BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN

dokumen-dokumen yang mirip
GLOSARIUM. : Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian : Kartu Izin Tinggal Terbatas

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN

DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALANGKA RAYA

DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KOTA MAKASSAR

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN

4.1. Analisa Sistem Informasi validasi pindahan siswa yang sedang berjalan

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV ANALISIS KERJA PRAKTEK

BAB IV. Analisis Sistem

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN Analisis Proses Pengajuan Proposal Dana Bantuan Pemerintah

STANDAR PELAYANAN PUBLIK SURAT PINDAH ANTAR KABUPATEN/KOTA DAN ANTAR PROVINSI.

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN. Pada bab ini kami akan menganalisa sistem yang sedang berjalan untuk mengetahui

DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALANGKA RAYA

DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALANGKA RAYA

KOTA PONTIANAK KEPUTUSAN KEPALA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PONTIANAK NOMOR 22 TAHUN 2015

STANDAR PELAYANAN MINIMAL DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALOPO

BUPATI BANDUNG BARAT PERATURAN BUPATI BANDUNG BARAT NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENYELENGGARAAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALANGKA RAYA

WALIKOTA KEDIRI PERATURAN WALIKOTA KEDIRI NOMOR 56 TAHUN 2009

WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 85 TAHUN 2007 TENTANG

DAFTAR ISI.. RIWAYAT HIDUP PENULIS Abstrak Abstract Lembar Pengesahan KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMA KASIH..

INOVASI LAYANAN DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI. Oleh : SEKRETARIS DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI

QANUN KOTA BANDA ACEH NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

KECAMATAN COBLONG PROSEDUR MUTU PELAYANAN KK. No. Dok : PM SIEPEL - 02 No. Revisi : 00 Tgl. Berlaku : 12 September 2011 TIDAK DIKENDALIKAN

SISTEM INFORMASI PELAYANAN PEMBUATAN DAN PERPANJANGAN KTP BERBASIS WEB PADA KELURAHAN SUMBEREJO

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. mengembangkan solusi yang terbaik bagi permasalahan. perancangan sistem

WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 99 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDAFTARAN PENDUDUK KABUPATEN SIDOARJO

BERITA DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 5 TAHUN 2010 PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG

BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 51 TAHUN 2008 TENTANG

BAB III PEMBAHASAN 3.1 Analisis sistem yang berjalan

SPP DAN SOP PENERBITAN KTP ELEKTRONIK (KTP-el) TEKO LANGSUNG CETAK DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KAB. PONOROGO TAHUN 2016

KECAMATAN COBLONG PROSEDUR MUTU PELAYANAN SKTS/ PINDAH DATANG. No. Dok : PM SIEPEL - 04 No. Revisi : 00 Tgl. Berlaku : 12 September 2011

BAB IV ANALISIS KERJA PRAKTEK

SISTEM DAN PROSEDUR PENDAFTARAN PENDUDUK. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Magelang

BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL BUPATI BANTUL

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PENDAFTARAN PENDUDUK DAN PENCATATAN SIPIL

BAB IV ANALISIS SISTEM. Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai suatu proses penguraian dari

DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALANGKA RAYA

BAB IV ANALISIS KERJA PRAKTEK

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALANGKA RAYA

BAB I PENDAHULUAN. lebih 40 staff dan pengajar tetap maupun tidak tetap. SMA MUHAMMADIYAH

KECAMATAN COBLONG PROSEDUR MUTU PELAYANAN SURAT PINDAH. No. Dok : PM SIEPEL - 03 No. Revisi : 00 Tgl. Berlaku : 12 September 2011 TIDAK DIKENDALIKAN

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. gerlong futsal yang sedang berjalan. Analisis sistem yang sedang berjalan

BAB IV ANALISIS KERJA PRAKTEK

BAB III ANALISA SISTEM

PETUNJUK PELAKSANAAN DIREKTUR JENDERAL IMIGRASI NOMOR : F-315.PW TAHUN 1995 TENTANG TATA CARA PENDAFTARAN ORANG ASING DI INDONESIA

PEDOMAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PENDAFTARAN PENDUDUK DAN PENCATATAN SIPIL

DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALANGKA RAYA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PENDAFTARAN PENDUDUK DAN PENCATATAN SIPIL

SPP DAN SOP PENERBITAN KTP ELEKTRONIK (KTP-el) TEKO LANGSUNG CETAK DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KAB. PONOROGO TAHUN 2016

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR BADAN PELAYANAN PERIZINAN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENERBITAN AKTA KELAHIRAN

BUPATI TANAH DATAR PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH DATAR NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BEKASI

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENGAMATAN

DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALANGKA RAYA

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN. yang ada yaitu system informasi absensi. System ini meliputi analisis prosedur,

BAB III ANALISIS SISTEM

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

/1. Flowmap Usulan Daftar Anggota

Isikan alamat website

KECAMATAN COBLONG PROSEDUR MUTU PELAYANAN KTP. No. Dok : PM SIEPEL - 01 No. Revisi : 00 Tgl. Berlaku : 12 September 2011 TIDAK DIKENDALIKAN

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan permasalahan kesempatan,

Gambar 4.1 Flowmap Usulan Pengecekan Berkas

DFD (DATA FLOW DIAGRAM)

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PENDAFTARAN PENDUDUK DAN PENCATATAN SIPIL

TANDA DAFTAR PERUSAHAAN (TDP) TERLAMPIR PEMERINTAH KOTA CILEGON DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU PELAYANAN PERIZINAN JASA USAHA

Aplikasi permohonan paspor online adalah aplikasi yang dibuat untuk menghindari penumpukan calon pemohon paspor di unit layanan paspor / kantor

BAB IV ANALISIS KERJA PRAKTEK. Analisis sistem yang berjalan pada PT. Kereta Api (Persero) bertujuan

BAB IV ANALISIS KERJA PRAKTEK. Analisis sistem diklasifikasikan sebagai penguraian dari suatu sistem

PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN KECAMATAN NGEMPLAK STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP) PELAYANAN KARTU KELUARGA

BAB I PENDAHULUAN. komputer. Dalam hal ini komputer sangat berperan aktif dalam penyebaran

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perkembangan internet sangat luar biasa dan jauh berbeda

BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 20 TAHUN 2006 TENTANG

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. aplikasi yang akan dibuat, yaitu Rancang Bangun Aplikasi Penanganan Berkas

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARANGASEM NOMOR 2 TAHUN 2012 T E N T A N G PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Pembuatan Sietem Pendaftaran Beasiswa (PPA/BBM) Secara Online

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. Perancangan ini dibuat untuk ditunjukkan kepada user, programmer, atau ahli

BAB IV ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN. mengetahui proses kerja yang sedang dikerjakan/berjalan.

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 11 TAHUN 2009 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA MALANG

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Sistem informasi pengelolaan sertifikat tanah merupakan pengembangan dari

STANDARD OPERATION PROCEDURE ( SOP ) TENTANG PELAYANAN SURAT TANDA MELAPOR ( STM )

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN ASAHAN

BAB I PENDAHULUAN. agar dapat membuat keputusan secara cepat dan akurat, maka teknologi sistem

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SRAGEN NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN MUSI RAWAS

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 88 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA PELAYANAN KARTU IDENTITAS ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

Transkripsi:

27 BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN 4.1. Analisis Sistem yang Berjalan 4.1.1. Analisis Dokumen Berikut ini adalah dokumen dokumen yang terdapat pada pembuatan Exit Re-entry Permit : 1. Nama dokumen : Formulir permohonan Exit Re-entry Permit Fungsi Sumber Jumlah : Data yang dibutuhkan : Kantor Imigrasi : 1 lembar Periode pembuatan : - Item data : Nama, Kebangsaan, Sponsor dll 2. Nama dokumen : Kartu izin tinggal terbatas (KITAS) atau Kartu izin tinggal tetap (KITAP) Fungsi Sumber Jumlah : Validasi izin tinggal yang masih berlaku : Pemohon : 1 buah Periode pembuatan : - Item data : Nama, Kebangsaan, Tempat dan tanggal lahir dll

28 3. Nama dokumen : Paspor asing Fungsi Sumber Jumlah Periode pembuatan Item data : Identitas : Pemohon : 1 buah : 5 tahun masa berlaku : Nama, Kebangsaan, Tempat dan tanggal lahir Dll 4. Nama dokumen : Buku pengawasan warga asing Fungsi Sumber Jumlah : Pengawasan terhadap warga Negara asing : Pemohon : 1 buah Periode pembuatan : - Item data : Nama, Kebangsaan, Tempat dan tanggal lahir Dll 4.1.2. Analisis Sistem 4.1.2.1. Data yang digunakan Sebagai Input Pada proses pembuatan EXIT RENTRY PERMIT ada beberapa persyaratan yang dijadikan sebagai inputan yang selanjutnya akan diproses serta menghasilkan output, yaitu: o Kartu Izin Tinggal Terbatas ( KITTAS ) / Kartu Izin Tinggal Menetap ( KITAP )

29 o o o Paspor Asing Buku Pengawasan Orang Asing. Surat Sponsor. 4.1.2.2. Aplikasi yang digunakan Seluruh Kantor Imigrasi di Indonesia terintegrasi dalam Sistem Informasi yang disebut dengan Sistem Informasi Keimigrasian. Semua data yang masuk tersimpan pada sebuah database yang disebut dengan Pusat Data Keimigrasian ( PUSDAKIM ). Kantor imigrasi membutuhkan aplikasi aplikasi yang diperlukan untuk semua proses yang terjadi didalamnya. Tidak ada perbedaan aplikasi yang digunakan di seluruh Indonesia, baik itu pada pembuatan Paspor, pembuatan Exit Reentry Permit dll. Karena aplikasi yang dibangun merupakan aplikasi berbasis web yang semuanya dijalankan secara online. Semua aplikasi tersebut dibungkus dalam satu paket yang disebut Aplikasi SPRI ( APLIKASI SURAT PERJALANAN REPUBLIK INDONESIA ). Seperti yang telah disebutkan bahwa aplikasi tersebut merupakan aplikasi berbasis web. Sehingga hanya bisa dijalankan secara online dengan IP Address yang dizinkan dilengkapi dengan username dan password. Sehingga hanya dapat dijalankan pada komputer kantor imigrasi saja.

30 4.1.3. Analisis Prosedur yang Sedang Berjalan 4.1.3.1. Evenlist Pembuatan Exit Re-entry Permit (ERP) Berikut ini merupakan tahapan tahapan pada Pembuatan Exit Reentry Permit (ERP) : 1. Pemohon menyerahkan map permohonan Exit Reentry Permit disertai persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan. 2. Petugas loket memeriksa persyaratan yang diserahkan oleh. 3. Petugas loket menginput biodata ke sistem. 4. Petugas loket memberikan output dari sistem berupa no register permohonan. 5. Berkas di periksa oleh kepala subseksi perizinan. 6. Infokim ( Informasi Keimigrasian ) memeriksa data apakah termasuk dalam daftar cekal. 7. Berkas dikembalikan ke Petugas Loket. 8. Pemohon datang kembali ( Setelah 2 Hari Kerja ) untuk melunasi Biaya administrasi pada kasir. 9. Petugas Loket memberikan waktu Izin keluar pada sistem. 10. Pemohon kembali ke loket dan memberikan No Register Pembayaran. 11. Infokim ( Informasi Keimigrasian ) melakukan pengecapan pada paspor. 12. Kepala Seksi Lantaskim ( Kasi Lantaskim )menandatangani permohonan ERP pada buku biru/ buku pengawasan orang Asing.

31 13. Pemohon datang kembali ( Setelah 2 Hari Kerja ) untuk mengambil berkas dan ERP. 4.1.3.2. Flow Map Dikarenakan aplikasi yang digunakan merupakan aplikasi berbasis web, sehingga tidak ada aliran dokumen yang mengalir dan dapat digambarkan dengan flowmap. 4.1.3.3. Diagram Konteks Berikut ini merupakan diagram konteks prosedur yang berjalan pada proses pembuatan ERP. Gambar 4.1. Diagram Konteks Prosedur yang sedang berjalan pada proses Pembuatan Exit Reentry Permit

32 Penjelasan diagram konteks tersebut di atas adalah sebagai berikut : 1. Pemohon merupakan entitas eksternal yang merupakan data inputan Sistem Pembuatan ERP. Menyerahkan persyaratan berupa KITTAS / KITTAP, Paspor asing, buku pengawasan orang asing, dan surat sponsor. 2. Petugas loket, merupakan entitas internal yang bertugas dalam verifikasi berkas. 3. INFOKIM ( Informasi Keimigrasian ), merupakan entitas internal yang bertugas memeriksa apakah termasuk dalam daftar cekal atau tidak. 4. PUSDAKIM ( Pusat Data Keimigrasian ), merupakan database dari seluruh data yang masuk ke dalam aktivitas keimigrasian. 4.1.3.4. Data Flow Diagram Berikut ini merupakan diagram konteks prosedur yang berjalan pada proses pembuatan ERP.

33 Gambar 4.2. DFD Prosedur yang sedang berjalan pada proses Pembuatan Exit Reentry Permit

34 Penjelasan tiap proses DFD diatas adalah sebagai berikut : 1. Pemohon mengajukan permohonan pembuatan Exit Reentry Permit dan menyertakan persyaratan (berupa KITTAS / KITTAP, Paspor asing, buku pengawasan orang asing, dan surat sponsor. 2. Proses cek kelengkapan merupakan proses untuk mengecek kelengkapan persyaratan. 3. Proses ketiga yaitu penginputan data yang kemudian tersimpan pada Pusdakim. 4. Pusdakim menyimpan data registrasi ke dalam database. 5. Infokim melakukan pemeriksaan daftar cekal, jika termasuk dalam daftar cekal maka tidak akan dilanjutkan ke proses selanjutnya. Proses ini memerlukan akses ke Pusdakim. 6. Pemohon melakukan pembayaran. 7. Proses ketujuh yaitu pengecekan status pembayaran oleh bagian Infokim, proses ini berfungsi untuk memverifikasi apakah sudah melakukan pembayaran. 8. Proses Pengambilan ERP dengan menyerahkan no. pembayaran. 9. Petugas loket menentukan masa berlaku ERP. 10. Pusdakim menyimpan masa berlaku ERP yang ditentukan petugas. 11. Proses kesebelas merupakan proses Pengesahan ERP.

35 4.1.4. Evaluasi Sistem yang berjalan Setelah melakukan analisis terhadap sistem yang berjalan, Berikut ini merupakan evaluasi dari sistem yang berjalan. Tabel 4.1. Tabel Evaluasi Sistem yang Berjalan Permasalahan 1. Petugas loket harus memeriksa masa berlaku KITAS yang cukup membuang waktu. 2. Petugas loket harus menentukan masa berlaku dari ERP yang dibuat. Hal ini tidak efisien karena Rencana Penyelesaian 1. Masa berlaku KITAS secara otomatis ditampilkan pada aplikasi ERP. 2. Masa berlaku ERP dihitung oleh sistem berdasarkan masa berlaku KITAS. petugas loket harus memeriksa masa berlaku KITAS terlebih dahulu dan menghitung sendiri masa berlaku ERP tersebut. 4.2. Usulan Perancangan Sistem 4.2.1. Tujuan Perancangan Sistem ERP ( Exit Re-entry Permit ) merpakan permohonan bagi orang asing untuk keluar dan masuk dari wilayah Indonesia, ERP terdiri dari 4 macam yaitu :

36 SERP / Single Exit Re-entry Permit yaitu Permohonan izin keluar dari wilayah Indonesia dengan masa berlaku selama 3 bulan terhitung sejak diserahkannya ERP dengan biaya Rp.200.000,-. MERP / Multiple Exit Re-entry Permit yaitu Permohonan izin keluar dari wilayah Indonesia dengan masa berlaku selama 6 bulan terhitung sejak diserahkannya ERP dengan biaya Rp.600.000,-. MERP 1 th / Multiple Exit Re-entry Permit yaitu Permohonan izin keluar dari wilayah Indonesia dengan masa berlaku selama 1 tahun terhitung sejak diserahkannya ERP dengan biaya Rp.1.000.000,-. MERP 2 th / Multiple Exit Re-entry Permit yaitu Permohonan izin keluar dari wilayah Indonesia dengan masa berlaku selama 2 tahun terhitung sejak diserahkannya ERP dengan biaya Rp.2.000.000,-. Perancangan sistem ini bertujuan untuk mempermudah petugas loket dalam memeriksa masa berlaku KITAS serta menentukan masa berlaku ERP yang dibuat. Saat ini masa berlaku kitas diperiksa oleh petugas loket secara manual. Hal ini tentu saja tidak efisien, karena data data WNA termasuk masa berlaku KITAS sudah tersimpan pada PUSDAKIM ( Pusat Data Keimigrasian ) dan dapat ditampilkan pada aplikasi ERP. Selain itu, Masa berlaku ERP juga ditentukan secara manual oleh Petugas loket. Hal ini juga kurang efektif karena masa berlaku ERP dapat dihitung oleh sistem dengan menambahkan sebuah fungsi. Sebagai contoh : SERP berlaku selama 3 bulan. Ini berarti ERP tersebut berlaku 3 bulan terhitung sejak disahkannya SERP tersebut. Dengan catatan masa berlaku

37 KITTAS harus lebih dari 3 bulan. Jika masa berlaku KITAS kurang dari 3 bulan, maka masa berlaku SERP tersebut adalah 1 bulan sebelum masa berlaku KITTAS habis. 4.2.2. Perancangan Prosedur yang diusulkan 4.2.2.1.Diagram Konteks Berikut ini merupakan diagram konteks prosedur yang berjalan pada proses pembuatan ERP. Gambar 4.3. Diagram Konteks Prosedur yang diusulkan pada proses Pembuatan Exit Reentry Permit Penjelasan diagram konteks tersebut di atas adalah sebagai berikut : 1. Pemohon merupakan entitas eksternal yang merupakan data inputan Sistem Pembuatan ERP. Menyerahkan persyaratan berupa KITTAS /

38 KITTAP, Paspor asing, buku pengawasan orang asing, dan surat sponsor. 2. Petugas loket, merupakan entitas internal yang bertugas dalam verifikasi berkas. 3. INFOKIM ( Informasi Keimigrasian ), merupakan entitas internal yang bertugas memeriksa apakah termasuk dalam daftar cekal atau tidak. 4. PUSDAKIM ( Pusat Data Keimigrasian ), merupakan database dari seluruh data yang masuk ke dalam aktivitas keimigrasian. Perbedaan diagram konteks prosedur yang sedang berjalan dan prosedur yang diusulkan : Pada entitas petugas loket, pada sistem yang berjalan petugas loket memberikan masukan berupa masa berlaku ERP. Sedangkan pada prosedur yang diusulkan, masa berlaku ERP ditentukan oleh sistem.

39 4.2.2.2. Data Flow Diagram Map permohonan & persyaratan Berkas Petugas loket Berkas No. permohonan No permohonan 1. mengajukan permohonan exit re-entry permit Data registrasi 2. cek Kelengkapan persyaratan No. Pembayaran 6. melakukan pembayaran 9. Cek masa berlaku ERP Berkas 3. Input data 8. Pengambilan ERP No. Pembayaran Data Data registrasi PUSDAKIM Data registrasi ERP dan dokumen ERP ERP dan dokumen 11. Pengesahan ERP Masa berlaku ERP Data 4. Simpan data registrasi 10. Hitung masa berlaku ERP Data registrasi Data registrasi 5. Pemeriksaan daftar cekal Berkas terverifikasi daftar cekal Data Data registrasi Infokim No. pembayaran No pembayaran 7. Cek status pembayaran & verifikasi no. pmbyaran Gambar 4.4. No. pembayaran DFD Prosedur yang diusulkan pada proses Pembuatan Exit Reentry Permit

40 Penjelasan tiap proses DFD diatas adalah sebagai berikut : 1. Pemohon mengajukan permohonan pembuatan Exit Reentry Permit dan menyertakan persyaratan (berupa KITTAS / KITTAP, Paspor asing, buku pengawasan orang asing, dan surat sponsor. 2. Proses cek kelengkapan merupakan proses untuk mengecek kelengkapan persyaratan. 3. Proses ketiga yaitu penginputan data yang kemudian tersimpan pada Pusdakim. 4. Pusdakim menyimpan data registrasi ke dalam database. 5. Infokim melakukan pemeriksaan daftar cekal, jika termasuk dalam daftar cekal maka tidak akan dilanjutkan ke proses selanjutnya. Proses ini memerlukan akses ke Pusdakim. 6. Pemohon melakukan pembayaran. 7. Proses ketujuh yaitu pengecekan status pembayaran oleh bagian Infokim, proses ini berfungsi untuk memverifikasi apakah sudah melakukan pembayaran. 8. Proses Pengambilan ERP dengan menyerahkan no. pembayaran. 9. Petugas loket mengecek masa berlaku ERP yang telah ditentukan sistem. 10. Pusdakim menghitung masa berlaku ERP 11. Proses kesebelas merupakan proses Pengesahan ERP. Perbedaan DFD prosedur yang sedang berjalan dan prosedur yang diusulkan yaitu pada proses kedelapan. Pada sistem yang berjalan, petugas loket harus menentukan secara manual masa berlaku ERP yang dibuat.

41 Proses menentukan masa berlaku ERP cukup memakan waktu. Petugas harus memeriksa terlebih dahulu masa berlaku kitas. Lalu menghitung masa berlaku ERP sesuai dengan jenis ERP yang dibuat dan tergantung dari masa berlaku kitas. Sedangkan pada prosedur yang diusulkan, sistem secara otomatis mengecek masa berlaku kitas dan menentukan masa berlaku ERP sesuai dengan masa berlaku kitas dan jenis ERP yang dibuat. 4.2.3. Evaluasi Prosedur yang diusulkan Sistem yang berjalan 1. Petugas mengecek secara manual masa berlaku KITTAS. Prosedur yang diusulkan 1. Sistem secara otomatis mengambil data masa berlaku KITTAS dari Pusdakim dan ditampilkan melalui aplikasi. 2. Petugas menetapkan secara manual masa berlaku ERP. Contoh : pada tanggal 1 Oktober 2010 di keluarkan MERP 6 bulan asing. Masa berlaku MERP tersebut adalah 6 bulan. Maka seharusnya masa berlaku MERP tersebut adalah sampai dengan 1 April 2011. Akan tetapi 2. Sistem secara otomatis menghitung masa berlaku ERP sesuai dengan prosedur yang berlaku Sehingga mengoptimalkan teknologi. penggunaan

42 masa berlaku KITTAS tersebut adalah 24 Februari 2011. Dengan demikian masa berlaku MERP adalah 1 bulan sebelum masa berlaku KITTAS habis yaitu 24 Januari 2011.