PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian
|
|
|
- Susanto Dharmawijaya
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Es krim salah satu produk makanan yang disukai oleh berbagai kalangan usia. Produk es krimdiketahui mengandung lemak, gula, padatan bukan lemak, flavor, dan stabilizer. Stabilizerdan emulsifier adalah salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tekstur es krim. Stabilizer mampu mengikat air yang tinggi karena jenis dan komposisinya dapat mempengaruhi karakteristik campuran es krim (Mahdian and Karazhian,2013). Secara umumes krim mengandung lemak 10-14% (Evans, 2008). Kandungan lemak yang cukup tinggi pada es krim terkadang menjadi penghambat bagi beberapa konsumen yang ingin mengkonsumsi es krim (Anggraeni, 2003).Hal ini dikarenakankesadaran konsumen yang meningkat terhadap pola hidup sehat yang tentunya akan diimbangi dengan pertimbangan memilih makanan yang lebih bergizi, sehat, serta memenuhi selera (Wirakartakusumah, 2001). Dengan demikian, masyarakat yang sadar akan kesehatan saat ini mulai memodifikasi kebiasaan makan mereka untuk mengurangi konsumsi makanan yang berlemak (Mahdian and Karazhian, 2013). Hal - hal tersebut mendorong dibuatnya es krim nabati untuk menggantikan sumber lemak hewani. Es krim nabati adalah es krim dengan bahan baku yang berasal dari tumbuh tumbuhan. Selain berbahan dasar nabati, bahan lain yang digunakan yaitu fat replacer berbasis karbohidrat untuk menggantikan lemak menjadi karbohidrat dalam produk es krim sehingga diperoleh es krim nabati rendah lemak.es krim dengan kandungan lemak yang rendah hanya mengandung 2 6% lemakyang berasal dari susu dan whipped creamsebagai komponen utama yang mempengaruhi rasa dan sifat tekstur produk(evans, 2008). Lemak susu adalah komponen yang berperan dalam pembuatan es krim.kandungan lemak yang dikurangi pada es krim dapat menyebabkan tekstur es krim menjadi kasar, berpasir dan cepat meleleh (Oksilia et al, 2012). Fat replacer berbasis karbohidrat dapatberfungsi mengurangi kandungan lemak yang ada dalam es krim. Fat replacer juga dapat menggantikan fungsi Milk Solid Non Fat (MSNF) sehingga mampu membentuk tekstur yang diinginkan dari produk (Bennion & Hughes, 1975).Es krim dengan kandungan fat replacer berbasis karbohidrat dari segi rasa kurang disukai oleh masyarakat dibandingkan dengan es krim yang mengandung 1
2 2 banyak lemak.penerimaan konsumen dari setiap produk makanan yang paling penting tergantung pada selera (atribut sensori), meskipun konsumen ingin mengkonsumsi makanan yang rendah atau tidak ada lemak, mereka juga ingin mengkonsumsi makanan yang terasa enak. Produsen makanan saat ini terus mencari bahan makanan pengganti lemak yang disukai oleh konsumen dengan fungsi konvensional seperti lemak yang tidak berpotensimerugikan kesehatan (Akoh, 1998). Dalam penelitian ini pembuatan es krim menggunakan formulasi dengan menambahkanwhipped cream untuk meningkatkan penerimaan konsumen terhadap es krim fat replacer.selain itu juga dalam penelitian ini digunakan sari kedelai untuk menggantikan susu sapi.penggunaan fat replacerberbasis karbohidrat pada produk es krimuntuk menghasilkan tekstur yang lembut dan padat sehingga tidak cepat melelehsehingga dapatmeningkatkan kualitas es krim nabati rendah lemak. Penelitian ini menggunakan tiga jenis tepung lokal yaitu tepung maizena, tepung mocaf dan tepung ganyong, dimana masing masing dari ketiga tepung tersebut sebagai pengganti lemak berbasis kabohidrat dalam produk es krim nabati.pemilihan tepung tepung tersebut sebagai fat replacer karena karbohidrat dapat berperan sebagai pengganti lemak dalam berbagai jenis makanan untuk sebagian atau seluruhnya menggantikan lemak. Karbohidrat berfungsi sebagai pengental atau agen pembentuk gel dalam makanan. Gum, pektin, selulosa, dan bahan-bahan karbohidrat lain memberikan beberapa fungsi lemak dalam makanan dengan mengikat air. Mereka juga dapat memberikan tekstur dan mouthfeel(akoh, 1998). Tepungmaizena, tepung mocaf dan tepung ganyong merupakan salah satu produk pangan lokal di Indonesia yang dapat ditingkatkan keanekaragamannya. Salah satunya yaitu dengan menggunakan tepung tepungan tersebut sebagai fat replacer berbasis karbohidrat pada produk es krim karena pengolahannya dalam produk pangan masih belum luas.bahan baku tepung tepungan tersebut mudah dijumpai di Indonesia karena merupakan bahan baku lokal. Selain mudah ditanam, tepung ini juga mudah diolah sehingga mudah diperoleh. Harga tepung-tepung ini juga sangat murah dan berkualitas baik, sehingga masyarakat dapat membeli dan mengolahnya dengan mudah.
3 1.2. TINJAUAN PUSTAKA Es Krim Es krim salah satu jenis produk olahan susu yang dibuat dengan cara membekukan dan mencampur bahan baku secara bersama-sama. Es krim secara umummemiliki kandungan lemak susu 10-14%, padatan bukan lemak 10 11%, total padatan 36 40%, stabilizer0-0,5% dan pemanis 10-16%(Evans, 2008).Es krim memiliki tiga komponen struktural utama yaitu sel-sel udara, kristal es dan globula lemak (Muse dan Hartel, 2004). Es krim dengan kandungan lemak yang dikurangi memiliki kandungan lemak susu 2 6 %, padatan bukan lemak %, total padatan 28 32%, stabilizer 0-0,5% dan pemanis 10-16% (Evans, 2008).Jumlah lemak dalam produk es krim sangat berpengaruh terhadap kualitas produk es krim yang dihasilkan karena dapat mempengaruhi viskositas adonan dan mempengaruhi pemerangkapan udara. Selain itu kandungan lemak juga membuat es krim menjadi halus, sehingga ketika kandungan lemak berkurang tekstur es krim biasanya menjadi kasar. Surapat and Rugthavon (2003) mengatakan bahwa lemak yang dikurangi memang dapat mempengaruhi tekstur produk es krim, oleh karena itu digunakan fat replacer berbasis karbohidrat karena dapat mengikat air, sehingga jumlah air yang tersedia untuk mengubah es berkurang. Fungsi dari stabilizer dalam produk es krim adalah sebagai pengemulsi yaitu pengikatan globula yang berasal dari molekul lemak, air dan udara. Stabilizer dapat mencegah terbentuknya kristal es yang lebih besar, memberikan tekstur yang lembut dan mempertahankan pelelehan es krim pada saat dihidangkan, serta berpengaruh terhadap overrun (Violisa et al, 2012). Jumlah stabilizer dan emulsifier yang dibutuhkan pada pembuatan es krim bergantung pada total padatan, kandungan lemak, dan overrun yang diinginkan. Tingkat lemak yang rendah jumlah konsentrasi stabilizer atau emulsifier yang digunakan lebih banyak (Naresh etal, 2006). Gula dalam produk es krim selain berfungsi untuk memberikan rasa manis, juga dapat meningkatkan cita rasa, menurunkan titik beku yang dapat membentuk kristal-kristal es krim yang halus sehingga meningkatkan penerimaan dan kesukaan konsumen. Gula 3
4 4 juga dapat berfungsi sebagai sumber padatan yang murah (Fitriani, 2011). Sirup fruktosa memiliki tingkat kemanisan 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan glukosa (BalaiBesar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, 2006). Menurut Goff and Hartel(2013) Dibandingkan dengan sukrosa, fruktosa tingkat kemanisannya lebih tinggi yaitu 1,8-1,9 kali lebih manis dan dapat menurunkan titik beku.fruktosa, glukosa, dan sukrosa merupakan pemanis yang popular digunakan dalam pembuatan es krim. Dalam proses pembuatan es krim meliputi beberapa tahap, diantaranya yaitu : 1. Pasteurisasi Pasteurisasi dilakukan untuk membunuh bakteri patogen dan mengurangi jumlah organisme yang berpotensi dapat merusak produk. Bahan bahan yang sudah dicampur biasanya dipanaskan sampai suhu 70 o C selama 30 menit. 2. Homogenisasi Pencampuran atau homogenisasi untuk mengurangani ukuran globula lemak sehingga dapat membuat es krim menjadi halus dan tidak cepat mencair. 3. Ageing Proses ini memungkinkan lemak menjadi dingin dan mengkristal. Penuaan dilakukan pada suhu sekitar 4 o C selama empat jam. 4. Freezing Pembekuan pada suhu sekitar-6 o C untuk menghasilkan sejumlah kristal es kecil. Pembekuan harus dilakukan secepat mungkin supaya tidak terbentuk kristal es yang besar. 5. Hardening Hardening dilakukan pada suhu pendingin -30 sampai -40 o C. Setelah pembekuan es krim kemudian dapat dikemas untuk penyimpanan dan distribusi. (Kennedy, 2000) Sari Kedelai Sari kedelai merupakan salah satu hasil olahan kedelai yang didapatkan dengan melalui cara ekstraksi kedelai kemudian dilakukan pengenceran sehingga mempunyai penampakan seperti susu sapi. Sari kedelai merupakan minuman yang bergizi tinggi, terutama karena kandungan proteinnya. Salah satu keunggulan sari kedelai
5 5 dibandingkan dengan susu sapi adalah tidak adanya kandungan kolesterol, tidak mengandung laktosa, rendah lemak, bergizi tinggi dandapat dikonsumsi bagi penderita lactoce intolerance(violisa et al., 2012). Berikut Tabel 1 menunjukkan perbandingan kandungan gizi sari kedelai dan susu sapi. Tabel 1. Kandungan gizi sari kedelai dan susu sapi per 100 gram Kandungan gizi Sari kedelai Susu sapi Energi (kalori) Air (g) Protein (g) Lemak (g) Karbohidrat (g) Abu (g) Kalsium (mg) Fosfor (mg) Natrium (mg) Besi (mg) Vitamin B1 (mg) Vitamin B2 (mg) Niacin (mg) Asam lemak jenuh (g) 44 90,8 3,6 2,0 2,9 0, ,0 1,2 0,03 0,02 0, ,6 2,9 3,3 4,5 0, ,0 0,1 0,04 0,15 0, (Sumber : Astawan, 2004) Whipped cream Whipped creammerupakan hasil produk dari agitasi atau pengocokan krim. Selama proses whipping atau pembuihan, udara terikat kemudian membentuk foam atau busa serta partikel lemak berikatan satu sama lain sehingga menghasilkan karakteristik kaku atau keras dan padat dalam whipped cream. Whipping merupakan tahap awal churning, pemecahan emulsi dapat terbentuk ketika proses whipping dilanjutkan dalam waktu yang lama. Gelembung udara terbentuk di sekeliling whipped creamoleh lapisan tipis protein. Proses whipping biasanya dilakukan pada suhu rendah (4 7 o C) karena pada temperatur dibawah 10 o C, agitasi dari krim meningkat, selain itu temperatur rendah mengakibatkan meningkatnya viskositasdari krim itu sendiri. Whipped creamberfungsi untuk membantu proses pengembangan dan membantu dalam pembentukan krim dan tekstur serta bentuk dari suatu produk (Bennion and Hughess, 1975).
6 6 Faktor yang mempengaruhi strukturwhipped cream yaitu kandungan lemak, kondisi pemrosesan, penambahan stabilizer atau emulsifier (Shim et al.,2003). Whipped cream memiliki peranan penting dalam es krim seperti peningkatan flavor, menghasilkan tekstur yang halus, memberi bodydan membantu mencairkan karena berperan dalam destabilisasi lemak. Kandungan lemak pada whipping cream sekitar 35% (Bylund, 1995) Fat Replacer Fat replacer mengandung lebih sedikit lemak dan kalori. Secara umum fat replacer berbasis karbohidrat bertujuan untuk mengurangi lemak dan kalori karena lemak memiliki nilai energi 9 kkal/g. Salah satu strategi mengembangkan fat replacer adalah untuk mengeksplorasi senyawa yang dapat mengurangi kalori dari sumber-sumber berbasis non-lipid (seperti karbohidrat dan protein) atau memanipulasi komposisi asam lemak untuk mengganti lemak yang berbasis lemak (seperti lipid terstruktur). Fat replaceryang berbasis karbohidrat atau protein memiliki energi yang lebih sedikit (yaitu 4 kkal/g). Fat replacer dapat memberikan aktivitas fisiologis yang menguntungkan dan dapat mengontrol tekstur tanpa kehilangan kualitas makanan (Lim et al,2010). Padatan yang disediakan oleh lemak harus diganti dengan fat replacer, yaitu bahan yang dapat mensimulasi peran lemak dalam membentuk tekstur dan flavor es krim. Pengganti lemak dikategorikan dalam dua kelompok yaitu fat substitutes dan fat mimetics. Pada produk es krim, fat replacer yang digunakan harus memberikan efek negatif seminimal mungkin saat produksi dan shelf-life(mahdian &karazhian,2013).fat mimetics, sering disebut sebagai fat replacer berbasis karbohidrat atau protein yangmerupakan konstituen umum makanan, misalnya pati dan selulosa, tetapi mungkin secara kimia atau secara fisik dimodifikasi untuk meniru fungsi lemak. Fat mimetics umumnya menyerap sejumlah besar air.fat substitutes adalah makromolekul yang secara fisik dan kimia menyerupai trigliserida. Bahan pensubstitusi lemak ini sering disebut sebagai pengganti lemak berbasis lemak/minyak (Akoh, 1998). Fat replacer berbasis karbohidrat hadir dalam bentuk tepung atau powder yang dapat dilarutkan dalam air untuk membentuk larutan yang kental atau gel.membantu
7 7 meningkatkan viskositas dalam menggabungkan gelembung udara lebih banyak dan menstabilkan struktur matriks makanan, menunjukkan bahwa penggunaan fat replacer berbasis karbohidrat dapat mengkompensasi volume dan kehilangan tekstur makanan akibat dari pengurangan lemak(limet al.,2010). Penelitian ini menggunakan tiga jenis tepung berbeda yang akan ditambahkan dalam produk es krim sebagai fat replacer berbasis karbohidrat. Tepung maizena merupakan jenis tepung yang diolah dari biji jagung. Maizena dapat diaplikasikan dalam industri pangan sebagai agen pengental dalam makanan penutup. Pati yang termodifikasi dapat menggantikan sebagian lemak untuk mengurangi kalori dan memberikan tekstur yang diinginkan, rasa yang disukai. Pati digunakan sebagai pengental, penstabil dan pembentuk gel (Somantri et al.,2005). Komposisi kimia tepung maizena dapat dilihat pada Tabel 2 berikut. Tabel 2. Komposisi kimia tepung maizena dalam 100 gram bahan Komposisi Kandungan (g) Air 12,0 Protein 0,3 Abu 0,1 Lemak 0,0 Karbohidrat 87,6 Sumber : Nio, Tepung singkong sudah mengalami modifikasi menjadi Mocaf (Modified Cassava Flour). Mocaf merupakan tepung singkong yang dimodifikasi dimana melalui proses fermentasi dengan mikroba Bakteri Asam Laktat (BAL). Prinsip pembuatan tepung mocaf adalah memodifikasi sel singkong dengan cara fermentasi sehingga menyebabkan perubahan karakteristik yang dihasilkan berupa naiknya viskositas (daya rekat), kemampuan gelasi, daya rehidrasi dan solubility (kemampuan melarut) sehingga memiliki tekstur yang lebih baik. Modifikasi bahan singkong dapat dilakukan secara kimiawi yang menyebabkan terjadinya cross-linking sehingga dapat memperkuat ikatan hydrogen dalam molekul pati (Salim, 2011). Komposisi kimia tepung mocaf dapat dilihat pada Tabel 3 berikut. Tabel 3. Komposisi kimia tepung mocaf Komposisi Kandungan (%)
8 8 Air 6,9 Protein 1 Abu 0,4 Lemak 0,4 Serat 0,21 Pati 87,3 Sumber : Salim, Umbi ganyong merupakan salah satu jenis umbi lokal yang kaya akan karbohidrat. Ganyong sudah banyak dibudidayakan di Indonesia terutama di daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Kandungan karbohidrat umbi ganyong cukup tinggi, setara dengan umbi-umbi yang lain sehingga cocok dijadikan sebagai sumber energi. Biasanya tepung ganyong hanya digunakan sebagai bahan baku dalam membuat mie, bihun, sohun, cendol, atau juga dibuat sebagai bubur pati ganyong. Tepung ganyong mudah dicerna sehingga baik sekali bila digunakan sebagai makanan bayi atau orang yang sedang sakit (Roisah, 2009). Kandungan kimia tepung ganyong dapat dilihat pada Tabel 4 berikut. Tabel 4. Komposisi kimia tepung ganyong dalam 100 gram bahan Komposisi Kandungan (g) Air 14 Protein 0,7 Lemak 0,2 Karbohidrat 85,2 Sumber :Direktorat Gizi Depkes RI,1989. Pati dari sumber yang berbeda memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda juga disebabkan jenis kandungan dan struktur molekulnya yang berbeda. Molekul pati terdiri dari dua fraksi yaitu amilosa dan amilopektin. Amilosa merupakan jenis molekul berantai panjang yang mempengaruhi karakteristik gel selama pemanasan dan pendinginan, sedangkan amilopektin merupakan jenis molekul bercabang banyak yang mempengaruhi sifat kohesifitas atau kekentalan. Suspensi yang encer karena granula granula pati mengendap di bagian bawah. Ketika suspensi dipanaskan, terbentuk koloidal yang menghasilkan granula pati. Jenis pati yang mengandung banyak amilosa akan membentuk gel yang lebih keras dibandingkan dengan konsentrasi amilosa yang rendah (Bennion and Hughes, 1975). Berikut pada Tabel 5menunjukkan kandungan
9 9 amilosa, amilopektin serta suhu gelatinisasi tepung maizena, tepung mocaf dan tepung ganyong. Tabel 5. Komposisi amilosa,amilopektin serta suhu gelatinisasi tepung maizena, mocaf, dan ganyong. Komposisi Tepung Maizena Tepung Mocaf Tepung Ganyong Amilosa(%) 24 11, Amilopektin(%) 76 88, Suhu Gelatinisasi ( o C) Sumber : Somantri et al.,2005; Kusumanegara, et al. 2012;Ernawati& Darwan, 2007;Sunarti et al Parameter Penentu Kualitas Es Krim Karakter fisik es krim menentukan kualitas dari es krim. Karakteristik fisik es krim meliputi overrun, viskositas, hardness, melting rate, dan time to melt. Peristiwa melting rate es krim terjadi tiga hal, yaitu pelelehan kristal es dan globula lemak, serta perusakan buih. Time to meltmerupakan lamanya waktu pelelehan atau waktu yang diperlukan es krim pada volume tertentu untuk mencair secara keseluruhan pada suhu ruang (Setianawati et al.,2002). Nilai overrun es krim dipengaruhi oleh faktor-faktor proses pembuatan dan komposisi es krim seperti kadar lemak, jumlah bahan penstabil dan total padatan yang digunakan. Es krim berkualitas yang digunakan untuk industri makanan memiliki nilai overrun 70-80% sedangkan untuk es krim yang dibuat dalam skala rumah tangga memiliki nilai overrun 35-50%.Tingkat pengembangan (overrun) berkaitan dengan viskositas dan memberikan pengaruh terhadap waktu pelelehan (Oksilia et al.,2012). Menurut Arbuckle (1996), viskositasatau ketahanan untuk mengalir merupakan sifat yang penting dari adonan es krim, yaitu untuk mendapatkan pembuihan yang tepat dan untuk penahanan udara. Total padatan merupakan seluruh komponen padatan yang ada didalam suatu bahan pangan termasuk protein, lemak dan karbohidrat. Total padatan yang rendah menyebabkan jumlah air yang membeku semakin besar sehingga udara yang terperangkap pada es krim sedikit dan pengembangan es krim menjadi terbatas, akibatnya overrun es krim rendah(fitriani, 2011).
10 Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisikokimiawi dan sensori es krim dengan penggunaan berbagai jenis tepung lokal yaitu tepung maizena, tepung mocaf dan tepung ganyong sebagai pengganti lemak berbasis karbohidrat pada es krim nabati rendah lemak.
1. PENDAHULUAN Latar Belakang
1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Lidah buaya (Aloe vera) merupakan salah satu jenis tanaman hias yang memiliki ciriciri daun yang memanjang menyerupai lidah dan memiliki duri dibagian pinggirnya. Lidah
4. PEMBAHASAN Analisa Sensori
4. PEMBAHASAN Sorbet merupakan frozen dessert yang tersusun atas sari buah segar, air,gula, bahan penstabil yang dapat ditambahkan pewarna dan asam (Marth & James, 2001). Pada umumnya, frozen dessert ini
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bahan alternatif (Aboulfalzli et al., 2015). Es krim merupakan produk olahan susu
3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Es Krim Es krim merupakan produk susu beku yang banyak dikonsumsi masyarakat karena memiliki gizi tinggi dan banyak dikembangkan dari berbagai bahan alternatif (Aboulfalzli
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kini banyak dikembangkan di Indonesia. Gelato termasuk jenis frozen dairy food
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Gelato Gelato merupakan salah satu jenis es krim yang berasal dari Italia yang kini banyak dikembangkan di Indonesia. Gelato termasuk jenis frozen dairy food dessert yang merupakan
I PENDAHULUAN. Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian dan (7) Tempat dan Waktu Penelitian
I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang, (2) Identifikasi Masalah, (3) Maksud dan Tujuan, (4) Manfaat Penelitian, (5) Kerangka Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian dan (7) Tempat
BAB 1 PENDAHULUAN. disukai oleh masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Es krim merupakan makanan padat dalam bentuk beku yang banyak disukai oleh masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga manula. Banyaknya masyarakat yang
I. PENDAHULUAN. Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jenis sayuran sehat
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Masalah Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jenis sayuran sehat yang dewasa ini sudah banyak dikenal dan dikonsumsi oleh berbagai kalangan
4. PEMBAHASAN Karaktersitik Fisik Sorbet Liqueur Jahe Merah
4. PEMBAHASAN Sorbet merupakan salah satu jenis frozen dessert yang memiliki kandungan berupa pemanis, penstabil, dan esktrak buah atau herbal. Pada proses pembuatan sorbet liqueur jahe merah diawali dengan
BAB I PENDAHULUAN. berarti bagi tubuh. Menurut Dewanti (1997) bahan-bahan pembuat es krim
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Es krim adalah sejenis makanan semi padat yang dibuat dengan cara pembekuan tepung es krim atau campuran susu, lemak hewani maupun nabati, gula, dan dengan atau tanpa
I. PENDAHULUAN. Ubi jalar (Ipomoea batatas L) merupakan salah satu hasil pertanian yang
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Ubi jalar (Ipomoea batatas L) merupakan salah satu hasil pertanian yang mengandung karbohidrat dan sumber kalori yang cukup tinggi, sumber vitamin (A, C,
I PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai : (1.1.) Latar Belakang, (1.2.) Identifikasi
I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan mengenai : (1.1.) Latar Belakang, (1.2.) Identifikasi Masalah, (1.3.) Maksud dan Tujuan Penelitian, (1.4.) Manfaat Penelitian, (1.5.) Kerangka Pemikiran, (1.6.) Hipotesis
%, laktosa 4,80 % dan mineral 0,65 % (Muchtadi dkk., 2010).
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Es krim adalah buih setengah beku yang mengandung lemak teremulsi dan udara. Sel- sel udara yang ada berperan untuk memberikan tekstur lembut pada es krim. Tanpa adanya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tanaman sukun (Arthocarpus altilis) merupakan tumbuhan yang terdapat di kawasan tropika dan banyak dibudidayakan di pulau jawa maupun luar jawa, buah sukun menghasilkan
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Di Indonesia kaya akan berbagai jenis tanaman umbi-umbian, baik
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di Indonesia kaya akan berbagai jenis tanaman umbi-umbian, baik yang dibudidayakan maupun yang hidup liar di hutan. Umbi merupakan tanaman yang banyak mengandung
I PENDAHULUAN. Hipotesis Penelitian dan (7) Tempat dan Waktu Penelitian. Dilihat dari karakter fisiknya, murbei merupakan buah yang berasa segar manis
I PENDAHULUAN Bab ini membahas mengenai: (1) Latar Belakang, (2) Identifikasi Masalah, (3) Maksud dan Tujuan, (4) Manfaat Penelitian, (5) Kerangka Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian dan (7) Tempat dan
Mentega dan Es Krim. Materi 13 TATAP MUKA KE-13 Semester Genap BAHAN KULIAH TEKNOLOGI HASIL TERNAK
PENGOLAHAN SUSU Mentega dan Es Krim Materi 13 TATAP MUKA KE-13 Semester Genap 2015-2016 BAHAN KULIAH TEKNOLOGI HASIL TERNAK Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal
I PENDAHULUAN. Penelitian merupakan sebuah proses dimana dalam pengerjaannya
I PENDAHULUAN Penelitian merupakan sebuah proses dimana dalam pengerjaannya dibutuhkan penulisan laporan mengenai penelitian tersebut. Sebuah laporan tugas akhir biasanya berisi beberapa hal yang meliputi
TINJAUAN PUSTAKA. kacang-kacangan lainnya yang dibuat secara tradisional dengan bantuan jamur
TINJAUAN PUSTAKA Tempe Tempe adalah bahan makanan hasil fermentasi kacang kedelai atau jenis kacang-kacangan lainnya yang dibuat secara tradisional dengan bantuan jamur Rhizopus oligosporus. Mempunyai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Brokoli Brokoli (Brassica oleracea var italica) adalah sayuran yang digemari masyarakat karena dikenal mempunyai kandungan gizi tinggi. Brokoli merupakan sayuran suku kubis-kubisan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Es krim adalah salah satu makanan kudapan berbahan dasar susu
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Es krim adalah salah satu makanan kudapan berbahan dasar susu yang banyak mengandung vitamin, mineral, protein, karbohidrat dan lemak. Es krim banyak disukai setiap
I PENDAHULUAN. Bab ini menjelaskan mengenai: (1) Latar Belakang Masalah, (2) Identifikasi
I PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan mengenai: (1) Latar Belakang Masalah, (2) Identifikasi Masalah, (3) Maksud dantujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5) Kerangka Pemikiran, (6) Hipotesis dan (7)
BAB I PENDAHULUAN. oleh terpenuhinya kebutuhan gizi dalam makanannya. Pada usia 6 bulan pertama,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Fase perkembangan fisik dan fungsi fisiologis bayi sangat didukung oleh terpenuhinya kebutuhan gizi dalam makanannya. Pada usia 6 bulan pertama, kebutuhan gizi bayi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kulit Jeruk Manis (Citrus sinensis) Jeruk termasuk buah dalam keluarga Citrus dan berasal dari kata Rutaceae. Buah jeruk memiliki banyak khasiat, salah satunya dalam daging
I. PENDAHULUAN. Es krim di Indonesia telah dikenal oleh masyarakat luas sejak tahun 1970-an dan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Es krim di Indonesia telah dikenal oleh masyarakat luas sejak tahun 1970-an dan hingga saat ini pemasarannya sudah semakin meluas dan dikonsumsi oleh seluruh
I PENDAHULUAN. Pemikiran, 1.6 Hipotesis Penelitian, dan 1.7 Tempat dan Waktu Penelitian.
I PENDAHULUAN Bab ini membahas mengenai : 1.1 Latar Belakang, 1.2 Identifikasi Masalah, 1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian, 1.4 Manfaat Penelitian, 1.5 Kerangka Pemikiran, 1.6 Hipotesis Penelitian, dan 1.7
I PENDAHULUAN. kesehatan. Nutrisi dalam black mulberry meliputi protein, karbohidrat serta
I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan mengenai: (1) Latar belakang, (2) Identifikasi masalah, (3) Maksud dan tujuan penelitian, (4) Manfaat penelitian, (5) Kerangka pemikiran, dan (6) Hipotesis. 1.1 Latar
SIFAT ORGANOLEPTIK, OVERRUN, DAN DAYA TERIMA ES KRIM YANG DIBUAT DARI CAMPURAN SUSU KEDELAI DAN SUSU SAPI DENGAN PERBANDINGAN YANG BERBEDA
SIFAT ORGANOLEPTIK, OVERRUN, DAN DAYA TERIMA ES KRIM YANG DIBUAT DARI CAMPURAN SUSU KEDELAI DAN SUSU SAPI DENGAN PERBANDINGAN YANG BERBEDA KARYA TULIS ILMIAH Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan
BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Singkong atau ubi kayu merupakan tanaman umbi umbian yang dikenal luas di masyarakat Indonesia. Pada tahun 2013 produksi singkong di Indonesia mencapai 23 juta ton
BAB I PENDAHULUAN. difermentasi dengan menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Yoghurt merupakan produk olahan susu yang dipasteurisasi kemudian difermentasi dengan menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memiliki taksonomi menurut Rukmana (2003), sebagai berikut: : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tanaman Jeruk Manis (Citrus Aurantinum) Jeruk manis adalah salah satu jenis jeruk yang ada di Indonesia yang memiliki taksonomi menurut Rukmana (2003), sebagai berikut: Kingdom
BAB I PENDAHULUAN. pada 2002, konsumsi kalsium di kalangan masyarakat baru mencapai rata-rata
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah kesehatan adalah salah satu faktor kehidupan yang sangat penting untuk diperhatikan. Menurut data Puslitbang Gizi dan Makanan Depkes RI pada 2002, konsumsi kalsium
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tanaman Sukun (Arthocarpus altilis) atau Breadfruit merupakan tanaman pangan alternatif di Indonesia yang bersifat musiman. Kandungan karbohidrat sukun sangat tinggi
PENDAHULUAN. Es lilin merupakan suatu produk minuman atau jajanan tradisional yang
14 PENDAHULUAN Latar Belakang Es lilin merupakan suatu produk minuman atau jajanan tradisional yang masih digemari dari setiap kalangan baik orang dewasa maupun anak-anak, karena es lilin mempunyai rasa
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Biskuit merupakan makanan kecil (snack) yang termasuk ke dalam kue kering dengan kadar air rendah, berukuran kecil, dan manis. Dalam pembuatan biskuit digunakan bahan
I PENDAHULUAN. hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Kelapa termasuk dalam famili Palmae,
I PENDAHULUAN Bab ini akan membahas mengenai : (1) Latar Belakang Penelitian, (2) Identifikasi Masalah, (3) Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5) Kerangka Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian,
BAB I PENDAHULUAN. Salah satu produk olahan susu di Indonesia yang berkembang pesat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu produk olahan susu di Indonesia yang berkembang pesat adalah es krim. Produk ini banyak digemari masyarakat, mulai dari anak anak hingga dewasa karena rasanya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia merupakan makhluk konsumtif yang memerlukan makanan, pakaian, dan fasilitas lainnya untuk bertahan hidup. Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus
I PENDAHULUAN. Bab ini akan membahas mengenai : (1) Latar Belakang Penelitian,
I PENDAHULUAN Bab ini akan membahas mengenai : (1) Latar Belakang Penelitian, (2) Identifikasi Masalah, (3) Maksud dan Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5) Kerangka Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Meningkatnya status ekonomi masyarakat dan banyaknya iklan produk-produk pangan menyebabkan perubahan pola konsumsi pangan seseorang. Salah satunya jenis komoditas pangan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penduduk Indonesia semakin meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun, hal ini akan berpengaruh pada tingginya tingkat konsumsi terhadap suatu produk, termasuk
I PENDAHULUAN. selain sebagai sumber karbohidrat jagung juga merupakan sumber protein yang
I PENDAHULUAN Bab ini akan menguraikan mengenai: (1.1) Latar Belakang, (1.2) Identifikasi Masalah, (1.3) Maksud dan Tujuan Penelitian, (1.4) Manfaat Penelitian, (1.5) Kerangka Pemikiran, (1.6) Hipotesis
I PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang, (2) Identifikasi Masalah, (6) Hipotesa dan (7) Tempat dan Waktu Penelitian.
I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang, (2) Identifikasi Masalah, (3) Maksud dan Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5) Kerangka Pikiran, (6) Hipotesa dan (7) Tempat dan
I PENDAHULUAN. Pada pendahuluan menjelaskan mengenai (1) Latar Belakang, (2)
I PENDAHULUAN Pada pendahuluan menjelaskan mengenai (1) Latar Belakang, (2) Identifikasi Masalah, (3) Maksud dan Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5) Kerangka Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian,
BAB I PENDAHULUAN. alternatif pengganti beras dan sangat digemari oleh masyarakat Indonesia.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tanaman jagung (Zea mays) merupakan salah satu bahan makanan alternatif pengganti beras dan sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Selain itu, jagung juga
I. PENDAHULUAN. Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian, dan (7) Tempat dan Waktu Penelitian.
I. PENDAHULUAN Bab ini menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang, (2) Identifikasi Masalah, (3) Maksud dan Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5) Kerangka Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian, dan
Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Bahan utama pembuatan biskuit pada umumnya adalah dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahan utama pembuatan biskuit pada umumnya adalah dengan menggunakan tepung terigu, namun tepung terigu adalah produk impor. Untuk mengurangi kuota impor terigu tersebut
I PENDAHULUAN. mempunyai nilai ekonomi tinggi sehingga pohon ini sering disebut pohon
I PENDAHULUAN Tanaman kelapa merupakan tanaman serbaguna atau tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi sehingga pohon ini sering disebut pohon kehidupan (tree of life) karena hampir seluruh bagian dari
BAB I PENDAHULUAN. berbentuk semi padat yang biasa dikonsumsi sebagai makanan selingan
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Es krim merupakan merupakan salah satu produk olahan susu berbentuk semi padat yang biasa dikonsumsi sebagai makanan selingan dan dibuat melalui proses pembekuan dan
PEMANFAATAN TEPUNG UMBI GARUT (Maranta arundinaceae L.) DALAM PEMBUATAN BUBUR INSTAN DENGAN PENCAMPURAN TEPUNG TEMPE SKRIPSI
PEMANFAATAN TEPUNG UMBI GARUT (Maranta arundinaceae L.) DALAM PEMBUATAN BUBUR INSTAN DENGAN PENCAMPURAN TEPUNG TEMPE SKRIPSI OLEH DIKA YULANDA BP. 07117007 FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS ANDALAS
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tepung Jagung Swasembada jagung memerlukan teknologi pemanfaatan jagung sehingga dapat meningkatkan nilai tambahnya secara optimal. Salah satu cara meningkatkan nilai tambah
BAB I PENDAHULUAN. diizinkan, berbentuk khas mie (Badan Standarisasi Nasional, 1992). Berdasarkan survey oleh USDA dalam Anonim A (2015) mengenai
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Mie merupakan salah satu masakan yang sangat populer di Asia, salah satunya di Indonesia. Mie adalah produk pangan yang terbuat dari terigu dengan atau tanpa penambahan
1 I PENDAHULUAN. Identifikasi Masalah, (1.3) Maksud dan tujuan Penelitian, (1.4) Manfaat
1 I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan mengenai : (1.1) Latar Belakang, (1.2) Identifikasi Masalah, (1.3) Maksud dan tujuan Penelitian, (1.4) Manfaat Peneltian, (1.5) Kerangka Pemikiran, (1.6) Hipotesis Penelitian
I. PENDAHULUAN. Ubi jalar adalah salah satu komoditas pertanian yang bergizi tinggi, berumur
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ubi jalar adalah salah satu komoditas pertanian yang bergizi tinggi, berumur relatif pendek, mudah diproduksi pada berbagai lahan dengan produktifitas antara 20-40 ton/ha
BAB I PENDAHULUAN. Santoso (2009) menyatakan bahwa yoghurt merupakan produk susu. yang difermentasi. Fermentasi susu merupakan bentuk pengolahan susu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Santoso (2009) menyatakan bahwa yoghurt merupakan produk susu yang difermentasi. Fermentasi susu merupakan bentuk pengolahan susu dengan prinsip perlakuan ph dengan
KARYA ILMIAH TERTULIS
APLIKASI PRODUK INTERAKSI ANTARA ISOLAT PROTEIN KEDELAI DAN GUM XANTHAN PADA ES KRIM KARYA ILMIAH TERTULIS (SKRIPSI) Diajukan Sebagai Syarat Untuk Menyelesaikan Program Pendidikan Strata Satu (S1) Pada
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan bahwa belum makan kalau belum mengkonsumsi nasi. Adanya kebiasaan ini
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan bahwa belum makan kalau belum mengkonsumsi nasi. Adanya kebiasaan ini menyebabkan konsumsi beras di Indonesia sangat tinggi dengan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa ini, permintaan masyarakat terhadap produk pangan fungsional semakin meningkat. Global Industry Analysis memprediksi pertumbuhan produk pangan fungsional mencapai
PENDAHULUAN. Es lilin merupakan salah satu jajanan pasar yang telah lama dikenal oleh
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Es lilin merupakan salah satu jajanan pasar yang telah lama dikenal oleh masyarakat luas dan sangat digemari terutama oleh anak-anak, karena es lilin memiliki warna yang menarik
I. PENDAHULUAN. Bab ini akan menguraikan mengenai: (1.1) Latar belakang, (1.2) Identifikasi
1 I. PENDAHULUAN Bab ini akan menguraikan mengenai: (1.1) Latar belakang, (1.2) Identifikasi Masalah, (1.3) Maksud dan Tujuan Penelitian, (1.4) Manfaat Penelitian, (1.5) Kerangka Pemikiran, (1,6.) Hipotesis
BAB I PENDAHULUAN. seperti Indonesia. Salah satu genus umbi-umbian yaitu genus Dioscorea atau
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tanaman umbi-umbian dapat tumbuh di daerah yang beriklim tropis seperti Indonesia. Salah satu genus umbi-umbian yaitu genus Dioscorea atau uwi-uwian. Genus Dioscorea
BAB I PENDAHULUAN. kehidupan masyarakat, baik perkotaan maupun di pedesaan. Anak-anak dari berbagai
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Makanan jajanan sudah menjadi kebiasaan yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, baik perkotaan maupun di pedesaan. Anak-anak dari berbagai golongan apapun
TINJAUAN PUSTAKA. Daging ayam juga merupakan bahan pangan kaya akan gizi yang sangat. diperlukan manusia. Daging ayam dalam bentuk segar relatif
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Nugget Ayam Bahan pangan sumber protein hewani berupa daging ayam mudah diolah, dicerna dan mempunyai citarasa yang enak sehingga disukai banyak orang. Daging ayam juga merupakan
BAB I PENDAHULUAN. Pemikiran, (6) Hipotesa Penelitian, dan (7) Waktu dan Tempat Penelitian.
BAB I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang, (2) Identifikasi Masalah, (3) Maksud dan Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5) Kerangka Pemikiran, (6) Hipotesa Penelitian,
BAB I PENDAHULUAN. Berbasis Sumber Daya Lokal yang tertulis dalam Peraturan Presiden RI
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal yang tertulis dalam Peraturan Presiden RI Nomor 22 tahun 2009 merupakan strategi untuk
I PENDAHULUAN. Identifikasi Masalah, (3) Maksud dan Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian,
I PENDAHULUAN Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang Penelitian, (2) Identifikasi Masalah, (3) Maksud dan Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5) Kerangka Pemikiran, (6) Hipotesis
BAB I PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang Masalah, (2)
BAB I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang Masalah, (2) Identifikasi Masalah, (3) Maksud dan Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5) Kerangka Penelitian, (6) Hipotesis Penelitian,
1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Naan bread merupakan salah satu olahan roti tradisional dari daerah Timur Tengah yaitu India. Naan bread biasanya berbentuk bulat hingga agak lonjong, terbuat dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Beras merah (Oriza sativa) merupakan beras yang hanya dihilangkan kulit bagian luar atau sekamnya, sehingga masih mengandung kulit ari (aleuron) dan inti biji beras
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jagung merupakan palawija sumber karbohidrat yang memegang peranan penting kedua setelah beras.
2 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jagung merupakan palawija sumber karbohidrat yang memegang peranan penting kedua setelah beras. Jagung juga mengandung unsur gizi lain yang diperlukan manusia yaitu
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dadih merupakan hasil olahan susu fermentasi yang berasal dari Sumatera Barat, Jambi dan Riau.
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dadih merupakan hasil olahan susu fermentasi yang berasal dari Sumatera Barat, Jambi dan Riau. Bahan dasar dadih yang sering digunakan yaitu susu kerbau segar yang difermentasikan
I PENDAHULUAN. (6) Hipotesis Penelitian dan (7) Tempat dan Waktu Penelitian
I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang, (2) Identifikasi Masalah, (3) Maksud dan Tujuan, (4) Manfaat Penelitian, (5) Kerangka Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian dan (7) Tempat
SUSU. b. Sifat Fisik Susu Sifat fisik susu meliputi warna, bau, rasa, berat jenis, titik didih, titik beku, dan kekentalannya.
SUSU a. Definisi Susu Air susu termasuk jenis bahan pangan hewani, berupa cairan putih yang dihasilkan oleh hewan ternak mamalia dan diperoleh dengan cara pemerahan (Hadiwiyoto, 1983). Sedangkan menurut
UJI ORGANOLEPTIK FRUITGHURT HASIL FERMENTASI LIMBAH BUAH ANGGUR (Vitis vinifera) OLEH Lactobacillus bulgaricus SKRIPSI
UJI ORGANOLEPTIK FRUITGHURT HASIL FERMENTASI LIMBAH BUAH ANGGUR (Vitis vinifera) OLEH Lactobacillus bulgaricus SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi
PENGARUH PENAMBAHAN SUKROSA DAN GLUKOSA PADA PEMBUATAN PERMEN KARAMEL SUSU KAMBING TERHADAP SIFAT KIMIA, MIKROBIOLOGI DAN ORGANOLEPTIK
PENGARUH PENAMBAHAN SUKROSA DAN GLUKOSA PADA PEMBUATAN PERMEN KARAMEL SUSU KAMBING TERHADAP SIFAT KIMIA, MIKROBIOLOGI DAN ORGANOLEPTIK (Laporan Penelitian) Oleh RIFKY AFRIANANDA JURUSAN TEKNOLOGI HASIL
PENDAHULUAN. mencukupi kebutuhan gizi masyarakat, sehingga perlu mendapat perhatian besar
PENDAHULUAN Latar Belakang Susu merupakan salah satu bahan pangan yang sangat penting dalam mencukupi kebutuhan gizi masyarakat, sehingga perlu mendapat perhatian besar mengingat banyaknya kasus gizi buruk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. cuaca yang cukup panas ini, es krim merupakan salah satu makanan tujuan utama
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Es krim Es krim merupakan produk makanan pendamping yang cukup diminati oleh banyak orang dan memiliki potensi pasar yang sangat besar karena dengan cuaca yang cukup panas
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Es krim merupakan salah satu olahan semi padat dengan bahan utama susu. Es krim merupakan produk olahan susu sapi yang dibuat dengan bahanbahan utama yang terdiri atas
I PENDAHULUAN. Pemikiran,(6) Hipotesis Penelitian, dan (7) Tempat dan Waktu Penelitian.
I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang, (2) Identifikasi Masalah, (3) Maksud dan Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5) Kerangka Pemikiran,(6) Hipotesis Penelitian, dan
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Di Indonesia produk pangan hasil fermentasi semakin meningkat seiring berkembangnya bioteknologi. Hasil olahan fermentasi yang sudah banyak diketahui oleh masyarakat
KARBOHIDRAT DALAM BAHAN MAKANAN
KARBOHIDRAT KARBOHIDRAT DALAM BAHAN MAKANAN Karbohidrat banyak terdapat dalam bahan nabati, baik berupa gula sederhana, heksosa, pentosa, maupun karbohidrat dengan berat molekul yang tinggi seperti pati,
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. baik oleh industri atau rumah tangga, sedangkan kapasitas produksi tepung terigu
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia memiliki konsumsi yang besar terhadap produk tepung terigu baik oleh industri atau rumah tangga, sedangkan kapasitas produksi tepung terigu nasional masih belum
BAB I PENDAHULUAN. banyak disukai oleh segala kalangan dari anak-anak, remaja maupun orang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Es krim merupakan salah satu produk olahan susu bersifat semi padat yang biasa dikonsumsi sebagai makanan selingan, teksturnya yang lembut banyak disukai oleh segala
BAB I PENDAHULUAN. Kacang tolo adalah salah satu jenis kacang-kacangan yang sudah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kacang tolo adalah salah satu jenis kacang-kacangan yang sudah dikenal oleh masyarakat. Kandungan protein kacang tolo berkisar antara 18,3 25,53% yang berpotensi sebagai
BAB I PENDAHULUAN. Tanaman singkong adalah komoditas tanaman umbi-umbian yang dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tanaman singkong adalah komoditas tanaman umbi-umbian yang dapat tumbuh dengan mudah di Indonesia. Singkong juga mudah diolah menjadi berbagai olahan pangan, sehingga
BABI PENDAHULUAN. bubur), gula dan bahan penstabil yang dibekukan dalam alat pembeku es krim
BABI PENDAHULUAN BABI PENDAHULUAN 1.1. La tar Belakang Velva adalah campuran dari puree buah (hancuran buah dalam bentuk bubur), gula dan bahan penstabil yang dibekukan dalam alat pembeku es krim untuk
PENGOLAHAN ES KRIM KAYA ANTIOKSIDAN DARI SARI BUAH MERAH ( Pandanus Conoideus Lamk )
PENGOLAHAN ES KRIM KAYA ANTIOKSIDAN DARI SARI BUAH MERAH ( Pandanus Conoideus Lamk ) SKRIPSI Oleh : M. Khadik Asrori NPM. 1033010011 PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS
I PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang, (2) Identifikasi Masalah,
I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang, (2) Identifikasi Masalah, (3) Maksud dan Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5) Kerangka Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian, (7)
BAB I PENDAHULUAN. tahun 1960-an ubi jalar telah menyebar hampir di seluruh Indonesia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L) berasal dari Amerika Tengah, pada tahun 1960-an ubi jalar telah menyebar hampir di seluruh Indonesia (Rukmana, 2001). Ubi jalar (Ipomoea
PENDAHULUAN. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas (2014), sebanyak 40,6%
BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kekurangan gizi merupakan salah satu masalah yang serius di Indonesia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas (2014), sebanyak
KAJIAN KUALITAS UMBI UBI JALAR SEBAGAI SUBSTITUSI SUSU SKIM DALAM PEMBUATAN ES KRIM
KAJIAN KUALITAS UMBI UBI JALAR SEBAGAI SUBSTITUSI SUSU SKIM DALAM PEMBUATAN ES KRIM Rekna Wahyuni Universitas Yudharta Pasuruan ABSTRAK: Teknologi pengolahan pangan modern telah menghasilkan kreasi baru
II. TINJAUAN PUSTAKA. A. Kue Bolu. Kue bolu merupakan produk bakery yang terbuat dari terigu, gula,
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kue Bolu Kue bolu merupakan produk bakery yang terbuat dari terigu, gula, lemak, dan telur. Menurut Donald (2013), kue bolu merupakan produk yang di hasilkan dari tepung terigu
BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan beras ditempatkan sebagai makanan pokok yang strategis.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasarkan pola konsumsi masyarakat yang berbasis pada beras menyebabkan beras ditempatkan sebagai makanan pokok yang strategis. Hal tersebut ditunjukkan oleh konsumsi
BAB I PENDAHULUAN. secara optimal, contohnya adalah tanaman Muntingia calabura L atau talok.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati yang belum dimanfaatkan secara optimal, contohnya adalah tanaman Muntingia calabura L atau talok. Talok atau Muntingia calabura
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia diantaranya adalah tempe, keju, kefir, nata, yoghurt, dan lainlain.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hasil olahan fermentasi sudah banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia diantaranya adalah tempe, keju, kefir, nata, yoghurt, dan lainlain. Salah satu yang populer
PEMBUATAN ES KRIM SIRSAK (Annona muricata L.) dan ANALISA EKONOMI PRODUKNYA
LAPORAN TUGAS AKHIR PEMBUATAN ES KRIM SIRSAK (Annona muricata L.) dan ANALISA EKONOMI PRODUKNYA Making Soursop (Annona muricata L.) Ice Cream and Product Economy Analysis Diajukan sebagai salah satu syarat
bermanfaat bagi kesehatan manusia. Di dalam es krim yoghurt dapat
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut Badan Standarisasi Nasional (1995), es krim adalah jenis makanan semi padat yang dibuat dengan cara pembekuan tepung es krim atau dari campuran susu, lemak hewani
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. lemak teremulsi dan udara, dimana sel-sel udara berperan untuk memberikan
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Es krim Es krim merupakan produk hasil dari olahan susu yang mengandung lemak teremulsi dan udara, dimana sel-sel udara berperan untuk memberikan tekstur lembut pada es krim.
PEMANFAATAN KEDELAI (Glycine soja) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN ES KRIM MENGGUNAKAN ALAT HOMOGENIZER
LAPORAN TUGAS AKHIR PEMANFAATAN KEDELAI (Glycine soja) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN ES KRIM MENGGUNAKAN ALAT HOMOGENIZER Disusun Sebagai Syarat Untuk Menyelesaikan Studi Pada Program Studi Diploma III
I PENDAHULUAN. terbesar di dunia. Hampir 60% produksi kakao berasal dari pulau Sulawesi yakni
I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan mengenai : (1.1) Latar Belakang Masalah, (1.2) Identifikasi Masalah, (1.3) Tujuan Penelitian, (1.4) Manfaat Penelitian, (1.5) Kerangka Pemikiran, (1.6) Hipotesis Penelitian,
