SEKILAS TENTANG TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
adl suatu peta jalan yg spekulatif ttg bagaimana sesuatu terjadi a number of facts relationship among what tends to take place

LEARNING OLEH: ASEP SUPENA

TEORI behaviorism. Teori belajar koneksionisme

LEARNING TRANSFER Penyebab potensial learning transfer yang lemah Kurangnya TNA. Keterampilan tidak segera digunakan setelah training. Lingkungan kerj

School of Communication Inspiring Creative Innovation. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Pertemuan ke-2

Oleh: Dadang Sukirman Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia

PERILAKU DALAM BERORGANISASI

Formal program OJT harus mempunyai metode masa pembelajaranyang di kembangkan secara hati-hati. Pembelajaran ini biasanya di lalui oleh beberapa langk

School of Communication Inspiring Creative Innovation. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Pertemuan ke-2

Motivasi. Hendra Wijayanto

1. PENGERTIAN 2. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI 3. TEORI-TEORI YANG BERKAITAN DENGAN MOTIVASI 4. BAGAIMANA MENJADI TERMOTIVASI? 5.

Konsep Dasar Motivasi. (Perilaku Keorganisasian, Dr. M.M. Nilam Widyarini)

Penempatan Pegawai. School of Communication & Business Inspiring Creative Innovation

Teori belajar : Analisis perilaku BF Skinner

Faktor penentu : Internal : persepsi, sikap, nilai, motivasi, proses belajar, gaya hidup Eksternal : budaya/norma, nilai sosial, kelompok 3/3/2011 2

Pokok-pokok bahasan: Definisi Motivasi Motivasi dan Kinerja Perkembangan Teori Motivasi

Teori Belajar Behavioristik

TEORI BELAJAR BEHAVIORISME (TINGKAH LAKU)

E.E.L. THORNDIKE Belajar merupakan peristiwa asosiasi antara stimulus (S) dengan respon (R) Supaya tercapai hubungan antara S dengan R, dibutuhkan kem

BERBAGAI PENDEKATAN DALAM PSIKOLOGI

TRAINING & DEVELOPMENT (Pelatihan dan Pengembangan) Sesi-6 Psikologi Indusri Kamis, 22 Oktober 2015 Univiversitas Esa Unggul - Jakarta

TEORI BELAJAR TINGKAH LAKU

Bagian 1. Pendahuluan: Evaluasi dan Persoalan Mutu Hasil Belajar

Konsep Dasar Perencanaan Pembelajaran

MEMAHAMI TEORI-TEORI PERILAKU BELAJAR DALAM ORGANISASI

Teori Teori Belajar: Behaviorisme, Kognitif, dan Gestalt

Social Learning Theory

BAB III METODE PENELITIAN

Organisasi pada masa kini dituntut untuk menjadi organisasi pembelajar. Belajar didefinisikan sebagai perubahan yang relatif permanen dalam perilaku,

Foundations of Individual Behavior. Dr. Syafrizal Chan, SE, M.Si

Computer Based Learning CBL?

PETUNJUK: HARAP LAMBANG SPEAKER DIKLIK UNTUK DAPAT MENDENGAR SUARA SN PERILAKU ORGANISASI 2

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Definisi. Motivasi merupakan proses untuk mencoba mempengaruhi seseorang agar melakukan sesuatu yang kita inginkan (Heidjachman dan Husnan, 2003:197)

The Social Learning Theory of Julian B. Rotter

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

TEORI PENGUATAN OLEH SKINNER

School of Communication Inspiring Creative Innovation. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Pertemuan ke-5

Faktor Individu dalam Organisasi dan Motivasi

School of Communication Inspiring Creative Innovation. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Pertemuan ke-5

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Self-efficacy mengarah pada keyakinan seseorang terhadap kemampuannya dalam

DASAR-DASAR PENDIDIKAN IPA

LATAR BELAKANG Ketika karyawan baru dipekerjakan, mereka tidak mungkin mampu beradaptasi dgn pekerjaan secara sempurna meskipun mereka lolos seleksi y

BAB II LANDASAN TEORI. Reinforcement theory menjelaskan bahwa penguatan (reinforcement) dapat

Konsep dan Makna Belajar

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Penempatan Pegawai. School of Communication & Business Inspiring Creative Innovation. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior)

Prinsip dan prosedur dasar modifikasi perilaku

Identify Performance Discrepancy (PD) PD=EP-AP

TR TA RIN AI IN NI G N M G E M T E H T ODS S

Psikologi Belajar Orang Dewasa

GAGASAN MANAJEMEN PELATIHAN DALAM PENERAPAN IPTEKS BAGI MASYARAKAT

Teori Belajar Menurut Robert M. Gagne

Cecep Kustandi II Dodik Mulyono II Arum Setyowati. Landasan Teori. Pembelajaran

Pandangan tentang Pembelajaran

PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL. contextual teaching and learning

MEMAHAMI TEORI-TEORI PERILAKU BELAJAR DALAM ORGANISASI

Contoh Pendidikan Karakter Dalam Mata Kuliah: Sikap Mental Etika Profesi

BAB I PENDAHULUAN. awal, dimana memiliki tuntutan yang berbeda. Pada masa dewasa awal lebih

Sejarah dan Aliran-Aliran Psikologi

KONSEP KOGNISI SOSIAL - BANDURA

BAB I PENDAHULUAN. rasa ingin tahu (curiosity) siswa, proses uji coba (trial and error), analisa konsep

Behavior and Social Learning Theory

Teori Berlatih, Motivasi dan Keterampilan Melatih

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF. Dr. Syamsurizal

Teori Albert Bandura A. Latar Belakang Teori self-efficasy

TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK

Training a key factor in British Airways Turnaround Fokus dari strategi jaringan penerbangan British adalah suatu pengabdian penuh kepada penumpang. M

Kebutuhan manusia sebagai sumber motivasi MOTIVASI KERJA. Disusun oleh: Ida Yustina

PENGARUH PROBLEM BASED INSTRUCTION PADA SISWA DENGAN TINGKAT MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PENGUASAAN KONSEP BIOLOGI SISWA KELAS X SMA BATIK 1 SURAKARTA

Tujuan: Di akhir sesi ini, peserta diharapkan mampu untuk:

BAB II KAJIAN PUSTAKA

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan zaman yang maju mengikuti pertumbuhan ilmu

DEFINISI MOTIVASI. Proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan usaha seorang. Komponen Motivasi : Intensitas, arah dan ketekunan

Satuan Acara Pembelajaran (SAP)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Konseling Kelompok. Pertemuan ke-13

LEARNING, MEMORY & PRODUCT POSITIONING

Build the world with studying..

PEMBELAJARAN & PENGAJARAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MODIFIKASI PERILAKU. (Alternatif Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus) Oleh Edi Purwanta Staf Pengajar PLB FIP UNY

II. TINJAUAN PUSTAKA. pembelajaran siswa pada masalah yang nyata sehingga siswa dapat menyusun

PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN

Dr. Gita Sekar Prihanti ADULT LEARNING

Komunikasi Organisasi

BAB I PENDAHULUAN. latihan sehingga mereka belajar untuk mengembangkan segala potensi yang

Shirley Fakultas Psikologi Universitas Medan Area

Teori-teori Belajar. Teori Behavioristik. Afid Burhanuddin. Memahami teori-toeri belajar dan implementasinya dalam proses pembelajaran.

Oleh : Muh. Mustakim, M.Pd.I

Training Needs Assessment Organizational Analysis, Person Analysis, Task Analysis

Orientasi Karyawan. Memberikan karyawan baru informasi tentang perusahaan, informasi ttg bagaimana menjalankan pekerjaannya dengan baik, jam kerja

Transkripsi:

Learning Motivation and Performance

SEKILAS TENTANG TEORI Teori yang baik fakta, hubungan diantara fakta-fakta, dan rasio yang logis. Teori yang baik juga berguna untuk : Menjelaskan fakta sesederhana mungkin Memprediksi peristiwa di masa yang akan datang Menyediakan informasi tentang apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan

Praktik dari pelaksanaan pelatihan yang efektif dikembangkan dari teori teori dan konstruk teoritis yang menjelaskan bagaimana proses belajar terjadi, dan apa yang memotivasi orang. Teori motivasi meningkatkan level performans karyawan. Jika trainee tidak belajar, pelatihan akan gagal.

MEMAHAMI MOTIVASI DAN PERFORMANCE Performance (P) Motivation Knowledge,Skill,& Attitude Environment (KSA) (E) (M) P = M x KSA x E Kemungkinan untuk terlibat dalam berbagai aktivitas dibatasi oleh faktor yang paling lemah.

MOTIVASI : MENGAPA KITA BERTINDAK SEPERTI ITU? Motivasi perilaku arah, ketahanan, jumlah usaha yang dilakukan untuk mencapai sesuatu direfleksikan melalui: Kebutuhan apa yang dipuaskan manusia, Tipe aktivitas Seberapa lama dilakukan Seberapa keras dilakukan

1. Need Theory Clayton Alderfer ERG Theory tiga teori kebutuhan dasar yaitu :Existance,Relatedness, dan Growth. Sso dapat mengalami ketiga need secara keseluruhan. Need yang tidak dipuaskan memotivasi seseorang dan motivasi menurun ketika kebutuhan pada area tersebut dipuaskan. Need memperbaharui diri dan meluas. Training yang baik adalah training yang memberikan kesempatan untuk memuaskan ketiga kategori need ini.

2. Process Theory Reinforcement Theory E.L Thorndike Law of Effect operant conditioning stimulus respon konsekuensi (+)/(-) perilaku yang akan datang

4 tipe konsekuensi (Skinner) : Positive Reinforcement Negative Reinforcement Punishment Extinction

Behaviour positively reinforcement Behavior punished reinforcement Behavior punishment Behavior punished (extinction)

reinforcement versus punishment punishment dapat menghilangkan perilaku yang tidak disukai didalam tempat kerja. Penguat positif dan negatif adalah alat-alat yang lebih baik untuk memotifasi khususnya mentraining karyawan Penguat negative dapat menyebabkan prilaku yang di inginkan menjadi penguat diri.

Dengan reinforcement orang melakukan sesuatu tidak selalu membutuhkan adanya prilaku yang diinginkan untuk di ukur. Penguat positif dan negative lebih baik daripada hukuman sebagai strategi untuk motivasi belajar dan perubahan prilaku dan digunakan dalam kombinasi.

Teori reinforcement mensugesti beberapa training tidak hanya tentang KSAs untuk dipelajari tetapi juga tentang konsekwensi yang diambil untuk mengikuti : Proses belajar Cara lama untuk melakukan pekerjaan Cara baru untuk melakukan pekerjaan

EXPECTANCY THEORY Teori mengatakan bahwa motifasi seseorang dapat dijelaskan antara tiga elemen konseptual : 1. Level harapan sukses seseorang 2. kepercayaan seseorang tentang apa hasil yang akan dia dapat jika dia sukses 3. perasaan individu tentang variasi hasil bernilai positif atau negative dan sebuah nilai subjektif disebut sebagai valensinya.

Ketika situasi mengijinkan tindakan yang berbeda salah satu dengan level motifasi paling tinggi dipilih, level motifasi tindakan dapt dikalkulasikansecara matematika dengan formula berikut. Effort = Expectancy 1 i x ij (expectansi 2 ij x Valence ij ) ij ij

SELF EFFICACY AND MOTIVATION self efficacy kepercayaan dapat dan akan menghasilkan kesuksesan. Beberapa faktor dikombinasikan untuk menilai kemampuan karyawan agar menjadi sukses : Prior experience Behavioral model Others feedback Physical and emotional state

UNDERSTANDING LEARNING Definisi Learning behavioris kognitif Berikut ini adalah implikasi teori learning dari cognitive dan behaviorist :

Masalah Peran Learner Peran instruktur Isi training Motivasi learner Suasana training Tujuan instruksional Cognitive App Aktif, self directed, self evaluating Fasilitator, koordinator, dan presenter Berorientasi pada masalah atau tujuan Lebih kepada motivasi internal Relax, trustfull, respectfull, collaborative Dikembangakn secara kolaborasi Behaviorist App Pasif, tergantung Director, monitor, evaluator Berorientasi pada subjek Lebih termotivasi scr ekternal Formal, otoritas, judgemental, kompetitif Dikembangkan oleh instruktur Aktivitas instruksional Interaktif, grup, orientasi proyek, experiential Directive, individual subject oriented

Integrasi Pendekatan Kognitif dan Behavioral Baik pendekatan kognitif maupun behaviorist menyediakan insight terhadap proses learning dan menyediakan peralatan praktis untuk meningkatkan training yang efektif. Learning tidak tergantung kepada perilaku.

DUA TEORI INTEGRATIF LEARNING 1. pendekatan Gagne Tipe 1 : Signal Learning Tipe 2 : Stimulus - Response Learning Tipe 3 : Shaping and Chaining Tipe 4: Verbal Association Learning Tipe 5: Multiple Discrimination Learning Tipe 6: Concept Learning Tipe 7 : Principle Learning Tipe 8 : Problem Solving

Motivasi Attention Retention 2. Social Learning Theory Behavioral reproduction

RELATING INSTRUCTION TO LEARNING Gagne dkk instruksi yang efektif sejumlah kejadian eksternal kepada para pelajar memfasilitasi proses internal dalam belajar Gagne dkk micro theory of instructional design (9 tahap yang diikutsertakan dalam pengembangan pelatihan

Instructional event Membangun perhatian Informasikan tujuan pada trainee Stimulasi recall pengetahuan Menujukkan material Sediakan bimbingan belajar Memperoleh performance What it does gets trainee Fokus pada trainer Mulai fokus pada tujuan Mengulang pelajaran utama dalam memori Menerima secara selektif bagian penting dari training Mempertimbangkan bagaimana materi baru cocok dengan skema secara keseluruhan, dan tentukan kenyamanan dalam mengulang Mempraktekkan Menyediakan feedback Mengukur performance Pertinggi ingatan dan transfer Menujukkaqn secara efektif dengan memperkuat respon yang benar dan mengukur ketika tdk benar Menekan sejumlah masalah yg mirip untuk menentukan pemahaman konsep Melakukan scr lbh kompleks dan cnth bervariasi dari konsep dan mengukur kesuksesan

Mengapa Mereka Menolak dan Apa Yang Dapat Saya Lakukan Mengenai Hal Tersebut? Trainee yang lebih tua atau yang berpendidikan menunjukkan sikap bertahan/menolak.

Motivasi Belajar Perubahan menciptakan kecemasan, pada alasan- alasan berikut: Ketakutan untuk tidak mengetahui Ketakutan untuk tidak kompeten Ketakutan untuk kehilangan reward Ketakutan untuk kehilangan pengaruh Kehilangan investasi Dalam istilah Piged Proses akomodasi Proses assimilasi

Group Dynamics Alasan lain bagi trainee untuk menolak cara baru berhubungan dengan group dynamics dan pengaruhnya pada motivasi. Group dynamics adalah dorongan yang sangat kuat yang secara drastis dapat menghalangi belajar dan mentransfer skill baru. Group dynamics mendukung performa yang tinggi.

Training that Motivates Adults to Learn Training Relavance, Value, and Readiness to Learn Allowing Trainees Control Over Their Learning Involving Trainees In The Process

Individual Differences Related to Learning Profesional-profesional training mempertimbangkan 9 prinsip di bawah ini dalam mengembangkan program training : Mengidentifikasikan tipe kekuatan belajar individu dan permasalahannya serta menyesuaikan training disekitar mereka. Meluruskan objek pelajaran untuk tujuan organisasi. Menjelaskan defenisi tujuan, program dan keobjektifan pada saat memulainya. Secara aktif menarik hati trainee, memaksimalkan perhatian, harapan, dan memori

Cont Menggunakan suatu system, secara logika menghubungkan rangkaian dari aktivitas belajar sehingga trainee yang memiliki level yang rendah pada pelajaran sebelumnya pindak ke level yang lebih tinggi. Menggunakan metode training yang bervariasi Menggunakan realitas kerja atau materi training yang relevan dengan kehidupan Membolehkan trainee untuk bekerja sama dan membagi pengalaman Memberikan feedback dan reinforcement secara konstan bukan mendorong self-assessment

Training That Motivates to Learn Training relevance, value, and readiness to learn. Penelitian: 2-3 dr episode bljr yg berhbgan dgn pekerjaan

Allowing trainees control over their learning Trainee menjalani training dgn perkmbagan kognitif map yg baik yg mencerminkan pengalaman mrk Trainee menerima intruksi bgmn melakukan sekumpulan keterampilan yg menunjukkan perbaikan performance pd akhir training tp tentu keterampilan yg mrk miliki di gunakan utk situasi yg sama

Involving trainees in the process Training shrsnya memasukkan laporan motivasi & proses kognitif yg mempengaruhi persiapan dan kamauan trainee utk bljr

Individual Differences Related to Learning Proses bljr utk ind yg memliki kemampuan yg rendah dan kemampuan yg tinggi Perbedaan dlm karakteristik bljr memilki Perbedaan dlm karakteristik bljr memilki konsekuensi yg penting utk training