BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
Kata kunci : sel punca, darah tali pusat, FcγRIIb, Reseptor Fc, Imunoglobulin

BAB II KOMPONEN YANG TERLIBAT DALAM SISTEM STEM IMUN

BASIC STEM CELL. Pembimbing : Dr. Safrizal Rahman, M.Kes, sp.ot,

SIFAT-SIFAT STEM SEL JENIS STEM CELL Berdasarkan Potensi atau Kemampuan Berdiferensiasi Berdasarkan Sumbernya adult stem cell

CATATAN SINGKAT IMUNOLOGI

SISTEM IMUN (SISTEM PERTAHANAN TUBUH)

URAIAN MATERI 1. Kultur sel tunggal Sejalan dengan kemajuan teknologi DNA, ilmuwan telah mengembangkan dan menyempurnakan metode untuk melakukan

SISTEM IMUN. Pengantar Biopsikologi KUL VII

BAB I PENDAHULUAN. Seiring proses penuaan mengakibatkan tubuh rentan terhadap penyakit. Integritas

MENJELASKAN STRUTUR DAN FUNGSI ORGAN MANUSIA DAN HEWAN TERTENTU, KELAINAN/ PENYAKIT YANG MUNGKIN TERJADI SERTA IMPLIKASINYA PADA SALINGTEMAS

Respon imun adaptif : Respon humoral

Immunology Pattern in Infant Born with Small for Gestational Age

BAB I PENDAHULUAN. sering ditemukan pada wanita usia reproduksi berupa implantasi jaringan

Dasar-dasar Stem Cell dan Potensi Aplikasinya dalam Ilmu Kedokteran

SOAL UTS IMUNOLOGI 1 MARET 2008 FARMASI BAHAN ALAM ANGKATAN 2006

BAB 1 PENDAHULUAN. sebagai distributor beban gaya yang bekerja pada tulang subkondral yang terletak

BAB II KAJIAN PUSTAKA

DR.ETI YERIZEL,MS FK-UNIBA

Pendidikan Agama Katolik

SISTEM PERTAHANAN TUBUH

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.2Tujuan Mahasiswa dapat mengetahui fungsi stem cell Mahasiswa dapat mengetahui kegunaan stem cell pada tubuh manusia

BAB I PENDAHULUAN. Anemia hemolitik otoimun (autoimmune hemolytic anemia /AIHA)

SISTEM IMUN. ORGAN LIMFATIK PRIMER. ORGAN LIMFATIK SEKUNDER. LIMPA NODUS LIMFA TONSIL. SUMSUM TULANG BELAKANG KELENJAR TIMUS

MATURASI SEL LIMFOSIT

BAB I PENDAHULUAN. misalnya sel otot, sel darah, sel otak atau sel jantung. Stem cell berfungsi sebagai

Bioteknologi adalah teknik-teknik yang menggunakan organisme hidup atau substansi dari organisme-organisme tersebut untuk membuat atau mengubah

Sistem Imun. Organ limfatik primer. Organ limfatik sekunder. Limpa Nodus limfa Tonsil. Sumsum tulang belakang Kelenjar timus

BAB 2 TERMINOLOGI SITOKIN. Sitokin merupakan protein-protein kecil sebagai mediator dan pengatur

BAB 2 SEL PUNCA. Biologi sel punca merupakan bidang baru yang maju dan sangat pesat

Semarang, undip.ac.id Pengetahuan tentang sel punca sudah lama dikenal di

ABSTRAK. Pembimbing I : Caroline Tan Sardjono, dr., Ph.D. Pembimbing II : Lusiana Darsono, dr., M.Kes.

STEM CELL SEL PUNCA FIKES UMM

PATOLOGI SERANGGA (BI5225)

SEL SISTEM IMUN SPESIFIK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kanker ovarium merupakan keganasan yang paling. mematikan di bidang ginekologi. Setiap tahunnya 200.

BAB I PENDAHULUAN. penyakit beragam (Perhimpunan Reumatologi Indonesia, 2011). Manifestasi klinis SLE

BAB I PENDAHULUAN. pembekuan darah yang diturunkan (herediter) secara sex-linked recessive pada

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Kanker kolorektal merupakan kanker ketiga terbanyak dan penyebab

Pembentukan Reseptor Antigen

BAB I PENDAHULUAN. Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan agen penyebab Acquired

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. Malaria merupakan salah satu penyakit infeksi yang. masih menjadi masalah di negara tropis dan subtropis

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I. PENDAHULUAN. ahli medis, bahkan orang awam diseluruh penjuru dunia. Sesuai dengan kata yang

Selama berabad-abad orang mengetahui bahwa penyakit-penyakit tertentu tidak pernah menyerang orang yang sama dua kali. Orang yang sembuh dari

IMUNITAS HUMORAL DAN SELULER

BAB 1 PENDAHULUAN. menurut World Health Organization (WHO), sekitar 65% dari penduduk negara

REAKSI ANTIGEN-ANTIBODI DAN KAITANNYA DENGAN PRINSIP DASAR IMUNISASI. Oleh : Rini Rinelly, (B8A)

PENDAHULUAN. Latar Belakang. Penelitian dalam bidang sel punca mengalami perkembangan yang sangat

TEORI SISTEM IMUN - SMA KELAS XI SISTEM IMUN PENDAHULUAN

leukemia Kanker darah

FISIOLOGI SISTEM PERTAHANAN TUBUH. TUTI NURAINI, SKp., M.Biomed

Patogenesis. Sel MM berinteraksi dengan sel stroma sumsum tulang dan protein matriks ekstraselular. Adhesion-mediated signaling & produksi sitokin

BAB I PENDAHULUAN. Tindakan pembedahan ekstremitas bawah,dapat menimbulkan respons,

PENGETAHUAN DASAR. Dr. Ariyati Yosi,

PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH RHESUS

BAB I PENDAHULUAN. benda asing dan patogen di lingkungan hidup sekitar seperti bakteri, virus, fungus

Sistem Imun BIO 3 A. PENDAHULUAN SISTEM IMUN. materi78.co.nr

Mekanisme Pertahanan Tubuh. Kelompok 7 Rismauzy Marwan Imas Ajeung P Andreas P Girsang

Gambar: Struktur Antibodi

ABSTRAK PENATALAKSANAAN LIMFOMA NON HODGKIN S DENGAN STEM CELL. Aldo Yustianto M. Pembimbing : Freddy Tumewu A., dr., M.S.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. proses di berbagai Negara. Saat ini penggunaan terapi stem cell menjadi

BAB 1 PENDAHULUAN. Rinitis alergi adalah gangguan fungsi hidung akibat inflamasi mukosa hidung yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

TETAP SEHAT! PANDUAN UNTUK PASIEN DAN KELUARGA

BAB 2 DESKRIPSI SINGKAT PEMBESARAN GINGIVA. jaringan periodonsium yang dapat terlihat secara langsung sehingga mempengaruhi

Pengobatan yang menggunakan bagian tertentu dari sistem imun untuk menyembuhkan penyakit. Sering disebut juga biologic therapy atau biotherapy.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

FIRST LINE DEFENCE MECHANISM

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Deskripsi. IMUNOGLOBULIN YOLK (IgY) ANTI Canine parvovirus MURNI UNTUK TERAPI INFEKSI VIRUS PARVO PADA ANJING

PENDAHULUAN. Latar Belakang. Kulit merupakan barier penting tubuh terhadap lingkungan termasuk

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dalam Global Burden Disease Report, World Health Organization (WHO)

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang Penelitian. Trombosit merupakan sel darah yang berperan penting

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Imunisasi: Apa dan Mengapa?

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. jenis teripang yang berasal dari Pantai Timur Surabaya (Paracaudina australis,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. kerusakan jaringan periodontal yang meliputi gingiva, tulang alveolar, ligamen

Tuberkulosis merupakan penyakit yang telah lama ada. Tetap menjadi perhatian dunia Penyebab kematian kedua pada penyakit infeksi

Sistem Imun. Leukosit mrpkn sel imun utama (disamping sel plasma, 3. Mengenali dan menghilangkan sel yang abnormal

HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Histopatologi Bursa Fabricius

BAB I PENDAHULUAN. melanoma) meliputi separuh dari kasus kanker. Kanker kulit non melanoma

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

SISTEM IMUNITAS MANUSIA SMA REGINA PACIS JAKARTA

BAB 1 PENDAHULUAN. 3 penyakit menyular setelah TB dan Pneumonia. 1. Diare dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, salah satunya infeksi bakteri.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN. SISTEM IMUNITAS

I. PENDAHULUAN. putih (leukosit). Eritrosit berperan dalam transpor oksigen dan. Sebagian dari sel-sel leukosit bersifat fagositik, yaitu memakan dan

BAB 1 PENDAHULUAN. Inflamasi adalah respons protektif jaringan terhadap jejas yang tujuannya

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. benda tajam ataupun tumpul yang bisa juga disebabkan oleh zat kimia, perubahan

7.2 CIRI UMUM SITOKIN

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sel punca sendiri merupakan sel yang mampu mereplikasi dirinya dengan cara beregenerasi, mempertahankan, dan replacing akhir diferensiasi sel. (Perin, 2006). Penelitian mengenai sel punca meningkat ketika kultur sel punca embrionik pertama kali berhasil dilakukan oleh James Thomson dari Universitas Wisconsin Madison pada tahun 1998. SemEnjak itulah berbagai penelitian mengenai sel punca yang potensial untuk mengobati berbagai penyakit degeneratif dan luka banyak dilakukan (Thomson et al., 1998). Berbagai jenis penyakit dan luka dapat menjadi target potensial untuk pengobatan dengan menggunakan sel punca. Penyakit penyakit tersebut antara lain penyakit kardiovaskuler, penyakit auto imun, diabetes, osteoporosis, kanker, penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, luka bakar berat, cedera tulang, defek lahir (Perry,2000). Sumber sel punca yang sering digunakan dalam terapi adalah sel punca dewasa yaitu yang berasal dari sumsum tulang, darah, otak, kulit, jaringan mesodermal, hati atau pun dari sel punca fetus yaitu sel punca saraf (neural stem cells), sel punca hematopoietik, dan pancreatic islet progenitors (National Research Council, 2002). Selama lebih dari 30 tahun penggunaan Umbilical Cord Blood (UCB) allogenik sebagai alternatif transplantasi hematopoietik. Sebelumnya UCB merupakan bagian dari proses melahirkan yang dianggap tidak berguna dan biasanya dibuang. Tetapi sekarang UCB secara rutin disimpan untuk transplantasi. UCB memiliki berbagai keuntungan, di antaranya mudah didapatkan, tidak ada resiko terhadap donor transplantasi, tidak ada attrition terhadap donor, kemungkinan transmisi infeksi yang lebih kecil. (Storms, 2007). Menurut Vendrame, sel punca yang diisolasi dari darah tali pusat memiliki fungsi imunomodulator yang potensial. Sel punca tersebut dapat melawan respon 1

pro infalmasi sel T-helper1 (Th1), meningkatkan respon anti inflamasi T-helper2 (Th2) (Vendrame, 2004). FcR(Fc receptor) adalah protein yang ditemukan pada permukaan sel tertentu dan pada beberapa sel yang memiliki sifat protektif dari sistem imun. FcR terikat pada antibodi yang akan menempel pada sel yang terinfeksi atau mengandung patogen Reseptor Fcγ terekspresi pada sel hematopoietik (contoh : neutrofil, makrofag, sel mast, limfosit B, maupun platelet) dan sering kali FcγRII adalah satu-satunya reseptor Fcγ yang terekspresi pada sel hematopoietik Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa FcγRIIB yang terdapat pada sel B dapat menghambat produksi antibodi pada peristiwa respon imun in vivo. Pada penelitian in vitro ditemukan bahwa FcγRIIB tidak hanya memberikan efek negatif terhadap B cell Receptor (BCR) yang memediasi pengaktifan sel B tetapi juga T cell Receptor (TCR) yang memediasi aktivasi sel T dan FcR yang memediasi aktivasi sel T. FcγRIIB muncul sebagai general negative corereceptor untuk semua reseptor yang proses pengaktifan sel nya tergantung pada ITAMs (Daero et al, 1998). Pengetahuan mengenai sifat imunogenitas dari sel punca darah tali pusat ini masih sangat kurang, padahal karakterisasi imunogenisitas sel punca akan menjadi informasi yang penting dalam menyusun strategi terapi dengan sel punca dalam mencegah reaksi rejeksi maupun pada pengobatan terapi penyakit auto imun. 1.2 Identifikasi Masalah Apakah sel punca pada Umbilical Cord Blood mengekspresikan molekul FcγRIIb?

1.3 Maksud dan Tujuan 1.3.1 Maksud Maksud dari penelitian ini adalah untuk melihat adanya interaksi antara sel punca darah tali pusat dengan IgG melalui reseptornya, 1.3.2 Tujuan Tujuan dari karya tulis ilmiah ini adalah untuk mendeteksi ekspresi reseptor IgG dengan fungsi inhibisi yaitu FcγRIIb pada sel punca yang diambil dari darah tali pusat. 1.4 Manfaat Karya Tulis Ilmiah Karya tulis ini diharapkan dapat dijadikan penelitian pendahuluan bagi para peneliti selanjutnya dalam melakukan penelitian lebih lanjut mengenai interaksi antara sel punca dengan antibodi (Immunoglobulin G- IgG) melalui reseptor Fc γ yang dapat memberikan pengetahuan lebih lanjut mengenai karakteristik imunogenisitas darah tali pusat sehingga dapat membantu dalam penyusunan strategi cell-based therapy. 1.5 Kerangka pemikiran dan hipotesis 1.5.1 Kerangka pemikiran Sel punca adalah sekelompok sel di dalam tubuh mahluk hidup dengan kemampuan regenerasi, yang dapat mengalami diferensiasi lebih lanjut menjadi sel lain. Sel punca dapat diisolasi dari sumsum tulang, darah tali pusat, darah perifer, jaringan lemak, hepar, kulit, pulpa gigi, untuk sel punca dewasa dan inner cell mass untuk sel punca embrionik.

Penggunaan klinis sel punca yang sekarang ini sering digunakan adalah penggunaan sel punca yang berasal dari darah darah tali pusat sebagai terapi penyakit autoimun. Penyakit autoimun disebabkan oleh pembentukan antibodi yang menyerang komponen seluler sendiri (NIH, 2008). Darah tali pusatmemiliki beberapa keuntungan dalam penggunaannya. Di antaranya adalah minimnya resiko dari GvHd (Graft versus Host Dissease) ( Storms 2007). Sistem imun merupakan suatu rangkaian yang terdiri dari banyak faktor. IgG adalah antibodi yang yang muncul dalam jumlah banyak pada serum serta bekerja pada beberapa tipe sel. Reseptor IgG memiliki 2 kelas fungsional yaitu reseptor yang memiliki sifat mengaktifkan (Activated receptor) dan reseptor yang memiliki sifat menghambat (Inhibitor receptor). Pengetahuan mengetahui mekanisme yang memberikan feed back negatif terhadap produksi antibodi atau immunotherapy untuk orang yang menderita penyakit alergi mengarah kepada daerah intra seluler dari FcγRIIb yaitu ITIM (Immunoreceptor tyrosine-based Inhibitory Motif) yang diperlukan untuk pengaturan negatif reseptor yang mengandung ITAM ( Immunoreceptor tyrosinebased Activation Motif ) (Fridman, 1998). Penelitian Chan menunjukkan bahwa molekul FcγRIIb pada sel B terikat di bagian Fc antibodi dan membentuk cocrosslinking antara reseptor antigen dan FcγRIIb melalui anti-antibodi IgG. Dari peneliitian ini Chan menyatakan bahwa FcγRIIb dapat menghambat produksi antibodi in vivo ( (Takai, 1998) Repp mengungkapkan bahwa belum ditemukan adanya molekul FcγRII yakni FcγRIIa dan FcγRIIb pada manusia (Repp, 1998). Hal ini tentunya menarik mengingat penggunaan sel punca sebagai cell based therapy untuk penyakit auto imun sudah banyak digunakan. Penelitian mengenai imunogenitas dari sel punca akan sangat membantu dalam pemilihan cell based therapy dalam mencegah reaksi rejeksi maupun pada pengobatan terapi penyakit auto imun

1.5.2 Hipotesis Ditemukan adanya ekspresi FcγRIIb pada sel punca yang diisolasi dari darah tali pusat. 1.6 Metodologi penelitian Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. 1.7 Lokasi dan Waktu Lokasi Penelitian : SCI (Stem Cell and Cancer Institute), Jakarta. Waktu Penelitian : Bulan Januari - Oktober 2008.