BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

dokumen-dokumen yang mirip
TUGAS AKHIR. Diajukan guna melengkapi sebagian syarat Dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun Oleh :

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENERAPAN METODE ANP DALAM MELAKUKAN PENILAIAN KINERJA KEPALA BAGIAN PRODUKSI (STUDI KASUS : PT. MAS PUTIH BELITUNG)

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

Ususlan Pemilihan Supplier Bahan Baku PVC Ballon di CV MD Sport Dengan Metode Analytical Network Process

BAB 3 PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

MATERI PRAKTIKUM. Praktikum 2 Analytical Network Process (ANP)

DECISION SUPPORT DALAM PEMILIHAN STAF TERBAIK DENGAN METODE ANP

III. METODE PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

DECISION SUPPORT DALAM PEMILIHAN STAF TERBAIK DENGAN METODE ANP

Seminar Nasional IENACO 2015 ISSN: USULAN PENILAIAN PROMOSI JABATAN DENGAN METODE ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP) DAN RATING SCALE DI PT.

Saaty, T. L. and Vargas, L. G. (2006). Decision Making With The Analytic Network Process: Economic, Political, Social and Technological Applications

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy AHP. Adapun tahapan penelitian adalah sebagai berikut

LAMPIRAN 1. KUESIONER PENELITIAN

EVALUASI KINERJA SUPPLIER DENGAN INTEGRASI METODE DEMATEL, ANP DAN TOPSIS (STUDI KASUS: PT. XYZ)

PENILAIAN KINERJA DOSEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE AHP (STUDI KASUS : DI STMIK POTENSI UTAMA MEDAN)

Penggunaan Metode Analytic Network Process (ANP) dalam Pemilihan Supplier Bahan Baku Kertas pada PT Mangle Panglipur

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. artian yang lebih spesifik yakni pihak ketiga dalam supply chain istilah dalam

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP) SEBAGAI METODE PENENTUAN PRIORITAS PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK

Usulan Pemilihan Supplier Bahan Baku Dinier pada CV Idola Indonesia dengan Menggunakan Metode Analytic Network Process (ANP)

repository.unisba.ac.id DAFTAR ISI ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...

Penelitian Bidang Komputer Sains dan Pendidikan Informatika V3.i1(1-7)

BAB 3 METODE PENELITIAN

Pengertian Metode AHP

KUESIONER PENELITIAN

Sistem Penunjang Keputusan Penetapan Dosen Pembimbing dan Penguji Skipsi Dengan Menggunakan Metode AHP

KUESIONER PEMILIHAN SUBKRITERIA PENGUKURAN KINERJA SUPPLIER

PEMILIHAN ALTERNATIF PENYEDIAAN BBK DI PT X DENGAN METODE ANP (ANALYTIC NETWORK PROCESS)-BOCR (BENEFIT, OPPORTUNITY, COST DAN RISK)

BAB III ANP DAN TOPSIS

IMPLEMENTASI ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP) DALAM SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN KARYAWAN

BAB II LANDASAN TEORI

PENENTUAN BONUS PADA KARYAWAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS (STUDI KASUS: PT.ASAHIMAS FLAT GLASS,TBK JAKARTA)

ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER PADA KOMPONEN LAMP CORD ASSY UNTUK SPEEDOMETER HONDA BLADE DI PT. INDONESIA NIPPON SEIKI

PEMILIHAN SUPPLIER MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP) DI PT. HARVITA TISI MULIA SEMARANG

PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU BENANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP) (STUDI KASUS HOME INDUSTRY NEDY)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pengelolaan pengadaan paprika, yaitu pelaku-pelaku dalam pengadaan paprika,

PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGI PEMASARAN MENGGUNAKAN METODE ANP DAN FUZZY TOPSIS (Studi Kasus: PT X Mojokerto)

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Pemilihan Supplier Menggunakan Metode Fuzzy Analytic Network Process (FANP) pada PT Putra Gunung Kidul

3.2 Objek Penelitian Pengumpulan Data Metode Pengumpulan Data Data yang dibutuhkan

PEMILIHAN VENDOR EKSPEDISI PT. ASIA CAKRA CERIA PLASTIK DI PULAU JAWA DENGAN MODEL ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP)

PEMILIHAN PEMASOK COOPER ROD MENGGUNAKAN METODE ANP (Studi Kasus : PT. Olex Cables Indonesia (OLEXINDO))

Analisis Hirarki Proses Vendor Pengembang System Informasi. STIE Indonesia

BAB II LANDASAN TEORI. pengambilan keputusan baik yang maha penting maupun yang sepele.

PENERAPAN METODE ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP) PADA PEMILIHAN WISATA PANTAI UNTUK DIKEMBANGKAN DI GUNUNG KIDUL

ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP)

PEMILIHAN SUPPLIER ALUMINIUM OLEH MAIN KONTRAKTOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

PEMILIHAN KONTRAKTOR DI PROYEK KONSTRUKSI PT. X DENGAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS

ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Bupati/Walikota), Provinsi (Kantor Gubernur), dan Nasional (Istana Negara). Pengibar Bendera Pusaka dengan baik (Reza, 2014).

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. perusahaan yang dijadikan objek penelitian yaitu CV Bintang Prima Perkasa.

Analytic Hierarchy Process

Jurnal Teknik Sipil, Vol. V, No. 2, September 2016

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Konsep dan Variabel Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif

Sistem Pengukuran Kinerja Sumber Daya Manusia Mengunakan Metode ANP-TOPSIS

Merupakan halaman untuk membuat pengajuan penawaran berdasarkan in

IMPLEMENTASI METODE ANALYTICAL NETWORK PROCESS UNTUK MEMBANGUN APLIKASI EXECUTIVE SUPPORT SYSTEM PADA PERUSAHAAN KONSULTAN IT. Ngurah Agus Sanjaya ER

PENENTUAN KUALITAS KAYU UNTUK KERAJINAN MEUBEL DENGAN METODE AHP

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB II LANDASAN TEORI

KUSIONER PAIRWAISE COMPARISON PT. SUSHANTCO INDONESIA

BAB III METODOLOGI Tahapan Penelitian Mengidentisifikasikan Masalah Dalam Perusahaan

EVALUASI PERFORMA SUPPLIER DENGAN METODA FUZZY AHP PADA LAYANAN CATERING DI PT GARUDA INDONESIA TESIS

BAB III METODE FUZZY ANP DAN TOPSIS

BAB IV HASIL DAN BAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini adalah Pamella Swalayan 1. Jl. Kusumanegara

ANALISIS SISTEM PEMBAYARAN PERKULIAHAN DI UKRIDA MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

PENENTUAN SUSU BAYI TERBAIK DENGAN AHP

BAB 2 LANDASAN TEORI

MATERI PRAKTIKUM. Praktikum 1 Analytic Hierarchy Proses (AHP)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENJURUSAN SMA MENGGUNAKAN METODE AHP

BAB II LANDASAN TEORI

PEMILIHAN STRATEGI PEMASARAN MENGGUNAKAN METODE ANP DAN FUZZY TOPSIS

ANALISIS DATA Metode Pembobotan AHP

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

MODEL ANALYTICAL NETWORK PROCESS UNTUK PEMILIHAN TEKNOLOGI DATA CENTER (STUDI KASUS PPID-DISPENDIK JATIM)

KARINA MURYASTUTI I

Evaluasi Kinerja Supplier Bahan Baku Menggunakan Metode Fuzzy Analytic Hierarchy Process (Studi Kasus di PT. Inti Luhur Fuja Abadi)

BAB II LANDASAN TEORI

PENERAPAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP) UNTUK PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU PADA CV TX

Pendidikan Responden

MancalaAHP: Game Tradisional Mancala Berbasis Analytic Hierarchy Process

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kebijakan Proses Hirarki Analitik. Teknik analisis yang digunakan adalah

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Deskripsi Permasalahan 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan Penelitian

Transkripsi:

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Pengumpulan Data Melalui wawancara dan pengamatan secara langsung dengan pihak terkait dalam hal pengambilan keputusan, peneliti melakukan pengamatan langsung di-tiga fabricator yang telah dijadikan alternative yaitu PT.GMI, PT.BMT, PT.MF, agar pengamatan focus maka peneiliti berpedoman pada kriteria dan subkriteria yang diperoleh dari wawancara. 4.1.1 Kriteria dan Subkriteria dari Wawancara Dari masing-masing criteria yang telah ditentukan didapatkan juga subkriteria yang cukup mendukung criteria tersebut. Berikut ini adalah beberapa kriteria dan subkriteria dalam hal pemilihan fabricator : 1. Kriteria Standard (S) a) Standar Material (S1) Fabrikator harus mempunyai pengetahuan tentang standar material untuk piping. b) Standar Tenaga Kerja (S2) Fabrikator harus mempunyai tenaga kerja yang kompeten dan sesuai standar dalam bidang migas 45

46 c) Standar Fasilitas (S3) Fabrikator harus mempunyai fasilitas-fasilitas yang standar untuk proses fabrikasi d) Standar Keselamatan Kerja (S4) Fabricator harus mempunyai standar keselamatan kerja untuk lingkungan dan karyawannya e) Procedure Pengetesan (S5) Fabrikator harus mempunyai pengetahuan dan prosedur untuk pengetesan pipa. 2. Kriteria Harga (H) a) Respon dalam Memberikan Penawaran Harga (H1) Kecepatan fabricator dalam merespon permintaan penawaran harga. b) Kelengkapan Dokumen Penawaran Harga (H2) Breakdown scope pekerjaan yang ditawarkan dalam dokumen penawaran harga. 3. Kriteria Quality (Q) a) Penyediaan Material (Q1) Fabrikator mampu menyediakan material yang sesuai dengan vendor list customer b) Proses Fabrikasi (Q2) Fabrikator mampu menjaga kualitas proses fabrikasi sehingga menghasilkan produk standar

47 c) Pengujian FAT (Q3) Fabrikator harus mampu menghasilkan produk yang lulus dalam pengetesan standar d) Kemudahan untuk dihubungi (Q4) Kemampuan supplier dalam hal kemudahan untuk dihubungi. 4. Kriteria Pengiriman (P) a) Tepat Waktu (P1) Fabrikator harus dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sesuai dengan jadual yang sudah ditetapkan bersama. b) Standar Pengepakan (P2) Fabrikator harus mempunyai pengetahuan dan procedure untuk pengepakan dan pengangkutan pipa dan skid. 4.1.2 Alternatif pengamatan Langsung Alternatif yang diperoleh untuk pemilihan fabricator adalah sebagai berikut : 1. PT. BMT (F1) 2. PT. GMI (F2) 3. PT. MF (F3) 4.2 Pengolahan Data Dari hasil wawancara kuisioner maka langsung dituangkan dalam pola keterkaitan antar kriteria kriteria, maupun dengan subkriteria lalu dilanjutkan dengan penggunaan sotfware Super Decisions.

48 4.2.1 Pola Identifikasi Unsur-unsur Terkait Pola keterkaitan hubungan ini bertujuan untuk menjelaskan keterkaitan antar elemen baik berupa inner dependence (keterkaitan dalam elemen) ataupun outer dependence (Keterkaitan antar elemen). Hubungan ini diperoleh melalui hasil wawancara dan hasil pengisian kuesioner penelitian hubungan keterkaitan antara elemen-elemen yang terkait dalam pemilihan fabrikator yang diisi oleh Manager Engineering. 1. Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Standar Material (S1) Gambar 4.1 Pola Keterkaitan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Standar Material (S1)

49 2. Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Standar Tenaga Kerja (S2) `Gambar 4.2 Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Standar Tenaga Kerja (S2) 3. Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Standar Fasilitas (S3) Gambar 4.3 Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Standar Standar Fasilitas (S3)

50 4. Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Standar K3 (S4) Gambar 4.4 Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Standar K3 (S4) 5. Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Standar Pengetesan (S5) Gambar 4.5 Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Standar Proc.Pengetesan (S5)

51 6. Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Respon Dalam Memberikan Penawaran Harga (H1) Gambar 4.6 Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Penawaran Harga (H1) 7. Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Kelengkapan Dokumen Penawaran Harga (H2) Gambar 4.7 Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Kelengkapan Dokumen Penawaran (H2)

52 8. Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Penyediaan Material (Q1) Gambar 4.8 Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Penyediaan Mat'l (Q1) 9. Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Proses Fabrikasi (Q2) Gambar 4.9 Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Proses Fabrikasi (Q2)

53 10. Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Lulus Standar Pengetesan (Q3) Gambar 4.10 Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Proses Lulus Standar Pengetesan FAT (Q3) 11. Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Kemudahan Update Progress (Q4) Gambar 4.11 Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Proses Kemudahan Update Progress (Q4)

54 12. Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Tepat Waktu (P1) Gambar 4.12 Pola Keterkaitan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Tepat Waktu (P1) 13. Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Standar Pengepakan (P2) Gambar 4.13 Pola Keterkaitan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Penegepakan (P2)

55 4.2.2 Struktur Keterkaitan ANP Struktur keterkaitan ANP terdiri dari kriteria yang didalamnya terdapat subkriteria dan alternatif-alternatif. Struktur keterkaitan ANP ini memiliki hubungan keterkaitan antar kriteria, subkriteria dan masing-masing alternatif baik inner dependence atau outer dependence. Struktur keterkaitan ANP ini merupakan rangkuman dari semua identifikasi dari semua elemen-elemen yang berkaitan. Struktur keterkaitan ini dipakai sebagai pola dasar dalam memasukkan pola keterkaitan dengan memakai software Super Decisions. Berikut dibawah ini gambar 4.14 adalah gambar Struktur Keterkaitan ANP. STANDAR (S) Standar Material (S1) Standar Tenaga Kerja (S2) Standar Fasilitas (S3) Standar Keselamatan Kerja (S4) Standar Pengetesan (S5) Harga (H) Respon dalam Memberikan Penawaran Harga (H1) Kelengkapan Dokumen Penawaran Harga (H2) Final Harga (H3) Quality (Q) Penyediaan Mat'l (Q1) Proses Fabrikasi (Q2) Lulus Standar Pengetesan (Q3) FABRIKATOR PT. TCM (F1) PT. Elpucika (F2) PT. MUPM Pengiriman (P) Tepat Waktu (P1) Standar Pengepakan (P2) Gambar 4.14 Struktur Keterkaitan ANP

56 4.2.3 Penggunaan Superdecisions dalam Pengolahan Data a. Pembobotan, Pengujian, Konsistensi dan Penentuan Hasil Prioritas Pembobotan terhadap kriteria, subkriteria dan alternatif dilakukan dengan membuat hasil perbandingan berpasangan yang diperoleh dari kuesioner. Hasil kuesioner tersebut kemudian disusun dalam suatu matriks perbandingan berpasangan (pairwise comparison) yang dilanjutkan dengan membuat supermatriks untuk menentukan hasil prioritas. Pembobotan terhadap kriteria, subkriteria, alternatif, cluster, dan pembuatan supermatriks menggunakan software Super Decisions 1.6.0 dengan tahapan sebagai berikut : 1. Membuat node comparison Kliki Design, pilih Node Comparison Pilih salah satu cluster yang akan dilakukan perbandingan berpasangan terhadap (with respect to) salah satu parent node dengan menggunakan panah ke kiri dan ke kanan, kemudian klik Do Comparison Pilih salah satu cara pengimputan nilai perbandingan berpasangan dengan Questionnaire, Matrix, Verbal, atau Grapich. Isi penilaian perbandingan berpasangan antar node dalan cluster tersebut teradap parent node Untuk melihat hasil bobot vector dan rasio inkonsistensi perbandingan berpasangan tersebut, klik Show new priorities Ulangi ketiga langkah diatas untuk keseluruhan node comparison yang terjadi dalam model tersebut. 2. Membuat cluster comparasion Klik Design, pilih Cluster Comparison Pilih salah satu cluster yang akan dijadikan parent cluster dengan menggunakan panah ke kiri dan ke kanan, kemudian klik Do Comparison Pilih salah satu cara penginputan nilai perbandingan berpasangan yaitu Questionaire, Matrix, Verbal, atau Graphic

57 Isi penilaian perbandingan berpasangan antar cluster terhadap parent cluster tersebut untuk melihat hasil bobot vector dan resio inkonsistensi perbandingan berpasangan tersebut, klik Show new priorities Ulangi ketiga langkah diatas, untuk keseluruhan cluster comparison yang terjadi dalan model tersebut. b. Nilai Bobot dan Pengujian Konsistensi antar Subkriteria dengan Alternatif Dari perhitungan dengan menggunakan software super decisions didapat data nilai bobot antar alternatif yang dipilh dengan subkriteria yang saling berpengaruh sebagai berikut : Tabel 4.1 Bobot alternatif terhadap subkriteria standar Alt. Fabc BOBOT S.Material S.Tg. Kerj S.Fas S.K3 S.Prcd GMI 0,40000 0,225537 0,10000 0,725848 0,088983 BMT 0,20000 0,100652 0,30000 0,102034 0,323316 MF 0,40000 0,673811 0,60000 0,172118 0,587631 JUMLAH 1 1 1 1 1 CR 0.0000 0,0824 0,0000 0,0279 0,0088 Tabel 4.2 Bobot alternatif terhadap subkriteria harga Alt. Fabc BOBOT Penawaran Kelengkapan Doc GMI 0,108525 0,333069 BMT 0,344544 0,097390 MF 0,546931 0,569541 JUMLAH 1 1 CR 0,0516 0,0237

58 Tabel 4.3 Bobot alternatif terhadap subkriteria quality BOBOT Peny. Update Process.Fab Pengujian.Fat Material Progress GMI 0,4330650 0,352189 0,416117 0,121957 BMT 0,100499 0,088746 0,126007 0,319618 MF 0,466437 0,559065 0,457875 0,558425 JUMLAH 1 1 1 1 CR 0,0033 0,0516 0,0064 0,0176 Tabel 4.4 Bobot alternatif terhadap subkriteria pengiriman BOBOT Pengepakan Tepat Waktu GMI 0,259927 0,195800 BMT 0,195800 0,493386 MF 0,327476 0,310814 JUMLAH 1 1 CR 0,2090 0,0516

59 c. Nilai Bobot dan Pengujian Konsistensi antar Subkriteria dengan Subkriteria yang Berhubungan untuk Penentuan Pemilihan Fabrikator Dari perhitungan dengan menggunakan software super decisions didapat data nilai bobot antar subkriteria yang saling berpengaruh sebagai berikut : Tabel 4.5 Bobot antar subkriteria pada subkriteria standar S.Material S.Tg. Kerj S.Fas BOBOT JML CR BOBOT JML CR BOBOT JML CR Peny. Material 0,400000 1 0 Process.Fab 0,400000 0,547216 0,280892 Pengujian.Fat 0,200000 0263037 1 0,1304 0,463919 Update Progress 0,189711 0.255189 S.Fas S.Material S. Tg. Kerj 0,289417 S.K3 0,331314 S.Prcd 0,379269 Penawaran 0,33333 Keleng.Doc 0,666667 1 0 1 1,8364 1 0,9638 Tabel 4.6 Bobot antar subkriteria pada subkriteria standar (lanjutan) Peny. Material Process.Fab S.K3 S.Prcd BOBOT JUMLAH CR BOBOT JUMLAH CR 0,33333 0 Pengujian.Fat 0,666667 Update Progress Pnawaran 0,666667 Keleng.Doc 0,33333 S. Tg. Kerj 0,493386 S.Fas 0,310814 S.Prcd 0,195800 1 0 1 0,0516 1 0

60 Tabel 4.7 Bobot antar subkriteria pada subkriteria pengiriman Penawaran BOBOT JUMLAH CR Pengujian.Fat 0,380172 1 0,6999 Peny. Material 0,289930 Process.Fab 0,330898 S.Fas 0,383490 S.Prcd 0,124777 S.Material 0,218543 S.Tg. Kerj 0,273191 1 0,0806 Tabel 4.8 Bobot antar subkriteria pada subkriteria quality Process.Fab BOBOT JUMLAH CR Pengepakan 0,2500 Tepat 1 0 waktu 0,7500 d. Nilai Bobot dan Pengujian Konsistensi antar Cluster dengan Subkriteria untuk Penentuan Pemelihan Fabrikator Dari perhitungan dengan menggunakan software super decisions didapat data nilai bobot antar cluster dengan subkriteria yang saling berpengaruh sebagai beikut : Tabel 4.9 Bobot antar cluster Standart Harga Quality Pengiriman Standart 0,215794 0,215794 0,221741 0,,221741 Harga 0,070670 0,070670 Quality 0,477496 0,477496 0,554380 0,554380 Pengiriman 0,141081 0,141081 0,126603 0,126603 Fabrikator 0,094959 0,094959 0,097276 0,097276 CR 0,0841 0.0841 0,0806 0,0806