1. Mengetahui node IP Address versi 4

dokumen-dokumen yang mirip
IP address adalah sistem pengalamatan pada TCP/IP yang tersusun atas 32 bit angka biner, angka yang hanya dapat bernilai 0 atau 1.

JARINGAN KOMPUTER Alokasi IP Address (pertemuan 5)

Jaringan Komputer. Pengalamatan Logis Internet Protocol versi 4 (IPV4)

NETWORK LAYER. Lapisan jaringan atau Network layer adalah lapisan ketiga dari bawah dalam model referensi jaringan OSI

IP Addressing. Oleh : Akhmad Mukhammad

IP (INTERNET PROTOCOL) ADDRESSING

Universitas Indraprasta PGRI / Teknik Informatika. CONTOH 1 : IP Address : Kelas C IP Address : Subnet Mask :

Jaringan Komputer. IP Addressing (IPV4 dan IPV6) Adhitya Nugraha.

PENGANTAR SUBNETTING

JARINGAN KOMPUTER IP VERSI 4

Pengalamatan Jaringan Menggunakan IPv4

PENGALAMATAN JARINGAN MENGGUNAKAN IPV4

Andi Dwi Riyanto, M.Kom

Praktikum Jaringan Komputer


DASAR JARINGAN. TCP (Transmission Control Protocol) merupakan protokol (penterjemah) dalam

IP dan Netmask. Mohamad Irsan. Electronic Engineering Polytechnic Institut of Surabaya ITS Kampus ITS Sukolilo 60111

Pertemuan XII. Subnetting Cara Cepat I (IP Kelas C)

MENGENAL JARINGAN Bagian 2 IP Address

KONSEP IP ADDRESS DAN PERHITUNGAN SUBNETTING

Memahami IP Address 17 th of November 2001

Cara Cepat Belajar Mneghitung Subnetting IP Address Bagian 1

IP Address OLEH: ADI SETIAWAN, S.KOM

32 bit dibagi menjadi 4 bagian setiap bagian terdiri dari 8 bit. Untuk kemudahan dikonversi menjadi desimal.

BAB IV INTERNET PROTOCOL

Jaringan Komputer. CIDR (Classles Inter Domain Routing) Joko Christian, S.Kom

Untuk memahami maksud istilah-istilah di atas, selanjutnya dapat disimak langkah-langkah berikut. Misal diketahui alamat sebagai berikut :

1. Mengetahui 3 tipe komunikasi TCP/IP 2. Mengetahui kelas IP Address 3. Menghitung subnetting (Classless Addressing)

Version untuk menunjukkan versi protokol yang dipakai, Header Length menunjukkan panjang paket header dalam hitungan 32 bit.

IP ADDRESSING & SUBNETTING. M. Teguh Kurniawan Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom

Skema IP Addressing. IP Address terdiri 32 bits. Terbagi menjadi dua bagian Bagian networkid dan Bagian HostID, hal ini tergantung dari subnetmask

Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Subnnetting

Pengalamatan IP. Urutan bit Desimal

Jaringan Komputer: Ch. 3 Network Protocols and Communications

32 bit dibagi menjadi 4 bagian setiap bagian terdiri dari 8 bit. Untuk kemudahan dikonversi menjadi desimal.

Gambar 11. Perbandingan Arsitektur OSI dan TCP/IP

BAB 3: IPV4 SUBNETTING & VLSM

IP dan Netmask Muhammad Ze Muhammad Z n S n S. Hadi, ST ST. MSc. 1

9/27/2013. Elisabeth,S.Kom -FTI UAJM. Pertemuan 5. Subnetting

Jaringan Komputer Dasar

Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika Fakultas Teknik UNM

Konsep Bilangan Biner & Desimal. Contoh :

Apakah IP address? Notasi Dotted Decimal. IP Address. Struktur IP address Classful IP addresses

SMK-TI TRAINING AND CERTIFICATION. Modul 5 IP ADDRESS. Team Training SMK TI 37

- FREE EDITION - BUKU JAGO SUBNETTING MOHAMMAD AFDHAL JAUHARI

Modul 3. Praktikkum Subnetting. A. Tujuan

VLSM (Variable Length Subnet Mask) Joko Christian,S.Kom

pengenalan IP Address

Satu Physical Network dengan host yang banyak

JARINGAN KOMPUTER. IP Address

Studi Kasus Subnetting dan Routing Static

Minggu 5 Network Layer

Sistem Penomoran PSTN

Subnetting. Pertemuan XI. Contoh Subneting 1

Dalam implementasinya internet protocol dilengkapi dengan protokol-protokol lain seperti ICMP, ARP, RARP yang akan dibahas kemudian.

TCP/IP Transmission Control Protocol/ Internet Protocol

MODUL 3 SUBNETTING & PENGATURAN IP PADA LOKAL AREA NETWORK

IP ADDRESS : Jenis-jenis IP Address terdiri dari :

JARINGAN KOMPUTER. INTERNET PROTOKOL dan NETMASK. Zaid Romegar Mair, S.T., M.Cs

UNIT I IP Address, Subnetting, VLSM dan IP Assignment

Subnetting. Modul 4. Subnetting. Kelas-kelas jaringan

Pe P rhit i u t ngan IP I P Ad A dress ICT Center Majene

PENGALAMATAN IP DAN SUBNETTING

BAB IV CISCO PACKET TRACER

SERVER MANAGEMENT DAN KLASIFIKASI IP

IX. Pembentukan Sub Jaringan (Subnetting)

Materi Praktikum Studi Kasus Penyelesaian Subnetting dan Routing Static

NETWORK LAYER Cont IP6, FORMAT IP6, JENIS IP6

IP ADDRESS DAN SUBNETTING

IP ADDRESS dan SUBNETTING

Basis Bilangan 2. Basis bilangan hanya ada dua nilai 0 dan 1

PERANCANGAN APLIKASI PEMBELAJARAN VLSM DAN CIDR BERBASIS WEB

»IP Addressing & Subnetting. Nyoman Suryadipta

Pengalamatan IP (IP Addressing) dan Konfigurasi TCP/IP

IP Address dan Netmask

Pembagian Kelas IP Address dan Subnetting. By :

JARINGAN KOMPUTER S1SI AMIKOM YOGYAKARTA

Dasar Perhitungan. Basis Bilangan 2 (Biner) Badiyanto, S.Kom., M.Kom STMIK AKAKOM Yogyakarta Basis bilangan hanya ada dua nilai 0 dan 1

IP Address & Subnetting

IP ADDRESS VERSI 6. Budhi Irawan, S.Si, M.T

Tugas Jaringan Komputer

IP ADDRESSING & SUBNETTING. M. Teguh Kurniawan Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom

IP versi 4 dan IP versi 6. Alamat IP versi 4

Untuk memperbanyak network ID dari suatu network id yang sudah ada, dimana sebagaian host ID dikorbankan untuk digunakan dalam membuat ID tambahan

Review Ipv4, Ipv6 dan Subnet

IP Address. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Tekonolgi Sepuluh Nopember Surabaya

IP Addressing. Ir. Risanuri Hidayat, M.Sc.

BAB 1 PENDAHULUAN. Jaringan komputer bukanlah sesuatu yang baru saat ini. Hampir di setiap perusahaan

BAB II. Kelebihan DNS server

PENGANTAR SUBNETTING II

Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Installasi Perangkat Jaringan Lokal

JENIS-JENIS ALAMAT UNICAST

Figure 3.1 Format datagram IP

Melakukan Perbaikan dan atau Setting Ulang Koneksi Jaringan MENJELASKAN LANGKAH PERSIAPAN SETTING ULANG KONEKSI JARINGAN

A. TUJUAN PEMBELAJARAN:

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI KALKULATOR SUBNETTING BERBASIS WEB

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II DASAR TEORI. teknologi informasi belum maksimal diterapkan. Penggunaan Personal Computer

Transkripsi:

1. Mengetahui node IP Address versi 4 2. Menghitung konversi bentuk biner-desimal dan sebaliknya 3. Mengetahui IP address berdasarkan prefix-length atau subnet mask

Internet Protocol (IP) addresss adalah alamat numerik yang ditetapkan untuk sebuah komputer yang berpartisipasi dalam jaringan komputer yang memanfaatkan Internet Protocol untuk komunikasi antara node-nya. Walaupun alamat IP disimpan sebagai angka biner, mereka biasanya ditampilkan dala am bentuk desimal agar memudahkan manusia menggunakan-nya, seperti 208.77.188.166 (untuk IPv4), dan 2001: db8: 0:1234:0:567:1:1 (untuk IPv6).

Perancang awal dari TCP/IP menetapkan sebuah alamat IP sebagai nomor 32-bit, dan sistem ini, yang kini bernama Internet Protocol Version 4 (IPv4), masih digunakan hari ini. Namun, karena pertumbuhan yang besar dari Internet dan penipisan yang terjadi pada alamat IP, dikembangkan sistem baru (IPv6), menggunakan n 128 bit untuk alamat, dikembangkan pada tahun 1995 dan terakhir oleh standar RFC 2460 pada tahun 1998.

Setiap perangkat jaringan baik komputer, router, ataupun yang lain harus memiliki identitas yang unik. Pada layer network, paket-paket komunikasi data memerlukan alamat pengirim dan alamat penerima dari kedua perangkat yang berkomunikasi. Dengan menggunakan IPv4, berarti setiap paket akan memiliki 32-bit address komputer pengirim dan 32-bit address komputer penerima dalam IP Header paket.

Panjang IP Address versi 4 adalah 32-bit dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 milyar host komputer atau lebih di seluruh dunia. Jumlah host tersebut di peroleh dari 256 (dari 8- bit) pangkat 4 (terdapat 4 oktet). Nilai maksimal dari IP Address versi 4 adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari 0 (nol).

IP Address terdiri dari bilangan biner sepanjang 32 bit yang dibagi atas 4 oktet. Tiap oktet terdiri atas 8 bit yang berarti memiliki nilai desimal dari 0 255. Range address yang bisa digunakan adalah dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai dengan 11111111.11111111.11111111.11111111 Jadi, ada sebanyak 2 32 kombinasi address yang bisa dipakai diseluruh dunia.

Contoh 1100000010101000000010100000001 32-bit (32 kombinasi angka 0 dan 1) 32-bit angka tersebut dapat dituliskan dalam bentuk yang lebih manusiawi yakni dala am format bilangan desimal. Caranya dengan membagi angka 32-bit tersebut menjadi 4 bagian masing-masing 8 bit. Setiap bagian disebut oktet.

Lanjutan 11000000 10101000 8-bit 8-bit 00001010 00000001 8-bit 8-bit Kemudian untuk setiap 8-bit bilangan biner dapat kita konversi menjadi bilangan des simal, sehingga kita dapatkan 4 buah angka desimal.

Cara mengkonversi bilangan biner manjadi desimal adalah dengan menggunakan tabel* berikut ini : Konversi 2^7 2^6 2^5 2^4 2^3 2^2 2^1 2^0 Nilai dalam desimal 128 64 32 16 8 4 2 1 Bit 1 2 3 4 5 6 7 8 *ingat perhitungan konversi ketika Mata Kuliah Organisasi Komputer

Misal, dengan menggunakan tabel tersebut, 8 bit pada oktet pertama yaitu 11000000 Konversi 2^7 2^6 2^5 2^4 2^3 2^2 2^1 2^0 Nilai dalam desimal 128 64 32 16 8 4 2 1 Bit 1 1 0 0 0 0 0 0 Yang berarti nilai desimal dari nilai 8-bit tersebut adalah : 128+64+0+0+0+0+0+0 = 192

Misal, dengan menggunakan tabel tersebut, 8 bit pada oktet kedua yaitu 10101000 Konversi 2^7 2^6 2^5 2^4 2^3 2^2 2^1 2^0 Nilai dalam desimal 128 64 32 16 8 4 2 1 Bit 1 0 1 0 1 0 0 0 Yang berarti nilai desimal dari nilai 8-bit tersebut adalah : 128+0+32+0+8+0+0+0 = 168

Misal, dengan menggunakan tabel tersebut, 8 bit pada oktet ketiga yaitu 00001010 Konversi 2^7 2^6 2^5 2^4 2^3 2^2 2^1 2^0 Nilai dalam desimal 128 64 32 16 8 4 2 1 Bit 0 0 0 0 1 0 1 0 Yang berarti nilai desimal dari nilai 8-bit tersebut adalah : 0+0+0+0+8+0+2+0 = 10

Misal, dengan menggunakan tabel tersebut, 8 bit pada oktet keempat yaitu 00000001 Konversi 2^7 2^6 2^5 2^4 2^3 2^2 2^1 2^0 Nilai dalam desimal 128 64 32 16 8 4 2 1 Bit 0 0 0 0 0 0 0 1 Yang berarti nilai desimal dari nilai 8-bit tersebut adalah : 0+0+0+0+0+0+0+1 = 1

Jadi hasil konversi tersebut adalah 11000000 10101000 192 168 00001010 00000001 10 1 Setelah kita dapatkan 4 angka desimal tersebut kita dapat menuliskannya secara berurut tan dengan dipisahkan tanda baca titik sehingga menjadi 192.168.10.1 Penulisan IP Address dengan sebutan dotted-decimal. format di atas dikenal dengan

32-bit IP Address dibagi menjadi 2 porsi/bagian, yaitu network-portion dan host-portion. 32-bits Network Portion Host Portion Network-portion dapat me enunjukkan network address dimana IP address tersebut berada, sedangkan host-portion menunjukkan identitas komputer di dalam network.

Di dalam satu network yang sama, semua komputer/host memiliki susunan bit network-portion yang sama. Dan memiliki nilai host-portion yang berbeda satu sama lain karena nilai host-portion harus bersifat unik dalam network- portion yang sama.

Diketahui bahwa jumlah total : Network-portion + host-portion = 32. Lalu, bagaimana kita dapat mengetahui berapa banyak bit-bit yang digunakan sebagai network-portion dan berapa banyak bitbesar network-portion dan host- bit untuk host-portion? Ada 2 cara untuk menentukan portion : 1. Prefix-length 2. Subnet mask

Prefix-length menunjukkan berapa banyak jumlah bit-bit pertama dari 32 bit IP address yang digunakan sebagai network-portion. Jadi, jika sebuah network menggunakan prefix-length /24, maka network tersebut mengunakan 24 bit pertama IP address sebagai network-port tion, dan sisa 8 bit IP address terakhirnya merupakan host-portion.

Contoh, sebuah network 192.168.1.0/24, maka : Jumlah bit network-portionn = 24 bit Jumlah bit host-portion =8 dengan prefix-length /24, bit (32-24=8)

32-bit IP Address = 24-bit network-portion + 8-bit hostportion. 192 168 11000000 10101000 24-bit network-portionn 1 0 00000001 00000000 8-bit host-portion

Contoh, sebuah network 172.16.1.128/26, maka : Jumlah bit network-portionn = 26 bit Jumlah bit host-portion =6 dengan prefix-length /26, bit (32-26=6)

32-bit IP Address = 26-bit network-portion + 6-bit hostportion. 172 16 10101100 00010000 24-bit network-portionn 1 128 00000001 10000000 8-bit host-portion

Seperti halnya IP address, subnet mask juga merupakan 32 angka biner yang dapat diekspresikan dalam bentuk dotted- subnet mask semua bit decimal. Hanya saja, di dalam network-portion diwakili oleh angka 1 sedangkan semua bit host-portion akan diwakili oleh angka 0. Network-portion -> 1 Host-portion -> 0

Contoh, network dengan prefix-length /24, maka : Jumlah bit network-portionn = 24. Jumlah bit host-portion =8. Maka, 32 angka biner subnet mask-nya adalah 24 angka biner bernilai 1 kemudian 8 angka bin ner bernilai 0. 11111111 11111111 255 255 11111111 0000000 255 0 Dotted-decimal subnet mask = 255.255.255.0

Contoh, network dengan prefix-length /27, maka : Jumlah bit network-portionn = 27. Jumlah bit host-portion =5. Maka, 32 angka biner subnet mask-nya adalah 27 angka biner bernilai 1 kemudian 5 angka bin ner bernilai 0. 11111111 11111111 255 255 11111111 1110000 255 224 Dotted-decimal subnet mask = 255.255.255.224

Sebaliknya, sebuah network dengan subnet mask dapat kita ketahui besar prefix-length dengan cara mengkonversi nilai subnet mask ke dalam bentuk bilangan biner kemudian kita hitung jumlah bilangan biner yang bernilai 1. Contoh, sebuah network dengan subnet mask 255.255.255.192, berapakah prefix-length-nya? 255 255 11111111 11111111 255 192 11111111 11000000 Dengan demikian kita dapatkan bahwa prefix-length-nya adalah /26.

Ada beberapa jenis IP address : Host Address, IP Address yang dapat di assign ke perangkat jaringan seperti komputer atau router. Network Address, IP Address network. yang menunjukkan alamat sebuah Semua host dalam satu ne etwork memiliki network address yang sama. Network address ini bisa diperoleh dengan cara merubah semua bit dalam host-portion menjadi 0. IP Address ini tidak dapat di assign ke perangkat jaringan.

Lanjutan : Broadcast Address, jenis IP Address yang digunakan untuk mengirim data ke semua host yang ada dalam satu network. Broadcast Address ini diperoleh dengan cara merubah semua bit dalam host-portion menjadi 1.

Contoh, berapakah network address dan broadcast address dari komputer dengan IP 172.16.4.71 /24? Prefix-length adalah 24, makaa : Jumlah bit network-portion = Jumlah bit host-portion = 8. 24. 172 16 10101100 00010000 4 71 00000100 01000111

Untuk mendapatkan : Network address : ubah semua bit dalam host-portion menjadi bernilai 0. Broadcast address : ubah semua bit dalam host-portion menjadi bernilai 1.

Susunan bit 10101100 0001 10000 00000100 01000111 awal Susunan bit network address Dotted- decimal network address 10101100 00010000 00000100 00000000 172 16 4 0 Kita dapatkan network address-nya adalah 172.16.4.0 /24

Susunan bit 10101100 0001 10000 00000100 01000111 awal Susunan bit broadcast address Dotted- decimal network address 10101100 00010000 00000100 11111111 172 16 4 255 Kita dapatkan broadcast address-nya adalah 172.16.4.255 /24

Contoh, berapakah network address dan broadcast address dari komputer dengan IP 172.16.4.71 /26? Prefix-length adalah 26, makaa : Jumlah bit network-portion = Jumlah bit host-portion = 6. 26. 172 16 10101100 00010000 4 71 00000100 01000111

Untuk mendapatkan : Network address : ubah semua bit dalam host-portion menjadi bernilai 0. Broadcast address : ubah semua bit dalam host-portion menjadi bernilai 1.

Susunan bit 10101100 0001 10000 00000100 01000111 awal Susunan bit network address Dotted- decimal network address 10101100 00010000 00000100 01000000 172 16 4 64 Kita dapatkan network address-nya adalah 172.16.4.64 /26

Susunan bit 10101100 0001 10000 00000100 01000111 awal Susunan bit broadcast address Dotted- decimal network address 10101100 00010000 00000100 01111111 172 16 4 127 Kita dapatkan broadcast address-nya adalah 172.16.4.127 /26

Any Question?