BAB 5 Kesimpulan dan Saran

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. mekanikal, peralatan elektrikal, peralatan keselamatan kerja.

BAB 1 Pendahuluan 1.1. Latar Belakang

3. RUANG LINGKUP SOP penjualan tunai ini meliputi flowchart prosedur penjualan tunai, penjelasan prosedur, dan dokumen terkait.

Lampiran 1. Hasil Wawancara

BAB 3 ANALIS IS S IS TEM YANG BERJALAN. Timbangan baik mekanik maupun elektronik.

Bab IV Hasil Kerja Praktek Dan Analisis

akan muncul pesan seperti contoh berikut. diterima Berikut adalah tampilan awal dari form Retur Pembelian:

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1 Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit dan Penerimaan Kas

BAB 3 ANALIS IS S IS TEM INFORMAS I AKUNTANS I PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA PT. PRO-HEALTH INTERNATIONAL

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

Use Case Sistem Penjualan

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. Jakarta oleh Bapak Eddy. CV. Mutiara Electronic terletak di Ruko Taman Permata Buana

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

Pembuatan Sistem Informasi Akuntansi Leveransir Material Galian C Berbasis Web Pada CV X

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

BAB 3 GAMBARAN PROSES BISNIS BIDANG USAHA

PT. WIYO. Komp. Pergudangan Tiara Jabon E1/27 Sidoarjo STANDARD OPERATING PROCEDURE. PROSEDUR PENERIMAAN dan PENGIRIMAN PESANAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN

Tahapan Desain Fisik a. Perancangan Database

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 4 HASIL DAN BAHASAN. fungsi penjualan dan penerimaan kas pada PT. Metaplas Harmoni. Dalam melaksanakan

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Penerapan Sistem Informasi atas Penjualan dan Penerimaan. Kas pada PT. Syspex Kemasindo

Sistem Penerimaan PT. Kimia Sukses Selalu dimulai dari datangnya Purchase Order (PO)

BAB III METODE PENELITIAN. dimulai dari Juli 2013 sampai dengan Desember 2014.

BAB III. Objek Penelitian. PT. Rackindo Setara Perkasa merupakan salah satu perusahaan swasta yang

BAB IV HASIL ANALISA PENELITIAN Karakteristik Konsumen yang Melakukan Kredit Jatuh Tempo di

LAMPIRAN HASIL WAWANCARA DENGAN PERUSAHAAN. Tanya(T) : Seperti apa aplikasi yang dibutuhkan oleh PT. ENERGITAMA MULTIGUNA SOLUSI?

BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN CV. SUMBER HASIL. Daerah Istimewa Jogjakarta. CV. Sumber Hasil bergerak dalam bidang hasil bumi.

Cara Menjalankan Program

LAMPIRAN HASIL WAWANCARA DENGAN PERUSAHAAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT, PIUTANG DAN PENERIMAAN KAS YANG SEDANG BERJALAN PADA PT PANCA KEMAS KRIDA MANUNGGAL

Storyboard Create Form Master Karyawan Langkah 1 : Menampilkan Mainform dan Melakukan Login

ANALISA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DALAM PENGENDALIAN INTERN PENJUALAN DAN PIUTANG

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Penjualan Unsur Pengendalian Internal Pada PT. Tiga Putra Adhi Mandiri

EVALUASI ATAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN DAN PEMBAYARAN PRODUK PADA TOKO BUNGA ALL NICE

BAB IV PEMBAHASAN. perusahaan, seorang auditor seharusnya menyususun perencanaan pemeriksaan.

BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN. bidang produksi genteng metal dan batu bata. Dengan pabrik yang terletak di Jl.

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. Taman Bacaan ZOE merupakan salah satu usaha persewaan buku yang

Bab IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

Lampiran 1. Hasil Kuesioner

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Dibawah ini ialah wawancara yang penulis lakukan pada salah satu staff PT. Panca Prima

Manual Tutorial New Seller Office

BAB IV PEMBAHASAN. PT. Bumi Maestroayu dijelaskan pada bab keempat ini. Berdasarkan ruang lingkup yang

PANDUAN UMUM PENGGUNAAN APLIKASI ONLINE SHOP TOKOMOBILE (Android)

BAB IV. Hasil dan Pembahasan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah sebuah website yang menampilkan produk-produk

. BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Prosedur dalam Sistem Penjualan Kredit. 1. Prosedur Penjualan Kredit dan Piutang Dagang

ICQ. Internal Control Questionaire. No Pertanyaan Y T Keterangan

BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN, PIUTANG, DAN PENERIMAAN KAS PT. AROMATECH INTERNATIONAL

BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN PADA PT.SUPRAEKA KARYAPRIMA. Cawang Baru Barat Blok C no.26, Jakarta dengan No.

1 BAB 1 PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. yang berlokasi di Jakarta, Indonesia. PT. SURYAPRABHA JATISATYA

PROSEDUR MENJALANKAN PROGRAM

Software Akuntansi Accounting Software Jurnal

menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan ini sendiri.

4.1 User Interface User Interface Login. Gambar 4.33 User Interface Login

BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN, PIUTANG USAHA DAN PENERIMAAN KAS YANG SEDANG BERJALAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Setelah melakukan pengamatan dan evaluasi penelusuran atas fungsi penjualan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Lampiran 1 FLOWCHART PROSEDUR PENJUALAN

Ujian Akhir Semester:

Manual Book For Customer

BAB 1 PENDAHULUAN. bidang dalam kehidupan sudah tidak dapat lepas dari teknologi tersebut. Ini

DIAGRAM CONTEXT (SIKLUS PENDAPATAN)

BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENDAPATAN PADA PT. PANCASONA DAYASAKTI YANG BERJALAN

LAMPIRAN. Lampiran 1. - Internal Control Questionaire (ICQ) Pertanyaan dalam kuesioner dapat dijawab dengan :

BAB 3. Gambaran Umum Perusahaan. flexo photopolymer. Dengan misi awal yang sangat sederhana, yaitu memproduksi plate

BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI BERJALAN

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. Untuk memulai suatu pemeriksaan, seorang auditor harus terlebih dahulu mengadakan

BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN, PIUTANG USAHA DAN PENERIMAAN KAS PADA PT GITA MANDIRI TEHNIK

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Analisis Sistem Pengendalian Intern Atas Prosedur Pembelian Barang

BAB 3 SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT, PIUTANG DAGANG, DAN PENERIMAAN KAS PT. GLOBAL TWIN STAR

Lampiran 1. Hasil Wawancara dengan Pemilik 1. Bagaimana sejarah berdirinya CV Depo Steel? Perusahaan ini berdiri karena adanya ide dari pemilik,

BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN. PT. Auto Sukses Perkasa berdiri pada tahun 2006 merupakan perusahaan yang

BAB III ANALISA SISTEM. Pada bab analisa sistem ini akan dijelaskan mengenai konsep kegiatan analisis

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 3 ANALISIS PERUSAHAAN. sebuah perusahaan yang begerak pada bidang penjualan peralatan olahraga, yang

BAB 3 ANALISA SISTEM YANG BERJALAN. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 1998 di Jakarta dengan nama PT. Tricilla

Lampiran Dokumen Delivery Order Sementara 1 transaksi. Lampiran Dokumen Sales Order 1 transaksi

BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENJUALAN, PENAGIHAN PIUTANG, DAN PENERIMAAN KAS YANG SEDANG BERJALAN PT RACKINDO SETARA PERKASA

BAB 3 ANALIS IS S IS TEM YANG BERJALAN. bergerak di bidang pembuatan plate flexo photopolymer. PT. PUTRA MANDIRI PT. PUTRA MANDIRI ABADI

: Anggita Maylanie Ray NPM : Dosen Pembimbing : Dr. Harjanto Sutedjo, SSi. MMSi.

BAB IV PEMBAHASAN. PT Sumber Karunia Anugerah. Pembahasan ini dibatasi pada fungsi penjualan dan

BAB IV PEMBAHASAN. audit operasional pada objek yang dimaksud yakni PT. Centa Brasindo Abadi. Sebelum

BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN, PIUTANG USAHA DAN PENERIMAAN KAS PADA PT PRIMA JABAR STEEL

Lampiran 1 HASIL WAWANCARA DENGAN PIHAK CV HANURA

Bagaimana perusahaan bapak mengatasi masalah keterlambatan produk yang dipesan? dan bagaimana menjelaskan keterlambatan tersebut ke customer?

BAB III OBJEK PENELITIAN. Pada tanggal 6 Januari 2002 PT Prima Auto Mandiri didirikan di Tebet dengan

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

Transkripsi:

BAB 5 Kesimpulan dan Saran 5.1. Kesimpulan Dari hasil identifikasi risiko yang dilakukan pada sistem informasi dan siklus pendapatan di PT. Prima Manunggal Inti Internusa, Penulis dapat memberi kesimpulan sebagai berikut: 1. Terdapat 4 pembagian risiko pada sistem informasi dan siklus pendapatan di PT. Prima Manunggal Inti Intenusa, adapun 4 pembagian risiko berdasarkan penyebab risiko ialah sebagai berikut: a. People, risiko ini disebabkan oleh kelalaian karyawan dalam mengerjakan tugasnya b. Kebijakan dan prosedur, risiko ini dapat mempengaruhi efektifitas proses bisnis serta kinerja karyawan dalam mengerjakan tugas dan menyebabkan kerugian baik secara financial maupun nonfinancial c. Software, risiko ini dapat mempengaruhi efektifitas proses bisnis dan kinerja karyawan dalam mengerjakan tugas d. Hardware dan Jaringan Komunikasi, risiko dapat mempengaruhi efektifitas proses bisnis serta kinerja karyawan dalam mengerjakan tugas dan menyebabkan keterlambatan penyediaan data yang terkait dengan siklus pendapatan di perusahaan 2. Dari hasil Identifikasi, penulis menemukan 21 risiko, yaitu: a. 9 risiko yang disebabkan oleh people b. 2 risiko yang disebabkan oleh tidak adanya kebijakan dan prosedur c. 6 risiko yang disebabkan oleh software d. 4 risiko yang disebabkan oleh hardware dan jaringan komunikasi 3. Dari hasil analisa tingkat risiko berdasarkan identifikasi dan wawancara dengan pihak terkait di perusahaan, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa PT. Prima Manunggal Inti Internusa memiliki tingkat risiko sebagai berikut: 93

94 a. 5 risiko memiliki tingkat frekuensi yang rendah dengan dampak yang rendah b. 6 risiko memiliki tingkat frekuensi yang rendah dengan dampak yang sedang c. 5 risiko memiliki tingkat frekuensi yang sedang dengan dampak yang rendah d. 3 risiko memiliki tingkat frekuensi yang sedang dengan dampak yang sedang e. 2 risiko memiliki tingkat frekuensi yang tinggi dengan dampak yang rendah f. Tidak ada risiko yang memiliki tingkat frekuensi rendah dengan dampak yang tinggi g. Tidak ada risiko yang memiliki tingkat frekuensi sedang dengan dampak yang tinggi h. Tidak ada risiko yang memiliki tingkat frekuensi tinggi dengan dampak yang sedang maupun tinggi 4. Dari hasil analisa tingkat risiko menggunakan metode CIA, maka penulis dapat menemukan bahwa PT. Prima Manunggal Inti Internusa memiliki risiko CIA sebabagai berikut: a. Tidak ada risiko yang berkaitan dengan Confidentiality (Kerahasiaan) b. 10 risiko memiliki risiko yang berkaitan dengan Integrity (Integritas) c. 19 risiko memiliki risiko yang berkaitan dengan Availability (Ketersediaan) 5. Kontrol pada risiko pada PT. Prima Manunggal Inti Internusa kurang memadai. Hasil pernyataan tersebut di dapat dari evaluasi kontrol risiko pada PT. Prima Manunggal Inti Internusa, penulis menemukan 3 risiko sudah memiliki kontrol yang cukup baik dan menemukan 18 risiko tidak memiliki kontrol, sehingga penulis perlu membuat saran pengendalian terhadap risiko, agar dapat meminimalisir tejadinya risiko.

95 5.2. Saran Setelah mengemukakan kesimpulan, penulis memberikan saransaran kontrol terkait risiko yang ada, yang dapat digunakan atau menjadi bahan pertimbangan bagi PT. Prima Manunggal Inti Internusa untuk mengurangi dampak yang merugikan PT. Prima Manunggal Inti Internusa secara financial maupun non financial apabila risiko tersebut terjadi. Adapun saran yang diberikan ialah sebagai berikut: Tabel 5. 1 Tabel Saran Pengendalian PT. Manunggal Inti Internusa Sumber : Pitroda (2011:18) No Risiko Kontrol saat ini Kontrol yang disarankan Responsibility Accountability People 1. Pesanan Pelanggan di Membuat kebijakan berupa Admin Sales sistem Starling tidak peraturan, bahwa data pesanan Supervisor Marketing sesuai dengan informasi pelanggan dalam sistem, harus Pesanan Pelanggan yang sesuai dengan pesanan Pelanggan disampaikan oleh yang disampaikan oleh Pelanggan Pelanggan Admin Sales Supervisor harus melakukan konfirmasi ulang secara lisan maupun tulisan terhadap pesanan Pelanggan, sebelum data pesanan Pelanggan diinput kedalam

96 sistem 2. Alamat pengiriman Admin Sales barang pesanan peraturan, bahwa data alamat Supervisor Marketing Pelanggan tidak sesuai pengiriman barang harus sesuai dengan informasi alamat dengan alamat pengiriman yang pengiriman yang disampaikan oleh Pelanggan disampaikan oleh Pelanggan Admin Sales Supervisor harus melakukan konfirmasi ulang kepada Pelanggan secara lisan maupun tulisan terhadap alamat pengiriman barang Pelanggan, sebelum data alamat pengiriman barang Pelanggan diinput kedalam sistem Admin Sales Supervisor harus melakukan konfirmasi ulang secara lisan maupun tulisan terhadap

97 alamat pengiriman barang Pelanggan, sebelum barang siap dikirim ke alamat pengiriman barang. Minimal 1 hari sebelum barang dikirim 3. Alamat pengiriman Bagian barang pesanan peraturan, bahwa data alamat Ekspedisi Purchasing Pelanggan tidak sesuai pengiriman barang harus sesuai dengan informasi alamat dengan alamat pengiriman yang pengiriman yang disampaikan oleh Pelanggan disampaikan oleh Admin Sales Supervisor Bagian Ekspedisi harus melakukan konfirmasi ulang kepada Admin Sales Supervisor secara lisan maupun tulisan terhadap alamat pengiriman barang Pelanggan, sebelum barang siap dikirim ke alamat pengiriman barang. Minimal 1 hari sebelum barang dikirim

98 4. Informasi harga genteng yang Admin Sales Supervisor sampaikan ke Pelanggan, tidak sesuai dengan harga genteng yang sebenarnya Ketika ada perubahan harga, perusahaan selalu mengupdate informasi perubahan harga baik secara langsung ketika sedang annual meeting maupun via email ke masingmasing Admin Sales Supervisor peraturan, bahwa informasi harga barang yang disampaikan untuk Pelanggan, harus sesuai dengan harga barang yang telah ditetapkan oleh perusahaan Menyediakan kertas yang berisikan Admin Sales Supervisor Marketing harga barang pada meja Admin Sales Supervisor Membuat kebijakan, untuk pemesanan berikutnya, Pelanggan harus membayar barang pesanannya sesuai dengan harga yang telah ditetapkan perusahaan Membuat kebijakan, bahwa jika terjadi kekurangan terhadap pembayaran yang disebabkan oleh

99 kesalahan Admin Sales Supervisor dalam memberikan informasi harga barang ke Pelanggan. maka, Admin Sales Supervisor tersebutlah yang menanggung kekurangan pembayaran tersebut ** 5. Admin Sales Supervisor Admin Sales lupa menaruh kertas peraturan bahwa pesanan Pelanggan Supervisor Marketing yang berisikan data harus diinput maksimal 1 hari dari pesanan Pelanggan tanggal pesanan Menyediakan batch atau laci sebagai tempat penyimpanan data pesanan Pelanggan yang belum diinput 6. Bagian Piutang tidak dapat membuat Invoice peraturan, bahwa Admin Pabrik harus memberikan Surat Jalan ke Admin Pabrik Bagian Surat Jalan, maksimal 2 hari dari tanggal Surat Jalan yang telah di

100 tandatangani oleh Pelanggan 7. Pembayaran pelunasan barang pesanan Pelanggan, menjadi tidak tepat waktu Membuat kebijakan bahwa jika waktu dan tempat tidak memungkinkan untuk Admin Pabrik memberikan Surat Jalan ke Bagian Surat Jalan dalam waktu maksimal 2 hari, maka Admin Pabrik harus mengirimkan gambar baik berupa foto atau scan picture Surat Jalan dan kirim ke Bagian Surat Jalan terlebih dahulu peraturan, bahwa Pelanggan harus membayar pelunasan atas angsuran barang pesanannya sesuai dengan tanggal perjanjian yang telah ditetapkan Bagian Piutang

101 peraturan, bahwa Bagian Piutang tidak berhak untuk mengizinkan Pelanggan untuk memperpanjang waktu pembayaran angsurannya, melainkan harus dengan alasan yang layak mengapa Pelanggan tersebut menunda waktu Pembayaran dan merundingkannya kepada atasan (Bagian ) Membuat kebijakan atas surat angsuran, yakni berisikan perjanjian tanggal pembayaran angsuran dan Pelanggan wajib tandatangan diatas materai pada surat angsuran tersebut 8. Pelanggan terlambat dalam memberikan bukti transfer peraturan bahwa Bagian Piutang harus selalu mengecek catatan kas Bagian Piutang

102 pembayaran barang pesanan Pelanggan ke Bagian Piutang bank setiap harinya dan menagih bukti transfer dari Pelanggan maksimal 2 hari setelah tanggal pembayaran Membuat kemudahan bagi Pelanggan dalam melakukan pengiriman bukti transfer Bukti transfer dapat diberikan oleh Pelanggan ke Bagian Piutang dengan foto dan kirim bukti transfer tersebut via email, BBM, dan aplikasi chat lainnya yang dapat mengirimkan gambar bukti transfer Pelanggan ke Bagian Piutang 9. Kehilangan data laporan Admin Sales penjualan bulanan peraturan bahwa data laporan Supervisor Marketing penjualan harus diarsip / disimpan di

103 media penyimpanan lainnya Contoh : Hard disk Kebijakan dan Prosedur 10. Admin Sales Supervisor kehilangan uang (secara Melakukan perubahan cara pembayaran, yaitu via debit, kredit Admin Sales Supervisor Director paksa) pembayaran dan transfer saja Bagian Kasir barang pesanan Pelanggan, ketika Menyediakan mesin EDC untuk Bagian Piutang melakukan penagihan ke pembayaran debit dan kredit alamat Pelanggan 11. Pelanggan membatalkan Admin Sales pesanannya secara tiba peraturan, yaitu adanya minimal Supervisor Marketing tiba pembayaran uang muka minimal 15% dari harga barang pesanan Membuat peraturan bahwa Admin Sales Supervisor tidak mengirimkan Delivery Note ke Admin Pabrik sebelum Pelanggan melakukan

104 pembayaran sebesar 15% dari harga barang pesanan Membuat peraturan bahwa apabila setelah Admin Pabrik sudah menyediakan dan menyiapkan barang untuk siap dikirim, lalu Pelanggan membatalkan pesanannya, maka uang muka 15% yang dibayar oleh Pelanggan tidak dapat dikembalikan Pengembalian uang muka 15% hanya dapat dikembalikan jika Delivery Note belum dikirim ke Admin Pabrik dan Admin Pabrik belum menyediakan atau menyediakan barang untuk dikirim ke Pelanggan

105 Segala peraturan diatas harus dipatuhi oleh Admin Sales Supervisor dan di informasikan ke Pelanggan Software 12 Admin Sales Supervisor harus menghubungi Admin Pabrik terlebih Melakukan perbaikan pada sistem, contoh: membuat sistem yang terintegrasi, yaitu menyediakan Bagian IT dahulu untuk sistem Starling yang dapat meng mengetahui jumlah update informasi persediaan barang barang yang tersedia di pabrik ke Admin Sales Supervisor. Pabrik Sehingga, sistem Starling yang digunakan oleh Admin Sales Supervisor menyediakan informasi jumlah persediaan barang di Pabrik secara otomatis dan autoupdate 13. Salah catat penomoran Surat Jalan pada sistem Starling Menyediakan sistem untuk pembuatan Surat Jalan di Pabrik yang terintegrasi dengan sistem yang Bagian IT

106 ada diperusahaan 14. Terdapat 2 atau lebih ID Pelanggan, pada 1 Pelanggan yang Menyediakan field tambah alamat Pelanggan pada sistem Starling untuk 1 ID Pelanggan yang sama Bagian IT memiliki alamat berbeda Menyediakan fitur button yang dapat diklik oleh Admin Sales Supervisor, untuk mendeskripsikan status aktif/tidak aktif nya alamat Pelanggan tersebut 15. Bagian Piutang tidak ingat untuk melakukan penagihan angsuran kepada Pelanggan yang Bagian Piutang membuat catatan penagihan angsuran di excel secara manual Menambahkan fitur popup yang secara otomatis tampil pada sistem Starling Bagian Piutang, yang menyediakan informasi tanggal Bagian IT akan jatuh tempo jatuh tempo pembayaran angsuran Pelanggan, 3 hari sebelum tanggal jatuh tempo

107 16. Kinerja komputer tidak optimal Terdapat antivirus Menyediakan antivirus yang autoscan dan autoupdate Bagian IT 17. Kehilangan input data yang belum disimpan Mengaktifkan menu autosave pada ms.office yang dimiliki komputer pengguna Bagian IT Hardware dan Jaringan Komunikasi 18. Printer tidak bekerja secara optimal Membuat kebijakan menggunakan printer secara baik dan benar. Contoh: Kertas yang digunakan Director tidak terlipat 19. Tidak dapat mengirim atau menerima pesan fax Membuat kebijakan meggunakan mesin fax secara baik dan benar untuk para pengguna (misalnya: membaca petunjuk penggunaan mesin fax) Director Menyediakan petunjuk penggunaan

108 mesin fax pada meja fax (misalnya: sebelum mengirim dokumen yang akan di fax, pengguna memeriksa terlebih dahulu apakah masih ada sisa staples atau cairan koreksi print yang masih basah, jika ada lepasakan staples dan keringkan cairan koreksi/tipex bila masih basah. Selalu menggunakan karbon film yang memang direkomendasikan oleh pabrik agar hasil cetakan berkualitas dan mesin fax tetap awet) 20. Tidak dapat fotocopy data yang ingin di fotocopy Tulisan/gambar buram Membuat kebijakan meggunakan mesin fotocopy secara baik dan benar untuk para pengguna (misalnya: membaca petunjuk penggunaan mesin fotocopy) Menyediakan petunjuk penggunaan mesin fotocopy pada meja fotocopy Director (misalnya: sebelum memasukan kertas yang ingin di fotocopy ke

109 mesin fotocopy, pengguna memeriksa terlebih dahulu apakah masih ada sisa staples atau cairan koreksi print yang masih basah, jika ada lepasakan staples dan keringkan cairan koreksi/tipex bila masih basah. Mengecek apakah kertas yang digunakan terlipat/tidak) 21. Koneksi internet tidak bekerja secara optimal Menyediakan management bandwidth pada jaringan internet. Berikut ini adalah beberapa fitur dari mekanisme bandwidth: Bagian IT Membatasi tingkat data untuk alamatalamat IP tertentu Memprioritaskan beberapa arus paket penggunaan internet Berbagi lalu lintas yang tersedia diantara para pengguna secara adil, atau tergantung pada muatan saluran.

110