MODEL F56A/F56F/F56D MANUAL VALVE FILTER

dokumen-dokumen yang mirip
MODEL F64A/F64D (MANUAL VALVE SOFTENER)

MODEL F67C/F75A AUTOMATIC DIGITAL VALVE FILTER

MODEL F77A1 / F77A3 / F77B1 AUTOMATIC DIGITAL VALVE

MODEL F63C (AUTOMATIC VALVE DIGITAL SOFTENER)

Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun.

Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun.

DA V Series BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN PEMANAS AIR (WATER HEATER) DAN KARTU GARANSI DAFTAR ISI

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambar struktur fungsi solenoid valve pneumatic

S o l a r W a t e r H e a t e r. Bacalah buku panduan ini dengan seksama sebelum menggunakan / memakai produk Solar Water Heater.

III. METODOLOGI PENELITIAN. Adapun alat dan bahan yang digunakan didalam penelitian ini adalah sebagai

BAB XIV INSTALASI PIPA PVC

BAB III PEMBUATAN ALAT UJI DAN METODE PENGAMBILAN DATA

Malafungsi Kemungkinan penyebabnya Solusi

BAB III METODE PENELITIAN. Waktu penelitian dilakukan setelah di setujui sejak tanggal pengesahan

PEMANAS AIR GAS INSTAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pirolisator merupakan sarana pengolah limbah plastik menjadi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

11. PEMECAHAN MASALAH

BAB IV PERAWATAN KOMPRESOR SENTRAL DI PT.PLN APP DURIKOSAMBI

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2012, dan Maret 2013 di

Sistem Hidrolik. Trainer Agri Group Tier-2

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III PEMBUATAN ALAT UJI DAN METODE PENGAMBILAN DATA

BAB IV LANGKAH PENGERJAAN

BAB III METODOLOGI Diagram Alir Tugas Akhir. Diagram alir Tugas Akhir Rancang Bangun Tungku Pengecoran Alumunium. Skala Laboratorium.

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

PERAWATAN DAN PERBAIKAN AC MOBIL

BAB VIII UNIT DAUR ULANG DAN SPESIFIKASI TEKNIS Sistem Daur Ulang

Perangkat keras Stasiun Bumi Pemantau Gas Rumah Kaca (SBPGRK) Versi 1.0 merupakan integrasi antara beberapa komponen, yakni :

BUKU PANDUAN Gasoline Generator SG 3000 & SG 7500

MENGGUNAKAN LPG - SECARA AMAN

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN. Masinis lapor. Masinis menyerahkan handel RH & T.200. Pengawas menanyakan keadaan lok selama dilintas.

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN DISPENSER DOMO

BUKU PETUNJUK DWP 375A - 1 -

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Refrigerant Refrigeran adalah zat yang mengalir dalam mesin pendingin (refrigerasi) atau mesin pengkondisian udara

1. EMISI GAS BUANG EURO2

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENYELESAIAN MASALAH MESIN CUCI OTOMATIS AQW-85SB AQW-86SB TROUBLE SHOOTING AUTOMATIC WASHING MACHINE

MC-CL481. Petunjuk Pengoperasian. Penghisap Debu

BAB V ANALISIS PEMBAHASAN. Tabel 5.1 Hasil Uji Lab BBTKLPP Yogyakrta. Hasil

PETUNJUK PERAWATAN TENSIMETER RAKSA (Sphigmomanometer Raksa) dan STETOSKOP

PROSEDUR MOBILISASI DAN PEMASANGAN PIPA AIR MINUM SUPLEMEN MODUL SPAM PERPIPAAN BERBASIS MASYARAKAT DENGAN POLA KKN TEMATIK

Sambungan pada pengering. Daftar Isi. Catatan saat pemasangan

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

LAPORAN TUGAS AKHIR BAB II DASAR TEORI

Philips NL9206AD-4 Drachten

ANALISA KEBOCORAN PIPA PADA HYDRAULIC GATE BEAM SHEARING MACHINE di PT. INKA

PRAKTEK II TUNE UP MOTOR DIESEL. A. Tujuan:

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III CARA KERJA MESIN PERAKIT RADIATOR

No. Nama Komponen Fungsi

BAB III PROSES OVERHAUL ENGINE YAMAHA VIXION. Proses Overhoul Engine Yamaha Vixion ini dilakukan di Lab. Mesin,

TROUBLE SHOOTING AUTOMATIC WASHING MACHINE PENYELESAIAN MASALAH MESIN CUCI OTOMATIS

METODOLOGI PENELITIAN. 1. Spesifikasi motor bensin 4-langkah 135 cc. mesin uji yang digunakan adalah sebagai berikut. : 4 langkah, SOHC, 4 klep

BAB III METODOLOGI Diagram Alir Tugas Akhir. Diagram alir Tugas Akhir Rancang Bangun Tungku Peleburan Alumunium. Skala Laboratorium.


Instalasi hydrant kebakaran adalah suatu sistem pemadam kebakaran tetap yang menggunakan media pemadam air bertekanan yang dialirkan melalui

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 LatarBelakang

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN. Mulai. Mempelajari Gambar Tender (Gambar Forkon) Survei Kondisi Lapangan. Studi Pustaka

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bahan Penelitian Pada penelitian ini refrigeran yang digunakan adalah Yescool TM R-134a.

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN PROYEK

BAB II DASAR TEORI. Laporan Tugas Akhir. Gambar 2.1 Schematic Dispenser Air Minum pada Umumnya

Model: Slim Smart Washer(SCV092210)

TROUBLE SHOOTING SISTEM INJEKSI MESIN DIESEL MITSUBISHI L300 DAN CARA MENGATASINYA

BAB III PERANCANGAN, INSTALASI PERALATAN DAN PENGUJIAN

Mesin Cuci Dua Tabung Petunjuk Pemakaian

MENGOPERASIKAN PIPET

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian hampir seluruhnya dilakukan di laboratorium Gedung Fisika Material

BAB III PERANCANGAN, INSTALASI PERALATAN DAN PENGUJIAN

TURBOCHARGER BEBERAPA CARA UNTUK MENAMBAH TENAGA

3.2 Pembuatan Pipa Pipa aliran air dan coolant dari heater menuju pipa yang sebelumnya menggunakan pipa bahan polimer akan digantikan dengan menggunak

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. bahan dan alat uji yang digunakan untuk pengumpulan data, pengujian, diagram

PT ASTRA INTERNATIONAL Tbk

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Inti Jalan Raya Fakultas Teknik

BAB III METODE PERANCANGAN

SPESIFIKASI TEKNIK KOMPOR GAS BAHAN BAKAR LPG SATU TUNGKU DENGAN SISTEM PEMANTIK MEKANIK KHUSUS UNTUK USAHA MIKRO

ANALISA KOMPOSIT ARANG KAYU DAN ARANG SEKAM PADI PADA REKAYASA FILTER AIR

Panduan Instalasi Deadbolt 02.

Ditinjau dari macam pekerjan yang dilakukan, dapat disebut antara lain: 1. Memotong

Mekatronika Modul 11 Pneumatik (1)

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN TUDUNG HISAP (EXHAUST HOOD) DOMO

BAB II PRINSIP-PRINSIP DASAR HIDRAULIK

Kalau anda punya masalah, pertanyaan, atau saran, silahkan hubungi kami di

PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN. Alur Proses Pada Perawatan Automatic Brake Handle

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Perancangan Instalasi Penjernihan Air (IPA)

UDARA PANAS DARI GAS BUANG ENGINE UNTUK ENERGI TAMBAHANDENGAN PENDEKATAN METODE BUBBLE. Oleh: Syaiful Arif

DM-SL (Indonesian) Panduan Dealer. JALANAN MTB Trekking. Keliling Kota/ Sepeda Nyaman. Tuas Pemindah. RAPIDFIRE Plus 11-kecepatan SL-RS700

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

III. METODOLOGI. Penelitian dan pengambilan data dilakukan di Desa Bumi Jaya Kec, Anak

PENYELESAIAN MASALAH MESIN CUCI OTOMATIS DUO DRUM TROUBLE SHOOTING AUTOMATIC WASHING MACHINE DUO DRUM

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

PEMBIMBING : Dr. Sri Poernomo Sari, ST., MT

Petunjuk Operasional IPAL Domestik PT. UCC BAB 4 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SISTEM IPAL DOMESTIK

Transkripsi:

SEKILAS PRODUK MODEL F56A/F56F/F56D MANUAL VALVE FILTER 1.1. Aplikasi Utama & Penerapan Digunakan untuk sistem penyaringan perawatan air. Sangat cocok untuk: Sistem Penyaringan Perumahan Perlengkapan Penyaringan Kolam Renang Saringan pasir dan karbon aktif pada sistem sebelum perawatan RO 1.2. Karakteristik Produk Struktur Sederhana dan Terpercaya Anti Bocor Mengadaptasi pada tampilan kedap udara dengan cetakan tekanan tinggi dan tahan karat saat pembukaan dan penutupan. Dengan kombinasi Service (Servis), Backwash (Cuci Kembali), dan Fast Rinse (Bilas Cepat). Valve pengontrol tangki tunggal, air tidak melalui valve pada saat pencucian. Desain yang ringkas dengan alur lintasan. Servis >Bilas Cepat >Cuci Kembali >Bilas Cepat >Cuci Kembali >Servis Dengan konektor dipasang di sisi, valve menjadi side mounted valve. Ketika konektor bagian atas terhubung dengan bottom strainer, bagian bawah terhubung dengan top strainer, maka terwujud servis arus atas dan berguna sebagai sistem penghilang Zat Besi dan Mangan (Fe, Mn). Dapat beroperasi dibawah tekanan, dan tidak bocor. 1.3. Kondisi Servis Valve Runxin dapat digunakan dengan kondisi sebagai berikut: Kondisi Kerja Items Tekanan Air Temperatur Air Persyaratan 0,15 MPa ~ 0,6 MPa 5 o C ~ 50 o C Lingkungan Kerja Temperatur Lingkungan 5 o C ~ 50 o C Kelembaban Air 95% (25 o C) Kualitas Air Masuk Kekeruhan Air <20FTU Ketika kekeruhan air melebihi kondisi diatas, filter harus dipasang di bagian air masuk (inlet) pada valve.

1.4. Struktur Produk dan Parameter Teknis A. Dimensi Produk (Tampilan hanya sebagai referensi. Gambar berdasarkan produk sebenarnya)

Dimensi Luar Model F56A F56D F56F A(mm) max 126 180 126 B(mm) max 150 178 160 H(mm) max 158 205 165 B. Parameter Teknis Model Air Masuk/ Air Keluar Jalur Pembua ngan Dudukan Pipa Riser Laju Arus m 3 /h Ukuran Tangki (inch) Ket F56A 1 F 1 F 2,5 8 NPSM 1,05 OD 4 6 ~12 F56D 2 F 1,5 F 4 8UM 1,5 D GB 10 10 ~24 F56F 1 F 1 F 2,5 8 NPSM 1 D GB 6 6 ~14 Catatan: F Female M Male OD Outer Dimension; D GB: Chinese Standard Kapasitas perawatan air berhubungan dengan rancangan laju arus, tekanan air yang masuk dan material saringan, diagram diatas hanya sebagai ucuan/arahan. 1.5. Instalasi A. Instalasi Sebelum instalasi, baca seluruh instruksi. Kemudian siapkan seluruh perangkat dan peralatan yang dibutuhkan untuk instalasi. Produk instalasi, pipa, harus dipasang oleh profesional untuk memastikan produk dapat berfungsi secara normal. Tampilan instalasi mengacu pada aturan pemasangan saluran pipa pada umumnya dan spesifikasi air masuk, air keluar dan air pembuangan. B.Lokasi Perangkat 1. Filter harus ditempatkan dekat ke tempat pembuangan. 2. Pastikan unit yang terpasang memiliki ruang yang cukup untuk pengoperasian dan pemeliharaan. 3. Unit harus terlindungi dari alat pemanas (heater) dan tempat terbuka. Sinar matahari atau hujan dapat merusak sistem instalasi. 4. Jangan memasang filter (saringan), pipa pembuangan pada keadaan temperatur dibawah 5 o C atau diatas 50 o C.

5. Satu hal penting sebagai rekomendasi penting untuk sistem instalasi yaitu hindari terjadinya kebocoran air. C.Instalasi Saluran Pipa (Contoh F56A sebagai acuan) 1. Memasang Valve Pengontrol. a. Seperti Gambar 1 1, gunakan ukuran pipa 26,7mm OD, lem pipa bagian bawah dengan bottom strainer dan masukan kedalam tangki, potong bagian atas dari pipa yang berlebih hingga sebatas lubang permukaan tangki. Tutup lubang pipa riser untuk menghindari media masuk kedalam pipa.. b. Masukkan media kedalam tangki, dengan ketinggian media sesuai petunjuk pada tangki yaitu ¾ dari volume tangki. c. Lepas penutup pipa riser dan periksa apakah pipa riser sudah tepat berada ditengah dalam tangki. d. Pasang top strainer pada valve dan masukkan pipa riser melalui top strainer pada valve dan kemudian pasang valve pengontrol pada lubang tangki kemudian putar hingga erat. Catatan: Ketinggian pipa riser dengan permukaan lubang tangki harus tidak lebih dari 2mm dan/atau kurang dari 5mm dan pada ujung bagian atas pipa harus rata dan bulat guna menghindari kerusakan karet ring O (O ring) dalam Valve. Hindari zat floccule (sejenis kotoran) bercampur dengan filter pada saat dimasukkan kedalam tangki. Hindari ring O (O ring) dalam Valve terjatuh masuk kedalam tangki pada saat memutar valve pengontrol pada tangki.

2. Sambungan Saluran Pipa. a. Seperti gambar 1 2, alat pengukur tekanan (pressure gauge) harus dipasang pada pipa air masuk. b. Pasang kran A, kran B, kran C dan kran D pada saluran air masuk, air keluar, diantara saluran air masuk dan keluar. Kran D digunakan sebagai kran pengecekan. c. Pasang katup pengecekan pada saluran air keluar. d. Saluran air masuk harus dipasang sejajar dengan saluran air keluar. Sambungkan kedua saluran dengan menggunakan fixed holder (sambungan tetap). Catatan: Jika membuat sambungan instalasi dengan solder tembaga, lakukan penyambungan sebelum pipa pipa disambungkan pada valve. Panas dari solder dapat merusak perangkat yang terbuat dari plastik. Ketika memutar sambungan (fitting) pipa yang berulir dengan sambungan (fitting) yang terbuat dari plastik, lakukan dengan hati hati jangan sampai salah memutar alur ulir kalau tidak valve dapat rusak. 3. Memasang Saluran Pipa Pembuangan Pasang penghubung selang pembuangan pada saluran air pembuangan, seperti UPVC. Catatan: Valve Pengontrol harus lebih tinggi saluran pembuangan, dan sebaiknya jaraknya tidak jauh dari selang pembuangan. Pastikan selang pembuangan tidak terhubung/menempel pada saluran pembuangan (selokan), dan beri jarak secukupnya antara keduanya, hindari air pembuangan tersedot kembali kedalam alat perawatan air, contoh lihat pada gambar 1 3. Gambar 1.3

PENGGUNAAN 2.1. Kemudi Tangan Seri valve ini dioperasikan dengan menggunakan kemudi tangan untuk melakukan Service (Servis), Backwash (Cuci Kembali), Fast Rinse (Bilas Cepat). Seperti terlihat pada gambar berikut ini: Catatan: Pegangan tidak dapat diputar melebihi posisi, mohon tidak ditarik keatas atau ditekan kebawah 2.2. Tampilan gambar pada bingkai dan tertera dalam Bahasa Inggris. Nama Gambar Keterangan FILTER (MENYARING) FAST RINSE (BILAS CEPAT) BACKWASH (CUCI KEMBALI) Status saat Service (Servis) Status saat Fast Rinse (Bilas Cepat) Status saat Backwash (Cuci Kembali)

PENERAPAN 3.1. Flow Chart Ambil model F56A sebagai contoh, teori pengerjaan untuk model valve lainnya adalah sama.