BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. variabel dependen adalah minat beli konsumen.

BAB III METODE PENELITIAN. sampel tertentu, teknik pengambilan sampel biasanya dilakukan dengan cara random,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. dan menampilkan hasil berupa angka-angka. Sedangkan metode dalam

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. bebas terhadap variabel terikat, maka dalam hal ini penulis menggunakan metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA. Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penulisan ini, penulis

BAB IV PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP AKHLAK ANAK DI DESA MAJALANGU KECAMATAN WATUKUMPUL KABUPATEN PEMALANG

Reliability. Scale: ALL VARIABLES. Case Processing Summary N %

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA

Penelitian ini dilakukan di Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah. Kabupaten Tulang Bawang yang beralamat di Jalan Cemara Kompleks

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian kuantitatif melalui analisis regresi linier berganda. Menurut. menguji hipotesis yang akan ditetapkan.

BAB III METODE PENELITIAN. yakni pengamatan langsung ke obyek yang diteliti guna mendapatkan data

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun tempat yang dijadikan lokasi penelitian adalah Kantor Dinas Kesehatan

BAB IV ANALISIS KORELASI ANTARA NILAI BTQ DENGAN PRESTASI BELAJAR MAPEL PAI DI SD KANDANG PANJANG 01 PEKALONGAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB V ANALISA. Pada penelitian yang dilakukan di restoran Nasi Uduk Kebon Kacang Hj.

BAB III METODE PENELITIAN. menyatakan bahwa variabel dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang

KUESIONER PENELITIAN. kuesioner penelitian dengan judul Hubungan Pembagian Kerja dan. Pendelegasian Wewenang Karyawan Dengan Prestasi Kerja

KUESIONER PENGARUH KUALITAS LAYANAN, KEPERCAYAAN, IMAGE TERHADAP KEPUASAN NASABAH YANG MEMINJAM DANA

BAB III METODE PENELITIAN. Muhammadiyah 2 Pekanbaru. Sedangkan waktu penelitian dilakukan pada. tanggal 23 Agustus sampai 15 September 2014.

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif, jenis deskriptif dengan model korelasional. Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. sebab dan akibat dari beberapa variabel.pendekatan kuantitatif adalah metode

BAB III METODE PENELITIAN. penelitiannya. Hal ini berarti metode penelitian mempunyai kedudukan yang

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel. yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah:

DAFTAR LAMPIRAN KUESIONER PENELITIAN. Pengaruh Diversifikasi Produk Keripik 888 Terhadap Keputuan Pembelian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

SKALA KEMANFAATAN LAYANAN BIMBINGAN PRIBADI. Nama : Umur : Jenis Kelamin : Kelas :

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik,

BAB III METODE PENELITIAN. dilakukannya penelitian adalah di Kota Semarang.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian yang telah ditetapkan dan berperan sebagai pedoman atau penuntun pada

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

ANGKET PENELITIAN DI PT SEMEN GRESIK (PERSERO) tbk.

BAB III METODE PENELITIAN. beralamat di Jalan Balam No. 13 Sukajadi Pekanbaru. Wika Pekanbaru, data-data tersebut menyangkut : 1.

BAB III METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif, sesuai dengan namanya, banyak dituntut menggunakan

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) artinya

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian. ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan

BAB III METODE PENELITIAN. metode penelitian yang ilmiah pula, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai

III. METODE PENELITIAN

Lampiran 1. Hasil expert judgement validitas

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di RM Sederhana Palembang, Sumatra Selatan yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, alasan menggunakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta penelitian yang berjudul : PENGARUH KUALITAS MAKANAN, KUALITAS PELAYANAN DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP

KUESIONER PENGARUH STRES KERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA DAN KINERJA KARYAWAN PT. BANK SYARIAH MANDIRI CABANG GAJAH MADA MEDAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 4 HASIL PENELITIAN. Tabel 4.1 Hasil Kuesioner. Public Relations. membantu anda dalam menentukan jenis cetakan yang akan anda pilih?

BAB III METODE PENELITIAN. hendaknya metode penulisan dengan memperhatikan kesesuaian antara objek yang

BAB III METODE PENELITIAN. hubungan antara dua atau beberapa variabel (Arikunto, 2005: 247). Penelitian dengan

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. dilakukan pada PNS BLUPPB mengenai pengaruh stres kerja terhadap

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. banyak menggunakan angka-angka dari mulai pengumpulan data, penafsiran

III. METODE PENELITIAN. metode penelitian yang menggambarkan dua variabel yang diteliti, yaitu variabel


BAB 3 METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

BAB III METODE PENELITIAN. data-data numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika (Azwar,

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian ini adalah penelitian asosiatif yaitu bentuk penelitian dengan

BAB III OBYEK & METODE PENELITIAN. Obyek pada penelitian ini adalah profesionalisme auditor internal dan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian assosiatif. Menurut Sugiyono (2008:

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam bab ini akan diuraikan rancangan penelitian yang dianggap relevan

BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN III.1 Subjek Penelitian Sesuai dengan tema yang melekat, maka subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah para guru guru Sekolah Dasar Holy Angels. Pada dasarnya predikat guru terbentuk dari suatu organisasi yang bernama sekolah, karena definisi sekolah menurut Soetopo (2010) adalah sebuah sistem yang hidup dan memerlukan komponen komponen berupa individu individu yaitu guru sebagai pengajar dan murid sebagai konsumer, fasilitas, buku buku dan sebagainya yang diorganisasikan kedalam subsistem yang terdiri dari anggota dan staf. Guru memiliki definisi yang cukup akurat berdasarkan tugas dan tanggung jawab yang dimilikinya yaitu sebagai seorang pengajar yang mampu untuk membantu dalam merancang kurikulum, membuat keputusan bagi murid murid atau anak buah mereka, mengalokasikan pekerjaan dan mengevaluasi progam yang sudah dilaksanakan (Soetopo, 2010). Guru juga memiliki kaitan yang sangat erat dengan kepemimpinan beserta segala aspek dari kepemimpinan tersebut (Soetopo, 2010). Hal ini dibuktikan dengan Kriteria dari guru yang digunakan dalam penelitian ini harus memiliki beberapa spesifikasi tertentu, yaitu : 1. Merupakan guru guru Sekolah Dasar Holy Angels dengan rentang kelas 1 SD hingga 6 SD. 2. Memiliki jumlah jam mengajar sebanyak minimal 5 hari dalam satu minggu. 3. Tidak terbatas dengan gender dan jenis kelamin. 4. Sudah memiliki pengalaman mengajar sebelum bekerja menjadi guru saat ini. 34

5. Bersedia untuk mengikuti test yang akan diberikan sebagai bagian dari penelitian dalam waktu yang telah ditetapkan. III.2 Desain Penelitian Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua metode, yaitu metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif (descriptive research). Definisi operasional dari metode kuantitatif menurut Seniati (2008) adalah perolehan data dalam sebuah penelitian yang berwujud angka angka dan akan dianalisis berdasarkan statistik. Definisi dari penelitian deskriptif menurut Whitney (dalam Nazir, 1988) adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Disisi lain, metode penelitian deskriptif ini juga dapat berguna untuk mengidentifikasi, mendokumentasi, memahami (melalui interpretasi) pandangan, pemaknaan, dan ciri ciri dari kejadian kejadian dalam suatu kehidupan (Setniati, 2008). Berdasarkan definisi definisi tersebut, maka perpaduan dari kedua metode ini akan menghasilkan data yang akurat (berasal dari metode penelitian kuantitatif) dan diperkaya dengan hasil data berupa observasi dan wawancara yang bersifat dalam ( berasal dari metode kualitatif ). III.3 Setting Lokasi dan Instrument Penelitian III.3.1 Setting Lokasi Penelitian Lokasi dalam melakukan penelitian ini terdiri dari dua golongan, yaitu : A. Golongan 1 : Adalah lokasi untuk pengambilan data dalam hal uji validitas dan reliabilitas dari alat test kepemimpinan dan OCB kepada sejumlah guru guru Sekolah Dasar swasta. Lokasi penelitian ditentukan didalam ruang pertemuan masing masing sekolah, dan para guru akan 35

dibagikan dua kuisioner yaitu kuisioner Orientasi Kepemimpinan dan kuisioner OCB. Waktu pelaksanaan test golongan 1 ini akan diadakan sesuai dengan tanggal dan waktu yang telah disepakati antara peneliti dan para guru yang termasuk dalam golongan 1. Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk administrasi dan mengisi kedua alat test ini rata rata adalah 1 hingga 1,5 jam. B. Golongan 2 : Adalah lokasi untuk pengambilan data dalam untuk mengukur secara langsung mengenai dimensi kepemimpinan dan OCB pada subjek penelitian sesungguhnya yaitu guru guru Sekolah Dasar Holy Angels. Waktu yang akan digunakan untuk memberikan dua alat test ini adalah sesuai dengan perjanjian dan ketentuan yang disepakati antara peneliti dan pihak sekolah Holy Angels, dan penelitian akan diadakan didalam ruang pertemuan Sekolah Dasar Holy Angels. Perkiraan waktu yang akan digunakan untuk administrasi dan pengisian dua alat test (kuisioner Orientasi Kepemimpinan dan kuisioner OCB) ini adalah sekitar 1 hingga 1,5 jam, hal ini mengacu kepada penelitian golongan 1 yang dilakukan sebelum penelitian golongan ke 2 dilakukan. Penelitian golongan 2 ini akan diadakan selama 1 hari. III.3.2 Instrument Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode angket atau kuesioner sebanyak dua jenis kuesioner. Kuesioner yang pertama adalah kuesioner mengenai Orientasi Kepemimpinan yang dikonstruk oleh peneliti untuk mengukur kepemimpinan dalam konteks orientasi hubungan dengan mengacu kepada kuesioner pengukuran gaya kepemimpinan dari Ohio State University yaitu LBDQ (Yukl, 2006) dan dikembangkan oleh peneliti berdasarkan pengamatan. Kuesioner yang 36

kedua adalah kuesioner pengukuran Organizational Citizenship Behavior yang diadaptasi oleh peneliti dari kuesioner pengukuran OCB Morisson ( 1994) berdasarkan data empiris dan teoritis dari Podsakoff et. Al (1999). Kuesioner ini bersifat tertutup. Kuesioner tertutup menurut Arikunto (2000) adalah kuesioner yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden tinggal memberikan tanda silang (X) pada kolom jawaban. Jumlah pernyataan positif dan negatif dalam kuesioner kepemimpinan sebanyak 51 pernyataan tetapi menyusut menjadi 33 pernyataan setelah dilakukan pengukuran validitas dan reliabilitas, dan kuesioner OCB sebanyak 161 pernyataan dan mengalami penyusutan items menjadi 119 pernyataan setelah melalui proses penghitungan validitas dan reliabilitas alat tes. Untuk pilihan jawaban didasarkan pada skala Likert. Skala Likert adalah skala yang dikembangkan oleh Rensis Likert dan memiliki unsur hanya untuk menggunakan item yang secara pasti baik dan secara pasti buruk (Nazir, 1988). Skala Likert digunakan untuk menggambarkan pilihan jawaban responden dalam bentuk TS (Tidak Setuju), J (Jarang), K (Kadang kadang), S (Setuju), SS (Sangat Setuju). Masing masing jawaban diberikan bobot nilai yaitu : o Jawaban Sangat Setuju (SS) diberi nilai 5 o Jawaban Setuju (S) diberikan nilai 4 o Jawaban Kadang Kadang (K) diberikan nilai 3 o Jawaban Jarang (J) diberikan nilai 2 o Jawaban Tidak Setuju (TS) diberikan nilai 1 Untuk item yang bernilai negatif, maka bobot nilai bertolak belakang dari yang sebelumnya, yaitu : 37

o Jawaban Sangat Setuju (SS) diberi nilai 1 o Jawaban Setuju (S) diberikan nilai 2 o Jawaban Kadang kadang (3) diberikan nilai 3 o Jawaban Jarang (J) diberikan nilai 4 o Jawaban Tidak Setuju (TS) diberikan nilai 5 Berikut ini adalah pengujian dan pengukuran validitas serta reliabilitas dari kedua alat tes yang telah diuji sebelumnya kepada 34 responden, yaitu : III.3.2.1 Variabel Alat Tes Orientasi Kepemimpinan Variabel alat tes Orientasi kepemimpinan ini di adaptasi oleh peneliti dari kuesioner pengukuran Orientasi kepemimpinan Ohio state Leadership theory dengan alat ukur Leader Behavior Description Questionare (LBDQ) (Ispurwanto, 1983) dan berdasarkan validitas muka dan konstruk. Berikut ini adalah pengukuran validitas dan reliabilitas dari alat tes Orientasi Kepemimpinan menggunakan alat bantu SPSS 17: Tabel 3.1 Tabel Pengujian Validitas dan Reliabilitas Alat Test Orientasi Kepemimpinan ke-1 Case Processing Summary N % Cases Valid 34 100.0 Excluded a 0.0 Total 34 100.0 Reliability Statistics Cronbach's Alpha a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Sumber : Program SPSS 17 N of Items.910 51 Berdasarkan tabel 3.1, maka dapat kita lihat bahwa jumlah responden yang mengisi kuesioner alat tes Orientasi Kepemimpinan sebanyak 34 subjek dan di buktikan dengan total data responden mencakup 100%. Untuk pengujian validitas dan reliabilitas, peneliti menggunakan rumus Product Moment Correlation Pearson dan di padukan dengan alat bantu perhitungan statistik yaitu SPSS 17 for windows. Untuk menentukan validitas dari setiap items yang ada 38

dalam alat test ini, maka setiap items harus dilakukan pengukuran berdasarkan r- tabel Pearson dengan standart nilai perhitungan 0,05 dan memiliki nilai bahwa suatu item dikatakan valid apabila memiliki nilai < 0,33. Tabel 3.2 Jumlah items dalam penilaian validitas Jumlah items sebelum uji Jumlah items sesudah uji Jumlah items gugur validitas validitas 51 items 33 items 18 items Items tetap 2, 6, 9, 12, 14, 15, 16, 17, 18, 20, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 35, 36, 37, Items gugur 1, 3, 4, 5, 7, 8, 10, 11, 15, 19, 21, 32, 33, 34, 43, 44, 45, 48 38, 39, 40, 41, 42, 46, 47, 49, 50, 51 Sumber : Pengolahan Data Penulis Setelah menghilangkan setiap items yang memiliki nilai dibawah 0,33 (Lihat tabel 3.2), maka dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas kedua menggunakan alat bantu SPSS 17 dan menghasilkan perbedaan yang signifikan dalam tingkat validitas dan reliabilitas dari alat tes ini (Lihat tabel 3.3). Tabel 3.3 Uji Validitas dan Reliabilitas Alat Test Orientasi Kepemimpinan kedua Case Processing Summary Reliability Statistics N % Cases Valid 34 100.0 Excluded a 0.0 Total 34 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Cronbach's Alpha Sumber : Program SPSS 17 N of Items.938 33 Berdasarkan tabel 3.3 maka dapat kita lihat bahwa setelah beberapa items digugurkan dan dilakukan uji validitas dan reliabilitas yang kedua, maka hasil yang didapat adalah nilai reliabilitas yang meningkat dari 0.910 menjadi 0.938 dengan skala perhitungan jika nilai semakin mendekati nilai 1, maka kredibilitas alat tes tersebut menjadi semakin baik. Di sisi lain di temukan juga bahwa nilai validitas dari semua items setelah melakukan uji alat tes kedua 39

berada dalam range nilai r tabel < 0,33. Melalui uji validitas dan reliabilitas dari kedua alat tes ini ditemukan bahwa kredibilitas dari validitas dan reliabitas alat tes Orientasi Kepemimpinan ini sudah baik dan layak untuk di tes kepada subjek penelitian. III.3.2.2 Variabel Alat Tes OCB Variabel kedua dalam penelitian ini adalah Organizational Citizenship Behavior (OCB). Peneliti melakukan tekhnik konstruk alat tes berdasarkan validitas isi dan konstruk dari dimensi dimensi OCB yang dicetuskan oleh Organ (dalam Babcock & Strickland et al, 2010). Alat tes ini juga melalui tahap pengujian validitas dan reliabilitas untuk memenuhi kriteria dari suatu alat tes yang baik (Nazir, 1988). Berikut ini adalah hasil dari uji validitas dan reliabilitas pertama (dapat dilihat dalam tabel 3.4) yang menggunakan alat bantu program SPSS 17 : Tabel 3.4 Uji Validitas dan Reliabilitas Alat Tes OCB Pertama Case Processing Summary Reliability Statistics N % Cases Valid 34 100.0 Excluded a 0.0 Total 34 100.0 Cronbach's Alpha a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Sumber : Program SPSS 17 N of Items.971 161 Berdasarkan tabel 3.4 maka dapat diketahui bahwa pada saat uji validitas dan reliabilitas pertama, jumlah responden sebanyak 34 orang dengan keseluruhan jumah data adalah 100% dan memiliki nilai reliabilitas berdasarkan rumus perhitungan cronbach alpha yaitu 0.971. Rumus perhitungan validitas menggunakan Product Moment Correlation Pearson yang dipadukan dengan alat bantu perhitungan statistik yaitu SPSS 17 for windows. Kriteria yang sama dalam uji validitas kepemimpinan juga berlaku dalam uji validitas OCB, dimana setiap items yang telah diolah dan memiliki masing masing nilai yang akan diolah 40

kembali berdasarkan r tabel dengan standart 0,05 dan nilai minimum items tidak dapat kurang dari < 0,03. Tabel 3.5 Jumlah Items Dalam Penilaian Validitas OCB Jumlah items sebelum uji Jumlah items sesudah uji Jumlah items gugur validitas validitas 161 Items 42 Items 119 items Items tetap Items gugur 1, 2, 3, 8, 9, 10, 12, 15, 16, 17, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 33, 35, 36, 37, 38, 40, 41, 42, 44, 45, 46, 47, 48, 49, 50, 51, 52, 54, 55, 56, 57, 58, 59, 60, 61, 62, 63, 64, 65, 68, 69, 70, 73, 75, 76, 4, 5, 6, 7, 11, 13, 14, 18, 32, 34, 39, 43, 53, 66, 67, 71, 72, 74, 78, 81, 85, 88, 90, 96, 97, 101, 102, 103, 110, 113, 114, 116, 120, 125, 126, 130, 143, 150, 154, 161 77, 79, 80, 82, 83, 84, 86, 87, 89, 91, 92, 93, 94, 95, 98, 99, 100, 104, 105, 106, 107, 108, 109, 111, 112, 115, 117, 118, 119, 121, 122, 123, 124, 127, 128, 129, 131, 132, 133, 134, 135, 136, 137, 138, 138, 139, 140, 141, 142, 144, 145, 146, 147, 148, 149, 151, 152, 153, 155, 156, 157, 158, 159, 160 Sumber : Pengolahan Data Penulis Setelah melakukan penghilangan items yang memiliki nilai < 0,33, maka peneliti melakukan uji validitas dan reliabilitas kedua untuk melihat nilai reliabilitas dan nilai setiap items ( < 0, 33) (Lihat tabel 3.5). Berikut ini adalah hasil pengujian validitas dan reliabilitas kedua setelah penghilangan items yang memiliki nilai < 0,33 (Lihat dalam tabel 3.6) : Tabel 3.6 Tabel Uji Validitas dan Reliabilitas OCB Kedua Case Processing Summary Reliability Statistics N % Cases Valid 34 100.0 Excluded a 0.0 Total 34 100.0 Cronbach's Alpha a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Sumber : Program SPSS 17 N of Items.980 121 Berdasarkan tabel 3.6 dapat kita lihat bahwa hasil reliabilitas setelah penghilangan items dengan nilai < 0,33 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan hampir mendekati nilai 1, yang menandakan bahwa kredibilitas dari alat tes tesebut semakin baik terlebih lagi juga di dukung oleh pernyataan nilai setiap items menurut r tabel berada dalam range nilai < 0,33. Melalui 41

perhitungan uji validitas dan reliabilitas kedua dalam alat tes OCB ini maka dapat disimpulkan bahwa alat tes ini sudah layak untuk digunakan dalam penelitian. III.4 Pengukuran Dalam hakikat penelitian, tidak akan pernah terlepas dari unsur pengukuran yang sudah pasti harus menggunakan alat ukur sesuai dengan kebutuhan penelitian karena alat pengukur yang tepat untuk mengukur variabel atau konsep (Nazir, 1988). Definisi dari pengukuran adalah penetapan atau pemberian angka terhadap objek atau fenomena menurut aturan tertentu (Steven dalam Nazir, 1988). Oleh karena pengukuran adalah bagian dalam satu penelitian dan membutuhkan alat pengukur yang tepat, maka eksistensi dari alat ukur tersebut haruslah mempunyai validitas dan reliabilitas yang baik dan tinggi. III.4.1 Validitas Definisi dari validitas adalah unsur dalam penelitian yang mempersoalkan mengenai apakah alat ukur yang kita gunakan sudah mengukur apa yang menjadi tujuan pengukuran (Nazir, 1988). Menurut Kerlinger (dalam Nazir, 1988) mengklasifikasikan unsur unsur validitas kedalam beberapa jenis, tetapi peneliti lebih mengutamakan kepada pengukuran dari validitas konstruk dan validitas muka. Adapun definisi dari masing masing validitas tersebut adalah : a) Validitas Konstrak : Menurut Nazir (1988) konstruk adalah suatu abstraksi dan generalisasi khusus dan merupakan suatu konsep yang diciptakan khusus untuk kebutuhan ilmiah dan mempunyai pengertian terbatas. Hal hal penting yang harus dipertimbangkan dalam validitas konstrak ini adalah apakah sebenarnya yang akan diukur oleh alat tes tersebut dalam suatu 42

penelitian, kedua adalah menentukan suatu kriteria yang secara umum dapat digunakan untuk membedakan antara dimensi yang satu dengan yang lainnya, yang ketiga adalah apabila dalam tes ditemukan skor yang tinggi dalam dimensi dimensi yang akan diukur, maka dapat dinyatakan bahwa validitas konstrak dari alat tes tersebut adalah tinggi. b) Validitas Muka : Ada dua pengertian tentang validitas muka. Pertama, validitas muka berhubungan dengan pengukuran atribut yang konkrit tanpa memerlukan inferensi. Misalnya, untuk mengukur kemampuan matematika seorang siswa maka alat tes yang diberikan hanya dari penampilannya saja sudah dapat diketahui bahwa tes tersebut adalah tes matematika. Kedua adalah penilaian para ahli terhadap suatu alat ukur. Dalam pengertian ini dapat dikatakan bahwa pendapat dan pengakuan dari para ahli dapat menambah ataupun mengurangi tingkat validitas dari suatu alat ukur. Cara pengukuran validitas dari alat test yang akan diberikan kepada subjek penelitian terlebih dahulu diuji kepada 34 responden. Setelah pengambilan data selesai, maka proses pengolahan data kedalam alat bantu statistik program SPSS 17 dan diolah kembali kedalam rumus validitas menurut Product Moment Correlation Pearson sebagai berikut ( Sugiyono, 2010 ) : Rxy = N ( XY ) - ( X Y ) ( N X² - ( X) )² (N Y² - ( Y) )² 43

Keterangan : Rxy : Koefisien korelasi skor item yang dicari validitasnya (X) dan skor total (Y) N XY X² Y² X Y : Jumlah individu dalam sample : Jumlah perkalian X dan Y : Jumlah kuadrat masing masing skor X : Jumlah kuadrat masing masing skor Y : Jumlah skor dalam distribusi X : Jumlah skor dalam distribusi Y III.4.2 Reliabilitas Definisi reliabilitas dalam suatu alat ukur adalah menyangkut dengan ketepatan alat ukur (Nazir, 1988). Reliabilitas dalam sebuah alat tes dapat dipandu dalam bentuk beberapa aspek pertanyaan sebagai berikut : a) Jika set objek yang sama diukur berkali kali dengan alat ukur yang sama, apakah kita akan memperoleh hasil yang sama? b) Apakah ukuran yang diperoleh dengan menggunakan alat ukuran tertentu adalah ukuran sebenarnya dari objek tersebut. c) Berapa besar error yang kita peroleh dengan menggunakan ukuran tersebut terhadap objek. Suatu alat ukur disebut mempunyai reliabilitas yang tinggi atau dapat dipercaya, jika alat ukur itu mantap, dalam pengertian bahwa alat ukur tersebut stabil, dapat diandalkan (dependability) dan dapat diramalkan (predictability). Pengukuran reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rumus Cronbach Alpha ( Nazir, 1988). Namun dalam pengerjaannya menggunakan alat bantu SPSS for windows versi 44

17. Menurut Aiken dan Marnat (2008) koefisien Alpha merupakan rumus umum untuk mengestimasi reliabel tes yang terdiri dari item padanya bobot skor berbeda di berikan respon berbeda. Koefisien Alpha Cronbach sebesar 0,6. III.5 Prosedur Prosedur dari penelitian ini dibagi kedalam beberapa tahapan, yaitu : III.5.1 Teknik pengumpulan Teori dan hipotesis Prosedur pertama yang dilakukan dalam penelitian ini adalah proses pematangan masalah dan pengumpulan teori untuk memperkuat setiap variabel yang akan di uji dalam penelitian ini. Pengumpulan teori ini adalah pijakan pertama dari penelitian ini karena berfungsi sebagai landasan utama dalam penelitian terutama dalam pembuatan alat tes. III.5.2 Teknik Pengambilan Data Prosedur kedua dari penelitian ini adalah pembuatan alat tes yang berdasarkan dari teori yang telah dikumpulkan dan diproses dalam tahap pertama. Setelah pembuatan dari alat test yang terdiri dari teori, definisi dan indikator serta pembuatan items maka alat tes di uji cobakan kepada 30 responden untuk menguji validitas dan reliabilitas dari alat tes tersebut sehingga dapat ditentukan kelayakannya dan dapat diujikan kepada subjek penelitian. III.5.3 Teknik Pengambilan Sampel Setelah melalui proses uji validitas dan reliabilitas dari kedua alat tes, maka kedua alat tes tersebut diberikan kepada subjek penelitian untuk masuk kedalam tahapan penelitian berikutnya yaitu mencari 45

korelasi antara kedua variabel tersebut. Setelah menemukan korelasi dari kedua variabel tersebut, maka hasil penelitian masuk kedalam proses analisa dimana akan dijelaskan secara detail mengenai hasil statistik korelasi dengan variabel lainnya, sehingga penelitian ini akan semakin jelas dalam analisa secara deskriptif. III.5.4 Teknik Pengolahan Data Tekhnik pengolahan data yang akan di gunakan dalam penelitian ini berdasarkan rumusan masalah yang sudah di tetapkan dalam BAB 1, maka peneliti akan menggunakan metode Analisis Regresi. Dalam metode Analisis Regresi, selain mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, juga menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen (Gozali, 2009). Rumus dari metode Regresi Linear adalah (Walpole, 1992) : ŷ = a + bx Keterangan : ŷ : Adalah nilai yang akan membedakan antara nilai ramalan yang di hasilkan garis regresi dan nilai pengamatan y yang sesungguhnya untuk nilai x tertentu. a bx : Menyatakan intersep atau perpotongan sumbu tegak : Adalah kemiringan atau gradiennya Hasil analisis regresi adalah berupa koefisien untuk masing masing variabel independen dan koefisien ini diperoleh dengan cara memprediksi nilai variabel dependen dengan suatu persamaan (Gozali, 2009). 46

Menurut Cohen (dalam dalam Learly, 2008) mengatakan bahwa koefisien korelasi di katakan signifikan bila memiliki hubungan kuat sebesar 0,5 atau hubungan sedang sebesar 0,3 atau hubungan lemah sebesar 0,1. Sebagai pendukung dari data yang akan di masukkan ke dalam metode analisis regresi, maka seluruh data harus di uji dalam metode uji normalitas data (Walpole, 1992). Dengan menggunakan alat bantu hitung SPSS 17, maka di dapati bahwa sebaran data adalah normal karena berada di antara nilai -2 sampai dengan 2. 47