c. Trigliserid ^ 165 mg/dl

dokumen-dokumen yang mirip
e) Faal hati f) Faal ginjal g) Biopsi endometrium/

Tumor jinak pelvik. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi

Penyakit Radang Panggul. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi

UNFIT TIT UNFIT TIT UNFIT

Istilah-istilah. gangguan MENSTRUASI. Skenario. Menstruasi Normal. Menilai Banyaknya Darah 1/16/11

SURAT PENUGASAN KLINIS DAN RINCIAN KEWENANGAN KLINIS DOKTER SPESIALIS OBSTETRI & GINEKOLOGI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. diagnosa secara individual (Ralph. C Benson, 2009). Adapun Komplikasi

BAB 1 PENDAHULUAN. 5 15% wanita usia reproduktif pada populasi umum. rumah sakit pemerintah adalah sebagai berikut : di RSUD dr.

BAB I PENDAHULUAN. peradangan sel hati yang luas dan menyebabkan banyak kematian sel. Kondisi

Perihal : Penawaran Program Medical Check Up

PENGKAJIAN AWAL KEBIDANAN

Pencegahan Tersier dan Sekunder (Target Terapi DM)

Tabel 1. Dua puluh pola penyakit rawat jalan di poliklinik Obstetri dan Ginekologi RSUP DR Sardjito tahun 2014

Meet The Expert Fertilitas & Praktik Obgyn Sehari-hari

* Untuk wanita : dianjurkan pemeriksaan kandungan dan tes Pap s Smear For women : Gynaecologic examination and Pap s Smear test are recommended

BAB 1 PENDAHULUAN. oleh perempuan usia produktif. Sebanyak 25% penderita mioma uteri dilaporkan

1. Pengertian Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Fertilitas & Praktik Obgyn Sehari-hari

Kanker Rahim - Gejala, Tahap, Pengobatan, dan Resiko

1. Nama : Tgl lahir / Umur : Pekerjaan : Alamat :...

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. kehamilan ektopik yang berakhir dengan keadaan ruptur atau abortus. 12 Kehamilan

Mola Hidatidosa. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi

BAB IV METODE PENELITIAN. dan Penyakit Kandungan dan Ilmu Patologi Klinik. Penelitian telah dilaksanakan di bagian Instalasi Rekam Medis RSUP Dr.

PIL KB Jenis - Jenis PIL KB: A. PIL KOMBINASI B. PIL SEKWENSI C. PIL NORMOFASIK D. MORNING AFTER PIL E. PIL TRIFASIK

LAMPIRAN 1. Universita Sumatera Utara

KANKER PAYUDARA dan KANKER SERVIKS

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 98 TAHUN 2015 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. uteri. Hal ini masih merupakan masalah yang cukup besar dikalangan masyarakat Di

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Salah satu masalah kesehatan yang sering di jumpai pada wanita usia subur

1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. Infertilitas adalah kondisi yang dialami oleh pasangan suami istri. yang telah menikah minimal 1 tahun, melakukan hubungan sanggama

Hepatitis: suatu gambaran umum Hepatitis

UPT Balai Informasi Teknologi LIPI Pangan & Kesehatan Copyright 2009

Kanker Serviks. Cervical Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

DEPARTMENT OF OBSTETRICS & GYNECOLOGY FACULTY OF MEDICINE, THE UNIV. OF NORTH SUMATRA MEDAN INDONESIA

Meet The Expert Fertilitas & Praktik Obgyn Sehari-hari

FLOUR ALBUS/LEUKOREA A RI FUAD FAJRI

Defenisi. endometrium kavum uteri tidak termasuk

DIABETES UNTUK AWAM. Desember 2012

ABORSI / ABORTUS KATA PENGANTAR. Fransisca S. K. S.Ked (Fak. Kedokteran Univ. Wijaya Kusuma Surabaya)

An Update Management Concept in Hypertension Ria Bandiara SubBagian Ginjal Hipertensi Bag. Ilmu penyakit Dalam FK UNPAD/RS Dr.Hasan Sadikin Bandung

TARIF RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT WILAYAH MAGELANG

BAB 1 PENDAHULUAN. Diabetes mellitus (DM) adalah salah satu penyakit. degenerative, akibat fungsi dan struktur jaringan ataupun organ

BAB I PENDAHULUAN. negara berkembang terus mengalami perubahan, terutama di bidang

GDS (datang) : 50 mg/dl. Creatinin : 7,75 mg/dl. 1. Apa diagnosis banding saudara? 2. Pemeriksaan apa yang anda usulkan? Jawab :

BAB I PENDAHULUAN. sampai 6 gram. Ovarium terletak dalam kavum peritonei. Kedua ovarium melekat

3. Pemeriksaan Tajam Penglihatan (Visus) dan Buta Warna. Pemeriksaan HBs Ag Malaria (untuk daerah endemis malaria)

Diabetes Mellitus Type II

Penyebab kanker ovarium belum diketahui secara pasti. Akan tetapi banyak teori yang menjelaskan tentang etiologi kanker ovarium, diantaranya:

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian di bidang ilmu Kardiovaskuler.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Secara terminologi kedokteran abortus ialah suatu keadaan yang tidak

DIAGNOSIS DM DAN KLASIFIKASI DM

BAB III METODE PENELITIAN. dengan pendekatan cross sectional, yaitu penelitian dengan mengukur variabel

Kontrasepsi Hormonal (PIL)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERANAN LAPAROSKOPI PADA PENDERITA INFERTILITAS WANITA

BUPATI SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI SEMARANG NOMOR 75 TAHUN 2015 TENTANG

Asuhan Keperawatan Abortus Imminens A.PENGERTIAN Abortus Imminens ialah terjadinya pendarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan

BAB I PENDAHULUAN. 1 P a g e

BAB I PENDAHULUAN. Non Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) yang semakin meningkat

BAB 1 PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak. menuju masa dewasa. Banyak perubahan-perubahan yang terjadi

sebanyak 23 subyek (50%). Tampak pada tabel 5 dibawah ini rerata usia subyek

ABSTRAK GAMBARAN KARAKTERISTIK PENDERITA MIOMA UTERI DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG TAHUN

JENIS METODE KB PASCA PERSALINAN VASEKTOMI

Ovarian Cysts: A Review

PENANGANNYA : Antibiotika cervicitis tidak spesifik dapat diobati dengan rendaman dalam AgNO3 10 % dan irigasi

BAB II TINJAUAN TEORI

BAB II TINJAUAN TEORI. Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan

BAB 1 PENDAHULUAN. Menstruasi adalah pendarahan periodik dan siklik dari uterus, disertai

Fertilitas & Praktik Obgyn Sehari-hari

Diabetes tipe 2 Pelajari gejalanya

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Berbagai komplikasi yang dialami oleh ibu hamil mungkin saja terjadi

Modul I. Pelatihan Keterampilan Klinik Berdasarkan Kompetensi Tempat :... Tanggal :...

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

FORMULIR SURVEILANS PTM

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pengetahuan perawat tentang penilaian nyeri dan intervensi sangat

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

LAMPIRAN PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Millenium Development Goals (MDGs) merupakan suatu program yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian belah lintang (Cross Sectional) dimana

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. atau adolescence. Menurut WHO (2007) masa remaja terjadi pada usia antara 10 24

ABSTRAK PREVALENSI MIOMA UTERI DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE 1 JANUARI DESEMBER : July Ivone, dr.,m.s.mpd.

KUESIONER FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU IBU DALAM PEMERIKSAAN PAP SMEAR DI POLI GINEKOLOGI RSUD DR PIRNGADI MEDAN TAHUN

Struktur dan besarnya tarif Retribusi PUSKESMAS ditentukan sebagai berikut : I. TARIF RAWAT JALAN DAN RAWAT INAP. JASA PELAYANAN (Rp)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. endometrium yang terjadi secara rutin setiap bulan (Ayu dan Bagus, 2010).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Kanker Usus Besar. Bowel Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

BAB 5 HASIL PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di Bagian/SMF Obstetri Ginekologi dan poliklinik/bangsal

Pasal 6 Peraturan Menteri Kesehatan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

BAB. 3. METODE PENELITIAN. : Cross sectional (belah lintang)

Aborsi Dalam Pandangan Medis Prof. dr. Delfi Lutan MSc., SpOG(K)

Nomor : 018/SDK-TTU/DO-28/III/2017 Lampiran : 1 Set Hal : Pemberitahuan dan Agenda Persiapan Keberangkatan Haji 2017

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

trombosit; hematokrit; laju endap darah; hitung jenis; c) kimia darah, meliputi:

Transkripsi:

c. Trigliserid < 165 mg/dl d. HDL > 40 mg/dl e. Protein + 1 (100mg/dl) Hasil tes monitoring komplikasi setiap 3 bulan: a. Urin reduksi (-) b. Asam urat < 7mg/dl c. Mikroalbuminuria (-) d. HbA1c<7mg% 4. Hipertensi UN * UN * UN * * Dinyatakan jika : - Tekanan darah: 140-159/90-99 mmhg - Terkontrol dengan obat: diuretik (Thiazid) atau ACE inhibitor atau Losartan sebagai monoterapi ATAU ACE inhibitor dan losartan sebagai kombinasi - Monitoring hasil tes laboratorium tiap 6 bulan : a. Kolesterol < 200 mg/dl b. LDL< 130 mg/dl c. Trigliserid ^ 165 mg/dl d. HDL > 40 mg/dl e. Protein s + 2 f. EKG : tidak ada ischemia dan LVH - pemeriksaan TSH dan T4 dalam batas normal setiap pengujiankesehatan (medical check-up) 5. Sindroma Metabolik UN UN UN Dinyatakan jika : - Tekanan darah < 140/90 mmhg - Kolesterol < 200 mg/dl - LDL 130 mg/dl - Trigliserid < 165 mg/dl - HDL > 40 mg/dl - Gula darah puasa < 126 mg/dl - Gula darah 2 jam PP < 200mg/dl - BMI <28kg/m2 - EKG : tidak ada ischemia dan LVH ^

DIGESTIVE KELAINAN KELAS - SATU KELAS - DUA KELAS - TIGA NO SALURAN INITIAL REGULER INITIAL REGULER INITIAL REGULER PENCERNAAN 1 GERD UN * UN * UN * * bila tidak ada keluhan Dengan pemeriksaan : Endoskopi 2 Dispepsia/pepticu leer UN * UN * UN * TIT jika endoskopi menunjukkan penyembuhan dan tidak menimbulkan gejala klinis. Jika dilakukan tindakan pembedahan pada ulcer yang mengalami perdarahan/perforasi dalam 3 bulan tidak ada gejala dan penyembuhan total maka dapat dinyatakan. 3 Hepatitis akut UN TIT UN TIT UN TIT Jika tidak ada gejala,liver function test normal, Darah Tepi Lengkap normal dinyatakan 4 Hepatitis kronis (hepatitis B dan hepatitis C) Pemeriksaan: UN TIT UN TIT UN TIT Liver function test a. Viral serologi b. USG c. Biopsi Jika hasil pemeriksaan di atas dalam batas normal maka dinyatakan HIV HIV KELAS 1 KELAS 2 KELAS 3 INITIAL REGULER INITIAL REGULER INITIAL REGULER HIV(+) UN UN UN UN UN UN Pemeriksaan meliputi: 1. pemeriksaan medis umum oleh dokter yang berpengalaman dalam menangani HIV dan AIDS. 2. Pemeriksaan neuro-kognitif d

3. Marker HIV 4. CD4 + T-cell count 5. HIV RNA Plasma 6. Pemeriksaan infeksi tambahan (HbsAg,anti HVC.TPHA.TBC, MikrobacteriumTBC, CMV, Toxoplasma,Epstein-Barr virus) 7. Viral Load 8. Pemeriksaan darah rutin,kimia darah, ureum creatinin, glukosa 9. Pemeriksaan neurologi 10. Pemeriksaan kardiologi jika ada indikasi 11. Pemeriksaan psikiatri 12. Riwayat obat yang dikonsumsi dan efek samping 13. Stimulator check $*

STANDAR PENGUJIAN OBSTETRI GINEKOLOGI NO KELAINAN OBSTETRI GINEKOLOGI KELAS 1 KELAS 2 KELAS3 INITIAL REGULER INITIAL REGULER INITIAL REGULER 1. Dysfunctional Uterine Bleeding jika: a) Hb > 11 gr/dl b) Tidak ada kelainan pembekuan darah UN UN UN UN UN UN a) USG vaginal b) Trombosit dan faktor pembekuan darah c) Glukosa darah d) Faal hati e) Faal ginjal f) Biopsi endometrium pada wanita yang sudah menikah (bila perlu) 2. Dysmenorrhea primer () jika : a) Tidak ada penyakit dasar sebagai penyebab (bukan dysmenorrhea sekunder) b) Tidak menggunakan obatobatan c) Hb>11 gr/dl d) Dysmenorrhea primer (ringan) USG UN UN UN UN UN UN 3. Infeksi vagina (vaginitis) a) Vaginosis bakterial b) Kandidiasis vagina c) Trikomoniasis d) Gonorrhea e) Non Gonorrheal Urethritis Swab vagina (dilakukan tes KOH dan mikroskopis) 4. Pelvic Inflammatory Disease (PID) jika: Termasuk PID derajat I 5. Abortus spontan/terapetik/habitualis UN UN UN UN UN UN UN UN UN UN UN UN &*

jika: a) Involusi baik (tidak ada perdarahan, besar uterus normal, tidak ada tanda b) Hb > 11 gr/dl a) USG b) Pemeriksaan fluor (tandatanda c) Hb 6. Mola hidatidosa jika: a) Involusi baik (tidak ada perdarahan, besar uterus normal, tidak ada tanda b) Hb > 11 gr/dl a) Hb b) USG c) phcg d) Rontgen thorax e) 7. Kehamilan ektopik jika: a) Pasca operasi b) Hb > 11 gr/dl UN UN UN UN UN UN UN UN UN UN UN UN a) Hb, leukosit b)usg 8. Endometriosis jika: a) Tidak ada dysmenorrhea b) Tidak ada menometrorhagia c) Hb 11 gr/dl UN UN UN UN UN UN USG 9. Kista jika: a) Tidak ada dysmenorrhea UN UN UN UN UN UN ft

b) Tidak ada nyeri perut bawah c) Ukuran kista < 5 cm a) USG b) Tumor marker (Ca 125) 11. Uterine Myoma UN jika: a) Ada dysmenorrhea b) Hb < 11 gr/dl c) Ada menometrorhagia d) Ada tanda degenerasi mioma (febris, nyeri perut bagian bawah spontan atau ditekan) a) USG b) Laboratorium (darah lengkap) 11. Polip Uteri UN jika: a) Ada dysmenorrhea b) Hb<11 gr/dl c) Ada gangguan haid (menorhagia atau metrorhagia) USG 12. Karsinoma ovarium UN UN UN UN UN UN 13. Karsinoma serviks uteri UN UN UN UN UN UN 14. Choriocarcinoma jika: a) Involusi baik (tidak ada perdarahan, besar uterus normal, tidak ada tanda b) Hb * 11 gr/dl UN UN UN UN UN UN a) Darah lengkap b)usg c) p HCG d) Rontgen thorax jfk