MODUL ERP (II) JURUSAN TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
Manajemen Material Pre Purchasing : mendukung siklus penawaran (tender), pengelolaan kontrak dan tingkat penerimaan pelayanan. Purchasing : mendukung penuh proses pembelian material yang diintegrasikan dengan akuntansi biaya, dan dihubungkan dengan sistem MRP Vendor Evaluation : melakukan evaluasi vendor berdasarkan kriteria evaluasi tertentu untuk optimasi proses pengadaan barang dan jasa, dapat juga digunakan untuk mengidentifikasi masalah pengadaan yang mungkin timbul dari data masa lalu Inventory Management : pengelolaan persediaan meliputi monitoring terhadap perubahan stok, nilai stok, baik yang ada di gudang, masih dalam pemesanan maupun yang akan datang Invoice Verification and Material Inspection : menghubungkan material management dengan akuntansi keuangan, terkait dengan nilai barang yang datang dan besarnya pembayaran yang harus dilakukan dengan kondisisi yang ada.
Sumber Daya Manusia Personal management : meliputi data-data kepegawaian, administrasi karyawan, penerimaan karyawan baru, perjalanan dinas, pensiun dll Organizational management : meliputi struktur organisasi, alokasi karyawan, deskripsi pekerjaan, skenario perencanaan Payroll accounting : pengelolaan penggajian, kemampuan multi currency Time management : perencanaan shift kerja, jadwal kerja, presensi kehadiran, lembur Personal development : perencanaan jenjang karir, perbandingan profil, penilaian kualifikasi dan kompetensi, kebutuhan pelatihan, paket-paket penngkatan kemampuan karyawan
Produksi Material and Capacity Planning : penentuan make atau buy, prediksi penjualan dan permintaan, simulasi alternatif rencana, dilengkapi electronic planning board untuk menggambarkan perubahan pemanfaatan sumber daya Shop Floor Control : untuk memonitor dan menjaga kapabilitas lantai produksi untuk menjamin order dapat selesai pada waktung Quality Management : mendukung penjaminan mutu produk berdasarkan standar tertentu, berkaitan dengan pelaksanaan produksi dimulai sejak kedatangan material, penjaminan kualitas SDM, kualitas alat, kualitas proses, kualitas lingkungan kerja dan kualitas produk yang dihasilkan
Produksi Just in time/repetitive manufacturing : mendukung implementasi JIT pada proses produksi Cost Management : digunakan untuk menentukan metode2 pembiayaan dan standar biaya yang dipakai, misal metode FIFO, LIFO atau penentuan perkiraan biaya mesin, karyawan, lembur. Dan beberapa sistem mendukung Activity Based Costing (pembiayaan berbasis aktivitas) Engineering data management : untuk mendukung percepatan pengiriman data, mengurangi kesalahan dan meningkatkan produktivitas desain dengan mengintegrasikan informasi desain (CAD) ke produksi
Produksi Engineering change control : digunakan untuk mengendalikan perubahan-perubahan pada order engineering secara efektif Configuration management : menyediakan kemampuan analisis kelayakan produksi secara dinamis berdasarkan knowledge base dari sales dan bagian produksi Serialization / lot control : optimisasi ukuran lot pada tiap-tiap aktivitas produksi, sejak dari pemesanan barang ke pemasok maupun proses pengiriman ke stasiun kerja dalam lantai produksi Tooling : merupakan perluasan dari sistem inventory yang khusus menangani pengadaan dan pemanfaatan tools berdasarkan pemakaian yang dilakukan
Penjualan... Master Data Management : mencatat informasi yang berkaitan dengan produk yang dihasilkan dan komponen2 terkait Order Management Sales order management : meliputi pengelolaan penjualan secara komprehensif terkait dengan penawaran, pemesanan, kontrak, harga, diskon, waktu, pengiriman dan sebagainya Purchase order management : meliputi penawaran kebutuhan material ke pemasok, pemesanan ke pemasok (purchase order), dan jadwal pengiriman yang dikehendaki Billing : sistem pembayaran yang meliputi penagihan hingga pembayaran terkait dengan order yang dibuat
Penjualan Pricing : penentuan harga produk serta kebijakan terkait (diskon, promo dsb) Sales support : terkait dengan layanan penjualan dan layanan purna jual Foreign Trade : untuk mendukung transaksi antar negara dan dengan perhitungan beberapa mata uang
Warehouse Management Distribusi Inventory planning : meliputi perencanaan perpindahan inventory yang mempertimbangkan safety stock, reorder point, lead time, kapasistas gudang dsb. Inventory handling : pengelolaan perpindahan inventory, terkait alat yang dibutuhkan, lokasi perpindahan dsb Intelligent location assignment : mengetahui lokasi inventory secara otomatis berdasarkan kriteria tertentu misalkan pembatas ukuran, ketersediaan lokasi, kriteria packaging Inventory reporting : memonitor inventory terutama untuk lokasi yang berbeda untuk bisa direncanakan pengiriman Inventory analysis : untuk menganalisis informasi yang dihasilkan dari aktivitas warehousing, juga untuk mendukung prediksi inventory, penilaian inventory dsb
Distribusi Lot control : untuk melakukan pelacakan dan penelusuran lot, sehingga dimungkinkan untuk mengetahui material yang dipakai untuk menghasilkan produk yang telah terkirim Distribution data collection : menyediakan pengumpulan data yang sifatnya paperless misalkan dengan bar-code atau teknologi RFID untuk memungkinkan monitoring secara real time Shipping : memonitor, merencanakan, melaksanakan dan melaporkan aktivitas pengiriman produk yang meliputi : monitoring order dan tanggal pesan dan kirim, pengemasan, pengiriman Transportation : perencanaan dan pelaksanaan kebutuhan transportasi baik di dalam maupun di luar perusahaan
Pemeliharaan Sarana Produksi Preventive Maintenance Control : menyediakan perencanaan, penjadwalan, inspeksi dan penggantian komponen secara terjadwal Equipment Tracking : menyediakan informasi alokasi peralatan dan utilisasi peralatan Component Tracking : penelusuran komponen untuk mengetahui kemungkinan penggantian terkait dengan garansi dan kebutuhan jasa terkait Plant Maintenance Calibration Tracking : mendukung pelaksanaan kalibrasi peralatan yang ada Plant Maintenance Warranty Claim : sistem informasi garansi peralatan secara detail untuk setiap peralatan yang dimiliki
Manajemen Kualitas Quality Planning : pembuatan rencana pengendalian kualitas dan inspeksi berdasarkan standar tertentu (misal ISO) Quality Inspection : pelaksanaan inspeksi yang meliputi rencana inspeksi, pelaksanaan inspeksi dan pencatatan Quality Control : menentukan sampel secara dinamis berdasarkan tingkat kualitas sebelumnya, menganalisis nilai kualitas, dan memberikan respon terhadap masalah kualitas yang terjadi Computer Integrated Quality Management (CIQM) : mengintegrasikan pengendalian kualitas sejak dari material management, production hingga sales and distribution
Keuangan (Finance) Akuntansi Keuangan (Financial Accounting) : menyediakan kendali atas seluruh informasi keuangan perusahaan penelurusan transaksi dari hulu ke hilir, kesesuaian dengan standar dsb. General Ledger (GL) : mencatat seluruh transaksi yang terjadi di perusahaan, termasuk pembelian, penggajian, penjualan dsb Account Receivable (AR) : penerimaan pembayaran yang belum diterima, biasanya terintegrasi dengan bagian penjualan dan distribusi Account Payable (AP) : pengeluaran pembayaran yang belum dibayarkan, diintegrasikan dengan manajemen material Asset Accounting : pengelolaan nilai kekayaan, merupakan sub ledger dari GL untuk aset, sering diintegrasikan dengan modul plant maintenance Legal Consolidation : pernyataan keuangan terutama untuk neraca dan laporan laba rugi, dapat disajikan dari beberapa sudut pandang
Controlling Keuangan (Finance) Overhead cost controlling : pengendalian biaya tak langsung (overhead cost) perusahaan Cost Center controlling : menganalisis adanya overhead dalam perusahaan Overhead order : menganalisis kelayakan biaya berdasarkan standar internal Activity Based Costing : untuk menentukan besaran biaya dan pengendalian biaya pada tiap unit dan aktivitas Product cost controlling : untuk menentukan biaya yang timbul akibat pembuatan sebuah produk atau jasa tententu Cost object controlling : membantu memonitor order di bagian produksi, terintegrasi dengan bagian logistik Profitability Analysis: untuk membantu menentukan sumber- sumber pendapatan dan pengeluaran, untuk pengambilan keputusan
Investment Management Keuangan (Finance) Investment planning : perencanaan investasi untuk keperluan proyek atau order tertentu Budgeting : penentuan anggaran detail dari tiap investasi yang direncanakan Controlling : memonitor pemanfaatan anggaran pada tiap investasi yang dilakukan. Treasury : Efisiensi pengelolaan dana untuk jangka pendek, menengah dan panjang dan antisipasi resiko Cash Management: menganalisis transaksi keuangan pada periode tertentu, meliputi cash holding, inflow dan outflow Treasury Management : pengelolaan posisi dan perjanjian keuangan sejak penjualan hingga sampai ke bag akuntansi Market Risk Management: terkait koleksi data pasar untuk evaluasi keuangan perusahaan Fund Management : mendukung pengelolaan proses pendanaan mulai dari anggaran hingga pembayaran, termasuk memonitor pengeluaran dan pendapatan
Keuangan (Finance) Enterprise Controlling : mendukung terhadap keseluruhan perusahaan pengendalian Executive Information System : menyediakan semua informasi yang terkait dengan pengelolaan organisasi, diintegrasikan dengan data-data dari luar sistem. Data dapat disajikan secara dill-downdown (data global dapat ditelusuri ke data rinci), dan ditampilkan baik dalam teks maupun grafis Business planning and budgeting : menyediakan informasi yang berkaitan dengan perencanaan unit bisnis perusahaan ke depan Profit center accounting : digunakan untuk menganalisis keuntungan pada area bisnis tertentu (akan dikenal istilah profit center)
The End