KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

dokumen-dokumen yang mirip
BAB VI. HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DAN FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP EFEKTIVITAS KOMUNIKASI PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA Tbk.

METODOLOGI PENELITIAN

I. PENDAHULUAN. Komunikasi merupakan salah satu hal yang sangat vital dalam kehidupan

BAB V. STRATEGI PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA Tbk. DALAM MEMBANGUN KOMUNIKASI EFEKTIF

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan sehari hari, maupun dalam kehidupan suatu perusahaan/organisasi.

Materi Minggu 1. Komunikasi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian

ETIK UMB. Komunikasi Efektif. HARIS UTOMO, S.STP. M.Si. Modul ke: Fakultas Desain dan Seni Kreatif. Program Studi Desain Produk

BAB IV ANALISIS DATA. Konstruksi Branding melalui Acara Sambang Desa. Kabupaten Mojokerto guna terjun langsung ke desa-desa untuk

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR TAHUN 2014 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SEMARANG,

Dari asal kata common yg bermakna bersama-sama, istilah komunikasi atau communication berasal dari bahasa Latin, yaitu communicatio yg berarti

Model Komunikasi Interpersonal. Bambang Irawan Ari Pambudi

PEMERINTAH KABUPATEN PACITAN WILAYAH KECAMATAN TULAKAN KANTOR DESA NGUMBUL Jl.Raya Desa Ngumbul Kecamatan Tulakan Kode Pos : 63571

BAB I PENDAHULUAN. dalam kegiatan-kegiatan belajarnya dan memberi petunjuk atas perbuatan

PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Komunikasi. Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan, informasi dari seseorang ke orang lain (Handoko, 2002 : 30).

PEMERINTAHAN KABUPATEN BINTAN

PERATURAN DESA PADI KECAMATAN GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR : 03 TAHUN 2001 T E N T A N G PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DI DESA PADI

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. di tempat bekerja, di pasar, dan sebagainya. Sejalan hal tersebut komunikasi

BAB I PENDAHULUAN. maka hampir dipastikan semua sektor akan berdampak kemacetan, oleh sebab itu

II. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Komunikasi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BINTAN TAHUN 2008 NOMOR 4

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI

PROVINSI BANTEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA DESA SIPAYUNG KECAMATAN SUKAJAYA KABUPATEN BOGOR PERATURAN DESA SIPAYUNG NOMOR 04 TAHUN 2001 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 11 TAHUN 2007

KBBI, Effendy James A. F. Stoner Prof. Drs. H. A. W. Widjaya

PERSEPSI MAHASISWA DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI FISIP USU TERHADAP PROSES KOMUNIKASI DALAM BIMBINGAN SKRIPSI

BAB V PENUTUP. mengenai program Kampung Ramah Anak, lahir melalui proses yang simultan dan

KOMUNIKASI EFEKTIF DISAMPAIKAN PADA MATA KULIAH ETIK UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA Asrori,MA. Modul ke: Fakultas FASILKOM

PETUNJUK TEKNIS PEMBENTUKAN/PENDIRIAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM)

PEMERINTAH KABUPATEN KUDUS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DI KELURAHAN

TINJAUAN PUSTAKA. Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan dari satu pihak

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PANDEGLANG NOMOR 9 TAHUN 2007 SERI D.4 PERATURAN DAERAH KABUPATEN PANDEGLANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DI DESA DAN KELURAHAN

PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PONOROGO NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN KELURAHAN

KOMUNIKASI EFEKTIF EFEK KOGNISI EFEK KONASI UMPAN BALIK

PROFESSIONAL IMAGE. Modul ke: Fakultas FIKOM. Program Studi Public Relations.

PERATURAN DESA KERTAK EMPAT KECAMATAN PENGARON KABUPATEN BANJAR NOMOR 01 TAHUN 2017 TENTANG

BAB II KERANGKA TEORITIK. 1. Pengertian Proses Komunikasi Organisasi. pesan, dan pendengar. Sedangkan menurut Emery dalam kontek

BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 8 TAHUN 2007

BAB I PENDAHULUAN. jenis kelamin, pendidikan, maupun status sosial seseorang. Untuk mendukung

PERATURAN DESA KIARASARI NOMOR 1 TAHUN 2001 TENTANG PENATAAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA KIARASARI

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI

PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN KELURAHAN BLIMBING

BAB II KAJIAN TEORITIS. (interpersonal communication). Diambil dari terjemahan kata interpersonal, yang

PENDAHULUAN Latar Belakang Beras sangat penting dalam memelihara stabilitas ekonomi, politik dan keamanan nasional, karena beras merupakan bahan

P E M E R I N T A H K A B U P A T E N K E D I R I

LAMPIRAN II PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 93 TAHUN 2017 FORMAT PROSES PENGISIAN BPD

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MAKNA NOISE & UMPAN BALIK DALAM KOMUNIKASI

EFEKTIVITAS KOMUNIKASI KEPALA DESA DALAM MELESTARIKAN TRADISI GOTONG ROYONG DI DESA TABA PASEMAH KABUPATEN BENGKULU TENGAH

PEMERINTAH KOTA SUNGAI PENUH

KABUPATEN PESAWARAN KECAMATAN WAY RATAI DESA GUNUNGREJO PERATURAN DESA NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI NGANJUK PERATURAN DAERAH KABUPATEN NGANJUK NOMOR 01 TAHUN 2011 TENTANG ALOKASI DANA DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI NGANJUK,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Teknik Reportase dan Wawancara

BAB I PENDAHULUAN. berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman,

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Logo, sebuah istilah sejak awal dari Bahasa Yunani logos sampai

PERATURAN DESA BOJONGGENTENG KECAMATAN JAMPANGKULON KABUPATEN SUKABUMI NOMOR 8 TAHUN 2017

Interpersonal Communication Skill

VARIASI GAYA BAHASA SLOGAN DALAM ATRIBUT CALEG PEMILU 2009 DI SURAKARTA SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. bersaing dengan produk yang sejenis di pasaran. Pasar yang berfungsi dengan

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA (RPJMDes) TAHUN

PEMERINTAH KABUPATEN KUDUS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 14 TAHUN 2006 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KERINCI TAHUN 2007 NOMOR 3 LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA

Sumber informasi. Transmitter Penerima Tujuan. Sumber noise

TUGAS KECAKAPAN ANTAR PERSONAL. Communication Skill. Dosen Utama : Ria Wulandari S.Kom. Disusun oleh :

MENGELOLA KOMUNIKASI MASSA

PROSES KOMUNIKASI. Dra. Dwi P Marhaeni, M.Si

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PATI NOMOR 13 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DI DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PATI,

ANALISIS TEKS INFORMASI LALU LINTAS DI WILAYAH SURAKARTA

KOMUNIKASI BISNIS PENGANTAR & RUANG LINGKUP KOMUNIKASI BISNIS. Drs. Agung Sigit Santoso, Psi., M.Si.

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA

Komunikasi Bisnis Kelompok 7 1

BAB I PENDAHULUAN. muka atau melalui media lain (tulisan, oral dan visual). akan terselenggara dengan baik melalui komunikasi interpersonal.

PERATURAN DAERAH KOTA BANJAR NOMOR 29 TAHUN 2006 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB V POLA KOMUNIKASI ANTARA FORUM JURNALIS SALATIGA DENGAN PEMERINTAH KOTA SALATIGA Pola Komunikasi FJS dan Pemerintah Kota Salatiga

BAB I PENDAHULUAN. Dalam sebuah proses komunikasi, yang disampaikan oleh Laswell dalam

BAB I PENDAHULUAN. Desa memasuki babak baru ketika pelaksanaan UU No. 6 tahun 2014 akan segera

05FIKOM. Pengantar Ilmu Komunikasi. Prinsip-prinsip Atau Dalil Dalam Komunikasi. Reddy Anggara. S.Ikom., M.Ikom. Modul ke: Fakultas

BAB 2 LANDASAN TEORI

PELATIHAN TEKNIK KOMUNIKASI INTERPERSONAL BAGI PETUGAS KEPOLISIAN

BAB IV ANALISIS DATA. data dalam penelitian kualitatif, yang diperoleh dari beberapa informan yang

WALIKOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB II UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI :

MEDIA RELATIONS. Pokok Bahasan TV RELEASE. Dewi S. Tanti, M.I.Kom. Modul ke: Fakultas Ilmu Komunikasi

BAB 1 PENDAHULUAN. komunikasi tersebut dilakukan, yaitu konteks komunikasi antarpribadi,

Transkripsi:

35 KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS Kerangka Pemikiran Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan yang berisi informasi dari satu pihak kepada pihak lainnya. Saat proses tersebut berlangsung, sumber tidak hanya menyampaikan pesan kepada penerima, tetapi juga berusaha dengan sebaik-baiknya agar pesan dapat diterima dan dimengerti. Suranto dalam Imron (2007) mengatakan, komunikasi dikatakan efektif apabila dalam proses komunikasi tersebut, pesan yang disampaikan seorang komunikator dapat diterima dan dimengerti oleh komunikan, persis seperti yang dikehendaki oleh komunikator, dengan demikian, dalam komunikasi itu komunikator berhasil menyampaikan pesan yang dimaksudkannya, sedang komunikan berhasil menerima dan memahaminya. Efektifnya sebuah komunikasi adalah jika pesan yang dikirim memberikan pengaruh terhadap komunikan, artinya bahwa informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik sehingga menimbulkan respon atau umpan balik dari penerimanya. Suranto diacu dalam Imron (2007) menjelaskan, ada beberapa indikator komunikasi efektif antara lain : a. Pemahaman Pemahaman adalah kemampuan memahami pesan secara cermat sebagaimana dimaksudkan oleh komunikator. Tujuan dari komunikasi adalah terjadinya pengertian bersama, dan untuk sampai pada tujuan itu, maka seorang komunikator maupun komunikan harus sama-sama saling mengerti fungsinya masing-masing. Komunikator mampu menyampaikan pesan sedangkan komunikan mampu menerima pesan yang disampaikan oleh komunikator. b. Kesenangan Kesenangan adalah apabila proses komunikasi selain berhasil menyampaikan informasi, juga dapat berlangsung dalam suasana yang menyenangkan bagi komunikator dan komunikan. Suasana yang rileks dan menyenangkan akan lebih mendukung untuk berinteraksi bila dibandingkan dengan suasana yang tegang. Hal tersebut disebabkan komunikasi bersifat fleksibel. c. Pengaruh pada sikap Tujuan berkomunikasi adalah untuk mempengaruhi sikap. Apabila dengan melakukan komunikasi, kemudian terjadi perubahan pada perilaku seseorang, 35

36 maka komunikasi yang terjadi adalah efektif. Sebaliknya, jika tidak terjadi perubahan pada sikap seseorang, maka komunikasi tersebut dianggap tidak efektif. d. Hubungan yang makin baik Bahwa dalam proses komunikasi yang efektif biasanya secara tidak sengaja meningkatkan kadar hubungan interpersonal. Seringkali apabila seseorang telah memiliki persepsi yang sama, kemiripan karakter, cocok, dengan sendirinya hubungan akan terjadi dengan baik. e. Tindakan Komunikasi akan efektif jika kedua belah pihak setelah berkomunikasi terdapat adanya sebuah tindakan. Keberadaan perusahaan dalam lingkungan masyarakat dapat memberikan efek positif dan negatif bagi masyarakat sekitarnya. Efek positif dapat berupa tersedianya lowongan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Efek negatif dari keberadaan sebuah perusahaan seperti tercemarnya lingkungan, baik, udara, tanah, dan air, dan kesehatan. Perusahaan memiliki tanggung jawab secara sosial untuk mencegah atau meminimalisir dampak negatif yang diterima masyarakat. Program CSR adalah bagian dari pemenuhan kewajiban fungsi sosial perusahaan terhadap komunitas setempat. Saat program CSR dilaksanakan, pendekatan komunikasi perusahaan melibatkan komunitas masyarakat setempat dalam berbagai program pemberdayaan dan peningkatan kualitas masyarakat. Keberhasilan komunikasi perusahaan sangat tergantung dari model dan aktivitas komunikasi yang diterapkan perusahaan. Perusahaan, dalam hal ini Indocement menggunakan media dalam proses komunikasi program CSR perusahaannya. Sasaran program CSR yaitu masyarakat merupakan bagian penting dalam pemilihan media komunikasi perusahaan. Pemilihan media dirumuskan sesuai dengan karakteristik masyarakat yang menjadi sasaran dan harus mampu menyentuh masyarakat. Pemilihan media yang tidak sesuai justru akan dapat mengganggu komunikasi perusahaan bahkan dapat mempengaruhi citra perusahaan. Media yang digunakan perusahaan dalam pengkomunikasian program CSR adalah Bina Lingkungan dan Komunikasi (Bilikom). Bina Lingkungan dan Komunikasi (Bilikom) merupakan instrumen yang dibuat perusahaan sebagai media untuk menjembatani seluruh stakeholders dalam 36

37 program CSR perusahaan. Terdapat pertemuan antara wakil masyarakat dan wakil perusahaan dalam Bilikom. Instrumen Bilikom dipilih oleh perusahaan sebagai media yang diharapkan mampu untuk mempertemukan secara langsung pihak perusahaan dan masyarakat, yang diwakili oleh para tokoh masyarakat. Tokoh masyarakat yang dimaksud adalah ketua organisasi formal desa (BPD, LPM, PKK, Karang Taruna) dan struktural desa (Kepala RW dan RT). Tokoh masyarakat tersebut dianggap mewakili masyarakat. Tokoh-tokoh masyarakat diundang secara resmi oleh desa untuk menghadiri acara Bilikom yang dijadwalkan setiap tiga bulan sekali. Tokoh masyarakat dapat secara langsung menyampaikan aspirasi dan harapan masyarakat dalam Bilikom. Seluruh aspirasi akan ditampung oleh pihak aparat desa. Keseluruhan aspirasi ini akan dikelola kembali oleh aparat desa. Hasil pengelolannya kemudian akan diajukan kepada perusahaan. Wujud dari bukti persetujuan masyarakat, setiap tokoh masyarakat memberikan tanda tangan dalam usulan program (hasil Bilikom). Hasil Bilikom disusun dengan skala prioritas sebagai hasil pencocokan rencana strategis perusahaan dan kebutuhan masyarakat. Keputusan dalam Bilikom idealnya merupakan win-win solution untuk masyarakat dan perusahaan. Komunikasi yang dilakukan perusahaan perlu diukur keefektifannya. Penggunaan media komunikasi, Bilikom, idealnya memberikan kinerja yang optimal dalam menyalurkan dan menyampaikan informasi program CSR perusahaan. Tokoh masyarakat sebagai sasaran program CSR memiliki hak suara dan hak untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses Bilikom. Penggunaan media tersebut perlu diteliti kebenarannya dari sisi tokoh masyarakat untuk melihat secara utuh apa yang dipahami tokoh masyarakat mengenai media komunikasi perusahaan (Bilikom), peran dan keberadaan media (Bilikom), partisipasi tokoh masyarakat dalam Bilikom, dan sejauh mana media tersebut mampu menyalurkan aspirasi, harapan, dan pendapat masyarakat kepada pihak perusahaan. Pemahaman terhadap isi pesan yang disampaikan pihak perusahaan, aparat desa (Kepala Desa), dan tokoh masyarakat lain dapat dilihat dari keterdedahan tokoh masyarakat terhadap unsur-unsur komunikasi, seperti sumber informasi (pihak perusahaan dan Kepala Desa), media Bilikom, pesan yang disampaikan, dan umpan balik terhadap informasi. Bentuk keterdedahan dalam hal-hal tersebut berperan 37

38 dalam mempengaruhi pemahaman, sikap, dan tindakan tokoh masyarakat lokal terhadap program CSR perusahaan. Keterdedahan komunikasi dalam penelitian ini adalah dalam proses komunikasi, yakni mengenai sumber informasi (source), media Bilikom (channel), pesan (message), dan penerima (receiver). Efek komunikasi perusahaan dapat diukur dengan keterdedahan tokoh masyarakat terhadap unsur komunikasi dan pengaruhnya terhadap sikap, pemahaman, dan tindakan mereka atas informasi mengenai program CSR. Sikap tokoh masyarakat terhadap komunikasi perusahaan yang dimunculkan akan sangat beragam, karena suatu komunitas terdiri atas individu yang memiliki keragaman seperti dalam umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jenis profesi pekerjaan, pendapatan dan status sosial dalam komunitas masyarakat, dan kekosmopolitan. Sikap juga dapat berhubungan dengan penerimaan pesan komunikasi perusahaan oleh komunitas. Hal ini bisa diukur dengan seberapa jauh masyarakat terdedah terhadap komunikasi yang dilakukan khususnya melalui program yang ditawarkan ke komunitas masyarakat tersebut. Efektivitas komunikasi penyampaian informasi program CSR perusahaan juga dilihat seberapa jauh mampu memenuhi harapanharapan komunitas masyarakat terhadap keberadaan perusahaan melalui program CSR. Berdasarkan uraian kerangka pemikiran di atas, peubah-peubah yang diteliti untuk menjelaskan efektivitas komunikasi perusahaan dan tujuan diadakannya penelitian ilmiah ini, adalah peubah efektivitas komunikasi perusahaan, karakteristik tokoh masyarakat, dan proses komunikasi. Secara sitematis, peubah-peubah yang diteliti secara ilmiah dan hubungan antara peubah dapat dilihat pada Gambar 1. 38

39 Karakteristik Tokoh Masyarakat (X1) X1.1 Umur X1.2 Pendidikan X1.3 Pekerjaan Utama X1.4 Jabatan dalam Organisasi X1.5 Lama Menjabat X1.6 Keterdedahan Media Massa X1.7 Partisipasi Sosial Efektivitas Komunikasi Perusahaan (Y) Y1.1 Pemahaman Tokoh Masyarakat terhadap Program CSR Proses Komunikasi Bilikom (X2) X2.1 Kredibilitas Sumber X2.2 Cara Berbicara Sumber Informasi X2.3 Tingkat Penggunaan Sarana Komunikasi X2.4 Metode Komunikasi X2.5 Intensitas Umpan Balik Y1.2 Sikap Tokoh Masyarakat terhadap Program CSR Y1.3 Tindakan Tokoh Masyarakat dalam Program CSR Gambar 1. Kerangka pemikiran efektivitas komunikasi program CSR melalui bina lingkungan komunikasi terhadap tokoh masyarakat (Kasus PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk., Kabupaten Bogor) H 1 Hipotesis Dalam penelitian ini terdapat 12 hipotesis yang diuji yaitu: : terdapat hubungan nyata antara karakteristik tokoh masyarakat (X1) dengan efektivitas komunikasi perusahaan (Y). H 2 : terdapat hubungan nyata antara proses komunikasi Bilikom (X1) dengan efektivitas komunikasi perusahaan (Y). 39