LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

dokumen-dokumen yang mirip
PEMBUATAN ES KRIM SIRSAK (Annona muricata L.) dan ANALISA EKONOMI PRODUKNYA

I. PENDAHULUAN. Es krim di Indonesia telah dikenal oleh masyarakat luas sejak tahun 1970-an dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bahan alternatif (Aboulfalzli et al., 2015). Es krim merupakan produk olahan susu

BABI PENDAHULUAN. bubur), gula dan bahan penstabil yang dibekukan dalam alat pembeku es krim

4. PEMBAHASAN Karaktersitik Fisik Sorbet Liqueur Jahe Merah

BAB III MATERI DAN METODE. Pertanian, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro. Waktu

LAPORAN TUGAS AKHIR PEMBUATAN ES KRIM TOMAT MENGGUNAKAN ALAT HOMOGENIZER

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Februari - Maret 2017 di

PENGARUH PENGGUNAAN KARAGINAN SEBAGAI PENSTABIL TERHADAP KONDISI FISIK DAN TINGKAT KESUKAAN PADA ES KRIM COKLAT

%, laktosa 4,80 % dan mineral 0,65 % (Muchtadi dkk., 2010).

KARYA ILMIAH TERTULIS

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2017 Februari 2017 di

APLIKASI EKSTRAK KASAR POLISAKARIDA LARUT AIR BIJI DURIAN (Durio zibethinus Murr) DAN MAIZENA PADA PEMBUATAN ES KRIM

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Es krim adalah salah satu makanan kudapan berbahan dasar susu

I PENDAHULUAN. Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian dan (7) Tempat dan Waktu Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. berarti bagi tubuh. Menurut Dewanti (1997) bahan-bahan pembuat es krim

BABI PE:NDAHULUAN. Nenas merupakan buah klimakterik dan salah satu buah tropis yang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PEMBUATAN ES KRIM UBI JALAR (Ipomea HOMOGENIZER

BAB III MATERI DAN METODE. super merah dilaksanakan pada bulan Februari - Maret 2017, pengujian overrun,

PEMBUATAN HERBATIC (HERBAL NABATIC ICE CREAM) EKSTRAK JAHE MENGGUNAKAN SISTEM MIXING DAN KONTROL RPM

I. PENDAHULUAN. Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jenis sayuran sehat

I PENDAHULUAN. (6) Hipotesis Penelitian dan (7) Tempat dan Waktu Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PEMANFAATAN KEDELAI (Glycine soja) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN ES KRIM MENGGUNAKAN ALAT HOMOGENIZER

BAB I PENDAHULUAN. Pemikiran, (6) Hipotesa Penelitian, dan (7) Waktu dan Tempat Penelitian.

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Di Indonesia kaya akan berbagai jenis tanaman umbi-umbian, baik

BAB 1 PENDAHULUAN. disukai oleh masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga

KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI ES KRIM TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza) DENGAN VARIASI PENAMBAHAN BUBUR BUAH NANAS (Ananas comosus)

BAB I PENDAHULUAN. seperti Indonesia. Salah satu genus umbi-umbian yaitu genus Dioscorea atau

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memiliki taksonomi menurut Rukmana (2003), sebagai berikut: : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kini banyak dikembangkan di Indonesia. Gelato termasuk jenis frozen dairy food

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang Masalah, (2)

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian Jurusan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4. PEMBAHASAN Analisa Sensori

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. lemak teremulsi dan udara, dimana sel-sel udara berperan untuk memberikan

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2016 sampai

KAJIAN KUALITAS UMBI UBI JALAR SEBAGAI SUBSTITUSI SUSU SKIM DALAM PEMBUATAN ES KRIM

BAB I PENDAHULUAN. banyak disukai oleh segala kalangan dari anak-anak, remaja maupun orang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Kacang tolo adalah salah satu jenis kacang-kacangan yang sudah

KAJIAN PENGGUNAAN WHEY BUBUK SEBAGAI PENGGANTI SUSU SKIM BUBUK DALAM PENGOLAHAN SOFT FROZEN ES KRIM

METODE. Waktu dan Tempat

LEMBAR KUESIONER PENILAIAN SENSORIS PRODUK SUSU UHT FULL CREAM PADA RESPONDEN DEWASA

PENGOLAHAN ICE CREAM

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu produk olahan susu di Indonesia yang berkembang pesat

PENGOLAHAN ES KRIM KAYA ANTIOKSIDAN DARI SARI BUAH MERAH ( Pandanus Conoideus Lamk )

I PENDAHULUAN. Penelitian merupakan sebuah proses dimana dalam pengerjaannya

KECEPATAN MELELEH DAN SIFAT ORGANOLEPTIK ES KRIM BIJI NANGKA

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI PENGOLAHAN PANGAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN SEREALIA DAN KACANG-KACANGAN. ( Food Bar )

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian dan

1. PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Mentega dan Es Krim. Materi 13 TATAP MUKA KE-13 Semester Genap BAHAN KULIAH TEKNOLOGI HASIL TERNAK

SIFAT ORGANOLEPTIK, OVERRUN, DAN DAYA TERIMA ES KRIM YANG DIBUAT DARI CAMPURAN SUSU KEDELAI DAN SUSU SAPI DENGAN PERBANDINGAN YANG BERBEDA

TINGKAT PENGGUNAAN DAN AKSEPTABILITAS ES KRIM YANG TERBUAT DARI TEPUNG UBI HUTAN (Dioscorea hispida dennts)

I PENDAHULUAN. terbesar di dunia. Hampir 60% produksi kakao berasal dari pulau Sulawesi yakni

PENDAHULUAN. mencukupi kebutuhan gizi masyarakat, sehingga perlu mendapat perhatian besar

PENGARUH KONSENTRASI TEPUNG MAIZENA TERHADAP SIFAT FISIK DAN ORGANOLEPTIK ES KRIM DENGAN OVALET SEBAGAI EMULSIFIER SKRIPSI

METODE. Waktu dan Tempat

METODOLOGI Tempat dan Waktu Bahan dan Alat Tahapan Penelitian Tahap Awal

LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA KEWIRAUSAHAAN Crazy Ice Cream (Cracker with Freeze Yoghurt Ice Cream) Diversifikasi Pangan Sehat

BAB I PENDAHULUAN. Identifikasi Masalah, (3) Maksud dan Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5)

METODOLOGI PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil dan Perhitungan Uji Penerimaan Produk dari 30 panelis. Kategori penilaian 1 Perpaduan warna bagus, nice. Warna

Jurnal Agriculture Vol. XI No. 4, Maret - Juni 2017

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

KADAR GLUKOSA DAN KALSIUM ES KRIM KENTANG HITAM DENGAN DAUN CINCAU SEBAGAI PEWARNA ALAMI NASKAH PUBLIKASI

PENAMBAHAN PUREE SUKUN (Artocarpus altilis F) PADA PEMBUATAN ES KRIM DITINJAU DARI SIFAT FISIK DAN KANDUNGAN GIZI

ES KRIM SUSU BIJI KECIPIR (Psophocarous tertragonolobus L.) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG GLUKOMANAN DAN VIRGIN COCONUT OIL

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penyangraian bahan bakunya (tepung beras) terlebih dahulu, dituangkan

PENGGUNAAN ALAT ICE CREAM MAKER UNTUK PEMBUATAN ES KRIM ASAM JAWA (Tamarindus indica L) DENGAN PERUBAHAN VARIABEL WAKTU

I PENDAHULUAN. Bab ini menjelaskan mengenai: (1) Latar Belakang Masalah, (2) Identifikasi

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III MATERI DAN METODE. Kimia dan Gizi Pangan Universitas Diponegoro, Semarang untuk pembuatan

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

, KECEPATAN MELELEH DAN ORGANOLEPTIK) ES KRIM UMBI GADUNG

PEMANFAATAN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas varietas Ayamurasaki) DALAM PEMBUATAN ES KRIM SINBIOTIK SKRIPSI

KARAKTERISTIK ES KRIM BENGKUANG DENGAN MENGGUNAKAN BEBERAPA JENIS SUSU

I. Penambahan kombinasi CMC dan pektin tidak berpengaruh nyata terhadap. 2. Penambahan kombinasi CMC dan pektin berpengaruh nyata terhadap

PENGARUH KOMBINASI CMC DAN GUM ARAB TERHADAP MUTU SENSORI VELVA UBI JALAR UNGU

PEMBUATAN ES KRIM COKLAT MENGGUNAKAN ALAT HOMOGENIZER

LAPORAN TUGAS AKHIR PEMBUATAN ES KRIM SEHAT DARI BROKOLI DENGAN VARIABEL WAKTU HOMOGENISASI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

PEMBUATAN VELVA SAYURAN ( KAJIAN PROPORSI WORTEL, TOMAT, KECAMBAH DAN PENAMBAHAN NA-CMC TERHADAP KUALITAS VELVA SAYURAN )

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

KAJIAN PEMBUATAN ES KRIM DENGAN PENAMBAHAN KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L)

BABI PENDAHULUAN. digemari karena rasanya yang lezat, kandungan serat yang tinggi dan kandungan

Transkripsi:

LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PENGGUNAAN HIDROLISAT PROTEIN IKAN MUJAIR SEBAGAI PENGEMULSI YANG HALAL TERHADAP KARAKTERISTIK GREEN TEA ES KRIM BIDANG KEGIATAN: PKM PENELITIAN oleh: Defi Syukria C. D14090007 (2009, Ketua Kelompok) Aulia Irhamni F. D14090001 (2009, Anggota Kelompok) Reza Hanifah D14090073 (2009, Anggota Kelompok) Fredy Fender D14100011 (2010, Anggota Kelompok) Ninin Choirun N. D14110004 (2011, Anggota Kelompok) Dibiayai oleh: Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sesuai dengan Surat Perjanjian Penugasan Program Kreativitas Mahasiswa Nomor : 050/SP2H/KPM/Dit.Litabmas/V/2013, tanggal 13 Mei 2013 INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2013

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian Hidrolisat Protein Ikan (HPI) pada es krim green tea terhadap sifat fisik, kimia serta organoleptik, mengembangkan produk pangan dengan pengemulsi yang alami, halal dan menyehatkan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan Terpadu, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor serta Laboratorium Analisis Kimia, Pusat Antar Universitas, Institut Pertanian Bogor. HPI ditambahkan pada masing-masing sampel es krim green tea sebanyak 0.2%, 0.15%, 0.1%, 0.05% dan tanpa pemberian HPI sebagai kontrol. Green tea yang diberikan pada masing-masing sampel adalah sebesar 3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa es krim yang ditambahkan HPI memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan es krim tanpa penambahan HPI. Uji organoleptik menunjukkan bahwa panelis lebih menyukai rasa es krim yang diberi penambahan HPI sebanyak 0,05%. Kata kunci: Hidrolisat Protein Ikan, Es Krim.

KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala karunia- Nya sehingga laporan akhir program kreativitas mahasiswa bidang penelitian yang berjudul Penggunaan Hidrolisat Protein Ikan Mujair Sebagai Pengemulsi Yang Halal Terhadap Karakteristik Green Tea Es Krim telah berhasil diselesaikan. Terima kasih tim penulis ucapkan kepada pembimbing kami dalam program PKM-P kali ini yaitu bapak M.Sriduresta S.Pt.,M.Sc yang dengan sabar dan ketulusannya membimbing kami dalam menyelesaikan penelitian dan laporan akhir penelitian. Ucapan terima kasih pun kami sampaikan pada semua pihak yang telah mendukung sehingga penelitian ini dapat terselesaikan. Penelitian ini kami dedikasikan pada alm. Ibu Rarah Ratih Adjie Maheswari yang selalu menjadi inspirasi kami sebagai seorang akademik. Semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. Bogor, 20 Juli 2013 Tim Penulis

HASIL DAN PEMBAHASAN Es krim merupakan makanan semi padat yang dibuat dengan pembekuan tepung es krim, gula dengan atau tanpa bahan makanan lain dan bahan makanan yang diizinkan. Es krim biasanya tersusun atas beberapa bahan-bahan utama diantaranya lemak, padatan susu atanpa lemak, stabilizer dan emulsifier. Komponen bahan pembentuk es krim mempengaruhi dalam pembentukkan kualitas fisik es krim. Berikut merupakan hasil uji sifat fisik pada green tea es krim dengan penambahan HPI Tabel 1 Pengaruh penambahan HPI terhadap sifat fisik es krim green tea Parameter Sampel 0.2% 0.15% 0.1% 0.05% 0% Nilai ph 6.49 6.43 6.41 6.52 6.5 ± 0.06 ± 0.03 ±0.04 ± 0.02 ±0.13 Viskositas 2.75 1.83 ± 2.75 2.33 2.42 ±0.43 0.28 ± 0.75 ±0.38 ±2.89 Daya leleh 1992.7 1862.3 2320.4 1788.1 2331.1 ±255.13 ±795.36 ±771.26 ±170.32 ±203.10 Overrun 15.35 3.99 0.67 13.93 ± 1.40a ±3.46a ±2.52b ±3.97b 2.86 ± 1.01b Keterangan: huruf yang berbeda pada baris menunjukkan adanya perbedaan yang nyata (P<0.05) Nilai rata-rata ph es krim yang diberi perbedaan penambahan hidrolisat protein ikan berkisar antara 6,41 sampai 6,52. Nilai rataan ph tertinggi terdapat pada perlakuan pemberian HPI sebesar 0,2% yaitu 6,52. Adapun nilai rata-rata ph terendah terdapat pada perlakuan penambahan HPI 0,05% yaitu 6,41. Hasil pengukuran ph es krim ini sedikit diatas ph es krim menurut Buckle (1986) yang menyatakan bahwa ph es krim normal adalah 6,30. Perbedan ph ini dapat terjadi karena nilai ph es krim dapat dipengaruhi oleh jenis pengemulsi atau penstabil yang digunakan. Yunita (1995) menjelaskan bahwa pengemulsi dan penstabil pada es krim dapat menyebabkan ionisasi dan menghasilkan ion Na + yang menyebabkan larutan mengalami peningkatan ph. Hasil analisis ragam nilai ph es krim menunjukkan perbedaan taraf HPI tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata. Viskositas pada es krim memperlihatkan besarnya hambatan suatu cairan terhadap aliran dan pengadukan. Faktor-faktor yang mempengaruhi viskositas pada es krim adalah kandungan laktosa dan kandungan protein susu. Selain itu, hal yang dapat mempengaruhi viskositas adalah adanya penambahan penstabil (Vedamuthu, 1982). Hasil pengukuran viskositas es krim menunjukkan bahwa es krim yang diberi perbedaan penambahan HPI memiliki kisaran nilai rataan viskositas sebesar 1,83 dpa hingga 2,75 dpa. Rata-rata viskositas tertinggi

terdapat pada es krim dengan penambahan HPI 0,1% (2,75 dpa), sedangkan rataan viskositas terendah dimiliki es krim dengan penambahan HPI 0,05% (1,83 dpa). Viskositas pada es krim menurut Dwiyani (2008) adalah sebesar 3,25 ± 0,33 dpa. Hasil analisis ragam menunjukkan perbedaan penambahan HPI dalam adonan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap viskositas es krim. Viskositas es krim dalam penelitian ini berbeda dengan litertur karena terdapat perbedaan penggunaan penstabil. Penstabil yang digunakan pada pembuatan es krim dengan penambahan HPI adalah tepung maizena, sedangkan pada literatur penstabil yang digunakan adalah emulsifier-stabilizer Cremodan-sim. Daya leleh menurut Marshall dan Arbuckle (2000) merupakan waktu yang dibutuhkan es krim untuk meleleh dengan sempurna pada suhu ruang. Pengukuran daya leleh dilakukan pada suhu 25 ± 1 C. Es krim yang berkualitas baik adalah es krim yang resisten terhadap pelelehan. Daya leleh es krim menunjukkan hasil pengukuraan berkisar antara 1788,1 detik hingga 2331,1 detik (29,80 hingga 38,85 menit). Rata-rata daya leleh tertinggi terdapat pada es krim dengan penambahan HPI sebesar 0,2% (38,85 menit), sedangkan rataan daya leleh terendah pada es krim dengan HPI 0,15% (29,80 menit).waktu leleh yang baik menurut Bodyfelt et al. (1988) adalah 10-15 menit sejak es krim dikeluarkan dari freezer dan diletakkan di suhu ruang (± 20 C), selain itu proses pencairan komponen harus berlangsung secara merata, seragam dan homogen. Pencairan yang tidak merata terlihat dari kekentalan, warna, atau tekstur lelehan yang tidakseragam. Hasil analisis ragam menunjukkan perbedaan penambahan HPI dalam adonan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap daya leleh es krim. Es krim yang tidak diberi penambahan HPI cukup resisten terhadap pelelehan. Hal ini disebabkan adonan es krim tersebut telah ditambahkan paduan pengemulsi dan penstabil (tepung mizena dan kuning telur) yang dapat mengikat molekul air di dalam adonan es krim sehingga es krim tidak cepat meleleh pada suhu ruang. Overrun merupakan salah satu parameter penting dalam menentukan kualitas es krim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai overrun es krim yang tebentukyaitu dari 0.67 ± 3.970 % sampai 15.35 ± 3.467 %. Es krim yang memiliki overrun terbesar dalam penelitian ini adalah es krim dengan penambahan HPI sebesar 0,2 %.Overrun yang besar disebabkan oleh total padatan selain lemak (solid non fat) dalam es krim menjadi lebih tinggi akibat

penambahan HPI yang ditunjukkn oleh tabel 2 yang menunjukkan kadar abu tertinggi ditunjukkan oleh sampel es krim dengan penambahan HPI sebesar 0,2%. Overrun es krim dipengaruhi oleh kandungan pengemulsinya. Semakin banyak penambahan pengemulsi yang dipakai, maka semakin tinggi overrun es krim yang dihasilkan. Proses inkorporasi merupakan tahapan penting dalam pembuatan es krim karena pengembangan es krim (overrun) terjadi pada proses ini. Pengembangan es krim terjadi sebelum proses pembekuan. Udara yang terperangkap mengakibatkan penambahan volume es krim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan HPI sebesar 0,2 % memiliki pengaruh yang berbeda dengan penambahan HPI 0,15 %, 0,1 % dan 0%, dan itu tidak berbeda nyata dengan penambahan 0,05 %. Berdasarkan hasil penelitian, es krim yang dihasilkan dengan penambahan HPI termasuk kedalam soft es krim karena memiliki overrun kurang dari 50 %. Adapun hasil pengujian karakteristik kimia green tea es krim yang ditambahkan HPI adalah sebagai berikut Sampel Kadar Air Abu Lemak Protein 0% 81,85 0,28 4,71 3,31 0.05% 81,62 0,40 2,39 2,99 0.1% 66,68 0,13 1,85 2,45 0.15% 68,34 0,65 1,62 2,73 0.2% 67,67 1,09 0,78 2,72 Kadar lemak dalam es krim mempengaruhi tekstur es krim (Trgo et al., 1999). Lemak susu memberikan rasa lemak pada es krim, membentuk badan es krim, dan melembutkan tekstur dengan membatasi ukuran kristal es (Wong et al., 1988). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin banyak HPI yang ditambahkan maka kandungan lemak yang dimiliki es krim akan semakin rendah. Kandungan lemak yang rendah mengakibatkan tekstur es krim tidak lembut dan memiliki rasa yang tidak berlemak. Es krim dengan kandungan lemak rendah juga memberikan sensasi dingin yang lebih besar dibandingkan dengan es krim berkadar lemak tinggi (Aime et al., 2001). Es krim dengan kadar lemak rendah dapat digunakan oleh konsumen yang menghindari makanan berlemak atau sedang melakukan diet. Kadar protein es krim dihitung berdasarkan berat kering. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin banyak HPI yang ditambahkan maka protein yang terkandung pada es krim akan semakin rendah. Namun, masih sesuai dengan

standar nasional. Protein yang terdapat dalam PSTL berperan dalam meningkatkan nilai gizi, cita rasa, membantu pengikatan udara, dan membentuk es krim yang kompak dan halus (Marshall dan Arbuckle, 1996). Hasil respon panelis terhadap uji kesukaan merupakan rata-rata dari penilaian 35 orang panelis dapat dilihat pada Tabel 3 Tabel 3 Pengaruh penambahan HPI terhadap nilai hedonik es krim green tea Parameter Uji Sampel 0.2% 0.15% 0.1% 0.05% 0% Warna 2 2 2 2 2 Rasa 2 2 2 4 3 Tekstur 3 3 3 3 2 Aroma Ikan 3 3 3 3 3 Leleh di Mulut 1 2 2 2 2 Keterangan: huruf yang berbeda pada baris menunjukkan adanya perbedaan yang nyata (P<0.05) Proses pencampuran bahan-bahan adonan dalam pengolahan susu dapat menyebabkan perubahan warna. Penambahan ekstrak grean tea dalam pembuatan es krim dengan emulsifier HPI menyebabkan terjadinya perubahan warna putih menjadi hijau. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa pemberian ekstrak grean tea dalam sampel es krim dengan pemberian konsentrasi HPI yang berbeda mengahasilkan warna yang tidak berbeda nyata. Rasa pada pengolahan susu dapat berasal dari susu sebagai bahan utama dan dipengaruhi oleh bahan-bahan yang ditambahkan selama proses pengolahan. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa penambahan HPI sebanyak 0% dan 0.05% berbeda nyata dengan penambahan HPI sebanyak 0.1%, 0.15% dan 0.2%. Berdasarkan data yang diperoleh, semakin banyak HPI yang diberikan maka es krim yang dihasilkan menjadi lebih manis. Hal tersebut mungkin dikarenakan terkandungnya gula pada HPI yang berasal dari proses pembuatan crude bromelin dengan bahan baku nanas. Tekstur es krim di rasakan didalam mulut, tekstur kasar dapat mengindikasikan adanya cacat es krim (sandiness). Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa penambahan HPI sebanyak 0.2%, 0.15%, 0.1% berbeda nyata dengan 0% dan tidak berbeda nyata dengan 0.05%. Namun, penambahan HPI sebanyak 0.05% tidak berbeda nyata dengan 0%. Berdasarkan data yang diperoleh, semakin banyak HPI yang ditambahkan maka tekstur es krim yang dihasilkan menjadi semakin halus.

Bahan utama dalam pembuatan HPI ialah ikan mujair, dengan begitu kemungkinan besar bahan olahan yang ditambahkan dengan HPI akan menghasilkan aroma ikan. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa penambahan HPI dengan konsentrasi yang berbeda dalam pembuatan es krim yaitu tidak berbeda nyata. Berdasarkan data yang diperoleh aroma ikan yang terdapat pada es krim tidak terlalu tercium dikarenakan adanya penambahan ekstrak grean tea. Es krim merupakan produk olahan susu yang disajikan dalam suhu rendah, semakin lama waktu leleh pada es krim maka es krim yang dihasilkan lebih stabil dalam menjaga suhu. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa pemberian HPI sebanyak 0.05% tidak berbeda nyata dengan 0%, 0.1%, 0,15%. Namun berbeda nyata dengan 0.2%. Hal tersebut menunjukkan bahwa HPI tidak dapat digunakan sebagai stabilizer pada es krim namun dapat menggantikan fungsi emulsifier konvensial pada adonan es krim.

KESIMPULAN Berdasarkan penelitian didapatkan kualitas fisik es krim dengan penambahan Hidrolisat Protein Ikan Mujair pada konsentrasi yang berbeda tidak berbeda nyata dengan kontrol hal tersebut menunjukkan bahwa HPI dapat digunakan sebagai elmusifier alternatif pada pembuatan es krim. HPI yang baik untuk digunakan sebagai emulsifier adalah sebesar 0,05%.

DAFTAR PUSTAKA AIME, D. B. et al. Textural analysis of fat reduced vanilla ice cream products. Food Research International, v.34, p. 237-246, 2001. Buckle K A., Edwards R.A., Fleet G.H. & Wooton M..1986. Ilmu Pangan. Terjemahan: H.Purnomo & Adiono. Univ. Indonesia Press. Jakarta. Bodyfelt, F.W., J. Tobias, dan G.M. Trout. 1988. Sensory Evaluation of Dairy Products. Van Westrand Reinhold, New York. Dwiyani, RK. 2008. Sifat Fisik dan Kimia Es Krim Yoghurt Sinbiotik Selama Penyimpanan. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Marshall, R.T. and W.S. Arbuckle. 1996. Ice Cream, 5 th Edition.Internatioan Thompson Publishing. New York Marshall, R.T. dan W.S. Arbuckle. 2000. Ice cream. 5th Edition. Aspen Publisher, Inc., Gaithersburg, Maryland. Trigo, I. F., T. D. Davies, and G. R. Bigg, 1999: Objective climatology of cyclones in the Mediterranean region. J. Climate, 12, 1685-1696. Vedamuthu, E. R. 1982. Fermented milks. In: Rose, A. H. (ed). Fermented Foods. Economic Microbiology. Volume 7. Academic Press, London. Wong, N.P., R. Jennes, M. Keeney, dan E.H. Marth. 1988. Fundamental of Dairy Chemistry. 3rd Edition. Van Nostrand Reinhold, New York. Yunita, Winda. 1995. Kajian Teknologi dan Finansial Produk Es Krim (Melorin) Skala Kecil. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

LAMPIRAN Laporan Keuangan Keterangan Pengeluaran Pemasukan Saldo Dana Dikti Tahap 1 3.000.000 3.000.000 Dana Dikti Tahap 2 2.000.000 5.000.000 Dana Dikti Tahap 3 4.900.000 9.900.000 Bahan-bahan 3.320.444 Sewa dan alat laboratorium Transportasi dan Survey 2.421.500 330.000 Pengujian sampel 2.400.000 Pulsa 400.000 Pembuatan Poster 300.000 Fotocopy, print dan Jilid 348.000 Jumlah 9.519.944 9.900.000 380.056 Dokumentasi Kegiatan