BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
|
|
|
- Ari Kurnia
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki banyak obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang berkunjung untuk menikmati keindahan Yogyakarta. Berdasarkan data statistik dari Badan Pusat Statistik tahun 2014, jumlah kedatangan wisatawan mancanegara ke Yogyakarta melalui Bandara Adi Sucipto mengalami pertambahan dari tahun 2010 sampai dengan Jumlah kedatangan melalui Bandara Adi Sucipto meningkat 2.49% pada tahun 2011 terhadap tahun 2010, 22.35% pada tahun 2012 terhadap tahun 2011, dan 45.98% pada tahun 2013 terhadap tahun Hal ini merupakan satu bukti bahwa Yogyakarta memiliki pengunjung yang jumlahnya bertambah setiap tahunnya. Wilayah Yogyakarta merupakan daerah yang penting di Indonesia, karena di wilayah ini berkembang kebudayaan yang khas dan unik. Keunikan budaya tersebut salah satunya disebabkan oleh pengaruh budaya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Selain itu, kesenian dan kerajinan pun banyak tumbuh di sekitar Keraton, di antaranya kerajinan perak, batik, bambu, topeng, keramik, kulit, wayang, gamelan dan lain sebagainya, termasuk di dalamnya padepokan tari dan teater merupakan potensi daerah yang handal. Hal tersebut kemudian mempengaruhi laju roda ekonomi rakyat di sekitar Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Bahkan Yogyakarta adalah salah satu pusat pendidikan dan wisata karena terdapat beberapa objek suaka purbakala di sekitarnya. Keraton merupakan refleksi dari kebudayaan Jawa yang berakulturasi dengan kebudayaan asing kemudian berkembang di masyarakat, bahkan untuk hal tertentu merupakan refleksi kualitas terbaik dari kebudayaan yang tumbuh di sekitarnya. Hal itu terlihat pada desain bangunan Keraton, pakaian para raja hingga aksesoris yang menjadi bagian dari kehidupan Keraton itu. Ragam Hias yang diterapkan pada aksesoris yang ada di keraton Ngayogyakarta Hadiningrat jenisnya bermacam-macam seperti ragam hias tumbuh-tumbuhan yang diwujudkan dalam bentuk pola hias sulur-suluran yang juga banyak berkembang 1
2 pada bangunan zaman kerajaan di Indonesia. Oleh karenanya dikenal sebutan pola yang menggunakan nama-nama kerajaan itu, seperti ragam hias Kerajaan Pejajaran, Majapahit, Bali, Mataram, Jepara, Madura, Pekalongan, Cirebon, Surakarta dan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Ragam hias yang ada di keraton Yogyakarta banyak di pengaruhi oleh ragam hias bercorak Hindu-Budha, Cina ke Islaman dan bahkan Eropa. Pengaruh ragam hias tersebut banyak berbentuk bunga mawar, naga, garuda, yang umumnya terdapat pada candi candi atau pada bangunan lainnya. Sebagian ragam hias yang diterapkan pada aksesoris Keraton sering dikaitkan dengan nilai-nilai filosofis yang dianut dan berlaku di lingkungan Keraton. Demikian pula bentuk visual yang sangat indah di dalamnya dinilai mengandung nilai-nilai budaya yang adiluhung. Aksesoris milik raja sering di identikkan dengan sosok raja itu sendiri. Hal itu berkaitan dengan adanya pandangan bahwa raja merupakan penjelmaan dewa yang telah meresap dalam kehidupan masyarakat Jawa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia aksesoris merupakan barang tambahan yang berfungsi sebagai pelengkap dan pemanis dalam berbusana. Banyaknya ragam hias di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat membuat industri kreatif bersaing di bidang aksesoris. CV Tins Art merupakan salah satu perusahaan manufaktur skala kecil yang bergerak di bidang produksi accessories dan souvenir berbahan dasar logam. Pengembangan pariwisata setidak-tidaknya mempersyaratkan dua hal, yang pertama penampilan eksotis (exotic) suatu pariwisata dan kedua, pemenuhan bagi kebutuhan orang modern dengan apa yang disebut sebagai hiburan waktu senggang (leisure) (Wit,1987 : iii). Dunia industri saat ini telah berkembang sangat pesat. Seiring dengan pesatnya perkembangan bisnis saat ini, proses pengambilan keputusan, perilaku dan kepuasan konsumen juga menjadi fokus perhatian setiap perusahaan yang ingin tetap eksis dan unggul dalam persaingan global. Kondisi ini menuntut perusahaan untuk lebih memperhatikan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkannya. Identifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen memerlukan penelitian terhadap pasar. Oleh karena itu, CV Tins Art ingin mengembangkan variasi desain produknya yang memiliki ciri khas Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yaitu aksesoris fashion 2
3 khususnya bros untuk meningkatkan produksinya dalam rangka menanggapi kondisi persaingan industri kreatif yang semakin ketat. CV Tins Art melakukan proses produksi dengan menggunakan teknologi spin casting. Spin casting adalah suatu proses penuangan dan pembekuan logam yang memiliki titik leleh rendah dalam satu cetakan menggunakan prinsip gaya sentrifugal (Balingit dan Maglaya, 2013). Sebelum melakukan proses spin casting, CV Tins Art harus memiliki master prototype produk yang akan diproduksi. Perusahaan ini memiliki kendala pada saat pembuatan master prototype. Sampai saat ini, pembuatan prototype produk masih secara manual atau handmade. Keterbatasan ini membuat prototype yang dihasilkan kurang detail, kurang menyerupai aslinya, dan memakan waktu yang cukup lama. Perusahaan ini juga masih terbatas secara teknologi untuk mengembangkan desain produknya (Yohana Stephanie, 2014). Program Studi Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta memiliki satu bidang ilmu yaitu Computer Aided Desain (CAD)/Computer Aided Manufacturing (CAM). CAD/CAM merupakan suatu sistem yang meliputi teknologi dasar komputer untuk melakukan desain, proses manufaktur, dan kontrol komputer (Groover dan Zimmers, 1984). Fasilitas CAD/CAM ini berada di Laboratorium Proses Produksi. Perancangan desain dilakukan dengan menggunakan software dari Delcam yaitu ArtCAM 2013 dan PowerShape Software ini dapat digunakan untuk membuat desain artistik dengan tingkat kedetailan yang tinggi. Desain yang sudah dirancang akan dicetak menjadi prototipe menggunakan mesin adaptive manufacturing yaitu 3D Objet 30 Pro. Prototipe yang dihasilkan oleh mesin ini berbahan dasar verowhite. Oleh karena itu, Laboratorium Proses Produksi memiliki potensi yang besar untuk menghasilkan master prototype dalam upaya peningkatan desain-desain berbasis artistik. Akan tetapi, laboratorium ini terbatas hanya sampai proses menghasilkan prototipe saja dan belum sampai proses manufaktur. Ketersediaan infrastruktur yang dimiliki oleh Program Studi Teknik Industri UAJY diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan yang dialami oleh CV Tins Art dalam melakukan pengembangan produk dengan cara membuat variasi desain dan prototipe accessories fashion khususnya bros berciri khas Keraton Ngayogyakrta Hadiningrat dengan basis CAD/CAM. 3
4 1.2. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, penulis melihat adanya masalah kesulitan CV Tins Art dalam meningkatkan variasi desain produk dan membuat prototipe produk yang detail karena keterbatasan teknologi. Oleh karena itu, perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana cara penulis untuk membantu mengembangkan dan memajukan CV Tins Art dalam upaya untuk mengembangkan dan meningkatkan variasi desain, dan prototype aksesoris fashion khususnya bros yang berciri khas Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menjadi master prototype dalam upaya meningkatkan Industri kreatif dan mewujudkan Indonesia hebat Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah: 1. Mendapatkan variasi desain bros berciri khas Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. 2. Mendapatkan gambar desain 3D dan prototype produk aksesoris bros berciri khas Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang sesuai dengan kebutuhan CV Tins Art. 3. Mendapatkan produk bros berciri khas Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. 4. Mengetahui biaya desain dan biaya manufaktur untuk membuat bros berciri khas Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Batasan Masalah Batasan masalah bertujuan untuk mengarahkan penelitian dan membatasi masalah agar sesuai dengan tujuan yang diharapkan dan ruang lingkup pembahasan menjadi jelas. Batasan masalah dalam penelitian ini adalah: a. Pengembangan produk dilakukan dengan metode kreatif oleh peneliti bersama pihak CV Tin s Art dan orang-orang yang berkecimpung di bidang CAD/CAM Universitas Atma Jaya Yogyakarta (tim kreatif). b. Pembuatan gambar desain 3D produk menggunakan software ArtCAM 2013 dan PowerShape c. Pembuatan master prototype produk menggunakan mesin 3D Objet 30 Pro dengan bahan baku verowhite. d. Aksesoris fashion yang dipilih dalam penelitian ini adalah bros berciri khas Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. 4
5 e. Ragam hias Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang dipilih dalam pembuatan aksesoris bros adalah ragam hias flora dan fauna. f. Pemilihan atribut bros Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat berasal dari permintaan konsumen dan tinjauan pustaka. g. Pembuatan produk bros berciri khas Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menggunakan teknologi spin casting dengan bahan baku logam pewter kadar 10% di CV Tin s Art. 5
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Penulis dalam menyusun proposal tugas akhir ini, memerlukan tahap-tahap penelitian yang harus dilakukan. Berikut tahapan-tahapan penulis dalam penelitian ini, yaitu pengumpulan
RANCANG BANGUN SUVENIR TEMPAT KARTU NAMA BERCIRI KHAS YOGYAKARTA
RANCANG BANGUN SUVENIR TEMPAT KARTU NAMA BERCIRI KHAS YOGYAKARTA Yohana Stephanie 1, Paulus Wisnu Anggoro 2 Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl. Babarsari
MANUFACTURING MACHINE
APLIKASI ADAPTIVE MANUFACTURING MACHINE DAN ARTCAM UNTUK MENGEMBANGKAN VARIASI PRODUK BROS BERCIRI KHAS KERATON NGAYOGYAKARTA HADININGRAT (STUDI KASUS DI CV.TIN S ART) TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi
PENGEMBANGAN PRODUK TEMPAT KARTU NAMA BERCIRI KHAS YOGYAKARTA (STUDI KASUS DI CV TINS ART)
PENGEMBANGAN PRODUK TEMPAT KARTU NAMA BERCIRI KHAS YOGYAKARTA (STUDI KASUS DI CV TINS ART) TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana Teknik Industri YOHANA STEPHANIE
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Jurnal Creating Machinable Textures for CAD/CAM Systems melakukan penelitian yang berfokus pada pengembangan tiga dimensi yang cocok untuk manufacture. Terdapat 3 pendekatan untuk
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Tahap-tahap penelitian yang dilakukan penulis dalam rangka penyusunan laporan tugas akhir ini adalah pengumpulan data awal, identifikasi masalah, studi pustaka, proses inovasi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kota Tegal merupakan salah satu kota di pesisir utara Jawa yang perkembangannya cukup pesat dalam berbagai aspek kehidupan. Kota Tegal mempunyai banyak tempat-tempat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dunia industri saat ini telah berkembang sangat pesat. Seiring dengan pesatnya perkembangan bisnis saat ini, proses pengambilan keputusan, perilaku dan kepuasan konsumen
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Produk berkualitas adalah produk yang memiliki tingkat presisi tepat, melalui proses efektif dan efisien. Begitu pula dengan produk bernilai artistik tinggi juga diperlukan
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Program studi teknik industri adalah keilmuan teknik yang memiliki pendekatan multi-disiplin dengan fokus tiga hal yatu perancangan, peningkatan, dan instalasi. Menurut
BAB 6 KESIMPULAN. Tabel 6.1. Model 3D dan Prototype Alternatif Desain Tempat Kartu Nama. Desain Model 3D. Prototype ke-
BAB 6 KESIMPULAN Berikut adalah kesimpulan hasil penelitian mengenai pengembangan produk suvenir tempat kartu nama berciri khas Yogyakarta: 1. Model 3D dan prototype alternatif desain tempat kartu nama
BAB 6 KESIMPULAN Tabel 5.5. Perbandingan Model 3D dan Prototype Tabel 5.8. Perbandingan Antara Prototype dan Produk Jadi
BAB 6 KESIMPULAN Berikut adalah kesimpulan hasil penelitian mengenai pengembangan produk aksesoris bros berciri khas Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat: 1. Model 3D dan prototype alternatif desain bros
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Surakarta merupakan salah satu kota terpenting yang terletak di Provinsi Jawa tengah. Kota transito tersebut memiliki warisan budaya yang luhur dengan berbagai macam
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Cokelat merupakan salah satu makanan yang sangat sering digunakan sebagai souvenir yang diberikan pada hari-hari istimewa. Salah satu alasan yang membuat cokelat
TUGAS SENI BUDAYA ARTIKEL SENI RUPA
TUGAS SENI BUDAYA ARTIKEL SENI RUPA Nama : Muhammad Bagus Zulmi Kelas : X 4 MIA No : 23 SENI RUPA Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan
I. 1. Latar Belakang I Latar Belakang Pengadaan Proyek
BAB I PENDAHULUAN I. 1. Latar Belakang I. 1. 1. Latar Belakang Pengadaan Proyek Batik merupakan gabungan dari dua kata dalam bahasa Jawa yaitu amba yang berarti menulis dan tik yang berarti titik. Batik
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tingkat efisiensi dari setiap proses yang tepat akan menghasilkan tingkat produktifitas yang tinggi. Setiap perusahaan akan bersaing untuk meningkatkan tingkat efisiensi
PERAN WANITA DALAM AKTIVITAS WISATA BUDAYA (Studi Kasus Obyek Wisata Keraton Yogyakarta) TUGAS AKHIR
PERAN WANITA DALAM AKTIVITAS WISATA BUDAYA (Studi Kasus Obyek Wisata Keraton Yogyakarta) TUGAS AKHIR Oleh: FITRI YULIANA L2D 002 409 JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO
PengembanganVariasi Desain Berbasis Artistic Computer Aided Manufacturing (ArtCam) dan Rapid Prototyping (RP) untuk Meningkatkan Daya Saing Souvenir
Jurnal Metris, 16 (2015): 21 28 Jurnal Metris ISSN: 1411-3287 PengembanganVariasi Desain Berbasis Artistic Computer Aided Manufacturing (ArtCam) dan Rapid Prototyping (RP) untuk Meningkatkan Daya Saing
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Definisi Batik
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1 Definisi Batik Batik, adalah salah satu bagian dari kebudayaan Indonesia, Belum ada di negara manapun yang memiliki kekayaan desain motif batik seperti yang dimiliki
BAB I PENDAHULUAN.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri pariwisata sebagai salah satu industri jasa ikut membantu meningkatkan perekonomian negara seiring dengan industri lainnya seperti pertanian, pertambangan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia memiliki keanekaragaman dan kekayaan akan budaya yang telah dikenal luas baik oleh masyarakat baik dalam maupun luar negeri, sehingga menjadikan Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara yang kaya kebudayaan. Beberapa kekayaan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang kaya kebudayaan. Beberapa kekayaan budaya Indonesia seperti: ragam suku, ragam bahasa, dan ragam pakaian adat yang salah satunya berbahan
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Computer Aided Design (CAD) merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk membuat sebuah produk secara virtual. Produk virtual yaitu produk yang berupa data CAD.
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini kuliner adalah suatu kata yang sering kita dengar di masyarakat yang berarti masakan yang berupa makanan atau minuman. Informasi mengenai kuliner sendiri saat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Universitas Atma Jaya Yogyakarta(UAJY) sebagai salah satu universitas di kota Yogyakarta, setiap tahunnya melakukan kegiatan wisuda. Kegiatan wisuda ini menjadi
BAB. I PENDAHULUAN. wilayah III (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan) serta dikenal dengan
BAB. I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kota Cirebon adalah salah satu kota yang terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini berada dipesisir utara Jawa Barat dan termasuk ke dalam wilayah III (Cirebon,
BAB I PENDAHULUAN. rupa terdiri dari dua jenis yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seni adalah hasil karya cipta manusia yang memiliki nilai estetik dan nilai artistik. Karya seni rupa tercipta dengan mengolah konsep titik, garis, bidang,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki obyek wisata yang jumlahnya sangat banyak dan beragam yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Obyek wisata
KOLABORASI TEKNOLOGI ADDITIVE MANUFACTURING DAN SPIN CASTING UNTUK MEMPERSINGKAT WAKTU PROSES MANUFAKTUR PRODUK SUVENIR ARTISTIK
KOLABORASI TEKNOLOGI ADDITIVE MANUFACTURING DAN SPIN CASTING UNTUK MEMPERSINGKAT WAKTU PROSES MANUFAKTUR PRODUK SUVENIR ARTISTIK TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat
oleh semua pihak dalam pengembangan dunia pariwisata.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keindahan alam dan budaya Indonesia memberikan sumbangan yang sangat besar khususnya pendapatan dari bidang kepariwisataan. Kepariwisataan di Indonesia telah
PUSAT INFORMASI BATIK di BANDUNG BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN PUSAT INFORMASI BATIK di BANDUNG 1.1. Latar Belakang Bangsa yang maju adalah bangsa yang menghargai dan bangga akan kebudayaannya sendiri. Dari kebudayaan suatu bangsa bisa dilihat kemajuan
BAB I PENDAHULUAN. Desa Karangtengah merupakan salah satu desa agrowisata di Kabupaten Bantul,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Desa Karangtengah merupakan salah satu desa agrowisata di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Letaknya berdekatan dengan tempat wisata makam raja-raja Mataram. Menurut cerita
I. PENDAHULUAN. pengembangan ekonomi masyarakat. Usaha mikro selama ini terbukti dapat
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia merupakan pemain utama dalam kegiatan perekonomian, dan merupakan akselerator dalam pengembangan ekonomi masyarakat. Usaha mikro
BAB 2 DATA DAN ANALISA. 2.1 SUMBER DATA Adapun sumber data yang akan digunakan untuk proyek tugas akhir ini berasal dari :
3 BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 SUMBER DATA Adapun sumber data yang akan digunakan untuk proyek tugas akhir ini berasal dari : Internet Wawancara dengan owner Survey terhadap target audience 2.2 DATA UMUM
BAB I PENDAHULUAN. baik dibanding dengan tahun lalu. Kondisi ini tidak lepas dari pembangunan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang dinilai menjadi negara yang sukses dibidang perekonomian saat ini. Hal ini dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang baik dibanding dengan
I. PENDAHULUAN Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Makanan atau pangan merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia yang paling mendasar dan suatu kebutuhan primer manusia untuk mempertahankan hidupnya. Seiring dengan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di era modern seperti sekarang ini, padatnya rutinitas kegiatan atau
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era modern seperti sekarang ini, padatnya rutinitas kegiatan atau aktivitas yang dijalani mendorong seseorang untuk melepaskan diri dari rutinitas sehari-hari dengan
BAB I PENDAHULUAN. Dalam arti luas pariwisata adalah kegiatan rekreasi diluar dominasi untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam arti luas pariwisata adalah kegiatan rekreasi diluar dominasi untuk melepaskan diri dari pekerjaan rutin atau untuk mencari suasana lain. Sebagai suatu aktivitas
BAB I PENDAHULUAN. tidak terkecuali adalah pembangunan dibidang perekonomian nasional. Di era
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada negara berkembang salah satu yang menjadi prioritas utama dalam melaksanakan kegiatan negaranya adalah pembangunan nasional di segala bidang, tidak terkecuali
BAB 1 PENDAHULUAN. kebudayaan merupakan kompleks budi dan daya, bukan semata-mata keseniaan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesenian merupakan salah satu bagian dari kebudayaan, karena kebudayaan merupakan kompleks budi dan daya, bukan semata-mata keseniaan dan kekayaan. Kesenian dan kebudayaan
banyaknya peninggalan sejarah dan kehidupan masyarakatnya yang memiliki akar budaya yang masih kuat, dalam kehidupan sehari-hari seni dan budaya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap bangsa memiliki ciri dan kebiasaan yang disebut kebudayaan, menurut Koentjaraningrat (1974), Kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Latar Belakang Pemilihan Project
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1 Latar Belakang Pemilihan Project Pada zaman sekarang ini, manusia selalu memperoleh tekanan untuk bertahan hidup. Tekanan untuk bertahan hidup ini mendorong manusia
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Suvenir sudah dijadikan sebagai objek penelitian oleh beberapa peneliti. Menurut Lasusa (2007) industri suvenir semakin meningkat dari waktu
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kekayaan alam dan keanekaragaman budaya yang dimiliki Indonesia menjadikan bumi pertiwi terkenal di mata internasional. Tidak terlepas oleh pakaian adat dan
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebagai negara agraris, memiliki banyak keunggulan-keunggulan UKDW
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia sebagai negara agraris, memiliki banyak keunggulan-keunggulan yang dapat menjadi suatu aset dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi. Selain sektor pertanian,
BAB I PENDAHULUAN. sektor perdagangan, sektor perekonomian, dan sektor transportasi. Dari segi. transportasi, sebelum ditemukannya mesin, manusia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kereta Kuda dalam perkembangannya telah ada ketika manusia mulai melakukan aktivitas produksi yang tidak dapat dipenuhi dari hasil produksinya sendiri. Hal ini dikarenakan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang LAPORAN TUGAS AKHIR
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Beragam budaya dan tradisi Indonesia membuat banyaknya kerajinan tradisional di Indonesia. Contohnya yang saat ini lagi disukai masyarakat Indonesia yaitu kerajinan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Obyek wisata terdiri dari kata obyek yaitu bentuk, dan wisata adalah fasilitas yang berhubungan dengan bentuk tersebut. Obyek Wisata adalah segala sesuatu yang
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang. Baik dari segi ekonomi, teknologi dan juga hukum. Untuk sektor ekonomi, pariwisata menjadi salah
BAB I PENDAHULUAN. rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad XVIII atau awal
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kerajinan batik di Indonesia telah dikenal sejak zaman Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Meluasnya kesenian batik menjadi milik rakyat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pariwisata Pariwisata merupakan semua gejala-gejala yang ditimbulkan dari adanya aktivitas perjalanan yang dilakukan oleh seseorang dari tempat tinggalnya dalam waktu sementara,
BAB I PENDAHULUAN. Salah satu benda pakai yang memiliki nilai seni tinggi dalam seni rupa ialah
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENELITIAN Salah satu benda pakai yang memiliki nilai seni tinggi dalam seni rupa ialah batik. Batik juga merupakan produk khazanah budaya yang khas dari Indonesia.
BAB I PENDAHULUAN. pada bab ini adalah latar belakang, perumusan masalah, batasan masalah, keaslian
BAB I PENDAHULUAN Bab ini akan membahas mengenai pendahuluan. Pokok bahasan yang terdapat pada bab ini adalah latar belakang, perumusan masalah, batasan masalah, keaslian penelitian, manfaat penelitian,
I PENDAHULUAN. Tabel 1. Statistik Kunjungan Wisatawan ke Indonesia Tahun Tahun
I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pariwisata merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia terutama menyangkut kegiatan sosial dan ekonomi. Hal ini berdasarkan pada pengakuan berbagai organisasi
APLIKASI TEKNOLOGI 4-AXIS CNC MILLING UNTUK PEMBUATAN PRODUK CINCIN ARTISTIK
APLIKASI TEKNOLOGI 4-AXIS CNC MILLING UNTUK PEMBUATAN PRODUK CINCIN ARTISTIK TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana Teknik Industri Ivan Sujatmiko 11 06 06424
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia dikenal dengan negara yang memiliki keanekaragaman seni dan budaya. Hal ini yang menjadi salah satu daya tarik wisata di Indonesia. Salah satu daerah di Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia memiliki sektor pariwisata yang menarik, maka dengan pengelolaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Indonesia memiliki sektor pariwisata yang menarik, maka dengan pengelolaan yang baik dan terarah diharapkan pariwisata di Indonesia mampu menarik wisatawan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Perancangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perancangan Kabupaten Boyolali merupakan Daerah Tingkat 2 (Dati II) di wilayah Jawa Tengah yang memiliki luas wilayah 101.510,1 hektare dengan 19 Kecamatan, 4 kelurahan
PROTOTIPE SYMBOLIC SHORTHAND SOUVENIR KHAS KOTA TEGAL
PROTOTIPE SYMBOLIC SHORTHAND SOUVENIR KHAS KOTA TEGAL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Teknik Industri Oleh Fani Rosalina 06 06 4850/TI PROGRAM STUDI TEKNIK
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Semakin berkembangnya zaman di era modern kebutuhan akan dunia fashion
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin berkembangnya zaman di era modern kebutuhan akan dunia fashion kini merambah begitu besar. Para pelaku bisnis dan perancang busana berlombalomba untuk menciptakan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang terletak di kawasan Ring of Fire, dimana banyak gunung berapi yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan beragamnya keadaan wilayah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN Pada BAB I ini akan dijelaskan secara umum mengenai bagaimana latar belakang pemilihan judul proyek, rumusan masalah yang mempengaruhi bagaimana desain proyek nantinya, tujuan proyek,
BAB 6 KESIMPULAN & SARAN
BAB 6 KESIMPULAN & SARAN 6.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, aplikasi reverse engineering konvensional dapat diaplikasikan di industri keramik dinding. Proses reverse engineering
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu Amalia (2005) membahas tentang pemilihan cutting tools dan simulasi menggunakan software Mastercam 9.1. Simulasi yang dilakukan berupa pemilihan cutting
BAB I PENDAHULUAN. bisnis di Indonesia sudah semakin berkembang. Perkembangan bisnis tersebut
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bisnis merupakan suatu kegiatan atau aktivitas yang dikerjakan oleh perusahaan untuk mencari keuntungan atau nilai tambah. Saat ini perkembangan bisnis di Indonesia
1.6 Manfaat a. Melestarikan batik sebagai warisan kekayaan budaya indonesia. b. Menambah pengetahuan masyarakat tentang batik.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Batik merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perkembangan batik nusantara pun ditandai
Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang
Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Pada era sekarang ini peran teknologi serta informasi memang tidak dapat dipisahkan dalam berbagai aspek. Perkembangan teknologi informasi sangat berkembang pesat saat
BAB IV PENUTUP. A. Kesimpulan
BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan analisa komponen pengembangan wisata belanja, maka dapat diambil kesimpulan bahwa ada potensi dan kemungkinan pengembangan wisata belanja Kabupaten Karanganyar
BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1. 1 Peta Wisata Kabupaten Sleman Sumber : diakses Maret Diakses tanggal 7 Maret 2013, 15.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1 Pariwisata Kabupaten Sleman Kabupaten Sleman merupakan sebuah kabupaten yang berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Provinsi DIY sendiri dikenal sebagai
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Membangun perekonomian nasional dalam konteks perkembangan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Membangun perekonomian nasional dalam konteks perkembangan ekonomi bebas saat ini, setiap negara terutama negara-negara yang sedang berkembang diharapkan mampu
BAB I PENDAHULUAN. Yogyakarta merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang berpenduduk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Yogyakarta merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang berpenduduk 3,2 juta jiwa dan mempunyai luas wilayah 3.142 km² (0,17% luas wilayah Indonesia). Yogyakarta
BAB I PENDAHULUAN. menyempit membuat petani berpikir bekerja dibidang lain yaitu industri dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara agraris, akan tetapi luas tanah yang semakin menyempit membuat petani berpikir bekerja dibidang lain yaitu industri dan kerajinan rumah tangga.
BAB I PENDAHULUAN. Dusun Srowolan adalah salah satu Dusun di Desa Purwobinangun, UKDW
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dusun Srowolan adalah salah satu Dusun di Desa Purwobinangun, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Dusun ini terletak 20 km di sebelah utara pusat Propinsi Kota Yogyakarta
BAB I PENDAHULUAN Potensi Kota Yogyakarta Sebagai Kota Budaya Dan Seni
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1 Potensi Kota Yogyakarta Sebagai Kota Budaya Dan Seni Kota Yogyakarta merupakan kota yang terkenal dengan anekaragam budayanya, seperti tatakrama, pola hidup yang
BAB I PENDAHULUAN. Sejak zaman prasejarah manusia sudah mengenal hiasan yang berfungsi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sejak zaman prasejarah manusia sudah mengenal hiasan yang berfungsi untuk memperindah sesuatu atau sebagai simbol yang mengandung makna untuk mencapai sesuatu yang ada
BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan dan kesatuan suatu bangsa dapat ditentukan dari aspek- aspek
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan dan kesatuan suatu bangsa dapat ditentukan dari aspek- aspek nilai budaya dan tingkat peradabannya. Warisan budaya Indonesia yang berupa adat istiadat,
BAB I PENDAHULUAN. sumber devisa negara. Industri yang mengandalkan potensi pada sebuah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pariwisata merupakan suatu industri yang diandalkan oleh banyak negara di dunia. Mereka menggunakan pariwisata sebagai penyokong perekonomian dan sumber devisa
Tengah berasal dari sebuah kota kecil yang banyak menyimpan peninggalan. situs-situs kepurbakalaan dalam bentuk bangunan-bangunan candi pada masa
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengadaan Proyek Propinsi Jawa Tengah yang merupakan salah satu Daerah Tujuan Wisata ( DTW ) Propinsi di Indonesia, memiliki keanekaragaman daya tarik wisata baik
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia adalah negara yang memiliki beranekaragam sejarah dan kebudayaan. Salah satu bentuk peninggalan sejarah yang masih ada sampai sekarang dan beberapa
BAB I PENDAHULUAN. untuk perusahaan yang menjual jasa kepada wisatawan. Oleh karena itu,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kepariwisataan saat ini menjadi fokus utama yang sangat ramai dibicarakan masyarakat karena dengan mengembangkan sektor pariwisata maka pengaruh pembangunan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA & DASAR TEORI
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA & DASAR TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka Permasalahan besar yang dihadapi dunia manufaktur saat ini adalah kemampuan perusahaan dalam memberikan variasi produk dalam jumlah besar dengan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
digilib.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pengakuan United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) untuk batik Indonesia sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dunia usaha dan industri saat ini membutuhkan tenaga kerja yang terampil, baik terampil secara manual maupun menggunakan komputer. Hal ini sangatlah penting
BAB I PENDAHULUAN. Gejala Pariwisata telah ada semenjak adanya perjalanan manusia dari suatu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Gejala Pariwisata telah ada semenjak adanya perjalanan manusia dari suatu tempat ke tempat yang lain. Selain itu tinggal secara tidak menetap. Semenjak itu pula
BAB I PENDAHULUAN. masyarakat serta pengaruh perekonomian global. pemerintah yaitu Indonesia Desain Power yang bertujuan menggali
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap tahun perekonomian di Indonesia mengalami perkembangan, hal ini seiring dengan perkembangan jumlah penduduk, pendapatan masyarakat serta pengaruh perekonomian
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan pangan, yaitu makanan dan minuman merupakan kebutuhan dasar bagi manusia untuk mempertahankan hidupnya selain kebutuhan sandang dan papan. Hal ini berarti merupakan
BAB 1 PENDAHULUAN. Jumlah Wisatawan Dalam Negeri Luar Negeri
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada masa sekarang ini, perkembangan sektor pariwisata mengalami peningkatan. Diantaranya adalah wisata budaya, wisata alam, dan wisata sejarah. Salah satu
BAB I PENDAHULUAN. produknya. Produk tekstil pada umumnya ditujukan untuk mendukung industri mode. Artinya
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Pasar bebas tekstil dan produk tekstil (TPT) telah dimulai seiring dihapuskannya aturan kuota tekstil. Hal ini menuntut industri TPT untuk meningkatkan
BAB II METODE PERANCANGAN. A. Analisis Permasalahan. Berdasarkan fokus permasalahan di atas ada tiga permasalahan yang
BAB II METODE PERANCANGAN A. Analisis Permasalahan Berdasarkan fokus permasalahan di atas ada tiga permasalahan yang muncul dalam mengembangkan relief candi menjadi sebuah motif. Pertama, permasalahan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang terus
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang terus berkembang baik dalam segi kehidupan masyarakatnya maupun segi tata ruangnya. Kota Yogyakarta pernah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Daerah Istimewa Yogyakarta atau DIY adalah kota kecil yang terletak di bagian selatan pulau Jawa, DIY merupakan provinsi yang berdasarkan wilayah Kasultanan Ngayogyakarta
KESIMPULAN. Berdasarkan keseluruhan uraian dapat disimpulkan. penemuan penelitian sebagai berikut. Pertama, penulisan atau
1 KESIMPULAN A. Kesimpulan Berdasarkan keseluruhan uraian dapat disimpulkan penemuan penelitian sebagai berikut. Pertama, penulisan atau penyalinan naskah-naskah Jawa mengalami perkembangan pesat pada
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. kota yang terkenal sebagai Kota Batik tersebut mengalami peningkatan dari tahun
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Solo merupakan salah satu kota yang tengah berkembang di bidang kepariwisataan Indonesia, ini terbukti dari jumlah wisatawan yang berkunjung ke kota yang terkenal
GEDUNG SENI PERTUNJUKAN DI SURAKARTA PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR POST-MODERN
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR GEDUNG SENI PERTUNJUKAN DI SURAKARTA PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR POST-MODERN Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana
