Prof.Dr.A.Y.Andi Gani,MS GOVERNMENT ENTERPRENEURSHIP

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. pada perubahan di segala aspek. Mulai dari sistem pemerintahan, peraturan

STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DAERAH

: 1 (satu) kali tatap muka pelatihan selama 100 menit. : Untuk menanamkan pemahaman praja mengenai. Konsep Rencana Strategis Daerah.

MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK

AGENDA. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan perkembangan teori kewirausahaan dan konsep dasar kewirausahaan.

REINVENTING GOVERNMENT DAN PEMBERDAYAAN APARATUR PEMERINTAH DAERAH. Annisa Citra Fatikha 1

Manajemen Strategis. Novia Kencana, S.IP., MPA

JURNAL EKONOMI Volume 21, Nomor 4 Desember 2013 REINVENTING KELEMBAGAAN PEMERINTAH DAERAH YANG RAMPING DAN EFISIENSI. Zulkarnaini

BIROKRASI. Andhyka Muttaqin, S.AP, MPA

BAB I PENDAHULUAN. birokrasi dalam berbagai sektor demi tercapainya good government. Salah

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS ANDALAS

Perkembangan Sistem Anggaran Publik Anggaran Tradisional dan Anggaran New Public Management

PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI (STRUKTUR, KUALIFIKASI APARATUR, DAN REMUNERASI) Muryanto Amin 1

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

BAB 1 PENDAHULUAN. Berkembangnya isu di masyarakat yang menggambarkan kegagalan

BAB I PENDAHULUAN. Daerah, penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh daerah otonom sesuai dengan

MAKALAH AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK JENIS JENIS ANGGARAN SEKTOR PUBLIK

BAB 1 PENDAHULUAN. perkembangan pesat terhadap akses yang dapat dilakukan masyarakat untuk. masyarakat akan adanya suatu pengukuran kinerja.

SILABUS AP 416 KEWIRAUSAHAAN DAN PEMASARAN JASA PENDIDIKAN

04Pasca. Kewirausahaan, Etika Profesi dan Hukum Bisnis

BAB I PENDAHULUAN. diantaranya adalah Undang-Undang No.17 Tahun 2003 Tentang Keuangan

Program Studi Magister Akuntasi Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama. Tgl. Berlaku : Mei 2012 Versi/Revisi : 01/00

BAB 1 PENDAHULUAN. paradigma administrasi negara atas; (a) dikotomi politik administrasi, (b) paradigma

Kewirausahaan, Etika Profesi dan Hukum Bisnis

Implementasi E-Government Dalam Peningkatan Pelayanan Publik

KEBIJAKAN OTONOMI DALAM MANAJEMEN RUMAH SAKIT

UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DALAM ERA OTONOMI DAERAH

BAB I PENDAHULUAN. Reformasi membawa banyak perubahan dalam kehidupan berbangsa dan

DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA MALANG

Paradigma New Public Management Paradigma New Public Service

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

III. KERANGKA PENDEKATAN STUDI DAN HIPOTESIS

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia menganut asas desentralisasi yang memberikan kebebasan dan

BAB I PENDAHULUAN. daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Hal ini berarti

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. kontribusi penelitian, proses penelitian dan sistematika penelitian.

BAB I PENDAHULUAN. Akuntabilitas kinerja pemerintah merupakan salah satu isu yang terdapat dalam

STUDI KASUS MENGENAI DAMPAK PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BUDIDAYA JAMUR MERANG DI DESA PUSEURJAYA KECAMATAN TELUKJAMBE TIMUR KABUPATEN KARAWANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

RENCANA STRATEGIS BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI TAHUN BAB I PENDAHULUAN

reformasi yang didasarkan pada Ketetapan MPR Nomor/XV/MPR/1998 berarti pada ketetapan MPR Nomor XV/MPR/1998 menjadi dasar pelaksanaan

BAB I PENDAHULUAN. Negara Indonesia adalah Negara hukum yang berdasarkan Pancasila dan

BAB I. PENDAHULUAN. menjalankan tugas dan fungsinya sebagai penyelenggara administrasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS

I. PENDAHULUAN. Indonesia mengalami perubahan yang cukup besar sejalan runtuhnya rezim Orde

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah memberi peluang

Disarikan dari Forest, J. J.F & Altbach, P.G (ed) International Handbook of Higher Education. Dordrecht: Springer.

GUBERNUR SULAWESI BARAT

BAB I PENDAHULUAN. dari penganggaran tradisional menjadi penganggaran berbasis kinerja. Dengan

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan budaya manajemen baru (the new public management), atau

I. PENDAHULUAN. Akuntabilitas kinerja organisasi sektor publik, khususnya organisasi pemerintah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Organisasi sektor publik merupakan bagian dari sistem perekonomian negara

BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan yang didasarkan pada prinsip-prinsip good governance (Bappenas,

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN ENTREPRENEURSHIP PADA MAHASISWA UMS

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang

PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI DUKUNGAN REFORMASI BIROKRASI DI LINGKUNGAN PEMERINTAHAN PROVINSI SUMATERA BARAT Oleh : Busra, S.Kom, M.

BAB I PENDAHULUAN. Konsep New Public Management (NPM) yang telah diimplementasikan di berbagai

Strategi perencanaan pembangunan nasional by Firdawsyi nuzula

BAB I PENDAHULUAN. Otonomi daerah yang sedang bergulir merupakan bagian dari adanya

RENCANA STRATEGIS BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI TAHUN BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. unsur kekuatan daya saing bangsa, sumber daya manusia bahkan sebagai

.BAB 1 PENDAHULUAN. dari sistem pemerintahan yang bercorak sentralisasi mengarah kepada sistem

LAPORAN REVIEW SOP SEMESTER II 2016

ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR GOOD GOVERNANCE TERHADAP KUALITAS PELAYANAN BAGI WAJIB PAJAK (STUDI KASUS DI KPP PRATAMA JAKARTA PENJARINGAN) Oleh

BAB I PENDAHULUAN. penting bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Rumah sakit dituntut untuk

BAB I PENDAHULUAN. Anggaran sebagai salah satu alat bantu manajemen memegang peranan

Bab I. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

AKUNTANSI PEMERINTAHAN. Saiful Rahman Yuniarto, S.Sos, M.AB

BAB I PENDAHULUAN. daerah diharapkan mampu menciptakan kemandirian daerah dalam mengatur dan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dewasa ini semakin meningkat tuntutan masyarakat kepada pemerintah

BAB 1 PENDAHULUAN. yang akan datang berada pada situasi turbulen dan kompetitif. Hal ini

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016

BAB 1 PENDAHULUAN. program ataupun kegiatan. Sebelum melaksanakan kegiatan, harus ada

LIMA STRATEGI DALAM REINVENTING GOVERNMENT. Endang Wirjatmi-STIA LAN BANDUNG

MANAJEMEN MUTU DI SEKTOR PUBLIK

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Bergesernya paradigma manajemen pemerintahan dalam dua dekade terakhir yaitu dari

BAB I PENDAHULUAN. kompleksnya persoalan yang dihadapi Negara, maka terjadi pula. perkembangan di dalam penyelenggaraan pemerintahan yang ditandai

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah mempunyai peranan penting untuk menyediakan layanan publik yang

BAB I PENDAHULUAN. lapangan pekerjaan sehingga mengakibatkan sebagian orang tidak memiliki

AKUNTANSI PEMERINTAHAN ANGGARAN MAHSINA, SE., MSI

PENGUKURAN KINERJA SEKTOR PUBLIK

HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DAN KEPUASAN KERJA DENGAN KINERJA KARYAWAN DI DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA SURAKARTA

BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA SEMARANG

Pengertian Total Quality Management (TQM)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PELAYANAN PERMOHONAN DATA KEPENDUDUKAN

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat terhadap hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Kesadaran tersebut

Kekuasaan & Proses Pembuatan Kebijakan

BAB I PENDAHULUAN. maupun kinerja manajerial hingga kini masih menjadi issue yang menarik diteliti,

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999

Transkripsi:

Disampaikan pada TOT Dosen UB Selasa 4-12-2012 Prof.Dr.A.Y.Andi Gani,MS GOVERNMENT ENTERPRENEURSHIP 1

GOVERNMENT ENTERPRENEUR Entrepreneur adalah orang-orang yang bersedia mendukung dan menginvestasikan sumbersumber yang dimmilikinya seperti waktu, energy, raputasi, dana, untuk mendapatkan suatu posisi dan gain di masa dating yang sudah diantisipasi apakah itu berbentuk materi, manfaat atau kegunaan, atau dukungan J. Kingdon -

TOKOH GOVERNMENT ENTERPRENEUR ALI SADIKIN

TOKOH GOVERNMENT ENTERPRENEUR LEE KUAN YEW 李光耀

TOKOH GOVERNMENT ENTERPRENEUR Barrack Obama

REINVENTING GOVERNMENT David Osborne &Ted Gaebber (1992) Bukunya Reinventing Government artinya Mewirausahakan Birokrasi Pemerintah dengan seluruh jajarannya harus merubah orientasinya terhadap rakyat. Pemerintah harus mengarahkan,bahwa perlu ada persaingan kedalam pemberian layanan. Pemerintah harus membiayai hasil. Pemerintah harus berorientasi pelanggan bukan birokrasi.

MANAJEMEN ENTERPRENEURSHIP David osborne dan Ted Gaebler (1993) didalam buku Reiventing Government : Upaya untuk mentransformasikan enterpreneurial spirit, karena dalam masa dimana sumber daya publik semakin langka Pemerintah harus berubah dari bureaucratic model ke enterpreneurial model. Manajemen pemerintahan yang mengimplementasikan pemikiran NPM (New Publik Managemen) Pemerintah berorientasi pada jiwa dan semangat kewirausahaan.

REINVENTING GOVERNMENT TARGETNYA PEMERINTAH YANG BERSIH DAN BERWIBAWA. Pemerintah harus menghasilkan bukan membelanjakan. Pemerintah harus mencegah dari pada mengobati. Pemerintah harus berorientasi pasar dan mendongkrak perubahan melalui pasar. Targetnya RAKYAT harus memperoleh kepuasan dari segala sektor pelayanan pemerintah. Jika Rakyat Puas Pelayanan Pemerintah,maka rakyat akan tidak segan membayar pajak,retribusi,kontribusi,dll demi kepentingan pemerintahnya.

ENTREPRENEUR ( THOMAS W ZIMMERER, 1996) Entrepreneurship is the result of a disciplined,systematic process of applying creativity and innovations to need and opportunities in the marketplace Kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin,proses sistematis penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar

DAHULU. Kewirausahaan adalah urusan pengalaman langsung di lapangan. Kewirausahaan merupakan bakat bawaan sejak lahir (entrepreneurship are born not made). Kewirausahaan kesannya tidak dapat dipelajari dan diajarkan. SEKARANG. Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang dapat dipelajari dan diajarkanserta independen. Kewirausahaan tidak hanya bakat bawaan sejak lahir akan tetapi dapat dipelajari dan diajarkan.(entrepreneurship are not only born but also made) PERKEMBANGAN ILMU KEWIRAUSAHAAN.

Disampaikan pada TOT Dosen UB Selasa 4 Desember 2012 10 KUNCI BIROKRASI YANG SUKSES (REINVENTING GOVERNMENT- OSBORNE DAN GAEBLER) 1. Pemerintahan Katalis: Mengarahkan ketimbang mengayuh. Hal ini dimaksudkan bahwa pemerintah diibaratkan sebuah perahu, peran pemerintah bisa sebagai pengemudi yang mengarahkan jalannya perahu atau sebagai pendayung yang mengayuh untuk membuat perahu bergerak. 2. Pemerintahan milik masyarakat: Lebih baik memberikan kewenangan pada masyarakat untuk melayani sendiri dari pada pemerintah sendiri yang memberikan pelayanan. 3. Pemerintahan yang kompetetif. Menyuntikkan Persaingan ke dalam pemberian pelayanan. Pelayanan yang dilakukan oleh birokrasi seolaholah atau akan berkembang adanya persaingan, sehingga birokrasi dapat memberikan pelayanan yang baik. 11

Disampaikan pada TOT Dosen UB 10 KUNCI BIROKRASI YANG SUKSES (REINVENTING GOVERNMENT- OSBORNE DAN GAEBLER) Selasa 4 Desember 2012 4. Pemerintah yang digerakkan oleh misi. Mengubah organisasi yang digerakkan oleh peraturan menjadi organisasi yang berorientasi pada kegiatan. Apa yang dilakukan oleh pemerintah sebaiknya berorientasi pada pelayanan. Aturanaturan tidak kaku dan tidak mengganggu pada misi. 5. Pemerintah yang berorientasi pada hasil. Pembiayaan pemerintah diharapkan mempunyai hasil (outcomes) dan tidak hanya berorientasi pada input atau output semata 6. Pemerintah yang berorientasi pada pelanggan. Orientasi pelayanan pemerintah sebaiknya pada apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dan bukan berorientasi pada birokrasi. Misalnya membuat prosedur pelayanan yang orientasinya pada birokrasi. 12

Disampaikan pada TOT Dosen UB Selasa 4 Desember 2012 10 KUNCI BIROKRASI YANG SUKSES (REINVENTING GOVERNMENT- OSBORNE DAN GAEBLER) 7. Pemerintaha Wirausaha: Orientasi pada menghasilkan ketimbang membelanjakan, yang artinya pemerintah dapat menciptakan sumber-sumber pendapatan baru dan tidak hanya berorientasi pada bagaimana menghabiskan uang. 8. Pemerintah antisipatif: Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Membentuk pemerintah yang selalu berorientasi pada masa yang akan datang, pemecahan masalah tidak berjangka pendek. 9. Pemerintahan desentralisasi: Birokrasi yang mempunyai kedekatan dengan masyarakat, mengurangi jalur birokrasi sehingga dapat mengurangi biaya tinggi. 10. Pemerintahan yang berorientasi pada pasar, melalukan perubahan melalui pasar, sehingga pemerintah tidak selalu memonopoli pelayanan yang diberikan atau mengurangi captive market 13

Disampaikan pada TOT Dosen UB Selasa 4 Desember 2012 FENOMENA-FENOMENA DI AMERIKA: PEGAWAI YANG ACUH TAK ACUH KEADAAN KANTOR YANG KOTOR, LUSUH FASILITAS KERJA MEMBURUK PERALATAN USANG PEMBELIAN BARANG DITEKAN; PENGGUNA- AN PRODUK YANG MURAH MENGGUPEMBAYARAN LAMA KONDISI MANAJEMEN MENENGAH MELEMAH; KENAIKAN JABATAN DI DASARKAN PADA SENIORITAS, BUKAN KUALIFIKASI ATAU FAVORITISME; DISIPLIN MEROSOT; ORGANISASI TANPA AKUNTABILITAS PERBAIKAN DILAKUKAN SETELAH DISADARI, BELAJAR MELALUI REINVENTING GOVERNMENT DI DUKUNG OLEH SERIKAT PEKERJA 14

Disampaikan pada TOT Dosen UB Selasa 4 Desember 2012 PERINTIS PELAKU INDIANAPOLIS. WALIKOTA STATE GOLDSMITH : Menciptakan organisasi pemerintah yang dapat bersaing dengan sektor swasta HAMPTON, VIRGINIA: MANAJER KOTA BOB O NEILL DAN WALIKOTA JAMES EDSON: Mengembangkan Visi dan meredifinisi Misi Pemda dari Penyedia layanan menjadi perantara antara kebutuhan masyarakat dengan penyediaan swasta MINNESOTA. Mencabut pemberian monopoli sekolah untuk bersaing DI DINAS KEHUTANAN AS; UJI COBA Empowering kepada pegawiai di lini depan DI AUSTRALIA ; Melepaskan 13 usaha bisnis yang semula ditangani oleh Departemen Pelayanan Administrasi DI INGGRIS: MARGRET THATCHER: Melalukan swastanisasi besar-besaran; menjadi instansi semi otonom; dilanjutkan oleh JOHN MAJOR dengan mempublikasikan standar-standar pelayanan dan uji-pasar SELANDIA BARU: DILAKUKAN OLEH PARTAI BURUH DAN KADER- KADER, TOP PEGAWAI SIPIL, Melakukan perubahan peraturan pelayanan, restrukturisasi dan swastanisasi. 15

Disampaikan pada TOT Dosen UB Selasa 4 Desember 2012 CARA YANG DITEMPUH A. Desentralisasi otoritas unit-unit pemerintah dan devolusi tanggungjawab kepada tingkat yang lebih rendah B. Review pekerjaan dan pembiayaan yang harus dilakukan pemerintah, apa yang harus dilakukan; dibiayai dan dikerjakan oleh pemerintah C. Melakukan downsizing terhadap dinas/pelayanan publik; privatisasi; dan korporatisasi aktivitas pemerintah D. Reformasi pemberian yang lebih efektif pembiayaannya( kontrak; mekanisme pasar dan beban pada pengguna) E. Orientasi pada pelanggan; standar mutu yang jelas untuk dinas/layanan publik F. Menerapkan Benchmarking dan pengukuran kinerja G. Melakukan reformasi, penyederhanaan regulasi, memperkecil biaya. 16

Disampaikan pada TOT Dosen UB Selasa 4 Desember 2012 CARA YANG DITEMPUH A. Desentralisasi otoritas unit-unit pemerintah dan devolusi tanggungjawab kepada tingkat yang lebih rendah B. Review pekerjaan dan pembiayaan yang harus dilakukan pemerintah, apa yang harus dilakukan; dibiayai dan dikerjakan oleh pemerintah C. Melakukan downsizing terhadap dinas/pelayanan publik; privatisasi; dan korporatisasi aktivitas pemerintah D. Reformasi pemberian yang lebih efektif pembiayaannya( kontrak; mekanisme pasar dan beban pada pengguna) E. Orientasi pada pelanggan; standar mutu yang jelas untuk dinas/layanan publik F. Menerapkan Benchmarking dan pengukuran kinerja G. Melakukan reformasi, penyederhanaan regulasi, memperkecil biaya. 17

Disampaikan pada TOT Dosen UB Selasa 4 Desember 2012 LIMA MITOS REFORMASI SEKTOR PUBLIK 1. LIBERAL: Pemerintah dapat dibenahi dengan biaya yang besar dan pekerjaan yang banyak. Faktanya, menjadi pemborosan dan tidak mendapat hasil yang lebih baik. 2. KONSERVATIF: Pembenahan dengan biaya yang kecil dan pekerjaan yang sedikit. Faktanya: Penghematan dana yang disfungsional menyebabkan penghematan dana pembayar pajak, tetapi tidak meningkatkan kinerja pemerintah. 3. BISNIS: Pembenahan dengan pengelolaan seperti bisnis. Faktanya: metafora bisnis dan teknik manajemen diperlukan, tetapi tetap ada perbedaan realitas sektor publik dan sektor swasta. 4. PEGAWAI: Pegawai dapat bekerja baik jika cukup uang. Faktanya: harus ada perubahan penggunaan sumberdaya-sumberdaya jika ingin perubahan hasil. 5. ORANG:Pembenahan melalui tangan orang lain (sewa) yang lebih baik. Faktanya: Persoalannya bukan pada orang tetapi sistemnya yang menjerat mereka. (tidak ada kebebasan berinovasi. 18

Disampaikan pada TOT Dosen UB Selasa 4 Desember 2012 STRATEGI BUDAYA 1. MENCIPTAKAN BUDAYA KEWIRAUSAHAAN: VISI DAN MISI MENUMBUHKAN BUDAYA BARU 2. STRATEGI BUDAYA: BUDAYA BIROKRASI MERUBAH BUDAYA PERUSAHAAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMBENTUK BUDAYA MERUBAH PARADIGMA MERUBAH KEBIASAAN MENGGUGAH HATI MEMENANGKAN PIKIRAN 3. MENGARAHKAN TRANSISI BUDAYA 19

Disampaikan pada TOT Dosen UB Selasa 4 Desember 2012 PENGGUNAAN STRATEGI-STRATEGI 1. MENYELARASKAN STRATEGI-STRATEGI: MENGGUNAKAN STRATEGI INTI UNTUK MEMISAHKAN USAHA MENGGUKAN STRATEGI KONSEKUENSI DAN KONTROL SEBAGAI PASANGAN SERASI MENCIPTAKAN KONSEKUENSI ATAS KINERJA DAN MEMBERIKAN KONTROL MENGGUNAKAN MANAJEMEN KINERJA UNTUK MENTERJEMEHKAN OUTCOME MENGALIHKAN ONTROL KEPADA PEGAWAI 2. KEKUATAN METATOOL 3. MENYELARASKAN STRATEGI DG SISTEM ADMINISTRASI 4. MEMECAHKAN TEKA-TEKI BERSAMA-SAMA 20

BAGAIMANA MENERAPKAN MODEL FADEL KE DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH? Agenda pertama adalah reformasi birokrasi pemerintah daerah. Agenda kedua adalah menjalankan kebijakan yang digerakkan oleh pasar untuk memperkuat fondasi ekonomi rakyat. Agenda ketiga menjadi pemerintah yang katalis dengan memanfaatkan faktor endowment daerah untuk meningkatkan produksi pertanian. Agenda keempat adalah menyiasati hambatan lingkungan makro berupa kekakuan dari instansi pusat yang mengakibatkan daerah tidak mampu memanfaatkan potensi dan peluang bisnis di daerah. Agenda kelima berkaitan dengan faktor lingkungan makro meski kasus ini berbeda. Agenda yang keenam adalah menjadikan pemerintah daerah yang berorientasi pelanggan dan pemerintah yang antisipatif. Agenda ketujuh adalah membangun keunggulan bersaing yang berbasis pada keunggulan lokal.

TOKOH GOVERNMENT ENTREPRENEUR FADEL MUHAMMAD

REVOLUSI PEMIKIRAN ENTERPREWNEURSHIP PENULIS.. NANTIKAN BUKU PERDANA..SEGERA..

Semoga Bermanfaat TERIMA KASIH..