SGS INDONESIA (Associated Documents) Number: LVL_Ic Version Date: 01 Agustus 2014 Page: 1 of 5 SGS INDONESIA RESUME HASIL VERIFIKASI LEGALITAS KAYU SESUAI PERATURAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR P.43/MENHUT-II/2014 JO P.95/MENHUT-II/2014 DAN PERATURAN DIRJEN BINA USAHA KEHUTANAN NOMOR P.14/VI- BPPHH/2014 Project Nomor : ID/JKT-5055 Nama Pemegang Ijin : Alamat : KELOMPOK Kampung Cisaat 2 Desa Sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat No. Sertifikat : SGS-ID-LKH- 0090 Tipe Sertifikasi: Verifikasi Legalitas Kayu Hutan Hak Tanggal Terbit : 31 Maret 2015 Berlaku sampai dengan tanggal: 30 Maret 2025 Luas areal : 195.613 M 2 (19,6 Ha) Ruang Lingkup : KELOMPOK yang memiliki Akta Pendirian Nomor: 210 tanggal 21 November 2013, pada Notaris Heri Hendriyana, SH., MH, yang mengelola hutan hak dengan total luas lahan seluas 195.613 M 2 (19,6 Ha) yang berlokasi di Desa Sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat, dengan anggota sebanyak 21 orang dengan nama-nama anggota sebagaimana terlampir Kontak Informasi Yaya Karyawan Pemegang Ijin : Alamat : Kampung Cisaat 2 Desa Sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat Telp : 081 221 966 852 Fax : - Email : - Tanggal Verifikasi: Verifikasi Utama : 22/02/2015 s/d 24/02/2015 Surveillance 1 - Surveillance 2 - (1) IDENTITAS LVLK a. Nama Lembaga : PT. SGS Indonesia b. Nomor Akreditasi : LVLK-008-IDN PT SGS INDONESIA, Cilandak Commercial Estate # 108 C, Jl. Raya Cilandak KKO, Jakarta 12560, Indonesia, CONTACT PERSON: Fourry Meilano - Tel: +62 21 781 81 11 - Fax: +62 21 780 79 14 www.sgs.com
SGS QUALIFOR Page 2 of 5 c. Alamat : Cilandak Commercial Estate #108C, Jl. Raya Cilandak KKO, Jakarta 12560, Indonesia d. Nomor telepon/fax/e-mail : +62 21 781 8111/+62 21 780 7914/ sgs_indonesia@sgs.com e. Direktur : Guy Francois Marie Escarfail f. Standar : Peraturan Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan No: P.14/VI- BPPHH/2014 g. Tim Audit : Yun Afiyatun (Lead Auditor) h. Tim Pengambil Keputusan : Gunung Wijanarko (2) IDENTITAS AUDITEE a. Nama Pemegang Hutan Hak : KELOMPOK b. Nomor Akta Pendirian : Akta Pendirian Nomor: 210 tanggal 21 November 2013, pada Notaris Heri Hendriyana, SH., MH. c. Luas areal : 195.613 M 2 (19,6 Ha) d. Alamat kantor : Kampung Cisaat 2 Desa Sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat e. Nomor telepon : 081 221 966 852 f. Email : - g. Pengurus : Ketua : H. Warkat Sekretaris : Dudung Abdul Halim Bendahara : Edin Abdul Majid (3) RINGKASAN TAHAPAN TAHAPAN WAKTU DAN TEMPAT RINGKASAN CATATAN Pertemuan Pembukaan 22/02/2015 Kampung Cisaat 2 Desa Sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Verifikasi Dokumen dan Observasi Lapangan 22/02/2015 24/02/2015 dan areal hutan hak KELOMPOK Desa Sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Pertemuan Penutupan 24/02/2015 - Perkenalan Auditor, Pendamping dan UMHR KELOMPOK - Penjelasan mengenai audit VLK (latar belakang, tujuan, ruang lingkup, jadwal, proses, metodologi dan prosedur verifikasi/audit, serta meminta surat kuasa dan/atau surat tugas pendamping) - Penjelasan ketentuan SVLK, - Metodologi VLK dan permintaan akses dokumen dan data, Management Representatives dan staf pendamping, - Daftar hadir, BA pembukaan dan notulen - Verifikasi dokumen kepemilikan tanah dan dokumen legalitas lainnya - Verifikasi peta/sketsa areal hutan hal dan pemeriksaaan tanda batas-batas di lapangan - Pengecekan dokumen dokumen dan rekaman (lanjutan), 1.1.1.a (Dokumen kepemilikan/penguasaan lahan yang sah), 1.1.1.c (Sketsa/Peta areal hutan hak), 1.1.2 (Dokumen angkutan hasil hutan) - Konfirmasi dokumen kepemilikan tanah ke BPN setempat - Penyampaian Bukti Obyektif, Temuan Audit,, Tata Waktu Penilaian, Berita Acara Pertemuan Penutup dan PTK (jika ada)
SGS QUALIFOR Page 3 of 5 Kampung Cisaat 2 Desa - Daftar hadir, BA penutupan dan notulensi. Sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Pengambilan Keputusan 31 March 2015 - Pengambilan keputusan berdasarkan Laporan Hasil VLK, - Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh verifier dengan koreksi terhadap laporan bersifat redaksional, - Menilai analisis dan pengambilan kesimpulan oleh auditor berdasarkan bukti audit, - Diputuskan kepada KELOMPOK untuk diterbitkan Sertifikat LK. (4) RESUME HASIL PENILAIAN Uraian 1.1.1. Pemilik hutan hak mampu menunjukkan keabsahan haknya. a. Dokumen kepemilikan/ penguasaan lahan yang sah (alas titel/dokumen yang diakui pejabat yang berwenang). Di KELOMPOK terdapat Leter C atau Surat Keterangan Riwayat Tanah /Penguasaan Fisik Lahan yang diterbitkan oleh Kepala Desa setempat. Bukti kepemilikan ini belum mendapat pengakuan dari BPN Kabupaten Tasikmalaya karena BPN Kabupaten Tasikmalaya hanya melayani konfirmasi mengenai status tanah yang sudah bersertifikat. Adapun bentuk pengakuan terhadap tanah yang belum bersertifikat sudah dimiliki dari pejabat desa setempat. b. Dokumen legalitas pemegang HGU yang sah yang mencakup Akte Perusahaan, SIUP, TDP, NPWP, dokumen lingkungan, dokumen K3 serta KKB/Peraturan Perusahaan yang relevan. KELOMPOK bukan (yang mencakup Akte Perusahaan, SIUP, TDP, NPWP, dokumen lingkungan, dokumen K3 serta KKB/Peraturan Perusahaan). c. Peta/sketsa areal hutan hak dan batasbatasnya di lapangan Di KELOMPOK terdapat peta/sketsa lokasi lahan hutan rakyat serta pada batas kepemilikan lahan terdapat tanda-tanda jelas batas-batas di lapangan. d. Akte notaris bagi kelompok dalam hal verifikasi dilakukan dalam kelompok. KELOMPOK memiliki Akta Pendirian KELOMPOK TANI SUMBER REJEKI Nomor: 210 tanggal 21 November 2013, pada Notaris Heri Hendriyana, SH., MH. 1.1.2. Pemilik hutan hak (baik individu maupun kelompok) mampu membuktikan Dokumen angkutan kayu yang sah. Dokumen angkutan hasil hutan yang sah. Verifier ini tidak dinilai karena di KELOMPOK periode Bulan Desember 2014 Pebruari 2015 belum terdapat kegiatan penebangan dan penjualan kayu, sehingga tidak terdapat dokumen angkutan kayu/hasil hutan. 1.1.3. Unit kelola atas kayu yang berasal dari pohon yang tumbuh alami sebelum terbitnya alas titel menunjukkan bukti pelunasan pungutan pemerintah sektor kehutanan dalam hal pemu ngutan atas tegakan yang tumbuh sebelum pengalihan hak / penguasaan.
SGS QUALIFOR Page 4 of 5 Bukti pembayaran hak negara berupa PSDH/DR dan pengganti nilai tegakan. Uraian Verifier ini tidak dinilai karena karena anggota KELOMPOK tidak memanfaatkan kayu yang dibebani pungutan pemerintah sektor kehutanan (pungutan atas pembayaran PSDH/DR dan pengganti nilai tegakan), karena bukan berasal dari hutan negara 1.2.1. Akta atau dokumen pembentukan kelompok. Akta atau dokumen pembentukan kelompok. 1.3.1. Implementasi Tanda V Legal. KELOMPOK memiliki Akta Pendirian KELOMPOK TANI SUMBER REJEKI Nomor: 210 tanggal 21 November 2013, pada Notaris Heri Hendriyana, SH., MH. yang ditandatangan di atas kertas bermaterei. Tanda V Legal yang dibubuhkan sesuai ketentuan yang berlaku. tidak/belum diterapkan Tanda V Legal yang dibubuhkan sesuai ketentuan yang berlaku. 2.1.1. Prosedur dan implementasi K3. a. Pedoman/prosedur K3 dan personel untuk implementasi K3. b. Peralatan K3 (seperti peralatan P3K dan Alat Pelindung Diri). c. Catatan kecelakaan kerja. 2.2.1. Kebebasan berserikat bagi pekerja untuk HGU. Ada serikat pekerja atau kebijakan perusahaan yang membolehkan untuk membentuk atau terlibat dalam kegiatan serikat pekerja. 2.2.2. Adanya Kesepakatan Kerja Bersama (KKB)/ Peraturan Perusahaan (PP) untuk HGU yang mempekerjakan karyawan >10 orang. Ketersediaan Dokumen KKB atau PP. 2.2.3. Tidak mempekerjakan anak di bawah umur (di luar ketentuan). Tidak ada pekerja yang masih di bawah umur. Di KELOMPOK berdasarkan wawancara dengan pemilik hutan hak menyebutkan bahwa dalam kegiatan persiapan penanaman, penanaman, pemeliharaan tanaman maupun pemanenan
SGS QUALIFOR Page 5 of 5 Uraian tidak melibatkan pekerja yang masih dibawah umur. Kegiatan pembangunan hutan hak tersebut dilakukan secara gotong royong antar anggota KELOMPOK. 3.1.1. HGU atau pemilik hutan hak telah memiliki dokumen lingkungan yang telah disahkan sesuai peraturan yang berlaku meliputi seluruh areal kerjanya. Dokumen lingkungan yang relevan seperti AMDAL, UKL-UPL, SPPL, SIL, DPLH, dan lainnya. Pada KELOMPOK terdapat dokumen lingkungan berupa SPPL. Hal tersebut sudah sesuai dengan Permeneg LH No 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Peyusunan Dokumen Lingkungan Hidup. 3.1.2. HGU atau pemilik hutan hak memiliki laporan pengelolaan dan pemantaun lingkungan. a. Dokumen laporan pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang relevan. Pada Verifier ini tidak dinilai (not applicable) karena Dokumen Lingkungan pada KELOMPOK berupa SPPL (menurut ketentuan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup RI Nomor 16 Tahun 2012 tidak diwajibkan membuat dokumen laporan pengelolaan dan pemantauan lingkungan). b. Bukti pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan Pada Verifier ini tidak dinilai (not applicable) karena karena Dokumen Lingkungan pada KELOMPOK berupa SPPL (menurut ketentuan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup RI Nomor 16 Tahun 2012 tidak diwajibkan melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan). Berdasarkan hasil verifikasi legalitas kayu (total 17 verifier) diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Verifier yang memenuhi norma penilaian berjumlah 6 (enam) verifier. Verifier yang tidak memenuhi norma penilaian berjumlah 0 (nol) verifier Verifier yang diverifikasi tetapi tidak dilakukan penilaian berjumlah 11 (sebelas) verifier. Dengan demikian KELOMPOK dinyatakan persyaratan legalitas kayu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dinyatakan LULUS.