LAPORAN PROGRAM PENERAPAN IPTEKS

dokumen-dokumen yang mirip
LAPORAN HASIL PELAKSANAAN BANTUAN PENYEMPURNAAN DOKUMEN PEROLEHAN PATEN (UBER HKI) TAHUN ANGGARAN 2010

KAJIAN PENGARUH PERENDAMAN DAlAM larutan ASAM SITRAT DAN NATRIUM NITRIT PAOA ABON IKAN TONGKOl SKRIPSI OLEH: HA.RJA Tl ( )

Makanan Gorengan Pembawa Kanker?

LAPORAN AKHIR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT TAHUN 2009

I PENDAHULUAN. banyak ditemukan dan dikonsumsi yaitu ikan tongkol. Secara ilmu pengetahuaan,

Menerapkan Teknik Pengolahan Menggunakan Media Penghantar Panas. KD 1. Melakukan Proses Pengolahan Abon Ikan

BBP4BKP. Pengolahan Pindang Ikan Air Tawar. Unit Eselon I Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan

PENDAHULUAN. tradisional biasanya memanfaatkan bahan baku asli dari suatu daerah, alami,

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia (archipelagic state).

BAB I PENDAHULUAN. penghasil devisa negara, penyedia lapangan kerja serta mendorong pengembangan

PEMBUATAN ABON MANDAI SEBAGAI ALTERNATIF TAMBAHAN PENDAPATAN MASYARAKAT

BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. sumber daya alam perairan baik perairan darat maupun perairan laut dengan

I PENDAHULUAN. dapat diperoleh di pasar atau di toko-toko yang menjual bahan pangan. Abon dapat

IPTEKS BAGI MASYARAKAT ( I b M) PADA KELOMPOK TANI BUDIDAYA JAMUR KONSUMSI SUBUR MAKMUR DESA PARONGPONG KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG

BAB I PENDAHULUAN. Sale pisang merupakan salah satu produk olahan pisang masak konsumsi

I. PENDAHULUAN. keberadaannya sebagai bahan pangan dapat diterima oleh berbagai lapisan

LAPORAN AKHIR KEGIATAN IPTEK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

I PENDAHULUAN. Hipotesis Penelitian dan Tempat dan Waktu Penelitian. Kg/Kap/Thn, sampai tahun 2013 mencapai angka 35 kg/kap/thn.

BAB I PENDAHULUAN. Kandungan gizi pada ikan adalah protein, lemak, vitamin-vitamin, mineral,

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA. INOVASI EKSTRAK DAUN BAMBU (Gigantochloa apus) SEBAGAI PENURUN KADAR AKRILAMIDA PADA JAJANAN GORENGAN

Pengolahan hasil pertanian dalam pelatihan ini dimaksudkan untuk mengubah bentuk bahan baku menjadi bahan

I PENDAHULUAN. Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian, dan (7) Tempat dan Waktu Penelitian.

ABON IKAN 1. PENDAHULUAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS PENELITIAN

I PENDAHULUAN. Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian dan (7) Tempat dan Waktu Penelitian.

2014 Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Riau 48

BAB 1 : PENDAHULUAN. sanitasi. Banyaknya lingkungan kita yang secara langsung maupun tidak lansung. merugikan dan membahayakan kesehatan manusia.

BAB I PENDAHULUAN. makanan sangat terbatas dan mudah rusak (perishable). Dengan pengawetan,

Pengolahan Abon Ikan Karandang (Channa pleurophthalmus) dengan Penambahan Kelapa Parut

LAPORAN AKHIR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT TAHUN 2009

MANISAN BASAH JAHE 1. PENDAHULUAN 2. BAHAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Daging ayam merupakan sumber protein hewani yang mudah dimasak

I PENDAHULUAN. Pemikiran, (6) Hipotesa Penelitian, dan (7) Tempat dan Waktu Penelitian.

I. PENDAHULUAN. kuning atau merah (Prajnanta, 2003).

PEMANFAATAN BIJI TURI SEBAGAI PENGGANTI KEDELAI DALAM BAHAN BAKU PEMBUATAN KECAP SECARA HIDROLISIS DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAK PEPAYA DAN NANAS

Penuntun Praktikum Teknologi Pengolahan Hasil Ternak Islami

BAB I PENDAHULUAN. Protein (KEP). KEP merupakan suatu keadaan seseorang yang kurang gizi

Pengawetan Bahan Nabati dan Hewani. 1. Pengertian Pengawetan Bahan Nabati dan Hewani

BAB I PENDAHULUAN. Kelapa merupakan komoditas penting bagi rakyat Indonesia dan

BAB I PENDAHULUAN. makanan yang halal dan baik, seperti makan daging, ikan, tumbuh-tumbuhan, dan

I PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai Latar Belakang (1.1.), Identifikasi

balado yang beredar di Bukittinggi, dalam Majalah Kedokteran Andalas, (vol.32, No.1, Januari-juni/2008), hlm. 72.

KEAMANAN PANGAN UNTUK INDONESIA SEHAT. keterkaitannya dengan penyakit akibat pangan di mana masalah keamanan pangan di suatu

I PENDAHULUAN. Pemikiran, dan (6) Tempat dan Waktu Penelitian. (Canavalia ensiformis L.). Koro pedang (Canavalia ensiformis), secara luas

I. PENDAHULUAN. dalam negeri maupun ekspor. Hewan ini sangat digemari, terutama di negaranegara

ALTERNATIF PENANGANAN PASCA PANEN CABAI MERAH YANA MELIMPAH

Judul : Bioprospeksi Mangrove Penulis : Asep Awaludin Prihanto, Muhamad Firdaus, dan Rahmi Nurdiani Desain sampul : Supriyadi

b. Bahan pangan hewani bersifat lunak dan lembek sehingga mudah terpenetrasi oleh faktor tekanan dari luar.

BAB I PENDAHULUAN. sebagian besar masyarakat. Sampai saat ini produk-produk sumber protein

Teknologi pangan adalah teknologi yang mendukung pengembangan industri pangan dan mempunyai peran yang sangat penting dalam upaya mengimplementasikan

PERAN TAWAS TERHADAP PERURAIAN PROTEIN IKAN TONGKOL. Nurrahman* dan Joko Teguh Isworo* ABSTRAK

I. PENDAHULUAN. daratan Malaya. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn.) banyak ditemui

LAPORAN AKHIR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT TAHUN 2009

I PENDAHULUAN. selain sebagai sumber karbohidrat jagung juga merupakan sumber protein yang

PENGARUH PENGGUNAAN BERULANG MINYAK GORENG TERHADAP PENINGKATAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS DENGAN METODE ALKALIMETRI

BAB I PENDAHULUAN. Ubi jalar atau ketela rambat ( Ipomoea batatas ) adalah sejenis tanaman

PENGAWETAN PANGAN. Oleh: Puji Lestari, S.TP Widyaiswara Pertama

PENDAHULUAN. dikonsumsi. Jenis jamur tiram yang dibudidayakan hingga saat ini adalah jamur

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. aroma spesifik dan mempunyai nilai gizi cukup tinggi. Bagian kepala beratnya

MANISAN KERING JAHE 1. PENDAHULUAN 2. BAHAN

Uji Pembedaan Ikan Teri Kering pada Lama Pengeringan Berbeda dengan Ikan Teri Komersial dari Desa Tolotio Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo

OPTIMASI WAKTU PERENDAMAN DAN KONSENTRASI NATRIUM METABISULFIT PADA PROSES PRODUKSI TEPUNG SUKUN

I. PENDAHULUAN. Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jenis sayuran sehat yang

BAB I. PENDAHULUAN. Sejak tahun 2006 saat harga minyak dunia bergerak naik, jarak pagar

KAJIAN FREKUENSI PENCUCIAN DAN ph LARUTAN PERENDAM TERHADAP SIFAT FISIKO KIMIA MANISAN KULIT JERUK SKRIPSI. Oleh : TRI OETAMININGSIH 0.

PENDAHULUAN. Djoko Poernomo*, Sugeng Heri Suseno*, Agus Wijatmoko**

BAB I PENDAHULUAN. terjangkau oleh berbagai kalangan. Menurut (Rusdi dkk, 2011) tahu memiliki

IDENTIFIKASI DAN ANALISIS MUTU MINYAK KELAPA DI TINGKAT PETANI PROVINSI JAMBI

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB III METODOLOGI A. Alat dan Bahan A.1Alat yang digunakan : - Timbangan - Blender - Panci perebus - Baskom - Gelas takar plastik - Pengaduk -

LAPORAN AKHIR PROGRAM PENERAPAN IPTEKS

II. TINJAUAN PUSTAKA Pengasapan Ikan. Pengasapan adalah salah satu teknik dehidrasi (pengeringan) yang dilakukan

ASPEK MIKROBIOLOGIS PENGEMASAN MAKANAN

BAB I PENDAHULUAN. yang secara alami bukan merupakan bagian dari bahan baku pangan, tetapi

PEMBUATAN PATTY BURGER IKAN PARI ( Dasyatidae ) (KAJIAN KONSENTRASI ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA DAN LAMA PENGERINGAN) SKRIPSI

I. PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Meningkatkan Nilai Tambah Bawang Merah Oleh: Farid R. Abadi

PENGARUH PENAMBAHAN GULA PASIR DAN GULA MERAH TERHADAP TINGKAT KESUKAAN DODOL NANAS

PENINGKATAN PENDAPATAN ANGGOTA PKK MELALUI USAHA PEMBUATAN YOGHURT DI DESA WISATA MULYOREJO KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Gambar 36. Selai sebagai bahan olesan roti

BAB I PENDAHULUAN. Pada umumnya sasaran pembangunan pangan adalah menyediakan pangan

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya

Pengawetan pangan dengan pengeringan

I. PENDAHULUAN. memiliki potensi perikanan terbesar ketiga dengan jumlah produksi ,84

I PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang, (2) Identifikasi Masalah, (3) Maksud

I PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang Penelitian, (2)

ANALISIS PEWARNA RHODAMIN B DALAM ARUM MANIS SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DAN SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis DI DAERAH SUKOHARJO DAN SURAKARTA

PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK ROSELA

HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 5. Rataan Nilai Warna (L, a, b dan HUE) Dendeng Sapi dengan Metode Perlakuan Curing yang Berbeda

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Tanya Jawab Seputar DAGING AYAM SUMBER MAKANAN BERGIZI

IbM PENGUSAHA ABON PINDANG TONGKOL DESA KADEMANGAN KABUPATEN BONDOWOSO

I PENDAHULUAN. (6) Hipotesis Penelitian, dan (7) Tempat dan Waktu. dan termasuk ke dalam famili Solanacea. Buahnya merupakan sumber vitamin

LAPORAN AKHIR KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT TAHUN 2009

PENDAHULUAN. segar mudah busuk atau rusak karena perubahan komiawi dan kontaminasi

Transkripsi:

IPTEK LAPORAN PROGRAM PENERAPAN IPTEKS Judul : PEMBUATAN ABON IKAN YANG BEBAS AKRILAMIDA Ketua : Rahmi Nurdiani, S.Pi., M.AppSc. NIP. 19761116 200112 2 001 Anggota : 1. Ir. Muhamad Firdaus, MP. NIP. 19680919 200501 1 001 2. Eko Waluyo, S.Pi. NIP. 19800424 200501 1 001 Dibiayai Oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional, Sesuai Dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Hibah Kompetitif Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Riset Dalam Publikasi Domestik dan Internasional (Batch I) Nomor: 026/SP2H/PPM/DP2M/IV/2009 FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2009

ii

RINGKASAN Salah satu sifat dasar ikan adalah komoditas pangan yang mudah cepat menjadi busuk (perishable food). Penanganan pasca tangkap dengan sistem cold chain akan mampu mempertahankan mutu atau kesegaran ikan. Namun demikian sekitar 10-20 persen hasil tangkapan ikan yang diperoleh masih saja berkualitas tidak segar sebagai akibat penanganan pasca tangkap yang kurang maksimal. Untuk mengurangi tingkat kerugian para nelayanpun menjual hasil tangkapan ikan yang berkualitas rendah dengan harga jauh lebih rendah dibandingkan hasil tangkapan yang segar. Ikan-ikan hasil tangkapan yang berkualitas ini kebanyakan dibeli oleh para pengolah atau pembuat abon ikan. Pembuat abon ikan ini kebanyakan membuat produknya secara tradisional dan tidak memperhatikan mutu kesehatan produk yang dihasilkannya. Adapun cara pengolahannya yakni ikan dicuci bersih, dikukus untuk mengurangi dan membunuh bakteri pembusuk. Selanjutnya daging yang sudah masak diambil dan dilunakkan, lalu dicampur bumbu dan gula pada wajan pemanasan. Pada saat pengolahan panas inilah memungkinkan produk secara kesehatan mengalami penurunan. Akibat pemanasan yang terlalu lama dan tidak dikendalikan membuat produk yang dihasilkan berwarna coklat kelam. Pembentukan warna ini mengindikasikan adanya akrilamida yaitu senyawa yang diketahui bersifat karsinogenik. Akrilamida ditemukan pada beberapa makanan tertentu yang dalam proses dan pembuatannya menggunakan suhu tinggi, dengan meningkatnya pemanasan dan bertambahnya waktu, dapat meningkatkan kadar akrilamida. Akrilamida tidak terbentuk pada suhu di bawah 120 o C. Asparagin yaitu asam amino utama mempunyai struktur mirip dengan akrilamida, dan diduga senyawa tersebut yang paling berperan dalam pembentukan akrilamida. Beberapa peneliti telah melaporkan berbagai usaha penurunan maupun pencegahan pembentukan akrilamida dalam proses pengolahan panas. Kombinasi penambahan asam ferulat dengan hidrogen peroksida atau Fe 2+ dapat mengurangi pembentukan akrilamida. Peneliti lain juga melaporkan bahwa penambahan sodium atau amonium bikarbonat, cistein, sodium bisulfit, asam sitrat dan asam askorbat dapat mengeliminasi pembentukan akrilamida. Perendaman bahan baku dalam asam sitrat iii

ternyata secara efektif dapat menurunkan pembentukan akrilamida hingga 85-95%. Oleh karena itu dalam kegiatan ini perlu diperkenalkan resiko dan bahaya kesehatan akrilamida bagi kesehatan dan memberikan cara mengolah abon ikan yang tidak mengandung akrilamida dengan merendam ikan dalam asam sitrat sebelum diolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada masyarakat atau nelayan pengolah ikan menjadi abon ikan di Sendang Biru Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang dengan tujuan : 1. Memberikan informasi resiko dan bahaya kesehatan akrilamida bagi kesehatan 2. Memberikan cara mengolah abon ikan yang tidak mengandung akrilamida Kegiatan dilakukan dalam beberapa tahap yaitu tahap uji coba di laboratorium dan tahap pelaksanaan di lapang. Dari hasil uji coba diperoleh hasil bahwa kualitas abon ikan yang lebih baik akan diperoleh bila produk abon tidak digoreng lagi setelah disangrai dengan bumbu dan santan. Abon hasil uji coba berwarna coklat muda, tidak amis dan tahan lama sehingga meningkatkan penerimaan konsumen. Dari kegiatan di lapang dan evaluasi terhadap kuisioner dapat diamati bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Hal ini karena peserta merasa bahwa ikan memiliki nilai gizi dan nilai ekonomis penting bila dimanfaatkan secara optimal. Terlebih lagi teknologi pemanfaatannya sangat sederhana dan dapat dilakukan dalam skala kecil atau rumah tangga. Selain itu, penyuluhan dan pelatihan yang diberikan telah membuka mata peserta tentang bahaya akrilamida. Dengan pengetahuan ini, diharapkan dapat mengubah pola pikir pengolah abon ikan untuk bisa memproduksi abon ikan yang sehat dan aman dikonsumsi. Perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai kandungan akrilamida dalam abon ikan dan produk perikanan lainnya untuk menjamin food safety produk perikanan. iv

DAFTAR PUSTAKA Anonim. 1985. Environmental Health Criteria for Acrylamide. Geneva: World Health Organization: 8-42. Anonim. 1994. International Agency for Research on Cancer (IARC) Summaries & Evaluations (Acrylamide). http://www.inchem. org/ documents/iarc/vol60/ m60-11.html, 3 Januari 2006, pukul 14.09. Anonim. 2002. Health implications of acrylamide in food:report of joint FAO/WHO consultation. Genewa: World Health Organization, June 2002. Friedman, M., 2003. Chemistry, Biochemistry, and Safety of Acrylamide. A Review. 2003. J. Agric. Food.Chem 51, 4504-4526. Harahap, Y., 2006. Pembentukan Akrilamida Dalam Makanan Dan Analisisnya. Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. Iii, No. 3, Desember 2006, 107-116 Jung, MY, D.S. CHOI, J.W. JU. 2003. Novel Technique For Limitation Of Acrylamide Formation In Fried And Baked Corn Chips And In French Fries. JOURNAL OF FOOD SCIENCE Vol. 68, Nr. 4, Kendall P. Popcorn An All American snack, http:// www.popcorn.org/int/fsf/popcorn report.pdf, 25 Juni 2005 pukul 16.00. U.S. Food and Drug Administration (FDA, 2004) Acrylamide Questions & Answers. Center for Food Safety and Applied Nutrition 2003. http://www.cfsan.fda.gov/~dms/acrydata.html. 11 Januari 2006, pukul 10.35. v