkripsi:

RPP ORNAMEN II (hasil revisi) Program Studi : Keris dan Senjata Tradisional Mata Kuliah : Ornamen II M.K. Prasyarat : Ornamen I dan Nirmana I. Smt : II, SKS : 3. Kode : MKK 12201 Dosen : Drs. Sumadi, M.Sn dan Kuntadi WD, S.Sn. M. Sn. Kompetensi : Mahasiswa dapat membuat ornamen kreatif pada berbagai benda. Ming Kemampuan akhir gu ke- yang diharapkan 1 Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan memilh obyek visual sebagai bahan pembentukan karya ornamen yang kreatif, inovatif dan estetik 2-4 Mahasiswa dapat membuat ornamen kreatif untuk media keramik grabah 5-8 Mahasiswa dapat membuat ornamen kreatif untuk media kayu 9 Mid semester 10-13 Mahasiswa dapat membuat ornamen kreatif untuk media tekstil 14-16 Mahasiswa dapat membuat ornamen kreatif untuk media logam Bahan Kajian (materi ajar) Gambar atau bentuk flora, fauna, bentuk terakota, logam tempa dan kerisnya, busana batik, kapal laut, huruf, angka, rajah dsb. Membuat ornamen kreatif untuk grabah, teknik sungging (cat tembok, cat air, cat minyak) Membuat ornamen kreatif untuk benda terbuat dai kayu diwujudkan dg teknik cat air / cat minyak dan cat tembok Membuat ornamen kreatif untuk batik teksil diwujudkan dg teknik cat air / cat minyak, cat tembok Membuat ornamen kreatif untuk kriya logam diwujudkan dengan teknik teknik ukir, etsa, cukit, cat minyak, cat tembok Bentuk Pembelajaran Ceramah, diskusi, literature dan penugasan didiskusikan pertemuan berikutnya Praktik, membuat ornamen kreatif pada produk kriya grabah teknik sging Praktik, membuat ornamen kreatif pada produk kriya kayu teknik sungging Praktik, membuat ornamen kreatif untuk produk kriya batik teknik cat tembol Praktik, membuat ornamen kreatif untuk produk kriya logam teknik sungging Kriteria Penilaian Pro aktif kondusif Ketrampilan estetik Estetik karya Estetik karya Estetik karya Bobot Nilae 35 % 65 % 1

Kontrak Perkuliahan 1. Perkuliahan dilaksanakan pada waktu dan menempati ruang yang telah dijadwalkan, 2. Jumlah tatap muka sekurang-kurangnya 75% dari 16x pertemuan yang disediakan, 3. Setiap perkuliahan berlangsung, mahasiswa tidak diperkenankan meninggalkan ruang tanpa izin sebelum jam perkuliahan berakhir, 4. Bila berhalangan hadir, mahasiswa wajib menyampaikan keterangan. Dan bila dosen berhalangan hadir, wajib memberitahukan kepada mahasiswa sebelum jam perkuliahan dimulai. 5. Mahasiswa diperbolehkan mengenakan pakaian bebas, santai (T-shirt), rapi, dan bersepatu. 6. Mahasiswa tidak diperkenankan makan, minum, ataupun merokok di dalam kelas 7. Mahasiswa wajib menyediakan peralatan sendiri untuk praktik 8. Mahasiswa wajib memelihara kebersihan kelas selama dan sesudah perkuliahan berlangsung. 9. Permasalahan dalam perkuliahan dimusyawarahkan bersama antara dosen dengan mahasiswa. 10. Mahasiswa berhak menyampaikan saran maupun kritik tentang perkuliahan, baik secara lisanmaupun tulisan. 11. Surakarta, 5 Januari 2014 Dosen Pengampu Perwakilan Mahasiswa Drs. Sumadi, M.Sn...... 2

PEMBELAJARAN NAMEN I (hsl prbahan ) Program Studi : Keris dan Senjata Tradisional Mata Kuliah : Ornamen I dan Nirmana I Smt, Sks : I, Sks: 3 Kode Mata Kuliah : Keris06 Dosen : Drs. Sumadi, M.Sn dan Kuntadi WD, S.Sn, M.Sn. Kompetensi : Pemahaman tentang penguasaan teknik membuat ornament Nusantara. Ming gu ke- Kemampuan akhir yang diharapkan Bahan Kajian (materi ajar) Bentuk Pembelajaran 1 Mahasiswa dapat mengidentifikasi serta menguasai teknik menggambar bentuk dan pewarnaan ornamen tradisional berbagai daerah Nusanttara. 2-4 Mahasiswa dapat mengidentifikasi serta menguasai teknik menggambar bentuk dan pewarnaan ornamen berbagai daerah Jawa Tengah 5-8 Mahasiswa dapat mengidentifikasi serta menguasai teknik menggambar bentuk dan pewarnaan ornamen berbagai daerah Jawa Barat 9 Mid semester 10-13 Mahasiswa dapat mengidentifikasi serta menguasai teknik menggambar bentuk dan mewarnai ornamen berbagai daerah Bali penguasaan teknik menggambarm karakter bentuk dan pewarnaan ornamen daerah Nusantara Penguasaan teknik menggambar karakter bentuk dan pewarnaan ornamen candi/kraton daerah Jawa Tengah penguasaan teknik menggambar karakter bentuk dan pewarnaan anornamen daerah Jawa Barat (Pejajaran) Penguasaan teknik menggambar karakter bentuk dan pewarnaan ornamen daerah Bali Ceramah ruang lingkupdan sejarah ornamen, kontrak perkuliah diskusi, serta penugasan pada pertemuan berikutnya Praktik, menggambar corak ornamen Srakarta teknik dua warna gelap terang Praktik, menggambar corak ornamen Pejajaran degan teknik dusel (gradasi warna) Praktik, menggambar corak ornamen Bali dengan teknik sungging (gradasi warna berlapis dr wrn tua kew mda) 3 Kriteria enilaian (indikator) Pro aktif mhs kondusif Keluwesan Estetik karya Estetik karya Estetik karya B o b ot N il ai 35 % 65 %

14-16 Mahasiswa dapat mengidentifikasi sertta menguasai teknik menggambar bentuk dan mewarnai ornamen berbagai daerah Irian Batarat Penguasaan teknik menggambar karakter bentuk dan pewarnaian ornamen daerah Irian (Asmat) dan daerah lainnya Praktik, menggambar corak ornamen Irian (Asmat) dg teknik sungging (gradasi wrn berlapis dr wrn tua ke w mda) Estetik karya 4

KONTRAK PERKULIAHAN ORNAMEN I Nama Mta Kuliah : Onamen I. Kode Mta Kuliah : Keris06. Pengajar : Drs. Sumadi, M.Sn dan Kuntadi WD, S.Sn. Semester : 1, Sks : 3. Hari : Selasa. Prodi : Keris dan senjata tradisional Nusantara. Tempat Kuliah : G 11. 3 D. Sasaran Mata Kuliah : Pemahaman tentang penguasaan teknik membuat ornament Nusantara. 1. Manfaat Mata Kuliah Membentuk penguasaan dan ketrampilan mahasiswa kriya dalam teknik menggambar bentuk dan pewarnaan ornamen tradisional berbagai daerah nusantarasecara secara professional. Diharapkan mahasiwa akan memahami dan trampil membuat karya ornamen tradisional berbagai daerah yang indah (estetik) didukung reverensi. Untuk mencapai keberhsilannya perlu dibentuk melalui pendidikan kuliah praktik membuat gambar ornamen tradisional di studio secara terstruktur, mandiri dikendalikan dosennya. Mata kuliah ini bertujuan membentuk penguasaan profesi cipta karya ornamen nusantara, nantinya dapat menciptakan karya ornamen murni dan karya ornamen sebagai penghias produk kriya (logam, kayu, kulit, batik, mebel /perabot rumah tangga) dan sebagainya. Sudah pasti keberhasilan perkuliahan ini harus didukung ketrampilan, ketelitian /xecermatan, kerapian dan disiplin kerja serius didukung berbagai disiplin ilmu. 2. Deskripsi Perkuliahan Mata kuliah ini ditawarkan untuk membantu mahasiswa menjadi kriyawan yang trampil menguasai teknik menggambar bentuk dan pewarnaan ornamen berbagai daerah Nusanyara sebagai karya kriya. Kuliah praktik membuat ornamen Nusantara ini dilakukan tahapan kerja berurutan, sesuai jadwalnya. Maka bagi mahasiswa yang tidak melaksanakan tugas sesuai procedur dan tidak pro-aktif melakukan kuajiban tugas, aturan dan disiplin akademis akan tertinggal (tidak lulus). 5

3. Tujuan Instruksional Pada akhir perkuliahan ini, anda diharapkan dapat memiliki ketrampilan: 1. Dapat menguasai menje n laskapengertian ornament tradisional, teknik menggambar bentuk dan pewarnaan ornamen tradisional berbagai nusantara. 2. Mahasiswa dapat memilih tema beserta reverensinya untuk dasar ciptaan karya ornamen tradisi kedaerahan yang akan dikerjakan. 3. Mahasiswa dapat melaksanakan menggambarnya, menghasilkan gambar bentuk dan warna ornament tradisional berbagai daerah secara sistematik mandiri.dapat melakukan pemilihan bahan /alat dan pembentukdan pewarna ornamennya. 4. Strategi Perkuliahan. Metode perkuliahan ini banyak melaksanakan aktifitas latihan praktik (dril), diskusi teknik kerja perwujudan karya ornamennya. Fokus latihahan mencermati ciri khusus bentuk tradisi dan praktik pada teknik pembuatan karakter bentuk ornament tradisional dan teknik pewarnaa ornamen tradisional asal daerahnya. 5. Sumber Acuan/ Bacaan. 1. Tjahjono Gunawan. Arsitektur, Indonesian. Heritage, Buku antar Bangsa, Jayakarta Agung Offset, Jakarta, 2002. 2. Mengamati benda-benda koleksi mosium, bangunan peninggalan purbakala candi-candi, bangunan tradisional benda dan jenis lainnya di Nusantara. 3. Mengamati sanggar dan bengkel kerja logam, industry kerajinan logam Kotagede Yogyakarta, kerajinan logam di desa Tumang Cepogo Boyolali dan sejenisnya. 4. Mengamati/baca buku, JE, jasper En Mas Pirngadie, De Inllandshe Kunstnijnerheid In Nederlndsch Indie, 1927. (ada lima jilid buku) wajib, kemudian buku-buku lainnya. 5. Cari reverensi lainnya untuk acuan (reverensi) yang dapat mendukung karya ornamennya. 6. Guntur.Ornamen,sebuah pengantar,p2ai,stsi.o3. 7. Damid Susanto,Pengetahuan Ornamen, untuk SMIK, Depdikbud Diejen Pendidikasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Proyek Pengadaan Buku Menengah Kejuruas, Edisi Pertama, 1984. 6.Tugas Mahasiswa Mahasiswa yang datang kuliahterlambat 30 menit tidak diperbolehkan menandatangani presensi, tetapi boleh mengerjakan karyanya. 6

1. Setiap mahasiswa diberi kebebasan menentukan ide kreatifnya tema (ornament Nusantara) untuk dasar penciptaan karya ornamennya. 2. Minggu pertama Mahasiswa diperkenalkan pandangan umum ruang lingkup ornament, kontrak perkuliahan secara ceramah, dilsnjutksn diskusi dan penugasan, dibahas menggu berikutnya. 3. Pada minggu ke 9 mid semester. 4. Ujian dilaksanakan sesuai jadwal ujian semester. 5. Bagi mahasiswa yang kehadiran kuliahnya kurang dari 75 % tidak boleh mengikuti ujian semester dan dinyatakan tidak lulus. 7.Kriteria Penilaian Aktivitas dan hasil karya praktik mahasiswa akan dinilai dosen dengan criteria sebagai berikut: Pembuatan proposal dan desain kerja penciptaan karya bobot 20 %. Penguasaan. ketrampilan teknik garap karya bobot. Hasil karya bobot 25 %. Ujian semester pertanggungjawaban hasil karya bobot 25 %. 6. Kriteria Penilaian: Nilai Poin Range. A 4 8 B 3 70-79. C 2 60-69. D 1 50-59. E 0 > 49. 7

ANALISIS INSTRUKSIONAL Mata Kuliah Ornamen 1 TIU: 3 Sks Mahasiswa dapat mengidentifiksikan karakter bentuk dan pewarnaan ornamen derah nusantara(jawa Tengah (Jepara, jepara, Surakarta), Jawa Barat (Pekalongan,Cirebon, Pejajaran), Jwa Timur (motif Majapahit), daerah (Bali, Kalimantan, Irian/Asmat) digambar, diwarnai dengan teknik warna kering (bahan pensil) dan teknik basah sungging (gradasi warna berlapis bahan cat) menghasilkan karya Ornamen daerah nusantara yang indah. Mahasiswa dapat mengidentifikasi karakter bentuk dan pewarnaan ornamen daerah (Bali, kalimantan, Irian (asmat) digambar, diwarnai dengan teknik warna kering (bahan pensil) dan teknik basah sungging (gradasi warna berlapis bahan cat) Mahasiswa dapat mengidentifikasi karakter bentuk dan pewarnaan ornamen daerah Jawa Timur (motif majapahit) digambar, diwarnai dengan teknik warna kering (bahan pensil) dan teknik basah sungging (gradasi warna berlapis bahan cat) Mahasiswa dapat mengidentifikasi karakter bentuk dan pewarnaan ornamen daerah Jawa Barat (Pekalongan, Cirebon, Pejajaran) digambar, diwarnai dengan teknik warna kering (bahan pensil) dan teknik basah sungging (gradasi warna berlapis bahan cat) Mahasiswa dapat mengidentifikasi karakter bentuk dan pewarnaan ornamen daerah Jawa Tengah (Surakarta,Yogyakarta,Jepara) digambar, diwarnai dengan teknik warna kering (bahan pensil) dan teknik basah sungging (gradasi warna berlapis bahan cat).... Entry Behavieor Mahasiswa dari lulusan SLTA telah mendapat pelajaran menggambar. 8

Garis-Garis Besar Program Perkuliahan Judul Mata Kuliah : Ornamen 1 No Kode MK / Sks 3 SKS Deskripsi singkat: Mahasiswa dapat mengidentifiksikan karakter bentuk ornamen tradisionsl derah nusantara(jawa Tengah (Jepara, jepara, Surakarta), Jwa Barat (Pekalongan,Cirebon, Pejajaran), Jwa Timur (motif Majapahit), daerah (Bali, Kalimantan, Irian/Asmat) digambar, diwarnai dengan teknik warna kering (bahan pensil) dan teknik basah sungging (gradasi warna berlapis bahan cat) menghasilkan karya Ornamen daerah nusantara yang indah. No Tujuan TIK Pokok bahasan Sub pokok Waktu Kepustakaan bahasan jam 1 Kontrak kuliah Kontrak kuliah Kontrak kuliah 6 jam Kontrak kuliah 2 Setelah menempuh mata kuliah ini, mahasiswa dapat mengidentifikasi karakter bentuk ornamen trdisionl daerah Jawa Tengah (Surakarta, Jepara, yogyakarta) digambar, diwarnai dengan teknik warna kering (bahan pensil) dan teknik basah sungging (gradasi warna berlapis bahan cat) Penjelasan sekilas berbagai bentuk ornamen tradisional yang terdapat di daerah Jawa Tengah. Menggambar bentukmotif hias Jawa Tengah. Mewarnai motif hias Jawa Tengah. Pemahaman bentuk ornamen hias tradisi Jepara, Yogyakarta dan Sursksrts (pilih satu) Praktik enggambar bentuk motif traisional Jepara, Yogyakarta dan Surakarta (pilih dua). Praktik mewarna kering dg pensil. (dusel, arsir, tektur dan blok) dan 2 jam 5 jam 5 jam Tjahjono Gunawan. Arsitektur, Indonesian. Heritage, Buku antar Bangsa, Jayakarta Agung Offset, Jakarta, 2002. Guntur.Ornamen sebuah pengantar, P2AI,STSI.O3. Damid Susanto, Pengetahuan Ornamen, untuk SMIK, Depdikbud, Edisi Pertama, 1984. Indrayana,.Revitalisas asi RagamHias Tradisional Gaya 9

mewarna teknik basah sungging (gradasi warna berlapis) dg cat air/tembok dan cat minyak (pilih satu). Mataram: Laporan Akhir Hibah Kompetitif Penelitian Sesuai Prioritas asional, (ISI) Surakarta. 2009. 3 Setelah menempuh kuliah ini, mahasiswa mengidentifikasi karakter bentuk ornamen Jawa Barat (Pekalongan, Cirebon, Pejajaran) digambar, diwarnai dengan teknik warna kering (bahan pensil) dan teknik basah sungging (gradasi warna berlapis bahan cat) Penjelasan sekilas berbagai bentuk ornamen hias tradisional yang terdapat di daerah Jawa Barat. Menggambar bentukmotif hias Jawa Barat. Mewarnai motif hias Jawa Barat. Pemahaman karakter bentuk ornamen (Pekalongan, Cirebon, Pejajaran) (pilih satu) Praktik menggambar bentuk ornamen tradisional (Pejajaran, Cirebon, Pekalonga) (pilih satu) Praktik mewarnai ornamen Jawa Barat teknik warna kering bahan pensil.dan teknik warna basah sungging bahan cat air dancat 1 jam 6 jam 5 jam Tjahjono Gunawan. Arsitektur, Indonesian. Heritage, Buku antar Bangsa, Jayakarta Agung Offset, Jakarta, 2002. Guntur.Ornamensebua h pengantar, P2AI,STSI.O3. Damid Susanto, Pengetahuan Ornamen, untuk SMIK, Depdikbud, Edisi Pertama, 1984. Indrayana,.Revitalisas asi RagamHias Tradisional Gaya Mataram: Laporan Akhir Hibah Kompetitif Penelitian Sesuai Prioritas asional, (ISI) Surakarta. 2009 10

minyak. (pilih satu) Mid semester Mid semester Mid swmwater 6 jam 4 Setelah menempuh kuliah ini, ahasiswa dapat mengidentifikasi karakter bentuk ornamen daerah Jawa Timur (motif majapahit) digambar, diwarnai dengan teknik warna kering (bahan pensil) dan teknik basah sungging (gradasi warna berlapis bahan cat) 5 Setelah menempuh kuliah ini, ahasiswa dapat mengidentifikasi Penjelasan sekilas berbagai bentuk ornamen hias klasik tradisional yang terdapat di daerah Jawa Timur.. Menggambar bentukmotif hias Jawa Timur. Mewarnai motif hias Jawa Timur Penjelasan sekilas berbagai bentuk ornamen hias tradisional yang Pemahaman karakter bentuk ornamen tradisional Majapahit Praktik menggambar bentuk ornamen tradisional Majapahit. Praktik mewarna ornamen tradisional Majapahit. teknik warna kering bahan pensil.dan teknik warna basah sungging bahan cat air dan cat minyak. (pilih satu). Pemahaman karakter bentuk ornamen tradional Bali, kalimantan 1 jam 5 jam 6 jam Tjahjono Gunawan. Arsitektur, Indonesian. Heritage, Buku antar Bangsa, Jayakarta Agung Offset, Jakarta, 2002. Guntur.Ornamensebua h pengantar, P2AI,STSI.O3. Damid Susanto, Pengetahuan Ornamen, untuk SMIK, Depdikbud, Edisi Pertama, 1984. Indrayana,.Revitalisas asi RagamHias Tradisional Gaya Mataram: Laporan Akhir Hibah Kompetitif Penelitian Sesuai Prioritas asional, (ISI) Surakarta. 2009 2 jam Tjahjono Gunawan. Arsitektur, Indonesian. Heritage, Buku antar Bangsa, Jayakarta 11

karakter bentuk ornamen daerah (Bali, kalimantan, Irian (asmat) digambar, diwarnai dengan teknik warna kering (bahan pensil) dan teknik basah sungging (gradasi warna berlapis bahan cat) terdapat di daerah Bali, Kalimantan, Irian (Asmat). Menggambar bentukmotif hias Bali, Kalimantan, Irian (Asmat). Mewarnai motif hias. Bali, Kalimantan, Irian (Asmat). dan Irian. Praktik menggambar ornamen tradisional Bali, Kalimantan dan Irian (Asmat) (pilih dua). Praktik mewarna Ornamen tradisional Bali, Kalimantan dan Irian (Asmat) teknik warna. kering bahan pensil.dan teknik warna basah sungging bahan cat air dan cat minyak. (pilih satu) 26 jam 20jam Agung Offset, Jakarta, 2002. Guntur.Ornamensebua h pengantar, P2AI,STSI.O3. Damid Susanto, Pengetahuan Ornamen, untuk SMIK, Depdikbud, Edisi Pertama, 1984. Indrayana,.Revitalisas asi RagamHias Tradisional Gaya Mataram: Laporan Akhir Hibah Kompetitif Penelitian Sesuai Prioritas asional, (ISI) Surakarta. 2009. 12