VI KARAKTERISTIK UMUM RESPONDEN Karakteristik umum responden beras organik SAE diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok yaitu berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, jumlah anggota keluarga dan pengeluaran per bulan untuk pembelian beras organik SAE. Karakteristik ini diperoleh dari data latar belakang responden yang bersedia mengisi kuisioner. Responden yang dipilih untuk mengisi kuisioner ini adalah orang-orang yang pernah mengkonsumsi beras organik SAE lebih dari tiga bulan, sehingga responden tersebut diharapkan dapat memberikan pendapat berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mengenai produk tersebut. 6.1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Responden berdasarkan jenis kelamin dibagi menjadi pria dan wanita. Tabel 4, menunjukkan responden yang paling banyak melakukan pembelian terhadap beras SAE adalah wanita masing-masing sebanyak 77,5 persen, sedangkan responden pria hanya berkisar 22,5 persen. Hal ini dikarenakan wanita lebih dominan dalam mengurus keperluan serta kebutuhan rumah tangga. Selain itu istri juga biasanya memiliki wewenang untuk memutuskan produk dan merek apa yang dibeli untuk keluarganya ataupun untuk dirinya sendiri. Tabel 4. Responden Beras SAE Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi (orang) Persentase (%) Pria 9 22.5 Wanita 31 77.5 6.2. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Konsumen yang berbeda usia akan mengkonsumsi produk dan jasa yang berbeda. Perbedaan usia juga akan mengakibatkan perbedaan selera dan kesukaan terhadap varietas. Responden berdasarkan usia klasifikasikan ke dalam lima kelompok, yaitu < 30 tahun, 30-39 tahun, 40-49 tahun, 50-59 tahun, dan 60 47
tahun, dapat dilihat di Tabel 5. bahwa responden yang paling banyak terdapat di kelompok umur 40-49 tahun yaitu sebanyak 40 persen, sedangkan responden yang paling sedikit di kelompok umur 50-59 dan 60 tahun sebanyak 7,5 persen. Tabel 5. Responden Beras SAE Berdasarkan Usia Usia (tahun) Frekuensi (orang) Persentase (%) < 30 9 22.5 30 39 9 22.5 40 49 16 40 50-59 3 7.5 60 3 7.5 6.3. Karakteristik Responden Berdasarkan Status Pernikahan Responden berdasarkan status dibagi menjadi dua kelompok yaitu responden yang telah menikah dan belum menikah. Berdasarkan Tabel 6, responden yang paling banyak melakukan pembelian terhadap beras organik SAE adalah yang memiliki status sudah menikah yaitu sebanyak 82,5 persen sedangkan responden yang belum menikah sebanyak 17,5 persen. Tabel 6. Responden Beras SAE Berdasarkan Status Pernikahan Status Frekuensi (orang) Persentase (%) Menikah 33 82,5 Belum Menikah 7 17,5 6.4. Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Anggota Keluarga Keluarga terdiri atas dua orang atau lebih yang dihubungkan melalui darah, perkawinan dan tinggal dalam satu tempat tinggal (Engel et al, 1994). Keluarga sangat penting dalam studi perilaku konsumen karena dua alasan, pertama keluarga merupakan unit pemakaian dan pembelian untuk banyak produk konsumen. Kedua, keluarga merupakan pengaruh utama pada sikap dan perilaku individu (Engel et al, 1994). Pembagian responden berdasarkan jumlah anggota keluarga diklasifikasikan menjadi empat kelompok yaitu keluarga yang beranggotakan 1-2 orang, 3-4 48
orang, 5-6 orang, dan 7 orang. Sebaran responden beras organik SAE yang mempunyai jumlah anggota keluarga dapat dilihat pada Tabel 7 yang di dominasi oleh responden yang terdiri dari tiga hingga empat orang anggota keluarga sebanyak 21 orang (52,5 persen). Selanjutnya di dominasi oleh responden dengan jumlah anggota keluarga lima hingga enam orang dalam keluarga sebanyak 16 responden (40 persen). Sebesar dua responden (5 persen) responden memiliki satu hingga dua orang anggota keluarga. Selebihnya sebanyak satu responden (2,5 persen) anggota keluarga yang memilki jumlah anggota keluarga lebih dari tujuh orang. Tabel 7. Karakteristik Responden Beras SAE Berdasarkan Jumlah Anggota Keluarga Jumlah Anggota Keluarga Frekuensi (orang) Persentase (%) 1 2 orang 2 5 3 4 orang 21 52.5 5 6 orang 16 40 7 Orang / lebih 1 2.5 6.5. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Responden terbanyak berpendidikan terakhir S1 sebesar 70 persen, sedangkan responden berpendidikan terakhir SD dan SMP berada pada urutan akhir sebesar 2,5 persen. Tabel 8 menunjukkan karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir. Tingginya tingkat pendidikan tidak menjamin responden adalah organik sejati, karena untuk mengkonsumsi organik membutuhkan dan harus mempersiapkan dana yang tidak sedikit. 49
Tabel 8. Karakteristik Responden Beras SAE Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan Frekuensi (orang) Persentase (%) SD 1 2.5 SMP 1 2.5 SMA 8 20 D3 2 5 S1 28 70 6.6. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan yang dilakukan oleh konsumen sangat mempengaruhi gaya hidupnya (pola dimana orang hidup untuk menghabiskan waktu serta uangnya) dan satu-satunya basis terpenting untuk menyampaikan prestis, kehormatan dan respek (Engel et al, 1994). Pada Tabel 9 terlihat sebaran jenis pekerjaan di dominasi oleh responden yang memiliki pekerjaan sebagai karyawan swasta dan PNS yaitu sebanyak 13 Responden dengan persentase 32,5 persen. Selanjutnya sebanyak 10 responden (25 persen) yang berstatus ibu rumah tangga, dua persen responden memiliki pekerjaan sebagai wiraswasta dan yang selebihnya sebesar dua persen berstatus sebagai pensiunan dan mahasiswa. Tabel 9. Karakteristik Responden Beras SAE Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Frekuensi (orang) Persentase (%) Tidak/belum bekerja - - Ibu rumah tangga 10 25 Karyawan swasta 13 32.5 Pelajar/mahasiswa 1 2.5 PNS 13 32.5 Wiraswasta 2 5 Pensiunan 1 2.5 Karakteristik responden beras organik SAE berdasarkan pekerjaan ini memiliki perbedaan dengan responden produk lainnya. Hal ini dikarenakan respondennya sebagian besar berada di luar rumah atau mempunyai profesi di luar rumah dan lebih mengetahui pengetahuan mengenai produk organik yang tinggi 50
sehingga membuat wawancara yang dilakukan lebih mudah. Selain itu mereka juga menyadari bahwa produk organik sudah menjadi bagian dari hidup sehat mereka bukan hanya trend yang akhirnya akan menjadi kebiasaan mereka. 6.7. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendapatan Per Bulan Dalam penelitian ini, pendapatan yang dianalisis adalah pendapatan perbulan yang diterima oleh responden. Semakin besar tingkat pendapatan seseorang maka semakin besar pula daya belinya terhadap suatu barang dan jasa yang ditawarkan oleh pihak produsen (Engel et al, 1994). Sumber pendapatan konsumen beras organik SAE bervariasi menurut pekerjaannya. Bagi mahasiswa, pendapatan diartikan sebagai uang saku yang diterima selama sebulan dan bagi ibu rumah tangga diartikan sebagai pendapatan suami perbulannya. Tingkat pendapatan konsumen akan mempengaruhi pilihannya dalam memilih produk yang sesuai dengan pendapatannya. Pendapatan responden terbagi dalam beberapa kelompok yaitu dari tingkat pendapatan kurang dari Rp 1.000.000 hingga konsumen yang memiliki pendapatan lebih dari Rp 4.000.000. Sebagian besar responden memiliki kisaran pendapatan lebih dari Rp 4.000.000, yaitu sebanyak 40 persen. Selanjutnya sebanyak 22.5 persen berpenghasilan antara Rp 1.000.000 sampai Rp 2.000.000 dan 2000.000 sampai 3000.000 dan sebanyak 15 persen responden berpenghasilan 3000.000 sampai 4000.000. Informasi karekteristik ini berguna untuk membuat kebijakan strategi produk dengan meningkatkan kualitas dan pelayanan untuk konsumen beras organik SAE. Secara lebih rinci, sebaran responden berdasarkan pendapatan perbulan dapat dilihat pada Tabel 10. Tabel 10. Karakteristik Responden Beras SAE Berdasarkan Tingkat Pendapatan Per Bulan Tingkat Pendapatan Frekuensi (orang) Persentase (%) 1000.000 2000.000 9 22.5 2000.000-3000.000 9 22.5 3000.000 4000.000 6 15 > 4000.000 16 40 51